[Keyday Special] Empat Jari

Tittle : Empat jari

Author : ViKeykyulov

Maincast : Kim Kibum, SHINee.

Genre : Friendship, Life.

Rate : G.

Length : Oneshot

Summary : Jika di ibaratkan, seluruh manusia di bumi adalah saudara. Seperti lima jari yang berdiri dan saling bertautan.”

Maka rasanya seperti jari kita yang hilang satu. Dan kepergian Rabi’ah dan korban-korban lainnya membuat kita juga merasa kehilangan. Seperti lima jari yang berubah menjadi empat jari”

 

a/n : Fict ini didedikasikan untuk mendukung perdamaian di Mesir, Suriah, Afganistan dan daerah-daerah yang tengah menghadapi konflik. Juga Indonesia yang memungkinkan munculnya Konflik antar suku. Mari kita berdo’a untuk mereka semua. Semoga tak ada lagi jatuh korban jiwa dan pertumpahan darah. Kami ingin dunia yang damai tanpa adanya perang dan konflik. Apapun sukunya, apapun agamanya, apapun keyakinannya kita ini adalah saudara. Saudara sesama manusia. Kami rindu kedamaian. Love and Peace!!! Oh iya, sekedar rekomendasi. Silahkan baca sambil mendengarkan lagunya Michael Jackson – Heal the World sama Michael Heart – We Will Not go down. Karena dua lagu itu yang bikin aku bisa membangun feel.

 empat jari

Empat Jari

 

Hari masih terlihat gelap. Matahari masih bersembunyi di ufuk timur. Bumi belum banyak bergerak menuju porosnya. Hanya terlihat samar-samar mega malang hitam-putih di langit timur. Jam dinding bahkan masih menunjukkan angka 4 juga antara angka 9 dan 10 –tepat ditengahnya, jam 4.47.30 KST.

Suasana dorm yang berpenghuni 5 orang namja tampan bergelar Shining boys itu masih terasa lengang, sepertinya mereka masih terlelap dalam mimpi indah masing-masing. Kecuali satu orang namja dengan style black hair yang baru saja kembali itu kini sedikit acak-acakan dan entah kenapa justru makin terlihat mempesona. Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kita ingin melihat wujud asli seseorang, lihatlah tampilannya saat dia bangun tidur. Jadi, tidak terlalu berlebihan saat orang-orang berkata kalau seorang Kim Kibum memang tampan dan menawan bahkan saat ia baru saja bangun tidur.

“Mengerikan sekali.” Desisnya, sebuah tablet berlayar 7.8 inchi keluaran perusahaan luar negeri terlihat menyala di hadapannya. Matanya yang belum sepenuhnya terbuka itu kini makin menyipit, jemarinya dengan terampil menggeser layar dengan sentuhan halus telunjuknya.

“Sudah hampir  ribuan jiwa yang melayang sia-sia.” Gumamnya tanpa sadar. Lagi, jemarinya berlayar pada tuts di layar yang hanya perlu sedikit sentuhan untuk memberikan perintah. Lalu, sedikit termenung begitu menemukan sebuah judul yang menurutnya menarik. Rabi’ah al Adawiyah profile. Twitter milik seorang gadis Mesir yang menulis twit mengesankan. Membuat Key terkesiap. Matanya langsung terbuka lebar. Beberapa twitter yang di sambungkan menjadi seperti artikel yang sekarang sedang dibacanya.

Aku takut, sangat takut. Terdengar bunyi tembakan dan ledakan dimana-mana. banyak cairan merah kental yang membasahi tanah tempatku menjejak. Orang-orang berteriak dan menjerit pilu. Berlarian mencari perlindungan. Kesakitan, penuh luka. Lagi, terdengar tembakan beruntun. Kali ini dari atas langit, terlihat deretan helicopter yang memuntahkan pelurunya kepada mereka, orang-orang yang sudah lebih dari satu bulan ini terus saja berseru. Aku tidak mengerti dengan yang mereka serukan. Yang orang-orang dewasa teriakkan. Yang ku tahu bahwa, Adiba teman sekelasku baru saja kehilangan ayahnya. Ada sebuah peluru yang kata ibuku menembus jantungnya. Aku takut, sangat takut. Siapapun, bisakah menolong kami. Bisakah keluarkan kami dari ketakutan ini.

