Comeback To Me

Comeback To Me

Author: Qarina Ash Shifa

Main cast:

—Minho SHINee as him self

—Lee Chaerin (OC)

Support Cast:

—    Kai EXO as Him self

—Another SHINee’s members

Genre: Life

Leght: Songfic, Vignette

Rating: General

Summary: Apakah cinta serumit ini? Kenapa didunia ini harus ada yang namanya cinta jika orang yang mencintai maupun dicintai merasa sakit pada akhirnya?

A.N: anyeong anyeong~~~ qarin imnidaa~ aku muncul dengan ff perdana alias petama. Ceritanya diangkat langsung dari teman seperjuangankuhh. Huhuh kasian diaa T^T pas nginget kejadian dia sama pacarnya pas banget sama aku yang lagi dengerin lagu sleepess night nya SHINee dan akhirnya jadilah kisah absurd nan gaje ini-_- siapin lagu SHINee – Sleepess night yahh… mianhae for typo aku udah koreksi tiga kali maaf kalo masih ada typo T^T okeh cukup cuap cuapnya semoga suka😀 comment ya jangan lupa^^ HAPPY READING YAW \m/

Josimseure hansumi nal jitnulleowasseo jamdeulji motage
Bieobeorin nae gaseumeun babo gatda malhae “wae apeumyeonseo uljido motae”

Sighs have pressed down on me, so I can’t fall asleep
My empty heart says I’m a fool “Why can’t you cry if you’re in so much pain”

 

Tanggal 16 September 2012 tepat jam dua belas malam. Entah kenapa aku kembali memikirkan gadis itu. Matanya, wajahnya, senyumnya, gelak tawanya. Baiklah aku memikirkan semua yang ada pada dirinya. Mungkin bukan memikirkan tapi merindukan.

Tapi, kenapa? Kenapa setiap kali aku memikirkanya hatiku merasa sakit? Hatiku terasa begitu sakit ketika merindukan senyumanya yang selalu dia berikan untuku. Gelak tawanya yang keluar ketika kami sedang bersendau gurau. Bahkan sorotan matanya yang setiap kali menatapku. Aish… apa aku sudah gila?

**

Nareul saranghaetdeon gieok jogeumeun himdeureodo hana dul heullyeo bonaeneun ne moseube muneojyeoga

I break down at the sight of you letting the memories of loving me go one by one

Ada apa denganku? Bukankah aku yang memulainya? Oh ayolah Choi Minho, bisakah kau menghapus bayanganya pergi? Semua kenangan yang kami buat sangat sulit untuk ku lupakan. Hey, lelaki pun juga seorang manusia yang bisa merasakan sakit. Atau setidaknya hapus wajahnya dari otakmu. Apa kau mau terus-terusan di hujam rasa sakit? Ayolah, hanya seorang wanita.

**

Nan tteonaji motae nabodado sojunghaetdeon neol
Dasi dorawa tonight
Motae neomu areumdapdeon naldeuri,
Seoro miwohaetdeon sigando neomu geuriwo ijeul su eobseo

Dasi dorawa

I can’t leave you, who I treasured more than myself
Come back to me Tonight
I can’t; The beautiful days,
Even the times we hated each other I miss so much, it’s unforgettable

Come back to me…

 

Lee Chaerin. Ya, gadis itulah yang kumaksud dari tadi. Gadis polos dan bawel ini sudah berahasil mencuri hatiku dan menawanya hingga sekarang. Mungkin dia sedikit ceroboh karna kepolosanya itu, tapi itulah yang kusuka darinya.

Aku sangat menyayanginya tidak perduli sebodoh apapun dia aku tetap menyayanginya. gadis itu selalu punya seribu satu macam alasan agar aku tetap menyayanginya. Entah itu sifatnya yang perhatian, cerewet maupun sikapnya yang cemburuan. Dan mungkin, alasan yang terakhir itulah mengapa hubunganku denganya berakhir sekarang.

Aku dan dia memiliki kesamaan yang buruk. Kami sama sama cemburuan dan sedikit keras kepala. Hubungan kami berakhir karena aku cemburu pada Jongin. Jongin adalah juniorku sekaligus teman Chaerin semasa SMA hingga sekarang. Oh great. Aku mengingat namja bengal itu lagi. Shit!

