Stupid Moment [1.2]

Stupid Moment

Hyuna - beoble pop dance practise

Title                 : I’m stupid 1.2

Author             : Astina a.k.a Kang hyo kyo

Main cast         : Choi Anna, kim kibum

Support cast    : Jinki, choi minho, park hara

Length             : Two Shoot

Genre              :

Choi anna pov

Oppa memang orang yang baik, gomawo oppa. Aku pun beranjak pergi. Di mulai dengan mengembangkan sayapku. Aku sudah berniat ingin mengelilingi dunia. Dari korea, sekarang aku sudah ada di hawai. Hhhaaa oppa harus ke sini. Mengapa kau malah berkutat di rumah ?? Seperti orang “BODOH”.

Author pov

“Anna …” Seorang guru memanggil nama anna di karenakan posisi anna saat belajar yang menaruh kepala di atas meja. Karena tidak mendapat jawaban dari anna, jinki songsaenim pun menghampiri anna “CHOI ANNAAAAA”

“BODOH” anna pun tersentak kaget saat mendengar jinki yang memanggilnya. Saat anna membuka matanya dan mendapati jinki sudah di samping kursi yang ia duduki. Dengan mata penuh amarah jinki memandangi anna sementara anna hanya memandangi papan tulis karena tak ingin beradu pandang dengan mata jinki.

“Sekarang kau ke perpustakaan dan ringkas salah satu buku sejarah yang ada di sana. Hari ini juga kau kumpulkan, aku tunggu di kantor guru jika sudah lebih dari 5 sore kau belum mengumpulkan kau harus menyerahkan ke rumahku” ucap jinki tegas namun dengan menahan amarah, setelah itu dia beranjak untuk kembali ke depan kelas “… Kau tidak hanya mengumpulkan tugas tapi juga harus mengumpulkan buku sejarahnya” lalu melanjutkan berjalan.

Dengan wajah masam anna keluar kelas dan terus menggerutu selama perjalanan. Kadang ia menendang apapun yang ada di jalan. Hingga sekitar 5 meter dari pintu perpustakaan dia melihat kaleng, dengan sigap ia mengambil ancang ancang untuk menendang kaleng tersebut.

“AUUU” bukannya kaleng yang terlempar jauh namun kaki anna yang menjadi korban. “Paboya” .. Siapa yang memasukan batu kedalam kaleng.  “AAGGHHHH” anna semakin menggerutu tidak jelas. Dengan jalan yang pelan dan juga pincang anna terus berusaha untuk menuju ke perpustakan.

‘Buk’ “pabo pabo pabo, dasar songsaenim gila” suara anna maupun buku yang ia hempaskan sukses membuat seorang namja tersontak kaget. Namun namja itu tidak memperdulikan anna.

Anna mengambil buku sejarah yang paling tipis agar tugas yang ia kerjakan lebih mudah. Dengan senyum yang sangat di paksakan Anna pun mulai menulis dengan kosentrasi penuh namun terkadang ia juga menggerutu karena lelah. Kira kira sudah 2 jam dia menulis sementara jam sudah menunjukan pukul 16.00 “Choi Anna kau pasti bisa” ucap anna menyemangati dirinya sendiri.

“Ya bisakah kau diam” namja yang sedari tadi bungkam karena ributnya anna akhirnya membuka mulut.

“Apa urusanmu ?? Ini mulutku” bukannya diam anna malah berbicara, tapi tetap fokus dengan apa yang ia tulis. Dia semakin semangaat karena buku sejarah yang ia ringkas tinggal 5 lembar lagi.

“Asal kau tau, ini bukan perpustakaan miliimu. Jadi hargailah orang lain” namja tersebut masih berdiri di samping anna agar anna tau apa yang ia lakukan bukanlah hal baik.

“Aku sudah tahu” entah anna gadis seperti apa, tapi ia selalu menjawab dengan kalimat tak terduga.

“Kau tak pantas hidup” ucap namja itu pelan namun masih mampi di dengar oleh anna, dan kalimat itu mampu membuat anna tersentak kaget, anna juga berhenti menulis saat 4 lembar terakhir. Air matanya juga mulai ingin meronta keluar. Namja tersebut berniat meninggalkan anna namun anna sudah berdiri terlebih dahulu. “Aku tahu aku memang tak pantas untuk hidup” ucap anna, mata mereka sempat beradu pandang saat anna mengatakan kalimat itu. Setelah mengucapkan kalimat itu anna mengemasi bukunya asal lalu berjalan keluar.

“Anna, jangas menangis” saat sampai di taman dan duduk di sebuah kursi panjang yang bisa di duduki 4 orang anna mengucapkan kalimat itu agar ia bisa lebih tegar lalu mulai kembali menulis, di liriknya jam sudah pukul 16.30 dan itu berarti ia harus lebih cepat. Memang agak sulit untuk menulis di karenakan tidak ada meja namun anna tetap berusaha.

***

“Gamsahamnida, annyeong” ucap anna lalu membungkukkan badan di depan jinki. Anna merasa kini jari jemarinya sudah patah di karenakan menulis, dia menjadi sedikit menyesal mengapa tadi ia tertidur. Mengetahui hari yang sudah hampir malam anna mempercepat langkahnya agar ia bisa lebih cepat di rumah. Ia begitu lelah dan juga letih.

