Who is??? – Part 5

Who is??? Part 5

cover

Author: Lee Min cha

Length : sequel

Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.

Genre: romance, family, friendship

Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

Hyejin pov

Aku membantu kai berjalan menuju kamarnya sementara beberapa suster sibuk memasang beberapa peralatan di kamar kai.

Kai: apa aku harus memakai infuse?

Suster: tentu saja, kondisimu sedang buruk.

Wajah kai terlihat kecewa, namun ia pasrah dan berbaring di kasurnya sembari sang suster mulai sibuk dengan infusenya.

Aku duduk di sofa kai memperhatikan orang-orang yang sibuk menggerogoti tubuh kai, memeriksa ini lah, memeriksa itulah, aku tidak mengerti. Sampai akhirnya mereka semua keluar dan tinggalah aku, kai dan oemmanya.

Oemma: hyejin, oemma ada urusan ke rumah sakit, nanti oemma akan pulang sebelum makan malam. Kau makan malam di sini saja, ottae?

Hyejin: aku akan menunggu sampai oemma pulang. Ah…mianhae oemma, aku sudah janji pada oppaku untuk pulang lebih awal.

Oemma: yasudah, oemma usahakan lebih cepat. Kalkae…

Kai oemma berlalu keluar dari kamar kai dan menutup pintunya. Aku berjalan mendekati kai, duduk di ranjangnya yang besar.

Hyejin: kau benar, kamar ini jauh lebih baik dari pada di rumah sakit. setidaknya tidak sempit seperti di rumah sakit.

Aku duduk di ranjang kai tepat di sebelahnya, sibuk memperhatikan kamar kai. Terakhir aku ke sini saat suasana hatiku tidak baik, jadi aku tak sempat memperhatikan apapun.

Kai: mianhae…

Aku langsung menatap kai setelah kalimat tersebut ia ucapkan. Kai merubah posisinya yang awalnya berbaring menjadi duduk berhadapan denganku.

Kai: mianhae membawamu dalam hidupku yang seperti ini. mianhae telah membuatmu memikirkanku, mianhae telah membuatmu mengkhawatirkanku. Aku tidak bermaksud melakukan semua itu, aku bersungguh-sungguh. Aku fikir kau tidak menyukaiku jadi aku putuskan untuk bersamamu, aku tidak menyangka kau jadi berbalik peduli padaku. aku tidak suka melihatmu sedih, aku benci melihatmu mengkhawatirkanku , aku terluka melihatmu menangis, tapi aku memberikan semua itu padamu. Hyejin… jika masih mungkin, bisakah kau pergi dari hidupku?

Hyejin: apa maksudmu?

Kai: aku tidak sanggup lagi melihatmu seperti ini, aku ingin kau tetap seperti dulu, hyejin yang pemalas, yang tidak peduli pada siapapun, dan hyejin yang membenciku.

Hyejin: wae? aku tidak pernah merasa direpotkan olehmu.

Kai: hyejin… aku tidak bisa terus membuatmu seperti ini, semuanya akan segera berakhir, pergilah sekarang selagi kau masih bisa. Aku tidak mau kau melihatku berhenti di dunia ini. jhebal… tinggalkanlah aku, aku akan minta minho hyung membawamu pergi. Carilah namja yang baik dan tidak sakit seperti aku, dan hidup bahagilah dengannya.

Hyejin: michosso?

Kai: kau tidak perlu berpura-pura baik padaku. aku tahu kau hanya kasihan padaku. kuenchana, aku anggap itu sebagai rasa terima kasihmu.

Hyejin: apa kau mencintaiku?

Kai: dulu…

Hyejin: bohong!

Kai: cinta tidak bisa membuatku tetap hidup.

Hyejin: apa kau fikir aku akan menyerah begitu saja? Kau fikir aku akan pergi seperti yang kau suruh?

Kai: itu tidak sulit untukmu, kau tidak mencintaiku.

Aku terdiam cukup lama mendengar kalimat kai,

Hyejin: jadi selama ini kau berfikir seperti itu?

