Jjinja, We Are Twins? [1.2]

Jinjja, We Are Twins

Jjinja, We Are Twins?

Title : Jjinja, We Are Twins?

Author : Park Sihyun

Main cast :

– Kim Key Shinee

– Kim Jibum

Genre : Family

Rating : PG-13

Lenght : Two Shoot

A/N : Setelah kemaren ada masalah kecil, akhirnya FF ini aku kirim lagi dengan revisi. Sebenernya ini ada beberapa part, tapi aku potong disana-sini jadinya tinggal segini. Jadi mian kalo alur ceritanya gak nyambung. Hehe..

Summary : Baru dua hari kita bertemu tapi rasanya sudah seperti bertahun-tahun. Dan ternyata itu karena kau adalah belahan jiwaku. Belahan jiwa yang terpisah dalam raga yang lain. –Kim Jibum

Disclaimer : It’s purely my imagination, so don’t be plagiat!! Okey?

 

~**Happy Reading**~

 

JIBUM POV

“Appa, kau harus sembuh ne?”Aku meminumkan obat appa.Sudah satu bulan ini, appa tidak bisa bekerja, jadi akulah yang harus mencari uang menggantikan appa.

“Gomawoyo Jibum-ah.Mianhaeyo appa merepotkanmu.”

“Ani!Appa tidak merepotkanku.Memang seharusnya sekarang aku yang merawat appa. Appa kan sudah merawatku dari bayi. Seharusnya aku yang berterimakasih pada appa.”

“Kau yeoja yang baik Jibum-ah.”Appa membelai rambutku lalu mencium keningku.

“Appa, aku harus pergi sekarang.Appa jaga diri ne?”Aku membaringkan appa di kasurnya.

Hanya kasur usang tua yang kami gunakan sehari-hari.Sebenarnya semua barang di rumah kamipun usang, dan rumah kami juga sudah reot.Ingin sekali rasanya aku membangun rumah ini menjadi gedung bertingkat.Aku ingin melihat appa tersenyum bangga karena itu.Tapi itu hanya dalam mimpiku, mana mungkin aku dapat uang sebanyak itu.

。。。

  Aku mengayuh sepeda kumbang tuaku melewati jalanan kota SEOUL yang masih senggang. Sekarang masih pukul 5 pagi, dan aku harus segera mengantarkan koran-koran ke rumah para pelanggan.  Ne, aku bekerja sebagai loper koran di pagi hari, lalu menjadi badut di taman hiburan saat siang hari, dan menjadi pelayan restoran di malam hari. Aku melakukan semua pekerjaan yang aku bisa, Ini demi kesembuhan appa.

Setelah kuantar semua koran, seperti biasa, tepat jam 9 taman hiburan dibuka. Jadi aku datang jam 8, tepat setelah koran-koran selesai diantar. Dari semua pekerjaanku, pekerjaan inilah yang paling kusukai.Sejenak aku bisa melupakan kehidupan suramku.Aku bisa tertawa bersama anak-anak yang selalu tertarik dengan kostumku yang lucu.

Pukul 6 tepat, aku sampai di restoran dan langsung memakai seragam pelayanku.Disinilah titik akhir perjalanan estafet pekerjaanku.Setelah ini, jam 10, aku kembali mengayuh sepedaku pulang ke rumah.

“Hah? apa itu?” gumamku saat melihat sesuatu atau seseorang tergeletak di jalanan.

Kulihat, ternyata seorang namja. Aku cek apakah ia masih bernapas, ne dia masih hidup. Kenapa dia tertidur di jalanan?

“Oppa.. Oppa..Apa kau bisa mendengarku oppa..? Bangunlah..”Aku menggoyangkan tubuhnya. Aish! kenapa dia tidak bangun-bangun. Aku lalu membawanya ke rumah.Aku tidak mau dituduh telah membuatnya pingsan. Jadi aku akan merawatnya sempai ia sadar.

KEY POV

“ahh..” erangku. Kepalaku rasanya sakit sekali.Perlahan kubuka mataku.

“Aku dimana?” gumamku.