Wajah anna semakin kusut saat melihat bis yang datang telah penuh, namun dengan terpaksa ia harus masuk karena ia tak mau menunggu setengah jam lagi. Saat masuk ia melepaskan pandangan ke seluruh arah di dalam bis, namun nihil dia harus berdiri seperti yang lain. Tak berpegangan dengan gantungan yang tersedia namun hanya pada bagian pojok kursi.

~~ciiiiitttt~~ tiba tiba saja bis ngerem tiba tiba membuat anna hilang keseimbangan, bukannya mencium lantai bis tapi malah masuk ke dalam dekapan sebuah namja. Anna merasa tubuhnya kaku karena baru kali ini dia begitu dekat dengan namja selain oppanya.

“Gwenchana?” Tanya namja itu namun tidak mendapat jawaban dari anna. “Mianhae” ucap namja itu lagi. “Lepaskan aku” kalimat itu sontak membuat namja itu kaget karena dia juga baru sadar kalau dia masih melingkarkan tangan di pinggang anna.

Di saat yang sama bis berhenti di sebuah halte, dan halte itulah yang menjadi tujuan anna. Dia pun mencoba untuk turun “gomawo” ucap anna singkat lalu turun walau sangat sulit untuk turun tapi dengan tubuh yang langsing dan juga tinggi membuatnya bisa keluar.

“Kita turun di halte yang sama” ucap namja itu yang tiba tiba saja sudah di samping anna saat ia ingin menyebrang.

“Kau ?? Kau namja yang tadi di perpustakaan ?”

“Ne, mianhae untuk tadi. Aku tak tau jika itu membuatmu begitu menyakitkan”

“Nan gwenchana”

Mereka pun berjalan, ternyata mereka satu komplek yaitu di daerah kwangni (karangan author :)). Namun saat di perempatan mereka berpisah anna belok kekanan dan namja itu belok ke kiri. Sebenarnya namja itu ingin mengucapkan kalimat perpisahan namun saat melihat anna berjalan dengan wajah yang sedih ia mengurungkan niatnya.

***

“Aku pulang” ucap anna saat memasuki sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun memiliki halaman yang luas. Anna berjalan dengan sikap yang gagah tak seperti sebelumnya.

“Anna, oppa ingin bicara” ucap oppanya saat melihat anna memasuki rumah.

“Apa oppa ?” Tanya anna dengan suara yang lembut “oppa ingin keluar kota lagi ?” Lanjutnya lagi.

“Mianhae, bukan masalah itu. Hanya saja …” Minho menggantungkan kalimatnya saat anna menghampirinya di meja makan.

“Wae ??”

“Mmm oppa akan menjodohkanmu” minho melihat lekat lekat mata anna. Anna sedikit kaget dan tak terima namun dia tetap menahan emosinya. “Wae oppa ??” Ada nada kekecewaan di sana. Sementara minho tidak menjawab apa yang di tanya oleh anna. Anna menggenggam keras tangannya ‘apa ia akan di campakkan lagi ?’ Itu kalimat yang selalu ia pikirkan. Melihat niat yang akan minho lakukan anna pun berdiri “jika itu yang terbaik untuk minho oppa dan meumi eonnie akan kulakukan walau akan menyayat hatiku” lanjutnya lalu pergi ke kamarnya.

***

Pagi yang cerah namun tak secerah hati anna. Anna sudah siap dengan seragam sekolahnya. Ia pun menuruni tangga dan mendapati minho dan juga istrinya yaitu meumi sudah di meja makan. Anna tidak berniat untuk sarapan “aku pergi” ucap anna dan sama sekali tidak mendapat sautan dari ke dua makhluk itu. Anna berusaha untuk menaha airmatanya dan itu berhasil ia lakukan.

***

“… Songsaenim kepalaku sedikit pusing, aku ingin ke uks” ucap anna berbohong. Karena ia tak sakit sama sekali hanya malas untuk berolahraga. Dan ia di ijinkan oleh songsaenim namun besok harus ikut pelajaran olahraga dan bercampur dengan kelas lain anna pun mengiyakan.

Setelah mendapat ijin anna berjalan gontai dengan kepala menunduk ke bawah. Dia memasuki perpustakaan, tempat yang sepi, sunyi dan jarang di kunjungi oleh siswa yang suka bergosip. Anna duduk di sebuah bangku dekat dengan kelompok buku sejarah yaitu tempat dimana ia duduk. “Hhhhaahhhhh semoga hidupku bisa lebih baik” ucap anna mencoba menenangkan hatinya sendiri.

“Hidupmu akan mudah jika kau mengikhlaskan apa yang terjadi”

“Kau ??” Anna mendongakkan kepalanya dan mendapati namja yang sejak kemarin ia temui. “Aku selalu ikhlas apa yang terjadi padaku” lanjut anna tegas dan menegapkan badannya. Sementara namja itu duduk di depan anna dan tak melanjutkan kalimat anna setelah melihat wajah anna yang sulit di artikan. “Kau ?? Bolos ??” Tanya anna ingin memecahkan suasana sunyi antara mereka.

“Mmm aku di hukum jinki songsaenim”

“Meringkas buku sejarah ?” Anna mencoba menebak mengingat hal itu juga pernah terjadi dengan dirinya.

“No. Membuat 100 soal esai”

“Wow kau harus mulai sekarang” Setelah mengucapkan kalimat itu anna keluar dari perpustakaan dan memilih untuk memasuki kelas setelah ia mengganti seragam olahraganya.

***

“Ya anna-a kau dari mana saja ?” Seru hara saat melihat anna memasuki kelas dengan langkah yang pasti.

“Perpustakaan, apa ada tugas ??” Anna duduk di tempat duduknya lalu menoleh ke belekang melihat sahabatnya itu.

