Who is??? – Part 7

Who is??? Part 7

cover

Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

Hyejin pov

Aku berjalan santai di koridor, kuliahku sudah berakhir dan sorepun sudah menjelang. Sunhwa sudah terlebih dahulu pergi bersama chanyeol, aku tidak mau menggangu mereka jadi kuputuskan pulang seorang diri. Saat di koridor aku melihat namja itu lagi, seingatku namanya Lee taemin. Ia terlihat bingung, dan tak lama kemudian ia menyadari keberadaanku dan menghampiriku. Aku diam tak bergerak, biar bagaimanapun, wajahnya yang begitu mirip dengan kai benar-benar mempengaruhi Susana hatiku.

Taemin; chogiyo… bukankah kau choi hyejin?

Aku hanya mengangguk

Taemin: sepertinya aku tersesat lagi, onew  hyung sedang ada kuliah, aku tidak bisa mengganggunya.

Hyejin: lalu?

Taemin: bisakah kau mengantarku ke gerbang?

Hyejin: kebetulan aku juga mau pulang, kaja…

Aku berjalan mendahuluinya, dan ia mengikutiku dari belakang.

Kami hanya diam hingga sampai di gerbang sekolah, ia terlihat sibuk memandangi sekolah dan kampus ini.

Taemin: sebesar ini… bagaimana aku tidak tersesat?

Hyejin: kita sudah sampai di gerbang, kalau begitu aku pamit dulu taeminshi…

Aku memberi salam dan pergi meninggalkannya sendirian.

Aku berjalan melewati jalan pulang yang biasa kulewati, dulu jalanan ini adalah saksi betapa indahnya kisahku bersama kai. Kami selalu melewati jalan ini, di saat hujan dan terik, bercerita banyak hal dan melakukan banyak hal. Semua kenangan indah itu membuat tempat ini menjadi lebih special.

Tapi kemudian aku menyadari ada yang mengikutiku. Aku berbalik dan mendapati namja tadi di sana, adiknya onew oppa.

Hyejin: kenapa kau mengikutiku?

Taemin: aku tidak tahu jalan pulang, apa aku boleh ikut denganmu? Aku bisa minta hyungku menjemput ke rumahmu.

Namja ini, dia lebih tua dariku tapi kenapa ia terlihat begitu kekanak-kanakkan?

Hyejin: baiklah…

Kami berjalan berdampingan

Taemin: huaaa… menyenangkan sekali melewati jalan seperti ini.

Hyejin: memangnya di tempatmu dulu tidak ada jalan seperti ini?

Taemin: ada banyak sekali gang kecil dan jalan setapak, tapi tidak ada yang melewati tangga dan jembatan seperti ini. rasanya aku sedang bertualang.

Hyejin: hahahahahahahahahahaha

Taemin pov

Aigo aku tidak tahu harus kemana? Saat aku masih sibuk mencari jalan yang mungkin bisa kutempuh, aku melihat seorang yang tadi aku lihat saat istirahat bersama teman-teman hyungku.

Taemin; chogiyo… bukankah kau choi hyejin?

Ia  hanya mengangguk

Taemin: sepertinya aku tersesat lagi, onew  hyung sedang ada kuliah, aku tidak bisa mengganggunya.

Hyejin: lalu?

Taemin: bisakah kau mengantarku ke gerbang.

Hyejin: kebetulan aku juga mau pulang, kaja…

Ia berjalan mendahuluiku, aku mengikutinya sambil terus memperhatikan sekitar sekolah ini.

Taemin: sebesar ini… bagaimana aku tidak tersesat?

Hyejin: kita sudah sampai di gerbang, kalau begitu aku pamit dulu taeminshi…

Tanpa aku sadari kami sudah berada di gerbang depan sekolah, ia memberi salam dan pergi meninggalkanku begitu saja. Aku hanya balik memberi salam padanya, tapi aku baru menyadari satu hal, aku tidak tahu bagaimana caranya pulang, bagaimana jika nanti aku diculik? Itu tidak lucu.

