The Cruel Marriage – Part 6

Title : The Cruel Marriage

Author: Chinchi a.k.a Kim Sujin + ReeneReenePott

Cast:

  • Choi Minho
  • Jung Soojung
  • Choi Younghyeon (covered by Shanon William)
  • Bae Suzy

Minor cast:

  • Shim Syerin (OC)
  • Kim Heechul
  • Kim Soohyun
  • (Other still hidden in the story)

Genre: Romance, AU, sad, a little bit fantasy.

Rating: PG-16

Length: Sequel

Disclaimer: The story pure belonged to me, but all of the casts belong to themselves. Don’t be a plagiator or reblog my fanfic without permission–chinchi–

RESPONSE PLEASE and HAPPY READING!!

PART 6

Bayangan masa lalu itu bisa menghantuimu, sepanjang hidupmu… jika kau belum mau berlapang dada menerimanya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Author’s POV

“JUNG SOO JUNG!” teriak Minho, lalu mencengkeram lengan Krystal dan memutar tubuhnya kasar. Younghyeon ikut menghentikan langkahnya, berbalik dan mengerutkan kening menatap appa-nya.

Nuguseyo?” tanya Krystal dengan kening berkerut. Minho langsung menarik Krystal ke dalam pelukannya.

“Ini benar kau, kan? Jung Soo Jung, aku percaya kau memang belum meninggal,” gumam Minho berat. Krystal mendorong tubuh yang memeluknya kuat.

“YA! Wae geurae? Aku bukan Jung Soo Jung atau siapalah itu!” elak Krystal jengkel. “Kenapa sih seisi rumah ini mengatakan aku Soo Jung?” dumelnya kesal. Younghyeon hanya menatap appa-nya datar.

Dad, aku harus berangkat ke sekolah,” ujarnya dingin lalu menarik tangan Krystal. “Kkaja eonni,

“Tunggu dulu!” seru Minho keras, menahan tangan Krystal. “Kau Jung Soo Jung! Jangan berbohong!” raung Minho keras. Krystal terdiam.

“Kau mabuk, ya? Aku bukan Jung Soo Jung, namaku KRYSTAL YOON! Kau nampak seperti orang depresi, tuan,” sahut Krystal. Minho menatapnya lekat, lalu menggeleng keras.

“TIDAK! KAU SOO JUNG!”

“Tuan, saya tidak mengerti masa lalu anda seperti apa, tapi nama saya Krystal Yoon bukan Jung Soo Jung, aku kuliah di London dan sekarang sedang merintis bisnis. Dan seingatku aku tak pernah memiliki nama Jung Soo Jung sebagai namaku,” desis Krystal dingin. Minho hanya menatapnya, lalu memijit keningnya pelan.

“Ah, ya… haha.. benar juga. Soo Jung sudah mati. Ya, ah, mianhae Krystal-ssi,” sahut Minho linglung. Krystal menatapnya lekat sejenak, lalu menoleh menatap Younghyeon yang menarik tangannya.

Kkaja,” ajak Younghyeon. Krystal tersenyum dan mengangguk.

__

“Younghyeon-ah,” panggil Krystal pelan. Younghyeon menoleh menatapnya penasaran. Krystal menggigit bibirnya, ragu apakah harus mengungkapkan ini atau tidak. “Kau tahu, kenapa appa-mu memanggilku Jung Soo Jung?”

Kening Younghyeon berkerut, lalu menggeleng. “No, I don’t know. Dad tak pernah bercerita tentang orang itu,”

Krystal menatap anak yang dianggapnya keponakan itu lekat. ‘Jadi Minho tak pernah memberitahu gadis kecil ini siapa ibunya? Aneh,’ pikir Krystal sambil menatap jalan. “Lalu… kenapa sikapmu begitu dingin pada appa-mu?”

Tatapan Younghyeon seketika berubah, ia sungguh tidak suka bila ada orang yang menyinggung tentang itu. “Yah, dia menjengkelkan, sebenarnya,” ungkap Younghyeon, tak bisa mencegah mulutnya. “Aku sebagai anaknya, sudah menolak pertunangan Dad dengan nona Bae itu. Tapi ia tidak mendengarku. Aku lebih senang dia mencari Mommy daripada menikahi gadis busuk itu,” Younghyeon terdiam sejenak, lalu kembali bercerita, “Tapi siapa yang mau memercayai omongan anak umur 10 tahun, yang berkata kalau ibunya masih hidup?”

Krystal tercenung, lalu menatap Younghyeon hati-hati. “Tak apa, kalau kau bercerita seperti ini padaku?” tanya Krystal ragu. Ia masih berpikir untuk merebut hati anak ini terlebih dahulu, dan ia tak mau salah langkah.

“Huh, mendapat teman curhat lebih baik daripada mendapat teman berdebat, meskipun aku rada berat hati mengungkapkan ini padamu,” celetuk Younghyeon. Krystal tersenyum tipis.

“Kalau kau masih ragu, kenapa kau menceritakannya?” tanya Krystal. Younghyeon menghembuskan napasnya.

