Who is??? – Part 2

Who is??? Part 2

cover

Author: Lee Min cha

Length : sequel

Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.

Genre: romance, family, friendship

Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

Hyejin pov

Aku keluar dari rumahku bersama minho oppa, rencananya pagi ini kami akan berangkat bersama menaiki mobilnya, berhubung karena sekarang juga hujan. Saat aku baru saja keluar kulihat kai sudah berdiri di depan pintu rumahku dengan sebuah payung ditangannya.

Minho: namjachingumu sudah menjemput. Sana! jangan buat dia menunggu…

Hyejin: lalu oppa bagaimana?

Minho: aku akan pergi dengan imyeol.

Kulihat senyum mengembang di wajah kai, kalau dilihat-lihat dia juga tampan seperti oppaku, tapi tetap saja oppaku yang paling ok.

Kai: kaja…

Aku berdiri di samping kai, kami berangkat ke sekolah berjalan kaki karena jarak dari rumahku ke sekolah tidaklah jauh jika melewati jalan pintas,  tapi minho oppa tetap saja membawa mobil ke sekolah, katanya gengsi.

Selama perjalanan kami hanya diam, sebenarnya aku bingung harus bagaimana. Aku takut salah bicara atau salah bersikap jadi kuputuskan untuk diam.

Kai: kenapa kau diam? Berbeda sekali dengan kemarin sangat berisik dan banyak bicara.

Hyejin: mwo? kau ini sebenarnya maunya apa ? aku bicara kau bilang cerewet, aku diam juga dikomentari.

Kai: tidak ada. Kau tidak perlu berfikir harus berkata apa, harus berbuat apa padaku. jadilah dirimu sendiri, seperti biasa saja, seperti kemarin saat status kita masih berteman.

Bagaimana ia bisa tahu fikiranku?

Hyejin: arrayo…

Kai: apa semalam tidurmu nyenyak?

“Bagaimana aku bisa tidur dengan nyenyak jika seluruh otakku terpusat padamu ha?”

Hyejin: tentu, setelah mengakhiri perpesanan kita aku langsung tidur.

Kai: kau tahu? semalam aku tidak bisa tidur. Aku terus memikirkanmu, rasanya ada ledakan-ledakan di dadaku, jantungku selalu berdetak tak beraturan jika aku memikirkanmu.

Kemudian ia menarik satu tanganku dan meletakkan di dadanya.

Kai: seperti ini…

Kurasakan debaran jantungnya yang cepat . Aku menatap kai, ia balik menatapku dan tersenyum. Aku rasa aku benar-benar sudah gila sekarang, betapa aku sangat menyukai senyuman dan tatapan itu.

Kemudian tangannya beralih menyentuh rambutku dan mengelusnya lembut.

Kai: ada butiran hujan dirambutmu…

Aku hanya diam terpana dengan semua perlakuannya.

Hyejin: kenapa kau menolak axelerasi?

Kai: molla, rasanya aku tidak terlalu baik untuk hal seperti itu, lagi pula jika aku ikut axel aku mungkin tidak akan bisa menjadi namjachingumu.

Hyejin: ishhh… kau ini…

Tak lama kemudian kami sudah sampai di koridor sekolah, masih sepi karena masih terlalu pagi. Aku jarang sekali datang pagi ke sekolah, hari ini karena minho oppa yang membangunkanku lebih awal makanya aku bangun lebih pagi. Kai menyimpan payungnya dan kulihat rambut dan sebagian seragamnya basah, bagaimana tidak, ia hampir tidak memakai payung sama sekali hanya agar aku tidak terkena tetesan air hujan.

Kai pov

Aku berjalan dengan semangat menuju rumah hyejin, rasanya aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya. Kulihat hyejin keluar dari pintu rumahnya, lebih cepat dari yang aku perkirakan. Kulihat minho hyung keluar bersamaan dengan itu. syukurlah minho hyung sangat pengertian sehingga aku bisa pergi bersama hyejin.

