Who is??? – Part 10

Who is??? Part 10

cover

Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

 

Hyejin pov

Aku sibuk menyiapkan sarapan, setidaknya aku bisa mengurangi kemarahan orang-orang itu dengan sarapan yang aku buat.  Tak butuh waktu lama membuat bubur dan beberapa susu hangat sampai semua orang turun dan duduk di meja makan begitupun aku. suasana yang kurasakan sangat canggung, jujur saja aku tidak mengerti yang terjadi dan ingin sekali mendapat penjelasan, tapi aku tidak cukup gila untuk membuat semua orang bertengkar.

Key: apa kau yang menyiapkan semua ini?

Hyejin: ne, ottae? Ini bubur terenak yang bisa kubuat.

Onew; mashitta…  aku rasa kau cocok jadi koki.

Taemin: anyi… jadi ibu rumah tangga hahahahahahaha

Tawa meledak karena lelucon yang taemin oppa ucapkan dan semuanya kembali seperti tidak terjadi masalah apapun.

Hyejin: oppa, bisakah kita pulang lebih awal?

Minho: wae? kau tidak suka di sini?

Hyejin: bukan begitu. Semalam kai oemma menelfonku, ia akan berangkat ke jepang sore ini, dia ingin bertemu denganku sebelum pergi. Katanya ada beberapa hal yang ingin di sampaikan.

Onew: yasudah, kita pulang saja. Malam ini taemin harus latihan untuk pertunjukannya.

Taemin: ne, majjayeo…

                                                                                                **********

Selama perjalanan pulang, tak ada obrolan yang terjadi. Semua orang sibuk dengan fikiran masing-masing, hanya lantunan suara SHINee mengalun indah menyanyikan lagi 4 seasons. Aku sibuk dengan fikiranku sendiri, aku benar-benar penasaran hal apa yang telah membuat oppadeul ku bertengkar pagi ini dan bisa membuat taemin oppa begitu marah.

Hyejin: oppa…

Minho, taemin, key, onew: ne?

Semuanya menyahut panggilanku dengan serentak dan kemudian tersenyum karena merasa konyol.

Hyejin: apakah kalian menyembunyikan sesuatu dariku?

Mereka diam, kulihat key dan onew oppa saling bertatapan. minho oppa hanya diam seolah tak mendengar apapun, tapi ekspressinya berubah aneh lagi, sedangkan taemin oppa malah menatap minho oppa.

Hyejin: arraseo… aku tidak akan Tanya lagi.

Kusandarkan tubuhku mencoba untuk tidur dan menenangkan fikiranku tentang hal-hal negative yang terus menghampiriku.

                                                                                ********************

Aku dan minho oppa sudah sampai di depan rumah kai, minho oppa menunggu di luar sementara aku masuk ke dalam. Aku memasuki kamar kai, kamar itu sudah benar-benar kosong sekarang. kulihat kai oemma sedang berdiri di balkon kamar kai.

Hyejin: oemma…

Kai oemma: wasseo…

Hyejin: oemma benar-benar akan pindah ke jepang?

Kai oemma: ne, oemma sudah lelah di sini.

Hyejin: aku tahu, semua ini pasti berat untukmu.

Kai oemma: aku iri padamu, kau benar-benar tegar menghadapi semuanya.

Hyejin: kau adalah oemmanya, orang yang sudah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kai, tentu saja berat untukmu.

Wanita itu tersenyum.

Kai oemma: gumawo hyejin, sudah datang dalam hidup kai.

Hyejin: aku juga bahagia menikmati waktuku bersama kai, semuanya adalah kenangan terindah yang pernah kumiliki.

Kai oemma: igo…

Kai oemma menyerahkan sebuah kotak padaku,

Kai oemma: kai memintaku menyerahkan ini padamu. Ia memintaku menyerahkan kotak ini padamu saat terjadi hal besar, tapi oemma tak tahu hal besar apa itu. oemma yakin di dalamnya ada hal penting yang mungkin berguna untukmu. Oemma tidak bisa menunggu sampai hal besar itu terjadi karena oemma bahkan tidak tahu kapan akan datang lagi ke sini. Jadi oemma rasa tidak ada salahnya jika oemma berikan sekarang.

