Who is??? – Part 8

Who is??? Part 8

cover
Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

Imyeol: apa kau tidak penasaran kenapa aku bisa bertahan sampai sekarang bersamamu selain karena aku mencintaimu?

Minho: sebenarnya aku tahu cinta bukanlah alasanmu satu-satunya.

Imyeol: Mr.Shin.

Minho: nugu?

Imyeol: pengacaramu itu adalah pamanku.

Minho: ne??

Minho membulatkan matanya menandakan ia cukup terkejut dengan pernyataan imyeol.

Imyeol: hubunganku dengannya cukup dekat, ia sudah seperti ayahku sendiri, kemudian tanpa sengaja kami bertemu di depan rumahmu, saat itulah aku tahu ia pengacara keluargamu. Aku rasa kau cukup tahu kalau pengacaramu itu sedikit ember, aku hanya perlu sedikit mengoreknya dan ia menceritakan semuanya padaku.

Minho: semuanya?

Imyeol: ne, semuanya. Aku bahkan lebih dulu tahu darimu tentang perceraian orangtuamu.

Minho: maldo andwe…

Imyeol: dan… aku juga tahu tentang hyejin.

Minho: ne?

Minho benar-benar terkejut akan hal ini, ia tidak menyangka jika ternyata pengacaranya itu adalah paman kekasihnya sendiri, dan yang lebih parahnya kekasihnya itu tahu semuanya termasuk perihal hyejin.

Imyeol: orang tua hyejin meninggal karena kecelakaan saat hyejin masih berumur 4 tahun,oemmanya  sudah berteman dengan oemmamu semenja SMP. Saat kecelakaan itu hyejin ditinggalkan tanpa seorang kerabatpun yang ia miliki. Awalnya orang tuamu ingin mengantarnya ke panti asuhan, tapi kemudian kau meminta dia untuk tinggal denganmu karena kau tidak punya saudara. Sejak saat itu drama hidupmu kau mulai. Kalian benar-benar seperti saudara, bahkan tak banyak yang tahu tentang jati diri hyejin. Awalnya aku tidak peduli dengan semua itu, tapi kemudian aku tahu ada yang tak beres denganmu.

Minho: tak beres?

Imyeol: kau menyayanginya bukan sebagai adikmu.

Bagaikan bongkahan batu besar menimpa tubuhnya, minho tak bisa berkutik sedikitpun. Semuanya, semuanya telah di ketahui yeoja di depannya ini. minho berusaha bersikap sedater mungkin agar imyeol tak mengetahui yang sebenarnya ia rasakan.

Minho: lalu kenapa kau masih bertahan denganku jika kau sudah tahu tentang perasaanku?

Imyeol: aku percaya, mungkin sekarang kau masih ragu dengan perasaanmu, suatu saat nanti kau akan berpaling padaku.

Minho: lalu bagaimana dengan alasan yang lainnya? Alasan kenapa kau masih bertahan selain cinta…

Imyeol: pamanku bilang, appamu akan segera pension dan secara otomatis kaulah yang akan menjadi penerusnya. Jika kau berfikir karena harta, kau salah besar.

Minho: harta, tentu saja.

Imyeol: anyi… aku hanya ingin memilikimu seutuhnya karena kau adalah namja baik dan tidak akan menyakitiku seperti semua namja yang pernah ku kenal. Aku sudah lelah berpetualang dengan namja-namja yang hanya mengharapkan tubuhku, terlalu klasik dan membosankan.

Minho: tapi aku tidak akan menikah dalam waktu dekat.

Imyeol: kau akan menikah secepatnya, itu yang kudengar dari pamanku. Appamu sudah berniat untuk pension, dan dalam waktu dekat kau akan menggantikannya. Aku yakin kau cukup paham dengan aturan kepemilikan di perusahaan appamu, pemilik harus memiliki seorang istri. Akulah yang akan mendampingimu.

Minho: kenapa kau begitu yakin aku akan menerimamu?

Imyeol: karena kau sangat menyayangi hyejin dan tidak berharap hyejin mengetahui identitasnya. Aku akan menjaga semua rahasia ini, tapi sebagai bayarannya kau harus menikah denganku dan mengikuti permainanku.

