Kekepoan Taemin

Kekepoan Taemin

Story 1

Dicintai atau Mencintai?

 Title                : Dicintai atau Mencintai?

Author           : Natali Tamashii

Main Cast      : Lee Tae Min

Support Cast : Choi Min Ho, Kim Hye Kyo (OC)

Length            : Oneshot

Genre             : Life – Romance

Rate                : G

Disclaimer     : I just had OC, plot, idea and this fanfic. Except that is belong to God. Don’t put anything in this fanfic without permission.

Sebenarnya ide cerita ini sudah lama ada, namun baru belakangan ini baru terealisasi dalam bentuk tulisan. Tak ada maksud khusus dalam menulis cerita ini. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang ada di pikiranku dalam bentuk tulisan. Sebelumnya aku minta maaf jika ada yang merasa tersinggung dengan adanya ff ini. This fanfic just for fun. Karena idenya banyak maka untuk mempermudah terealisasikannya ff ini jadi aku jadikan satu dengan judul utama ‘ Kekepoan Tae Min’. Entah mengapa lagi demen sama magnae-nya SHINee ini. Kekekekekeke.

Ya sudah, daripada banyak ngoceh, lebih baik langsung saja ke cerita.

Happy reading ^_^

Hope you like it

Tae Min baru saja keluar dari kamarnya. Ia menyandarkan punggungnya di kusen pintu kamarnya dengan kedua tangan yang bersedekap di depan dada. Pandangannya lurus menatap seorang yeoja yang tengah sibuk menonton televisi beberapa meter di depannya. Dorm yang biasanya ramai dengan teriakan duo Kim –Kim Jong Hyun dan Key- kini menyepi karena kedua hyung-nya tersebut tengah pergi entah ke mana sedangkan hyung tertuanya masih bergelut di atas ranjangnya dan hyung kesayangannya tak terlihat batang hidungnya. Ini merupakan hari Minggu sehingga SHINee tak ada kegiatan hingga hari Senin. Beruntung management memberikan libur pada mereka walau hanya dua hari ditengah kesibukan yang menguras tenaga.

Dengan langkah perlahan Tae Min menghampiri yeoja tersebut lalu menghenyakkan tubuhnya di sampingnya. Pandangannya lurus menatap layar televisi yang tengah menayangkan acara musik, namun ekor matanya melirik ke yeoja yang duduk di sampingnya.

“ Ada apa Tae Min? “ tanya yeoja tersebut tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi. Seakan tahu kegiatan Tae Min yang mencuri pandang padanya.

“ Oh…eum… Tidak apa-apa Hye Kyo Noona. “ Tae Min terlihat salah tingkah mendengar ucapan Hye Kyo.

“ Jangan berbohong padaku Tae Min. Aku tahu ada yang mengganjal pikiranmu. Mana mungkin kamu tidak apa-apa jika sedari tadi ekor matamu melirikku? Katakan apa yang mengganggu pikiranmu. “ Dengan sigap Hye Kyo memutar tubuhnya menghadap Tae Min, membiarkan televisi tetap menyala sebagai backsound agar tak ada kekakuan dalam obrolan yang –menurutnya- serius.

“ Tsk. Ternyata susah ya menyembunyikan apapun dari seorang calon psikolog. Untung saja bukan aku yang menjadi namjachingu-mu Noona melainkan Min Ho Hyung. Pasti Min Ho Hyung susah menyembunyikan sesuatu darimu. “

Hye Kyo terkekeh mendengar ucapan Tae Min. “ Bukan begitu Tae Min-ah. Tentu saja aku masih menjaga privasinya. Hanya saja wajahmu terlihat bingung, itu menandakan ada suatu hal yang mengganggumu yang mana ingin sekali kamu ungkapkan namun kamu bingung memulai dari mana. “

Tae Min berdecak kagum. “ Sekarang aku justru iri dengan Min Ho Hyung yang memiliki yeojachingu sepertimu. “

“ Tsk. Dasar labil. Tadi tak mau memiliki yeojachingu sepertiku, nah sekarang justru menginginkannya, “ decak Hye Kyo kesal.