“Entah, aku tak tahu juga. Aku hanya merasa nyaman menceritakan ini kepadamu, eonni,”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Kau lihat, Suzy? Tatapannya benar-benar membuatku muak! Firasatku mengatakan bahwa wanita sialan ini bernama Jung Soo Jung, mereka berdua nampak sangat mirip!” seru Nyonya Choi yang hanya ditanggapi dengan tatapan datar dari Suzy. Ia juga berpendapat sama, tapi ia belum bisa memastikan itu.

“Tapi namanya Krystal, eomonim. Bukan Soo Jung,”

“Dia bisa saja mengganti namanya! Berpura-pura sebagai orang asing, lalu datang dan merebut anakku lagi. Aku tidak mau hal itu terjadi!”

Eomonim, kau tidak percaya padaku?” ujar Suzy serius. “Aku akan menjaga Minho untukmu. Tenang saja,” ujarnya.’Dan setelah itu, giliranku untuk meminta balasan dari keluargamu atas kejadian yang menimpa keluargaku,’

“Bukan begitu, Suzy-ah, tapi…”

Eomonim, Minho sudah berusaha keras melupakan Soo Jung. Dia pasti bisa, karena hanya ada aku di dalam hatinya, eomonim,” ujar Suzy tenang. ‘Kau hanya ketakutan ahjumma, takut kalau rahasiamu akan terbongkar,’. Nyonya Choi mendesah berat, lalu menatap Suzy sendu.

“Kau memang gadis yang baik, Suzy-ah. Aku tak salah memilihmu,” ujarnya lembut sambil tersenyum. Suzy membalasnya dengan senyum yang ia  buat kikuk, sementara hatinya hanya bisa tertawa terbahak mendengar penuturan itu.

Eomonim, kudengar sepupu jauh Minho juga akan pindah ke sini?” tanya Suzy tiba-tiba. Nyonya Choi hanya mengangguk.

“Ya, sepupu jauhnya. Dia anak yang baik, kau bisa berteman dengannya,” Suzy hanya tersenyum miring.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Krystal menyenderkan punggungnya di bantal ranjangnya sementara tangannya menahan ponsel di telinganya. “Ne, haraboeji?”

“Bagaimana keadaan di sana?”

“Aku mulai suka berakting di sini, haraboeji. Dan keponakanku yang bernama Younghyeon itu sangat manis. Hanya saja…”

“Ada apa dengannya?”

“Ia sedang cekcok dengan ayahnya,” Krystal terdiam ketika terdengar desahan dari seberang. “Haraboeji?”

“Kalau keadaannya begitu, kau bisa membawa Younghyeon keluar lebih cepat. Apa tunangan Minho suka mengganggumu?”

“Sejauh ini.. tidak,” ujar Krystal. “Tapi entah selanjutnya,”

“Mana Jessica?”

“Dia sedang keluar, haraboeji. Pergi ke Namsan bersama namjachingu-nya, membuatku iri saja,” sahut Krystal sedikit menggerutu. Terdengar suara tawa haraboeji-nya dari seberang.

“Kau merindukan Soo Hyun, hm?”

“Seharusnya tidak, harabeoji. Kemarin kami baru saja bertemu. Dia sudah ada di Korea, dan akan membantu perusahaan saudaranya,”

“Apa kalian masih sering pergi bersama?” tanya haraboeji-nya was-was. Krystal mengerutkan keningnya.

“Kalau aku punya waktu, pastinya iya. Tapi ternyata keadaan terbalik,” sahutnya lemah.

Haraboeji janji, setelah masalah ini selesai, kau tidak akan terlibat apapun lagi,” ungkap harabooeji-nya serius. Krystal tersenyum walau ia tahu haraboeji-nya tidak bisa melihatnya.

Ne, aku percaya haraboeji,”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Syerin memutar-mutar pensil di genggaman tangannya, sedang duduk di meja kerjanya dengan ponsel menempel di salah sebelah telinganya. “Sudah berapa hari kau tidak menghubungiku, Krystal Jung?”

Krystal yang menelpon dari seberang hanya bisa terkekeh kecil. “Mianhae, Syerin-ah. Aku sedang asik di sini, well, sekaligus membangun pribadi yang meyakinkan,”

“Ya, ya, bagaimana keadaanmu, nona?”

“Baik baik buruk. Kau?” kening Syerin berkerut mendengar jawaban Krystal.

“Aku jelas baik saja. Apa maksudmu dengan ‘buruk’?”

“Yeah, buruk. Buruk karena menemukan ada yang tidak beres dengan rumah itu,”

“Semua rumah tangga pasti menyimpan misterinya sendiri, Krys. Harusnya kau mulai terbiasa dengan itu,”

“Oh ya, Syerin-ah, apa Heechul tidak di dekatmu sekarang? Aku tidak mendengar suaranya yang cempreng berteriak-teriak dari tadi,”

“Aku akan membunuhnya jika berani masuk ke dalam rumahku tanpa seijinku,” ujar Syerin tajam, “Well, Krys, kembali ke masalah aktingmu. Apa ibu Minho mencegahmu melakukan ini-itu?”

