Family Business – Part 6 : Rusalka

Title                 : Family Business : Rusalka

Author             : Black Scratch

Main Cast        :

  • Choi Minna (OCs)
  • Choi ‘Minho’ (SHINee)
  • Lee ‘Taemin’ (SHINee)
  • Lee Jinki ‘Onew’ (SHINee)
  • Kim Taeyeon (SNSD)

Support Cast    :

  • The Others

Genre              : Horror, Fantasy, Mystery, Tragedy, Romance

Length             : Sequel

Rating              : PG

Inspired Film   : Supernatural

Sebelumnya terima kasih kepada buku John Winchester’s Journal karena sudah memberikan petunjuk bagi semua legenda-legenda yang dicatatnya disana.

Sebelumnya, karena author ga tau jarak dan waktu untuk sampe ke suatu tempat di US, author buat ceritanya asal sampe aja ya.

FF ini udh author post di blog author. Siapa yg berbaik hati pen liat2 blog author, silahkan kesini http://sammylittlexotaemints.wordpress.com/

Family Business

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

“Bisa kau ceritakan bagaimana kejadiannya?”

“Aku sedang berjemur di pinggir danau ketika kedua temanku sedang berenang disana. Aku tahu tahu namun aku mendengar suara teriakkan. Dan saat itu mereka berdua tak lagi ada disana.”

“Terima kasih.” Ucap Taeyeon mengakhiri pembicaraannya kepada seorang yeoja.

“Bagaimana? Apa ada tanda-tanda dari mereka?” Tanya Minho kepada salah satu opsir disana.

“Kami sudah memeriksanya. Namun kami tak menemukan dimana sebenarnya dasar danau itu berada.” Jawab sang opsir.

“Ini kartu nama kami. Jika sesuatu terjadi, hubungi kami.” Pinta Minho. Si opsir hanya mengangguk dan membiarkan kedua agen itu pergi dari tempat kejadian.

*************************

“Jadi apa itu menurutmu?” Tanya Taeyeon setelah ia menceritakan apa yang dijawab saksi di tempat kejadian tadi. Kelima orang ini sudah berada di Prescott, Alaska. Mereka menerima berita bahwa dua orang yeoja hilang di danau.

“Aku menemukan beberapa makhluk yang mengarah pada kejadian tersebut. Namun ini adalah makhluk laut, bukan air tawar.” Jawab Minna.

“Apa? Rusalka?” Ucap Taemin.

“Baiklah. Bisakah kalian jelaskan pada kami?” Tanya Onew.

“Tapi, Taem. Apa mungkin makhluk laut seperti rusalka ini ada di danau?” Ujar Minna tak menghiraukan perkataan Onew. Onew terlihat kesal dengan jawaban yang memuaskan dari Minna.

“Kita belum tahu pasti. Ini makin sulit karena kita tak diberi petunjuk.” Balas Taemin.

“Jadi, kalian bisa jelaskan sekarang, bukan?” Tanya Taeyeon.

Rusalka

“Ah, ne. Rusalka adalah roh perempuan yang dibunuh atau meninggal bunuh diri di air. Kadang anak-anak yang tenggelamkan ibunya. Mereka yang lebih besar menyanyi untuk merayu pejalan kaki dan pelaut, dan kemudian menenggelamkan mereka di bawah laut untuk dijadikan kekasih. Cerita rakyat juga menyebutkan rusalka memiliki beberapa karakteristik vampir. Beberapa rusalka akan menghilang kalau dendam kematian mereka terbalas. Ereka juga bisa diusir kalau terlalu lama berada di luar air, cukup lama sehingga rambut mereka kering sepenuhnya. Versi anak-anaknya bisa diusir dengan dibaptis air suci.” Jelas Minna sambil membolak-balikkan lembaran jurnal appanya yang usang.

“Bisa saja rusalka ini dibunuh ataupun bunuh diri di danau itu. semuanya bisa saja, bukan?” Kata Minho memberikan pendapat.

“Bisa jadi. Kita belum tahu.” Jawab Minna.