Selama perjalanan dia hanya diam, aku tahu dia pasti merasa bingung dan aneh denganku tapi toh pasti perlahan dia akan terbiasa dengan statusnya sebagai yeojachinguku. Huaaa mengingatnya saja aku sudah sangat senang.

Hyejin: kenapa kau menolak axelerasi?

Aku terdiam mendengar pertanyaa hyejin, tidak mungkin aku ceritakan padanya alasanku sebenarnya, aku tidak mau kebahagiaan kami akan rusak karena hal itu.

Kai: molla, rasanya aku tidak terlalu baik untuk hal seperti itu, lagi pula jika aku ikut axel aku mungkin tidak akan bisa menjadi namjachingumu.

Hyejin: ishhh… kau ini…

Tak butuh lama sampai akhirnya kami tiba di sekolah. Seperti biasa masih sepi jika sepagi ini, lagi pula hujan turun sangat deras, pasti banyak yang malas datang ke sekolah. Aku menyimpan payung yang baru saja tadi pagi kubeli untuk menjemput hyejin, aku tidak punya payung karena aku selalu diantar kemanapun, jadi aku terpaksa membelinya sendiri.

Baru saja aku selesai menyimpan payungku kurasakan sebuah tangan mengusap rambutku yang sedikit basah karena hujan.

Hyejin: kau bisa sakit jika kebasahan seperti ini.

Hyejin sibuk mengeringkan rambutku dengan saputangan miliknya, aku yakin setelah ini rambutku pasti akan kusut karena ia terus mengacaknya. Saat rambutku sudah mulai kering  Kemudian ia beralih mengeringkan bajuku.

Hyejin: aishh,… bajumu terlalu basah.

Kai: tidak apa-apa nanti akan kering sendiri.

Hyejin: tidak bisa, nanti kau bisa sakit. Di mana lokermu?

Kemudian kami pergi menuju lokerku, aku memasukkan beberapa kombinasi angka dan kemudian loker itu terbuka. Aku yakin hyejin sudah bisa menghafal kunci lokerku sekarang, tapi tak apalah, toh dia kan yeojachinguku.

Hyejin: ini, pakai baju olah raga saja.

Kai: ne?

Hyejin: kalau terus pakai baju itu kau bisa sakit kai.

Kai: baiklah, tunggu sebentar.

Kemudian aku mengganti pakaianku dan menyimpan kemejaku yang basah, memasukkannya begitu saja ke dalam lokerku.

Hyejin: aigo… jangan letakkan di sana, nanti barang yang lain bisa basah.

Kai: lalu bagaimana?

Hyejin: sini, biar aku yang bawa.

Ia mengambil seragamku dan melipatnya dengan rapi.

Hyejin: kita ke café saja, aku ingin minta tas kecil pada ahjuma café untuk bajumu ini.

Aku duduk ditempat kemarin kami duduk sembari menunggu hyejin. Entahlah, rasanya hyejin benar-benar berubah sekarang. ia jadi lebih baik dan perhatian padaku.

Hyejin: igo, minum ini.

Ia menyerahkan segelas minuman hangat untukku kemudian duduk di hadapannku meminum miliknya. Aku tidak bisa berhenti tersenyum dan memandangi wajahnya yang manis itu.

Kai: gumawo genie…

hyejin: untuk apa?

Kai: untuk kebaikanmu hari ini padaku.

Hyejin: bukankah memang seharusnya begitu? Biar bagaimanapun sekarang aku adalah yeojachingumu.

Kai: kau tahu? Hari ini hujan karena semua namja tengah menangis…

Hyejin: wae?

Kai: karena aku sudah memiliki yeoja yang paling manis di dunia ini.

Hyejin: cih… sudahlah kai…

********************

Hyejin pov

Kami memasuki kelas dan suasananya sama seperti saat kemarin kai memasuki kelas, semua mata tertuju padanya dan aku.