Kulihat hyejin sudah berjalan menjauh, dengan bersusah payah aku menyusulnya. Ia terlihat sedikit aneh, tersenyum-senyum sendirian. Tapi kemudian ia menyadari keberadaanku

Hyejin: kenapa kau mengikutiku?

Taemin: aku tidak tahu jalan pulang, apa aku boleh ikut denganmu? Aku bisa minta hyungku menjemput ke rumahmu.

Ia menatapku cukup lama dari atas sampai ke bawah.

Hyejin: baiklah…

Kami berjalan berdampingan

Taemin: huaaa… menyenangkan sekali melewati jalan seperti ini.

Hyejin: memangnya di tempatmu dulu tidak ada jalan seperti ini?

Taemin: ada banyak sekali gang kecil dan jalan setapak, tapi tidak ada yang melewati tangga dan jembatan seperti ini. rasanya aku sedang bertualang.

Hyejin: hahahahahahahahahahaha

Ia tertawa, ini pertama kalinya aku melihatnya tertawa sangat berbeda saat tadi pagi ekspressinya sangat aneh. Saat ini ia tertawa begitu lepas, sepoi angin menerbangkan rambutnya hingga wajahnya terlihat begitu jelas. Wajahnya terlihat begitu manis saat ia tertawa seperti ini.

Deg…deg…deg…

Aku memegangi dadaku yang berdetak begitu gencar.

Hyejin: wae?

Ia berhenti tertawa dan terlihat merasa bersalah telah menertawakanku.

Hyejin: mian, tapi kau sungguh lucu.

Taemin: apa kau pernah dengar? Orang bisa jatuh cinta dalam hitungan detik.

Hyejin: aku tahu, sudahlah sebaiknya kita cepat pulang, sebentar lagi hujan.

Ia terlihat tidak tertarik pada ucapanku, dan berlalu meninggalkanku. Aku berjalan mengikutinya, masih heran dengan diriku sendiri. Ada apa denganku? Aku sudah berkencan dengan banyak yeoja, tapi aku bahkan tidak pernah merasa jantungku seperti ini. apa karena ia yeoja korea? Tapi apa hubungannya?

Kami sudah sampai di sebuah rumah yang kuyakini milik hyejin dan minho hyung. onew hyung sering cerita banyak hal tentang minho hyung dan hyejin, betapa eratnya tali persaudaraan mereka.

Hyejin mempersilahkan aku masuk dan menunggu di balkon rumanya, dia bilang oppanya sering nongkrong di sini bersama gengnya itu.

Hyejin meninggalkanku sendirian, mungkin dia sedang berganti pakaian, karena merasa bosan kuputuskan untuk melihat-lihat rumah ini. perhatianku tertuju pada sebuah foto keluarga, foto keluarga rumah ini. onew hyung pernah cerita kalau keluarga ini sangat rumit, tidak hanya masalah perceraian bahkan lebih menyakitkan dari pada itu jika hyejin mengetahuinya.

Hyejin: taeminshi…apa yang kau lakukan?

Taemin: aku hanya melihat-lihat foto keluargamu.

Hyejin: sudahlah, foto itu tidak ada artinya lagi.

Ia berlalu dan duduk di balkon dengan sebuah laptop di tangannya.

Aku berjalan mengikutinya dan berdiri di sisi balkon.

Taemin: balkon ini sangat menyenangkan.

Hyejin: tidak semenyenangkan sebuah balkon yang sangat aku sukai.

Taemin: ne?

Hyejin: anyi…

Taemin: kau berbicara tidak sopan padaku, tapi kau masih memanggilku taeminshi…

Hyejin: ne?

Taemin: bisakah kau memanggilku oppa? Bukankah aku adalah adik teman oppamu? Jadi aku rasa kita akan sering bertemu di kemudian hari.

Hyejin: arraseo…

Ahjuma: nona, ada telfon untukmu.