“Ani. Songsaenim belum masuk ntah pergi kemana”

“Oooo apa yang kau baca??”

“Fantasy book, mmm apa ada yang mau kau ceritakan ??” Tanya park hara sepertinya dia tau ada yang berbeda dengan sahabatnya itu. “Kau tak bisa berakting di depanku” lanjut hara

***

Anna tidak ingin menceritakan masalahnya di sekolah oleh karena itu dia dan hara pergi ke taman kota seusai pulang sekolah. Anna menceritakan perihal ia akan di jodohkan. Hara pun merasa sedikit iba dengan sahabatnya ini.

“Hiks.. wae ??? Mengapa aku selalu di sisihkan. A-a-aku begitu benci dengan oppa. Mengapa ia mengurusku namun seperti mencampakanku?? Hiks”

Inilah anna, dia hanya bisa terbuka dengan hara. Apa yang menjadi kesedihan anna selalu di ketahui oleh park. Dan menurut anna , hidup seorang hara adalah hidup orang yang sempurna karena memiliki keluarga yang indah.

“Uljima, aku tahu kau ingin membuat lembaran baru dengan suamimu, so tetaplah menjadi anna yang kuat”

Anna menghapus air matanya, menegapkan badannya “aku adalah yeoja yang kuat” lanjutnya lagi.

“That’s my friend, kajja kita pulang. Mmm biaya curhat traktir selama seminggu penuh”

“Mwo ?? Ya !! Apa maksudmu ??”

“Heehhee jangan memasang wajah sok seram begitu. Hehhehe”

“Hehehhehe”

***

“Annyeong”

“Anna-ssi, apa kau sudah sehat” ucap kikwang songsaenim. Guru dengan otot namun tidak begitu tinggi. “Kau akan bergabung dengan kelas 2-A” lanjut songsaenim. Anna hanya menanggapi dengan senyuman, lalu memperkenalkan diri ada beberapa siswa yang mencibirnya karena anna berasal dari kelas 2-C membuat anna mual.

Pengambilan nilai olahraga hal yang sebenarnya mudah untuk anna. Apa lagi ini olahraga ini olahraga favorit di sekolah yaitu basket.

“Finish” ucap anna saat telah selesai men’shoot’ bola ke ring dengan nilai yang sempurna, beberapa ada yang menganggapnya hebat dan ada juga yang semakin mencibir. Karena anna berasal dari kelas asing, anna mendapatkan urutan terakhir untuk yeoja, setelah itu namja yang akan menganbil nilai “kim kibum” panggil songsaenim sementara anna hanya memperhatikan “eo ? Ternyata namanya kim kibum” ucap anna setelah melihat seorang namja berdiri dan namja itu adalah namja yang akhir akhir ini dia temui di perpustakaan.

“Wae ?? Jangan pernah mengaguminya karna kau tak pantas” ucap seorang yeoja itu lantang membuat seluruh siswa dan songsaenim melihatnya, sementara anna berpikir bagaimana bisa dia mendengar apa yang anna gumamkan.

“Itu memang benar” jawab anna dengan nada sombong

“Kalau begitu jauhi najachinguku” ucap ketus yeoja tersebut

“Asal kau tahu aku tak berniat untuk mendekatinya. Seperti yang kau bilang aku tak pantas mengaguminya, itu karena dia terlalu jauh di bawah untuk berada di sampingku. Karna kau yeojachingunya sepertinya kalian sederajat, sama sama berada di bawah kastaku” kalimat yang di keluarkan anna sukses membuat suluruh yang ada di lapangan basket indoor ini terdiam.

“Dasar kau orang miskin dan bodoh” ucap yeoja tadi mulai ingin marah

“Dan kau orang melarat yang bolot. Itu karena kau dibawah derajatku” ucap anna tak kalah ketus membuat siswa lain benar benar tak berkutik. “Songsaenim bolehkah aku kembali ke kelas ?” Lanjut anna lalu melihat ke arah lee songsaenim.

“Silahkan dan temui aku saat jam istirahat”

“Ne, gomawo songsaenim” anna pun pergi tanpa merasa bersalah maupun tersinggung membuat siswa 2-A benar benar kagum, namun ada beberapa yang mencibirnya.

***

“Kau melakukan itu ?” Sontak hara terkejut saat anna menceritakan pengalamannya.

“Itu sudah menjadi cita citaku, mereka pikir mereka anak pintar, padahal mereka adalah segelintir orang bodoh yang mengaku pintar” jelas anna merasa bangga

