Who is??? – Part 6

Who is??? Part 6

Author: Lee Min cha

Length : sequel

Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.

Genre: romance, family, friendship

Rating: general

cover

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

 

Hyejin pov

Aneh sekali, tak ada yang mengangkat telfon di rumah kai, padahal aku ingin minta sopirnya menjemputku, yasudahlah aku pergi dengan taxi saja.

Saat di taxi aku mengabari minho oppa bahwa aku sudah dalam perjalanan menuju rumah kai. Tidak tahu kenapa, tapi perasaanku benar-benar tidak baik. Aku khawatir dengan kai, ia tidak membalas smsku, tidak mengangkat telfonku, bahkan telfon rumahnyapun tidak ada yang menjawab.

Saat sampai di depan rumah kai, tidak ada yang membukakan pintu untukku, rumah ini terlihat begitu sepi. Aku masuk ke dalam rumah kai tapi tidak menemukan seorang pelayanpun yang biasanya sangat sibuk di pagi hari seperti ini. aku berlari menuju kamar kai, tidak ada kai di sana maupun oemmanya. Aku memeriksa semua ruangan di rumah kai tapi tidak ada siapapun. Rumah ini benar-benar kosong, kemana kai?kemana semua orang? Aku berteriak-teriak memanggil kai dan oemmanya bahkan juga para pelayan, tapi tak ada sahutan.

Aku mulai takut, takut telah terjadi sesuatu yang buruk. Aku teringat perkataan kai kemarin, ia menyuruhku pergi, apa sekarang ia meninggalkanku karena aku menolak pergi darinya? Bagaimana bisa?

Aku mulai menangis mengingat kai, aku benar-benar takut sekarang, takut kai benar-benar pergi meninggalkanku. Kuraih ponselku mencoba menghubungi minho oppa.

Minho: ada apa?

Hyejin: oppa…

Aku tidak tahu harus mulai dari mana, harus menceritakan bagaimana, tapi aku benar-benar membutuhkan minho oppa sekarang untuk membantuku.

Minho: wae? kenapa kau menangis apa yang terjadi?

Hyejin: oppa…

Minho: dimana kau sekarang?

Hyejin: aku di rumah kai…

Minho: tunggu di sana! Oppa akan segera ke sana!

Bip…

Aku duduk menangis bersandar pada ranjang kai, aku tidak tahu harus bagaimana. Yang bisa kulakukan saat ini hanya menangis…

Minho; HYEJIN!!!

Kudengar suara minho oppa memanggilku, kemudian ia sudah berada di depan pintu kamar kai.

Hyejin: kai tidak ada, ottokhae?

Minho oppa menghampiriku dan langsung memelukku.

Minho: kita akan mencari kai.

Minho oppa membawaku menuju mobilnya, dan kami segera menuju taman tempat aku dan kai dulu bermain sepeda. Tapi tak ada kai di sana, bahkan taman masih sepi karena sekarang masih pagi. Aku duduk di salah satu bangku taman dan minho oppa di sebelahku. Aku memandang lututku sendiri teringat waktu kai mengobati lututku yang terluka saat kami terjatuh karena bermain sepeda .

Hyejin: ia sudah janji denganku untuk main sepeda lagi.

Minho: kemana lagi ia membawamu?

Aku mencoba memutar semua memoriku bersama kai yang membuat hatiku semakin perih.

Hyejin: pantai… kai membawaku ke pantai saat aku tahu oemma dan appa bercerai.

                                                                ******************

Aku berlari di sepanjang tepian pantai mencoba mencari sosok kai, langkahku terhenti saat melihat seorang wanita paruh baya berjalan sendirian. Aku berlari menghampirinya.

Hyejin: oemma…

Kai oemma: hyejin…

Wajahnya terlihat sayu dan air mata mengalir di kedua pipinya. Tubuhnya ambruk dan berlutut dihadapanku.

