Heavy Rain

Heavy raind

Tittle : Heavy Rain.

Author : ViKey…………

Maincast : 2Kim, SHINee.

Support cast : SHINee yeoja chingu.

Genre : Romance, Family.

Rate : G.

Length : Drabble.

Summary : Mereka tetap menyanyi dan menari. Tak peduli betapa kuyupnya tubuh mereka saat ini. Seakaan hujan dan badai yang menerpa Hongkong ini, bukanlah masalah besar.

A/n : Inspirasinya dari video WSS di Hongkong festival dome.

 

Heavy Rain

Sore ini, Hongkong diterpa hujan. Langit semakin gelap. Titik air mulai jatuh satu persatu membasahi semua yang ia temui. Angin berhembus sedikit kencang. Membuat udara semakin terasa dingin.

“Eonni… bagaimana ini? Hujannya mulai deras.” Chaeri mendesah cemas.

“Tidak apa-apa. Kita lanjut saja.” Sahut salah satu yeoja yang duduk di depannya.

“Baiklah. Semoga hujannya tidak berlangsung lama.” Do’anya kemudian. Menangkupkan tangannya dan memilinnya.

Mobil mini van itu berjalan dengan kecepatan sedang, menerobos hujan yang mulai disertai badai.

“Hujan badai begini mereka tetap naik panggung!” decak Hyein antara marah dan khawatir. Dari dalam mobil, dia bisa mendengar suara Minho meski tersamar air hujan. “Ini sudah keterlaluan eonni. Mereka bisa sakit.” Imbuh Chaeri, sedikit membuka jendela mobil disampignya. Yang membuat air langsung berebut masuk lewat celah jendela.

“Ayo kita turun!” Titah Hyuna, langsung berniat menggeser pintu disampingnya. “Jangan gila Kim Hyuna! Diluar sedang ada badai.” Cegah Kyungin, menahan lengan Hyuna.

“Aku tidak bisa duduk diam melihat mereka memaksakan diri seperti itu eonni. Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi.” Hyuna menepis tangan Kyungin, lalu membuka pintu. Tak peduli air langsung membasahi tubuhnya. Payung yang ia pegang tak terlalu berfungsi, karena badai yang disertai angin kencang lagilagi menerbangkan paying biru ditangannya. Bergegas Hyuna berlari menembus hujan menuju back stage. Tak peduli yang lainnya mengikuti atau tidak.

“Eonni… tunggu aku!” Seru Chaeri, berlari menyusul Hyuna. Tanpa payung, karena ia tahu berpayung atau tidak yung sama sekali tak ada bedanya.

“Apa boleh buat.” Hyein ikut keluar mobil diikuti Kyungin pada akhirnya.

.

.

.

Mereka tetap menyanyi dan menari. Tak peduli betapa kuyupnya tubuh mereka saat ini. Seakaan hujan dan badai yang menerpa Hongkong ini, bukanlah masalah besar. Meski sesekali Taemin harus menyeka air yang membasahi wajahnya, menghalangi pandangan. Juga, Key yang berkali-kali mengusap rambut pirangnya yang basah dan menutup mata. Onew tak jauh beda, beberapakali terlihat membetulkan kerah hoodie yang mulai terasa berat karena basah. Atau Jonghyun yang kini menggigil, kedinginan dengan baju hitam tanpa lengan yang ia kenakan. Disisi lain, Minho yang juga memakai baju tak kalah tipisnya membuat tubuh atletis miliknya mulai terasa mendingin juga mulai menggigil.

Yah, mereka tetap terlihat bersemangat. Membawakan lagu Why So Serious seperit biasanya. Hujan maupun badai tak memadamkan semangat kelima namja bersinar ini untuk memberikan yang terbaik untuk fans mereka di bawah sana. Dari awal sampai akhir, Onew, Jonghyun, Minho, Key dan Taemin terlihat bersenang-senang. Bersahabat dengan hujan yang menampar-nampar tubuh mereka. Bergerak dengan lincah mengikuti irama menghentak salah satu lagu terbaru mereka.

“Kalian Daebak!” Manager hyung mengulurkan handuk begitu Onew menapakkan kakinya ditangga terakhir.

“Segera keringkan badan. Lalu beristirahatlah!” Pintanya sembari mengulurkan handuk kedua pada Taemin.

“Gumawo hyung.” Lirih Taemin, dengan bibir bergetar.

“Hih… dingin sekali.” Suara Jonghyun juga tak jauh beda. Laki-laki itu langsung membungkus tubuhnya dengan handuk besar.

“Tak kusangka hujannya akan selebat ini.” Minho menimpali. Ikut duduk di salah satu kursi di samping Jonghyun.