“Lalu kau merasa dirimu pintar saat mengatakan itu” namja yang bernaka kibum itu membuat anna dan hara kaget, dan membuat suasana perpustakaan kembali sunyi.

~~~ting ting ting~~~

“Sudah masuk, hara kajja” ucap anna pergi sambil menarik tangan hara. Sementara hara masih terdiam. “Kenapa kau ?” Tanya anna heran.

“Dia kim kibum kelas 2-A kan ??” Tanya hara memastikan dan membuat anna kaget.

“Jangan bilang kau menyukainya ??” Anna memandang sinis ke arah hara.

“MWO ?? Aniyo. Hanya saja ku dengar dia baru jadian dengan seorang yeoja” hara mulai berjalan kembali dan di ikuti oleh anna

“Lalu ??”

“Ada gosip yang beredar kalau kibum di duakan oleh lee jiyeon”

“Jiyeon ?? Jadi yeoja tadi jiyeon”

“Maksudmu ?”

“Cerita yang tadi aku ceritakan, yeoja itu jiyeon dan namja yang di panggil songsaenim adalah kim kibum. OMO~~ bukankah aku harus menghadap lee songsaenim. Aigoo bagaimana bisa lupa ??”

“Lee kikwang songsaenim ??”

“Ne, mmmm jika ada guru sms aku. Ara ?”

“Ne”

Anna dan hara pun berpisah. Hara kembali kekelas sementara anna menemui songsaenim yang bernama lee kikwang.

***

“Anna-a, cepat turun” panggil minho dari lantai bawah.

Anna pun sedikit berlari menuju tempat oppanya. “Annyeong eonnie” ucap anna ramah namun tak di gubris sama sekali oleh meumi, membuat anna sedikit sedih, namun ia lebih tak ingin perduli menurutnya menyapa meumi merupakan formalitas.

Minho meumi dan anna pun memasuki mobil. Anna hanya duduk sendiri di belakang.

“Anna-a ?” Panggil minho saat menyetir. “Wae ?” Tanya anna lembut, sebenarnya bukan keinginannya untuk bersikap lembut tapi inilah cara agar dia bisa menahan emosinya.

“Setelah kau menikah dengan dia, aku dan meuimi akan kembali ke jepang” jelas minho membuat hati anna semakin teriris namun tetap tenang dan lembut

“Ne, aku sudah bisa menebaknya. Aku tau bagaimanapun sakitnya aku, sedihnya aku, oppa akan tetap pergi dengan paksaan dari meuimi eonnie”

“Tentu saja” meumi yang sedari tadi bungkam membuka mulutnya dengan nada ketus dan di balas dengan kesunyian.

Perjalanan yang selama 30 menit telah berlalu, ke tiga orang yang berada dalam mobil turun di depan restoran elit yang hanya bisa di masuki oleh orang orang yang berada. Ke tiga orang itu memasuki restoran dengan anggun dan gagah membuat semua orang menghentikan aktifitas mereka untuk melihat mereka bertiga. Anna, minho dan meumi mereka adalah orangnya memasuki ruangan VIP yang ternyata sudah ada orang yang terlebih dulu mengisi yaitu namja beserta kedua orang tua yang akan dijodohkan oleh anna.

***

Anna pov saat sebelum tidur

Tak kusangka orang yang dijodohkan denganku ternyata satu sekolah. Aku sudah berusaha untuk tersenyum dia juga membalas senyumku. Masalahnya ?? Apa ia tulus atau terpaksa seperti aku. “Kalau begitu bisnisku dan bisnismu akan lancar. Haha” kalimat itu selalu terngiang di telingaku. Pernikahan atas dasar kerja sama 2 perusahaan, entah siapa yang membantu dan dibantu. “Pernikahan kalian akan dilaksanakan minggu depan” kalimat itu juga, apa mereka tidak berpikir tentang usiaku. Hhhaahhhh hidupku sungguh sulit. Omma ??? Tolong aku !!! ZZzzzz

***

“Anna-a kau harus kuat. Apa lagi kibum sudah mempunyai yeojachingu pasti akan lebih sulit”

“Ne, aku tahu itu. Aku akan berusaha bertahan walau itu sulit”

“Good”

Curhat yang selalu terjadi antara sahabat ini selalu terjadi. Hal yang sulit untuk dilewati menurut anna, tapi hara yakin anna bisa melewatinya.

“Ohya apa pembicaraanmu dengan lee songsaenim ??” Tanya hara lagi mengingat tempo hari anna menemui lee kikwang

“Mmm songsaenim memintaku masuk tim basket putri, bagaimana menurutmu ???”

“Aku pikir itu olahraga yang baik untuk kesehatanmu dan juga menambah kegiatan akan membuatmu lebih rileks”

“Benar juga, kau juga mau ikut ?? Bukankah kita mempunyai kemampuan yang sama ?”

“Aniyo anna-a, aku tidak suka menjadi pusat perhatian. Makanya aku memilih 2-C”

“Aku juga”

Dua orang yang mempunyai sifat yang berbeda namun bisa mengisi sifat satu sama lain membuat mereka selalu bersama. Mereka juga hampir memiliki skill yang sama dalam berbagai bidang. Hanya saja dalam hal mental anna lebih kuat karena masalah yang selalu ia dapat bertubi tubi.  Dan bel pulang sekolah mengakhiri pembicangan mereka di jam pelajaran yang kosong ini.

***

Anna pov

Latihan basket ?? Apakah tim yang lain bisa menerimaku ?? Ayoo lah anna kau pasti bisa.

“Annyeong” ucapku mencoba seramah mungkin dengan senyum polosku.

“Anna-a, perkenalkan min, fei, jia, suzy” usongsaenim memperkenalkan ke 4 yeoja yang ada di depanku dan menggunakan seragam basket. ” Mereka adalah tim basket putri dan kau adalah orang k 5 yang melengkapi tim ini” lanjut songsaenim lagi (semua karangan belaka karena author kurang tau tentang basket)

“Ah ne songsaenim”

“Hari ini kalian akan latihan kecepatan dan kekompakan, di karenakan anna belum terlalu lihai dalam basket, maka anna akan ada latihan tambahan yang bersifat khusus. Ada yang ingin proses”

Tak ku sangka ternyata lee songsaenim keren juga, heheheh siapa yang proses tentu saja tidak ada. ‘Buk’ “au” aku memegang kepalaku yang terkena bola basket. Aku mencari tahu siapa yang melakukan ini dan saat aku menoleh ternyata ada tim basket putra sedang latihan dan aku bisa melihat taemin membungkukkan badan sekedar untuk meminta maaf. Tapi aku hanya membalas dengan tatapan datar.

***

Aigooo aku lelah sekali, “anna kami pulang dulu ya. Byyeee” seru min lalu melambaikan tangannya dan di ikuti ke 3 anggota lain. Aku pun membalasnya dengan ikut melambaikan tangan. Sebenarnya aku ingin pulang tapi songsaenim menyuruh aku menunggu. Dan disinilah aku, di kursi penonton di lapangan basket indoor ini mengamati namja namja itu bermain.

1 menit 5 menit 10 menit 15 menit …… Akhirnya songsaenim pun menghampiriku namun tidak sendiri melainkan di ikuti oleh seorang namja yang menjadi tunanganku. Ya !! Dia kim kibum

“Anna-a ?” Panggil songsaenim

“Ne ??”

“Dia akan menjadi gurumu dalam latihan” ucap songsaenim sambil menunjuk kibum di belakang. Aigooo bukankah dia punya yeojachingu ?? Dan kami juga akan menjadi suami istri ?? Aaiigooo aku tidak tahu aku harus senang atau sedih.

