Dear Jonghyun

Dear Jonghyun

Author : Cblink (@ickha_ilsha)

Genre  : Friendship, Fantasy.

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

Cast     :

  • Lee Jinki a.k.a Onew
  • Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun

Support cast    : ?

Summary         : Kita tidak tahu kapan kita akan bertemu dan kapan kita akan berpisah. Yang kita tahu hanyalah bagaimana kita harus melewati berbagai persimpangan jalan itu.

dear

Note                : Warning! Alur cepat, Flashfic! Semoga lebih baik dari sebelumnya.

===========================Dear Jonghyun============================

Aku tak mengerti bagaimana dunia ini berfikir. Begitu kuno dan usang. Semua terurai sempurna dalam kisah-kisah dengan berbagai romansa yang berbeda. Rasa sendu, gelak tawa, memberi bumbu segar di dalamnya. Seperti halnya kisah hidupku. Aku hanya bisa melihat foto usang di album yang penuh debu ini. Sungguh miris. Fotoku dan dia sepuluh tahun yang lalu. Aku tidak mampu lagi me-replay segala kenanganku dengannya. Karena sistem RAM-otakku memang terbatas. Senyum ceria yang mungkin tidak bisa diulang kembali. Keceriaan, kebahagiaan yang tertanam secara paten di dalam foto ini, membuatku menangis. Aku cengeng, aku lemah. Ya, aku bahkan lebih rapuh darinya. Saling berpelukan, memamerkan sederet gigi putih dengan gaya yang super konyol. Cerita yang begitu langka untukku. Memamerkan senyum yang tulus, mungkin hari itu adalah yang terakhir, karena setelahnya…

“HHhaaaahh… Andaikan waktu bisa ku putar kembali.” Desahku menyesal.

Apa yang telah terjadi sebenarnya. Banyak hal yang telah terlewatkan. Onew dan jonghyun, begitu mereka memanggil kami. Banyak orang sangat mengagumi Jonghyun. Terkadang aku merasa iri padanya. Dia tampan dan begitu ramah. Aku tak bisa berfikir lebih banyak lagi. Dan aku tak bisa menggambarkannya secara mutlak. Hanya sekarang yang ada dalam kenyataan bahwa Onew sendiri.

“Aku sendiri.” Begitu aku menghujat diriku sendiri. Onew yang rapuh tanpa Jonghyun disisinya selama sepuluh tahun ini. Onew sudah mulai tua dan Onew sangat merindukan sesosok namja yang ada  di dalam foto yang sedang ia pegang dan  ia pandangi sekarang.

“Haha… apakah aku begitu formal? Aku merindukanmu Jonghyun-ah. Aku merindukanmu.” Ujarku kepada foto Jonghyun.

Baiklah, seperti apakah sejarah kedua namja yang ada di dalam foto ini. Foto yang begitu berarti. Di dalam foto ini terpampang 2 siluet bocah berumur 14 tahun, begitu indah dengan background pantai nan biru. Foto ini di ambil saat liburan musim panas 23 februari 2002 lalu. Aku dan dia yang ada di sampingku itu adalah jonghyun sahabatku. Kami bertemu di panti asuhan pinggiran kota Seoul. Yah, kami yatim piatu sejak kecil. Kami besar bersama di panti asuhan itu. Bagaimana aku harus menggambarkan keadaan pada hari itu. Usiaku terpaut setahun lebih tua darinya. Dia adalah namja yang unik. Sahabat sekaligus adik untukku.  Semua berubah begitu cepat dari perkenalan kami menjadi sahabat. Dari sahabat kami saling menjaga bagaikan saudara. Hingga pada suatu saat permasalahan demi permasalahan muncul.

“Hyung bisakah kita mengikuti ini?” Tanya Jonghyun menyodorkan sebuah brosur kepadaku.

