Difference

Cover difference

Title                 : ‘Difference’

Author            : Aidazzling

Main Cast       :

  • Kim Haera (OC)
  • Lee Taemin (SHINee)

Other Cast      : 

  • Haera’s Friend

Genre              : Romance, Life

Length            : Vignette

Rating             : T

Summary        : ‘Jangan takut akan perbedaan yang berada diantara kedua orang yang saling mencintai. Jangan menganggap perbedaan adalah jurang yang akan membuat kalian jatuh dan takkan pernah bersama lagi. Sesungguhnya jika orang itu adalah orang yang tepat untukmu, maka ia takkan benar-benar meninggalkanmu hanya karena satu kata.

Perbedaan.’

Gadis itu menyeka air matanya yang kembali terjatuh sambil menunggu jawaban dari seseorang di sebrang sana.

Yeoboseyo?” setelah menunggu cukup lama akhirnya seseorang itu menjawab panggilannya, walaupun sulit gadis itu berusaha terdengar seperti biasanya tanpa terjadi sesuatu pada dirinya.

Oppa…” panggilnya pada seseorang yang ia telfon, “Eoh? Haera-ya? Waegurae?”.

“Aku ingin bertanya… Mengapa Oppa menyukaiku? Bahkan menerimaku menjadi yeojachingu Oppa?” tanya gadis yang bernama Haera itu seraya menahan air matanya.

“Haera-ya, apa yang kau bicarakan? Ada apa denganmu? Kau baik-baik saja?” akhirnya bulir-bulir air mata itu kembali jatuh membasahi kedua pipinya.

“Jawab saja!” gadis itu sudah tak mampu menahan semuanya, ia tak memperdulikan bahwa kini ia sudah membentak kekasihnya yang lebih tua darinya.

“Haera, katakan padaku kau ada dimana eoh? Aku akan segera pergi kesana” akhirnya gadis bernama Haera itu memutuskan untuk segera memutuskan panggilannya dan membiarkan seseorang disebrang sana kebingungan memikirkan dirinya.

“Dasar bodoh! Haera bodoh! Untuk apa kau menangis? Pabo!” ucapnya seraya menghentak-hantakkan kedua kakinya. Ponselnya baru saja menerima sebuah pesan dari kontak dengan nama ‘Lee Taeminie Oppa

Haera-ya, aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Ayo kita luruskan semua ini, katakan padaku dimana kau berada sekarang dan aku akan segera menjemputmu

Haera tak menghiraukan pesan itu sebaliknya ia malah mematikan ponselnya dan memakai tas punggungnya. Instingnya mengatakan bahwa sebentar lagi pria bernama Lee Taemin itu akan segera pergi ke tempat persembunyiannya sekarang.

******

Seorang gadis disamping Haera terus memainkan rambut panjang Haera, ia benar-benar berharap gadis itu segera kembali seperti biasanya. Satu hari tanpa Haera yang ia kenal benar-benar tidak menyenangkan. Gadis berambut coklat itu kemudian memfokuskan pandangannya pada seorang pria yang baru saja membuka pintu kafe tempat mereka berada sekarang.

“Baikah, pangeranmu telah datang. Aku akan segera pergi, fighting!” Haera tetap tak bergeming tapi gadis itu mencoba untuk mengerti dan segera menghampiri pria yang sudah pasti bernama Lee Taemin dan membisikkan sesuatu pada pria bertubuh tinggi tegap itu.

Taemin pun segera menghampiri Haera dan duduk di samping gadis yang meletakkan kepala dan kedua tangannya diatas mejanya.

Annyeong chagiya~” panggilnya dengan sedikit memaniskan suaranya, Taemin benar-benar tahu jika Haera menyukai dirinya yang bertingkah manis.

Walaupun sebenarnya Taemin sedikit terganggu mendengar suaranya yang dibuat-buat itu, tapi tak apalah lagi pula ia hanya melakukan hal ini pada kekasihnya.