Chayeol: chukae, kalian sudah pacaran ya sekarang?

Kai: gumawo…

Firasatku terjadi, anak ember ini sudah memberitahu semua orang tentang hubungan kami. Dasar kai, apa dia tidak bisa berhenti membuatku kesal?  Pantas saja semua orang terus berbisik saat kami lewat. Aku fikir karena mereka merasa aneh melihat kai yang memakai baju olah raga tapi ternyata karena mereka semua sudah tahu kami pacaran.

Aku berjalan menuju tempat aku biasa duduk bersama sunghwa diikuti kai di belakangku. Tak lama setelah kami masuk sang seungsenim juga masuk.

Mr.Park: kai, kenapa kau memakai baju olahraga?

Kai: bajuku basah kuyup sir…

Mr.park:memangnya kau tidak diantar?

Kai: hari ini aku pergi dengan yeojachinguku.

Dengan santainya kai bicara seperti itu, aku yakin sekarang wajahku memerah sempurna.

Mr.Park: dasar anak muda ckckckckckckckkckckckck

Selama pelajaran berlangsung kai terus memandangiku membuatku menjadi risih.

Hyejin: kai, berhentilah menatapku.

Aku berusaha berbicara sepelan mungkin agar hanya kai yang mendengarkannya.

Kai: aku ingin terus melihatmu selagi aku masih ada kesempatan.

Hyejin : tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat, sebaiknya kau perhatikan Mr.Park!

Kai: arra…

Kemudia ia beralih memperhatikan mr.Park dan aku malah sibuk memperhatikannya dan tersenyum sendiri.

Kai: kau melarangku untuk melihatmu, tapi kau sendiri terus menatapku sambil tersenyum seperti itu, tidak adil sekali.

Blush… aku ketahuan.

*******************

Hyejin pov

Aku sibuk bersorak mendukung minho oppa yang tengah asik bermain basket. Ia sempat melihatku dan tersenyum, oppa bilang jika ia melihatku saat bermain basket maka ia akan jadi semangat. Tak lama kemudian minyeol oenni duduk di sebelahku. Sementara di sisi yang satunya lagi Kai duduk dan tengah sibuk dengan tugasnya, aku tidak tahu pasti apa yang dia kerjakan sampai tugas itu bahkan jauh lebih menarik dari pada aku.

Minyeol: kau choi hyejin?

Hyejin: ne….

Minyeol: aku park minyeol…

Hyejin: oh jadi oenni adalah yeojachinggunya oppaku. Aigoo cantik sekali…

Minyeol: gumawo…

kemudian minho oppa menghampiri kami lalu duduk diantara aku dan minyeol oennie.

Minho: kalian sudah berkenalan?

Aku mengangguk senang

Hyejin: baguslah…

Kemudian kurasakan minho oppa mengusap kepalaku seperti biasanya.

Minyeol: igo.. aku bawakan minum untukmu.

Minho: gumawo…

Kemudian kulihat minyeol oennie menyeka peluh yang membasahi wajah oppaku. Oppaku sudah besar sekarang, aku jadi mulai berfikir, jika suatu saat nanti oppa menikah dan memiliki keluarga sendiri, bagaimana dengan aku? aku tidak mungkin terus berada di sisi minho oppa bukan?

Kai: genie… kau tidak lapar?

Hyejin: sedikit…

Kai: aritmatika ini membuat aku stress…

Hyejin: kalau begitu ayo kita makan.

Minho: kalian akan makan? kalau begitu…

Hyejin: aku akan makan dengan kai di café dekat sekolah, bye oppa! semoga harimu menyenangkan.

Aku tahu minho oppa pasti akan menawarkanku untuk makan bersamanya, tapi aku merasa sedikit tidak enak dengan minyeol oennie jadi kuputuskan pergi bersama kai.