“Minumlah ini… bisa membantu menghangatkan tubuh kalian.” Kali ini manajer hyung membagikan secangkir susu hangat pada kelima member SHINee yang sudah duduk sambil menggosokkan handuk pada tubuh masing-masing.

“Habiskan minuman kalian, lalu ganti baju. Aku akan keluar mencari makanan.” Kembali Manajer hyung berkata sebelum dia benar-benar menghilang dari pintu masuk.

Sepeninggal sang manajer, suasana langsung lengang. Kelima namja idol itu meminum susunya dalam diam. Masih menggigil kedinginan.

“Brak!” suara Pintu yang ditutup dengan kasar membuyarkan perhatian kelimanya.

“Kalian!” seru kelima serentak.

“Sebenarnya apa yang ada di pikiran kalian.” Suara Hyuna terdengar sarat kekhwatiran.

“Ini sudah keterlaluan. Kalian terlalu memaksakan diri.” Suara Hyuna semakin lirih. Wajahnya menunduk dengan kedua mata terpejam menahan laju air mata. Ketiga yeoja yang berdiri di belakang Hyuna ikut terdiam, menatap lima namja yang duduk di depan mereka dengan tatapan yang sulit diartikan “Tolong… jangan seperti ini.” Lanjutnya, dengan suara yang semakin tersendat. Terlihat kedua bahunya bergetar.

Suasana semakin bisu. Kelima member SHINee hanya bisa terdiam, tak menyangka bahwa seorang Kim Hyuna akan menangis seperti ini. Lebih baik melihat Hyuna yang marah-marah dengan suara keras khasnya. Daripada berada dalam situasi seperti sekarang. Masih dalam kebisuan, Hyein yang diikuti Chaeri dan Kyungin berjalan mendekati member SHINee setelah sebelumnya mengambil handuk dari gantungan.

“Kami mencemaskan kalian.” Bisik Kyungin, tangannya bergerak mengeringkan rambut Jonghyun begitu mereka sudah berhadapan.

“Kyungin~ah…” Suara Jonghyun tercekat. Suara ditenggorokannya tiba-tiba menghilang.

Hal yang sama juga dilakukanHyein, mengusap rambut Minho meski tanpa berkata-kata apa-apa.

“Riri~ya… tubuhmu juga basah.” Taemin menatap yoeja yang berdiri dihadapannya dengan pandangan haru. Mengusapkan haduk di tangannya pada wajah Chaeri yang basah, meninggakan jejak-jejak air hujan.

“Seharusnya aku yang mengkhawatirkanmu… ah, jeongmal!” desah Chaeri sedikit putus asa. Balas mengusap rambut Taemin yang mulai mengering.

Jika ketiga rekannya sudah berada di samping pasangan masing-masing, Hyuna justru masih berdiri diam di posisinya. Langkahnya terasa berat untuk menghampiri Key. Sepertinya kesadarannya mulai kembali. Sedikit malu mengingat ia harus menunjukkan kelemahannya di hadapan Key juga member SHINee lainnya. Yah, walau bagaimanapun seorang Kim Hyuna memiliki gengsi yang cukup tinggi. Dia bukan type yoeja yang dengan mudah mengungkap isi hatinya di hadapan orang banyak meskipun itu member SHINee, mereka yang sudah menghabiskan banyak waktu bersama.

.

.

Namja bernama lengkap Kim Kibum itu melangkahkan kakinya. Mendekat pada Hyuna dengan raut penyesalan tergambar jelas di wajahnya. Sebelah tangannya bergerak meraih tangan kanan Hyuna dan meremasnya pelan.

“Gumawo.” Lirih Key seraya menarik bahu yeojanya, mengeliminasi jarak diantara mereka. Dan memeluknya dengan erat.

“Maaf… sudah membuatmu cemas.” Gumam Key dari atas kepala Hyuna. Mengeratkan pelukannya, membagi kehangatan yang mulai ia rasakan. Berusaha mengubah raut wajahnya menjadi lebih gembira. Meski sedikit terkejut dengan kemunculan Hyuna yang tiba-tiba. Tak bisa dipungkiri, hatinya menghangat melihat betapa kekasih hatinya ini begitu mengkhawatirkan dirinya. Bahkan rela terbang jauh-jauh dari Korea menyusul ke Hongkong.

“Uljima… adik raja evil tidak cocok menangis seperti ini.” Dengan wajah seceria mungkin, namja bermata kucing itu melepaskan pelukannya. Jari dan telunjuknya bergerak menahan dagu Hyuna agar mata mereka sejajar. Dapat dilihatnya mata coklat Hyuna sedikit merah dan berair. Berani bertaruh, baru kali ini Hyuna menunjukkan ekspresi kesedihannya secara terang-terangan.