“Kenapa tidak kita coba? Mungkin ini akan menjadi jalan yang terbaik.”Jawabku

“Apa kau yakin kita akan lolos?” Tanyanya lagi.

Ketika kita mempunyai impian, kita akan mempunyai rencana dan cara melakukannya. Percayalah padaku Jonghyun-ah

“Baiklah, mari kita menjadi yang terhebat dan diakui oleh dunia, hyung!” Jonghyun memberikan senyum termanisnya untukku.

Saat itu 12 Oktober 2003 sebuah audisi pencarian bakat diadakan oleh salah satu pusat Agency tersohor di Seoul. Kami mengikutinya. Itu tekat pertama yang kami ucapkan sebagai janji ‘Menjadi orang yang hebat dan diakui oleh dunia’. Bukan hal yang sulit bagi kami untuk mengikuti audisi tersebut. Selain basic school yang kami bawa, melainkan juga bakat-bakat kami. Jonghyun dengan piano dan suara nada tingginya dan aku dengan gitar  dan suara yang ku fikir mampu menghanyutkan semua orang yang mendengarnya. Basic school. Ya, aku dan Jonghyun adalah siswa yang menyandang beasiswa secara berturut-turut di salah satu sekolah seni di Seoul, ‘Daehan Art High School’.

“Selamat! Mulai besok dan seterusnya, kalian bisa bergabung dengan kami. Kalian akan menjalani trinee sesuai dengan waktu yang akan di tentukan.” Ujar PD kepada kami ketika kami mendapatkan vouting tertinggi.

Benar, kami lolos hingga babak akhir. Dan mulailah masa trinee kami. Siapa yang menyangka jika kejadian ini adalah awal dari perjalanan kami. Kami bukanlah satu-satunya trinee di agency tersebut, sudah ada 3 anggota yang bergabung terlebih dahulu. Key, Minho dan Taemin adalah namja yang dikatakan pihak agency akan menjadi partner kami. Tapi bukanlah disini permasalahan sebenarnya terjadi. Masih ada beberapa perjalanan yang harus di tempuh.

“Chukkae! Selamat! Kalian berdua akan menjadi partner kami di kemudian hari. Aku Taemin. Lee Taemin. Panggil saja Taemin.” Sapa Taemin ramah. “Dia Kim Kibum, panggil saja Key. Dia kakakku.” Tunjuk Taemin kepada salah satu namja yang berambut pirang.

“Cih, dasar! Adik tidak tahu diri. Aku bisa memperkenalkan diriku sendiri.” Ujar namja berambut pirang itu. Taemin terlihat cemberut. “Perkenalkan, aku Key. Seperti yang dikatakan dia!” Dengan senyum ramah key memperkenalkan diri.

“Aku Minho.” Ujar Namja yang terakhir mengulurkan tangan.

“Aku Onew dan ini Jonghyun. Senang bertemu dengan kalian.” Jawabku memperkenalkan diri.

“Ngomong-ngomong, bolehkah aku bertanya.” Jonghyun membuka pertanyaan. “Bagaimana bisa kalian dikatakan saudara? Bukankah Lee dan Kim itu marga yang berbeda!” Polos Jonghyun.

“Hahaha… kau jangan dengarkan semua omong kosong Taemin! Kami memang saudara. Tapi saudara tiri. Ibuku dan ayahnya menikah ketika kami masih kecil. Apa itu jawaban yang masuk akal? Aku tidak tahu kenapa dia tadi menyebutkan marga aslinya. Biasanya dia akan menyebut marganya Kim, bukan Lee.” Jelas Key.

“Kau membuatku malu Hyung!” Taemin tambah memanyunkan mulutnya. Membuat semua orang yang ada disana memiliki tawa yang meledak.

Masa trinee mungkin adalah masa yang paling baik untukku dan Jonghyun, karena kami belajar banyak hal. Yah, meskipun terkadang kami menemui masa sulit.