Kai oemma: hyejina… ottokhae? Aku sangat menyayangi kai, aku belum siap untuk kehilangannya. Hanya dia yang aku miliki satu-satunya. Apa yang bisa aku lakukan tanpa kai?

Aku berlutut berhadapan dengan oemma kai.

Hyejin: oemma…

Kai oemma: kai bilang waktunya sudah tidak banyak lagi, aku takut, aku takut ia benar-benar akan pergi.

Aku memeluk wanita itu, seberapa besarpun cintaku pada kai, belum akan sebesar cintanya pada putranya itu.

Kai oemma: kai ada di sana, pergilah selagi bisa.

Oemma kai menunjuk ke satu arah.

Sesuai instruksinya aku pergi ke sana berlari sekencang yang aku bisa.

Aku melihat kai, ia sedang duduk di atas kursi rodanya dan menghadap ke laut. Tidak ada siapaun yang menemaninya di sana. Aku berusaha mendekati kai, tapi setiap langkah yang aku ambil terasa semakin berat, rasanya langkah ini akan membawaku pada hal terburuk.

Hyejin: kai…

Kai: waseo…

Aku berjalan ke hadapan kai .

Kai: bisa bantu aku berdiri? Aku ingin sekali berjalan menyusuri pantai bersamamu.

Ia tersenyum, masih sama manisnya tapi kenapa aku justru takut? takut senyuman itu adalah yang terakhir.

Aku meraih tangan kai yang terjulur mencoba membantunya berdiri. aku memegang lengan kanan kai agar ia tidak terjatuh, tubuhnya sangat lemah sekarang. kami berjalan cukup lama dalam diam, aku ingin sekali menangis saat ini, tapi aku tidak akan melakukannya, hanya akan mempersulit kai.

Kai: mianhae… sepertinya kita tidak bisa naik sepeda lagi, aku tidak bisa menepati janjiku padamu.

Hyejin : kuenchana… aku juga sudah mengikhlaskannya, kau tidak perlu merasa berhutang.

Kai: mianhae… aku tidak bisa terus bersamamu di esok hari dan seterusnya.

Langkahku terhenti begitu juga kai. Kami berdiri saling berhadapan dan menatap satu sama lain.

Kai: aku harap kau bisa menjaga hubunganmu dengan minho hyung, hanya dia yang bisa menjagamu. Meskipun dia sangat menyebalkan.

Kai tertawa tapi aku hanya kaku menatapnya.

Hyejin: tidak bisakah lebih lama lagi?

Kai: tidak, aku sudah menghabiskan waktu tambahanku, tidak ada sisa waktu lagi.

Hyejin: tidak bisakah jika diganti dengan waktuku?

Kai: kita tidak bisa saling menawar lagi.

Tubuhku bergetar, aku berada di atas puncak rasa takut, kalut, dan putus asa. aku tidak bisa bergerak barang seincipun, tidak bisa bereaksi apapun. tubuhku kaku, rasanya ingin meleleh dan jatuh ke tanah.

Kurasakan tangan dingin kai menangkap kedua pipiku menempelkan dahinya ke dahiku. Sekarang bisa kulihat wajah kai seutuhnya. Wajahnya sudah sangat pucat, bibirnya berkerut, rahangnya semakin terlihat muncul, pipinya semakin tirus, matanya berkaca dan terlihat begitu teduh, kontras sekali dengan kondisinya sekarang.

Kai: aku mencintaimu melebihi apapun, maaf aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu bisa bersamamu. Aku ingin sekali seperti orang lain, hidup bersama , saling mencintai hingga rambut kita memutih dan menyaksikan anak kita tumbuh dewasa, tidak seperti orang tua kita. tapi sepertinya aku harus mengubur dalam mimpi itu. mianhae… jeongmal mianhae telah membuatmu mencintaiku, tapi aku tidak menyesal, aku tahu kau bahagia mencintaiku begitupun aku. berjanjilah kau akan tegar setelah ini, hiduplah lebih baik dengan namja lain, jangan sampai seperti orang tua kita dan seperti kita sekarang. aku akan sangat merindukanmu.