Kai: apa kau masih akan tetap bertanya? Sudahlah, aku lelah… pulanglah!. Kau tidak perlu menemaniku, aku tidak apa-apa.

Hyejin: babo…

Tes…

Air mataku lolos begitu saja.

Kai: aku tidak bodoh lagi.

Ia tersenyum dan menghapus air mataku dengan jempolnya.

Hyejin: saranghae…

Ekspressi kai berubah terkejut,

Kai: sudahlah hyejin…

Hyejin: apa aku terlihat seperti sedang berbohong?

Kai: kau sudah mencintaiku? Seperti apa? Apa itu rasa cinta atau rasa kasihan?

Hyejin: kau ingin tahu seperti apa?

Kai: hmmm… sepertinya itu rasa kasihan.

Hyejin: apa menurutmu rasa kasihan mampu membuatku tidak tidur semalaman karena memikirkanmu? Apa menurutmu rasa kasihan bisa membuat jantungku berdetak tidak stabil setiap kau menatapku? Apa menurutmu rasa kasihan bisa membuat wajahku memanas saat kau menggodaku? Apa menurutmu semua itu rasa kasihan?. Aku tidak akan pergi kai! Tidak akan pernah pergi! Seperti yang dulu pernah aku katakan padamu, meski apapun yang terjadi pada hubungan kita, meski kau sudah tidak mencintaiku lagi, kau akan tetap bersamaku! Aku tidak ingin melewatkan sedikitpun kesempatanku untuk bisa bersamamu. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu kita yang begitu tipis dengan kebodohanku untuk meninggalkanmu. Aku akan tetap di sini kai!

Kai terdiam menatapku, matanya memerah dan air mata menggenang di pelupuk matanya.

Tes…

Air itu jatuh dari matanya…

Kai: ottokhaji?

Kai terus menangis, ia tidak perduli pada aku yang masih terdiam melihatnya menangis. Aku bisa rasakan luka yang dalam dari suara tangisannya. Aku berusaha menahan diriku agar tak ikut menangis bersama kai. Kuhapus dengan kasar sisa-sisa air mataku. Aku bergeser mendekat pada kai hingga jarak yang sangat dekat. Kutarik pelan kedua bahunya dan memeluknya. Jika dulu dia yang akan melakukan semua ini untukku, saat ini aku akan lakukan semua itu, bahkan lebih untuknya.

Tangis kai semakin dalam, kubiarkan dia melepaskan perasaannya melalui tangisannya. Kai yang sekarang, adalah kai yang putus asa, takut dan masih mencintaiku. Aku tahu ia masih mencintaiku meskipun ia tidak mengatakannya.

*****************************

Aku dan kai duduk di dekat balkon kamar kai yang luas, kami duduk bersebelahan dengan selimut kai menghangatkan tubuh kami. Kai sangat menyukai suasana sore di balkonnya, tapi berhubung sekarang hujan, kami harus menutup pintu balkon yang terbuat dari kaca dan menggunakan selimut kai untuk penghangat. Seragam yang aku pakai dan piyama yang kai pakai, tak cukup menghangatkan kami sehingga selimut inilah yang kami gunakan. Awalnya kai menawarkanku baju hangat miliknya, tapi aku menolak dan lebih memilih cara seperti ini.

Kai: sayang sekali, sedang hujan.

Hyejin: kekekekekekkekekekeke

Kai: kenapa kau tertawa?

Hyejin: aku teringat saat kita ke sekolah hujan-hujanan, meskipun memakai payung kau tetap basah kuyup. Saat itu kita duduk di café dan kau bilang “apa kau tahu kenapa sekarang hujan?” “karena semua namja menangis mengetahui kau sudah menjadi milikku”

Aku menirukan gaya kai dengan sedikit mengejek sehingga ia ikut tertawa bersamaku.

Hyejin: igo…

Aku mengeluarkan cola yang sedari tadi belum sempat aku berikan padanya.

Hyejin: aku heran kenapa kau meminum colaku, Bahkan 2 kali…

Kai: yang pertama karena saat itu aku haus. Yang ke dua….

Kai menggantung kalimatnya

Hyejin: wae?