“Apa kau juga mengingatnya Jonghyun-ah? Kau belajar banyak hal bukan? Kau bisa maju dan berkembang pesat melebihi aku. Apa kau akan mengingatnya? Apa yang bisa aku lakukan sekarang. Aku hanya bisa berbicara dengan fotomu tak lebih. Dimana kau? Bagaimana keadaanmu? Aku sangat ingin tahu Jonghyun-ah.”

Kisah berikutnya, lebih singkatnya, masa trinee kami sudah menemui titik terang. Selama 3 tahun lebih berlalu, akhirnya tibalah hari debut kami. Grup yang beranggotakan 5 orang ini, diberi nama SHINee, dengan Aku sebagai Leader, Jonghyun dan Taemin di Vocal, Key dan Minho di Rapper. Mungkin kalian akan mengira jika aku bahagia dengan hari debut itu. Tidak, aku bahkan sangat menyesalinya. Kenapa? Karena Jonghyun terpaksa harus berhenti setelah debut kami. Mengapa? Sebenarnya aku tidak ingin membuka luka ini, namun aku juga tidak bisa hidup dengan tenang setelah itu. Aku menyesal. Jonghyun kehilangan pita suaranya karenaku.

“Apa kau akan terus seperti ini Jonghyun-ah!” Keluhku.

“Memang apa yang aku perbuat? Apa salahnya jika aku menemui Yuna?”

“Sadarlah! Apa kau tidak ingat dengan janji kita? Perjalanan kita telah di mulai, jadi bersabarlah sebentar.”

“Iya tentu aku ingat! Tapi ayolah hyung, aku hanya terlambat beberapa menit saja! Dan lihat Yuna sudah menungguku di seberang sana!” Jonghyun berlari menyebrangi jalan. Aku hanya melihatnya dari kejauhan.

“Hyung! Kita sudah di kejar dateline!” Key berteriak mengingatkan. Tanpa fikir panjang aku berlari menghampiri Jonghyun dan…

Karena kecerobohanku, Jonghyun menerima imbalannya. Jika saja saat itu aku hati-hati mungkin Jonghyun masih bersamaku. Seharusnya aku yang tertabrak mobil itu, bukan Jonghyun. Seharusnya aku yang kehilangan kemampuan bernyanyiku, bukan Jonghyun. Seharusnya aku.

“Kenapa saat itu kau harus berlari menolongku Jonghyun-ah? Hikz, aku tahu saat itu kau sangat terpukul Jonghyun-ah. Aku tahu itu pasti sakit untukmu. Karena aku, kau kehilangan segalanya. Impianmu, masa depanmu.”

Aku tidak tahu siapa yang bisa aku jadikan tempat bersandar. Setelah kecelakaan, Jonghyun terpaksa di berhentikan dari SHINee dan dia harus pergi. Dan SHINee berkarya dengan 4 personil saja. Tidak ada yang bisa menggantikan posisinya. Semua penggemarnya pun ikut bersedih atas resign Jonghyun. Aku tak memiliki keberanian untuk menahannya. Tidak ada satu pun yang berani menentang keputusan pihak Agency. Aku tahu itu pasti menyakitkan. Tapi Jonghyun masih bisa tersenyum kepadaku. Dia tetap menyemangatiku.

“Jonghyun-ah!” lirihku.

“Hyung! Tak apa. Mungkin ini sudah jalanku. Kau harus ingat dengan janji kita. Jadilah yang terhebat dan diakui dunia.” Ucapan sendu keluar dari mulut Jonghyun.

“Ini semua salahku. Kau seharusnya tak menolongku Jonghyun-ah.”

“Diamlah hyung!” Jonghyun menepuk bahuku. “Aku akan hidup bahagia setelah ini. Yuna akan selalu menjagaku. Aku pasti akan bangkit dengan sisi lain dari keahlianku hyung. Tunggulah! Setiap tahun aku akan memberimu sebuah lagu hasil karyaku. Aku akan selalu mendukungmu dari tempatku berada hyung!”