Tes…

Air mataku menetes mengenai jemari kai yang masih berada di pipiku. Ia menghapusnya dengn jempolnya.

Kai: jangan menangis lagi karena aku, masih banyak hal lain yang bisa kau tangisi, air matamu terlalu berharga jika kau buang-buang untukku.

Chu~

Aku menutup mataku menikmati ciuman yang kai berikan untukku, untuk terakhir kalinya.

Kai: saranghae…

Kai memelukku erat

Hyejin: nado… saranghae, aku akan sangat merindukanmu.

Kai memelukku lama sangat lama, jujur aku sangat senang saat ia memelukku seperti ini. aku bisa rasakan dadaku yang bergemuruh dan detak jantung kai yang cepat, tapi perlahan detak jantung itu memelan. Aku memeluk kai semakin erat berharap ia akan tetap berdetak sama cepatnya seperti tadi, tapi semua itu sia-sia karena sudah tak ada detakkan lagi, aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi di dada kai.

Hyejin: kai…

Ia diam…

Hyejin: kai…

Suaraku memelan seiring air mataku yang semakin deras. Kudorong pelan tubuh kai…

Buk…

Tubuh kai jatuh menimpaku, ia tidak bergerak sama sekali. Aku terduduk ke tanah dan tubuh kai jatuh di pangkuanku.

Hyejin: kai…

Aku menyentuh wajahnya, matanya tertutup dan tidak ada warna merah dibibirnya.

Aku mengguncang tubuh kai…

Hyejin: kai, jhebal… kajima…

Aku terus mengguncang tubuh kai berharap ia mendengarku dan kembali terjaga. Aku belum siap kai meninggalkanku, aku masih ingin bersamanya. Tidak bisakah aku mendapat kesempatan sedikit lagi? apa waktunya benar-benar sudah habis?

Hyejin: KAI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Aku berteriak keras sambil mengguncang tubuh kai, air mataku mengalir deras tanpa henti . rasanya benar-benar separuh nafasku terbang, tidak bisa bernafas, begitu sesak. Dadaku terasa semakin menyempit dan paru-paruku terasa beku.

Hyejin: andwe… kai… jhebal…

Tak lama kemudian minho oppa dan datang bersama oemma kai berlari menghampiriku dan tubuh kai yang masih kaku. Aku terus mengguncang tubuh kai benar-benar berharap ia akan bangun.

Minho oppa mengangkat tubuhku berusaha membantuku berdiri, aku menolaknya dan mendorongnya, aku masih ingin di sini bersama kai.

Tak lama kemudian beberapa orang datang membawa tubuh kai . aku masih terduduk di tanah tidak bisa bergerak sama sekali, semuanya terasa begitu berat dan perlahan menjadi gelap.

                                                                *******************************

Aku terdiam di depan jasad  kai yang terbujur kaku di hadapanku di kelilingi bunga putih yang terlihat segar dan indah. Semua orang yang datang melayat terus menangis dan mencoba menenangkan oemma kai. Yeoja itu terlihat begitu terpukul dengan kepergian putranya.

Aku masih diam, tidak tahu harus bagaimana dan tidak tahu bisa apa. Ingin sekali aku meluapkan semua perasaanku saat ini, perasaan tersulit yang pernah aku rasakan di sepanjang hidupku. Mungkin sekarang hatiku sudah beku, air mataku pun sudah kering, tak ada yang bisa keluar lagi.

Minho: ayo kita ke pemakaman…

Semua orang bergerak menuju pemakaman begitupun aku. minho oppa membantuku berdiri membawaku pergi menuju pemakaman. Ia tidak berbicara sepatah katapun padaku, hanya tetap berada di sampingku dan membantuku bergerak.aku seperti robot dan ia yang mengendalikanku.