“Tidak juga,” jawab Krystal enteng. “Ia nampak ketakutan. Tapi aku harus berhati-hati dengan Suzy, si tunangan Minho itu. Dan keponakanku sepertinya sedang cekcok dengan ayahnya, jadi aku bisa membuatnya keluar dari rumah itu secepat yang aku bisa,”

Syerin terdiam, ia memandang foto yang tergeletak di sudut mejanya. Sebuah foto yang berisi sejuta kenangan indah bersama keluarganya dahulu. Memandangnya tanpa henti, membuat pikirannya melayang kalau saja Krystal tidak segera menyadarkan dirinya.

“Rin-ah? Shim Syerin?” panggil Krystal agak keras. Syerin terkesiap, ia menerjapkan matanya dan menyadari bahwa ia sedang menggenggam ponsel.

“Ah, Kyrstal-ah, mianhae,”

“Apa kau lelah? Baiklah, aku tidak ingin kena marah Heechul bila pacarnya sakit. Bye, Rin-ah,” Syerin tersenyum kecil.

Bye, Krys,” klik. Syerin kembali menatap dinding dengan tatapan menerawang, memeluk dirinya sendiri, dengan pikiran yang terfokus dengan satu orang. Jung Krystal. Tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya, lalu tangannya bergerak membuka salah satu laci mejanya. Ia mengeluarkan agendanya, tapi sudut matanya menangkap sebuah kotak mungil berlapis beludru merah berbentuk hati. Bingung dan merasa tidak pernah menyimpan perhiasan di laci meja kerja, ia meraih kotak itu, dan membukanya.

Keningnya berkerut mendapati sebuah liontin berbentuk hati yang terbuat dari emas putih tergeletak di dalamnya. Ia membuka liontin itu, berusaha mengingat-ingat apakah ia pernah memiliki benda cantik seperti itu. tapi kedua matanya membulat sukses ketika jemarinya membuka liontin itu. sebuah foto dengan ukiran nama, terpampang jelas di dalam liontin itu.

“Jung… Soomin?”

…:::Flashback:::…

Syerin mengintip kerumunan orang-orang berbaju hitam itu dari balik pilar besar. Ia hanya memandang papan-papan bunga yang berjejer dengan datar itu, lalu kembali melihat ke arah pintu masuknya. Ia sedikit terlonjak ketika seseorang menepuk bahunya pelan.

Annyeonghasseyo, agashi,” Syerin membalikkan tubuhnya dan sedikit melangkah mundur melihat seorang pria dewasa berdiri di hadapannya. Pria itu tersenyum teduh, membuat Syerin bingung apakah ia harus membalas sapaan pria itu atau tidak. “Apa kau kerabat dekat mereka?” tanya pria itu sambil mengarahkan dagunya ke arah pintuk masuk ruang duka yang sedari tadi Syerin pandangi.

Ne,” jawab Syerin asal. Pria itu tersenyum, lalu menyerahkan sebuah kotak kecil berselimut beludru merah.

“Kami dari Rumah Sakit, ingin mengantarkan sesuatu yang diyakini milik korban. Ini ditemukan di tubuh sang gadis kecil,” kepala Syerin mendongak mendengar penjelansan pria itu.

“Ini milik Soomin…?”

Ne,”

…:::Flashback:::…

Syerin masih terdiam mengingat kenangan masa lalunya itu. Ia menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga, dan kembali meneliti liontin itu. Persis seperti milik Soomin saat terakhir kali ia melihat Soomin memakainya. Ia terdiam, lalu menyimpan kembali liontin itu ke kotaknya.

Tiba-tiba, ia menyambar sweater abu-abunya yang tergeletak di atas kursi dan mengambil kunci mobilnya. Semoga ini belum terlambat, batinnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Krystal melirik jam di ruang makan yang super luas itu. Ia terduduk di salah satu kursinya, tangan kirinya memainkan I-phone putih miliknya sementara tangannya yang lain bertopang dagu. Jessica sudah berangkat ke kantor, sementara ia masih mengambil cuti. Pada akhirnya ia memilih untuk menjatuhkan pandangannya ke atas meja makan marmer putih dihadapannya.

“Krystal-ssi,” panggil sebuah suara, Krystal hanya mengangkat wajahnya.

Ne?” Krystal mendengus ketika melihat sosok Suzy melangkah mendekatinya, lalu duduk di kursi di hadapannya. “Kau, Suzy-ssi,”

“Sudah tahu namaku? Wah, padahal kita belum berkenalan,” ujar Suzy sambil mengembangkan senyum dibuat-buatnya. Krystal hanya menatapnya tanpa senyum, lalu berusaha menyibukkan diri dengan memainkan I-phone yang sedang digenggamnya.

“Kau hanya tinggal di rumah ini? Apa pekerjaanmu?” tanya Krystal berbasa-basi. Suzy menaikkan alisnya, lalu tersenyum miring.

“Nampaknya kau tak suka dengan kehadiranku,” ujar Suzy sambil mengangkat bahu. “Atau kau tidak suka menumpang di sini?”