Dengan kasar Key menyeka air yang menggenang di kedua bola matanya –yang entah kenapa saluran air matanya begitu dekat dengan perasaan hatinya. Meletakkan tablet lalu merebahkan tubuh di sandaran sofa. Selesai membaca artikel gadis kecil bernama Rabi’ah itu, perasaan namja bermarga Kim itu langsung berubah. Sesak, pedih dan juga takut. Seolah dia tengah berada di tempat dimana si penulis tadi berada. Bahkan selama ia hidup di dunia dalam kurun 22 tahun, belum pernah sekalipun ia berada dalam situasi konflik seperti di Mesir bahkan saat ketegangan Korea Selatan dan Korea Utara memuncak beberapa kali.

Dia termenung, memejamkan matanya.

“Hyung…” Sapaan Key membuatnya tersentak.

“Ah…” Serunya terkejut. “Kau Taem, ada apa?” Sambungnya lirih, memalingkan wajahnya kembali begitu tahu maknaenya yang menyapa.

“Tidak, hanya sedikit heran saja. Sepagi ini sudah melihat hyung melamun. Kenapa hyung tidak masak. Akukan sudah lapar.” Ekspresi Taemin berubah memelas di ujung kalimatnya.

“Tch… kau ini Taem. Dasar eat machine. Nanti dulu Taem. Masih juga jam segini.” Decak Key. Menolak permintaan adik kesayangannya yang memang seringkali terbangun tengah malam karena kelaparan. Rasa gusarnya sedikit menghilang.

“Memangnya apa yang hyung lihat. Sampai serius begitu. Jangan-jangan hyung sedang lihat XXX video ya?” Taemin melirik layar tablet Key dengan penasaran.

“Ish… jauhkan pikiran pervertmu itu maknae. Aigoo, kau ini benar-benar.” Menjitak kepala maknaenya. Key menjulurkan layar tablet supaya Taemin bisa melihatnya. Dengan cengiran lebar, Taemin menerima tablet Key. Melihat layar tablet dengan antusias. Namun, beberapa saat kemudian ekpresinya langsung berubah.

Hening. Key kembali pada lamunannya dan perasaan galau. Sedang maknae SHINee yang berambut coklat yang sedang bertransformasi menjadi namja dewasa itu membaca tulisan yang terlihat di layar tablet Key. Cengiran lebarnya menghilang seketika. Bola matanya berubah serius, membaca kata demi kata.

“Hyung… ini-“ Taemin tidak bisa menyelesaikan ucapannya. Bahunya bergidik dengan ngeri. Menatap Key dengan tatapan tak percaya.

“Mengerikan, yah aku tahu apa yang ada di pikiranmu Little Banana. Mereka, anak-anak korban konflik. Melihat dan menyaksikan langsung pertumpahan darah orang-orang di sekitar mereka. Suatu pemandangan yang tidak semestinya mereka saksikan. Beruntunglah kita yang hidup di Korea Selatan. Meskipun terlibat konflik dan ketegangan dengan Korea Utara, setidaknya kita belum pernah benar-benar merasakan perang.” Urai Key panjang lebar. Membuat Taemin hanya bisa mengangguk-angguk membenarkan. Cukup terguncang juga perasaannya pasca membaca artikel yang disodorkan hyung nomor tiganya barusan.

“Hyung… ini ada alamat e-mailnya. Apa kita bisa membalas suratnya?” Tanya Taemin, kembali menyusuri deretan alfabhet di layar tablet.

“Boleh juga, mari kita coba.” Sahut rapper SHINee itu, meminta tablet dari tangan Taemin.

~♦~♦~

 

“Hei… hallo Rabi’ah. Maaf, aku lancang menjawab email-mu. Aku ikut menangis membaca suratmu. Sungguh, aku tidak tahu apa yang harus katakan. Hanya bisa trenyuh dengan konflik dan kekacauan di negaramu. Oh iya, sebelumnya aku memperkenalkan diri. Namaku Kim Kibum. Orang Korea, yah banyak yang bilang bahwa aku adalah namja tampan nomor satu di Korea. Dan keempat temanku yang iri tidak mau mengakuinya, menyebalkan –aku berharap kau tertawa mendengar ucapanku atau paling tidak tersenyum.hehe

Aku dan keempat temanku ini adalah penyanyi, apa kau tahu boyband Korea? Ku harap kau mengenal kami. Andai saja bisa, aku ingin sekali membantumu. Meredakan ketakutan dan kengerian kalian di sana. Tapi, apa daya. Kami tak punya upaya. Yang bisa kami lakukan adalah menari, bernyanyi dan terus menari.