“Ohh..Kau sudah bangun ne?Igo, minumlah.” tiba-tiba seorang yeoja datang dan memberiku segelas air.Kuterima air itu.Aku tak sadar ternyata aku haus sekali.

“Gamsahamnida noona.”Dia hanya tersenyum.

“Oh, namaku Jibum.Kau ada dirumahku sekarang.Semalam kau pingsan di jalanan, jadi kau kubawa kesini.Dan panggil aku Jibum saja. Umm..Siapa namamu?”

“Oh, Kibum Imnida.Gamsahamnida telah merawatku Jibum-ssi.”Kenapa dia menanyakan namaku?apa dia tidak mengenal Key SHINee yang super famous? Tapi, biarlah.. Aku hanya mengatakan nama asliku. Jika dia tidak mengenaliku maka berarti dia bukan fansku kan, jadi aku aman di sini.

“Umm..Kibum-ssi, apa aku boleh tahu kenapa kau bisa pingsan di jalanan?”

Mataku melebar, aku harus menjawan apa? Kalau ku bilang aku dikejar fansku maka ia akan tahu kalau aku ini artis. Tapi, apa..?? Key, kau adalah kunci, jadi bukalah pintu keluar sekarang.

“Eh, anu.. Umm.. Aku.. Aku..Aku lupa.” Yes! Kau temukan jawabannya Key.

“Ohh..”

JIBUM POV

‘Namja aneh, bagaimana mungkin dia bisa lupa kenapa dia pingsan.’ pikirku.

“Ne, kau istirahat saja.Aku mau beres-beres dulu.”

“Bolehkah aku membantu?” pintanya.

Aku mengangguk, “Ne”

“Gomawo.”

Aku mulai membersihkan rumah sementara dia memasak.Aku tidak yakin dia bisa memasak.Kebanyakan namja tidak bisa memasak.

“Jibum-ssi,” panggilnya dari dapur.Aku berjalan menuju dapur.

“Ne, Ada apa?”

“Bisakah kau mencuci berasnya?Aku bingung.Dari tadi beras itu kucuci tapi kenapa tidak bersih juga.Airnya selalu saja keruh.”

“Hahaha..Kau ini lucu sekali.Beras itu jika dicuci airnya tidak akan bening, pasti keruh.”Aku mencucinya sekali lagi dan memberikannya pada Kibum.

“Ohh..Tapi bukankah jika airnya keruh berarti masih kotor?”Namja ini bertanya dengan tampang polos.

“Jika yang lain, memang jika airnya keruh berarti kotor. Tapi untuk yang satu ini, airnya memang akan selalu keruh, Kundae Gwenchana.”

“Ohh..”

Namja ini lucu sekali.Aku lalu bergegas meninggalkannya sendirian di dapurku yang usang. Sebentar lagi dia pasti memintaku menyalakan api untuknya. Karena aku masih memasak dengan kayu bakar.

5 menit.. 10 menit.. 1 jam..tidak ada tanda-tanda dia membutuhkan bantuanku. Aku lalu kedapur untuk menengoknya.

“Ahh..Jibum-ssi, aku baru saja ingin memanggilmu untuk makan.Kajja, kita makan sama-sama.”Kulirik meja makan, telah penuh dengan makanan. Huaaa!! Berapa banyak bahan makanan yang dipakainya (?).

“Kibum-ssi, untuk apa kau masak sebanyak ini?”Tanyaku dengan sedikit agak keras.

KEY POV

“Eh,” Huaaa..Key, neo jeongmal paboya. Untuk apa kau masak sebanyak itu. Kau tidak sedang di dorm Key.

“Neo..Neo menghabiskan persediaan bahan makanan.”Dia tampak frustasi.

“Eh, Mianhaeyo Jibum-ssi.A.. Aku janji akan mengganti bahan makanan yang sudah kugunakan.”

Dia mengangguk.Kurasakan masih ada perasaan kecewa dalam dirinya.Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang membuatku seperti bisa merasakan perasaannya.

“Sebentar Kibum-ssi, biar kupanggil appa ku dulu untuk makan.” Dia lalu pergi meninggalkanku.Ternyata dia tidak tinggal sendirian di gubuk reot ini.

