Pirang

Pirang

Tittle : Pirang

Author : ViKeykyulov

Maincast : 2Kim.

Support cast : orang-orang yang terlibat dalam cerita

Genre : Humor absurd, romance.

Rate : G.

Length : Oneshot

Summary :  “Tunggu… Hyuna tiba-tiba benci melihatmu berambut pirang.”

“Jangan-jangan, Hyuna hamil”

2kim Story : Pirang

Seorang yeoja muda berjalan menyebrangi jalan raya dengan wajah cemberut. Tas selempang berwarna coklat kulit itu berayun selaras dengan tiap jejak kaki ramping yang menapaki langkah demi langkah menyusuri jalanan padat kawasan Seoul city. Sesekali tubuhnya ia miringkan berusaha menghindari beberapa pejalan kaki lainnya. Malam kota Seoul memang terlihat cerah, gemerlap lampu gedung memeriahkan suasana. Tatanan kota yang luar biasa teratur, begitu terlihat menyenangkan. Berbanding terbalik dengan suasana hati yeoja muda kita ini.

Aish… menyebalkan. Awas saja kalau aku bertemu mereka lagi.” Geramnya dengan kesal. Menghentakkan kaki melepas emosi.

“Aku benci rambut pirang!” cerocosnya kembali. Mempercepat langkahnya dua kali lipat.

.

.

.

“Brak!!” Dengan kesal, Hyuna menghempaskan daun pintu sekuat tenaga. Membuat pria yang tengah bersantai di atas sofa melonjak dengan kaget.

“Taemin…!!  pelan-pelan menutup pintu.” Taemin dijadikan sasaran oleh Key yang masih sibuk di dapur.

“Bukan aku hyung… tapi Hyuna noona. Huh! Mengerikan.” Balas Taemin berteriak, namun langsung pelan di ujung kalimat. Berdiri menyambut Hyuna di pintu depan apartement milik Kim family ini.

“Pirang… aish!!” Tanpa sebab pasti, Hyuna mengerang sendiri saat melihat Taemin menyambutnya. Menatap maknae SHINee itu dengan mata berkilat.

“Jangan mendekat Taemin!!” Larang Hyuna saat Taemin justru mendekatinya dengan bingung.

“Noona itu kenapa sih? Aneh.” Gerutu Taemin tak terima. Mundur tiga langkah dengan takut, mengantisipasi hal terburuk yang akan ia terima dari istri hyung ketiganya. Yah, bertahun-tahun mengenalnya tetap membuat Taemin tak pernah bisa menebak apa yang akan noona galaknya –menurutnya- lakukan.

“Eh… kau sudah pulang Na~ya?” Sambut Key begitu dia keluar dari dapur membawa minuman hangat dalam teko berukuran sedang yang dibuat dari daun teh hijau alami dan lima gelas ditangan kanan. Dan lagi-lagi Hyuna menyipitkan mata saat menangkap warna rambut Key dipenglihatannya.

“Kenapa harus pirang lagi sih!! Menyebalkan!!” Desah Hyuna persis orang frustasi. Lalu meninggalkan Key dan Taemin tanpa ucapan apapun lagi. Kerutan muncul di didahi dua namja tampan asuhan Lee Sooman itu. Berpandangan dengan bingung. Lalu mengangkat bahu tanda tak mengerti.

“Kau apakan dia Tae?” Selidik Key dengan curiga. Langsung  menuduh maknaenya melakukan sesuatu yang membuat istri tercintanya uring-uringan begitu.

“Aku tidak melakukan apa-apa. Datang-datang sudah marah-marah begitu, lagi PMS mungkin.” Sahut Taemin sekenanya. Kembali duduk di sofa melanjutkan game-nya.

“Baiklah… panggil hyungdeul kesini. Ini minumannya, hyung mau lihat noonamu dulu. Ka…” Usir Key dengan dagunya. Menyuruh Taemin pergi.