Kai: aigo… bagaimana jika nanti aku tidak mendapatkan nilai yang bagus….

Kai mengacak rambutnya frustasi sambil terus memandangi buku yang sedari tadi terus ada di tangannya. Aku melihat wajah serius kai yang sangat tampan, setidaknya ada namja ini yang akan selalu ada untukku.

Kami sudah sampai di sebuah restoran dan duduk saling berhadapan di sebuah meja. Aku sibuk dengan fikiranku tentang minho oppa dan hidupku, betapa kesepiannya aku jika tidak ada minho oppa, siapa yang akan membangunkan aku di pagi hari? Siapa yang akan menyuruhku belajar? Siapa tempat aku berbagi segala hal? Siapa yang selalu memberiku nasehat? Siapa orang itu jika bukan minho oppa? Aigo aku terlalu tergantung dengan minho oppa. Apa sebaiknya aku mulai belajar mandiri?

Kai: apa yang sedang kau fikirkan?

Kai yang sedari tadi sibuk dengan angka matematisnya sepertinya mulai menyadari kesibukan otakku.  Kemudian ia berpindah dan duduk di sebelahku.

Kai: Apa kau tahu kenapa angka ini seperti ini?

Kai memperlihat sebuah soal rumit padaku, jujur aku tidak mengerti, sedangkan dia yang sudah sepintar itu saja tidak mengerti apa lagi aku. aku menarik buku itu dan menutupnya.

Kai: apa yang kau lakukan?

Hyejin: apa buku ini lebih menarik dibandingkan aku?

Kai: anyio tentu saja tidak, bagiku tidak ada hal apapun yang lebih menarik dibandingkan dirimu genie…

Aku tersenyum saat mendengarkan ucapan kai yang terasa begitu menyejukkan.

Hyejin: kau tahu kai? Keluargaku sangat aneh. Aku memiliki orang tua, tapi aku hanya bertemu mereka satu kali dalam sebulan bahkan terkadang hanya satu kali dalam 2 bulan dan kami hanya menghabiskan paling banyak 3 jam waktu bersama. Hanya minho oppa yang selalu ada untukku, dia melakukan segalanya untukku. Sekarang minho oppa sudah memiliki seorang yeoja chingu, nanti dia pasti akan menikah dan meninggalkanku.  Kai, meskipun apapun yang terjadi pada hubungan kita, meski nanti kau sudah tidak menyukaiku lagi, maukah kau tetap berada di sisiku?

Aku dapat menangkap ekspresi terkejut kai yang kini terus menatapku sambil terheran. Namun tak lama kemudian seulas senyum tergambar di wajahnya yang maskulin.

Kai: aku akan selalu ada di sisimu, aku akan selalu mencintaimu meski apapun yang terjadi. Jika kau kesepian datanglah padaku. arra????

Aku menyandarkan kepalaku ke bahu kai yang bidang.

Hyejin: gumawo kai….

Kai: sepertinya hari ini suasana hatimu kurang baik. Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?

Hyejin: kemana?

Kai: sudahlah nanti kita fikirkan, sekarang kau makan dulu.

Setelah makan kai mengajakku ke sebuah taman yang ada di dekat restoran, tidak besar tapi sangat indah. Kami duduk di bawah sebuah pohon yang menghadap ke arah matahari terbenam.  sore sudah mulai menjelang dan sebentar lagi malam pasti datang.

Kemudian kai muncul membawa sebuah sepeda. Aku hanya menatap kai heran.

Kai: kenapa hanya diam? Cepatlah naik….

Tanpa fikir panjang aku duduk di sadel bagian belakang dan kai di depan. Kai terus mengayuh padel sepeda sementara aku hanya tertawa karena ia berfikir ban sepedanya kempes sebab sangat berat.

Kai: aku rasa kita harus mengganti sepedanya aku bisa kelelahan jika terus begini.

Kai menghadap kebelakang dan mendapati kecuranganku.