“Bagaimana jika begini. Onew hyung, kau dan Taeyeon noona mencari siapa pemilik dari rumah kayu di depn danau. Aku dan Minna, setelah Onew hyung dan Taeyeon noona menemukannya, kalian akan mengintrogasi pemiliknya. Dan Taemin, aku akan mengintrogasi warga di sekitar danau.” Perintah Minho. Semuanya mengangguk. Onew dan Taeyeon langsung pergi dari kamar motel. Sementara Taemin, Minho dan Minna tetap berada di motel.

Minna dan Minho sampai di sebuah komplek perumahan. Sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Taeyeon, mereka sudah berada di suatu rumah di komplek tersebut.

“Apa kita menyebutnya? CIA? Atau tetap menjadi FBI?” Canda Minho. Minna menggeleng.

“FBI, Choi Minho. Dan kau tak boleh berbicara kecuali aku yang menyuruhmu.” Jawab Minna lalu mengetuk pintu rumah tersebut.

“Ya?” Seorang wanita dengan hotpans dan kaos kebesarannya membukakan pintu.

“Kami agen FBI. Dia agen Shin dan aku Jae. Bisa kita bicara sebentar?” Tanya Minna. yeoja itu mengangguk.

“Sebelumnya ada agen FBI yang bertanya di tempat kejadian. Dan anehnya mereka juga dari Asia.” Yeoja itu berjalan ke ruang tamu menuntun kedua agen ini untuk duduk.

“Yang lelaki itu kakakku. Kami bekerja di kasus yang sama.” Jawab Minna dengan meyakinkan.

“Kebetulan yang sangat menyenangkan.” Timpal yeoja itu.

“Jadi… Ms. O’Coner. Kalian sedang… Euhm anggap saja bersenang-senang ketika kedua temanmu itu menghilang?” Tanya Minna.

“Ya. Mereka sedang bernenang di tengah danau dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri mereka tertarik ke dalam. Sebelumnya teriakkan terdengar dari salah satu dari mereka.”

“Apa kau tahu siapa yang memiliki rumah kayu tua di depan danau?”

“Itu milik adik ayahku. Kimberly O’Coner. Aku mengajak teman-tmanku kesana. Dan ternyata berakhir bencana seperti ini.”

“Bisa kau memberi kami alamatnya?”

Setelah diberikan alamat, Minho dan Minna berjalan beberapa blok dari rumah yeoja itu. Alamat yang diberikan hanya beberapa blok dari sini.

“Menurutmu sampai kapan kita akan melakukan pekerjaan ini?” Tanya Minna sambil tersenyum hambar.

“Mwo?”

“Aku sudah mulai menikmati pekerjaan tanpa imbalan ini. Menolong orang tanpa mendapatkan apapun. ”

“Kenapa kau selalu membicarakan ini?”

“Aku ingin semuanya berakhir ketika kita tua nanti.”

“Setelah itu, apa yang ingin kau lakukan?”

“Kita sudah sampai.”

Mereka sudah berbicara banyak tentang rumah kayu tua di depan danau.

“Jadi, Mss.O’Coner. apa sebelumnya terjadi sesuatu di danau itu?”

“Sebelumnya… Anakku hilang disana.”

“Maafkan kami, Mss. O’Coner.”

“It’s okay. Itu sekitar 3 tahun yang lalu. Mereka sedang bermain bersama. Dan ketika Jasmine pergi ke dalam rumah untuk mengambil makanan, Rose menghilang.”

“Mereka kakak beradik?”

“Mereka kembar.”

“Apa sebelumnya kejadian menghilang itu pernah terjadi sebelum anakmu?”

“Belum pernah ada yang hilang seperti anakku. Semenjak anakku hilang, banyak orang yang hilang di danau itu.”

Minho dan Minna sudah menyelesaikan investigasinya. Mereka kembali kekamar motel untuk beristirahat sejenak sebelum otaknya akan berisi kemungkinan-kemungkinan.

“Jadi seperti itulah. Kami belum tahu pasti apakah anak dari Kimberly yang melakukan semua ini.” Jelas Minho menceritakan semua kesaksian dari Kimberly.

“Kemungkinannya masih 7%. Tapi, aku lebih mencurigai Kimberly ketimbang Rose.” Sambung Minna.