Tabahkan hatimu gadis manis. Kami semua di sini mendo’akan yang terbaik untukmu, untuk keluargamu dan untuk seluruh rakyat Mesir. Menangislah jika kau ingin menangis, tapi ingatlah selalu bahwa kalian masih punya saudara. Banyak saudara kalian di sini, di seluruh penjuru dunia ini. Kami ikut sakit dan merasa sedih melihat penderitaan kalian.

Salam hangat namja paling tampan dalam SHINee

Kim Kibum dan Lee Taemin juga namja-namja bersinar lainnya (baca : SHINee)

.

.

.

.

Terima kasih, karena oppa-oppa (itu yang kudengar dari temanku yang menyukai Kpop. Bahkan mereka selalu berkata bahwa Minho oppa tampan sekali. Tapi kurasa, diumurku yang baru sebelas tahun tidak seharusnya kami berkata seperti itu.) mau membalas suratku dan memberikan dukungan padaku, pada kami semua. Setidaknya, kami senang masih ada orang-orang diluar Negara kami yang masih peduli dengan masalah kami. Bahkan sekarang aku sedikit mengerti, bahwa orang-orang menembaki kami adalah tentara militer.

Yang aku bingung, bukannya tentara tugasnya adalah melindungi rakyat. Setidaknya itulah yang kudapat dari pelajaran di sekolah. Tapi, mereka justru membuat kami ketakutan. Menembaki orang-orang membabi buta, menangkapi ribuan orang dan memasukkannya ke dalam penjara termasuk kakak laki-laki dan ayahku. Aku merindukan tempat tinggalku yang aman. Bukan berpindah-pindah dan dilanda kecemasan sepanjang waktu, takut kalau-kalau sewaktu-waktu mereka datang dan menembaki kami.

Dan lebih parahnya, kami dilarang keluar dari rumah setelah jam 6 sore hingga fajar tiba. Kata ibuku, itu namanya jam malam. Semua harus di dalam rumah saat malam tiba. Suasana di sekitar tempat tinggalku sekarang terasa senyap saat malam, seperti kuburan yang mencekam dan menakutkan. Aku selalu berdo’a pada Tuhan, semoga keadaan ini cepat selesai. Aku ingin sekolah, dan bermain bebas seperti dulu. Ingin berkumpul dengan keluargaku juga bebas tertawa tanpa merasa cemas dan ketakutan. Semoga saja segera. Terima kasih sekali lagi, karena para oppa mau mendengarkan cerita sedihku.

Tulisan di atas adalah balasan surat yang di kirimkan Key. Setelah seminggu menunggu, akhirnya namja itu menerima balasan dari Rabi’ah. Bahkan kini, di sela kesibukannya dia menyempatkan diri untuk membaca dan membalas lagi surat dari gadis kecil yang bahkan wujudnya belum pernah ia lihat. Karena akun twitter milik Rabi’ah sudah tidak aktiv lagi. Bukan hanya Key dan Taemin, kini Minho, Jonghyun dan Onew juga sudah tahu perihal Rabi’ah dan suratnya. Kelima member SHINee itu sekarang rajin mengikuti perkembangan suasana di Mesir juga Suriah juga daerah konflik lainnya.

.

.

.

Tak terasa, hampir sebulan Key dan SHINee berhubungan dengan Rabi’ah lewat dunia maya. Mereka mendapatkan info akurat tentang keadaan Mesir langsung dari sumber yang terpercaya. Bahkan terkadang mereka mendapati info yang beredar di media massa berbeda sangat jauh dari realita di TKP. Banyak hal yang sepertinya sengaja di tutupi dan disembunyikan. Mereka bukan orang-orang politik, mereka hanyalah penyanyi dan tidak mengerti perihal alasan dan tujuan di balik konflik yang mendera Mesir. Tapi setidaknya mereka tahu, bahwa di balik semua itu pada akhirnya banyak anak-anak dan wanita yang menjadi korban. Mereka yang tidak tahu menahu hal-hal seperti penggulingan, kudeta dan stabilias Negara justru menjadi sasaran tembak dalam arti sebenarnya.