                                                                                ***********************

Hyejin pov

Aku keluar dari kamar mandi sibuk mengeringkan rambutku. Setelah mengantar kai oemma ke bandara, aku langsung pulang. Perasaanku kurang baik, selain karena perpisahan dengan oemma kai yang sudah kuanggap seperti oemmaku sendiri, aku juga merasa kembali mengingat kai. Oemma kai menceritakan semuanya padaku, tanpa terkecuali. Perhatianku teralih pada kotak yang tadi beliau berikan untukku. Aku duduk di ranjangku mengambil kotak itu dan membukanya.

Aku menemukan sebuah foto, itu foto diriku memakai atribut ospek. Di sana aku sedang menunduk dengan wajah kesal dan tidak menyadari bahwa aku sedang di foto. Di balik foto itu terdapat tulisan yang aku yakin adalah tulisan kai.

dia adalah hyejin, CHOI HYEJIN, gadis pertama yang aku temui di hari pertama high schoolku”

                                                                ***************************************

Flashback saat di rumah kai sebelum oemma kai berangkat ke jepang

Kai oemma: hyejina… ada banyak hal yang sebenarnya tidak kau tahu tentang kai.

Hyejin: ne?

Kai oemma: kai sudah mengenalmu semenjak kalian baru saja masuk SMA. Saat itu kau dan kai sama-sama terlambat dan kalian dihukum. Kai bilang, sejak saat itu dia tidak bisa berhenti memikirkanmu. Saat itu kai bilang mungkin dia bisa mendapatkanmu. Kai berusaha keras mendekati oppamu, ia bahkan menonton setiap pertandingan yang oppamu lakukan.

Hyejin: kenapa oppaku?

Kai oemma: karena setiap ada namja yang mendekatimu akan berurusan dengan oppamu, jadi kai tidak mau ambil resiko makanya dia mendekati oppamu terlebih dahulu. Saat itu kai tiba-tiba pingsan di super market saat dia sedang mencari CD game untuk oppamu. Kai menginap beberapa hari di rumah sakit sampai hasil tesnya keluar, dan saat kami mendapatkan hasil tes kai, ia terkena kanker. Parahnya sudah tak ada kesempatan untuk sembuh, jikapun terapi tidak akan menyembuhkan, paling hanya menambah usia kai beberapa waktu saja.

Hyejin: lalu bagaimana dengan kelas axelerasi?

Kai oemma: kai mendapatkan jatah axelerasi karena kepintarannya. Tapi kai menolaknya, tidak ada gunanya lagi mengejar masa depan, semuanya sudah jelas. Kemudian ia memohon pada kepala sekolah untuk bisa sekelas denganmu, dan beliau mengabulkan. Memangnya kau tidak merasa aneh saat kai bahkan tidak dihukum karena terlambat dihari pertama kelas 2 nya? Kenapa ia tidak di usir karena memakai baju olah raga di kelas? Kenapa ia tidak terkena sanksi saat membolos jam pelajaran?

Hyejin: tapi waktu itu ia ikut membersihkan kelas denganku karena kami tidak masuk.

Kai oemma; itu karena dia ingin bersamamu. Kepala sekolah sudah mengetahui kondisi kai, karena itulah ia memberikan kai keringanan.

Hyejin: jadi kai…

Kai oemma: ne… kai sudah menyukaimu sejak kalian bertemu. Awalnya ia tidak mau mendekatimu, ia takut kau hanya akan terluka jika bersamanya. Tapi kemudian ia berubah fikiran karena ia fikir kau tidak mencintainya, jadi semuanya tidak akan sulit bagimu jika kai sudah tiada.