Hyejin berlalu mengikuti sang ahjuma untuk menjawab telfon sementara taemin masih di balkon, ia tertarik pada laptop hyejin yang terletak begitu saja. Ia mengambil laptop itu dan sedikit terkejut melihat foto yang terpampang di desktopnya. Di sana ada seorang namja dan seorang yeoja yang sedang tersenyum bahagia berpose menghadap ke kamera. Taemin tahu jika yeoja itu adalah hyejin, tapi namja itu? wajahnya mirip sekali dengan taemin.

Taemin: apakah dia yang bernama kai?

Hyejin: ne…

Taemin sedikit terkejut saat mendengar suara hyejin yang sudah berada di dekatnya.

Hyejin: sangat mirip denganmu.

Hyejin tersenyum.

Taemin: di mana dia sekarang?

Hyejin: dia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu…

Taemin: mian… aku tidak bermaksud membuatmu sedih.

Hyejin: kuenchana…

Taemin: jadi karena itu hyungku melarangku ke sini.

Hyejin: hyungmu itu sangat baik.

Taemin: kau menyukai hyungku?

Hyejin: dulu aku sempat tertarik padanya karena ia baik dan dewasa, tapi kemudian minho oppa bilang namja dewasa tidak cocok untukku. Ditambah lagi hyungmu menakut-nakutiku, jadi aku membatalkan niatku untuk mendekatinya.

Taemin: menakut-nakuti? Seperti apa?

Hyejin: aku tahu semua itu hanya akal-akalan mereka saja hehehehehehehehe

Taemin; ternyata kau tidak sepintar yang terlihat.

Hyejin: ck…

Taemin: apa sekarang kau sudah mempunyai namja chingu? Apa kau masih mencintai kai?

Hyejin: eobseo… padahal aku berharap bisa mempunyai namja chingu saat awal kuliah, tapi sepertinya belum terealisasi. Aku tidak mengerti dengan diriku sendiri, aku terlalu takut untuk dekat dengan namja lain meskipun aku benar-benar membutuhkan orang untuk melindungiku.

Taemin: kau kan punya oppa…

Hyejin: aku tidak mungkin terus merepotkan oppaku, lagipula dia juga sudah punya yeoja chingu.

Taemin: mungkin kau masih terbawa emosimu setelah kepergian kai. Padahal aku belum pernah bertemu dengan namja itu, tapi aku bisa rasakan dia adalah namja yang baik dan romantic.

Hyejin: bagaimana kau bisa tahu?

Taemin: terlihat dari caramu menceritakannya.

Hyejin: benarkah?

Taemin: hmmm….

Hyejin: aku dengar kau jurusan seni.

Taemin: ne…

Hyejin: apa kau bisa main piano?

Taemin: tentu saja, aku mengandalkan kemapuan dance, bermain piano dan menyanyiku untuk bisa bertahan di bidang seni.

Hyejin: huaaa…. Daebak!

Taemin:  memangnya kai tidak suka seni?

Hyejin: dia adalah namja matematik.

Tamein: mwo?

Hyejin: dia sangat mencintai hitungan, hobinya membaca, dan kesukaannya makan. Ckckckckckckck

Taemin: bagaimana bisa? Lalu apa yang memberi warna dalam hidupnya?

Hyejin: dia bilang aku…

Hyejin tersipu malu mengucapkan kata-kata tersebut.

Taemin: sepertinya dia tipe namja melankolis.

Hyejin: mungkin saja.

Taemin: aku sedang latihan beberapa lagu untuk permainan pianoku, apa kau mau dengar?

Hyejin: jeongmal?

Kemudian mereka bergerak ke lantai satu dan duduk di depan piano.

Taemin: mungkin masih belum terlalu sempurna.

Taemin tersenyum dan  mulai memencet toots demi toots piano tersebut. Alunan nada river flows in you milik yiruma mengalun indah. Hingga hyejin terhanyut dalam alunan piano tersebut, rasanya seperti mimpi, duduk berdua dengan seorang namja dan dimainkan piano, itu adalah sebuah harapan kecil hyejin yang tidak bisa ia realisasikan saat bersama kai karena namja itu terlalu sibuk dengan matematikanya.