Tae Min hanya terkekeh. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Matanya masih menyorotkan kegelisahan. Hye Kyo yang melihatnya hanya menggeleng karena kelakuan Tae Min. Ia tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiran namja yang dua tahun lebih muda darinya itu. Menjadi mahasiswi jurusan psikologi sedikit banyak membuatnya mengetahui keadaan seseorang hanya dengan melihat gerak-geriknya walau gerakan tersamar sekalipun. Ia pun kembali terfokus pada tayangan di depannya, sengaja membiarkan Tae Min bergelut dengan pikirannya sendiri.

Noona. “

Tak lama kemudian Tae Min mengeluarkan suaranya setelah hening selama beberapa menit. Hye Kyo yang tadinya terpaku pada layar kini menatap Tae Min.

“ Bolehkah aku bertanya sesuatu pada Noona? “

Hye Kyo tersenyum lalu mengangguk. “ Memang apa yang ingin kamu tanyakan? Jika aku bisa menjawabnya pasti akan kujawab. “

Terlihat keraguan di wajah Tae Min. Namun beberapa detik kemudian ia mulai mengeluarkan kata-katanya. “ Seandainya Noona dihadapkan pada suatu situasi di mana cinta yang bertepuk sebelah tangan, Noona akan memilih apa? Dicintai atau mencintai? “

Hye Kyo tersenyum mendengar pertanyaan Tae Min. “ Mungkin terdengar egois. Namun aku lebih memilih dicintai jika kondisinya seperti itu. “

Tae Min menautkan alisnya. “ Apa alasannya? “

Yeoja seberapa pun kuatnya tetaplah makhluk yang rapuh dan lemah, terlebih hatinya. Yeoja yang mencintai namja yang tak mencintainya hanya merasakan sakit. Ia harus melihat orang yang dicintainya bersama orang lain bahkan ia terkadang harus menelan pil pahit di mana orang yang dicintainya tak menganggapnya ada yang secara tak sadar hanya akan menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit itu terkadang menimbulkan trauma dalam dirinya sehingga membuatnya enggan bahkan takut untuk merasakan cinta kembali yang akhirnya hanya akan menimbulkan rasa sakit yang lebih dalam. “ Hye Kyo berhenti sejenak untuk memperhatikan reaksi Tae Min.

Namja itu terlihat berpikir namun tetap mendengarkan penjelasan Hye Kyo. Setelah puas melihat reaksi Tae Min dan mengisi paru-parunya yang kosong dengan oksigen, Hye Kyo kembali melanjutkan penjelasannya. “ Sedangkan jika yeoja yang dicintai seseorang, secara tidak sadar ia merasa dirinya dilindungi walaupun ia tak bisa membalas cinta tersebut. Ada yang memperhatikannya, ada yang membuatnya nyaman, ada yang meminjamkan bahunya ketika ia butuh sandaran, ada yang menyadarkan betapa berartinya dirinya, bahkan ada yang menyemangatinya saat dirinya down. Yah, tentu saja jika cinta itu benar-benar cinta, bukan napsu atau obsesi semata, “ terangnya diakhiri dengan senyuman.

Wajah Tae Min yang tadinya suram kini lebih cerah. “ Gomawo Noona. ”

Hye Kyo hanya mengangguk. Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka yang membuat mereka –Tae Min dan Hye Kyo- melongokkan kepalanya ke arah pintu dan menemukan Min Ho tengah berjalan ke arah mereka dengan senyum yang mengembang.

“ Hei, adakah yang aku lewatkan? “ Min Ho segera mengambil tempat di samping kanan Hye Kyo setelah sebelumnya mencium kening yeojachingu-nya.

“ Hanya obrolan ringan antara noona dan dongsaeng-nya, “ ujar Tae Min dengan senyum misterius sehingga membuat Min Ho mengerutkan keningnya.

“ Obrolan ringan antara noona dan dongsaeng-nya? “

Tae Min dan Hye Kyo terkekeh melihat wajah penasaran Min Ho. Karena kasihan melihat wajah Min Ho yang mengenaskan akibat didera rasa penasaran, akhirnya Hye Kyo pun menceritakannya pada Min Ho.

“ Lalu kau pilih yang mana Hyung? “ tanya Tae Min setelah Hye Kyo menyelesaikan penjelasannya.

