Nightmare Side

Author : AlfiRahmaa

Main Cast : Han Lee Young, Kim Key (Aku), Kim Jonghyun

Genre : Romance, Sad

Lenght : Ficlet

Rate : PG

Nighmare Side

Kulangkahkan kaki menyebrangi jalan raya, setelah memastikan tidak ada kendaraan yang lewat dari sebelah kiriku. Gerimis kecil yang terjatuh dari langit membuatku mempercepat langkah, berlari-lari kecil sambil menutupi atas kepala dengan kedua tangan. Tujuanku menuju kedai kopi yang terletak dekat tikungan, tepat di ujung jalan ini.

Dengan perlahan ku jejakkan kaki ke dalam kedai kopi. Kulayangkan pandangan ke seluruh ruangan. Tempat ini masih sama seperti dua tahun lalu. Kursi-kursi dengan bentuk klasik namun beralaskan bantal empuk berjajar empat-empat, berbaris rapih mengelilingi meja berbentuk bongkahan kayu besar setinggi pinggang. Ada 20 meja di dalam kedai kopi ini. Beberapa lukisan dengan bergambar para petani kopi dengan bermacam bentuk menghiasi dindingnya. Sebuah meja barista, tempat kita memesan minuman berada di bagian belakang ruangan ini. Di belakang meja barista terdapat empat buah coffee maker.

Mataku kembali menyisir seluruh ruangan, mencari-cari seseorang yang baru saja masuk ke kedai kopi ini tadi. Seorang wanita ber-cardigan ungu dengan celana jeans hitam. Dia, wanita yang sudah berhari-hari ini kucari. Malam ini aku menemukannya di sini, di dalam kedai kopi ini. Kedai kopi tempat pertama kali kami berjumpa.

Pandanganku berhenti tepat di pojok sebelah kiri dari ruangan. Di meja paling belakang, wanita itu sedang duduk. Di meja itu, dua tahun lalu, pertama kalinya aku menyentuh tangannya dan saling berkenalan. Dia duduk berdua, sepertinya dengan seorang pria. Kufokuskan mataku ke arah pria itu. Rambut blonde, kaos putih berkerah, jeans biru gelap dan sepatu sneaker yang menambahkan kesan casualnya. Sial, sepertinya aku kenal dengan pria itu.

Aku berjalan agak memutari ruangan agar mereka tidak melihatku. Tujuanku adalah bangku tepat di belakang mereka. Sesampainya di sana, aku langsung duduk di salah satu kursi. Membelakangi posisi mereka, tepat berpunggung-punggungan dengan wanita itu. Sepertinya mereka tidak melihatku. Di posisi ini, aku bisa mencuri dengar apa yang mereka bicarakan.

“Kamu kemana aja sih? Aku mencari kamu kemana-mana?” ucap si pria dengan rambut blonde nyaris putih itu. Dia adalah Kim Jonghyun, sahabat karibku.

“Aku gak kemana-mana kok. Hanya menenangkan diri.” Si wanita itu menjawab pelan. Dari pantulan kaca jendela di sampingku, aku bisa melihat bayangannya menoleh ke arah balik jendela. Memandang kosong jalan raya di luar sana.

Nde, arraseo. Kamu menenangkan diri, tapi kan kamu bisa hubungi aku. Aku menghawatirkanmu, Youngie-ah. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu.” Suara Jonghyun memang terdengar sangat khawatir.

Cih. Hatiku rasanya seperti terbakar mendengar ucapan si pengkhianat itu ke kekasihku, Han Lee Young. Sudah berhari-hari aku tidak mendengar kabarnya. Sudah berhari-hari pula aku mencarinya. Setiap malam aku mendatangi tempat apartemennya, mengetuk pintunya, tapi tidak pernah ada jawaban. Sekarang aku menemukannya sedang berduaan dengan sahabat baikku sendiri.

Aku tidak sedang bermimpi, kan? Sahabatku dan pacarku? Aku benar-benar tidak bisa membayangkannya.

Lee Young adalah kekasihku. Sudah dua tahun kami menjalin hubungan. Di tempat ini, di kedai kopi ini tempat kami bertemu muka untuk pertama kali setelah sekian lama hanya berbincang melalui sebuah jejaring akun sosial dunia maya. Lalu akhirnya kami janjian untuk bertemu. Beberapa minggu kemudian, kami resmi menjadi sepasang kekasih. Namun kedai kopi ini tidak pernah kami datangi lagi.

Namun entah apa yang terjadi, lebih dari sebulan yang lalu tiba-tiba Leeyoung menghilang begitu saja. Tidak ada kabar berita. Selama berhari-hari aku mencari tahu apa yang salah denganku atau hubungan kami. Seingatku, terakhir kami bertemu, kami masih baik-baik saja. Aku mengantarnya pulang ke apartemen sehabis menonton sebuah film di bioskop. Lalu aku mengecup bibir dan keningnya sebelum melangkah pergi menuju ke apartemenku.