Kai: apa aku harus jujur?

Hyejin: tentu saja.

Kai: aku malu, sudahlah berikan colanya…

Hyejin: shiroo…. Beritahu dulu kenapa kau meminum cola yang akan kau berikan padaku saat di perpustakaan? Dan kenapa kau bahkan sampai tersedat?

Kai: aish… aku tidak bisa memberitahumu.

Hyejin: yasudah! Aku tidak akan pernah memberikan cola ini untukmu!

Aku menyembunyikan lagi cola itu di sakuku.

Hyejin: aish… menyebalkan sekali…piuh…

Aku meniup poniku membuatnya semakin berantakan.

Kai: saat itu aku memandang wajahmu.

Hyejin: wajahku?

Aku menatap kai tidak percaya,

Kai: aku memandangi jidatmu yang sedikit menonjol seperti habis dipukul.

Kai menyentuh jidatku dengan telunjuknya.

Kai: aku menandangi  hidungmu yang kecil.

Lalu kai mencubit pelan hidungku.

Kai: aku memandang bibir ini,

Ia diam sejenak dan telunjuknya bergeser menyentuh bibirku.

Kai: seperti apa rasanya?

Blush…

Wajahku memerah dan tubuhku kaku. Aku menyesal telah memaksa kai menjawab, seharusnya kubiarkan saja ia merahasiakannya dariku.

Tangan kai bergerak menyentuh pipiku menuju bagian belakang kepalaku dan mendorongnya perlahan. Wajah kai mendekat, semakin dekat hingga kurasakan bibirnya yang hangat menyentuh lembut bibirku. Cukup lama hingga kurasakan bibirnya mulai menekan dan bergerak pelan melumat bibirku. Satu tangannya yang bebas juga bergerak menuju pingganggku, menarik tubuhku semakin dekat. Aku terbawa permainan kai dan ikut mengalungkan tanganku di lehernya. Bisa kurasakan dadaku bergemuruh dan bisa kudengarkan detak jantung kai yang sangat cepat. Cukup lama hingga kemudian ia melepaskanku.

Kai: keumanhaja…

Hyejin: wae? kau bisa dapatkan lebih jika kau mau.

Kai: anyi… aku tidak akan melakukannya. Aku menghormati yeojachinguku, aku tidak mau suaminya kelak akan menyesal karena aku telah lebih dulu.

Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya berat dan menunduk,  Aku tidak tahu sejak kapan aku sudah ada di atas pangkuan kai. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya, menikmati suara hujan yang semakin deras.

Hyejin: kenapa kau begitu sempurna…

Meskipun aku tidak melihat wajahnya, aku tahu saat ini ia tersenyum.

Tok…tok…tok…

Aku bergegas beranjak setelah mendengarkan suara ketukan pintu yang sukses membuatku kembali ke dunia nyata dan berfikir rasioanl. Aku linglung sementara kai hanya tersenyum kemudian meminum cola yang berhasil ia ambil dari sakuku.

Kai: masuklah!

Cklek…

Kai oemma: kalian sedang apa?

Kai: apa oemma benar-benar ingin tahu?

Kai oemma: memangnya apa yang kalian lakukan?

Hyejin: YA! KIM JONG IN!!!

Kai : kami menikmati indahnya sore. Seandainya aku pulang lebih awal, mungkin aku bisa menikmatinya setiap hari.

Aku menarik nafas lega sementara kai tertawa di dalam senyumnya.

Kai oemma: hyejin, bukankah tadi kau bilang ingin pulang cepat?

Hyejin: ne, aku rasa sebaiknya sekarang aku pulang. Sampai jumpa lagi oemma…

Aku bergegas mengambil tasku.

Kai: kau tidak ingin berpamitan denganku?

Hyejin: shiro!

Kai: yasudah, terimakasih atas cola yang segar ini, dan juga atas ciuman yang manis…

Blush…

Aku berlari keluar tanpa memperdulikan kai oemma yang terlihat shock dan tertawa. Dasar kai,sifat  embernya sangat tidak  bisa dimaafkan.

