Matamu

MATAMU

 Author: Nara Sapphire (@nara2806)

Main Cast: Key SHINee, You (Reader)

Length: One Shot

Type: Vignette

Genre: Romance, Friendship

Rating: PG-17

Summary:  I wanna add the ‘special’ word before the ‘girlfriend’. Would you?

A.N.: Hai~! Aku balik lagi! Masih ingatkah? Itu lo, author baru yang nulis FF gaje tentang Taemin [IMPRINT] *tutup muka*. Kkkkk~ Okay, I’m back with new fiction. Lagi-lagi ini FF kebutan. Ga tau kenapa tiba-tiba dapet inspirasi scene ini setelah tadi liat update-an facebook SM soal foto Key yang aku posting di dalam cerita ini. Ceritanya pasaran sih, cuma ide ini maksa(?) dicurahkan *lebay*.

Cerita ini aku persembahkan buat Onni-ku, Vonny, yang biasnya Key, yang yeobonya lagi ultah, yang katanya sifat Key banget *cerewet amat dah Nara*.  Ah iya deh, sekalian kado buat hyungbu~ (abang ipar). *digampar Onni, ‘kado ultahku aja ga ada!’* Wekekekkkk~ Enjoy!

 

“Mwoya neon (ngapain kau)?”

Sebuah suara mengejutkanku.

Aku terkesiap, “Ah… Ani…”

“Jangan terpesona dengan fotonya kalau orangnya ada di dekatmu,” celetuknya dengan wajah acuh tak acuh dan melewatiku.

Sial, lagi-lagi aku kedapatan menatap fotonya.

Ini foto dari ke sekian jepretan yang ku nikmati. Entah kenapa belakangan ini tatapannya terasa tajam, seperti pria yang…WOW.

KI

Aku mendesah, dan menyusul langkah Key yang tengah menepati janjinya denganku. Dengan jalan terseok-seok untuk menunjukkan ketidaksukaanku dengan perkataannya, aku menggerutu, “Siapa yang terpesona?! Kau lihat kan aku hanya sedang browsing berita grupmu.”

“Cih. Aneh sekali. Kita sudah kenal sejak kecil tapi kau malah mencari tahu keadaanku dari postingan orang-orang yang bahkan tidak mengenalku.”

Kenapa sih anak ini suka mencerca orang!

“Yaa! Mereka ini fansmu!” tegurku.

“Aku tahu, aku suka itu. Yang aku masalahkan hanya kau. Isanghada (aneh). Seseorang yang lebih tahu tentangku malah mencari tahu pada orang ‘luar’,” ia mengutip kedua tangannya pada kata terakhir.

“Arasseo(iya)… Mian…”

“Minta maaf untuk apa?” dia berhenti melangkah dan menatapku tajam.

Meski tidak bisa melihat bibirnya di balik masker itu, aku bisa tahu ia sedang emosi. Bisa kulihat dari matanya yang terhalang di bawah topi hitamnya.

“Keuraedo(tapi kan)… Artinya aku fans abadimu kan?” cengirku. Emosinya biasanya meredam setelah aku nyengir padanya. Kebiasaan yang aneh memang.

Key diam, pandangannya melembut tapi dia menatap ke tembok di belakangku.

“Neo… wae irae (kenapa sih)?” tanyaku, tapi pandangan Key malah teralihkan pada sepasang anak SMA yang sedang bergandengan tangan melewati kami. Mereka tertawa begitu bahagia.

“Kibum-ah?” aku memanggilnya kembali, tapi dia terus menatap pasangan itu tanpa berkedip. Aku menampar ringan pipinya, “KEY! Seriously what’s going on with you!?

Key terkejut. Matanya membulat padaku, namun ia segera menguasai dirinya dan kembali berpaling ke arah pasangan itu, “I’m just…”

Key mendesah. Tidak biasanya ia speechless seperti ini. Ia lebih suka meracau dalam bahasa Inggris sejak kembali dari sekolah di Amerika, tapi sekarang ia kelihatan seperti anak SMA bodoh yang tidak bisa bahasa Inggris sedikit pun.

Belakangan ini ia terlihat lebih ketus dari biasanya… dan sering melamun. Aku benar-benar ingin tahu ada masalah apa dengannya.