.

.

.

“Hyung, kenapa menangis.

“Rabi’ah. Dia…”

“Kenapa dengan Rabi’ah?”

“Dia meninggal pagi tadi.”

“APA?”

“TIDAK MUNGKIN.”

“Yah, kakaknya yang membalas emailku.” Isakkan terdengar. Key menyembunyikan wajahnya dengan melipat lengan dan membenamkan wajahnya di sana. Di sampingnya, Jonghyun tak kalah sedihnya.

“Tidak… aku tidak mau melihat kondisinya.” Tiba-tiba Taemin beringsut, menjauh dari laptop Key yang sedang menampilkan isi surat yang baru saja di baca Jonghyun.

“Taemin, ada ap—! Jonghyun hyung kau kenapa. Key! Ada apa dengan kalian?” Minho baru muncul dari kamar di ikuti Onew tak jauh di belakangnya.

“Ini hyung lihat sendiri.” Taemin membalik layar laptop mengarah pada Minho.

“ASTAGA!!” Suara kaget Onew, saat ia juga melihat foto-foto kondisi Rabi’ah.

“Kasihan sekali uri Rabi’ah.” Gumam Onew tak tahan. Memalingkan wajahnya menghindari layar laptop yang masih menyala. Sedang Minho hanya bisa terdiam, raut wajahnya berubah sendu. Meski hanya berhubungan dengan surat-surat, mereka merasa sudah memiliki ikatan dengan Rabi’ah Al Adawiyah itu. Dan kini, mendapati Rabi’ah telah menghembuskan nafas terakhirnya karena sebuah tembakan salah sasaran dari militer Mesir mengguncang nurani mereka. Rasanya, seperti kehilangan anggota keluarga terdekat.

.

.

.

“Hari ini dunia berduka kembali. Rabi’ah, gadis kecil kami telah meninggal dunia. Tertembak  peluru sasar saat ia nekad melanggar jam malam untuk mengunjungi sahabatnya yang sedih. Semoga dia adalah korban terakhir, tak ada lagi Rabi’ah-Rabi’ah kecil lainnya yang menyusul. Kepada siapa saja yang berkepentingan, tolong hentikan semua kerusuhan dan kengerian ini. Kami rindu kedamaian. Salam kami, SHINee.”

Itu adalah pesan Key di berbagai sosial media yang dia miliki, termasuk instagram. Satu pesan yang langsung menjadi fenomena dan perbincangan masyarakat dunia. Seluruh mata kini berbondong-bondong melihat dan mencari tahu siapa sosok Rabia’ah yang membuat seorang sub-rapper dan sub-vocal SHINee menaruh perhatian khusus. Dan yang lebih mengagetkan ternyata bukan hanya Key, tapi juga seluruh member SHINee juga mengenal Rabi’ah melalui surat-surat yang rajin mereka kirimkan sebelum kematiannya.

Dalam sekejap nama Rabi’ah dan SHINee menempati top search di berbagai search Engine terkemuka. Beribu komentar yang masuk hampir seratus persennya mendukung perdamaian dan mengutuk siapapun yang sudah menjatuhkan peluruh dan menembak gadis kecil yang dalam kesehariannya cerewet itu. Dan pada intinya, semua orang menginginkan pihak-pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak agar segera menyelesaikan konflik dan menyudahi perang.

“Setidaknya dengan ini kini dunia tahu, bahwa kekerasan dan konflik telah merenggut kehidupan gadis kecil yang tidak berdosa.” Gumam Key, menatap layar tablet Jonghyun dengan mata berkaca-kaca –membajak tablet dan twitter hyung pertamanya. Di sampingnya, Minho dan Taemin hanya diam membisu. Terkenang dengan kisah tragis yang dialami Rabi’ah.

“Semoga di dunia ini tidak ada lagi perang dan mengadu senjata. Hidup sudah susah, untuk apa menambah susah dengan rebut satu sama lain.” Sambung Minho bijak. Terlihat tenang dalam duduknya.