Mianhae kalau aku nampak seperti itu. Tapi kau tak berhak menghakimi orang seperti itu, Suzy-ssi,”

“Ah ye, gomawo sudah memperingatkanku. Oh ya, Krystal-ssi, apa kau tahu kenapa Nyonya Choi memanggilmu Soo Jung?” pancing Suzy. Krystal hanya menatap Suzy datar, merasa bahwa gadis ini berbahaya. Ya, berbahaya. Bukan tipikal wanita yang terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya, tapi wanita yang suka menyelidiki sesuatu secara teliti untuk kepentingannya.

Aniyo. Aku tidak tahu,” balas Krystal. Suzy menatap Krystal tepat ke manik matanya, seolah berusaha agar bola mata hitam Krystal mau angkat bicara. Tapi Krystal balas menatapnya dengan tenang, seakan membuat Suzy sulit mencari sinar kebohongan dari bola mata indah nan bening itu.

Jinchayo? Kau tidak tahu?” tanya Suzy, berusaha membuat nada dalam suaranya seakan terkejut.

Ne. Memang kenapa?”

“Jung Soo Jung itu, istri Choi Minho yang pergi meninggalkannya sepuluh tahun yang lalu,” ujar Suzy sedikit berbisik. Krystal merenyitkan keningnya. ‘Meninggalkan’? Krystal memasang ekspresi seolah terkejut.

“Choi Minho sudah pernah menikah?!” pekiknya tertahan. Suzy menatap wanita di hadapannya datar. Ia sudah menangkap sorot itu dari Krystal. Dalam hatinya ia menyeringai puas.

Ne, sayangnya dia adalah ibu yang buruk. Meninggalkan suami dan anaknya, selama sepuluh tahun dan tak pernah kembali. Jujur saja, aku membenci gadis itu,” ujar Suzy lancar. Wajah Krystal memucat, ia jelas terkejut dengan pendapat lain tentang Jung Soo Jung. Mulutnya membuka dan menutup tanpa suara, kalau ia membantah pernyataan itu, ia bisa dikira bahwa dia Jung Soo Jung, atau sekutunya.

“Lalu?”

“Karena Yonghyeon adalah darah daging Soo Jung, jelas sifatnya 11-12 seperti ibunya. Benar—benar mengesalkan,” Suzy menghirup napas sejenak, merasa lega melihat sorot ketidak terimaan dari mata Krystal begitu ia bercerita tentang Soo Jung versi karangannya. Atau, lebih tepatnya versi Minho yang sedikit ia permak disana-sini.

“Lalu, apa hubungannya denganku?” tanya Krystal setelah berhasil mengontrol emosinya kembali. Suzy memainkan jemarinya, lalu melirik Krystal.

“Wajahmu adalah jiplakan dari Jung Soo Jung, Krystal Yoon,” ujar Suzy. “Sayangnya Minho sudah membakar semua barang yang berkaitan dengan Soo Jung, foto, pakaian, pernak-pernik, semua hal yang pernah Soo Jung sentuh ia bakar,” jelas Suzy. “Seorang namja yang ditinggalkan istri yang dicintainya, bukankah itu sangat menyakitkan?”

Saat itu Krystal tak mampu berkata-kata. Memang benar, Minho harusnya melakukan semua itu dalam ketidak-tahuannya akan fakta yang membuat Soo Jung melakukan itu semua. “Tapi… Minho masih merawat Younghyeon,”

“Dia tak mungkin membuang darah dagingnya sendiri, kan?” balas Suzy agak keras, mulai kesal dengan kepura-puraan Krystal yang membuatnya naik darah.

“Kau benar. Aku jadi kasihan padanya,” balas Krystal prihatin. Suzy menaikkan sebelah alisnya, merasa aneh kenapa Krystal tak menanyakan kenapa Soo Jung melakukan itu semua.

Mereka berdua sama-sama terdiam, hingga sebuah dering telepon penyelamat suasana itu berasal dari I-phone milik Krystal. Ia menatap Suzy seolah meminta maaf dan beranjak pergi, lalu mengangkat teleponnya setelah ia memeriksa siapa penelponnya.

Ne? Waeyo?”

“…”

“Jangan panggil aku baby, babe, atau honey, itu menggelikan. Sudah kukatakan berapa kali pacarku yang terhormat?” senyum Krystal mengembang. Kim Soo Hyun selalu menjadi penyelamatnya. Bahkan hingga saat ini.

Namun Suzy hanya menatapnya seksama. Tiba-tiba ia menjadi paham, senyum licik terlukis di bibir indahnya. Ia pikir, sekarang ia sudah mendapat kesimpulan pertama dan beberapa data untuk penyelidikannya. Krystal Yoon memiliki wajah sama persis dengan Jung Soo Jung, lewat foto yang ditunjukkan Nyonya Choi beberapa bulan yang lalu, sorot ketidak terimaan dari mata Krystal saat ia menyatakan kebencian akan Soo Jung, dan, Krystal Yoon sudah memiliki seseorang yang ia cintai. Kesimpulan yang baru hinnggap di otaknya adalah, Krystal Yoon adalah Jung Soo Jung yang menyamar, dan ia kembali bukan karena Minho. Ada 2 target yang menjadi kandidatnya, Younghyeon atau Tiffany.

