Sad Curse [1.3]

Sad Curse

Picture1

Sad Curse

Author : D-mster

Main Cast : Lee Taemin, Lee Jinki

Support Cast : Kim Jonghyun, Key, Choi Minho

Length : part 1 of 3

Genre : Mistery, Horror (little), Family, Angst.

Rating : PG 13

Summary : Cinta sebuah keluarga tidak ada bandingannya. Menyayangi dan menyemangati selalu ada di dalam keluarga. Dan, mengorbankan diri juga termasuk dalam perasaan keluarga untuk melindungi seseorang yang kita sayangi.

Annyeooong! ^^ bagi kalian yang membaca ff ini, mungkin cerita ini lebih mengarah ke Ontae. Tolong dimaklumi kalau masih membosankan yaa… karena saya juga masih author pemula ^^. Ini fanfic pertama yang saya kirim ke page ini… tolong bantuannya ^^

TAEMIN POV

Namaku Lee Taemin. Seorang anggota kepolisian Korea Selatan. Aku tidak memiliki orang tua. Mereka meninggal saat umurku 5 tahun. Aku di asuh oleh kerabat orang tuaku hingga saat ini. Tapi sekarang aku memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemen agar tak menyusahkan mereka dan bekerja sebagai pihak kepolisian yang mengurus berbagai kasus.

Aku memang kesepian. Tapi itu semua berubah ketika aku bertemu dengan Lee Jinki, teman baikku. Ah,tidak. aku tidak menganggap nya teman. Melainkan saudaraku sendiri. Aku seperti merasa memiliki saudara. Aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi orang tuaku sendiri.

            “Ah, taemin! Kau sudah makan?” Jinki menepuk pundakku. “oh, belum, hyung. Aku belum makan” jawabku. “aish, kenapa belum? Kau bisa sakit! Ayo, makan bersamaku! Akan ku traktir!”.

 “jeongmalyeo, hyung? Gomawo!!! Kebetulan aku sedang tidak ada uang. hehe” ujarku spontan. Jinki langsung tersenyum, menampilkan gigi kelincinya.

 “hm, padahal kau sudah bekerja keras, tapi ketua belum memberimu gaji… ada apa dengan dia? hahaha” ledeknya. “sudahlah, ayo kita makan saja taemin!”.

            “ng? Apa ini? ” tanyaku melihat sebuah amplop berwarna coklat yang ada di tangan Jinki hyung. “uang. untukmu” jawabnya enteng dengan senyuman.

“hah?! Untuk apa Jinki hyung memberiku ini? Aku bisa cari sendiri! Lagipula ini kan gajianmu, hyung!” tolakku.

“bukannya kau kekurangan uang? Ayolah ambil ini! Aku tidak keberatan! Jangan pedulikan aku”.

“bagaimana bisa aku tidak peduli padamu? Sudah, sudah! Simpan saja lagi uangmu. Kau sudah meneraktirku, itu sudah cukup” tegasku.

“pokoknya ambil!” jinki menepukkan amplop itu ke tanganku. “kau kira aku tega melihat dongsaeng ku kekurangan uang?”. Aku terdiam. Ya, aku sudah kalah beradu argumen melawan Jinki hyung.

“hm, gomawo hyung”. jinki tersenyum penuh kemenangan mendengarnya.

                                                                        ***

            “kasus pembunuhan. Seorang wanita yang usianya sekitar 21 tahun dibunuh pukul 4 PM. Terlihat bekas merah seperti ikatan di lehernya. Dan tersangka nya bernama Choi Minho.” Gumamku. “apakah kau benar membunuhnya? Apa motif mu?” tanyaku menyelidiki.

“n..ne, aku memang membunuhnya. Dia adalah wanita yang memiliki kekuatan mistis!! Dia mengutuk teman baikku!! Dia membunuhnya!!! Apa aku bisa diam saja jika melihat temanku dibunuh?! Nyawa harus di bayar nyawa!!!” bentaknya.

 Para polisi yang sedang bertugas langsung bertindak. Menahan bahu minho agar tidak bisa bergerak.

“tenang dulu Choi Minho-ssi, apa kau pikir kantor polisi adalah tempat untuk berteriak?” aku menggertak.

Minho terlihat tertunduk. Sepertinya ia merasa sedikit bersalah karena terlalu emosi. Tapi aku mengerti perasaannya. “baiklah, kita tunggu keterangan selanjutnya. Sementara, kau akan berada di dalam sel penjara dahulu.” Para polisi yang sedang bertugas pun membawa Choi Minho ke dalam sel nya.