“Maksudmu Kimberly yang melakukannya?”

“Anni. Rusalka adalah hantu yeoja yang mati di air…”

“Jadi maksudmu Kimberly yang membuat anaknya hilang?”

“Kecurigaanku mungkin kurang dari 10%.”

“Baiklah. Ada yang mau makan?” Ajak Onew.

“Belikan saja aku beberapa permen, cokelat atau es krim.” Pinta Minna.

“Kau selalu memakan makanan itu. tak takut gendut ha?” Ledek Minho.

“Jika kau menggunakan otakmu sedikit lebih lama, kau tak akan gendut hanya karena memakan yang manis-manis.” Timpal Minna santai.

“Kau mengejekku, ha?” Ucap Minho. Semuanya tertawa. “Baiklah, kita pergi.”

“Bisakah kau membelikanku beberapa makanan? Aku sedang tak ingin keluar.” Pinta Taemin pada Onew. Onew mengangguk dan berjalan keluar mengikuti kedua saudaranya.

Taemin berjalan kedekat jendela memastikan bahwa ketiga orang itu sudah pergi. Ia lalu mendekat pada Minna yang berada di ranjang dan sedang mengutak atik laptopnya.

“Siapa yang kau temui di motel XXX kala itu?” Tanya Taemin. Minna mengerutkan keningnya. “Aku mengikutimu kala itu. Saat kau menemui seseorang di sebuah motel di Blue Earth. Siapa itu?”

“Itu hanya seorang pemburu Korea. Apa masalahmu? Lagipula, kenapa kau mengikutiku?” Curiga Minna.

“Euhm… Aku hanya sedang membeli makanan seperti biasa kala itu. dan aku menemukan mobilmu di motel. Kau melakukan sesuatu dengannya?”

“Melakukan sesuatu? Seperti apa? Kau ini ada-ada saja. Aku hanya ingin menanyakan dimana appa.”

“Dan kau bertanya pada orang asing?”

“Terserah kau saja.”

*****************************

“Taem, kau bersama Minna, arra? Ada wanita cantik yang akan duduk disini.” Ucap Minho sambil mendorong Taemin keluar dari mobilnya. Taemin tersenyum bahagia dan langsung mendekat ke Minna. minna melihatnya sinis dan memutar manik matanya.

“Izinkan aku menyetir. Ne? Ne?” Pinta Taemin. Minna melemparkan kunci motornya dan memberikan helm merahnya pada Taemin. Taemin kembali tersenyum dan langsung menaiki motor Minna.

“Don’t break my baby.” Kata Minna memeluk Taemin dari belakang. Taemin kembali tersenyum menang.

“Kita akan ke rumah Kimberly untuk menjemputnya dan kita akan pergi ke danau.” Ucap Minho agak berteriak. Ketiga kendaraan ini akhirnya pergi dari motel.

“Ini anakmu?” Tanya Minho canggung.

“Hm. Dia baru saja pulang sekolah. Tak apa ‘kan jika kuajak dia?” Tanya Kimberly memastikan. Minho mengangguk tak keberatan. Anak Kimberly baru berumur 10 tahun. rambutnya pirang sepundak, dengan celalan jeans dan jaket jeansnya juga. Wajahnya sungguh cantik dan manis.

“Jadi… Apa kau melihat bagaimana anakmu hilang?” Tanya Minho sambil menyetir.

“Tak ada siapapun disana. Jasmine sedang mengambil makanan dan aku sedang memasak disana. Lalu aku mendengar teriakkan Rose dan berlari. Aku melihat danau yang airnya bergoyang. Dan sejak saat itu aku tak melihat ankku lagi.” Jelas Kimberly. Jasmine melihat ke arah kaca spion atas dengan sinis. Kala itu Minho melihat dengan sangat jelas. Jaasmine melihat ibunya melalui kaca spion. Minho  hanya mengangkat alisnya dan kembali berbicara dengan Kimberly.