“Ah… tidak usah, biar aku bawa saja ke dorm. Hyung selesaikan saja urusannya dengan noona. Yang ini biar aku yang tangani. Ok!!” Menolak perintah hyungnya, justru mengambil penampan dari tangan Key, Taemin langsung beranjak tanpa menunggu tanggapan dari hyungnya itu. Lebih baik menghindar dari pada terseret arus peperangan dua evil ini. Pikir Taemin mencari aman.

“Taemin~ah… “ Panggilan Key tak mendapat sahutan. Firasat Key mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi. “Ya!! Lee Taemin!” lagi, tak dihiraukan. Membuat namja penyuka warna pink itu meneguk ludahnya dengan gugup.

“Perasaanku tidak enak…” Desah Key. Lalu melangkahkan kaki kekamar. Menyusuri ruang tengah, kemudian  membuka daun pintu berwarna hijau muda berbahan kayu sedikit ragu.

“Na~ya!!” Dilihatnya sang istri sedang duduk termenung di atas pembaringan. Tasnya tergeletak begitu saja disamping kanan tubuhnya. Sepatu putihnya baru terlepas sebelahnya. Key tahu, Hyuna pasti dalam kondisi tidak baik-baik saja. Dan sangat tidak menyenangkan berada di sekitar yeoja itu saat suasana hatinya memburuk. Menghabiskan hampir seluruh hidupnya bersama Hyuna, membuatnya hafal diluar kepala dengan tabiat wanitanya.

“Gwenchana??” Tanya Key begitu ia sudah duduk disamping Hyuna –setelah menyingkirkan tas coklat miliknya. Sebelah tangannya terulur,  meremas bahu wanita berambut coklat panjang yang dikuncir kuda itu. Berniat merilekskan otot-otot kaku yang menegang.

“Hm…” Disambut dengan gumaman. Hyuna masih dalam posisinya, tak berniat berbalik menatap sang namja. Bola mata coklat milik Key berputar, heran. Tak biasanya wanita yang sudah menemani sepanjang hidupnya ini mengacuhkan dirinya. Sejak dulu, selelah apapun Hyuna dia pasti akan menyambut panggilan Key meski terkadang dengan wajah cemberut ak ikhlas.

“Ada apa denganmu Kim Hyuna?” Dengan perlahan, diputarnya tubuh sang istri. Hingga keduanya sudah berhadapan. Sedikit heran melihat Hyuna memejamkan mata dengan enggan. Bola mata coklat favorit Key itu terhalang dari pandangan.

“Weagure?” Kali ini dengan nada mendesak.

“Tutupi kepalamu dengan sesuatu.” Pinta Hyuna masih memejamkan mata.

“Hah!” Kebingungan tergambar jelas dalam ekspresinya. Key mencoba meraih wajah Hyuna, kedua tangannya menangkup pipi chubby yang memerah milik si yeoja.

“Sudah turuti saja apa susahnya.” Decak Hyuna semakin kesal. Tangannya bergerak menarik selapis kain yang berada di samping ranjang yang ternyata adalah handuk kecil milik Key.

“Ini… tutupi kepalamu. Palliwa!” Desaknya lagi, menyorongkan handuk putih ditangannya ke kepala Key masih tanpa membuka mata.

“Sebenarnya ada apa sih?” Dengan berat hati, Key mengikuti permintaan Hyuna. Melilitkan handuk putih kecil itu di kepala. “Sudah!”

“Nah… kalau begini kan aku tidak sakit mata melihatnya.” Akhirnya Hyuna membuka kedua matanya, tersenyum tipis melihat Key mau menuruti permintaanya.

“Dan apa penjelasanmu sekarang, kenapa rambut kebanggaanku harus ditutupi handuk tak penting ini.” Melipat tangan di dada, Key memasang wajah serius saat mengintrogasi istrinya itu.