            Emosi selalu bisa mengubah kelakuan manusia. Itulah yang aku pikirkan sekarang. Kebanyakan, kasus yang aku tangani selalu menyangkut balas dendam. Ini , itu, selalu saja balas dendam. Dan, akhirnya berlanjut ke pembunuhan. Manusia hanya bisa memasukkan orang yang pernah membunuh ke penjara. Tapi, itu saja tidak akan menghapus dosa nya.

“taemin-ssi, kau tidak pulang?” tanya Key, teman kerjaku.

“ya, sebentar lagi”

“baiklah saya duluan” pamitnya.

            Aku selalu pulang kerja paling akhir. Alasannya adalah karena aku meluangkan waktuku untuk mengingat-ingat kembali kejadian yang telah berlalu. Yah, hitung-hitung untuk mempertajam pikiran.

Seusai kerja, aku selalu datang ke tempat favoritku. Tempat yang sangat tenang dan dipenuhi oleh bunga-bunga, taman.

Setelah beberapa menit berlalu, akupun tiba di tempat favoritku. Untuk berfikir sejenak dan penghilang sters akibat pekerjaan.

            “hup!” jinki menepukkan tangan nya ke pundakku. Aku tahu semua kebiasaan nya,  mengikutiku sepulang kerja. Karena itu dia tahu semua tempat favotitku. Mulai dari restoran favorit, hotel, lapangan, tempat rekreasi, ah.. semuanya ia tahu! Saat aku bertanya padanya kenapa mengikutiku? Hanya kata khawatir yang akan menjadi jawabannya.

 “ah, hyung… annyeong”.

“hei, hei, hei… kenapa kau murung begitu? Ada kasus yang sulit? Ini ku beri es krim kesukaan ku agar kau tidak murung lagi!! Ayo makan!!” tawarnya.

“hyung, aku bukan anak kecil lagi” gerutuku. “ ah ya, aku selalu ingin bertanya kepada JinKi hyung..boleh?”

“boleh,tentu saja. Tanyakan semua padaku” sambutnya.

“kenapa kau selalu bisa ceria? Padahal kau juga bekerja sepertiku. Menangani banyak kasus. Walaupun kau berbeda kantor denganku” tanyaku dengan wajah yang murung.

“aigoo… bagaimana ya? mungkin, itu karena kau” jawabnya. “mwo? Kenapa karena aku?” .

“saat aku bekerja, aku selalu ingat tentang dongsaengku… meskipun bukan dongsaeng asli,tapi aku telah menganggapmu sebagai saudaraku. Jadi aku selalu menyemangati diriku seperti ini; seorang kakak tidak boleh menyerah hanya karena pekerjaan! Seorang kakak yang baik adalah yang bertanggung jawab. Membantu adiknya dan menyemangatinya! Semangat, Jinki!” ujarnya. aku sangat kaget mendengar itu.

            “adalah suatu kewajiban bagi kakak untuk meneraktir, menyemangati, menghibur, dan menemani adiknya! Bukan kah begitu?” Jinki tersenyum tulus.

“ne.. gomawo hyung, jeongmal… jeongmal gomawo…” mataku mulai berkaca-kaca. Tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisanku.

“mianhae, karena aku jarang sekali menyemangati ataupun menghiburmu.. aku hanya-” air mata ku mulai keluar. Aku tidak sanggup menahannya lagi. Hanya satu orang yang benar-benar menyayangiku. Aku juga sangat, sangat menyayangi Jinki Hyung.

            “sudahlah taeminie~ kau tidak perlu meminta maaf! Tugas seorang adik untuk kakaknya cuma satu. Berada di sisi kakaknya saja sudah cukup” Jinki mengacak-acak rambutku. “Oh ya! besok kan ulang tahunmu? Jangan bersedih! Aku akan memberikanmu hadiah. Tenang saja, hadiah yang speciaaaa-” tanganku spontan membungkam mulut Jinki. Jika tidak, dia akan meneruskan kata-katanya hingga kehabisan nafas. Dan, aku tidak mau itu terjadi (-.-“)

“tidak usah diberi hadiah juga tak apa, hyung. Sudah kubilang kan, aku bukan anak kecil lagi. Aku manly!!” tegasku agak bercanda. Jinki sukses membuatku terhibur.

“a..apoo… taeminie, kau terlalu keras membungkam mulutku.” Jinki meringis kesakitan sambil memegang mulutnya.

“ah, jeongmalyeo? Mian…” ujarku memelas.

