Who is??? – Part 4

Who is??? Part 4

cover

Author: Lee Min cha

Length : sequel

Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.

Genre: romance, family, friendship

Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^ ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

Minho pov

Minyeol: sama halnya seperti dirimu bukan?

Drt…drt….drt…

Chanyeol: sunhwa?

“………..”

Chanyeol: mwo???

“……….”

Chanyeol: arraseo, aku akan segera ke sana.

Minyeol: wae?

Chanyeol: kai ada di rumah sakit.

Minho: dengan hyejin?

Chanyeol: ne…

Tanpa banyak fikir kami langsung menuju rumah sakit tempat kai di rawat. Aku berlari di sepanjang koridor rumah sakit menuju kamar tempat kai dirawat, langkahku terhenti seketika saat kulihat hyejin yang duduk di ruang tunggu dengan wajahnya yang sangat pucat dan air mata mengalir deras di pipinya.

Chanyeol: sepertinya hyejin sudah tahu…

Aku segera menghampiri hyejin yang masih sibuk dengan fikirannya dan tangisnya. Aku duduk di sebelah hyejin, bahkan ia tidak menyadari keberadaanku, matanya menatap kosong lantai rumah sakit. kuelus lembut rambutnya, seperti yang biasa aku lakukan untuk menenangkannya. Ia sedikit terkejut merasakan sentuhan tanganku.

Hyejin: oppa…

Ia menatapku dengan matanya yang sudah bengkak dan sudah mulai sayu,

Minho: oppa di sini bersamamu…

Hyejin menghambur dalam pelukanku dan menangis sekeras-kerasnya. Kenapa semuanya terjadi begitu cepat?

Hyejin: oppa, kai sakit…

Minho: arrayeo…

Hyejin: ottokhae?

Minho: tetaplah seperti biasanya.

Hyejin: bisakah aku menjadi biasa disaat aku mengetahui waktunya tidak akan lama?

Minho: aku tahu kau sangat kuat, aku yakin kau bisa menjalaninya dengan baik.

Hyejin: kenapa semua ini terjadi padaku?

Minho: sabarlah, tuhan sedang mengujimu.

Hyejin: ini lebih menyakitkan dari pada mengetahui oemma dan appa bercerai.

Tangisnya semakin meledak hingga aku yakin semua orang dapat mendengarkan suara tangisnya yang menyedihkan.

***********************

Hyejin pov

Aku memasuki ruangan tempat kai dirawat. Dokter bilang kai harus di rawat di rumah sakit karena kondisinya yang semakin memburuk. Membayangkannya saja membuat dadaku sesak. Kulihat tubuh kai dipenuhi alat medis, tubuh kurusnya terlihat semakin memutih karena pucat. Suara penghitung detak jantung yang terus berbunyi setiap waktunya membuat aku ngeri, kalau-kalau saja benda itu tiba-tiba bereaksi berbeda yang menandakan berhentinya detak jantung kai, aku yakin aku bisa pingsan sekarang juga. Hanya oemma kai yang masih duduk di sofa terlihat gelisah, dia sendirian tidak ada siapapun. Seperti yang kai ceritakan, orang tuanya bercerai, kakaknya ikut appanya sementara kai tinggal bersama eommanya. Semenjak orang tuanya berpisah, kai tidak pernah bertemu dengan appa ataupun noonanya lagi . jika tak ada kai, bagaimana nasib yeoja itu? betapa kesepianya dia menjalani hari-harinya seorang diri. Aku duduk di sisi ranjang kai memperhatikan wajahnya yang kaku, tidak ada senyuman hangat, tidak ada tertawa gembira seperti biasanya, atau setidaknya wajah seriusnya seperti saat ia belajar, ia hanya kaku tanpa ekspresi membuatku semakin gamang.

Aku menggenggam lembut tangan kai, tangan yang selalu membimbing jemariku, tangan yang selalu menggenggam tanganku, tangan yang selalu mengusap kepalaku sayang, tangan yang selalu membuatku terkejut karena aksinya. Sekarang giliran aku yang menggenggam tangan itu, masih sama hangatnya, masih sama lembutnya.

Hyejin: hai kai… aku lapar… sangat lapar. Cepatlah bangun dan ajak aku pergi makan seperti biasanya. Kau tahu, kali ini aku benar-benar lapar tidak seperti biasanya saat aku hanya merasa sedikit rasa lapar. Kekekekekekekekeke apa aku akan gendut?

Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya berat.

Hyejin: kai, aku tahu kau adalah seorang namja. seperti yang pernah kau bilang, namja menyimpan sakitnya sendiri. Tapi kai, melihatmu menyembunyikan sakitmu membuatku lebih sakit, aku mohon jangan sembunyikan lagi. kai, jangan lupa janjimu padaku, aku harap kau bisa menepati semua janji-janji yang pernah kau ucapkan padaku. aku akan menagihnya, jika kau tidak menepatinya, aku jamin kau tidak akan berhasil lulus ujian akhir. Aku akan mengganggumu kekekekekekekekekeke

Kai, hari ini rasanya dunia begitu kelabu dan berkabut. Apa mataku yang sudah mulai rabun? Atau memang dunia yang semakin menyemu?

Tak lama kemudian kurasakan sebuah tangan menyentuh bahuku.

Kai oemma: pulanglah, kau butuh istirahat.

Hyejin: tapi oemma…

Minho: tidak apa-apa, hari ini chanyeol yang akan menemani kai. Lagi pula ada oemmanya yang masih di sini. Kondisimu juga kurang baik hyejin.

aku mengikuti saran mereka, berpamitan dan pulang bersama minho oppa. Setibanya di rumah aku langsung menuju kamar mandi untuk berendam, melepaskan semua penat yang melekat ditubuhku.

*************************

Aku keluar dari kamar karena mendengar suara gaduh di dapur dan suara beberapa orang yang mengobrol.

Minho: kebetulan sekali kau sudah selesai mandi. Kaja kita makan, bukankah tadi kau bilang sangat lapar?

Minho oppa menarikku menuju meja makan. Beberapa pelayan yang terlihat mengantuk terus menguap, aku yakin minho oppa memaksa mereka bangun untuk menyiapkan semua makanan ini.

Hyejin: kalian tidurlah, aku akan makan dengan oppa, biar nanti aku yang bereskan.

Dengan segera mereka menuju kamar masing-masing sesuai instruksiku. Kemudian aku duduk di salah satu bangku di hadapan minho oppa.

Hyejin: bukankah seharusnya oppa sudah makan? Oppa lapar lagi?

Minho: aku tidak mungkin membiarkanmu makan sendiri.

Minho oppa mulai menyantap makanannya begitupun aku. kau tahu? Rasanya perutku seperti balon, seberapapun aku makan, tidak terasa kenyang sedikitpun. Rasanya semua makanan itu menguap dari perutku seiring dengan wajah kai yang terus membayang diotakku.

Setelah makan aku segera naik ke lantai dua dan duduk di balkon yang berada diantara kamarku dan kamar milik minho oppa. Aku duduk memandangi langit malam yang terlihat begitu tenang meski tanpa bintang. Kemudian aku rasakan minho menyelimuti tubuhku dengan selimut.

Minho: angin malam bisa membuatmu sakit aegi…

Kemudian minho oppa duduk di hadapanku dan mencubit kedua pipiku. Jika dulu aku akan sangat marah saat dia melakukan hal itu, sekarang rasanya justru menyenangkan, dimanjakan dan diperhatikan olehnya jauh lebih baik dari pada bertengkar seperti beberapa hari belakangan ini.

tanpa aku sadari aku mulai menguap…

Minho: aku rasa kau sudah mengantuk, sebaiknya sekarang kau tidur. Besok harus ke sekolah bukan?

Hyejin: tidak bolehkah aku libur lagi besok?

Minho: tidak bisa aegi, kau harus sekolah…

Hyejin: aku ingin menemani kai di rumah sakit…

Minho: kau fikir kai suka melihatmu membolos karena dia?

Hyejin: arraseo oppa…

Minho: sudah sana ke kamarmu!

Hyejin: bolehkah aku tidur denganmu oppa?

Minho: aigo… kau kan sudah besar, mana boleh tidur dengan oppa lagi.

Hyejin: wae? bukankah dulu kita tidur di kamar yang sama bahkan sampai aku SMP?

Minho: tapi…

Hyejin: jhebal oppa… aku takut sendirian…

Minho: sejak kapan hyejin yang berani jadi penakut?

Hyejin: sejak aku merasa kau semakin jauh…

Wajah minho oppa berubah, senyumannya mulai memudar dan ia menunduk.