*************************

Minho melajukan mobilnya cepat menuju kediaman onew, ia sedang terperangkap dalam ilusi yang ia ciptakan sendiri. Mulai terbesit dalam fikirannya betapa menyesalnya dia telah memanfaatkan  imyeol untuk menutupi perasaannya pada hyejin.

Onew: kenapa kau datang malam-malam? Ingin minum denganku?

Minho: imyeol sudah mengetahui semuanya.

Onew diam sejenak kemudian mempersilahkan minho masuk. Mereka duduk di sofa ruang tengah, dan diam cukup lama.

Onew: apa maksudmu?

Minho: imyeol sudah tahu aku tidak mencintainya.

Onew: lalu dia memaksamu untuk bersamanya?

Minho: ne…

Onew: memangnya ancaman seperti apa yang bisa memaksa seorang choi minho?

Minho: dia tahu hyejin bukan adik kandungku. Lebih parahnya lagi, ia mengetahui appa akan segera pension dan aku akan menggantikan appaku. Kau tahu? Peraturan perusahan mewajibkan seorang pemimpin adalah namja yang sudah menikah.

Onew: lalu kau akan menikah dengan imyeol?

Minho: aku tidak punya pilihan.

Onew: lalu bagaimana dengan hyejin?

Minho: molla…

Onew: apa kau sanggup menikah dengan yeoja yang bahkan tidak kau cintai?

Minho: itu jauh lebih baik dari pada aku harus melihat hyejin terluka. Aku tahu tabiat hyejin, dan aku yakin ia akan meninggalkanku jika ia mengetahui semuanya. Aku takut ia akan meninggalkanku, aku belum siap kehilangan hyejin.

Taemin pov

Aku tidak bisa tidur, otakku terlalu sibuk memikirkan hyejin. Aku merasa aku mulai meninggalkan kewarasanku. Aku tersenyum sendiri dan kemudian tertawa sendiri karena mengingat yeoja itu. aku yakin aku pasti sudah gila, jatuh cinta pada yeoja hanya dalam hitungan detik.

Saat aku sibuk mondar-mandir di kamarku, aku mendengar suara orang datang. Siapa yang bertamu malam-malam begini? Karena penasaran aku keluar dari kamarku dan melihat minho hyung sudah duduk di sofa ruang tengah bersama hyungku. Hal apa yang membuatnya datang sebegini larut?

Aku mencoba mendekat dan menguping pembicaraan mereka. Beruntung sudah malam dan suasana sedang hening, aku bisa mendengar semuanya dengan jelas.

Onew: apa maksudmu?

Minho: imyeol sudah tahu aku tidak mencintainya.

Onew: lalu dia memaksamu untuk bersamanya?

Minho: ne…

Onew: memangnya ancaman seperti apa yang bisa memaksa seorang choi minho?

Minho: dia tahu hyejin bukan adik kandungku. Lebih parahnya lagi, ia mengetahui appa akan segera pension dan aku akan menggantikan appaku. Kau tahu? Peraturan perusahan mewajibkan seorang pemimpin adalah namja yang sudah menikah.

Onew: lalu kau akan menikah dengan imyeol?

Minho: aku tidak punya pilihan.

Onew: lalu bagaimana dengan hyejin?

Minho: molla…

Onew: apa kau sanggup menikah dengan yeoja yang bahkan tidak kau cintai?

Minho: itu jauh lebih baik dari pada aku harus melihat hyejin terluka. Aku tahu tabiat hyejin, dan aku yakin ia akan meninggalkanku jika ia mengetahui semuanya. Aku takut ia akan meninggalkanku, aku belum siap kehilangan hyejin.

Onew: kau harus fikirkan semuanya dengan baik, apa gunanya kau hidup dengan orang yang sama sekali tak kau cintai, pada akhirnya kalian akan berakhir buruk.

Aku mencoba mencerna tiap percakapan yang mereka ucapkan, walau sedikit tidak masuk akal aku mengerti yang terjadi.  Ternyata minho hyung bukan saudara kandung hyejin, pantas saja mereka tidak mirip.