Oppa belum menjawab pertanyaanku kemarin,” Haera tak menghiraukan panggilan Taemin yang bahkan sudah bertingkah manis hanya untuk kekasihnya, Haera. Tapi rasanya semua yang Taemin lakukan pada Haera percuma, kini saatnya ia berbicara serius dengan Haera.

Taemin melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menyandarkan punggungnya di kursi. Saatnya berbicara serius dengan gadis ini, batinnya.

“Aku sudah bersamamu selama satu tahun tiga bulan delapan hari, Kim Haera. Dan aku tahu kau pasti takkan bertanya seperti itu tanpa alasan yang menarik,”

Haera mendengus kesal, tak bisakah Taemin hanya menjawab pertanyaannya tanpa bertanya apa alasan dibalik semua kegelisahannya?

“Kim Haera, tatap mataku saat kita sedang bicara,” ah! Haera benar-benar benci melihat sisi Taemin yang begitu menyeramkan seperti ini, seharusnya ia berfikir dua kali ketika mengambil langkah ini. Haera menonggakkan wajahnya dan menatap kedua mata Taemin yang sedang menatapnya dengan tajam.

Tidak, sebenarnya selain ia membenci –sekaligus takut- melihat tatapan Taemin, ia tak ingin pria itu melihat kedua matanya yang begitu sembab karena menangis semalaman. Dan Haera benar-benar tahu jika wajahnya kini benar-benar memalukan, tapi tetap saja ia tak ingin memakai make-up tebal untuk menyembunyikannya.

Reputasinya sebagai ketua tim basket wanita di sekolah bisa tercoreng karena make-up tebal yang ia gunakan hanya untuk menyembunyikan wajah mengenaskannya.

Haera menghela nafasnya, mencoba menyemangati dirinya sendiri untuk berbicara pada Taemin tentang hal yang benar-benar menganggunya sejak awal. Dan sekarang ia sudah tak bisa menahan itu, ia ingin mengetahui kebenarannya, kebenarannya dari sang kekasih sendiri.

“Bukankah kita berbeda? Maksudku… Aku sendiri pun berbeda. Aku sangat berbeda jauh dengan apa yang Oppa harapkan,” Haera menatap Taemin yang menaikan salah satu alisnya, nampak sekali bahwa pria itu bigung dengan perkataannya, kini seakan ada tanda tanya besar di atas kepala Taemin.

Yeoja cantik, baik, penyayang, manis dan menggemaskan dan jangan lupakan yang mempunyai banyak kesamaan denganmu… Bukankah itu tipe Oppa yang sebenarnya? Kenapa Oppa malah menerimaku menjadi yeojachingu Oppa? Aku hanya seorang yeoja dengan wajah dan tubuh standar, tomboy, ceroboh, kekanak-kanakkan dan aku sama sekali tak punya kesamaan denganmu.”

Bagai ada palu mainan raksaksa yang memukul kepalanya kini, bagaimana bisa hanya karena itu semua Haera yang ia kenal cuek bisa terganggu bahkan sampai menangis? Tapi akhirnya Taemin bisa menyadari satu hal yang ia awalnya tak sadari tentang Haera sebelumnya.

Bagaimana pun sikap Haera, mau dia tomboy dan terlihat kuat di luar. Tapi ia tetap seorang perempuan yang rapuh, seorang gadis yang butuh perlindungan. Dan Taemin merutuki dirinya yang tak menyadari hal ini, selama ini Haera menyembunyikan semuanya untuk dirinya sendiri, ia bahkan tak membiarkan Taemin mengetahui hal yang benar-benar menganggunya seperti ini.

Haera hanya seorang gadis yang terlalu baik yang ingin terlihat sebagai gadis kuat untuk siapa saja terlebih untuk dirinya. Tapi gadis polos itu tidak tahu bahwa terlihat kuat hanya membuatnya semakin sakit karena menerima semuanya dan menyimpannya sendiri, membuat bahu kecil itu harus mampu menanggung semuanya sendiri.

“Kenapa kau sampai berfikir seperti itu eoh?” Taemin akhirnya melenyapkan sisi menyeramkan dari dirinya dan menyunggingkan senyumnya pada Haera yang masih tak bergeming. “Haera-ya, apa kau tak menyadarinya?”