Tapi masih ada banyak pertanyaan bagi Suzy yang harus ia pecahkan. Dan itu semua hampir membuatnya lupa akan tujuan utamanya. Beberapa detik kemudian ia berpikir, bila Krystal memiliki tujuan untuk menghancurkan keluarga ini, apakah sebaiknya ia mengajak wanita itu untuk berkeja sama? Ayolah, sebuah pekerjaan akan lebih ringan jika ditanggung 2 orang daripada ditanggung oleh 1 orang.

Tapi, jika Krystal memiliki tujan yang bertentangan dengannya? Ah, Suzy pikir kemungkinannya kecil. Soo Jung tidak perlu capek-capek menyamar, Minho akan menerimanya meski ia butuh waktu. Dan Tiffany? Mungkin akan ada sedikit rintangan tapi, bukankah kekuatan cinta melebihi segalanya seperti yang ia baca di novel-novel picisan? Di balik topeng pasti ada yang disembunyikan, dan Suzy yakin kenyataan itu akan mengejutkan semua pihak.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Shim Syerin… ureon manieyo?” Tuan Jung menyambut Syerin dengan senyum lebarnya. Syerin ikut tersenyum, menyambut jabatan tangan Tuan Jung sebelum dipersilahkan duduk di sofa ruang keluarga yang sangat besar itu.

Annyeonghaseyo, Jung sajangnim,”

“Tumben kau kemari, apa yang membuatmu kesini, Nona?” Tuan Jung menautkan jemarinya, dagunya terangkat dan matanya menatap tajam Syerin.

“Ini… soal Soo Jung,” Syerin mulai angkat bicara, meski dirinya sendiri merasa agak tidak yakin harus memulai membicarakan masalah ini beberapa detik saat Tuan Jung mempersilahkannya duduk dengan ramah. Karena ia tak yakin Tuan Jung akan bersikap ramah padanya setelah ini. Kening Tuan Jung jelas berkerut mendengar penuturan Syerin yang sedikit bimbang.

“Ada apa dengannya?” tanya Tuan Jung, rahangnya mulai mengeras. Syerin meronggoh sesuatu dari sakunya, lalu meeletakkan sebuah kubus mungil di atas meja tamu yang terbuat dari marmer putih itu.

“Ini memang rumit, aku sendiri tak begitu yakin, tapi…” Syerin menimbang sejenak, memikirkan kata yang pas agar tidak menyulut adu mulut yang mungkin akan terjadi. “Soo Jung memang kehilangan ingatannya, tapi itu bisa kembali lagi,” ujarnya pelan, ragu apakah kalimat pembuka pembicaraan itu tepat sasaran.

“Dia menjadi gila dan kehilangan ingatannya, Nona Shim, kemungkinan untuk kembali itu sangat kecil,”

“Apa dia masih membawa benda itu?” potong Syerin tiba-tiba. Tuan Jung menatap Syerin heran.

“Apa maksudmu?”

Syerin menunjuk kubus yang beberapa saat lalu ia letakkan di atas meja, meraihnya dan membukanya di depan mata Tuan Jung, mengeluarkan isinya dan membiarkan Tuan Jung menyentuhnya. “Liontin Soomin. Aku baru ingat aku masih menyimpannya siang ini, jadi langsung kubawa ke sini,”

“Bagaimana kau—?”

“Apa Soo Jung masih membawa liontin miliknya? Itulah identitas dirinya yang sebenarnya,” balas Syerin tanpa memerdulikan kata-kata yang hendak dilontarkan Tuan Jung.

“Ne, kurasa iya. Dan dia tak akan pernah menemukannya,” balas Tuan Jung dingin. Kening Syerin berkerut.

“Apa maksud anda?”

“Karena, meskipun benda itu selalu ada padanya, benda itu tersimpan di dalam sebuah kotak yang tak akan pernah disentuh Soo Jung,”

“Dan kenapa anda tidak menceritakan yang sebenarnya pada Soo Jung?” ujar Syerin lepas kontrol. Rahang Tuan Jung mengeras.

“Kau itu bodoh atau tolol, Nona? Aku tak mungkin membuat cucuku kembali merasakan duka yang pernah ia rasakan dulu. Itu semua membuatnya gila, kau ingat?!” balas Tuan Jung sedikit menggertak. Syerin menggigit bibirnya.

“Tapi yang ia lakukan jelas salah. Ia tak akan tega berbuat seperti itu, apalagi ia sangat mencintai Minho!”

“Kalau ia tahu,” tukas Tuan Jung dingin. “Lebih baik kau pergi, tak usah membahas hal ini lagi, biar Soo Jung yang bertindak dan membalaskan apa yang selama ini ia rasakan,”

Kata-kata Tuan Jung membuat Syerin melongo.