Keenam orang ini sampai di rumah kayu tua di depan danau. Taemin, Minna, Taeyeon dan Onew langsung berkeliling danau. Sementara Minho berada di teras menemani Jasmine yang bermain dengan boneka teddy bearnya. Sementara Kimberly memasak sesuatu untuk mereka semua makan di rumah kayu itu.

“Jadi… Apakah saudari kembarmu manis sepertimu juga?” Tanya Minho memecah keheningan.

“Dia lebih cantik. Dia bahkan lebih tinggi daripada aku.” Jawabnya.

“Jadi… Bagaimana hubunganmu dengan saudarimu?” Tanya Minho lagi. Jasmine melihat ke belakang tepatnya ke dalam pintu rumah.

“Kami begitu dekat. Kami sering bermain bersama. Dia begitu baik padaku. Sebelum ia menghilang, ia mengigit. Membuat berdarah. Dan ibu bilang ia bisa diselamatkan.”

“Baiklah. Aku tak mengerti apa maksudmu.”

“Tak apa. Kau tak akan mengerti. Ini, untukmu.” Dan Jasmine berlari ke ibunya yang sedang memasak.

Tak mendapatkan apapun. Setelah makan, dan bersantai sejenak di danau, akhirnya mereka kembali ke motelnya. Setelah sampai, mereka mulai sibuk mencari informasi tentang danau tersebut.

“Minna. Jasmine memberikan gambar ini padaku. Aku sebelumnya bertanya, namun katanya ia tak pernah memberikan gambar ini padaku.” Minho memberikan sebuah gambar. Minna menerimanya dan mulai mangamatinya. Tidak ada yang aneh dari gambar itu. Hanya ada danau dan rumah kayu tua. Mungkin itu yang akan terlihat pada mata normal.

“Apa ini? Aku tak pernah ingat ada sebuah batu atau apapun disini.” Minna menunjuk sebuah benjolan di danau. Setelah di perhatikan, memang ada yang aneh. Digambar tersebut, ada warna pirang yang berupa benjolan. “Ada mata dan hidung juga.”

“Tunggu. Apakah… Jasmine memberitahu kita bahwa kembarannya ada disana?” Tanya Onew. Ketiga orang lainnya berkumpul di ranjang Minna. Minna merasakan sesuatu yang kasar di belakang gambar tersebut. Minna kemudian merabanya dengan menutup matanya.

“Bisa kau ambilkan tinta itu?” Pinta Minna pada Taeyeon. Taeyeon dengan cepat mengambil sebotol tinta hitam. Minna membanjur kertas tersebut.

“No… Me… With me… Apa Jasmine berbicara sesuatu kepadamu sebelum ia memberikan ini kepadamu?” Tanya Minna. Ketika ia membanjur gambar itu, terlihat tulisan-tulisan yang tadi disebutkan oleh Minna.

“Ne.” Jawab Minho mengangguk.

“Bisa kau beritahu kami?”

“Aku tak begitu mengingatnya. Kurang lebih seperti ini, Kami begitu dekat. Euhm… Kami sering bermain bersama. Dia begitu baik padaku. Se… Sebelum ia menghilang, ia mengigit. Membuat berdarah. Dan ibu bilang ia bisa diselamatkan. Seperti itulah.”

Minna mencatat apa yang di ucapkan oleh oppanya itu. ia lalu melihat gambar yang sudah ia beri tinta.

“We’re ‘not’ really close. We’re ‘not’ often playing together. She’s ‘not’ too kind with me. Before she gone, she bite ‘me’. Make ‘me’ bleeding. And mom said that she can ‘not’ be survived.”

“Kami tak begitu dekat. Kami tak sering bermain bersama. Dia tak begitu baik padaku. Sebelum ia menghilang, ia mengigitku. Membuatku berdarah. Dan ibu bilang ita tak bisa diselamatkan. Itu maksudnya?” Ucap Taemin. Minna mengangguk.

“So… Siapa yang mau ikut?” Ajak Minna.

Minna dengan cepat kembali ke rumah Kimberly dan langsung mengajak Jasmine berbicara.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Minna.

“Kau sudah mengeti pesannya?”

“Bisa kau jelaskan pada kami?”