“Tak ada penjelasan. Mulai sekarang, saat dirumah ataupun saat bersamaku. Aku tidak mau melihat rambut pirangmu itu.” Tegas Hyuna dengan ekspresi tak mau dibantah. “Tak ada protes, atau silahkan tidur di dorm saja.” Lanjutan ucapan Hyuna membungkam protes yang siap dilayangkan oleh rapper SHINee itu.

“Ok! nae nampyeon… aku mau mandi dulu ya. Bye.” Hyuna beranjak dari duduknya dengan senyum kemenangan. Kemudian menunduk dan…

“Chup~”

Sebuah kecupan hangat mendarat di pipi Key.

“Itu hadiah karena suamiku ini mau mengabulkan permintaanku.” Hyuna menatap wajah merona Key dengan senyum manis kemudian melenggang pergi ke kamar mandi.

“Hah… apa yang terjadi barusan!” Key mengusap pipinya yang masih terasa hangat. “Tak boleh berambut pirang, Kim Hyuna neo Jinja!” Erang Key seraya menarik handuk di kepalanya. “Apa yang harus kulakukan, ini kan tuntunan stylish.”

.

.

.

“Hyung… sedang apa sih?”

Sore itu, dorm SHINee terlihat lengang. Hanya ada Key dan maknae yang tengah berkutat di ruang tengah. Duduk bersantai menunggu jadwal manggung di salah satu stasiun TV swasta nanti malam. Taemin terlihat asyik dengan tabletnya, sedang sang kakak justru sibuk dengan kaca mini yang di pegangi sedari tadi.

“Menurutmu… aku tampan apa tidak dengan rambut pirang begini ?” Tiba-tiba Key menanyakan sesuatu yang absurd. Tangannya bergerak mengusap, kemudian menata rambut pirangnya lalu diacak kembali.

“Hah?” Respon Taemin melongo. Terpaku melihat polah hyungnya.

“Ya! Maknae… aku bertanya padamu.” Decak Key, kesal dengan respon maknaenya. Menghentikan gerakan tangannya. Lalu menatap Taemin sedikit tajam. Tatapan khas seorang almighty Key.

“Habis… pertanyaan hyung aneh. Tampan itu relative, tergantung pada siapa hyung bertanya. Kalau hyung tanya padaku, tentu saja aku jawab tidak. Karena menurutku, member SHINee yang paling itu adalah aku sendiri, hyungdeul masih kalah setingkat dariku.” Jawab Taemin dengan tingkat ke-pede-an kelewat dosis.

“Lain halnya kalau hyung bertanya pada Hyuna noona. Mungkin saja dia akan menjawab kalau hyung tampan atau bisa juga malah menurut noona, Hyung itu tidak ada tampan-tampannya sama sekali.” Taemin melanjutkan ucapannya tanpa merasa bersalah sedikitpun. Bahkan matanya kembali mengarah pada layar tablet tanpa menyadari raut wajah Hyungnya yang sudah berubah seketika.

“Apa benar Hyuna berpikir aku itu tidak tampan. Pantas saja dia tidak suka melihatku dengan rambut pirang ini.” Gumam Key sembari merenung.

“Eh… apa hyung?” Sahut Taemin, menelengkan kepalanya begitu mendengar gumaman samar Key.

“Tidak… tidak!” Namja yang dua tahun lebih tua dari maknae itu memalingkan wajahnya. Alisnya berkerut, pertanda ia tengah serius. Tiba-tiba bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis.

“Tae… nanti pulang dari jadwal, antar aku beli cat rambut ya.” Beralih mendekat, tepat di samping Taemin duduk. Sepertinya dia sudah menemukan solusinya.

“Cat rambut. Untuk apa hyung?” Taemin kembali menoleh, kali ini wajahnya terlihat penasaran. Menatap Key dengan tatapan menyelidik. aneh, pikirnya.

“Tentu saja untuk mengecat rambut Taemin sayang.” Key menjawab sedikit gemas, mengambil majalah dari kolong meja dan membukanya.