Kai: YA!

Aku tertawa melihat reaksinya dan

Bukk….

Kami terjatuh, aku merasakan perih di lututku. Kai yang juga sepertinya kesakitan karena tertimpa sepeda beralih menatapku.

Kai: kuenchana?

Ia melihat lututku yang lecet dan sedikit berdarah.

Kai: omo… genie lututmu berdarah…

Ia membantuku berdiri dan membawaku duduk di sebuah bangku taman.

Kai: tunggulah di sini aku carikan obat untukmu.

Kemudian kai berlari meninggalkanku dan tak lama kemudian ia kembali dengan membawa sebuah kantong yang kuyakini berisi obat. Kai berlutut di hadapanku dan mulai membersihkan lukaku.

Kai: mianhae… seharusnya tadi aku tidak mengajakmu naik sepeda.

Hyejin: anyio… aku suka naik sepeda, kapan-kapan kita harus pergi ke sini dan naik sepeda lagi. kau tahu? rasanya sangat menyenangkan.

Kai: tentu saja menyenangkan, kau bahkan tidak mengayuh sedikitpun.

Aku hanya tertawa mendapati keluhan kai, kulihat sikunya juga berdarah, apa dia selalu seperti ini? tidak memperdulikan dirinya sendiri dan malah memprioritaskan aku.

Tak lama kemudian kulihat lututku sudah berlabis perban putih. Kai duduk di sebelahku mengemasi semua peralatan yang ia pakai untuk mengobatiku, aku menghentikan kegiatannya

Kai: wae?

Aku menarik tangannya yang terluka

Kai: apo…

Hyejin: masih Tanya kenapa?

Aku tahu kai terus menatapku selama aku mengobati lukanya,

Hyejin:apa menatapku adalah hal yang paling kau suka?

Kai: tentu saja, aku ingin terus menatapmu setiap saat selama aku masih bisa.

Hyejin: jangan bersikap seolah kau akan mati kai….

Ia malah tertawa mendengar ucapanku, dan aku telah selesai dengan aktivitasku mengobati lukanya.

Kai: sudah selesai saja?

Hyejin: tentu saja.

Kai: genie…

Hyejin: wae?

Kai: jika nanti kau terluka aku akan selalu mengobatimu, jadi jangan pernah menutupi lukamu dariku.

Hyejin: arrayo. Cih… kau saja menutupi lukamu dariku…

Kai : aku ini namja, namja harus bisa menyimpan lukanya sendiri dan mengobatinya sendiri…

Hyejin: lalu bagaimana jika namja tidak bisa mengobati lukanya sendiri? Apa akan dibiarkan saja?

Kai: mungkin saja begitu, lalu kemudian luka itu akan berakhir saat ajal datang.

Hyejin: memangnya mati itu enak apa?

Kai: kau tahu? Kadang mati itu jauh lebih baik daripada menderita berkepanjangan.

Hyejin: sudahlah, pembicaraan kita mulai tidak masuk akal. Kaja….

Kai: tunggu!

Saat aku baru saja hendak berdiri kai menghentikanku dan berjongkok sambil memunggungiku.

Kai: kakimu pasti sakit, kaja aku akan mengantarmu pulang.

Hyejin: tapi kai rumahku masih beberapa blok dari sini.

Kai: sudah jadi tanggung jawabku bukan? Kau itu yeojachinguku, bagaimana bisa aku membiarkanmu berjalan tertatih?

Memang lututku sangat perih jika dibawa berjalan. Aku kemudian naik kepunggung kai.

Selama perjalanan tak banyak kata yang keluar dari mulut kami, entahlah… rasanya suasana ini terlalu tenang untuk diganggu oleh pembicaraan yang tidak penting. Aku menyandarkan kepalaku kebahu kanan kai sehingga aku dapat melihat wajahnya yang begitu tampan. Rasanya baru kemarin aku bertengkar dengan kai karena kekesalanku, tapi sekarang semuanya tiba-tiba berubah

Hyejin: kai….