Minho: mianhae… oppa mengabaikanmu..

Hyejin: kuenchana, semuanya sudah lebih baik sekarang.

Minho: yasudah jika itu maumu, tapi jangan sampai ngompol di kasurku. Kau tahu betapa sulitnya aku harus mengganti sepraiku ?

Hyejin: salah sendiri tidak suruh ahjuma yang gantikan…

Minho: kau tahu sendiri aku tidak suka orang lain masuk ke kamarku.

Hyejin: arraseo…

***********

Minho oppa sudah tertidur sementara aku masih terdiam menatap wajahnya yang ada di hadapanku,

Hyejin: beruntungnya aku memiliki oppa sepertimu… oppa, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku. jika kai pergi dan kau kemudian meninggalkanku, apa yang bisa aku perbuat? Hidupku akan sangat sepi.

*************************

Hyejin pov

Sekolah tidak berubah sama sekali meskipun kai sedang sakit, tentu saja, kai hanya murid biasa dan orang tidak tahu sakit apa yang ia alami. Beberapa teman di kelasku sempat bertanya perihal keadaan kai, awalnya aku sempat bingung, namun beruntung chanyeol membantuku, ia bilang kai hanya kelelahan dan butuh istirahat. Seandainya pernyataan chanyeol itu adalah sebuah kenyataan, rasanya pasti tidak akan seberat ini.

Sunghwa: apa kau akan ke rumah sakit ?

Hyejin: ne, Aku sudah minta izin pada minho oppa…

Sunghwa: aku ikut denganmu…

Ia tersenyum sangat manis, aku hanya mengangguk mengiyakan permintaannya.

Sunghwa: sudahlah hyejin, semuanya akan baik-baik saja.

Hyejin: aku ingin sekali berfikir seperti itu, tapi kenyataannya semuanya tidak akan baik-baik saja.

Sunghwa: sudahlah, kaja…

***************

Setibanya di depan pintu kamar tempa kai dirawat aku berhenti sejenak berusaha menormalkan suasana hatiku agar kai tidak dengan mudahnya menebak perasaanku.

Aku membuka pintu ruangan itu dan kulihat kai sedang sibuk dengan sebuah buku, aku tidak tahu apa yang sedang ia kerjakan, mungkin matematika, karena ia hanya akan seserius itu jika menghadapi matematika. Ia menyadari keberadaanku dan menyingkirkan benda itu dengan mudahnya, ternyata aku masih lebih menarik baginya. Ia tersenyum padaku dan berusaha terlihat baik-baik saja.

Kai: kau datang, huh… aku sudah sangat merindukanmu…

Aku tersenyum dan menghampirinya bersama chanyeol dan sunghwa…

Sunghwa: igo, aku bawakan kau makanan. Makan yang banyak ya kai! Kau harus cepat sembuh, sekolah sangat membosankan tanpa dirimu…

Chanyeol: mwo? lalu keberadaanku tidak ada artinya?

Sunghwa: aish… kau ini.

Hyejin: bisakah kalian tidak meribut, ini rumah sakit.

Chanyeol ;arraseo… kapan kau akan pulang?

Kai: mungkin besok atau lusa…

Kami mengobrol banyak sambil tertawa, kai terlihat sangat senang dengan semua itu. ia bahkan sampai tertawa terpingkal-pingkal saat chanyeol menceritakan betapa sialnya dirinya pagi ini karena terlambat dan ketahuan melompat pagar.

Sunghwa: kai sepertinya aku harus pulang sekarang,

Chanyeol : aku juga, noonaku bisa membunuhku jika ia tidak menemukan namdongsaenya ini di rumah.

Kemudian chanyeol dan sunghwa berpamitan padaku dan kai.

Kai: bagaimana hari ini di sekolah?

Hyejin: sangat membosankan, rasanya aku ingin memakan guru sastra itu.

Kai: apa lagi yang dia lakukan padamu?

Hyejin: aku ketiduran di kelas.

Kai: mwo? bagaimana bisa?

Hyejin: aku tidak bisa tidur semalam, minho oppa terlalu berisik menonton sepak bola dan berteriak seenaknya. Kau bisa bayangkan betapa kerasnya suaranya itu. ia bahkan balik memarahiku saat aku mengomelinya. Ck… menyebalkan sekali…

Aku membohongi kai, ingin sekali aku mengatakan bahwa aku menghabiskan malamku memikirkannya, tapi aku tidak mau dia mengetahui hal itu.