Setelah malam itu, aku tidak bisa mengingat-ingat lagi apa yang terjadi denganku. Ingatanku seperti ditelan bumi. Anehnya lagi, selama sebulanan ini tiba-tiba aku hanya terbangun ketika langit sudah gelap. Ingatanku selama pagi dan hari kemarinnya ikut lenyap tak berbekas. Kecuali ingatan bahwa aku kehilangan Leeyoung. Dari malam sampai pagi, kerjaku hanya berkeliling mencari Leeyoung.

“Seminggu kemarin aku pulang ke rumah adikku di Daegu. Aku ingin menyepi untuk sementara waktu, Jjong.” Leeyoung bersuara lagi. Suaranya agak parau, seperti ada kesedihan yang tertahan di tenggorokannya.

“Untuk apa? Melupakan Key? Katamu kalau kamu bisa terbebas dari Key, kamu akan bisa mencintaiku dengan lepas tanpa beban.” Ada nada kebencian dari suara Jonghyun ketika menyebut namaku.

Sialan. Dasar penghianat! Jadi selama ini dia menghilang untuk menghindar dari aku dan agar bisa bebas bermesraan dengan sahabatku sendiri. Dan seorang Kim Jonghyun, sahabatku sendiri, tega mengkhianatiku. Seharusnya aku bisa menduganya, sejak duduk di bangku high school pun seharusnya aku tahu dia mempunyai kedudukan besar sebagai orang yang merebut pacarku, apalagi mengingat sifat playboynya saat high school.

“Nde~, Jjong. Arraseo, arraseo. Aku masih ingat janji itu. Tapi aku butuh waktu. Gak segampang itu ternyata melupakan Key. Bagaimanapun, aku pernah menyayanginya dan dia pernah mengisi hatiku. Walaupun cinta itu sepertinya sudah lama hilang. Hilang semenjak aku mengenalmu.”

Shit! Mereka berdua sudah keterlaluan. Sudah cukup sepertinya aku mendengar pengkhiatan mereka berdua. Ini saatnya memberi mereka pelajaran. Khususnya Jonghyun. Akan kuhajar sahabat brengsek itu.

Aku berdiri dari kursiku dan membalikkan badan. Mataku menatap tajam ke arah Jonghyun. Tapi anehnya, Jonghyun tidak bergeming sama sekali. Matanya masih menatap ke arah Leeyoung dan tidak melihat keberadaanku.

“Youngie-ah, aku mengerti. Tapi kamu harus bisa melupakannya. Sudah sebulan lebih setelah kecelakaan itu. Sudah saatnya kamu membuang semua tentangnya dan menggantinya dengan aku!” Jonghyun berkata dengan tegas.

Jantungku rasanya mau berhenti mendengar ucapan Jonghyun, sebelum akhirnya aku sadar bahwa aku sudah tidak punya jantung lagi untuk berdetak.

“Aku tidak mengerti lagi kalau begini caranya. Aku telah menuruti kemauanmu membunuh fisik Key agar kamu bisa terlepas darinya. Jangan paksa aku untuk membunuh bayangannya dari pikiranmu selamanya, agar kamu bisa mencintaiku, Youngie-ah!” ucap Jonghyun dengan intonasi yang semakin meninggi.

Semua hal kini berputar-putar seketika dalam pikiranku, kalau masih bisa aku sebut itu pikiran. Pikiranku atau apapun itu namanya, sekarang melayang kembali tepat ke hari itu. Kini aku ingat semuanya. Aku baru saja pulang dari apartemen Leeyoung, menyetir mobil menuju ke arah apartemenku. Kupacu mobilku dengan kecepatan tinggi karena malam hari dan jalanan sudah sepi. Tapi kemudi yang kupegang tidak terkendali dan rem yang biasa kuinjakpun tidak berfungsi. Lalu semuanya terjadi begitu saja, mobilku menabrak pembatas jalan. Lalu semuanya gelap.

Ini benar-benar bagai mimpi buruk untukku.

-THE END-

AN: “Btw Saengil Chukkaeeeeee Key *peluk key* *telat abis* Maafkan aku Key *peluk* tapi terima kasih buat yang udah sempetin baca…Pyong!”

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “Nightmare Side

  1. eh, udah abis aja, baru nyadar klo ini ficlet Alfi..🙂

    udah ngira Key-nya meninggal, waktu Key duduk di belakang Young-Jjong..

    nggak nyangka Jjong begitu sama Key demi mendapatkan Young.. 0_o

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s