“BUKK…” Jinki menaburkan tepung di wajahku –yang entah dapat dari mana- dalam jumlah yang besar. Sukses membuat seluruh wajahku berwarna putih.

“INI BELUM SAATNYA ULANG TAHUN KUUU!!!” gerutuku penuh emosi. Tapi, aku juga sangat terhibur.

“ehehe… pembalasanku, weee!” jinki menjulurkan lidahnya sambil berlari menjauh dariku.

“tuuungguuuu, hyuuuung!!!!”

                                                                        ***

AUTHOR POV

            “AAAAAAA!!!” suara itu mengagetkan seluruh ruangan. Seluruh polisi langsung mencari asal suara itu.

“kenapa kau tiba-tiba berteriak Choi Minho-ssi?!” bentak Key, polisi yang bertugas sebagai pengawas sel tahanan. “t..tolong aku! Tolong lepaskan aku!! Aku harus menyelamatkan orang-orang!”.

“memangnya aku percaya padamu? Lihat, ini adalah sel tahanan!! Orang yang memasuki sel ini adalah orang yang telah melakukan tindakan kriminal!” tegas key. Keributan ini membuat beberapa polisi berkumpul di ruang tahanan Minho.

“ada apa ini?” taemin yang mendengar keributan langsung menuju ke lokasi dengan cepat.

“ah, begini.. Choi Minho-ssi memintaku untuk mengeluarkannya dari sel dan dia juga berkata harus menyelamatkan orang-orang. Aku tidak mengerti maksudnya” terang key kepada taemin.

TAEMIN POV

 Aku menangguk kan kepalaku kepada key. Pertanda terima kasih.

“tolong tinggalkan kami sendiri. Aku ingin mengintrogasinya dulu” setelah mendengar perintahku, para polisi segera pergi. Kini tinggal aku dan Minho saja.

“baiklah, sekarang jelaskanlah padaku apa yang terjadi Choi Minho-ssi” aku mempersilahkannya untuk menjelaskan masalahnya.

            “d..dia! muncul dalam mimpiku!” teriaknya. “dia? Siapa maksudmu?” aku mengerutkan dahi tanda tak mengerti. “orang yang kubunuh!! W..wanita itu! Dia mengirim kutukan yang akan membunuhku! Dia akan mengubah orang menjadi perantaranya untuk membunuhku! Tapi, bukan itu saja masalahnya, orang yang sudah terkena kutukan itu akan membunuh siapa saja yang di dekatnya!” Minho berkeringat ketakutan.

“sudahlah, itu Cuma mimpi.. itu hanya bunga tidur” jawabku percaya tidak percaya. Aku pun meninggalkan Choi Minho di dalam sel. Meskipun jaraknya sudah jauh, tapi aku masih bisa mendengar teriakannya.

“TUNGGUUU!!! ITU BUKAN MIMPII !”

Tolong comment nya yaaa maaf kalau kurang menarik ^^v

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Sad Curse [1.3]

  1. sama kayak Hyora, aku pikir juga Jinki yang kena kutukannya lalu taemin jadi susah nyari siapa yg membunuh orang-orang karena sebenarnya yg ngebunuh itu hyungnya sendiri
    hedeh –‘ sok tau banget ya?? tapi tapi tapi yaa ditunggu deh part selanjutnyaaa😀

  2. Cerita yang penuh misteri
    JinKi sosok hyung yang sangat baik sekalipun bukan namdongsaeng kandungnya (ᵄ̴̶̷́ॢ ˙̮ ᵄ̴̶̷̀∗ॢ)

  3. entah kenapa aku juga mikir kenapa Jinki, atau Jonghyun? dia belum nongl tuh.
    d-mster? kaya nama acara tv, yah? suka cerita genre misteri, yah?
    em, alurnya menurut aku kecepetan, jadi gregetnya kurang, trus masih banyak typo berserakan. belajar lagi, yah!
    keep writing!!

  4. Dimana-mana image Jinki oppa emang selalu jempolan…
    *peyuk oppa….
    Tapi aku ikutan komen2 di atas…
    Kayaknya sosok hyung yang sempurna bagi Taem yang akan terkena kutukan
    *gak kuat kalo abang ayamku jadi pembunuh berantai nan kejam…
    Taem… Selamatkan hyung mu….. *dijitak author

    Walaupun aku kurang ngerasa feelnya karena kayaknya ‘ngebut’ ceritanya
    dan banyak juga typo, tapi masih cukup menghibur
    Keep learning….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s