Kai: mwoya…. Ckckckckckckckck minho hyung sungguh keterlaluan.

Kemarilah…

Kai duduk dan menepuk ranjang tempatnya agar aku duduk di sebelahnya. aku duduk di sebelah kai, cukup dekat hingga aku bisa melihat wajahnya yang semakin tirus dan pucat.

Kai: kemarin aku memimpikanmu…

Hyejin: jeongmal?

Kai: ne, mungkin karena aku sangat merindukanmu…

Blushhh… wajahku memerah, kenapa namja satu ini suka sekali mengucapkan kata-kata romantic seperti itu? apa dia tidak sadar dia sudah membuatku lupa daratan.

Hyejin: gumawo, kau sudah memimpikanku…

Kai: hanya itu?

Hyejin: apa lagi?

Kai: kau tidak ingin tahu apa yang aku mimpikan?

Hyejin: anyi… biarlah itu jadi rahasiamu saja. Aku takut jika aku mendengarnya aku akan sulit menahan diriku.

Kai: wae?

Hyejin: aku yakin kau pasti akan menggodaku setelahnya, aku pasti akan merasa seperti terbang…

Kai kemudian tertawa, aigo… tawa itu sangat hangat

Greeb…

Kai menangkap kedua pipiku

Kai: kau berbohong hyejin…

Jeder….

Aku terkejut mendengarkan kalimat singkat yang baru saja ia ucapkan. Apa maksudnya? Berbohong? Aku mulai takut membayangkan kebohongan yang ia maksud.

Kai: kau tidak tidur semalaman bukan karena minho hyung berteriak-teriak karena bola, kau menangis hyejin. Masih ingin berbohong padaku? apa yang terjadi? Apa ada hubungannya dengan minho hyung? apa dia membuatmu sedih?

Tes…

Tanpa aku sadari air mataku menetes mengenai tangan kai yang masih berada di pipiku. Wajahnya yang semula tersenyum berubah datar, aku tidak tahu hal apa yang ia fikirkan, tapi wajahnya sangat berbeda dari biasanya. Kurasakan jemarinya menghapus lembut air mataku.

Kai: apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?

Hyejin: kajima…

Wajahnya terkejut, perlahan tangannya turun dari wajahku dan ia bergerak mundur merebahkan tubuhnya di kasur dan berbalik memunggungiku.

Hyejin: kuerae… aku berbohong padamu saat tadi aku bilang aku tidak bisa tidur karena minho oppa, aku tidak bisa tidur karena aku menangis dan aku memikirkanmu. Aku juga berbohong saat itu, saat aku bilang aku langsung tidur setelah membalas pesanmu, tidak, aku tidak bisa tidur, aku memikirkanmu terus memikirkanmu. Aku tidak tahu sejak kapan, tapi rasanya sangat berbeda saat kau tidak ada meski hanya sebentar saja. Tidak melihatmu di sekolah, tidak mendapatkan satu pesanpun darimu, tidak ada telfon darimu, rasanya sangat menyebalkan . Aku benci saat aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan dan apa yang terjadi padamu. Aku khawatir saat melihatmu tiba-tiba saja pingsan di koridor sekolah, aku tidak bisa berfikir, tidak bisa bernafas dengan baik saat kau tertidur diam tanpa senyuman dan tawamu untukku. Aku tidak bisa meyakinkan diriku bahwa kau akan baik-baik saja, aku tidak bisa membuat otakku berfikir semuanya pasti akan berakhir dengan baik. Aku benci pada diriku sendiri yang begitu bodoh dan egois.

Aku menangis dan terus menangis sementara kai masih memunggungiku, tubuhnya bergetar, aku yakin ia juga menangis. Aku tahu, mungkin aku dan kai butuh waktu untuk menenangkan diri. Aku turun dari ranjang rumah sakit tempat kai juga tengah menangis dalam diamnya. Aku masih menatap punggung kai, masih bergetar, dia masih menangis.