“Kau memang menepati janjimu Jonghyun-ah, kau memberiku 8 judul lagu yang berhasil melejit sebagai single promo SHINee. Apa kau senang? Tapi mengapa selama 2 tahun ini aku kehilangan jejakmu? Kau dimana sekarang. Aku tak pernah mendengar kabarmu lagi. Aku juga kehilangan kabar dari Yuna. Jawab aku Jonghyun-ah! Kenapa kau hanya tersenyum di foto ini? Kenapa?”

“Hyung!” Seseorang mengagetkanku. Dengan segera aku berusa menyeka genangan air mata di pelupukku. “Kau disini rupanya. Aku mencarimu kemana-mana.”

“Ah, Key! Ada apa kau mencariku?” Tanyaku.

“Apa kau habis menangis?” Key melihat foto yang aku pegang. “ Kau merindukannya hyung?” Selidik Key.

“Tidak, bukan apa-apa. Kenapa kau mencariku?” Tanyaku mengalihkan perhatiannya.

“Ini tadi ada seseorang yang mengaku sebagai detektif Park, menitipkan berkas kepadaku. Dia menyuruhku untuk memberikan ini kepadamu.”

“Coba aku lihat!” Pintaku.

“Apa isinya hyung?” Key penasaran.

“Berkas-berkas Jonghyun dan alamatnya sekarang.”

=========================Dear Jonghyun=============================

Setelah mendapatkan semua informasi dari detektif Park. Aku pun menyambangi kediaman Jonghyun. Semua tidak sesuai yang aku harapkan. Mengapa? Aku hanya mendapati Yuna dan seorang anak berumur 4 tahun. Kim Jong In, dia anak Jonghyun bersama Yuna. Mereka menikah 5 tahun yang lalu.

“Kau pasti sangat mencintai Yuna.” Lirihku.

“O-Onew!” Yuna kaget melihat kehadiranku di depan rumahnya. “Bagaimana mungkin kau tahu rumah ini?” Tanyanya.

“Bagaimana kabarmu Yuna-ah! Dimana Jonghyun? Aku ingin bertemu dengannya. Siapa anak kecil ini?” jawabku ramah.

“Dia Jong In, anak kami. Kami menikah 5 tahun yang lalu. Maaf tidak mengundangmu Onew-ssi.”

“Anak yang manis! Kenalkan aku Onew, Kakak Appamu.” Sapaku kepada Jong In. “Kalian begitu mirip.”

“Pamanku?” Tanya Jong In.

“Ne, dimana Appamu? Paman sangat merindukannya.” Jong In langsung memeluk Yuna. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Apakah ada yang salah dari pertanyaanku kepada Jong In.

“Onew-ssi!” Panggil Yuna. “Jonghyun!”

“Ne, kenapa dengan Jonghyun? Dimana dia? Kenapa aku tidak melihatnya?” Tanyaku tidak sabar.

“Jonghyun, dia meninggal 1 tahun yang lalu Onew-ssi. Dia menderita Kanker kerongkongan. Dampak dari kecelakaan yang terjadi 10 tahun lalu beru terlihat sekitar 2 tahun lalu.”

Lemas. Kaki ku tiba-tiba mati rasa. Tubuhku hilang kesadaran.lidahku kelu. Hatiku hancur. Apakah ini akhir pertemuanku dengannya. Jonghyun-ah, kita berjalan di lajur yang sama, berpisa di persimpangan pertama dan kembali di persimpangan yang berbeda. Pada akhirnya, jalan kita berbeda. Kenapa kau meninggalkanku di persimpangan yang seharusnya kita bertemu lagi.

“Onew-ssi, Jonghyun tidak pernah menyalahkanmu atas semua yang terjadi padanya. Di sangat bangga kepadamu. Dia senang kau menjadi yang terbaik dan di akui dunia. Dia bahagia karena telah bertemu denganmu dan mengenalmu. Dia juga menitipkan surat ini untukmu.” Yuna memberikan sebuah surat kepadaku.