Jasad kai sudah terkubur seutuhnya, orang-orang sudah pergi sejak tadi, dan oemma kai di bawa ke rumah sakit karena dia tiba-tiba pingsan. Aku masih duduk di dekat makam kai, memandangi nisannya yang terukir namanya dengan indah. Aku mengusap nisan itu, mengeja setiap huruf yang ada di sana.

Hyejin: kai, hingga rambutku memutih, aku tidak akan pernah melupakanmu.

Tes…tes…tes…

Hujan turun dengan deras membasahi makam kai dan tubuhku. Aku masih di sini, disisi makam kai, tidak berniat beranjak sedikitpun.

Tak lama kemudian kudengar suara langkah cepat, ah dia berlari. Minho oppa berlari ke arahku dengan sebuah payung di tangannya.

Minho: hujannya sangat deras, tubuhmu sudah kuyup, kaja…kita pulang.

Minho oppa memayungiku, tapi kurasa sia-sia karena tubuhku sudah basah sepenuhnya.

Hyejin: shiro…aku masih ingin di sini. Sebentar lagi oppa…

Minho: tapi kau bisa sakit hyejin…

Hyejin: sebentar lagi…aku masih ingin menemani kai.

Minho: aku yakin kai tidak akan suka jika kau seperti ini.

Perkataan minho oppa mengingatkanku pada pesan kai, oppa benar kai tidak akan suka melihatku terkena hujan dan sakit. minho oppa membantuku berdiri dan memapah tubuhku menuju mobilnya.

Setibanya di rumah minyeol oenni dan sunhwa membantuku berganti pakaian . aku benar-benar seperti mayat hidup. Mereka membantuku berbaring di kasurku, sampai tak lama kemudian minho oppa datang dengan sebuah nampan yang kuyakini berisi mangkuk bubur dan minum.

Minho: sudahlah, kalian pulang saja, biar hyejin aku yang urus. Tidak baik yeoja pulang malam.

Minyeol: baiklah. Hyejina… semua yang hidup pasti akan mati, semua yang datang pasti akan pergi. Kau hanya perlu belajar untuk merelakannya. Mungkin tidak akan mudah, tapi percayalah kau bisa melakukannya.

Sunhwa: kuraeyo… hyejinna… aku yakin kai juga tidak suka melihatmu begini. Ia bahkan sangat khawatir meski kau hanya terkena flu. Hyejin, hidup masih akan terus berjalan, kau masih punya minho oppa,aku, chanyeol dan minyeol oenni. Meskipun kami tidak seberharga kai bagimu, tapi kami akan berusaha untuk selalu di sisimu.

Kemudian kedua yeoja itu berdiri bersiap pergi.

Minho: terimakasih atas bantuan kalian.

Cklek…

Pintu kamarku kembali tertutup, sekarang hanya ada aku minho oppa di sini. Minho oppa duduk di sebelahku mulai menyendok buburnya dan memberikannya padaku, aku menurut, tidak ada niat melawan sedikitpun.

Saat telah selesai minho oppa bersiap keluar,

Hyejin: oppa…

Minho: hmmm???

Hyejin: aku merindukan kai…

Minho oppa terdiam cukup lama kemudian menyerahkan Nampak tersebut pada pelayan yang sedari tadi menunggu di depan pintu. Pelayan itu segera pergi meninggalkan kami berdua.

Minho oppa duduk di sebelahku, tangannnya bergerak membelai rambutku lembut.

Minho: arrayeo…

Hyejin: oppa…

Minho: ne???

Hyejin: jangan pernah tinggalkan aku…

Minho oppa beralih memelukku.

Minho: oppa tidak akan pernah meninggalkanmu.