Kemudian kai merubah posisi tubuhnya menjadi duduk, lalu ia berdiri dan menghadap kearahku. ia menangis dan wajahnya terlihat sedih. Perlahan ia mendekatiku kemudian memelukku…

Kai: aku tahu, aku tahu semua ini menyakitkan. Mianhae telah membuatmu merasakan semua kesulitan ini. aku tidak pernah ingin semua ini terjadi, tapi sepertinya tuhan berkehendak lain.

Hyejin: ottokhae???

**********************

Sejak kejadian aku dan kai menangis di rumah sakit, kami tidak pernah lagi membahas tentang sisa hidup kai, tentang aku yang akan ditinggalkan dan tentang segala hal yang berhubungan dengan itu. hubungan kami terus berjalan bahkan semakin membaik seolah tidak terjadi apapun. kai tidak diperbolehkan lagi datang ke sekolah, akhirnya dengan terpaksa aku membuatkan catatan untuknya sehingga secara tidak langsung aku menjadi rajin. Sepulang sekolah minho oppa akan langsung mengantarkanku ke tempat kai, bahkan tak jarang jika weekend aku akan menginap di rumah sakit bersama sunhwa . aku menghabiskan hampir seluruh waktu kosongku di rumah sakit, bahkan aku jadi jarang sekali bertemu minho oppa, jangankan untuk mengobrol dan bercanda, makan bersamapun hanya sesekali. Aku pergi ke sekolah pagi, jarang sekali berangkat bersama minho oppa sejak jadwalnya berubah, kemudian aku akan ke rumah sakit setelah sekolah berakhir dan pulang malam diantar supir kai lalu langsung tidur. Minho oppa tidak marah lagi jika aku pulang malam karena dia tahu alasanku.

Aku tersenyum sendiri memandangi cola yang terus aku genggam. Aku teringat saat aku kesal pada kai karena masalah cola. Hari ini aku akan memberikan cola ini padanya, Ia pasti akan tertawa mengingat kebodohanya sendiri. Aku memasuki ruangan tempat kai biasa di rawat, namun ruangan itu kosong, tidak ada kai maupun oemmanya. Kulihat barang-barang kai juga sudah tidak ada.

Aku keluar dari ruangan itu dan melihat seorang suster yang biasa mengecek keadaan kai kebetulan lewat di dekatku.

Hyejin:chogiyo… kalau boleh aku tahu, kemana kai? Apa dia sudah diizinkan pulang?

Suster: kai dipindahkan ke ruangan yang lebih khusus karena kondisinya yang terus menurun. Jika kau ingin ke sana, kau hanya perlu berjalan lurus di koridor ini , dia ada di kamar paling ujung. Aku terburu-buru, sampai jumpa.

Suster itu berlalu seiring aku yang hanya terdiam kaku. Kondisi kai memburuk, dadaku sesak dan otakku kembali berfikir tentang hal negative yang selama beberapa waktu ini sempat aku lenyapkan.

Aku berlari di sepanjang koridor menuju tempat kai di rawat. Aku membuka pintu ruangan itu dengan terengah-engah, kemudian kulihat oemma kai yang memandangi putranya lekat dan kai yang diam tanpa kata meskipun oemmanya terus menatapnya. wajahnya semakin tirus dan ada lingkarang hitam di sekitar matanya. Tubuhnya kurus dan terlihat lemah. Pandangannya kosong dan tersirat ketakutan di sorot mata itu.

Aku menuduku sejenak mencoba menormalkan perasaanku, aku tidak boleh membuat suasana ini menjadi lebih buruk.

Hyejin: aku fikir kau masih di kamar yang kemarin,

Aku tertawa garing membuat kedua orang itu beralih menatapku.

Kai: wasso…

Hyejin: igo… aku sudah catatkan pelajaran matematika favoritemu.

Kai hanya diam

Hyejin: oemma, kau sudah makan?

Kai oemma: sebentar lagi.

Kai: oemma, aku ingin pulang…

Hyejin: ne?

Kai: aku ingin dirawat di rumah saja, di sini sangat membosankan dan aku benci saat aku harus sendirian.

Kai oemma: baiklah jika itu yang kau inginkan. Yasudah, oemma akan mengurusnya dulu. Hyejin, bisakah kau bantu kai berkemas? Kita akan membawanya pulang…

Kai oemma tersenyum getir kemudian berlalu

Hyejin: tapi kai…bagaimana jika nanti terjadi sesuatu?