***********************

Hyejin pov

Aku duduk sendirian di balkon rumahku, sudah sangat larut tapi oppa belum pulang. Tumben sekali, apa dia pergi minum? Tapi biasanya ia akan mengabariku terlebih dahulu. Tak lama kemudian aku mendengar suara mobilnya memasuki garasi rumah. Aku  segera turun dan berniat menjahilinya. Aku berjalan menuju kontak lampu dan mematikan semua lampu. Saat pintu rumah terbuka, aku bisa lihat minho oppa berjalan masuk, saat aku akan menyalakan lampu tiba-tiba kudengar suara isakan tangis. Dia menangis, minho oppaku menangis. Seumur hidupku aku tidak pernah melihat oppaku menangis, seberat apapun masalah yang ia hadapi ia tidak akan menangis, paling ia akan tidur selama berhari-hari seperti orang hibernasi. Ia adalah namja sejati yang sangat menghindari untuk menangis.

Aku terdiam sejenak, mencoba berfikir hal apa yang seharusnya aku lakukan. tak lama kemudian minho oppa berjalan naik menuju kamarnya dan menutup pintu. Aku menyalakan lampu kembali dan menyusulnya ke kamarnya. Aku memandang kenop pintu kamar oppa cukup lama, mencoba menebak-nebak hal buruk apa yang bisa membuat oppaku menangis.

Cklek…

Aku berhasil membuka pintu kamarnya namun saat aku masuk minho oppa tidak ada di dalam, sepertinya ia sedang mandi seiring suara air shower yang terdengar cukup keras .

Aku menunggu cukup lama hingga ia keluar dari kamar mandi. Oppa sudah tidak menangis lagi, tapi matanya masih memerah. Pasti ia menangis selama ia mandi. Ia keluar dengan baju kaos dan celana pendek setelan tidurnya dengan rambutnya yang masih basah.

Minho: apa yang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau sudah tidur.

Aku mengacak lacinya dan menemukan hair dryer di sana.

Hyejin: kemarilah, aku akan mengeringkan rambutmu.

Minho oppa menurut, ia duduk di bawah sementara aku duduk di atas ranjang sibuk mengeringkan rambutnya. Hanya suara berisik benda ini memenuhi ruangan, tidak ada pembicaraan hangat seperti biasanya. Aku terlalu takut untuk bertanya, takut oppaku akan sedih lagi. bersikap seolah tak terjadi apapun adalah yang terbaik yang bisa kulakukan saat ini.

Hyejin: selesai…

Aku mematikan benda itu dan memasukkannya lagi ke dalam laci, aku duduk di sebelahnya dan merapikan rambut minho oppa yang sedikit berantakan.

Hyejin: aigo… oppaku ini keren sekali. Ck… seandainya kau bukan oppaku, aku pasti akan mati-matian mengejarmu.

Minho: benarkah???

Minho oppa menatapku sendu, aku benci tatapan itu karena aku tidak pernah bisa mengartikannya.

Greb…

Minho oppa memelukku, aku tahu ia sedang butuh pelukan hangat saat ini, seperti yang selalu ia lakukan padaku. aku mengelus rambut minho oppa, mencium aroma shamponya yang begitu maskulin.

Minho: seandainya kau bukan adikku, aku akan mati-matian menahanmu untuk tetap bersamaku.

Hyejin: oppa, apa yang terjadi?  Kenapa kau menangis?

Minho oppa sedikit terkejut, la melepaskan tubuhku darinya dan menatapku.

Minho: kau melihatku menangis?

Hyejin: ne, tadi awalnya aku ingin mengerjaimu seperti waktu itu, tapi saat aku akan menyalakan lampu, aku mendengarmu menangis.

Minho oppa menunduk.

Minho: sudah malam, kembalilah ke kamarmu, saatnya kau untuk tidur sekarang.

Ia beralih naik keranjangnya dan memunggungiku. Aku yang masih penasaran dengan alasannya naik ke atas ranjangnya dan berbaring menghadap minho oppa.

Hyejin: oppa… kenapa kau selalu tidak mau menjawab pertanyaanku?

Ia hanya menatapku kemudian seulas senyum terukir di wajahnya. Tangannya bergerak mengelus rambutku dan matanya menatapku dalam.

Minho: oppa tidak bisa cerita padamu, mian…

Hyejin: yasudah, terserah padamu. Oppa, jika kau merasa sedih atau kesepian, oppa harus beritahu aku, oppa harus mencariku. Meskipun oppa tidak akan memberitahu kenapa, aku akan tetap di sisimu, menemanimu karena aku tahu oppa hanya butuh itu.