Hey kau Kim Jongin. Bisa tidak kau menjauh dari gadis-ku? Apa kau tahu aku benci ketika kau dan Chaerin berangkat bersama. Aku benci saat kau dengan leluasa merangkul Chaerin. Aku benci semua itu! Apakah kalian berdua begitu bodoh hingga tidak memikirkan perasaanku?

Baiklah aku berusaha tidak egois kali ini. Chaerin pun sering kali cemburu pada fans-fans ku yang rela datang hanya untuk berfoto bersama ataupun mengirim surat dan semacamnya. Pernah saat kami sedang makan di sebuah restoran ada seorang fans yang datang menghampiri. Memang bukan sekedar fans, dia adalah teman saat aku SMP dulu. Saat aku mengobrol denganya tiba tiba saja Chaerin pulang tanpa sepengetahuanku.

Aku mengerti kalau dia cemburu dan marah. Salahku juga yang keasyikan mengobrol hingga lupa waktu. Tapi jujur aku juga lupa kalau ada Chaerin disana. Aku tahu aku salah. Sampai saat ini pun aku masih sangat merasa bersalah padanya.

**

Neoreul miryeon eobsi jiwobeorija haetdeon naega neomu mipda
Dasi japgo inneun nae mami neomunado sirta
Neoreul saenggakhamyeon hansumppunin haruga gilda
Mundeuk gangmureul bomyeon saranghandan geulssin tteonaeryeogaji motanda

I hate myself for saying I’ll forget you without a single regret
I hate my heart that’s still holding on
When I think of you the sigh-filled day is so long
When I glance at a river the word of love cannot flow down

———

kita berakhir disini”

“mwo? Apa yang kau katakan?!”

“iya, kita berakhir! Apa kurang jelas?!”

“wae?”

“apa kau bodoh? Kau bisa fikirkan itu!”

“apa karna dia? Karna Jongin kau jadi seperti ini?”

“apa otakmu sudah kembali ke tempatnya?”

“apa kau tidak memikirkan perasaanku? Apa kau penah memikirkanku yang selalu kau campakkan di depan para fans mu itu?”

“itu adalah pekerjaanku. Bukankah kau sudah tahu apa resikonya berpacaran denganku?”

“ tapi setidaknya fikikan perasaanku sedikit! Sudah jelas di depanmu itu ada kekasihmu, kenapa kau dengan teganya melupakan gadis malang ini hingga berjam jam seakan akan dia adalah hantu yang tidak diangap semua orang?! Kemana perasaanmu, oppa?!”

“kita berakhir”

“baiklah kalau itu maumu. Ku harap kau tidak akan menyesal!”

“ya, tidak akan”

———

Kejadian itu lagi. Kenapa aku terus mengingat hal menyebalkan itu lagi?! God! Ada apa dengan otakmu Choi Minho? Apa kau takut gadis itu direbut oleh Jongin? Apa kau takut dia jatuh cinta pada Jongin? Atau kau merasa menyesal mengakhiri hubungan denganya? Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau tidak akan menyesal?

Sejujurnya, aku menyesal. Sangat menyesal mengakhiri semuanya dengan Chaerin. Hubungan yang telah kami bina selama tiga tahun hancur karna ke egoisan kami sendiri. Tiga tahun? Ya, tiga tahun kalau aku tidak memutuskanya tadi. Hari ini hari jadi kami yang ke tiga tahun. Oh great. Bahkan aku terus mengingat hari jadi kami.

Lama ya? hahaha. Memang lama dan sangat cukup untuk membuat kenangan yang manis. Sejak tadi siang fikiranku bergelut pada gadis itu. Sampai sampai tugas kuliahku tidak selesai haya karna memikirkan seorang perempuan. Apa yang sedang dilakukanya? Apa dia baik baik saja? Apa dia sudah tidur? Sial! Kenapa aku sangat cemas seperti ini?