Flashback end

Tes…

Air mataku jatuh di atas foto itu.

Hyejin: ternyata kau sudah lama sekali menyukaiku. Gumawo kai…

Kuletakkan foto itu kemudian mengambil sebuah buku. Buku ini lebih mirip album foto, di covernya tertulis

“ genie”

“sampai nanti, sampai selamanya tetap menjadi cintaku”

Aku bisa bayangkan eskpresi kai mengucapkan kalimat ini. ia sering sekali mengucapkan kalimat-kalimat romantis untukku. Pipiku memanas, rasanya benar-benar mendengarkan suaranya dan melihat wajahnya mengucapkan kaliamat tersebut.

Kubuka lembar demi lembar album itu, setiap lembarnya di penuhi oleh fotoku, foto-foto yang tak kusadari. Aku yakin dia mengambilnya secara diam-diam. Ada fotoku sedang makan, sedang mengerjakan tugas, sedang tersenyum, tertawa, berjalan, wajahku yang kesal, bahkan fotoku saat tidur juga ada.

Dan di halaman terakhir ada sebuah foto yang ukurannya paling besar. Di sana ada fotoku bersama kai, aku ingat foto ini. ini foto yang kami ambil saat aku dan kai di balkon waktu itu saat aku mengucapkan cintaku padanya.

Aku melihat tulisan yang tertera di bawah foto tersebut.

“genie mencintaiku, aku bisa pergi dengan segala kebahagiaanku. genie, saranghae <3”

Aku tidak bisa lagi menahan tangisku, kupeluk erat album foto itu. aku kembali mempertanyakan keadilan tuhan, kenapa ia begitu kejam memisahkan aku dan kai? kenapa ia mengambil kai di saat ia beru saja merasakan kebahagiaannya? Kenapa ia membiarkan aku di sini? Seharusnya ia membiarkan kai membawaku pergi, tidak membiarkan kami terpisah seperti ini. aku menjalani hidupku yang begitu sulit tanpa kai, semuanya terasa seperti awan gelap. Rasanya hidupku benar-benar kelabu. Semua orang befikir aku kuat, semua orang berfikir aku bisa melewati semuanya dengan tabah. Tapi orang-orang itu tidak tahu, bagaimana sakitnya saat aku terbangun di pagi hari dan hal pertama yang kuingat adalah kai, kemudian menyadari aku tidak bisa melihatnya lagi. aku hanya bisa meredam sesak didadaku, menahan sakit dihatiku. Aku menghabiskan setiap malamku menangis, menangis menahan rindu yang semakin dalam dan semakin menyakitkan. aku bahkan masih sering menyebut namanya dan merasa ia masih di sini bersamaku. Aku bahkan berfikir orang-orang yang kutemui adalah kai yang kembali dengan tubuh orang lain. Aku sering berkhayal jika kai tidak benar-benar pergi dan akan kembali padaku. tapi semuanya hanya ilusi yang aku ciptakan sendiri untuk menghibur diriku, aku terlalu kalut atas kehilangan. Ketika aku tersadar, mengetahui tak ada kai disisiku, aku terhempas di dasar bumi terdalam, terpuruk begitu dalam, hingga cahaya remang pun tak bisa kulihat.

Aku meletakkan album tersebut disebelahku, kemudian mengambil sebuah CD. Aku menyalakan TV dan VCD playerku kemudian memutar CD tersebut.

Aku melihat kai di sana, dengan tubuh kurusnya dan pakaian rumah sakitnya. Sepertinya video ini di ambil saat kai di rumah sakit dan aku pergi sekolah.

Kai: genie anyeong…

Ia melambaikan tangannya dan tersenyum padaku.

Kai: genie… mungkin saat kau menonton video ini, aku sudah pergi. Semoga oemma memberikannya padamu di saat yang tepat. genie… aku tahu kau pasti heran kenapa aku sangat memaksamu untuk terus berhubungan baik dengan oppamu. Kau tahu? Sebanrnya aku sangat cemburu…

Ia mengeluarkan ekpressi cemburu yang dibuat-buat menjadikannya semakin lucu membuatku tertawa terbahak-bahak.