Kai: aku bosan di sini, aku rindu kamarku dan balkon kesayanganku. Pasti menyenangkan bisa duduk di balkon di sore hari dan menikmati angin yang sepoi-sepoi.

Hyejin: keurom…

Aku tidak tahu harus berbicara apa lagi, aku bingung dengan sikap kai dan oemmanya. Tapi aku juga tak berani terlalu banyak Tanya, aku takut dengan pertanyaanku sendiri. Satu hal yang bisa aku rasakan di sini, sesuatu yang buruk akan terjadi.

Kira-kira 2 jam kemudian oemma kai sudah datang bersama beberapa suster yang membantu kai berkemas. Seperti yang tadi kai katakan, ia akan dirawat di rumah dan itu berarti ia harus membawa semua peralatan yang dibutuhkan beserta susternya. Sementara itu aku diminta keluar karena kai harus diperiksa untuk meyakinkan ia bisa di bawa pulang.

Aku bersandar di salah satu dinding yang menghadap ke luar rumah sakit, dari sini aku bisa melihat matahari yang berisanar begitu terik. Kupandangi arlojiku, masih jam 2 siang. Hari ini sekolah berakhir lebih awal karena para guru rapat mengenai ujian akhir. Kukeluarkan ponselku dan menatapnya lama, sekarang wallpaperku adalah fotoku bersama kai. Dulu aku tidak pernah memasang foto lain selain fotoku bersama oppaku. Minho oppa… belakangan ini kami sangat jauh.

Drt…drt…drt…

Tepat saat aku masih memikirkan minho oppa dan memandangi ponselku, benda itu bergetar dan memperlihatkan bahwa minho oppalah yang menelfon.

Hyejin: eoh…

Minho: odieso?

Hyejin: aku di rumah sakit. oppa di mana?

Minho: aku sedang di kampus.

Hyejin: oppa kuliah?

Minho: entahlah, dosenku masih belum datang.

Hyejin: ada apa oppa?

Minho: anyi… oppa hanya sedang ingin menelfonmu, belakangan ini kau sangat sibuk.

Hyejin: oppa…

Minho: hmmm…

Hyejin: bisakah kau panggil aku seperti biasanya?

Minho: Choi hyejin??

Hyejin: anyi…

Minho: kalau begitu, aegi…

Aku tersenyum mendengarkannya

Minho: aegi… oppa ingin sekali mencubit pipimu.

Hyejin: aku ingin sekali menyembunyikan PSPmu…

Minho: oppa ingin sekali melihat wajah imutmu…

Hyejin: aku ingin sekali kau memelukku…

Minho oppa diam untuk waktu yang cukup lama

Minho: malam ini kau harus menemani oppa makan malam.

Hyejin: kau tidak kencan dengan minyeol oenni?

Minho: tidak, ia sedang banyak tugas.

Hyejin: OK, cool!!!

Minho; hahahahahahahahaha

Kudengar suara tawa minho oppa yang sangat keras diseberang sana. Pasti sekarang ia sedang tertawa lepas dan mulutnya terbuka lebar memamerkan gigi rapinya, dan tubuhnya naik turun seperti orang yang sesegukan.

Minho: yasudah, dosennya sudah datang, sudah ya…

Cklek…

****************

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Who is??? – Part 4

  1. seperti biasa…
    cerita nya makin jempolan…😉😉
    apa minho ma hiejin saudara kadung???apa minho sbnr nya jg mencintai hiejin…
    aghghh… Molla…
    makin penasaran deh ma lanjutannya…
    next part ya thor….😉😉

  2. Kasihan membayangkan Kai yang telah berada di ujung tanduk.
    Kai menghilang jadikan TaeMin sebagai penggantinya. Kasihan kisah mereka.

  3. Hemm, menyedihkaaan!!
    kau membuatku ingin menangis tahu! #jadi marah ni.
    ya, ampuuun. feelnya kerasa loh. biasanya aku akan berkata, ‘mati lagi-mati lagi’ sekarang beda, ‘kenapa harus mati?’
    wah, penasaran sama lanjutannya.

  4. Wah.. Ga kebayang gimana sedihnya hyejin kalo kai ninggalin dia untuk selamanya. Kayaknya perasaan minho ke hyejin itu berbeda bukan perasaan seorang kakak pd adiknya tp perasaan seorang namja pd yeojanya.
    Makin penasaran banget.. Lanjut next part, thanks author^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s