**

Georil bichuneun bulbicheul hanahana jinal ttaemada api heuryeojyeo
Jom geochireojin sumdeuri goerophyeowaseo gaseum ttwineun geureon ge anya

As I pass the streetlights illuminating the streets my vision is blurred
It’s not that my heart races because my rapid breathing is torturing

 

“oh? Minho-ya? kau mau kemana?” tanya kibum. Aku tidak menjawab dan lebih memilih menatap gagang pintu. Sial. Aku melamunkan gadis itu lagi

“ya! kau mau kemana?” satu lagi celotehan dari jonghyun hyung. Tidak bisakah kalian diam? Apa kalian tidak tahu aku sedang berfikir? Ya, berfikir dan memikirkan tentang gadis itu.

“Choi Minho, mereka bertanya padamu” kali ini sebuah tangan menyentuh bahuku dan memaksaku berbalik. “sejak pulang kuliah kau tidak bicara pada kami. Bahkan saat show kau terlihat tidak bersemangat. Katakan ada apa. Jangan buat kami khawatir!” omel Onew hyung. Tapi, apa ini?! Kenapa wajahnya berubah menjadi wajah Chaerin?

“andwae…!!” aku menunduk. Apa penglihatanku sudah jelek? Kenapa Chaerin ada disini? Dihadapanku? Ah, tidak! Kau pasti bergurau! Didepanmu onew hyung, bukan Chaerin. Sadarlah Minho! Sadar!

“apa kau bertengkar lagi dengan Chaerin, hyung?” dengan cepat aku menatap Taemin setajam mungkin. “sudah kupastikan jawabanya.” jawabnya enteng. Aku hanya mendengus kesal. Bukan karna taemin yang bersikap kurang sopan, tapi karna dia benar. Dan lagi lagi aku mengingat kejadian tadi siang. Aah!!! Sial!

“aku pergi sebentar”

“mau kemana?” tiba tiba sebuah tangan menghalangiku. Itu Onew hyung lagi. Dengan wajahnya yang telihat memerah dan rahannya yang mengeras aku tahu kalau dia sedang marah. “tidak bisakah kau beri tahu kami ada apa? Kau diam sejak kau pulang kuliah! Apa aku bisa diam saja tanpa mencurigai sesuatu?!”

Aku menghela nafas panjang. “aku hanya pergi sebentar, hyung…”

“YA! aku khawatir denganmu!” kini dia membentaku. Dia memukul pintu dengan keras hingga terdengar suara debaman yang keras. Aku menatapnya garang. “ck! Sekarang kau menatapku seperti itu. Apa kau marah sudah ku bentak?”

“aku masih menghormatimu karna kau lebih tua dariku. Jadi tolong singkirkan tanganmu ini dan biarkan aku pergi. Kalau kau ingin tahu aku kemana, aku ada urusan pribadi.” Jawabku sedatar mungkin.

**

Neoreul saranghaetdeon gieok jiuryeogo noryeokhaedo
Eoneusae juwodamgo inneun nae moseubi chorahaejyeo

Even as I try to erase the memories of loving you
I see myself picking them back up again and become filled with pity

Jalanan sepi dari mobil yang berlalu-lalang. Mungkin hanya beberapa mobil dan pejalan kaki disini. Ini sudah jam dua pagi waktu dimana semua orang tengah asyik menutup mata dan asyik berkutat dengan bantal dan guling.

Lagi dan lagi otakku kembali membayangkan wajahnya, senyumnya, tingkah bodohnya, bahkan waktu dimana kami bertengar pun aku sangat merindukanya. Ini aneh. Setiap kali aku mengingat kejadian itu dadaku terasa sesak.

Waktu dimana Chaerin menangis, hal itulah yang tak bisa ku lupakan. Melihatnya menangis benar benar memuat hatiku sakit. Seharusnya aku memuatnya tersenyum saat ia menangis. Nyatanya? Akulah yang membuatnya menangis. Dan mungkin Jongin lah yang membuatnya tersenyum kini. Bagus. Namja itu lagi. Yak! Aku bisa gila!

**

Dari jamgin haneurarae geu modeun ge
Eotteon geotdo yejeon gatjiga anheungeol
Neoreul irheun naman
Meotdaero honjaseo ajik neol damgoseo maldo eobsi on nal bomyeo
Miso jitji anko amu mal eobtjiman geuraedo neoyeoyaman hae

Under the sky filled by the moon everything
And anything isn’t like how it used to be
I’ve just lost you
I still hold you and without a word and look back on the days we’ve come so far
It’s mirthless and silent but still, it has to be you

———

“apa yang ingin kau katakan?”

