Englishmen

Englishmen

Author   : Faciikan

Main Cast   : Minho and  Key

Support Cast   : -none-

Length   : -drabble-

Genre   : Comedy; Friendship

Rating   : General

Summary   : Kau suka hal seperti itu, rapi, ramping. Kau tahu, seperti keluarga kerajaan something. Well, aku juga termasuk Englishman, tapi tipenya berbeda denganmu.

A.N   : Minho dan Key, itu sangat imut jika dipadukan, so here it is, an odd obsession of my ultimate favorite gay OTP.

“Katakan padaku kenapa aku mau memakai ini!”

Minho ada di sana, di depan meja rias bergumul dengan pakaiannya yang rumit terdiri dari kemeja dan jaket dengan lapisan kain yang ia rasa tidak ada habisnya. Celananya terlalu ketat bagi Minho dan itu benar-benar mencekik tungkai kaki Minho sampai mati rasa. Minho menyesuaikan diri lagi tapi itu sama sekali tidak membantu. Ia akhirnya menyerah dan menjatuhkan dirinya pada sofa kulit, mencoba mengabaikan rasa tidak nyaman dari pakaiannya.

“Itu tidak buruk, kau terlihat keren.” Key menjawab temannya. Matanya masih terpaku pada layar ponselnya. Ia menengok ke kiri, melihat Minho yang menutup wajahnya dengan lengannya. “Nah, yang kau pakai tidak ada apa-apanya dengan punyaku. Tapi aku merasa nyaman dengan ini.”

Minho meletakkan tangannya di sandaran tangan dan melihat ke arah Key. Walaupun kostum Key jauh lebih rumit, Key terlihat nyaman-nyaman saja memakainya. Minho merengek, lagi, “Bagaimana kau bisa nyaman walaupun terlihat seperti tenggelam di dalam tumpukan kain?”

“Well, aku peduli dengan apa yang kupakaikan ke tubuh sempurnaku. Dan kecantikan butuh tumbal; dan aku terbiasa dengan pakaian yang tidak konvensional dan tenggelam di dalamnya.” Key melihat Minho. “Kau, sebaliknya, tidak peduli dengan apa yang kau pakai selama itu nyaman.”

Pernyataan Key memang benar bagi Minho. Minho tidak lebih dari pria biasa, selama itu rapi dan pantas ia tidak akan peduli dengan apa yang ia pakai. Pakaian yang ia sukai hanya setelan dengan rapi dan ramping yang menurutnya bagus. Dan seleranya memang monoton dalam berpakaian, kalau tidak warna monokromatik hitam-putih, paling navy blue atau warna netral yang lain. Dan ia menyukai pakaian dengan potongan sederhana, ia terlihat keren saat mengenakannya. Itu membuatnya tampak lebih keren, menegaskan ketampanannya dan pesonanya, dan di beberapa kasus membuat fitur atletiknya yang seksi lebih terlihat.

“Kau, adalah seorang Englishman walaupun wajahmu hispanik,” Key menatap Minho dalam-dalam. “Kau suka hal seperti itu, rapi, ramping. Kau tahu, seperti keluarga kerajaan something. Well, aku juga termasuk Englishman, tapi tipenya berbeda denganmu.”

Minho menggeleng, “Tidak, kau bukan. Kau orang gipsy.”

“Hah, lucu,” balas Key sarkastik.

Tapi Key bisa membalas. “Tapi gaya itu—Englishman—sudah kelewat zaman, kecuali kau soerang pengusaha membosankan dengan istri dan banyak anak dan diam-diam berselingkuh. Kita ini di awal dua puluhan dan kurasa kau harus menghidupkan selera berpakaianmu sedikit.”

“Kemeja, celana panjang, dan blazer itu berguana di mana saja kapan saja. Dan aku merasa baik-baik saja dengan apa yang kupakai.” Minho mendesah.

Untuk Key, rasanya menyenangkan untuk menggoda Minho. “Well, aku serius tentang membantumu tentang itu.”

Minho bisa merasakan sikap Key yang menyebalkan, ia pun menyingkirkan pria yang sedikit lebih tua itu. “Berhentilah terdengar seperti ibu-ibu di umur tiga puluhan yang tinggal di pinggir kota dengan gigi yang kelewat putih. Jika kau benar-benar ingin membantuku, diamlah.”

Key cemberut mendengar ejekan Minho yang kasar.

“Lagi pula,” pria tinggi itu berkata, “Kau akan melemparku dengan pelangi dan membuatku menaburkan skittles selagi berjalan. Jadi aku akan menyatakan sekali lagi untukmu agar semuanya jelas, tidak terima kasih atas tawaranmu, Key.”

Key mendesis dan wajahnya ditekuk. “Aku bukan gay.”

“Tapi kau memuja unicorn,” kata Minho dengan seringaian jahil.

“Kau pria membosankan,” gumam Key.

Jadi, angkatan 91 SHINee memang selalu seperti itu. Rupanya, pertengkaran mereka tentang unicorn, pelangi, dan pria membosankan berlangsung dari terbit hingga terbenam. Yang dalam pengertian lain itu tidak berharga untuk diceritakan; karena, yah, kau tahu, pertengkaran Minho dan Key yang biasa.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Englishmen

  1. Secuplik kehidupan mereka berdua yang ternyata unyu munyu. Mereka seumuran sih, stylenya beda jauh lagi. mungkin kalo ngobrol memang debat ga ada habisnya kayak gini. Hahaha :3

    i love your story, as always😀

  2. ngerti-ngerti. emang sih, MinKey gk pernah terlihat akur, meski pernah namun jarang😄
    Mungkin iya kali ya Minho dan Key sering bahas mengenai fashion? secara maklumlah selera mereka berdua itu bagaikan bumi dan langit Key suka fashion yg rame2 klu Minho maunya yg nyaman dan simple saja.
    bener kata eonni diatas. secuplik kehidupan MinKey unyu munyu :3

    baru pertama baca FF kaya gini >.< mauuu yg lebih panjang!! Hehehe🙂
    good job thour! ^^

  3. baru sempet dikomenin sekarang .___.
    ini ffnya sukses bikin aku nganga. aku jadi tau apa itu manusia englishman dan hispanik. hahahhaa..xD

    dan obrolan si 91liner itu bikin ngakak dan usep jidat. ceritanya unik. sukaa!!!
    keep writing kaak!!! ^o^9

  4. baca kemarin-kemarin koment sekarang-sekarang.
    ini ceritanya kayak sungai ciliwung. bukan kotor, tapi mengalir dengan sangat tenang.
    suka, cuma rada nggak mudeng sama bagian akhir. apa hubungannya pelangi, unicorn dan gay? #garuk-garuk kepala

  5. The only thing i got from this fanfic:

    Minho is an old father, with loads of wives and kids.
    And Key is a middle aged sad-housewife. Who is waiting for his husband to come home.
    I’m so in love with my thoughts.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s