                                                                                ***********

A few months later…

Aku memasuki kelas baruku bersama sunhwa sementara chanyeol berada di kelas lain karena jurusannya yang  berbeda. Benar, hari ini adalah hari pertamaku di universitas, meskipun masih di lingkungan yang sama dengan SMAku dulu, rasanya tetap berbeda. Tidak ada seragam, jam pelajaran yang mengikat, dan tentu saja perasaan yang berbeda. Semenjak kepergian kai, aku benar-benar berusaha keras agar aku tetap bisa bertahan di sini, aku belajar dengan giat agar bisa lulus di universitas ini. meskipun aku berasal dari high school yang sama, namun tes tetaplah tes, jika gagal maka aku tidak bisa tetap di sini. Selain itu karena aku ingin tetap bertemu oppaku setiap hari.

Sunhwa: ternyata banyak sekali wajah baru, aku tidak menyangka murid sekolah kita lebih memilih kuliah di luar negeri padahal di sini masih bagus, bahkan orang luar saja kuliah di sini. Apa kau tahu ? kris menduduki peringkat pertama.

Hyejin: jeongmal?

Sunhwa: jika saja kai masih ada, pasti tempat itu adalah milik kai.

Sejenak suasana hatiku berubah. Ah…kai, bagaimana kabarnya sekarang? aku senang bisa menepati janjinya untuk tetap hidup baik.

Hyejin: cih…. Belum tentu kan…

Sunhwa: wae? kai adalah yang paling pintar, ia pasti akan jadi yang terbaik.

Hyejin: jika aku menggodanya saat dia belajar dan mengganggunya saat ujian, aku yakin dia tidak akan jadi yang pertama kekekekekekeke

Sunhwa: kau ini…

Hyejin: bagaimana chanyeol?

Sunhwa: dia ada di jurusan komunikasi, hari ini adalah mata kuliah bahasa inggrisnya. Aku yakin ia pasti pusing…

Hyejin: hahahahahahaha bisa-bisa rambutnya semakin keriting.

Sunhwa: hahahahahahaha…. Sudahlah, aku lapar. Kaja… kita ke kantin.

Aku dan sunhwa berjalan ke kantin, saat di kantin kami bertemu dengan minho oppa beserta sahabat sejatinya key dan onew oppa tak terkecuali sunggyeol.

Minho: bagaimana hari pertamamu aegi?

Hyejin: dosenku tidak datang.

Onew: sudah kubilang, hari pertama kuliah jarang sekali dosen yang mau mengajar, mereka masih terbawa Suasana liburan.

Key: bagaimana liburanmu?

Key oppa pindah duduk di sampingku dan mengelus rambutku.

Minho: YA! KIM KI BUM!!!!!

Key: arraseo…

Key oppa melepaskan tangannya dari rambutku.

Hyejin: liburan yang sangat membosankan.

Onew: wae?

Hyejin: aku hanya menghabiskan waktu liburku berperang PS bersama oppa.

Minho: itu menyenangkan. Setidaknya kau pernah menang…

Hyejin: hanya sekali, itupun karena oppa tertidur.

Minho: yasudah, kapan-kapan kita main lagi.

Hyejin: shirroo!

Minho: Wae?

Hyejin: aku tidak mau kecantikanku rusak karena radiasi…

Minho: aigo… urie… aegi…

Minho oppa mencubit kedua pipiku gemas, tanpa sengaja aku melihat sebuah cincin melingkar di jarinya.

Hyejin: oppa sudah bertunangan?

Minho oppa terlihat linglung.

Minho: ini hanya couple ring.

Chanyeol: noonaku bilang kalian akan segera bertunangan, benarkah?

Minho: masalah itu belum pasti. Aku masih kuliah, aku juga harus bekerja dulu. Tidak baik terburu-buru.

Hyejin: kenapa oppa tidak cerita padaku?

Minho: surprise…

Hyejin: tidak terkejut lagi -_-

Minho: awalnya oppa ingin cerita padamu, tapi kau terlalu bahagia dengan kuliahmu sampai-sampai mengabaikan oppamu yang keren ini. #narsis kambuh

Hyejin: cih… keren apanya? YA! chanyeol! Katakan pada noonamu kalau minho oppa suka sekali luluran saat mandi, sama seperti yeoja.