Taemin meraih tangan mungil Haera, “Apa kau tak menyadari bahwa jantung ini hanya berdetak tak karuan hanya karena dirimu?”  ucapnya seraya meletakkan tangan mungil itu tepat di dadanya bagian kiri agar gadis itu bisa merasakan bagaimana debaran jantungnya jika bersama gadis itu.

Haera bagai dihipnotis oleh Taemin, tatapan mata pria itu dan debaran jantung yang dirasakannya benar-benar membuat gadis itu seakan membuat waktu terhenti.

“Kau berhasil membuatku jatuh cinta pada seorang murid SHS yang benar-benar polos,” lanjutnya, Haera sedikit tak terima Taemin mengatakan dirinya polos, apa pria itu menganggap Haera seorang anak playgroup?

“Terkadang tipeku tak sesuai dengan kenyataan Haera-ya, tapi yang kutahu Kim Haera adalah seorang yeoja cantik yang baik dan penyayang. Mungkin orang-orang diluar sana mengatakan kau adalah yeoja yang cuek dan pemarah, tapi mereka tak menyadari bahwa kau menunjukkan kasih sayangmu dengan cara yang berbeda. Dan kau tahu? Terkadang tingkah cerobohmu itu membuatku gemas denganmu, dan jangan lupakan kau adalah yeoja yang tahan banting,”

Mwo? Tahan banting? Memangnya aku bola yang memantul jika dibanting eoh?” Taemin terkekeh kecil kemudian mengacak rambut Haera, bahkan gadis itu masih sempat membuatnya tersenyum.

“Apa semua itu sudah menjawab semua pertanyaanmu eoh? Aku bukan namja sembarangan yang akan menerima pernyataan setiap yeoja,”  Haera terdiam lalu mengulurkan jari kelingkingnya di hadapan Taemin.

“Janji? Bahwa Oppa takkan meninggalkanku begitu saja?” akhirnya Taemin mengkaitkan jari kelingkingnya menyatu dengan jari mungil Haera.

“Aku takkan membiarkanmu sendirian Haera-ya… Takkan pernah.”

-END-

P.S : Hai, semuanyaaa aku balik bawa ff aku yang tidak berbeda dari yang sebelumnya. Gaje dengan typo yang bertebaran dimana-mana. Aku minta maaf banget kalo ff ini gak sebagus yang sebelumnya, atau kalian merasa kurang puas dengan ff-ku ini. Well, sebenernya ff ini udah lama banget aku simpen. Mungkin sebelum Event WFT, pengennya kirim secepetnya tapi karena ada Event itu dan berhubung sebelumnya masih banyak banget typo di ff ini. Yah, begitulah.

Jadi, walaupun ff ini typo sangat dan biasa-biasa banget. Saya mohon untuk comment berupa kritik dan saran ataupun lainnya. Love u all~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “Difference

  1. hwwaaah, taemin dewasa banget. Kyaa~ jadi senyum2 sendiri ngebayangin punya pacar kayak taemin. Tapi tapi, kenapa cuma segitu ? kurang panjaaaaaaaaaaaaanggggg!!!!
    Di tunggu karya yang lain yaa😀

    1. Hahaha, iya nih sengaja ilangin tingkah childishnya siapa tahu aja keikut beneran haha
      Iya beb, emang sengaja dibikin vignette pengennya sih bikin lanjutannya tapi berhubung data-dataku yang berharga di laptop ilang semua jadi ditunda deh.
      Makasih ya udah baca~

  2. Sepertinya pernah baca FF ini
    Ini di re-publish ya? soalnya aku cuma baca FF di blog ini
    Oh ya, thanks loh atas FF-nya yang udah bikin bete aku hilang \^0^/
    Daebak!!!

    1. kalo gak salah aku pernah coba di blog aku, tapi waktu itu gak bisa karena sinyalnya lagi kumat. Selain itu aku gak pernah publish lagi, cuman ini.
      Dimana ya?
      Okeh deh kalo ff ini berhasil buat bete kamu ilang, makasih ya udah baca~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s