“Ne songsaenim” ucapku seramah mungkin “mohon bantuannya” lanjutku ke arah kibum dan sedikit membungkuk dan mendapat senyuman darinya. Handsome hehehe.

***

Author pov

“Anna-a kajja”

“Hara-a, aku hanya mau istirahat di kelas”

“Anna-aaaaaaa. Aku lapar” hara menarik anna dengan susah payah, hingga saat di depan pintu.

“Anna-a kita harus latihan” berbicara dengan nada cuek namun tidak terlalu dingin membuat anna dan hara menatap lekat namja yang ada di dekat mereka. Ntah kenapa tiba tiba anna merasa terintimidasi membuat dia terdiam kaku namun terlihat tetap tenang.

“Kau mempunyai lemparan yang bagus, kau hanya perlu latihan lebih banyak” ucap kibum saat berada di lapangan basket indoor. Kibum menyuruh anna melempar dari arah yang lebih jauh, tapi sudah 10 kali anna mencoba dan hasilnya nihil. “Kau hanya perlu melakukan tolakan yang lebih kuat agar melambung sempurna” jelas kibum, tapi saat kibum melihat anna dengan tatapan yang menandakan dia tidak mengerti dan lelah akhirnya membuat kibum melakukan cara lain.

Kibum mendekatkan dirinya ke anna dengan berdiri tepat di belakang anna, lalu tangan kiri kibum memegang tangan kiri anna dan begitu sebaliknya. Mengambil ancang ancang – fokus – dan -….. Bola tepat masuk ke dalam ring membuat anna berpikir betapa hebatnya kibum.

“Wah kibum-ssi, kau ?? Daebak !!!”

“Panggil saja aku key atau oppa. Bukankah kita akan menikah”

Apa yang kibum katakan benar benar membuat anna shock. Anna berpikir apa dia mengakui pernikahan ini, pernikahan atas dasar bisnis.

***

Anna memasuki kelas dengan baju basket namun tetap dengan rok mini seragam sekolahnya. Memang sedari tadi dia latihan dengan rok dan kaos basket. Anna menceritakan kejadian tadi ke hara, dan membuat hara ingin membuat hubungan key dan jiyeon rusak. “Aku akan membuktikan kalau jiyeon itu selingkuh” itu kalimat yang di ucapkan hara namun di hatinya ‘key pasti bisa menyukaimu anna, aku akan membuat key dan jiyeon putus.’

***

Hari pernikahan pun dimulai, pernikahan tertutub hanya di hadiri orang terdekat. Mereka telah mengucapkan janji suci. Dan saatnya untuk melakukan kisseu.

“Jika kau tak mau, tidak apa apa” bisik key pada anna. Anna tidak menjawab melainkan menutup matanya. Key memiringkan kepalanya sekaligus menutup matanya. Key dan anna, kedanya merasa ada yang aneh, jantung mereka berdegup kencang, bahkan saat key bersama dengan jiyeon dia tak pernah seperti ini, mereka juga sedikit gugup. Saat mereka membuka mata, mata mereka sambil beradu pandang dengan di iringi tepuk tangan dari tamu yang hadir.

“Ki-ta berciuman ?” Bisik anna tak percaya dan mendapat anggukan dari key.

Acara pun selesai, key dan anna di hadiahkan satu buah mobil sebagai hadiah dari pernikahan mereka dari orang tua key, masih berbalut gaun pengantin mereka di suruh pulang ke rumah baru mereka yang juga sebagai hadiah pernikahan dari choi minho.

Tapi anna belum ingin pulang, dia masih ingin duduk, hal itu lah yang membuat orang tua key yang terlebih dahulu pulang karena ada urusan, begitu juga dengan minho.

“Anna-a” panggil minho menghampiri key dan anna.

“Waeyo oppa ?” Tanya anna lembut

“Kau akan kuserahkan ke kibum” ucap minho sambil menatap lekat mata anna “dan kibum tolong jaga adiku” lanjut minho memindahkan pandangannya ke arah key.

“Oppa akan pergi hari ini ??” Tanya anna semakin lirih mengingat ia akan di campakkan. Air bening mulai mengisi pelupuk mata anna namun ia berusaha tegar sementara key bingung dengan keadaan yang terjadi.

“Mianhae, jangan memaksa oppa untuk memilih kau atau meumi”

“Aku tahu oppa. Berhati hatilah. Dan jangan kembali jika kau masih ingin membuangku” ucap anna lalu memeluk oppanya, bukan anna yang menangis melainkan minho “mianhae .. Mianae .. Mianhae” minho terus mengatakan itu saat mereka berpelukan.

“Jangan ucapkan kata itu, oppa tau aku tidak akan pernah memaafkan oppa” anna melepas pelukannya lalu berdiri. “Key, ayo kita pulang” anna berjalan dengan key yang masih sangat bingung sampai mereka tidak terlihat lagi di mata minho.

***

“Aku pulang”

“Oppa, barang barang sudah kusiapkan. Kita bisa pergi kapanpun”

“30 menit lagi meumi, aku benar benar lelah”

“YAAA !! Mengapa kau masih memikirkan dia, dia hanya perusak hubungan kita. Oppa, kau harus sadar bahwa hanya aku yang mencintaimu dengan tulus. Dia, anna-ssi hanya perusak hubungan kita” meumi dia berbicara dengan nada marah membuat amarah minho juga ikut terpacu

“Sudah kubilang, saat itu dan sampai sekarang belum ada bukti yang nyata atas pendapat kalian berdua dan meumi jangan pernah sok manja denganku karena aku sama sekali tidak pernah mencintaimu” ucap minho tenang lalu pergi

jika kau ingin ke jepang pergilah sendiri, aku tetap disini” ‘BUK’ setelah mengatakan itu minho menutup pintu dengan keras hingga membuat meumi semakin membenci anna.

***

Anna mengikuti key untuk memasuki rumah baru mereka, rumah halaman yang luas dan mempunyai taman belakang rumah. Rumah dengan 2 lantai ini memiliki 1 ruang tamu, 1 dapur beserta meja makan, 1 ruang TV di lantai dasar, sedangkan dilantai atas ada 3 kamar, dan memiliki ruang berkumpul di dekat tangga penghubung semua ruangan dengan balkon menuju depan rumah.

“Rumah yang bagus, gomawo oppa” lirih anna

“Kau? Mempunyai masalah ? Ceritalah padaku” ucap key lalu duduk di sofa rg.TV dan diikuti oleh anna.

“Nasib kita sama, bukankah orang tuamu juga lebih memilih pekerjaan di banding kau” jawab anna dan jawaban yang kurang memuaskan untuk key walau kenyataannya memang begitu.

“Gomawo karna telah menyelamatkan perusahaan ke 2 orang tuaku” ucap key lalu tersenyum, namun ada makna lain di balik senyumannya

“Asal kau tahu, aku sendiri tidak tahu di balik perjodohan ini adalah harta, aku hanya menerka kalau ini karna urusan bisnis mengingat hal hal yang di bincangkan orang tuamu dan juga oppaku. Namun semuanya jelas saat kau mengatakannya” anna menjelaskan dengan tenang tanpa emosi yang meluap, memang ini adalah kelebihan anna.

 Sementara key malah menatap anna dengan tatapan tak menyangka. Membuatnya merasa bersalah karena telah menerima perjodohan ini, karena jelas jelas anna tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