Key: semua namja seperti itu.

Hyejin: Mwo?

Key: memangnya kau fikir hanya yeoja yang peduli dengan penampilan ha?

Hyejin: aish…. Aku pasti sudah gila mengobrol dengan para namja metroseksual ini.

Minho: omo… siapa yang mengajarkanmu kata-kata seperti itu?

Hyejin: aku tahu sendiri…

Minho: itu kata-kata orang dewasa.

Hyejin: aku sudah dewasa oppa!

Minho: arrayeo… aegy…

Saat kami sedang sibuk mengobrol, tiba-tiba seorang namja menghampiri kami. Tubuhnya tinggi dan sedikit kurus, rambutnya blonde dan ditata sangat keren. Ia memakai kemeja berwarna orange dan semuah kaos putih didalam kemejanya. Dan ia sibuk menunduk membaca sebuah buku mungkin. Aku tidak bisa mengenalinya karena ia memakai kacamata hitam yang cukup besar, ditambah lagi posisinya yang menunduk.

Saat ia sampai di tempat kami dan sepertinya mengenali beberapa orang diantara kami, ia mengangkat wajahnya dan melepaskan kaca mata hitamnya.

Taemin: hyung! bagaimana bisa kau meninggalkanku? Bukankah tadi sudah kubilang untuk menungguku dulu? Aku bahkan tersesat berulang kali.

Onew : ah…mianhae… aku lupa sudah berjanji padamu.

Taemin: aish… kau ini hyung.

Onew: perkenalkan, ini namdongsaengku, ia sudah pindah kuliah ke sini di jurusan seni, namanya LEE TAEMIN…

Aku yang awalnya tak tertarik dengan pembicaraan mereka mulai merasa aneh dengan sekitarku yang terdiam. Akhirnya aku menyudahi aktivitas mengaduk ramyeonku dan menatap seseorang yang sedari tadi menceloteh bersama onew oppa yang bahkan membuat minho oppa, sunhwa dan chanyeol terdiam.

Aku melihat namja itu, wajahnya sangat familiar, terlalu familiar di mataku. Sumpit yang sedari tadi berada di tanganku tiba-tiba terjatuh begitu saja.

Hyejin: kai…

Tanpa aku sadari aku menyebut nama kai, benar, namja itu mirip sekali dengan kai, tidak tidak… lebih dari sekedar mirip…

Aku mencoba menstabilkan fikiran dan perasaanku yang mulai kacau, rasanya  terjadi flashback dalam hidupku. Semua hal tentang kai tiba-tiba muncul begitu saja, berputar-putar di otakku mengisi seluruh rongga paru-paruku hingga aku sulit bernafas.

Taemin: anyeonghaseo… Lee taemin imnida…

Suaranya berbeda, setidaknya hal itu bisa menarikku kembali ke alam sadarku. Tanganku bergetar, bersusah  payah aku meraih gelas yang ada di atas meja. Gelas itu ikut bergetar sehingga semua orang memperhatikannku, aku meneguk airnya perlahan tapi…

Hyejin: uhuk…uhuk….

Minho : hyejin… kuenchana?

Minho oppa menepuk pelan punggungku, sementara chanyeol dan sunhwa masih diam terpana.

chanyeoL: bagaimana  bisa begitu mirip?

Minho oppa masih menggosok punggungku pelan, satu tangannya lagi ada di sebelahku, tepatnya di sisi bangku yang ku duduki. Kuraih tangannya dan meremasnya kuat sehingga minho oppa menatapku,

Hyejin: oppa kaja…

Minho oppa mengerti maksudku, mencoba membantuku berdiri. aku tidak berani menatapnya, tidak sama sekali. Aku menundukkan kepalaku dan minho oppa memapahku pergi.

                                                ****************************

Author pov

Taemin heran dengan sikap orang-orang di hadapannya yang menatapnya aneh. Kemudian minho dan hyejin beranjak meninggalkan tempat tersebut membuat taemin semakin heran.