Kai: hmm….

Hyejin: jantungmu berdetak sangat cepat, aku bisa mendengarnya.

Kai: jeongmal?

Hyejin: kai, apa kau benar-benar mencintaiku?

Kai: ne, aku mencintaimu sangat mencintaimu melebihi apapun

Hyejin: bagaimana jika aku tidak bisa mencintaimu?

Kai: aku tahu… biarlah kau tidak mencintaiku asalkan kau merasa senang bersamaku itu sudah cukup bagiku. Aku janji aku tidak akan membuatmu tidak suka disisiku, aku akan berusaha sekuat tenagaku membuatmu selalu merasa nyaman bersamaku.

Hyejin: aku akan belajar mencintaimu.

Kai: belajarlah dengan baik, aku harap aku bisa mendengarkan pernyataan cintamu sebelum terlambat.

Hyejin: semoga saja.

Tak lama kemudian kami sudah sampai di depan rumahku, kai menurunkan aku perlahan kemudian membantuku berjalan hingga pintu depan rumahku.

Hyejin: mianhae kai, aku menghabiskan waktu belajarmu hanya untuk hal konyol

Kai: anyio, aku masih akan tetap menjadi yang terbaik, apa kau lupa? Namjachingumu ini sangat pintar kekekekekekeke

Hyejin: tapi kau punya yeojachingu yang bodoh.

Kai: bukankah itu gunanya diriku? Aku bisa melengkapimu . aku akan membuatmu pintar seperti aku.

Heyjin: terserah kau saja. Sudah pulang sana! Ini sudah malam, orang tuamu pasti khawatir.

Kai: arrayeo. Jangan lupa makan malam dan ganti perbannya. Arra?

Kyejin: ne, kau juga jangan lupa mandi kekekekekekekekekeke

Kai berbalik berniat pergi, namun kemudian ia berhenti dan berbalik menghadapku lagi.

Hyejin: wae?

Cup~

Kai mengecup lembut pipiku kemudian kabur seenaknya. Aku bisa rasakan wajahku memanas  dan tanganku bergerak menyentuh pipiku. Dasar kai, dia selalu bisa membuatku tersenyum karena ulahnya.

Aku membuka kenop pintu perlahan, takut minho oppa akan menemukanku dan pasti dia akan memarahiku karena sekarang sudah hampir jam 9. Aku berjalan berjinjit melewati ruang keluarga yang gelap.

Cklek…

Tiba-tiba lampu menyala dan bisa kulihat minho oppa berdiri sambil berkacak pinggang dengan wajahnya yang mengerikan. Aku berlari menuju kamarku berusaha menghindari minho oppa yang masih berdiri di dekat kontak lampu.

Minho: YA! CHOI HYEJIN!!!!!!!!!!!!!!!

Buk….

Tepat saat aku hampir berhasil mencapai tangga terakhir menuju kamarku aku tersandung tangga dan terjatuh. Syukurlah aku tidak berguling ke bawah, tapi lututku yang tadinya sudah sakit terasa semakin perih.

Kudengar langkah minho oppa yang berlari menuju tempatku berada, tepat saat ia sudah bersiap-siap menyampaikan omelannya padaku dia diam melihatku yang mulai menangis karena rasa perih dilututku yang kembali berdarah.

Minho: ada apa denganmu? Apa yang terjadi?

Hyejin: apo…

Minho oppa mengangkat tubuhku dengan mudahnya ke sofa yang terletak di dekat balkon yang memisahkan kamarku dan kamarnya.  Ia bergegas turun lalu kembali dengan sebaskom air dan beberapa benda lainnya untuk mengobati lukaku. Selama mengobatiku dia hanya diam, aku tahu dia sedang sangat marah tapi ia juga terlalu kasihan padaku.

Minho: kenapa kau sampai jatuh?