~~~dream giiii…~~~

“Yoboseyo – ne chagi – aku ingin istirahat – bye”

“Kau masih berhubungan dengan jiyeon sementara kita sudah menikah ?” Tanya anna tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Ne, kita menikah tanpa cinta. Aku mengurus urusanku, begitu juga dengan kau”

Apa yang key ucapkan benar benar membuat anna terhenyak ke dalam lubang yang tak tahu seberapa dalam. Anna benar benar terpukul, ditinggal oppanya, menikah dan tidak diakui, dan masalah yang ia hadapi tak pernah selesai.

“God, please. I wanna be happy” lirih anna, berdiri lalu menuju lantai atas untuk kekamarnya.

Sementara key telah menutup mata semenjak dia menutup telponnya. Membuat dia tak bisa melihat ekspresi anna namun bisa mendengar.

***

Anna pov

“God, please. I wanna be happy” lirihku saat mengetahui kenyataan pahit ini. Aku berjalan menuju kamarku dengan langkah yang sangat sangat sangat berat. Masih dengan terbalut gaun pengantin ini aku berbaring di atas tempat tidur, tak lama aku merasakan air mata ini ternyata sudah keluar. “Oppa” lirihku, aku berharap oppa bersamaku. Aku ingin menghubungi oppaku, tapi yeoja busuk itu pasti akan menghalangnya. Zzzz

***

Key pov

“Hhhoooaammmm” ku kerjabkan mataku berusaha mengumpulkan semua yang melayang saat aku tertidur. “Omona” aku kaget saat melihat sudah pukul 7 malam. Aku berencana untuk memasak tapi aku lebih memilih mandi terlebih dahulu.

Air yang mengalir ini seperti membawa beban untukku, jiyeon ?? Aku sangat yakin dia mencintaiku ?? Gosip itu ?? Hhaahhh, sekarang aku sudah menikah dengan status masih berpacaran dengan jiyeon. Sebenarnya aku sudah ingin memutuskannya tapi dia menolak. Itu berarti dia mencintaiku kan ?? Bagaimana gosip murahan itu bertebaran di sekolah.

“Bagaimana mereka bisa menyiapkan hal seperfect ini ?” gumamku sendiri karena kamar dengan semua barangku tanpa ada yang di kurang dan isi kulkas yang sesuai dengan seleraku begitu juga dengan peralatannya. Sungguh patut di puji.