“Hati-hati appa.”Dia membantu appa nya duduk di salah satu kursi.Yeoja yang baik.

“Annyeong Ahjussi. Kibum Imnida.” Aku menyapa appa Jibum.

“Annyeong Kibum-ssi. Apa kau orang yang ditemukan Jibum pingsan di jalan semalam?”

“Ne, ahjussi.”

“Umm.. Kibum-ssi,”

“Ne?”

“Bolehkah ahjussi bertanya?”

“Ne ahjussi, waeyo?”

“Waeyo kau pingsan di jalanan?”

“…”

“Percuma appa, dia tidak ingat.” Sahut Jibum.

“Ne,”

Kim Ahjussi POV

Kibum? Namanya seperti nama.. Aish!

“Kibum-ssi, apa margamu?” tanyaku.

“Kim, Ahjussi. Kim Kibum.”

Sama persis, Yak! Nama Kim Kibum itu banyak Kim. Tapi anak ini.. Dia memiliki sifat yang hampir sama dengan Jibum. Dia suka menolong, Ramah, Baik, dan..sepertinya ia bukan orang yang sombong. Kalau ia anak yang sombong, ia pasti tidak akan mau tingal dirumah ini.

Oh tuhan, apakah ini anakku? Nemyeon, bukalah jalan agar ia tahu. Animyeon, aku harap anakku sepertinya. Aku sangat merindukan nan namkkoma.

Author POV

“Appa, aku berangkat ne?”Jibum berpamitan pada appanya setelah semua tugasnya selesai.

“Ne, eh, Kibum-ssi eodiga?”

“Dia sedang mandi. Nanti jika ia mencariku, katakan saja aku sedang bekerja. Ne appa?Annyeong.”Jibum pergi meninggalkan appanya.

5 Minutes Later..

Tok..Tok..Tok..Tok..Suara pintu kamar Appa Jibum diketuk.

“Masuk!”

“Annyeong Ahjussi.”

“Annyeong Kibum-ssi. Apa kau mencari Jibum? Dia sedang bekerja. Dan.. Oh! kenapa kau memakai pakaianmu itu lagi. Bukankahitu kotor?Itu, Ambillah pakaian ahjussi di lemari.”Appa Jibum menunjuk lemarinya.”Mungkin itu tidak akan membuatmu terlihat keren. Tapi paling tidak itu bersih.”

“Ne Ahjussi. Gomawo.” Key berjalan menuju lemari appa Jibum. Dia lalu memilih satu pakaian yang menurutnya masih bagus.

“Ahjussi, aku ganti baju dulu ne?”

“Silakan”

Key berjalan kembali ke kamar tempat ia bangun pertama kali. Setelah selesai, dia keluar dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci bajunya yang tadi.

Key POV

‘Mereka itu keluarga yang baik.’ gumamku.Aku mencuci pakaian kotorku dan menjemurnya di halaman belakang.

Apa aku harus keluar ya? Aku takut jika nanti aku keluar, akan banyak orang yang mengejarku. Biasa, artis terkenal memang selalu digandrungi banyak fans. (Key sombong nich.. #plaakk..)

“Eh, apa kabarnya ya hyung dan dongsaeng ku?” gumamku. Aku memutuskan untuk menelepon mereka.

Tapi Hp ku dimana ya? … OMMO!! … Semalam kan aku tidak membawa Hp. Hp ku ketinggalan di Dorm. Aigo! Mereka pasti bingung mencariku.

Author POV

@Dorm SHINee..

“Aigo, laper banget sih.”Jonghyun yang baru bangun tidur langsung bangun menuju dapur. Biasanya, setiap pagi Key sudah membuatkan makanan untuk member SHINee.  Sampai di dapur, Jonghyun langsung menengok ke meja makan.Kosong.

‘Kok kosong?Emang Key belum masak?Atau malah belum bangun?Gak biasanya banget.Dia kan pasti bangun paling pagi.’ pikir Jonghyun.

“HYUUUUUNNNGGGGG..!!!”Teriak Taemin tiba-tiba dengan suara yang tingginya melebihi suara Jonghyun.

Semua member yang mendengar teriakan Taemin langsung menghampirinya.Suara Taemin berasal dari kamar Key.