“Kibum-ah…” aku balas mendesah.

Dalam satu gerakan, tiba-tiba tangan kiri ke menarik pinggangku, sementara kepalanya tersampir di bahuku.

Aku terkesiap, nafasku tertahan, sementara kedua tanganku mencoba mendorong bahunya.

Aku benar-benar takut orang menyadari yang tengah memelukku adalah Key. Kami berdua bisa hancur. Key tengah memakai penyamaran, apalagi rambutnya yang telah kembali hitam, dibuat acak-acakan seperti orang biasa. Tapi tetap saja, seorang idola memiliki aura yang berbeda bukan?

Kepalaku dengan liar menatap ke samping kiri-kananku. Aku masih takut dilihat orang.

“Kamanisso (jangan bergerak), jjebal… Biarkan seperti ini,” Key menggerakkan kepalanya lebih menunduk, sehingga kedua matanya menempel di bahuku.

Perlahan, aku mulai berhenti mendorong bahunya. Tanganku beralih pada punggungnya, menepuk-nepuknya, berharap ini bisa membuatnya tenang.

“Naega…ni gomineul moreuggejjiman (meski aku tidak tahu apa masalahmu)… Aku tahu kau bisa mengatasinya.”

“Mothae (tidak bisa)…” jawabnya lemas sebelum menambah tangan kanannya menyentuh pinggangku untuk bertaut dengan tangan kirinya.

Ia merapatkan tubuhnya denganku dan semakin bernafas berat, seolah sedang mencium aromaku. Aku berusaha menghilangkan fakta nafasku telah sesak karena skinship-nya yang tidak biasa ini.

“Halsu isso… Halsuidda! (Kamu bisa… Pasti bisa!)” ujarku sambil menepuk punggungnya lagi.

Ia merubah posisi lagi. Kini dagunya yang menempel di bahuku.

“Hm…arasseo… Aku lelah. Lelah dengan duniaku. Ada sesuatu di manajemen tadi…”

Oh, kenapa dia jadi aneh begini? Skinship  yang tiba-tiba ini…

Kami telah berteman sejak kecil, makanya aku merasa dia telah berubah. Aku sudah mulai heran melihat tatapan matanya yang lebih maskulin belakangan ini, belum lagi sikapnya yang terkadang berubah. Well, dia memang selalu mencercaku, tapi belakangan ini kadang dia jadi berubah romantis. Terkadang dia merangkulku, terkadang ia pamit sambil mencium pipiku, malah ia sering meneleponku larut malam untuk ber-serenade sebagai lagu tidurku. Seperti sekarang, ia tidak pernah memelukku, dan kini, ia memelukku cukup lama. Membuatku kikuk dan mulai gerah dengan tatapan orang-orang.

“Kibum-ah, bisa kau lepas? Aku tidak akan menolakmu kalau kita tidak di tempat umum. Orang-orang melihat kita.”

Seolah tidak mendengarku, ia berpaling menatap ke arah pasangan tadi menghilang, sehingga kepalanya mengarah padaku dan sedikit nafas dari balik maskernya menggelitik leherku.

“Cogho (itu)… bahkan yang seperti itu bisa pacaran,” tiba-tiba ia mengeluh.

Oh, yang benar saja Key. Aku tahu sang pria tidak tampan dan sedikit gemuk, tapi sepertinya ia pria baik hingga diterima wanita itu.

“Ya sudah, kau tinggal minta tolong pada Shindong Oppa untuk menolongmu menyembunyikanmu tiap kau kencan, seperti artis SM lainnya. Kau hanya tinggal mendekati seseorang, toh kau idol, cukup bisa menarik perhatian.”

“Aku tak akan punya waktu untuknya. Jadwalku semakin sibuk. Kau tahu kan? Bahkan sulit bagi kita untuk bermain seperti dulu.”

“Pasti ada perempuan yang mengerti,” bujukku.

“Heheh,” Key tertawa renyah. Ia menarik dirinya untuk menatapku, meski kedua tangannya masih menempel di pinggangku. “Keurom, neo… nae yeojachingu halle (kalau begitu kau mau jadi pacarku)?”

“Ap—apa?”