“Iya tahu, maksudku… untuk apa hyung beli cat rambut. Memangnya hyung mau mengecat rambut sendiri.” Jeda sejenak. “Kan noona stylish melarang hyung bereksperimen lagi. Terakhir hyung mengecat rambut kayak pelangi tiga tahun lalu, jadinya rambut hyung rusak dan harus dibotak sebagian waktu comeback Lucifer.”

“Tapi masalahnya Tae, kali ini eksprimenku berkaitan dengan nasib rumah tanggaku.” Key memiringkan majalah yang menutupi wajahnya agar bisa bertatapan dengan Taemin. ‘bisa-bisa langsung talak tiga kalau aku masih berambut pirang di hadapan Hyuna’ batin Key. Kembali meluruskan majalah di tangannya dan membaca salah satu judul artikel yang menurutnya cukup menarik. Lima puluh trik menyenenangkan hati pasangan.

“Ah… aku makin bingung.” Dance machine SHINee yang tahun ini genap berusia 20 tahun itu menggaruk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal.

@@@

“Tae… hyungmu kenapa?” Jonghyun melirik Key yang tengah sibuk mengecat rambutnya menjadi coklat tua. Tangannya mencolek Taemin yang duduk di sampingnya.

“Biarkan saja hyung.” Sahut Taemin lemah, masih memejamkan matanya menahan kantuk. Terang saja, jam sudah menunjukkan pukul 23.30 dan mereka –member SHINee baru pulang dari acara.

“Tapi… tumben sekali. Apa perusahaan menyuruhnya mengganti style rambut lagi. Dan kenapa di cat sendiri.” Kejar Jonghyun lagi.

“Ish… Jonghyun hyung cerewet. Tanya saja sendiri sana. Aku ngantuk.” Gerutu Taemin mangkel.

Pletak!

“Kim Jonghyun!!” Sentak Taemin sudah benar-benar emosi. Tadi mengganggunya dengan pertanyaan, sekarang malah menjitak kepalanya.

“Lagian kau ini, tidak sopan.” Jonghyun hanya tertawa garing melihat maknaenya cemberut dan memilih bangkit. “Mengatai hyung sendiri cerewet.” Tambahnya.

“Aku mau tidur di kamar saja. Semuanya, Taemin duluan ya.” Dengan menutup mulut yang menguap ngantuk, Taemin berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Key, Jonghyun juga Minho yang baru kembali dari dapur.

“Eh… Minho. Itu Key kenapa?” Kali ini sasaran ke-kepoan Jonghyun adalah Minho yang baru meletakkan cangkir di atas meja.

“Molla… kenapa tidak Tanya saja.” Jawab Minho datar.

“Coba kau Tanya, aku malas. Sepertinya dia sedang serius.” Jonghyun masih mengamati Key, sudah separuh rambutnya berganti warna.

“Kibum, tidak pulang?” Minho sedikit mengeraskan suaranya saat bertanya pada Key yang duduk di kursi makan.

“Sebentar lagi, ini nanggung.” Sahut Key tanpa menghentikan gerakannya. Mengusapkan alat pengecat rambut di kepalanya.

“Tumben… kenapa malam-malam begini masih sibuk. Memangnya kau ada jadwal pagi buta.” Lagi, Minho bertanya. Di sebelahnya Jonghyun mengangguk-angguk setuju.

“Tidak sih… justru besok hanya ada jadwal siang bersama kalian. Oh, aku belum cerita ya. Mulai sekarang, aku harus mengganti rambut pirangku ini. Hyuna benci melihatku berambut pirang.” Jelas Key.

“Tunggu… Hyuna tiba-tiba benci melihatmu berambut pirang.” Sambar Jonghyun cepat, menatap Key dengan kerlingan menggoda.

“Jangan-jangan, Hyuna hamil.” Lanjutnya dengan suara pelan.

“HAH!!” Pekik Key dan Minho bersama.

“Ha-hamil.” Kali ini Key menghentikan gerakannya. Membalas tatapan Jonghyun kaget.