“Waeyo Taemin-ah?” tanya Onew.

“K.. K.. Key Hyung..”Taemin terbata.

“Key?Waeyo Key?” sahut Jonghyun.

“Geu.. Key hyung tidak ada di kamarnya.” Taemin menyelesaikan kalimatnya.

“Mungkin di dapur.” sahut Minho.

“Ani, aku baru saja dari dapur dan Key tidak ada.”

Semua tertegun, “HUUUUAAAAA..!!” Tiba-tiba mereka semua berteriak. Mereka ingat semalam, sepulang dari acara di salah satu stasiun Tv, mereka dikejar fans dan harus segera masuk ke van.

Tapi rasanya Key tidak ikut masuk, Jangan-jangan Key ketinggalan.

“Huuuaaaa… Jangan-jangan Key hyung udah abis diserbu fans semalem.” Tangis Taem.

“Aish! Jangan mikir macem-macem ah, mending kita telpon aja Hpnya.” Onew langsung menelepon ke Hp Key.

Bip! Bip! Bip! Bip! *Anggep aja suara Hp bunyi*

“Hyung, itu kan suara Hp Key, Hyung.”Minho langsung miringin kepala untuk ngasih tanda supaya mereka ngedengerin.

“Eh, iya ya.”Jonghyun baru sadar.

“Kalo gitu, berarti Key gak bawa Hp.”

“Aigo, Key hyung.Kamu dimana sih?” gumam Taemin.

@Jibum’s House

“Annyeong!”Sapa Jibum setelah masuk ke rumahnya.

“Annyeong Jibum-ssi.” Key menghampiri Jibum di ruang tamu.

“Ne, appa eodiga?”

“Di kamar, sedang istirahat. Eh, Jibum-ssi,”

“Ne?”

“Bisakah kau menemaniku besok?”

“Eodiga?”

“Aku akan memberitahumu besok.”

“Ne,”

Malam ini Key tidur di ruang tamu. Kamar yang ia tempati kemarin adalah kamar Jibum. Ia tidak mungkin membiarkan Jibum tidur diluar.

@Morning

Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela.Membelai lembut wajah tampan yang masih tertidur di ruang tamu. Key menggeliat sebentar dan membuka matanya. Ia harus menyipitkan matanya sebentar untuk menyesuaikan diri dengan cahaya.

Ia menarik selimut usang di tubuhnya. Pasti Jibum, pikirnya. Ia lalu berjalan menuju kamar mandi. Di dapur ia bertemu dengan Jibum yang sedang memasak.

“Selamat pagi tukang tidur.” Sapa Jibum.

“Pagi. Kau masak apa?”

“Makanan tentunya.Eh, nanti kau jadi mengajakku pergi?”

“Ne,” Dia lalu melanjutkan perjalanannya.setelah mandi dan memakai bajunya kemarin, ia kembali ke dapur.

“Kibum-ssi, kajja kita makan.”

“Ne,”

Setelah makan, Jibum mengantarkan appanya ke kamar dan memberikan obat appanya.Setelah appanya tertidur, Jibum keluar.

“Sudah siap!”

“Ne,”

“Aku yang memboncengmu Ne?”

Jibum mengangguk. Key membonceng Jibum dengan sepeda usang milik Jibum menyusuri jalanan kota Seoul. Suasana musim semi sangat terasa. Udara penuh dengan semerbak harum bunga. Jibum terlihat sangat menikmati suasana ini.Ia merasa telah bertemu dengan separuh hatinya.

Sepanjang jalan, Key dan Jibum seperti menjadi pusat perhatian. Semua mata seakan memperhatikan mereka.

TBC

Mian kalau banyak typo dan tulisannya gak sesuai EYD. *gak sempet ngedit* Hehe..😀 Untuk part selanjutnya, ditunggu aja ya.. Ditunggu komennya ne? Annyeong!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Jjinja, We Are Twins? [1.2]

  1. ada beberapa bahasa korea yang saya blum ngerti, contohnya kata2 yang diucapin Appa-nya Jibum..

    kenapa Jibum-Kibum bisa terpisah, saya tunggu di part berikutnya Sihyun..🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s