Kai: genie… aku tidak tahu harus mulai dari mana, tapi kau benar-benar harus mengetahui semua ini. aku yakin minho hyung akan terus menjaga rahasia ini darimu karena ia takut kehilanganmu. Genie, jika kau sudah mengetahuinya, kau tidak boleh marah ataupun pergi dari minho hyung, karena hanya dia yang bisa membuatmu tetap tegar dan bahagia, karena hanya dia yang benar-benar kau miliki, karena hanya dia yang tidak akan pernah meninggalkanmu.

Kai diam sejenak membuatku mulai khawatir terhadapap hal yang akan ia sampaikan.

Kai: genie, namamu bukanlah Choi Hyejin tapi “Kang Hyejin”. Aku mengetahuinya saat oemmaku menjadi klien appamu. Saat itu oemmaku bilang dia mengenalmu, kemudian appamu malah menceritakan semuanya. Kebetulan oemmaku dan eommamu itu dulu adalah teman saat SMA, jadi beliau menceritakan semuanya pada oemmaku. Appamu bilang kau bukanlah saudara kandung minho hyung, kau dan keluargamu mengalami kecelakaan. saat itu kau masih berumur 4 tahun, kedua orang tuamu meninggal dunia dan kau ditinggalkan tanpa sanak saudara. Saat itu orang tua minho hyung berniat mengantarkanmu ke panti asuhan, tapi kemudian minho hyung memohon agar kau tinggal dengan mereka karena minho hyung tidak bisa lagi mempunyai adik, oemmanya sudah melakukukan operasi pengangkatan rahim saat itu. sejak saat itu mereka merawatmu dan memperlakukanmu seperti keluarga, terutama minho hyung. genie…. Aku tahu ini menyakitkan, tapi kau berhak tahu siapa dirimu sebenarnya. Setelah kau mengetahui semuanya, aku harap kau bisa melewatinya dengan baik dan berusahalah tetap menjadi genie yang seperti ku kenal. Genie… saranghae…

Bip…

Video itu mati, aku masih terdiam tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Aku berlari menuju kamar minho oppa, kuacak semua laci dan lemarinya kemudian menemukan sebuah foto keluarga. Foto keluarga yang waktu itu minho oppa sembunyikan dariku. Aku mengambil foto itu, terlihat sepasang suami istri dengan seorang gadis kecil  yang masih bayi di dalam gendongan si ibu. Perlahan kubalikkan foto itu dan menemukan tulisan di sana.

“keluarga Kang Hyejin”

Aku terduduk ke lantai, tubuhku lemas  aku benar-benar tidak bisa bergerak sedikitpun. Apa masih belum cukup penderitaanku selama ini? apa semuanya masih kurang? Kenapa aku juga harus menerima kenyataan konyol semacam ini? bagaimana bisa minho oppa merahasiakan diriku dari diriku sendiri? Kenapa ia begitu tega berbohong dan memilih menyebutku choi hyejin jika pada kenyataannya aku bukanlah seorang choi? Semua orang di sini sama saja, penuh kebohongan dan tipu daya. Tidak… bukan mereka yang salah, tapi aku yang bodoh. Aku bahkan tidak peduli pada orang-orang yang mengatakan kami tidak mirip, aku benar-benar yakin kalau aku adalah bagian dari keluarga ini. minho oppa, dia bersikap seolah semuanya adalah benar jika aku adalah adik kandungnya. Aku begitu bodoh, terjebak dalam scenario amatir yang membuatku tak tentu arah dan melenceng dari kebenaran.