******************

Aku duduk di sofa sembari menonton TV menunggu minho oppa pulang. Padahal tadi dia menyuruhku pulang lebih awal, dia sendiri masih belum jelas keberadaannya. Aku kesal, jika tahu begini seharusnya aku lebih lama di tempat kai. Kai, aish… wajahku memanas mengingat apa yang tadi aku lakukan dengan kai.  Tak lama kemudian ku dengar suara mobil minho oppa, dia sudah pulang. Kemudian terlintas ide jahil di otakku.

Aku berdiri di dekat kontak lampu dan mematikannya.

Tak lama kemudian minho oppa masuk, meskipun gelap aku bisa melihat ekspresi herannya.

Minho: ahjumma, kenapa lampunya mati?

Cklek…

Aku menghidupkan kembali lampu dan melihat ekspresi terkejut minho oppa yang kini tengah menatapku.

Minho: kau mengejutkanku.

Aku memasang ekspressi marahku sebagus mungkin agar aku benar-benar terlihat marah sambil berkacak pinggang.

Hyejin: YA! CHOI MINHO! Dari mana saja kau? Jam berapa sekarang ha?

ia semakin terkejut karena aku memanggilnya seperti itu. sepanjang hidupku aku tidak pernah memanggil minho oppa dengan kasar dan lengkap. Dialah yang punya kebiasaan seperti itu, minho oppa akan memanggil nama lengkap jika sudah marah.

Minho: hyejin…

Suaranya terdengar takut membuatku tidak bisa menahan tawaku, aku tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi dan reaksinya.

Hyejin:aigo… wajahmu lucu sekali. Seharusnya tadi aku mengabadikannya.

Minho: aishh… CHOI HYEJIN!!!!

Ia berlari menghampiriku dan dengan segera aku menghindar. Aku berlari menuju dapur tempat para pelayan yang sedang sibuk menyiapkan makan malam. Mereka tertawa karena kejahilanku pada minho oppa.

Ahjuma: sudahlah, tidak baik bermain-main di dekat makanan.

Minho: karena hari ini aku sedang baik, Maka aku memaafkanmu.  Aku mandi dulu…

Minho oppa berlalu menuju kamarnya untuk mandi sementara aku duduk di meja makan menantinya. Makan malam telah terhidang dan semua pelayan telah meninggalkan ruangan ini. minho oppa tidak suka ada orang lain di acara makan malamnya. Aku menatap lapar makananku, kenapa oppa lama sekali? Dasar namja centil, mandi seperti yeoja. Apa dia juga luluran dulu?

Aku kemudian beralih menatap mangkuk sup serta gelas milik minho oppa, dan lagi aku ingin menjahilinya.

Aku mengambil wasabi yang terletak di dalam lemari, kutuangkan bubuk pedas itu ke mangkuk sup milik minho oppa dan mengaduknya agar ia tidak curiga. Setelah mengembalikan wasabi ke dalam lemari, aku mengambil garam dan memasukkannya ke dalam jus jeruk milik minho oppa.

Aku tertawa geli saat menyaksikan sup dan jus yang bentuknya masih sama seperti sebelum kuberi bumbu special tambahan. Tidak bisa kubayangkan ekspresi minho oppa.

Tak lama kemudian kudengar minho oppa menuruni tangga, aku berusaha bersikap senormal mungkin agar ia tidak curiga.

Hyejin: kenapa lama sekali? Apa oppa luluran dulu? Cih…seperti yeoja saja.

Minho: aku cukuran dulu.

Hyejin: memangnya apa lagi yang mau oppa cukur? Seperti orang yang berkumis saja. Kenapa tidak cukur bulu ketek sekalian,  bulu ketekmu yang pirang itu sungguh menjijikkan.

Minho: aku cukuran untuk menjaga agar wajahku tetap mulus dan tampan. Aku tidak akan mencukur bulu ketekku, bagi pria itu keren.

Hyejin: menjijikan.

Minho; sudahlah, sebaiknya kita makan.

Hyejin: selamat makan!