“Dan sepanjang sejarah hidupku, Tuan, aku tak pernah melihat Tuan mengajari cucu sendiri untuk balas dendam. Aku bersumpah akan mengawasi dan melindungi Soo Jung, jadi mau-tak mau urusan ini menjadi urusanku, Tuan Jung,” ujar Syerin datar.

“Kau tak berhak mengatur hidup cucuku, Nona,”

“Ya, tapi aku bersumpah aku akan menjaganya. Dan aku yakin, Tuan, aku dan engkau memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat Soo Jung bahagia. Tapi ketahuilah, cara ini salah. Pikirkan baik-baik perkataanku Tuan, aku permisi dulu,” gumam Syerin lalu bangkit dan meninggalkan Tuan Jung yang mematung setelah siluet tubuh Syerin menghilang sepenuhnya.

__

“Soo Hyun-ah, kau tak perlu memaksakan diri untuk menemuiku setiap hari. Mulai besok aku akan aktif bekerja, dan kau selalu gila bekerja,” ujar Krystal sambil bersungut pelan, dia memang kurang suka dengan keadaannya sekarang. Kencan di mall.

“Kau tak pernah bersikap manja padaku, babe. Itu membuatku sedikit kesal,” ungkap Soo Hyun lalu menggenggam tangan Krystal. Krystal menoleh menatap Soo Hyun, lalu menyipitkan matanya kesal.

“Kita suda dewasa, kan,” sahut Krystal. Ia menatap tautan tangannya dengan Soo Hyun lalu beralih menatap wajah rupawan pria itu. “Kau akan pindah ke rumah sepupumu besok?”

Soo Hyun mengangguk mantap. “Kapan-kapan akan kukenalkan padanya. By the way, Krys, kau tinggal dimana?” tanya Soo Hyun penasaran. Krystal menelan ludah, berusaha mengalihkan pandangannya.

“Memang kenapa?”

Soo Hyun merenyit mendengar pernyataan Krystal. “Memang apa salahnya kalau aku tahu, Krys?”

Aaniya.. geunyang… sebenarnya aku menetap se—“

“Kim Soo Hyun!” pasangan itu menoleh kebelakang, dan keduanya sama-sama terhenyak menatap siapa si pemilik suara tersebut.

“Park Jiyeon…” desis Krystal tak suka. Ya, Jiyeon juga merupakan salah satu kenalannya, tepatnya teman satu kuliahnya ketika ia masih di Inggris. Dan, Jiyeon merupakan salah satu wanita yang gencar mendekati Soo Hyun, meski ia sudah memiliki tambatan hatinya.

“Lama tak jumpa, bagaimana kabarmu?” tanya Jiyeon ramah dengan senyum super manisnya. Meskipun pertanyaannya ditujukan untuk mereka berdua, tapi tatapannya menghujam pada Soo Hyun dan mau-tak mu itu membuat Soo Hyun risih.

“Jaga tatapanmu itu, Jiyeon-ssi,” sambar Krystal tak tahan. Jiyeon menoleh lalu menatap Krystal terkejut.

“Ah, aku tak menyadari kalau kau juga di sini, Krystal-ssi,” Krystal menggertakkan giginya, membuat Soo Hyun tertawa dalam hati. Hanya Jiyeon yang bisa membuat Krystal bersikap sebrutal itu, dan menurut Soo Hyun itu sangatlah manis.

__

Nde, aku minta semua data tentang dirinya. Terperinci dan jelas, sekarang juga, kutunggu sore ini,” Suzy mengetukkan kukunya yang di-manicure dengan pelan ke kaca jendela besar yang ada di hadapannya. Ruang keluarga saat itu sedang sepi, jadi ia bisa bebas melaksanakan rencana pertamanya. Tes sederhana saja. Tangan kirinya masih mencengkeram ponsel yang tertempel di telinganya, sementara otak encernya sibuk berputar.

“…”

“Tenang saja, kau akan mendapat imbalan yang pantas,” Suzy mendongakkan kepalanya, lalu menjatuhkan pandangan kosong ke keluar jendela.

“…”

“Tentu saja! Baiklah, namanya Krystal Yoon. Dan cari juga informasi tentang Jung Soo Jung. Semua berkas tentang kedua wanita ini berikan padaku. Arasseo?!”

“Kau menelpon siapa, Suzy-ah?” sebuah suara langsung membuat Suzy menurunkan ponselnya dan berbalik. Ternyata Nyonya Choi.

Eomonim,” gumamnya. Ia memasang senyum miring. “Aniya, ameutdo,”

“Kau meminta ‘berkas’? Berkas apa?” tanya Tiffany bingung. Suzy hanya mengulum senyum gugup.

“Aku hanya perlu mengecek sesuatu, eomonim,”

“Apa?”

“Hanya hal kecil,” jawab Suzy. Tiffany memandangnya sejenak, lalu mengibaskan tangannya. Ia kembali menatap Suzy dengan tatapan lembut.

“Sudahlah, lupakan saja. Hari ini ada makan malam bersama rekan bisnis Minho, kita harus ikut, sekaligus mengenalkanmu secara lebih dekat sebagai tunangan Minho,”

“Um,” jawab Suzy disertai anggukan. Ia mengedipkan matanya sekali lagi. “Malam ini?”