“Selesai” aku semakin merasa bahwa diriku memang berbakat dalam hal apapun, memasak oke, tampan oke, basket oke, pelajaran oke. Anna harusnya bersyukur mendapatkan suami sepertiku. Hahhaha sebenarnya walau aku masih berhubungan dengan jiyeon tapi aku tidak akan melupakab bahwa aku adalah suami anna. Aahhh mengapa aku jadi melamun, bukankah tadi aku ingin mengajak anna makan. “Omo !! Sudah jam 9 malam” aahhh paboyo pasti anna sangat kelaparan “ANNA-AAA AYO KITA MAKAN” aku berteriak tidak terlalu nyaring tapi aku sangat yakin anna mendengarnya.  5 menit ~~ “ANNA” teriakku lagi karena dia belum juga turun. 5 menit ~~~ dia belum juga turun akhirnya kuputuskan untuk kekamarnya.

“Omo !! Anna kau kenapa ?” Tanyaku mulai panik saat melihatnya berbaring di atas tempat tidur masih menggunakan baju pengantinnya. Aku mendekatinya dan memegang tangannya ‘panas’ itu yang kurasakan. Ku tatap lekat wajahnya, matanya bengkak dan make up luntur akibat cairan bening yang keluar dari matanya dan membentuk garis berbelok belok, yang ku ketahui hanya dia pasti menangis sampai tertidur.

“Anna-a, buka matamu” panggilku berusaha menyadarkannya dan sedikit menepuk nepuk pipinya. “Anna-a” panggilku lagi

“Jangan ganggu aku, jaebal. Badanku sakit sekali” ucapnya sangat sangat pelan hampir tidak terdengar.

“Aku akan membiarkanmu istirahat jika kau sudah mengganti bajumu, tidak mandi juga tidak apa-apa” ucapku lagi

“Shireo”

“Kalau begitu aku yang akan membuka bajumu dan menggantinya” ucapku ketus, mengapa ia manja sekali saat sakit.

“Andwe” dia pun duduk dan memegang kepalanya “aku akan mandi” lanjutnya berdiri lalau menuju kamar mandi yang berada di kamarnya, tidak sepertiku yang harus mandi di kamar mandi umum rumah ini heheh. Bisa di katakan kamarnya adalah kamar utama dan juga lebih luas dari kamar yang lain, ini juga kamarku karna aku kan suaminya. Hehehe ntah mengapa saat aku mengatakan aku suaminya ada perasaan lucu hehe. 16 menit telah menunggu akhirnya ia keluar dari kamar mandi menggunakan piyama yang sama denganku, ‘couple’. Saat dia mandi juga aku telah menyiapkan makanan dikamarnya agar dia tidak terlalu sulit. Aku ini suami yang baik heheh.

Author pov

“Anna-a kenapa kau tidur kau harus makan dulu” key pun duduk di tepi tempat tidur anna.

“Aku lelah”

“Kau harus makan dulu”. Bukannya sok care, key hanya khawatir dan itulah yang membuatnya seperti menjaga anna

“Shireo, pergilah aku ingin tidur”

“Kau ingin makan sekarang atau …” Key berusaha berpikir apa yang cocok di sandingkan dengan kalimatnya itu.  “.. Atau kau harus memasak setiap hari untukku”

Setelah mengatakan itu, anna duduk dan memberikan tatapan sinisnya “mana makanannya!??” Dengan nada ketus dari mulut anna membuat key sedikit tertawa pelan.

***

“Hara-a, mengapa kita harus melakukan ini?” Tanya anna dengan suara serak akibat sakit, sekarang mereka sedang mengikuti jiyeon untuk penyelidikan bahwa jiyeon selingkuh. Hara pun melihat keadaan anna yang sudah pucat membuat hara sedikit panik.

“Ini harus anna-a, demi kebahagiaanmu” kata hara mencuba menjelaskan “sepertinya kau demam ayo kuantar pulang” lanjutnya

Akhirnya sampai disini pengamatan mereka, hara mengantar anna pulang k ruman barunya.

~~ting tong ting tong~~

“Anna-a bukankah kau bisa …” Key membuka pintu sambil mengomel namun saat dia melihat hara dia berhenti mengomel. “Dimana anna ??” Tanya key

Hara pun menjelaskan tentang keadaan anna. Key sedikit panik namun bisa teratasi. Sudah pukul 7 malam dan suhu tubuh anna juga sudah turun. Hara pun beranjak pulang, namun sebelum dia pulang dia menitip sebuah amplop kepada key untuk anna.

***

“Annyeong key” ucap anna dengan suara seraknya, ia juga menggunakan seragam sekolah.

“Jangan sekolah ganti bajumu setelah itu kau turun lagi” perintah key dari arah dapur, melihat anna tidak bergerak sama sekali akhirnya key menghampiri anna dan sedikit mendorongnya. “Apa baru kali ini kau melihat orang tampan” timpal key benar benar membuat anna mual.

Anna pun turun dan mendapati key sedang duduk di sova ruang TV. “Mengapa kita makan disini” tanya anna

“Agar kau lebih santai” jawab key sekenanya. Mereka pun makan dalam diam. Setelah selesai makan key mengemasi semuanya, anna bermaksud membantu tapi di larang oleh key.

“… Aku tidak enakk jika hanya seperti ratu” jelas anna

“Anna dengarkan kataku atau perlu kupanggil chagi agar kau mau mendengar” timpal key

“Tapi ..”