Minho: arraseo…

Minho oppa menarikku dalam pelukannya, hangat, aku sangat suka saat oppa memelukku seperti ini.

****************

Hyejin pov

 Aku menggeliat pelan setelah mataku terasa silau karena cahaya matahari. Sepertinya sudah pagi, padahal aku masih sangat mengantuk dan masih ingin tidur. Ck…

aku mendapati minho oppa sedang duduk di sofa kamarnya dan memperhatikanku, kemudian ia tersenyum dan berlajan ke arahku. Ia menyerahkan sebuah sisir padaku.

minho: igo…

aku meraih sisir itu, aku punya kebiasaan yang sedikit aneh. Jika di pagi hari hal pertama yang orang-orang lakukan adalah mengecek ponsel atau mematikan alarm, maka aku akan menyisir rambutku terlebih dahulu, bahkan membiarkan alarmku berteriak sendirian dan lebih memilih menyisir rambutku.

Minho oppa tersenyum padaku,

Minho: apa kau tidak pernah bisa bangun pagi jika aku tidak membangunkanmu? Perempuan macam apa yang bangun lebih telat dari pada namja.

Hyejin: tapi kau kan oppaku…

Minho: tapi aku kan namja.

Hyejin: terserah oppa. Aku mau mandi dulu.

Aku beranjak bangun dan bergegas ke kamarku, saat aku baru saja keluar dari kamar minho oppa dengan wajah yang sedikit kusut aku bertemu mr.Shin di depan pintu kamar ini.

Hyejin: ahjussi…

Mr.shin: apa yang kau lakukan di kamar minho? Apa kau tidur dengannya?

Wajah lelaki tua itu sedikit terkejut,

Hyejin: waeyo? Aku sering tidur dengan oppaku,apa itu masalah? Kami bersaudara bukan?

Minho: cepatlah mandi, oppa sudah siapkan sarapan untukmu.

Aku mengangguk dan kemudian berlalu menuju kamarku untuk mandi. Ada apa lagi mr.shin ke rumah? Apa ada hal buruk? Sudahlah, lebih baik aku tidak mengetahui apapun dari pada nantinya aku stress dan frustasi.

Setelah mengeringkan rambutku, aku beranjak keluar menuju ruang makan melakukan rutinitas sarapanku.  Kemudian minho oppa datang dan ikut makan bersamaku, melihat ekspresinya sepertinya tak ada hal buruk.

Hyejin: apa terjadi sesuatu?

Minho: anyi. Ahjusi hanya mengingatkan tentang peringatan kematian keluarga kang.

Hyejin: kenapa kita harus memperingati kematian mereka setiap tahun? Apa mereka begitu penting.

Minho: tentu saja, keluarga kita berhutang budi pada mereka.

Hyejin: arraseo.

************************************

Seseorang memencet bel rumah, pagi-pagi weekend begini sudah ada yang bertamu. Aku dan minho oppa bahkan baru selesai sarapan, sesaat setelah salah satu pelayan rumah membukakan pintu terdengar suara riang taemin oppa menyapaku.

Taemin: hyejin…

Hyejin: oppa…

Minho: ada apa kalian pagi-pagi sudah datang ke sini?

Key: aku merindukan hyejin.

Key oppa tersenyum genit padaku.

Onew: aku, key dan taemin berencana pergi ke vila untuk pesta barbekyu malam ini. sekalian kita bisa liburan. Sudah lama sekali kita tidak liburan bukan?

Hyejin: jeongmal? Wuaahhh… pasti menyenangkan.

Minho: memangnya siapa yang mengajakmu?

Hyejin: aish… tidak di ajakpun aku akan tetap pergi.

Minho: kami semua namja, tidakkah aneh jika ada seorang yeoja diantara kumpulan namja?

Hyejin: tapi aku adik dari salah satu namja itu.

Minho: adik siapa?

Key: nae yeodongsaeng…

Key oppa mengacak pelan rambutku.

Onew: mwo? anyia… dia yeodongsaengku…

Taemin: tidak bisa, dia lebih mirip denganku!