“Aku bersyukur dengan respon masyarakat dunia, setidaknya setelah ini kedamaian dunia akan tercipta. Dan aku bisa makan ayam sepuasnya lagi.” Timpal Onew dengan wajah serius dan meyakinkan. Membuat keempat dongsaengnya menoleh serentak.

“Maksudmu hyung?” Tanya Taemin bingung, menelengkan kepalanya imut. Otaknya belum bisa menemukan korelasi antara kedamaian dunia dan makan ayam.

“Tentu saja, kalau dunia damai. Aku jadi bisa makan ayam dengan nikmat. Sejak mendengar kabar dari Rabi’ah. Hatiku galau. Makan ayam saja rasanya tak enak. Malah kemarin aku membuang ayam goreng yang baru kucicipi sedikit, kasihan sekali mereka.” Jawab Onew dengan tampang memelas benar-benar menjanjikan.

Doeng!!!

Keempat adik sang leader itu hanya bisa sweet drop dengan indah. Sekali sangtae, tetap saja sagntae. Mereka hanya bisa mendesah, dan menghela nafas dengan lelah. Tak ada gunanya juga menjawab ucapan hyung mereka itu.

“Apa aku salah bicara?” Gumam Onew tak mengerti  saat menatap keempat adiknya yang langsung berwajah masam, lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merapikan jas putihnya yang sedikit berkerut di bagian lengan. Yah, mereka sedang berada di back stage untuk konser special SHINee dengan tajuk “SAVE MY WORLD”

.

.

.

We will not, go down. In the night.

We are the fight.

Egypt to night.

Lagu Michael Heart itu mengalun dengan merdu, begitu memukau saat kelima member SHINee membawakan lagu yang berkisah tentang Gaza dan Palestina itu berhasil membius ratusan penonton yang memadati ballroom hotel Seoul International. Semua yang hadir kini menunduk dan bisa merasakan juga membayangkan apa yang dialami warga-warga konflik yang hidup dalam kecemasan dan ketakutan. Cemas dengan nyawa di ujung tanduk, yang sewaktu-waktu bisa saja melayang karena sebuah peluru menembus jantungnya.

Beberapa waktu berselang setelah pesan Jonghyun –atau Key, SHINee di undang oleh Presiden Korea dan di tunjuk langsung sebagai duta perdamaian dan perlindungan anak-anak korban perang, konflik dan kekerasan dari UNICEF. Dan konser SHINee malam ini di prakarsai oleh PBB juga pemerintah Korea sebagai dukungan untuk mewujudkan perdamaian.

Mereka berharap, dengan menunjuk SHINee sebagai Duta Perdamaian, masyarakat internasional akan semakin antusias dalam aksi mendukung perdamaian dan menolak apapun bentuk dari kekerasan, perang, konflik, Invansi bahkan agresi militer sekalipun untuk dalih menertibkan tatanan pemerintah suatu Negara manapun di dunia. Terutama bentuk kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil, lebih-lebih anak-anak dan wanita.

“Lagu ini special untuk semua yang menginginkan perdamaian. Membenci perang dan kekerasan.” Jonghyun berdiri dari kursinya di atas panggung. Diikuti Key juga Minho.

“Tapi sebelum itu, mari kita tundukkan sejenak kepala kita untuk mengenang jiwa-jiwa tak berdosa yang menjadi korban konflik dan peperangan di manapun ia berada.” Sambung Key dengan mata berkaca. Mengusap dahinya yang terasa lembab.

“Jika di ibaratkan, seluruh manusia di bumi adalah saudara. Seperti lima jari yang berdiri dan saling bertautan.” Kini giliran Minho yang bermonolog. Mengangkat jarinya yang kanan diikuti lima member SHINee lainnya.

“Tapi, ketika satu saja saudara kita yang terluka seperti ini.” Taemin maju selangkah, menekuk jempolnya. Dan membiarkan empat jari lainnya masih berdiri menjulang.

“Maka rasanya seperti jari kita yang hilang satu. Dan kepergian Rabi’ah dan korban-korban lainnya membuat kita juga merasa kehilangan.” Onew menyusul Taemin yang kini sudah berdiri berjajar dengan ketiga hyungnya. Berdiri di tengah panggung mini dengan dekorasi putih dan hitam yang sesuai dengan dresscode mereka saat ini. Kemeja putih dengan mawar hitam terselip di saku, sebagai symbol kesedihan dan perkabungan.