Taemin: ada apa dengannya?

Onew: aku sudah menyangka kalian pasti akan terkejut. Apa masih begitu mirip? Padahal aku sudah menyuruhnya mengganti model rambutnya.

Key: jadi kau si taemin itu? wah… benar-benar mirip dengan kai.

Taemin duduk di bangku kosong yang ditinggalkan minho.

Taemin: siapa itu kai?

Sunhwa : apa yang kau lakukan di sini?

Taemin: tentu saja kuliah. Aku pindah dari California. Sebenarnya aku sudah mau pindah dari semester lalu, tapi hyung melarangku, dia bilang ada masalah. Masalah apa  sampai-sampai aku tidak boleh ke sini? Lagi pula apa hubungannya denganku.

Sunhwa: kau benar-benar mirip kai.

Taemin: ne? siapa itu kai?

Onew: kau akan segera tahu. Ah iya, perkenalkan, ini sunhwa sahabat adiknya minho, yang ini chanyeol adiknya pacar minho dan yeoja tadi adalah hyejin adiknya minho.

Taemin: jadi semuanya berhubungan dengan minho hyung.

Key: mereka bertiga adalah juniormu, tapi berhubung kau baru masuk tahun ini di sini, mereka tetap sunbaemu.

Taemin: aish… hyung.

Sementara itu minho membawa hyejin ke lapangan basket dan duduk di deretan kursi penonton di bawah pohon yang sepi.  Minho diam, tak berani berkata apapun takut melukai yeodongsaeng kesayangannya itu.  tak lama kemudian hyejin menarik nafas dalam dan mengembuskannya keras.

Hyejin: kuenchana… dia bukan kai. Aku sudah baik-baik saja.

Minho: kau yakin?

Hyejin mengangguk mantap sambil tersenyum, minho tahu itu bukanlah senyuman palsu untuk menutupi hati adiknya yang mungkin sedang tak stabil.

Hyejin: aku sudah janji pada kai untuk hidup baik dan tidak membuatnya sebagai penghalangku. Meskipun namja itu mirip sekali dengan kai, belum tentu ia seperti kai bukan? Apa oppa lupa? Kai itu sangat unik, kekekekekekekeke

Minho: baguslah…

Minho mengusap kepala hyejin. Sementara itu imyeol yang sedang melintas di koridor kampus tanpa sengaja menyaksikan minho dan hyejin, segera ia menelfon minho.

Imyeol: oedieso?

Minho: aku di kampus, wae?

Imyeol: aku juga sedang di kampus. Apa kau bisa menemaniku ke kantin? Aku sangat lapar.

Minho: ah…mian sepertinya aku sudah kenyang.

Imyeol: kalau begitu temani aku belanja, kuliahmu sudah selesai kan?

Minho: aku tidak bisa, aku sedang sibuk…

Imyeol: yasudah…

Cklek.. imyeol menutup telfonnya.

Imyeol: masih mau berbohong padaku.

                                                                                *****************

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Who is??? – Part 6

  1. Waaah, daebak.. Minyeolnya ternyata cemburuan banget, tp dr awal emang aku kurang setuju sm hubungan minho sm minyeol, aku setuju kalo minho sm hyejin aja hahaha..
    Pas hyejin udah berusaha lepas dr bayang2 kai, kenapa taemin dtg sih??
    Makin penasaran banget sama kelanjutannya, ditunggu part selanjutnya, thanks author^^

  2. HyeJin berakhir bersama TaeMin, boleh juga ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​
    MinHo MinHo bukannya beritahu yg sesungguhnya kalau yeodongsaengnya sedang shock, malahan buat alasan
    Daebak
    Sambungannya author
    TaeMin jadi korban sepertinya, “Jangan pulang” “Nanti buat shock HyeJin” “harusnya sunbae menjadi hoobae”
    Ckckckckck ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s