Hyejin bertepuk tangan dengan semangat,

Hyejin: sempurna, sama persisi seperti yang dimainkan yiruma.

Taemin: kau mengetahuinya yiruma?

Hyejin: tentu, dia sangat terkenal.

Taemin: huaaa…. Aku menemukan orang yang tepat. Kapan-kapan akan kubawakan lagu lain untukmu.

Hyejin: jeongmal? Pasti menyenangkan.

Saat mereka tengah asik mengobrol, minho, key dan onew datang.

Minho: apa yang kalian lakukan? taemin, bagaimana kau bisa di sini?

Taemin: tadi aku tersesat lagi, hyejin membantuku dan aku ikut dengannya ke sini karena onew hyung pasti akan ke sini.

Onew: kau baik-baik saja hyejin?

Hyejin: tentu saja, taemin oppa orang yang sangat menyenangkan. Dia memainkan piano untukku, tidak seperti oppaku yang menyebalkan itu.

Minho hanya berekspresi datar, tapi satu hal yang ia sadari adalah hyejin benar-benar baik-baik saja bahkan sangat baik. Ia tidak menyangka jika taemin tidak memberi pengaruh begitu besar.

Taemin: di sini sangat menyenangkan, pantas saja hyungku betah berlama-lama di sini.

Hyejin: kau tahu? Hyungmu itu sering mengajak oppaku minum di sini, mereka berpesta sampai larut malam membuatku tidak bisa tidur.

Taemin: benarkah? Dia tidak pernah mengajakku.

Key : bagaimana mungkin kami mengajakmu ke sini jika kau begitu mirip dengan kai?

Hyejin: ah… tadi oemma kai menelfonku, ia akan pindah ke jepang dan membuka panti asuhan di sana, sore ini aku akan datang ke rumah kai. Mungkin untuk terakhir kalinya.

Minho: apa oppa perlu mengantarmu?

Hyejin: oppa tidak ada kencan?

Key: dia akan pergi bersama imyeol ke bioskop.

Minho: oppa bisa pergi setelahnya.

Hyejin; Cool! OK!

Taemin: kalau begitu aku pulang dulu, hyejin, aku tidak tahu kenapa, tapi menghabiskan waktu bersamamu benar-benar menyenangkan. Besok-besok aku akan datang lagi . ah… kalau kau mau, kau bisa melihatku latihan dance di ruang seni kampus.

Hyejin: jeongmal? Pasti sangat menyenangkan.

Minho, onew dan key hanya terdiam melihat taemin dan hyejin. Bagaimana tidak, mereka baru berkenalan hari ini tapi terlihat seperti orang yang sudah berteman sejak lama. Dan satuhal yang onew sadari, namdongsaengnya telah jatuh cinta pada hyejin.

Onew: minho, aku pulang dulu.  Sepertinya namdongsaengku sudah terkena pesona adikmu.

Onew berbisik pelan ke telinga minho dan sukses membuat wajah minho berubah aneh.

***************************

Author pov

Minho duduk gelisah di belakang kemudi, ia masih teringat akan perkataan onew tadi padanya, bagaimana jika taemin benar-benar menyukai hyejin? Itulah yang terbesit di otaknya. Sebenarnya bukan masalah jika taemin memang memiliki perasaan khusus pada adiknya, hanya saja minho yakin jika hyejin tidak akan bisa menerima taemin seperti taemin. Belum lagi dengan onew, ia belum siap jika nanti ia harus berurusan dengan namja mata sipit itu karena hyejin. Biar bagaimanapun, diantara key dan onew, minho terbilang lebih dekat dengan onew, ia bahkan menceritakan seluruh kisah hidupnya pada onew  bahkan kisah yang hyejin pun tak tahu.

Minho: apa kau menyukai taemin?

Hyejin: oppa kenapa tiba-tiba tanyakan hal itu?