Ne. Geuromnyo,”

Tanpa mereka sadari, seseorang bersembunyi di balik tembok sambil memainkan rambut hitam curly-nya. Senyum meremehkan tergambar di paras cantik wanita itu, pendengarannya memang sangat ia andalkan dalam situasi ini. “Makan malam, ya? Tanpa Younghyeon? Berarti rumah ini sepi. Mungkin aku bisa memeriksa keberadaan Soo Jung di rumah ini,” gumam gadis itu sepelan mungkin. Tiba-tiba ia beranjak menjauhi area itu, agak ke ruang tamu. “Ngomong-ngomong, kenapa Jessica eonni belum datang, ya?”

__

“Jung Jessica, senang bekerja sama denganmu,” Jessica menjabat tangan seorang direktur perusahaan yang telah bersedia bekerja sama dengan perusahaannya. Jessica ikut tersenyum lebar.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami, Tuan Kim,”

“Ckckck, kau ini. Muda, cantik, pintar dan berbakat. Kau mau kupasangkan dengan putraku?” pria itu berkata lalu tertawa. Jessica ikut tertawa kecil, lalu menggeleng.

“Mianhae, sebenarnya saya sudah punya calon,” jawab Jessica dengan sedikit raut wajah bersalah. Pria itu membulatkan mulutnya lalu mengangguk.

“Wah, sayang ya. Padahal tipe wanita putraku seperti anda,” Jessica mengulum senyum tipis.

“Kalau boleh saya tahu, siapa nama putra anda?”

“Oh, namanya Kim Myungsoo. Kau mau berkenalan dengannya?”

“Ah, ani. Hanya bertanya saja. Aku sudah tak berani, Tuan Kim haha,” jawab Jessica sambil tersenyum lebar. Kim Myungsoo? Sepertinya ia pernah mendengar nama itu.

“Jadi kau benar-benar sudah memiliki kekasih? Siapa namanya?”

“Lee Donghae,” jawab Jessica singkat. “Oh ya, Tuan Kim, sekali lagi saya peringatkan, saya bukan direktur di perusahaan ini. Tuan Jung sudah menyerahkannya pada cucunya,”

“Ya, ya. Bisa rancangkan pertemuanku dengannya?”

“Tentu saja, Tuan Kim. Saya akan sangat bersedia,” jawab Jessica dengan senyuman manisnya.

__

Suzy menatap datar ke atas sebuah amplop coklat besar yang tergeletak di atas meja kamarnya dan ia yakini berisi data dua orang wanita yang akan menjadi kunci misteri wanita asing yang tiba-tiba datang dan menetap di rumah calon suaminya itu. Ia meraih amplop besar itu, menyobek ujungnya dan mengeluarkan isinya, yakni dua jilid-an data dengan ketebalan sedang, dan sebuah amplop lain yang ukurannya lebih kecil berwarna cokelat. Ia membiarkan amplop itu, dan memulai membaca data diri Soo Jung.

Matanya menjelajah liar di setiap halaman itu, bibirnya terkatup rapat. “Ia di culik oleh paman angkatnya dan membuangnya ke Daegu. Akhirnya ia masuk ke sebuah panti asuhan hingga ia menikah dengan putra keluarga konglomerat Choi, Choi Minho. Ia melahirkan seorang putri bernama Choi Younghyeon, yang besar di Amerika setelah peninggalannya yang tanpa jejak.

Latar belakang keluarganya memang susah di dapatkan, tapi ia diyakini sebagai putri pemilik Jung Cooperation dan memiliki saudari kembar bernama Jung Soomin, yang meninggal berserta kedua orang tuanya dalam kecelakaan mobil saat keduanya berusia 7 tahun.

Catatan : karena merasa kehilangan, kedua orang tua Soo Jung mengadopsi seorang anak perempuan lagi, dengan nama asli Bae Sue Ji yang diubah menjadi Jung Sue Ji.

Suzy mengunci bibirnya setelah beberapa lama. “Mwoga? Jung Soomin? Soominnie? Ige mwonde?!

Brakk

Suzy menutup kasar berkas data yang ada di genggamannya, matanya bergerak-gerak karena syok. Napasnya tercekat, bibir bawahnya bergetar. Bagaimana bisa ia tidak terkejut? Keluarganya yang telah tewas beberapa belas tahun lalu ternyata memiliki anggota keluarga lain yang ternyata tidak diketahuinya. Perlahan jarinya yang terasa lemas itu bergerak meraih ponselnya yang tergeletak di samping amplop cokelat besar, mencari kontak pamannya dan menekan tombol hijau, lalu menempelkan ponselnya ke telinga

Terdengar nada sambung selama beberapa kali,

Ahjussi, apa maksudmu dengan semua ini?” tanyanya dengan suara bergetar. “Kau membuang saudara Soomin?”