“Maka, ijinkalah kami memperkenalkan sebuah salam untuk mengenang mereka yang telah mendahului kita dalam kesakitan. Salam Rabi’ah.” Onew menyambung perkataanya. Menunjukkan empat jarinya dengan jempol yang ditekuk ke bawah diikuti semua member SHINee.

“Dan ini adalah salah satu bentuk dukungan kita agar tak ada lagi Rabi’ah – Rabi’ah lainnya yang ikut menjadi korban. Mari kita bersama.” Imbuh Key, tampak tak kuasa menahan keharuan. Suaranya tersendat, menahan isakkan. Teringat lagi dengan foto Rabi’ah kecil yang bersimbah darah dan terbujur kaku dengan kain putih menutup sekujur tubuhnya. Karena memang, diantara member SHINee bisa dibilang Key-lah yang memiliki kedekatan lebih karena dia yang pertama kali mengirim (membalas) surat pada Rabi’ah.

“SALAM RABI’AH!” Serempak member SHINee berujar seraya mengangkat tangan dengan empat jari teracung dibarengi seluruh penonton yang kini berdiri dan ikut mengangkat tangannya menunjukkan salam Rabi’ah.

Dan malam itu, kembali penonton di buat terharu dengan lagu milik mendiang raja pop. Michael Jackson yang di bawakan oleh SHINee  dengan judul Heal The World. Lagu yang khusus di ciptakan untuk mendukung perdamaian dan menolak segala tindak kekerasan yang berbau Rasisme.

Fin~

 

Note : semua kisah di atas adalah fiktif belaka, tapi untuk salam Rabi’ah memang benar adanya. Salam yang di prakarsai oleh golongan mujahidin Indonesia untuk mendukung stabilitas dan perdamaian di Mesir. Maaf bukan bermaksud memasuki ranah SARA. Tapi, hanya ingin menunjukkan bahwa kita sebagai pecinta kpop dan khususnya fans SHINee juga peduli dengan masalah yang terjadi di belahan bumi sana. Kami adalah fans yang cinta damai, dan aku juga yakin kalau SHINee juga mendukung perdamaian seberapapun sibuknya mereka. Anggap aja udah di wakilin melalui FF ini. Mari kita hidup damai dan berdampingan. Apapun sukunya, agamanya dan rasnya. Dan maaf juga, ini ga ada sambung2annya sama ultah Key. Karena memang fict ini di buat utk tujuan menyuarakan perdamain, maaf ya Key. Ff special ultahmu belum ku kirim kesini. Salam Rabi’ah!!! Sampai jumpa lagi! (Vikey yang galau karena suaminya –Key- pamer ABS di drama musical)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

31 thoughts on “[Keyday Special] Empat Jari

  1. hwaaa..
    Mantab Na..
    Serasa beneran ni ff..
    Mudah2an bisa jadi kenyataan SHINee bikin konser perdamaian..
    Keep writing Ny.Kim..
    Hwaiting!!

  2. T^T
    Aku nangis masa baca nih ep ep😥 , semoga dunia bisa berdamai dan semua permasalahan selesai. ! ‘-‘)9 damai itu indah

    P.s : maaf ye aku jarang maen ke Sf3si😀 tapi tenang aku akan RCL kok kalo aku on haha :v -salam damai ^^9

  3. walaupun ini hanya fiksi, tapi kerasa nyesek di hatiqu Vie, terharu sekaligus sedih..😥

    saya nunggu banget ff-mu hari ini, dan bersyukur gak sia2 dapet bacaan spt ini.
    rasanya mengingatkan kembali sama saudara2 kita yang sedang berkonflik. terlepas itu masalah politik atau unsur sara lainnya, yang jadi korban adalah anak2..

    saya suka ff-nya Vie, kita doakan semua negara yg berkonflik bisa segera damai kembali.. Amiin.. 🙂
    i

    1. Iya eonni… saya mari do’akan bersama..

      saya juga senang eonni, masih bisa membagi curahan hati macam ini. hehehe
      trims eonni.