Minho: kenapa kalian jadi memperebutkan hyejin. Apa kalian lupa? Namanya choi hyejin bukan kim hyejin ataupun lee hyejin.

Aku menghampiri minho oppa dan menarik kecil tepian bajunya seperti seorang anak kecil yang meminta permen pada oppanya.

Minho: arraseo… kau boleh ikut.

Hyejin: YEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!! Apa kita akan berenang? Apa sebaiknya aku bawa bikini?

Minho: YA! CHOI HYEJIN!

Hyejin: aku hanya bercanda, lagi pula aku tidak semudah itu mempertontonkan diriku oppa…

Aku bergegas naik ke lantai dua, tapi tiba-tiba langkahku terhenti teringan satu hal.

Hyejin: bagaimana dengan imyeol oenni? Apa dia tidak keberatan? Apa sebaiknya dia ikut? Kalian tahu sendiri dia sedikit posesif.

Onew: aku sudah mengatur semuanya, pagi tadi aku sudah menghubungi imyeol dan bilang jika ini adalah acara persahabatan para namja. siapapun tidak ada yang boleh mengganggu termasuk yeoja chingu. Sepertinya imyeol mengerti.

Hyejin: lalu aku namja juga?

Minho: setengah namja setengah yeoja.

Hyejin: cih… bukankah itu dirimu oppa?

Minho: sudah cepat sana ganti baju dan bereskan barang-barangmu!

Taemin pov

Pagi-pagi sekali onew hyung sudah membangunkanku dan menceritakan tentang rencana pikniknya.

Taemin: hyung, tidakkah piknin sedikit kekanak-kanakkan?

Onew: kalau kau tidak mau ikut tidak masalah, setidaknya aku bisa menggoda hyejin. Aku dengar ia dulu sempat tertarik padaku.

Taemin: aku ikut!

Aku bergegas ke kamar mandi tanpa peduli akan hyungku yang tertawa sampai menangis.

Sesampainya di rumah hyejin, aku melihatnya masih sibuk di dapur, dan terlihat baru selesai sarapan.  Menyaksikan hyejin dan minho hyung, sepertinya tidak masuk akal jika mereka tidak ada hubungan darah sedikitpun. Jika benar minho hyung memiliki perasaan cinta pada hyejin, pasti sangat berat baginya menjalani hari-harinya bersama imyeol noona. Aku salut dengan minho hyung, ia bisa menyimpan semuanya dengan sangat baik, hanya saja sekarang aku mulai ragu rahasia itu akan tetap terjaga.

Hyejin keluar dari kamarnya dengan setelan dres selutut berwarna ungu lembut dan sepatu kets pink yang sangat manis. Rambutnya yang sedikit ikal tergerai bebas terlihat begitu indah. Secara keseluruhan ia begitu cantik dan manis, pantas jika minho hyung jatuh hati padanya. aku saja hanya butuh waktu singkat untuk bisa menyukainya, bagaimana dengan minho hyung yang sudah hidup bertahun-tahun dengannya?

Hyejin masih sibuk dengan tasnya yang lumayan besar, dan dengan segera minho hyung mengambil tas itu dari tangannya, ia bahkan juga merapikan rambut hyejin yang sedikit berantakan karena ia berlari kecil menuruni anak tangga. Sebenarnya aku layak cemburu, tapi mengingat hyejin berfikir minho hyung benar-benar oppanya, aku tidak perlu khawatir.

Kami pergi menaiki mobil hyungku, onew dan key hyung duduk di depan, sedangkan aku, hyejin dan minho hyung duduk di belakang, hyejin terlihat senang duduk di antara aku dan minho hyung.

Hyejin: taemin oppa, apa kau pernah piknik sebelumnya?

Key: ini bukan piknik hyejin, tapi barbeque party.

Hyejin: what ever…

Taemin: aku tidak pernah piknik sebelumnya selama aku tinggal di California. Biasanya aku hanya pergi hang out bersama teman-temanku. Piknik hanya dilakukan oleh orangtua dan anak-anak kecil saja.

Hyejin: berarti kita semua anak kecil.

Taemin: tapi sebenarnya aku sangat ingin merasakan pengalaman piknik, hyung sering cerita kalian hampir tiap minggu menghabiskan waktu bersama.