Aku hanya bisa menangis, menangis atas nasibku yang malang, atas nasibku yang menyedihkan. Aku benci semua orang di sini, aku benci kebohongan. Aku dibuat menjadi sebuah boneka jelek dengan seenaknya mau mengakui aku adalah boneka. aku rasa sungguh pantas keluarga ini tidak peduli padaku, mereka bahkan tidak pernah membawaku ke acara keluarga, mereka selalu bilang kalau itu adalah acara perusahaan. Hanya minho oppa yang selalu pergi, dia bahkan dengan senangnya pulang dan bercerita. Kenapa aku tidak menyadarinya? Itu adalah hal bodoh yang bahkan akan kecilpun bisa menebak.

Aku mencoba berdiri, Kupegang erat foto keluargaku, foto yang bahkan tak pernah kulihat seumur hidupku. Miris…

Aku keluar dari pintu kamar minho oppa dan mendengar suara mobilnya, bergegas aku menutup pintu kamarnya dan pintu kamarku, seolah-olah aku sudah tidur. Aku berjalan diam-diam melewati pintu belakang keluar dari rumah ini. aku berjalan menjauh dari rumahku sendiri, ah… bukan, tapi rumah keluarga choi. Aku berjalan dan terus berjalan, tidak peduli dengan dinginnya malam, tak peduli dengan tubuhku yang hanya memakai piyama. Tidak cukup tebal untuk melindungi diriku dari dinginnya malam. Aku bahkan tidak merasa dingin sama sekali, hatiku sudah terlebih dahulu beku. Aku terus berjalan, tidak tahu harus ke mana, sampai akhirnya aku tiba di depan sekolahku. Gerbangnya masih terbuka dan lampu menyala terang menerangi sekolah ini. aku menatap gedung yang berjejer dan taman-taman yang indah. Aku menatap lapangan sepakbola yang luas dihadapanku, dunia bahkan lebih luas,  tapi kenapa aku terjebak di tempat yang sempit?

Aku berjalan melintasi lapangan itu, berjalan ke sebuah pohon yang biasanya menjadi tempatku menenangkan diri. Aku duduk di bawah pohon itu dan kembali menangis, meluapkan segala emosi yang semuanya tertahan di dadaku, membuat dadaku terasa ngilu.

Taemin pov

Hari ini aku latihan bersama para senior dan teman-temanku yang terlibat pada pertunjukan yang akan segera diselenggarakan. Selama latihan aku tidak melihat hyejin, padahal dia bilang dia akan datang. Aku sedikit kecewa, tapi mungkin hyejin kelelahan. Aku teringat saat pagi ini melihat hyejin bersama minho hyung, aku mulai khawatir akan hal-hal tidak masuk akal tapi aku yakin mungkin bisa terjadi.

Aku mengedarkan pandanganku keseluruh bagian kampus sambil menstabilkan nafasku yang terengah-engah karena latihan. Aku melihat seorang yeoja duduk di pohon dekat lapangan bola, awalnya aku sempat takut tapi kemudian aku mengenali yeoja  itu. tapi apa yang ia lakukan di sini malam-malam? Apa dia ingin melihatku? Mungkin dia lupa di mana tempat aku latihan.

Sunbae: hari ini cukup sampai di sini dulu latihannya. Kalian boleh pulang.

Sayang sekali, padahal hyejin baru saja datang. Aku segera menghampiri hyejin ke bawah pohon yang tadi kulihat. Aku bisa melihatnya bahkan dari ujung lapangan sepakbola ini. aku tersenyum bahagia dan berlari mendekati hyejin, tapi semakin dekat aku dengannya, aku mulai merasa ada yang tidak beres dengan hyejin.

Taemin: hyejin…

Aku sudah sampai di depannya, tapi ia masih menatap kosong dan matanya sembab, ada sisa-sisa air mata di pipnya. Aku melepaskan jaket yang kupakai dan memakainya di tubuh hyejin , ia hanya memakai piyama di malam yang dingin seperti ini.

Taemin: apa yang terjadi?