“Kau menyebalkan!!” dengus Hyuna.

“Maaf…”

“Lain kali jangan begini lagi. Setidaknya jangan memaksakan diri.” Hyuna menyembunyikan wajahnya di dada Key. Mulai merasa malu dan konyol dengan emosinya yang mendadak meluap seperti barusan.

“Ne… gumawo Na~ya! jeongmal Boghosipta.”

“Uhuk…” suara batuk Onew membatakan niat Hyuna untuk membalas perkataan Key.

“Uh… jadi aku harus gigit jari melihat kemesraan kalian semua!” onew menyampirkan handuk dari kepalanya. Mulutnya maju beberapa senti, menunjukkan kalau dia iri melihat semua dongsaengnya bisa melepaskan kerinduan. Ah, aku Rindu Minji. Batinnya, membayangkan aegy kesayangannya yang baru berumur 1 bulan.

“Jangan berlebihan leader-nim. Hyejin eonni menitipkan ini untukmu.” Kyung-in melepas rangkulan Jonghyun. Berjalan, mengambil paper bag dari dalam tas bawaanya.

“Ah… apa yang Hyejin titipkan.” Onew mendekati Kyung-in dengan wajah berbinar. Menerima papper bag dari tangan Kyung-in lalu membukanya dalam satu tarikan.

“Howah!! Abon ayam. Daebak!” ditangan Onew terdapat setoples Abon ayam, lalu tangannya merogoh lagi kedalam tas. “Uri Appa, Minji boghosipta. Jaga kesehatanmu Appa!” onew tak bisa menyembunyikan senyuman saat membaca secarik tulisan yang terdapat di balik selembar foto bayi mungil yang sedang tertawa gembira.

“Naddo boghosipta.” Hilang sudah semua rasa lelah yang leader SHINee itu rasakan. Hanya dengan melihat senyum bahagia anak tercintanya, rasanya semua kerja kerasnya sebanding dengan kebahagiaannya saat mengingat semua yang ia lakukan untuk keluarganya tercinta. Yah, bernyanyi di bawah hujan bukanlah masalah besar baginya.

.

.

.

Terkadang Hyuna tak bisa mengerti dengan jalan pikiran lima namja idol itu. Memaksakan diri untuk memberikan senyuman bagi para fans mereka, tak peduli dengan Guntur, badai maupun terik matahari. Sering kali ia mendapati kelima namja pujaan gadis-gadis seluruh dunia itu bekerja tanpa menghiraukan kesehatan mereka sendiri. Melupakan makan juga beristirahat.

Tapi, satu hal yang ia tahu. Bahwa member SHINee selalu mencintai fans mereka. Dan , sekarang disinilah ia bersama ketiga sahabatnya berdiri untuk mengingatkan kelima pujaan hatinya untuk sekedar beristirahat sejenak dari kesibukan mereka. Yah, jika SHINee mencintai fans-nya maka mereka –Hyuna dan kekasih member SHINee lainnya mencintai kelimanya bukan sebagai member SHINee. Hanya sebagai Key, Minho, Jonghyun, Taemin dan Onew dalam arti sebenarnya.

Fin~

 

Note : ah… sumpah langsung pengen nangis pas liat video mereka yang di hongkong itu. Kentara sekali kalau mereka berlima itu terlalu memaksakan diri. Tapi, itulah bukti cinta mereka buat fans. Ah, SHINee kalian selalu bikin aku terharu. Saranghe~ SHINee!!!!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Heavy Rain

  1. saya juga gk tega liat video mereka itu, tapi mungkin itu yg disebut profesional-nya Shinee.

    video itu udah lumayan lama loh Vie, baru ada ide bikin ff-nya srkarang atau gmna nih..🙂

    memang kisah 2kim selalu saya suka..😉

    Lupa, Selamat ya Onew atas kelahiran aegy Minji..😛

    1. FF ini sebenernya idenya dr pertama liat tuh video.. Cuma biasa, skrg waktunya susah. Jadi br di edit abis lebaran kmrn.hehe
      trims eonni.. Udah suka sama 2kim… Ditunggu kisah tukim lainnya ya. ^-^

  2. Sbnrnya gag tega juga sich lht mrka tetep tmpil di tengah hujan gitu. Tp aku lht mrka sprti menikmatinya. Bhkan d’awal lagu aku dnger swra ketawa onew/jjong. Shinee memang JJANG!!! Tetep profesional mski lg hujan badai. Ceritanya keren🙂 (mski agk gag trma onew udh pny aegy😉 )

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s