“…”

Ahjussi, kita harus bicara,”

Ternyata, tidak hanya Suzy yang terkejut di ruangan itu. Di balik pintu kamar Suzy yang sedikit terbuka, seorang gadis cilik tengah berdiri terpaku dengan kedua mata yang memerah. Mulutnya juga terkunci, pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Otaknya sudah terisi dengan memori baru, nama-nama seperti Jung Soo Jung, Jung Soomin, Jung Sue Ji, dan beberapa kenyataan yang membuat kepala kecilnya itu terasa pening. Ya, nama gadis itu Younghyeon.

Younghyeon bersidekap ketika suara langkah stiletto Suzy semakin mendekat, ia menyembunyikan tubuh mungilnya di balik guci raksasa yang menjadi salah satu perabotan rumahnya. Ia hanya bisa menatap punggung Suzy tanpa ekspresi, punggung yang semakin menjauh dari pandangannya. Tatapannya kemudian ia jatuhkan ke pintu kamar Suzy yang terbuka, dan segeralah rasa terkejutnya ditambah rasa ingin tahu yang semakin menjadi itu membuat otaknya memerintahkan dirinya agar segera menyelinap masuk ke kamar itu.

Matanya sibuk mencari, tapi akhirnya tatapannya terjatuh pada beberapa jilid kertas di atas meja yang terletak di samping tempat tidur. Ia menarih jilid pertama, yang bertuliskan nama “Jung Soo Jung”. Ia tahu, itu nama ibunya. Seketika ia menjadi mengerti, kenapa akhir-akhir ini beberapa orang di rumahnya membicarakan nama ini. Akhirnya ia tahu juga. Tangannya yang mungil membuka lembar pertama kertas itu, dan seketika matanya kembali membulat.

Mommy?”

Bibirnya bergetar hebat ketika melihat sebuah foto di lembar pertama itu. Tulisan di bawahnya, ‘Jung Soo Jung’. “Krystal unnie?”

To Be Continued…

Maap lama T^T sebulan terputus dari koneksi internet, cuma bisa ngecek lewat hape doang. Mana selama sebulan ngestuck gara-gara nilai jatoh. Maklum ya T^T

ps: SPY will out and finished ASAP!

©2011 SF3SI, reenepott

signaturesf3siOfficially written by reenepott, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

43 thoughts on “The Cruel Marriage – Part 6

  1. Huwaaaaaa akhirnya dipublish!!!!
    Fufufu makin seru!!!!
    Wah wahhh castnya nambah…myungsoo jd siapa dsini?!
    Suzy pintar jg trnyta..nahh sekarang setelah dia tau siapa soo jung, apa yg akn dia lakukan?! aku penasaran sama ajhussi nya suzy..dia psti org yg sama yg udh nyulik soo jung kn?!
    Lalu syerin..aku jg penasaran ap hubungan syerin dan oppanya dg kluarga jung?! ap hbgn mrk dg smua kjdian yg trjdibdkluarga jung?!
    Dendam si kakek juga aaahh trlalu bnyk hal trsmbunyi dsini…
    Sepupu jauh minho, jangan2 Soohyun!! iya kn?!! omo mrka bkln tinggal satu rumah.. eottokhae?!?!!!
    Author-nim!!!! next partnya ditunggu!!! jangan kelamaan please~~~

    1. Gatau tuh Myungsoo jadi apa, cuma sekedar masukin karakter doang, kalo kepikiran dia berperan tapi kayaknya ga banyak…
      Ya iya lah kan sekolah di luar negri wkwkwk
      Hm.. itu akan terungkap nanti yah wkwk
      Huwaaaaa hampir ketebakkkk xD sipa, doakan aja yaa ^^

  2. setelah sekian lama menanti ad juga lanjutannya,sempat dga ini ff ga bakalan d lanjut,
    maka.a tdi pas liat ad part 6 seakan mau loncat2 saking senengnya,,
    d tunggu lanjtannya jangan lama2..^_^

  3. akhirnya muncul juga ni crita, wah makin rumit n seru kisahnya, soo hyun itu spupu jauh minho kan, yg mo tnggal drumah famz choi ?, trus ada cast baru ‘myungsoo’ penasaran dy dsini perannya apa, lanjut cepat thorr, hgn lama lama ne,🙂
    nb. kalo bisa moment minstalnya ditambahin donk 🙂 keep writing!

    1. Iyaaahh wahahahaha xD
      Hm… myungsoo cuma penghias aja kayaknya, tpi yah diliat nanti kalau dia berpotensial untuk ikut ambil andil di sini xD
      yeaaahhh! Next moment minstal udah mulai ada, nyahahaha xD trims yaa ^^

  4. Waaah.. Daebak..
    Younghyeon pst kaget banget tuh pas ngeliat berkas identitas ibunya. Tambah lagi scene minho-kystalnyaaa biar makin seruuuu.
    Ditunggu part selanjutnya, thanks^^

  5. Pingback: hadidarknes
  6. Pingback: blogdudle
  7. Keren ceritanya eon ..
    Feelnya dapat …
    Hyeon pasti shock banget pas tau mommy’nya ternyata adalah Krystal eonni ..
    Makin greget aja nih eon ..
    Next part eon, panjanging ceritanya yah. Readers disini selalu menyemangatimu #Eaaa …

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s