Ia hanya menatapku diam kemudian menyerahkan selembar kertas yang kuyakini adalah foto. Aku melihat sebuah keluarga di foto itu, seorang ibu dan ayah beserta bayi mereka. Kubalikkan foto tersebut dan menemukan “keluarga kang hyejin”.

Aku menarik hyejin dalam pelukanku dan ia mulai menangis. Cukup lama sampai akhirnya hyejin benar-benar berhenti menangis. Wajahnya pucat dan matanya sembab, aku yakin dia bahkan belum makan malam.

Taemin: kaja…

Onew hyung sempat terkejut melihat hyejin saat ia menjemputku,

Onew: hyejina… ada apa denganmu?

Taemin: dia sudah tahu semuanya.

Onew: kaja…

Aku membantu hyejin masuk, onew hyung melajukan mobilnya menuju rumah hyejin.

Onew: masuklah.

Hyejin: shiro… andwe…

Onew: masuklah, ambil pakaiannmu. Kami akan menunggu di sini.

Aku sempat terkejut dengan pernyataan onew hyung.

Hyejin: aku pasti akan bertemu oppa dan ia akan melarangku pergi.

Onew : kalau begitu kita masuk bersama.

Aku hanya mengikuti ide hyungku dan kami masuk bersama. Baru saja memasuki ruang tamu, sudah terlihat minho hyung yang sibuk mondar-mandir.

Minho: YA! choi hyejin! Dari mana saja kau?

Tapi kemudian ia menyadari keberadaanku dan onew hyung yang mengikut di belakang hyejin.

Minho: aku fikir kau pergi dengan siapa.

Hyejin: keumanhae!

Hyejin berbisik, tapi kami masih bisa mendengar suaranya.

Hyejin: keumanhae!

Hyejin mulai meninggikan suaranya dan menatap minho marah.

Minho: YA! choi hyejin! Wae irrae?

Hyejin: berhenti memanggilku choi hyejin! AKU BUKAN CHOI HYEJIN! Kau pembohong! Nappeun neo!

Hyejin berlalu ke kamarnya tapi kemudian minho menahan tangannya.

Minho: kajima…

Hyejin: lepaskan aku!

Minho: mianhae…

Hyejin: kalian semua sama saja, sama pembohongnya. Kau menutupi perceraian orang tua kita, ah… bukan, tapi orang tuamu, dan kau menutupi indentitasku, siapa aku sebenarnya. Bodohnya aku begitu mudah di tipu.

Minho: dengarkan aku dulu, oppa…

Hyejin : kau bukan oppaku!

Hyejin menyentakkan tangan minho hyung hingga terlepas dan berlalu ke kamarnya. Bisa kulihat minho hyung meneteskan air matanya. Onew hyung pernah cerita, ia sangat sering melihat key hyung menanangis, tapi tidak pernah sekalipun melihat minho hyung menangis, minho hyung adalah orang yang sangat tegar dan penyabar dibalik sifatnya yang terlihat cerewet.

Onew hyung berjalan mendekatinya, kemudian menyentuh bahu minho hyung, menepuknya beberapa kali.

Onew: aku sudah pernah memperingatkanmu. Tidak ada hal yang bisa dirahasiakan selama-lamanya minho.

Tak lama kemudian hyejin sudah kembali turun dengan sebuah tas besar di tangannya, aku bergegas membantunya membawa tas itu.

Minho: kemana kau akan pergi?

Hyejin: memangnya kau siapa berhak tahu urusanku?

Minho: haruskah kau pergi di saat seperti ini? tidak bisakah kita membicarakannya dulu?

Hyejin: hal apa lagi yang perlu dibicarakan? Semuanya sudah jelas. Terimakasih karena selama ini telah merawatku, aku akan berusaha keras mengganti semua uangmu yang kupakai. Tapi mungkin akan sedikit lama. Mulai saat ini kita harus bersikap seperti apa kita seharusnya.

Minho: kau tidak boleh pergi…

Hyejin: kau tidak bisa mengaturku lagi!