Hyejin : aku naik sepeda bersama kai.

Minho: dan dia menggendongmu pulang lalu menciummu didepan pintu.

Hyejin: omo… bagaimana kau tahu? Anyio dia tidak menciumku hanya mengecup pipiku saja.

Aku mulai tersenyum sendiri mengingat kejadian yang hari ini aku alami bersama kai. Baru kusadari betapa romantisnya kai hari ini kekekekekekekekekeke

Minho: kau mencintainya?

Hyejin: bukankah oppa sendiri yang menyuruhku belajar menerimanya?

Minho: aku tahu…

Hyejin: oppa kau aneh sekali.

Minho: kau masih ingat pesanku kan?

Hyejin : tentu saja. Oppa kenapa kau jadi semakin cerewet ha?

Minho: itu tandanya aku perduli padamu.

Hyejin: oppa, apa kau mencintai minyeol oenni?

Sejenak ia berhenti dari aktivitasnya membersihkan lukaku, ia terdiam cukup lama menatapku dengan tatapan yang sangat aneh.

Minho: kau tidak perlu tahu.

Hyejin: apa susahnya bilang iya, dasar oppa tukang gengsi. Lihatlah kai, dia begitu jujur tentang perasaannya, tidak sama denganmu, berpura-pura tidak tapi sebenarnya iya.

Minho: apa kau masih ingin berbicara?

Hyejin: oppa, kau marah?

Minho; menurutmu?

Hyejin: kenapa kau selalu marah? Aku bahkan tidak pernah marah padamu…

Minho: karena kau terlalu childish. Kapan kau akan dewasa ha?

Hyejin: oppa jangan bicarakan hal itu lagi.

Minho: sudahlah tidur sana!

Minho oppa sudah selesai dengan lututku berdiri dan berniat pergi.

Hyejin: oppa, jika nanti kau menikah hmmmmm…..

Minho: aku belum akan menikah secepat itu…

Hyejin: tapi oppa kau sudah kuliah, sebentar lagi bekerja,juga menikah bukan?

Minho: CHOI HYEJIN!

Hyejin: selalu seperti itu, kau tidak pernah mau menjawab pertanyaanku!

Aku menghempaskan kasar pintu kamarku, minho oppa benar-benar membuatku kesal.

Drt…drt….drt…

From : kai

Genie, kau sudah makan malam? Jangan lupa kerjakan tugasmu!

Saranghae J

To : kai

Aku tidak lapar…. Aku tidak peduli dengan tugas… aku sedang kesal

Dan kai langsung menelfonku.

Kai: wae?

Hyejin: minho oppa memarahiku…

Kai: mianhae, ini semua salahku…

Hyejin: bukan tentang itu, ia marah karena hal yang tidak jelas antara aku yang tidak bisa dewasa dimatanya dan dia yang tidak mau menerima aku menjadi dewasa.

Kai: mungkin karena dia sangat menyayangimu makanya seperti itu, kalian sudah hidup bertahun-tahun bersama pastilah dia takut kehilangamu.

Hyejin: tapi sebenarnya aku juga takut kehilangan minho oppa

Kai: jangan khawatir,dia tidak akan meninggalkanmu, percayalah padaku.

Hyejin: dia memang tidak akan pernah meninggalkanku tapi mungkin aku yang akan meninggalkannya.

Kai: apa maksudmu?

Hyejin: aku tidak mau seumur hidupku merepotkanya terus, aku harus berubah.  Aku akan belajar untuk mandiri agar nanti aku bisa menjalani hidupku sendiri tidak bergantung padanya.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “Who is??? – Part 2

  1. Waaah.. Bener dukaan ku, kayaknya minho beneran suka sm hyejin. Trs kayaknya kai punya penyakit gitu ya, kok dia ngomongnya seakan-akan mau mati gitu, penaaaasssaaarrraaann.. Lanjut next part, thanks

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s