“ Jika aku lebih memilih mencintai. Karena dengan mencintai kita bisa memberikan apa yang kita miliki pada yeoja itu, termasuk hati kita. Meskipun dia tak membalasnya, namun ada kepuasan tersendiri ketika kita melihat gadis yang kita cintai tersenyum bahagia walaupun kebahagiaannya didapat ketika dengan orang lain. Terasa sakit memang, namun jika kita mencintainya dengan tulus meskipun berat, kita akan ikut bahagia jika melihat orang yang kita cintai bahagia. Bukankah ada pepatah yang mengatakan jika cinta tak harus memiliki bukan? “

“ Tapi, apakah setiap yeoja akan memilih dicintai dan setiap namja akan memilih mencintai tiap diberi pertanyaan seperti itu? “

“ Tak harus Tae Min. Manusia di dunia ini beragam jadi tak mungkin jika mereka memilih opsi yang sama. Jika pun sama maka alasan yang dijabarkan pastilah berbeda bukan? Namun jika aku disuruh memilih tanpa adanya syarat cinta yang bertepuk sebelah tangan, maka aku akan memilih mencintai dan juga dicintai karena dengan merasakan keduanya hidup pasti akan lebih indah tanpa rasa sakit walaupun kemungkinan rasa itu muncul tetap ada, “ jelas Hye Kyo.

“ Aku setuju denganmu Hye-ya. Kita sebagai manusia akan lebih bahagia jika bisa merasakan apa itu cinta, “ tutur Min Ho sembari merangkul bahu kekasihnya.

Tae Min hanya mengangguk mendengar penjelasan sepasang kekasih tersebut.

“ Aku heran denganmu Min Ho Hyung. Mengapa kamu tak memanggil Hye Kyo Noona dengan sebutan chagi atau panggilan sejenisnya? “

Sepasang kekasih itu terkekeh mendengar pertanyaan Tae Min. sedangkan Tae Min hanya mengernyitkan kening bingung.

“ Terkadang panggilan sayang saja tak cukup untuk mengekspresikan besarnya cinta. Lagipula ia tak mau menggunakan kata-kata yang menurutnya pasaran itu, “ jelas Min Ho.

“ Oh ya Tae Min, mengapa tiba-tiba kamu menanyakan hal tersebut? “ tanya Hye Kyo heran.

“ Tak apa. Aku hanya ingin mengetahui pendapat orang lain saja, “ jawabnya dengan senyum yang biasa ia tunjukkan.

Hye Kyo melihat mata Tae Min, ia tak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Hye Kyo dan Min Ho lalu berpandangan seolah berkata Tae Min kepo.

Fin

Ff ini aku ketik selama sekitar 5 jam sambil ngemil. So, mianhae jika ff-nya absurd. Aku hanya ingin menyalurkan hobiku

Ditunggu komen dan sarannya

Friendly,

Natali Tamashii

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Kekepoan Taemin

  1. Ya ampuun nak… Kamu kepo sekali sih… Ahahaha….
    Gara2 Taemin aku ikutan kepo nih…

    Klo aq boleh berpendapat sih. Member shinee yang menempati posisi mencintai dan di cintai tuh.. Utk urutan cinta bertepuk sebelah tangan ranking satu Key ga tahu, dia tuh klo jd sosok cinta dalam hati feelnya selalu ngena. Wkwkw
    no. 2 Jinki hampir sebelas dua belas sm Key. Trs Taemin diurutan 3 (standard kau nak)… Ojjong dan baru Minho..hehe #mianhe oot, abis selesai baca FF ini lgsg kepikiran hal ini sih.

    Good job natalie….

  2. duh pagi2 baca ff begini xD
    lucu banget bayangin muka keponya taemin bhaha.
    kalo bisa entar misalnya bikin kekepoan taemin part 2 taemin dibikin kepo sekepo keponya orang kepo bhahahah/abaikan

    salam ketjup :*

  3. Halo Nataliiii, ini enak loh buat bacaan pas senggang. boleh dibilang, engga ada konfliknya, tapi berasa enak aja bacanya.
    oya, mau saran dikitttt aja. Km sering lupa naro koma, jadi kalimatnya janggal. Sama ini, setelah petik pembuka, engga usah dikasih spasi dulu, trus setelah tanda baca penutup di akhir dialog, engga usah km kasih spasi dulu. Maksudnya gini:
    “(No spasi)Aku setuju denganmu Hye-ya. Kita sebagai manusia akan lebih bahagia jika bisa merasakan apa itu cinta,(no spasi)“ tutur Min Ho sembari merangkul bahu kekasihnya.

    Nulis terus yaaaa, nanti pasti bisa lebih okeee ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s