Tangan minho bergerak menahan pergelangan tangan hyejin. Aku sudah tidak sanggup melihat adegan ini. kulepas paksa tangan minho hyung dari hyejin.

Taemin: biarkan dia menentukan hidupnya sendiri hyung.

Hyejin berlalu, aku tahu mereka perlu bicara, tapi sepertinya sekarang bukanlah saat yang tepat.

 

                                                                                ************************

Author pov

Hyejin hanya duduk termenung di sofa rumah onew dan taemin, sementara kedua namja itu sibuk menyiapkan makan malam.

Onew: makan malam sudah selesai,kaja kita makan.

onew berbicara lembut pada hyejin sambil tersenyum manis.

Hyejin: aku tidak lapar oppa…

Onew: setidaknya kau harus menghargai usaha kami memasak. Kaja…

Onew menarik lembut tangan hyejin dan mendudukkannya di salah satu kursi meja makan. Sementara itu taemin sibuk mengambilkan makanan untuk hyejin.

Taemin: ini makanan special buatanku…

Onew: kau hanya membantuku memasak nasi.

Hyejin: oppadeul mianhae, aku merepotkan kalian.

Onew: anyia… kau itu sama halnya seperti taemin bagiku. Aku bahkan lebih banyak menghabiskan waktuku bersamamu dari pada taemin, bahkan aku lebih mengenalmu dari pada dongsaengku sendiri. Kau itu yeodongsaengku, berfikirlah seperti itu.

Hyejin: seandainya minho oppa mengucapkan hal seperti itu dulu, mungkin semuanya tidak akan sesulit ini.

Onew: semuanya sudah berlalu, mungkin minho tak mau kalian menjadi canggung.

Taemin: sudahlah hyejin, kau akan baik-baik saja. Oppa di sini bersamamu, oppa akan menjagamu dan melindungimu.

Onew: haruskah kau menggodanya di hadapan hyungmu?

Taemin: wae? kau tidak suka.

Onew: aish… sudahlah, sebaiknya kita makan. Tak baik membiarkan makanan menunggu terlalu lama.

                                                                                ***************************

Minho pov

Aku hanya terdiam selepas kepergian hyejin, air mataku mengalir. Aku menangisi heyjinku yang telah pergi meninggalkanku. Bertahun-tahun aku bersamanya, bertahun-tahun pula aku menelan semua rasa cintaku agar ia bisa tetap di sisiku, tapi kini ia telah pergi. Aku sudah terjatuh dilubang kesepianku saat ini, aku tak butuh siapapun, aku hanya butuh dia untuk menemaniku, itu saja sudah cukup dan aku tidak akan kesepian, tapi dia, dia pergi meninggalkanku.

Appa: apa yang kau lakukan di sana sendirian?

Aku sedikit terlonjak saat mendengar suara itu, kuhapus kasar sisa air mataku dan berbalik menghadapnya.

Appa: kemarilah, appa perlu bicara.

Ia bahkan tidak masuk ke kamarnya terlebih dahulu meski hanya sekedar meletakkan tasnya. Aku merasa ia adalah tamu asing yang datang ke rumah ini, yang bahkan datang hanya jika ada hal penting dan berkaitan dengannya.

Appa duduk di sofa dan menatapku.

Appa: duduklah, kita perlu bicara.

Aku menurut, duduk di sofa sebelahnya.

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Who is??? – Part 10

  1. Kenyataan pahit yang harus ditelan oleh HyeJin.
    Bagian penggambaran Hyejin saat kehilangan Kai sangat sedih memang tapi seperti lagu butiran debu.
    Lanjut author (งˆ▽ˆ)ง
    TaeMin with HyeJin

  2. Waaaah.. Kasian hyejin, akhirnya terungkap juga identitas hyejin. Merasa kasian juga sih tapi ga seharusnya si hyejin pergi, harusnya dia dengerin penjelasannya minho dulu.
    Ga sabar sama kelanjutannya, ditunggu part selanjutnya, thanks author^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s