“Jika kau sudah sehat kau boleh membersihkan rumah ini”. Lanjut key lagi membuat anna 100% menurut.

Setelah semua rapi, key kembali duduk di sofa dimana anna berada di sebelahnya.

“Ige, dari hara” ucap key memberikan sebuah amplop kepada anna.

±±±±±±

Anna, dengarkan aku dan lakukan ini. Aku akan mencari tahu tentang perselingkuhan jiyeon. Sementara kau harus membongkar kebohongan di balik wajah meumi. Kali ini menurutlah agar kebahagiaan yang sebenarnya akan datang kepadamu

±±±±±±

Setelah membaca pesan itu anna menghela napas panjang.

“Wae ??” Tanya key

“Kau tidak perlu tahu” anna pun menaruh kepalanya di bahu key dan mengambil posisi senyaman mungkin “aku pinjam bahumu” lanjut anna

“Meminjam ?? Apa maksudmu, bukankah kita sudah saling memiliki aku milikmu dan kau milikku. Kau lupa kita sepasang suami istri. Bahkan kita bisa melakukan ‘itu'” jelas key panjang lebar

“Kau mengatakan itu seakan akan kita menikah atas dasar cinta” ucap anna dengan posisi kepala masih berada di bahu key dengan mata tertutup.

“Atas dasar apa itu yang jelas menurutku menikah berarti memiliki” key tak mau kelah dengan argumeny anna

“Benarkah ?” Anna pun memeluk key dengan kepala masih di bahu key “gomawo” lanjut anna

Key pov

“Benarkah ? Gomawo”

Ya ! Ya ! Ya ! Anna kau berhasil membuat jantungku lepas kendali. Aigoo bahkan saat bersama jiyeon rasanya tidak seperti ini.

“Dan kau telah berselingkuh key-a”

“Chagi-a aku akan segera membuat keputusan” jawabku sekenanya karena jujur saja aku tak tahu harus berbicara apa lagi.

Author pov

“Aku sudah mendapatkan beberapa bukti hanya saja belum terlalu kuat” jelas hara

“bagaimana denganmu ??” Lanjutnya lagi setelah selesai meminum tehnya

“Aku sudah mendapatkan beberapa rekaman cctv di tempat yang waktu itu mungkin di lewati oleh meuimi dan minho oppa, sekarang hanya itu caraku untuk mendapatkan bukti” jelas anna dan mendapat anggukan dari hara. “Dan aku membutuhkanmu untuk memeriksa kaset kaset itu” lanjutnya lagi

“Setelah apa yang kuselidiki selesai aku akan membantumu, ohya bagaimana dengan key ?? Apa dia sudah memilih ?”

Anna meminum tehnya lalu menjawab “belum, tapi akhir akhir ini dia sering menemaniku di rumah” anna tersenyum.

“Kau mulai menyukainya anna-a” pernyataan yang keluar dari mulut hara membuat anna semakin tersenyum dan malu malu “aku rasa juga begitu”

~~~ring ding dong~~~

“Yoboseyo – ne – ne – ne”

Setelah menjawab telpon itu anna sedikit murung. “Waeyo ?”

“Jiyeon mengajak key pergi”

“Sudahlah, selama aku mengamati mereka tidak ada senyum tulus dari key. Ini sudah keseribu kalinya aku memberitahumu”

“Mmm aku masih ragu apa key menerimaku atau tidak ??”

“Anna-a kau jangan ragu, kau sudah mencintai key dalam pernikahan yang berusia 1 bulan. Mungkin hal itu juga terjadi dengan key”

Anna tetap memasang wajah lesunya, benar benar moodnya berubah drastis.

***

Anna pov

Ais jinja, melihat cctv 1 hari penuh di 2 tempat berbeda. Benar benar membosankan. Yang membuat kepalaku berdenyut, mengapa di hotel mempunyai begitu banyak rekaman cctv. Aahhh andai saja ada yang ingin membantuku.

‘Klek’

ku dengar keamanan otomatis di rumah kami mati secara otomatis dan itu berarti key sudah pulang. Sementara aku masih berkutik di depan komputer, dengan video yang masih di pause. Aku memegang kepalaku dan menunduk ke bawah, sangat sukses membuat aku seperti orang stress.

“Omo chagi-a, kau kenapa ?” Kkeeeyyyy kenapa kau panik gag jelas gitu sih.

“Gwenchana” ucapku menenangkannya.

“Kau yakin?” Tanyanya lagi, aku pun mengangguk.

Jam 11 malam, mataku sudah tak bisa ku toleransi. Eo ?? Itu oppa, walau aku mengantuk tapi aku yakin. Aku pun mencatat menit ke berapa rekaman itu terjadi, lalu aku pergi tidur.

***

Still author pov

Musim dingin telah tiba ditandai dengan angin yang membawa hawa dingin membuat kulit siapa saja yang mengenainya akan merasa merinding. Sekolah di hebohkan dengan permainan basket putra di lapangan outdoor. Sementara basket putri sedang latihan di lapangan indoor. Hawa dingin yang menerjang membuat guru malas mengajar dan murud jadi malas untuk belajar. Namun di tempat lain, yaitu hara telah menemukan sebuah bukti yang sangat penting.

 

_BERSAMBUNG_

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “Stupid Moment [1.2]

  1. Ceritanya seru!!! Sayang, alurnya kecepatan dan penulisan masih banyak yang salah… Misalnya pnggunaan huruf kapital… Tapi aku ga begitu peduli masalah penulisan sih wkaka :p

    Next :3

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s