Aku langsung menyantap supku begitupun minho oppa, tapi tak lama kemudian wajah minho oppa memerah .

Minho: ige mwoya? Kenapa pedas sekali?

lalu ia meraih jusnya dan langsung meminumnya tapi kemudian ia berlari ke westafle dan memuntahkan jus tersebut.

Hyejin: hahahahahahahahhhahahaha aigo… makanya oppa jangan rakus.

***************************

Setelah insiden di dapur minho oppa tidak berbicara sama sekali. Aku rasa ia kesal dan marah. ia masuk ke kamarnya tanpa bicara sepatah katapun, aku jadi menyesal merusak waktu bersama kami dengan keisenganku.

Hyejin: oppa…

Ia diam tak bergemin menelungkup di atas ranjang kesayangannya yang sering ia sebut surga.

Hyejin: oppa…

Aku menggoyang tubuhnya. Tapi ia masih tidak bergeming.

Aku naik ke atas ranjangnya dan duduk di sana. Aku tahu ia tidak akan bisa bertahan lebih lama, minho oppa sangat benci posisi menelungkup karena menyulitkannya bernafas. Aku mengambil pspnya dan sibuk memainkan benda itu sambil menunggu minho oppa .

Benar saja, tidak butuh waktu lama sekarang ia sudah duduk meskipun wajahnya masih terlihat kesal.

Hyejin: oppa mianhae…

Ia hanya diam,

Hyejin: oppa…

Aku mengguncang tubuhnya manja, entah kenapa aku suka sekali bermanja-manja dengan minho oppa. Ia bilang ia juga suka dengan sikap manjaku, dia bilang sikap manjaku membuatnya selalu ingin tersenyum.

Minho : arraseo…

Ia berdiri..

Hyejin: oediega?

Minho: aku ke toilet dulu.

Cklek… semuanya tiba-tiba gelap.

Hyejin: aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………………

Aku berteriak keras dan kudengar tawa minho oppa yang keras serta lampu yang kembali menyala.

Hyejin: aishh… dasar tidak mau kalah!

Minho oppa menghampiriku.

Minho: aigoo…

Ia mencubit kedua pipiku.

Hyejin: oppa!!!!!

Minho: hahahahahahahahahahaha

Ia tertawa terpingkal-pingkal sampai berguling-guling di atas kasur. Apa semua ini begitu lucu dimatanya?

Aku melipat kedua tanganku di dada dan meniup poniku kesal. Tapi kemudian perhatianku teralih pada sebuah foto yang tergeletak di atas meja minho oppa. Aku meraih foto itu penasaran, sebuah foto keluarga, tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya sebelumnya? Saat aku baru saja akan mengambil foto itu  tangan minho oppa telah mengambilnya lebih dulu.

Hyejin: apa itu? apa itu foto keluarga kita?

Minho: anyi… ini foto keluarga milik temanku. Kau tidak boleh melihatnya, ini rahasia.

Hyejin: cih… rahasia… memangnya teman oppa yang mana? Aku tidak yakin oppa memiliki teman lain selain key oppa yang playboy dan onew oppa si namja sipit itu.

Minho: karna itu aku bilang rahasia.

Ia berjalan ke lemarinya menyembunyikan foto tersebut dan terlihat lega setelahnya.

Hyejin: sudahlah, aku mengantuk. Besok pagi kau harus mengantarku ke tempat kai.

Minho: seenaknya saja menyuruhku.

Hyejin: oppa tidak mau? Yasudah, biar aku pergi dengan supir kai saja. Ia akan dengan senang hati menjemput nyonya Kim ini.

Minho: MWO? nyonya KIM? YA! CHOI HYEJIN! Kau belum menikah dengannya!

Hyejin: aku akan menikah dengannya suatu saat nanti.

Minho: kapan? Memangnya seberapa lama lagi kai bisa bertahan?

Aku mencelos mendengar kan pertanyaan minho oppa. Ia benar, seberapa lama lagi kai sanggup bertahan? Sekarang saja kondisinya sudah sangat buruk.

Minho: mianhe aegi… oppa tidak…

Hyejin: kuenchana oppa, kau benar. Sudahlah aku tidur dulu.