Hyejin: eitttsss… hanya mereka, minus diriku. Kau tahu? Jika mereka sudah berkumpul maka mereka akan jadi abnormal.

Taemin: benarkah?

Hyejin: ia, apalagi oppaku ini. dia bahkan berenang tengah malam di musim salju saat mereka pergi ke daegu. Aku heran kenapa oppaku begitu idiot berenang di tengah musim dingin, hasilnya ia pulang dengan kondisi sekarat.

Taemin: hahahahahahahaha tak bisa kubayangkan minho hyung bisa sekonyol itu.

Minho: apa kau senang menghinaku aegi?

Taemin: aegi? Kenapa hyung selalu memanggilnya aegi?

Minho: wae? itu cocok dengannya.

Taemin: kalau begitu aku juga akan memanggil hyejin aegi.

Minho: tidak boleh! Hanya aku yang boleh memanggilnya seperti itu. aegi adalah hak patenku atas hyejin.

Taemin: apa semua orang punya panggilan khusus untukmu hyejin?

Hyejin: hampir semua orang terdekatku punya panggilan khusus untukku. Minho oppa memanggilku aegi, kai memanggilku genie, sunhwa memanggilku baby, onew oppa memanggilku bunny, dan key oppa memanggilku honey.

Taemin: kalau begitu aku harus mencari panggilan yang memiliki pronon yang sama.

Aku mengetuk-ngetuk daguku berfikir panggilan apa yang cocok untuk hyejin. Panggilan yang manis, dan juga terdengar sayang.

Taemin: aha… chagi…

Minho: MWO? CHAGI?

Hyejin: aku suka itu. high five.

Aku dan hyejin tos sementara minho hyung hanya berekspresi heran dan aneh. Apa ia cemburu padaku?

Taemin: hyung, kau dan hyejin sangat dekat, aku iri dengan kalian. Hyungku saja tidak pernah memperhatikanku seperti kau memperhatikan hyejin. Lalu apa kau tidak cemburu saat dulu hyejin pacaran dengan kai?

Hyejin: kau tahu? Dia adalah orang yang meminta kai menjadi pacarku.

Taemin: chincha?

Hyejin: memang sejak minho oppa punya yeojachinggu dan aku dengan kai, hubungan kami jadi renggang. Aku dan oppa sering bertengkar karena salah paham.

Minho: kita sedang liburan, kenapa harus membahas topic yang seperti itu?

hyejin: ya sudah, ganti topik.

onew: hyejin, bagaimana kuliahmu?

Hyejin: menyenangkan, mungkin karena aku masih baru. Oppa, kenapa kau sangat galak saat mengospekku?

Minho: dia galak padamu?

Taemin: Memangnya hyung tidak ikut mengospek hyejin?

Minho: tentu saja tidak, jurusan kami berbeda.

Onew: supaya para hoobaeku menghormatiku, jika aku bersikap terlalu baik, mereka tidak akan menghargaiku.

Hyejin: huaaa… daebak! Oppa is the best! Pantas saja semua orang selalu menyapamu.

Key: kau tahu hyejin? Sebenarnya bukan itu alasannya.

Hyejin: lalu?

Key: supaya para yeoja menganggapnya keren.

Hyejin: bukankah itu kau? Key oppa selalu sibuk tebar pesona dan jaga image di depan yeoja.

Key: tentu saja,aku kan namja keren.

Minho: tapi kau bahkan tidak bisa mendapatkan yeoja yang lebih baik dari pada hyejin yang masih ingusan.

Taemin: menurutku hyejin yang terbaik.

Semua orang terdiam dan menatapku aneh. Mungkin kata-kataku terlalu frontal.

*****************************

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Who is??? – Part 8

  1. Waaaaah.. Akhirnyaaa terungkap rahasianya. Tp ttp aja hyejin blm tau yg sebenernya. Padahal minho udah berusaha buat nutupin itu semua, tp mr.shin malah ngebocorin rahasia itu. Dan salut buat taemin yg msh ttp ngejaga rahasia itu pdhal dia mulai suka sm hyejin dan mungkin akan ada rasa cemburu kalo minho deket2 sm hyejin trs.
    Waaaah.. Pokoknya aku suka, dan penasaran sm kelanjutannya. Ditunggu banget ya author, thanks^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s