“Ilil man (sehari saja)!” rajuknya sambil mengacungkan telunjuknya.

“You’re insane, Key,” ketusku sebelum menyentak tangannya dan melanjutkan langkahku ke subway.

“Yaa! Kejam kau, tidak mau menolong temanmu! Aku hanya ingin merasakan pacaran!” susulnya.

“Kau pikir aku juga pernah pacaran?!” tantangku.

Then be my real girl.”

Aku terkejut. Ia menghadapku, tapi seolah tak melihat wajah terkejut-ku.

For this last year, your face always pops in my mind. You have no idea how hard I try to concentrate in my schedules because of you. And I would be calm down for all the problems if I see you. I guess it’s because you’re the only one who understands me for all this years,” ucapnya sambil menggenggam tanganku yang satu lagi.

(Setahun ini, wajahmu selalu terngiang. Kau tidak tahu betapa sulitnya aku berkonsentrasi kerja di antara pikiranku tentangmu. Jika ada masalah, aku perlu menemuimu untuk menenangkan diri. Kurasa aku begini karena hanya kau yang mengerti aku.)

Ia mendesah, menelan air liurnya dengan susah payah, matanya seperti anak kecil yang berusaha mengatakan pada ibunya kalau dia baru saja memecahkan vas.

Of course,” dengusku. “We’ve known each other since we were kids.”

No, you’re different. You are not my girlfriend anymore. I wanna add the ‘special’ word before the ‘girlfriend’. Would you?”

(Tidak, kau berbeda. Kau bukan temanku lagi. Aku ingin menjadikanmu seseorang yang spesial untukku. Boleh?)

Oh my, aku hanya bisa tercengang sementara ia sudah menyandarkan kedua tanganku di dadanya.

Ia tersenyum imut dengan mata kucingnya , dan detik berikutnya, racauan manja khas ahjumma meluncur dari mulutnya, “Saranghae. Saranghaesaranghaesaranghaesaranghae!”

There he is.

The real him.

Aku mendengus dan menyentak tangannya lagi sebelum melanjutkan langkahku, “Bagaimana bisa aku percaya kau serius. Dasar. Kau selalu main-main.”

Lagi-lagi Key menahanku, “Kau pikir aku main-main?”

Dan sebelum aku mencerna ucapannya, ia sudah menghempaskan topi dan maskernya ke lantai, menahanku dengan kedua tangannya, dan…

Menciumku.

Aku terkesiap.

My first kiss!

***

BERITA TERKINI

Member boyband SHINee, didapati tengah mencium seorang perempuan yang terlihat sebaya dengannya di sebuah koridor subway.

Sumber menyebutkan, kejadian dua jam yang lalu ini disorot karena seseorang tiba-tiba menghempas atribut yang ia pakai ke lantai sehingga menarik perhatian orang lain. Beberapa shawol yang kebetulan sedang melintas, menyadari bahwa pria tersebut adalah Key SHINee, sebelum tiba-tiba ia mencium perempuan yang sedang bersamanya dan mengundang teriakan shawol beserta lomba memotret dari masyarakat yang berada di sana.

Demikian informasi yang baru didapatkan—belum ada penjelasan yang jelas tentang identitas wanita tersebut karena Key berusaha melindunginya. Meski belum ada pernyataan resmi dari SM Entertainment, namun bisa dipastikan perempuan itu adalah seseorang yang istimewa bagi Key.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Matamu

    1. woah, maaf telat balas ya..😉
      waw, tgl FF ini diposting pas tanggal aku sidang skripsi. #happy

      Unyu? lg? kkkkk sptnya aku udh dpt image sbg author ya>> unyu -_- kkkkk
      makasih… 🙂

  1. kok berasa fluffy gitu sih?
    Aku suka ceritanyaaaaa~ Minta lagi! Minta lagi! Sorry-sorry mulai sok imut
    Mencerminkan Key banget ya? Ehehehe
    Aku tunggu karya kamu berikutnya, Fighting!

  2. Ya ampunn ceritanya sweet bgt
    Bayangin key kayak gituuu
    Argghhh ga bisa kebayang kok ya xD

    Tapi suka banget loh sama gaya cerita kamu
    Dan endingnya bikin gemes sendirii

    Cute story…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s