Aku keluar dari kamar minho oppa dan bergegas menuju kamarku.

***************

Minho pov

Aku keluar dari kamar mandiku setelah ritual mandi yang baru saja aku lakukan. sesuai dengan janjiku tadi malam pada hyejin, aku akan mengantarnya ke tempat kai. Kai, namja itu merubah semuanya.

Drt…drt…drt…

Aku meraih ponselku dan segera menjawabnya

Minho : aegi…

Hyejin: oppa, aku sekarang sudah di taxi menuju rumah kai.

Minho: kau sudah pergi? Kenapa tidak membangunkanku dulu?

Hyejin: aku tidak tega membangunkan babi yang sedang tertidur nyeyak.

Minho: YA!!!

Hyejin: bye oppa…

Aish dasar hyejin, babi? Yang benar saja,. Mana ada babi sekeren ini.

Drt…drt…drt…

Minho: MWO?

Imyeol: ada apa denganmu?

Minho: ah… mianhae, tadi kupikir kau adalah hyejin.

Imyeol: kalian bertengkar?

Minho: hanya bercanda.  Wae?

Imyeol: hari ini oemma dan appaku akan ke seoul. Bisakah kau membantuku belanja dan menyiapkan makan siang? Sekalian orang tuaku ingin bertemu denganmu.

Minho: baiklah, aku akan segera ke rumahmu.

Bip…

Aku melempar ponselku ke ranjang dengan kejam. aku rasa imyeol terlalu terburu-buru dengan hubungan kami. Aku bahkan belum yakin pada perasaanku sendiri.

*******************************

Minho pov

Aku dan imyeol sudah sampai di super market, imyeol sibuk membaca daftar belanjaannya dan aku sibuk mendorong troli sambil melihat-lihat produk yang begitu banyak dan beragam tersusun rapi di rak.

Drt….drt…drt…

Aku tersenyum memandangi ponselku karenya ternyata hyejin lah yang menelfonku.

Minho: ada apa?

Hyejin: opaa…….

Kudengar suara hyejin yang menangis di seberang sana.

Minho: wae? kenapa kau menangis apa yang terjadi?

Hyejin: oppa…

Ia terus menangis sesegukan

Minho: dimana kau sekarang?

Hyejin: aku di rumah kai…

Minho: tunggu di sana! Oppa akan segera ke sana!

Imyeol: wae?

Minho: hyejin menangis, mungkin sedang terjadi sesuatu padanya. aku harus ke sana…

Imyeol: bagaimana jika ternyata dia hanya menjahilimu?

Minho: anyi… aku tahu hyejin tidak akan bisa acting menangis.

Imyeol: lalu kau akan meninggalkanku?

Minho: mianhae… tapi aku benar-benar harus pergi.

Imyeol: orang tuaku akan datang dan ingin bertemu denganmu.

Minho: sampaikan salamku pada mereka.

Imyeol: kenapa kau selalu seperti ini? setiap hyejin menelfonmu kau pasti mengabaikanku.

Minho: dia yeodongsaengku, aku rasa itu bukan masalah.

Imyeol: aku sudah tahu semuanya.

Aku terkejut mendengar pernyataan imyeol, aku khawatir yang ia ketahui adalah rahasia yang selama ini aku pendam dengan baik. Tapi aku benar-benar tidak bisa membicarakan hal itu sekarang, aku sangat menghkawatirkan hyejin.

Minho: aku harus pergi.

Aku meninggalkan imyeol dan segera menuju parkir tempat mobilku berada. Aku mengebut mobilku menuju rumah kai. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku benar-benar khawatir.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Who is??? – Part 5

  1. hwaaa…..
    apa yg terjadi thor??
    Kainya meninggal kah? Andwe…!!!

    Hyejin bukan adik kandungnya Minho ya?..

    jangan lama-lama ya thor next partnya?..

  2. The more story, the more complicated.
    HyeJin jangan bersama MinHo, bagaimanapun juga mereka saudara.
    Lanjut author (งˆ▽ˆ)ง

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s