——to Onew hyung—–

Hyuuung!!

Aku yakin kau pasti datang mencariku. Apa kau melihat anakku? Dia lucu bukan? Dia adalah impianku hyung. Ajari dia Ok! Ajari dia untuk menjadi yang terhebat dan diakui dunia. Maaf karena tidak mengundangmu di pernikahanku. Aku terpaksa menyembunyikan semua identitasku. Aku tidak ingin mengingat masa-masa pahit itu, aku menguburnya dengan merubah kehidupanku menjadi seorang composer.

Hyung, bagaimana keadaanmu? Apa kau merindukanku? Aku sangat merindukanmu hyung. Maaf karena aku tak pernah menemui mu, kau menerima semua laguku bukan? SHINee sukses! Aku selalu melihatmu di TV hyung. Aku selalu mendo’akanmu. Kau  hebat! Kau berhasil menepati impian kita. Aku bangga kepadamu hyung.

Hyung jangan pernah bersedih. Mungkin ketika kau datang, aku tidak ada untuk menyambutmu hyung. Aku akan selalu berada disisi mu. Mendukungmu. Jalan kita sudah tak bissa bersama. Tapi aku tak menyesal telah mengenalmu hyung.  Onew hyung jangan rapuh lagi. Hyung harus kuat. Onew yang Jonghyun kenal adalah Onew yang hebat dan tidak cengeng. Onew yang selalu melindungi Jonghyun.

Hyung mungkin hanya ini yang bisa aku sampaikan kepadamu hyung. Aku titip Yuna dan Jong In kepadamu. Rawat mereke ^_^. Kau tak perlu memiliki banyak teman hyung, kau hanya perlu beberapa teman, tapi itu benar-benar bisa kau percaya. Aku mencintaimu hyung.

——Jonghyun—-

 “Pasti Jonghyun-ah. Pasti! Aku pati akan hidup lebih baik dari sekarang. Aku akan membuat anakmu menjadi orang yang hebat seperti dirimu.”

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

17 thoughts on “Dear Jonghyun

  1. Sangat disayangkan Jonghyun meninggal -.-
    Tapi ini sudah bagus, gak apa alurnya cepet yang penting aku udah dapet feelnya . Jika ditambah lagi, mungkin jd kepanjangan, dan kurang menarik krna bosan membacanya. Seperti ini udah cukup kok!
    Bagus bagus! ^^

  2. Haloooo, aku penasaran sama judulnya dan tertarik baca

    Sebenernya ini bukan masalah alur cepetnya menurutku, masih mudah dimengerti kok😀

    Oya mau tanya. Kan ceritanya abis jjong kehilangan pita suaranya, ada tuh adegang Onyu ngajak ngobrol jjong. Lha emang jjong masih bisa ngomong kl pita suaranya udah rusak?

    Terus berkarya yaaaaaa

    1. gomawo,..
      hahaha,.. sepertinya aku kurang ngasih narasinya ya??
      maksudnya sie emang jjong kehilangan pita suaranya, itu untuk konteks dia bernyanyi, kalo masalah ngomong ya masih bisa gitu, hehehe,..
      over all gomawo udah mau baca,..😀

  3. kenapaaah? kenapa jjong meninggal?? ㅠㅡㅠ
    aaaa aku suka ceritanyaaa😄
    hm aku ga masalah sama alurnya sih. tapi mungkin kalo ini dibikin lanjutannya bakal lebih seru lagi😀
    btw ini cblink jongyu shipper yaa? samaaa *sotoy😄

  4. Ih ini crita nyebelin tw gk sih??

    Aku Nangiiiiis… ;-(

    Sedih bgt, aq suka bgt crita yg kya gni,..

    Jonghyun Oppa & Onew Oppa ksian bgt…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s