“Kau yakin hyung. Apa alasannya?” di sebelah Jonghyun, Minho menatap hyungnya dengan serius.

“Bisa saja, aku pernah mendengar kalau wanita hamil terkadang berubah aneh. Misalnya, tiba-tiba benci mencium parfum suaminya. Aku curiga Hyuna, istrimu itu ngidam. Pikirkan saja, rambut pirangmu itu sudah cukup lama kan. Tapi, kenapa baru sekarang Hyuna protes.” Urai Jonghyun meyakinkan. Tersenyum puas di akhir kalimatnya.

“Masuk akal juga sih. Ah sial, kalau Hyuna benar-benar hamil aku kalah start lagi darimu Ki.” Desah Minho. “Aku harus menikahi Hyein secepatnya. Jangan sampai anakmu sudah besar, anakku baru lahir.” Dasar Minho, jiwa kompetitifnya selalu saja muncul bahkan untuk hal-hal tak terduga seperti ini.

“Hei… jangan mendahuluiku Minho. Yang tua biarkan menikah dulu.” Jonghyun melontarkan sanggahan. Akhirnya lead vocal dan lead rapper SHINee itu berdebat sendiri.

Suara perdebatan kedua rekannya sama sekali tidak masuk dalam otak Key. Namja itu masih termenung, sedikit shock mendengar penuturan hyungnya. Tiba-tiba hatinya menghangat. ‘Hyuna hamil lagi, aku akan jadi ayah’ dan seketika senyumnya semakin lebar.

.

.

.

Dengan tergesa, Key membuka pintu kamar. Tak sabar rasanya ingin melihat wajah Hyuna.

“Na~ya…” Key memanggil nama Hyuna girang. Tersenyum lebar begitu melihat wanitanya itu tengah duduk di sofa yang terletak tak jauh dari jendela kamar dengan laptop menyala di hadapannya.

“Hmm… kau sudah pulang Key.” Wanita berambut coklat itu menoleh. Meletakkan kacamatanya di atas meja.

“Na~ya… apa benar kau hamil?” Tembak Key langsung.

“APA!” Mata hyuna membulat terkejut. Apa-apaan dia, baru datang langsung menodong pertanyaan aneh begitu.

“Siapa yang bilang?”

“Jonghyun hyung. Kata dia jangan-jangan kau hamil. Aku senang sekali Na~ya.” Tanpa aba-aba, Key memeluk tubuh Hyuna. Menghirup aroma tubuh Hyuna, wangi lavender yang sangat ia sukai. “Aku rela mengganti warna rambutku setiap hari, dan apapun yang kau minta pasti kuturuti.”

Hyuna terdiam, bingung harus berkata apa. Ingin menyanggah ucapan sang suami, tapi dia tidak tega memupus harapan Key yang sudah terlanjur melambung. Terlebih, kenyataan mereka pernah gagal mendapatkan keturunan beberapa waktu lalu.

“Key… dengarkan.” Bisik Hyuna, membalas pelukan Key. Jemarinya bergerak mengusap garis punggung tegap suaminya.

“Aku tidak yakin sedang hamil, karena belum ada tanda-tanda kehamilan. Dan selama ini menstruasiku lancar.” Mendengar ucapan Hyuna, Key langsung melepaskan pelukannya. Tapi jarak diantara mereka masih kurang dari 10 centi meter. Key bisa merasakan hembusan nafas Hyuna yang hangat menerpa pipinya.

“Dan so’al kenapa aku tidak suka melihatmu dengan pirang, kurasa bukan karena ngidam ataupun perubahan hormone. Ini semua karena oppadeul suju. Kau ingat, kemarin aku pergi mengunjungi mereka pemotretan.”

 

.

.

Flash back~

Hyuna berjalan dengan langkah riang. Tangan kanan yang membawa papper bag berayun mengikuti gerakan kakinya. Kemudian ia membuka pintu ruangan besar yang berada di salah satu studio foto di kawasan Gangnam.