Minho: oppa hanya penasaran.

Hyejin: dia sangat menyenangkan. Dan dia lebih tua dariku,  itu nilai tambahnya.

Minho: apa mungkin dia namja yang dimaksud kai?

Hyejin: namja yang bagaimana?

Minho: namja yang akan menggantikannya bersamamu.

Hyejin: molla. Aku tidak tahu oppa, yang aku tahu hanya kai menyuruhku untuk tetap denganmu. Aku rasa hal itu sedikit aneh, bukankah aku adalah adikmu? Tentu saja aku akan selalu bersamamu.

Wajah minho semakin tegang, otaknya berputar pada waktu ia berbicara empat mata bersama kai tentang hyejin yang selama ini telah ia rahasiakan. Minho mulai merasa takut akan makna yang bisa ia baca dibalik semua itu.

Hyejin pov

Minho oppa sangat aneh, terutama sejak melihatku bersama taemin oppa tadi, wajahnya berubah datar dan terlihat tegang.

Hyejin: oppa wae?

Minho: anyi… kaja, kita sudah sampai.

kami berjalan masuk menuju rumah kai.

Minho: kau yakin tak mau oppa tunggu sampai pulang?

Hyejin: anyi… aku ingin di sini dulu berlama-lama.

Minho: yasudah, oppa pergi dulu, jika terjadi sesuatu, hubungi oppa.

Aku hanya mengangguk. Ia selalu bilang seperti itu padaku, oppaku tidak pernah absen memperhatikanku. Kai benar, hanya ia yang kumiliki sekarang.

Aku berjalan memasuki rumah kai, di ruang tamu sudah ada oemma kai yang terlihat sibuk dengan beberapa barang.

Oemma kai: kau sudah datang? oemma sudah mengepak semua barang kecuali yang ada di kamar kai. Besok baru oemma akan mengepak semuanya, oemma pikir kau perlu sedikit nostalgia dulu sebelum oemma mengepak semuanya.

Yeoja ini masih sama cantiknya, hanya saja sudah tak secerah dulu. Kepergian kai begitu memberi dampak besar dalam hidupnya sampai ia memutuskan untuk pindah, ia pasti sangat kesepian.

Hyejin: gumwao oemma…

Aku menapaki anak tangga satu persatu menuju lantai dua tempat dimana kamar kai berada. Kubuka perlahan pintu kamar kai, seketika aroma lavender menyeruak memenuhi penciumanku, aroma yang sangat kai suka. Kamar ini masih sama, tidak berubah sedikitpun bahkan buku-buku dan semua barang-barang kai masih tertata di tempatnya seolah sang pemilik kamar ini masih ada.

Aku merasa memasuki ruangan di mana aku merasakan flashback masa laluku bersama kai, hari-hariku yang indah.  Aku menyentuh ranjang kai dan duduk di atasnya, kuelus bantal yang selalu kai pakai dan memeluknya erat. Aku masih bisa mencium aroma shampoo kai di bantal ini, rasanya seperti memeluk kai.

Sebuah foto yang tak pernah absen kulihat saat memasuki kamar ini adalah fotoku bersama kai yang ia pajang di meja dekat tempat tidurnya. Kai bilang, hal pertama yang ia lakukan di pagi hari saat ia bangun adalah memandangi foto ini. aku tertawa sendiri mengingat betapa kai seorang yang sangat jujur, ia bahkan dengan gamblangnya mengatakan bahwa ia memikirkan hal pervert tentang diriku. Mengingat hal itu aku beralih menatap balkon kai, di sana, di sana dulu first kissku bersama kai, di sana dulu aku menyatakan cinta ku pada kai, di sanalah aku yakin tentang perasaanku sendiri padanya.

Aku berjalan pelan menuju balkon kai menikmati pemandangan sore yang selalu aku lakukan di sini duluu dan hal yang sangat kai sukai. Di balkon ini aku menangis dipelukan kai saat mengetahui orang tuaku bercerai. Semua kenangan itu terasa begitu manis.