“saranghae, lee chaein”

———

Saranghae. Aku ingat betul saat aku berlatih mengucapkan kalimat itu dengan Taemin. Sangat mudah dan lancar ketika mengucapkannya di depan taemin. Tapi saat berada di depanmu rasanya sangat sulit. Padahal hanya sembilan huruf yang dirangkai menjadi sebuah kata. Saranghae, saranghae, saranghae. Sangat mudah mengucapkan itu saat kau sudah menjadi miliku. Bahkan hampir setiap hari aku mengucapkannya.

Tapi kenapa kita jatuh cinta rasanya begitu egois? Terlalu egois sampai orang yang kita cintai tidak boleh melakukan hal spesial pada orang lain selain kita. Kenapa saat mencintai seseorang harus ada rasa sakit hati? Bukankah mencintai seseorang itu menyenangkan?

Apakah cinta serumit ini? Kenapa didunia ini harus ada perasaan yang namanya cinta? Apa cinta itu takdir yang harus dijalani setiap manusia? Aku benci saat rasa sakit ini datang menghampiri. Kenapa rasanya sesakit ini? Seharusnya aku senang karna sudah tidak ada yang membuatku jengkel dengan sejuta kata kata yang membuat kepalaku pusing.

Begitu banyak kata tapi yang ku lontarkan. Begitu banyak petanyaan yang tidak bisa ku jawab. Di kepalaku hanya tergambar wajahnya. Apa masih bisa aku berfikir hal lain selain dia? Padahal ini hanya rasa kehilangan semata! Ini gila! Kenapa otaku dijajah olehnya?

Dari sekian banyak permintaan yang ku buat, aku hanya ingin kita kembali seperti bagaimana kita memulainya. Aku tidak perduli pertengkaran yang terjadi antara kita, permasalahan dan salah faham yang terjadi! Aku hanya ingin dia kembali padaku. Senyuman yang biasa dia berikan padaku dan juga omelan-omelan yang membuatku rindu setengah mati.

Bisakah kita kembali? Berbicara dengan kepala dingin dan memulainya dari awal. Hanya itu yang ku inginkan. Kini hanya sebatang pohonlah tempatku bersandar. Biasanya bahmulah tempatku bersandar jika aku lelah. Aku begitu merindukanmu sampai aku seperti orang gila. Aku menyesal mengatakan aku akan melupakanmu. Nyatanya tidak bisa! Apa kau juga sama? Lee cherin, kembalilah padaku… kumohon…

Nan tteonaji motae haru kkeute gidaeeo swil got neoya nan
Dasi dorawa tonight
Motae jigyeopdorok saranghaetdeon naegen,
Seoro miwohaetdeon sigando neomu geuriwo ijeul su eobseo

Dasi dorawa…

I can’t leave, you’re the place I need to rest at the end of every day
Come back to me Tonight
I can’t; For me who loved you so much
Even the times we hated each other I miss so much, it’s unforgettable

Comback to me…

FIN

Eottae?? Gak dapet feelnya ya? atau bagaimana kah? Mohon maaf kalo feelnya gak dapet aku baru berani publish karna menurut aku karyaku yang ini yang paling bagus dari karyaku yang lain *bow* niat kalo ada hidayah(?) aku mau buat versi chaerinya. Kalo ada hidayah ._. okeh ditunggu komenya yaa… aku butuh kritik dan saran dari kalian. Makasihh^^b

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Comeback To Me

  1. Waaaaah.. Menyentuh hati, tp kurang greget ceritanya. Masalah putusnya minho sm chaerin kuraaang tergambarkan dengan jelas..
    Tapi aku suka ceritanyaaa.
    Ditunggu karya selanjutnya, thanks author^^

  2. penyesalan emang dateng belakangan Minho, makanya klo mo putusan, mikir2 dl..
    *nuna yg sok ngasih nasehat**😛

    klo menurut saya, feelnya masih kurang, tapi untuk jalan ceritanya saya suka..

    Ok Qarina, ditunggu karya selanjutnya ya..🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s