“Hai oppa!!” Tangan kiri Hyuna melambai, begitu melihat Donghae tengah duduk di salah satu kursi. Sepertinya pangeran mokpo itu tengah menunggu giliran pemotretan.

“Hyuna… kau sudah datang.” Donghae berdiri, menyambut Hyuna dengan senyum lebar.

“Ini pesanan oppa.” Tangan kanan yeoja bermarga Kim itu terulur, menyerahkan papper bag-nya pada Donghae.

“Aih… apa ini.” Tiba-tiba Eunhyuk menyambar papper bag itu sebelum Donghae berhasil menerima. Tanpa permisi, pria berjulukan anchovy itu membuka bungkusan didalamnya. “Bibimbap!!” Girangnya. Mencomot satu dan langsung ia masukkan kedalam mulutnya. “Jinja mashitta!!”

“Ish… Lee Hyukjae! Kau tidak sopan.” Hyuna merampas lagi bungkusan bimbimbap dari tangan Eunhyek. “setidaknya ijin dulu oppa.”

“Mianhe Na~ya… aku kelaparan. Donghae~ya… kau menyuruh Hyuna datang tanpa bilang-bilang. Tahu begitu aku bisa menitip makanan juga padanya.” Kali ini gerutuannya di tujukan pada Donghae.

“Tolong ya… Kim Hyuna bukan jasa antar makanan.”

“MAKANAN!!!” Shindong yang baru selesai pemotretan gantian merebut makanan berbahan dasar beras itu dari Hyuna.

“Kau penyelamatku Hyuna. Ah… Jinja!!” Shindong berbicara dengan mulut penuh. Terlihat sekali kalau mereka –terutama pria tambun yang sekarang terlihat sedikit langsing memang itu tengah berada dalam kelaparan stadium menengah.

“Shindong oppa! Telan dulu makanannya. Oppa benar-benar. Memangnya manajer oppa jarang member kalian makan. Keterlaluan!” Dumel Hyuna. Memilih duduk disamping Donghae yang sedari tadi hanya tersenyum geli melihat tingkah absurd teman-teman. terkadang Hyuna heran sendiri, Super Junior itu kan boyband caliber dunia. Tapi entah kenapa tingkah mereka masih saja seperti dulu. Setidaknya jaga image sedikit bisa kan?.

“Sudahlah… mau terkenal atau tidak mereka ya tetap seperti itu.” Donghae menyabarkan, seperti bisa membaca pikiran yeoja yang sudah dianggap adik olehnya itu. “bersyukurlah karena oppadeulmu masih sama seperti yang kau kenal 5 tahun yang lalu.” Lanjutnya dengan bijak, menepuk puncak kepala Hyuna yang masih mencebikkan bibirnya begitu melihat Shindong, Eunhyuk, Sungmin dan Kang-in berebut bimbimbap yang dibawanya.

“PD-nim… Gawat! Model yeojanya tidak bisa datang.” Tiba-tiba salah seorang staff pemotretan memasuki ruangan dengan tergesa. Menyita seluruh perhatian orang yang berada di dalam ruangan termasuk Hyuna dan member SUJU.

“Memangnya apa yang terjadi.” Sahut pria paruh baya yang dipanggil PD-nim itu.

“Hwang Seorin~sii mengalami kecelakaan saat perjalan kemari.” Panic pria si pembawa beritatadi. “Bagaimana ini… padahal kita harus menyelesaikan pemotretan ini. Sangat sulit untuk mengatur jadwal Super Junior lagi nantinya.”

“Tunggu sebentar!” Sang PD-nim menunduk, memejamkan matanya berusaha mencari jalan keluar. Tak lama kemudian, ia membuka matanya. Pandangannya menyapu sekitar, seperti sedang mencari ide. Lalu, Hyuna merasa tatapan mata PD-nim jatuh padanya. Mengamati dirinya berlama-lama.