**********************************

Author pov

Imyeol duduk sendiri di salah satu bangku depan bioskop, tangannya memegang dua buah tiket film yang sudah diputar sejak 20 menit yang lalu. Tak ada niat sedikitpun di hatinya untuk masuk, ia masih betah duduk di sini menunggu seseorang yang seharusnya sudah datang sejak sejam yang lalu.

Minho: kau sudah lama menunggu?

Akhirnya orang yang ia harapkan datang.

Imyeol: menurutmu? Filmnya sudah mulai sejak 20 menit yang lalu.

Minho: mianhae…

Imyeol hanya tersenyum kecut.

Imyeol: apa alasanmu kali ini? aku harap kau punya alasan yang berbeda dengan sebelumnya.

Minho: kau tahu sendiri…

Imyeol menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya kasar.

Imyeol: sudahlah, kita makan saja, menunggu di sini membuatku lapar.

Minho yang merasa bersalah hanya mengikuti imyeol dari belakang menuju sebuah café. Selama makan minho sibuk dengan fikirannya tentang hal yang sedari tadi masih berputar di otaknya.

Imyeol: ada apa denganmu?

Minho: anyi…

chagiya…

Imyeol: ne?

Minho: kenapa kau begitu sabar menghadapiku?

Imyeol: karena aku mencintaimu.

Imyeol tersenyum mengucapkan kata yang sebenarnya terdengar manis, tapi minho hanya menanggapinya dengan ekspresi datar.

Minho: aku masih penasaran dengan hal yang kau ucapkan waktu itu di super market.

Imyeol: yang mana?

Minho: saat aku harus pergi ke tempat hyejin, tepatnya di hari kematian kai, kau tidak melanjutkan kalimatmu.

Imyeol: kau yakin ingin mendengarnya? Aku rasa kau belum siap.

Minho: aku ingin tahu.

Imyeol kemudian menghentikan kegiatan makannya dan beralih menatap minho.

Imyeol: apa kau tidak penasaran kenapa aku bisa bertahan sampai sekarang bersamamu selain karena aku mencintaimu?

Minho: sebenarnya aku tahu cinta bukanlah alasanmu satu-satunya.

Imyeol: Mr.Shin.

Minho: nugu?

Imyeol: pengacaramu itu adalah pamanku.

Minho: ne??

Minho membulatkan matanya menandakan ia cukup terkejut dengan pernyataan imyeol.

Imyeol: hubunganku dengannya cukup dekat, ia sudah seperti ayahku sendiri, kemudian tanpa sengaja kami bertemu di depan rumahmu, saat itulah aku tahu ia pengacara keluargamu. Aku rasa kau cukup tahu kalau pengacaramu itu sedikit ember, aku hanya perlu sedikit mengoreknya dan ia menceritakan semuanya padaku.

Minho: semuanya?

Imyeol: ne, semuanya. Aku bahkan lebih dulu tahu darimu tentang perceraian orangtuamu.

Minho: maldo andwe…

Imyeol: dan… aku juga tahu tentang hyejin.

Minho: ne?

Minho benar-benar terkejut akan hal ini, ia tidak menyangka jika ternyata pengacaranya itu adalah paman kekasihnya sendiri, dan yang lebih parahnya kekasihnya itu tahu semuanya termasuk perihal hyejin.

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Who is??? – Part 7

  1. Hmm, aku nggak tahu kenapa pertemuan Taemin sama Hyejin buat aku kurang srek gimana gtu. tapi abaikan aja, sebenarnya sih udah ketebak endingnya kayak apa, cuma pengen tahu alurnya gimana. ditunggu lanjutannya!

  2. Sebenernya hyejinnya itu kenaaaappaaa??? Kenapa ga terungkap sih jadi makin penasaran, hyejin itu beneran sodara kandungnya minho atau bukan, atau sebaliknyaaa?
    Ditunggu kelanjutannya, thanks author^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s