  4. KEREN KEREN KEREN KEREN KEREN KEREEEEEEEN!!!
    salam Rabi’ah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    #angkat4jari

    uughh, keren kali kaak…andai yaah, andai aja..
    di otakku sempat terbersit kalau avanya Jjong itu menunjukkan dia juga udah baca berita ttg dunia timteng sekarang, terkhusus mesir. Dan, yah, semoga beneran makin banyak orang yg peduli dgn perdamaian di dunia.
    Walau, menurut la, orang yg mencetuskan perpecahan di negeri sana itu orang yg sulit dilumpuhkan selagi kita gak bersatu😉

    Tapi, lawakan khas kak Vikey gak ilang di sini..xDDD Lumayan biar baca ffnya gak setres2 amat ._.

    Kece! and keep writing!!!!! ^o^9

    1. Hai dhilaaaa…. as ulways… koment kamu tuh bikin aku ketawa bin ngakak. penuh dengan ekspresi… yang tadinya galau mendadak bahagia.wkwkwkw

      Ava-nya Jjong?? aku malah belum pernah liat lagi yang terbaru dia ganti.hehe

      tahu ga dil.. FF ini original Versi nya punya Jjong. berhubung buat Keydays special aku ganti cast nya. maapkan saya bang Jjong!!!!

      dan kenapa jadi stress baca FF ini?? #garukepala

      trims ya dil….

  5. jadi ikut terharu.. hiks..hiks…. semoga tidak ada lagi rabiah-rabiah yg lain di belahan bumi manapun,amin.
    salam perdamaian….
    salam empat jari…
    salam rabi’ah…
    dan salam untuk semua teman-tem;an yg selalu mendukung perdamaian dimanapun…
    good job thor!!! suka bgt ma ff ini!! 🙂

  6. vikey, tahu nggak? YOU ARE THE BEST!!
    suka banget. aku tuh selalu miris inget saudara-saudara kita di sana, mesir, suriah, palestina. semuanya!! ayo jangan lupa berdoa dalam ibadah kita untuk kebahagiaan mereka!

    aku termasuk orang yang masih suka bahas-bahas politik #dikit-dikit
    latar belakangnya ya, kekuasaan. ada negara besar yang ada dibalik peperangan tersebut #tahu kan maksudnya.
    perang itu juga terjadi karena para warga ingin menggulingkan pejabat yang bisa dibilang antek-antek itu. #saya salut sama mereka. mati dalam keadaan husnul khotimah.
    perang ini masih panjang. sangat panjang. semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk mereka #amiiin.

    1. Le Hanaaaa…. kenapa kita banyak kesamaan..hehehehe

      aku juga suka bahas masalah politik. apalagi dilingkungan kerja aku…. lumayan sering.

      kita sama-sama tahu kejadian sebenarnya di Mesir sana, taoi seneng keadaan di sana udah tenanang. Malah jadi peserta ISG di PAlembang kemarin.hehe

      TRims ya Hana!! selamat FF nya menang. maaf klo telat ngucapinnya. wkwkwk

      1. oh, ya? apa lagi, ya? saya itu orangnya nggak perhatian. jadi suka nggak nyadar. alias cuek abis. tukang baso lewat aja nggak nyadar. #hehehe kelewatan memang.
        hah, kamu enak, aku cuma dengerin berita doang. yang bisa diajak ngomong paling keluarga, temen mah jarang banget yang peduli, paling ngomongin cowok lagi, cowok lagi. saya cuma dengerin sama ngangguk kaya orang bloon.
        wah, makasih. nggak papa. Vikey juga menang, kan? cukhae juga!!! lebih telat lagi ngucapin.

  7. dari awal sampai akhir sih bacanya syahdu…ikut trenyuh….viii ternyata juga bisa seserius ini ff nya, tapi kalimat terakhirnya apaan tuh….hahahahaha….>>>>> (Vikey yang galau karena suaminya –Key- pamer ABS di drama musical) #kesian
    hahahahahahahahahaha

    1. Eonniiiiii… gak tahu ya,, sebelum jadi author gaje aku tuh nyoba specialis FF galau loh!! hahahaha tapi ga bakat. T.T

      Beneran galau tuh pertama lioat fict dia yang di DRamus terbarunyaaa.. ya ampuunnn.. tapi sekarang udah ga… haha
      trims eonni..

    1. baru mau nangis, eh pas liat notenya apalagi yang palng terakhir malah ketarik lagi air matanya
      —-> maksdunya gimana.. aku ga paham.hehe

      trims ya chairinho..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s