“Ah… aku ingat. Anda Kim Hyuna.” Tiba-tiba PD-nim berjalan mendekati Hyuna dengan wajah bersinar. Kontan saja Hyuna merasa akan ada sesuatu yang tidak menyenangkan melihat bagaimana cara PD-nim menatapnya.

“Tapi PD-nim, anda salah jika tebakan anda HyunA 4minute.” Hyuna membalas dengan gusar.

“Oh… tentu saja tidak. HyunA 4minute terlalu vulgar. Yang kubutuhkan adalah yeoja dengan kecantikan yang sederhana dan bersahaja. Dan kurasa itu kutemukan dalam dirimu Hyuna~ssi.”

Dan akhirnya apa yang Hyuna takutkan terjadi, kekeraskepalaannya tak cukup untuk bisa menolak permintaan PD-nim, member SUJU dan separuh kru yang memintanya menjadi model pengganti. Satu hal yang ia benci kemudian, kenyataan bahwa banyak yang memujinya cantik dan manis saat rambutnya dig anti warna menjadi pirang.

Rasanya, Hyuna ingin menyumpal mulut lancang Lee Hyukjae yang menggodanya habis-habisan. Terlebih saat pria anchovy itu membawa-bawa nama Key dan menjulukinya ‘blonde couple’. Yah, Hyuna sempat lupa bahwa suaminya itu juga berambut pirang untuk saat ini. Dan di mulai detik itu juga, Hyuna menyatakan perang terhadap siapapun yang berambut pirang termasuk Key.

 

Fin~

.

.

Epilog

 

“Hyuna… kenapa sarapannya tidak di habiskan.” Key yang pagi itu masih berambut coklat –sebentar lagi berganti pirang- sedikit heran melihat Hyuna tidak menyentuh sarapannya. Omelette dan sandwich-nya masih utuh, susunya hanya berkurang sedikit.

“Aku mual. Baunya tidak enak.” Tolak Hyuna. Wajahnya terlihat pucat.

“Uhm…” Tiba-tiba Hyuna menahan mulutnya dan bangkit, berlari menuju wastafel.

“Hyuna… gwenchana!” Dengan panic, pria itu memijat leher Hyuna yang sedang menunduk, sepertinya muntah.

“Hugh..” Hyuna menyeka mulutnya dengan air. Lalu menatap Key tak suka.

“Sepertinya aku jadi mual melihatmu memakai warna pink. Mulai sekarang, jangan memakai apapun yang berwarna pink di dekatku ataupun saat manggung.” Pinta Hyuna dengan tegas. Matanya menatap baju yang dikenakan Key saat ini. Kaos putih polos yang di tutup dengan kemeja kotak berwarna favoritnya, pink.

“Hah??” respon Key bingung. Masih terdiam melihat Hyuna yang kini melangkah menjauh dengan tertatih. “Kenapa begitu… seperti wanita hamil saja.” Gerutunya. “Eh… wanita hamil. Jangan-jangan… HYUNA…” Dengan langkah cepat Key menyusul Hyuna, menarik lengannya. Membuat Hyuna berpaling, dan kini posisinya sudah berhadapan.

“Nanti sore kita ke dokter. Aku sudah telat dua minggu.” Ucap Hyuna tiba-tiba.

“HAH!!!” itu lagi respon Key. Dan Hyuna hanya tersenyum tipis membalas ekspresi terkejut di wajah suaminya.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Pirang

  1. yeeey… emang bikin kangen baca kisah 2kim..

    sebenernya udah baca di wp-mu Vie, tp dibaca ulangpun malah makin suka, apalagi ngebayangin ekspresi Key dibagian akhir..🙂

    Btw, selamat deh Key, bentar lagi jadi ayah..😛

  2. Wakakakak…. Jadi Key botak sebelah di promosi album kedua gara2 rambutnya rusak tuh? LOL

    Ya ampun Jjong, apa hubungannya orang hamil sama rambut pirang? Wkakaka

    Lucu banget, aku suka :3

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s