“Bisa kita jalan-jalan disekitar sini, berdua?” Tanya Jasmine meyakinkan. Yang lain mengangguk. akhirnya Minna mengajak Jasmine berjalan-jalan.

Berjalan-jalan di sekitar komplek. Mereka berhenti di sebuah taman bermain di komplek perumahan tersebut.

“Jadi… Bagaimana ceritanya?” Tanya Minna langsung duduk di ayunan. Jasmine duduk di ayunan yang lain.

“ Aku dan dia adalah saudara kembar yang jauh berbeda. Kata ibu, ia begitu nakal sehingga ia tak pernah punya teman yang banyak. Dan suatu hari, saat itu hari sudah mulai sore. Di jembatan di depan danau, aku dan teman-temanku sedang bermain bersama. Dan dia menyuruh mereka semua untuk pergi pulang. Dia mendorongku ke danau, aku mengikut sertakan dia jatuh disana. Saat itu kami masih berumur 7 tahun. kami belum bisa berenang. Ibu datang. Ia memegang kami berdua, namun ia tak bisa mengangkat kami berdua. Jika ia mengangkat salah satu dari kami terlebih dahulu, ia pasti takkan bisa menyelamatkan yang ia lepaskan. Jadi ia memilih yang terbaik dari kami, ya aku. Rose O’Conel.”

“Tunggu, apa maksudmu. Kau Rose?”

“Untuk menutupi kesalahan tersebut, ibu mengganti namaku menjadi nama yang diberikan kepada Jasmine. Ibu bilang itu adil. Yang diselamatkan adalah aku, namun yang tetap hidup adalah Jasmine. Kupikir itu tak adil. Itu berarti menutupi kebohongan dengan kebohongan lain. Itu tak rasional untukku.”

“Kau bersekolah dimana?”

“Tak ada sekolah yang mau menerimaku. Mereka bilang, jika ingin menyekolahkanku, carilah sekolah khusus untuk anak yang di atas rata-rata.”

“Aku tahu kau lebih dari jenius. Ayo, kita kembali”

“Bagaimana obrolanmu dengannya?” Tanya Onew. Minna tak menjawab. Yang lain hanya mengangkat bahunya.

“Minho! Ayahku berada disana!” Panik Kimberly. Minho dan yang lainnya langsung berlari keluar.

“Taemin, kau bersama Taeyeon dulu. Aku akan membawa Jasmine bersamaku.” Ucap Minna. Taemin dengan wajah kesalnya berlari ke mobil Taeyeon sementara Minna langsung membonceng Jasmine bersamanya.

“Dad, don’t!” Teriak Kimberly melihat ayahnya sudah ada di tengah danau dengan kapal kecilnya.

“Ayah ingin mencari Rose!” Teriak ayahnya.

“Kakek! Rose disini!” Teriak Jasmine.

“Jasmine! What are you doing!” Seru Kimberly sambil menarik Jasmine mendekat padanya. Jasmine berlari ke jembatan di depan danau dan berteriak memebritahu pada kakeknya bahwa cucunya yang bernama Rose sesungguhnya itu dia.

“Kakek! Argh!!” Teriak Jasmine. Jasmine terjatuh dalam danau. Minna dan yang lainnya berlari ke jembatan.

“Onew, kau bawa kakeknya bersamamu. Aku akan mencari Jasmine.” Perintah Minna lalu melompat ke danau. Minna sudah beberapa kali masuk ke dalam danau namun ia lagi-lagi keluar.

Di dalam danau, Minho yang sedang berenang ke tengah itu tiba-tiba tak terlihat. Ia ditarik oleh sesuatu ke dasar danau namun ia tak menemukan apapun untuk ia salahkan. Ia terus melawan namun malah tarikan itu bertambah kencang.

Di lain tempat, Minna sudah menemukan Jasmine dan hendak menyelamatkannya. Namun setelah ia mendorong Jasmine ke atas, ia malah tertarik oleh sesuatu di bawah. Ia terus tertarik hingga napasnya mulai terasa sesak.

Jasmine yang sudah di atas ditarik oleh ibunya. Ketika ibunya hendak menarik anaknya itu, tangan satunya lagi malah digenggam oleh tangan lain. Kepalanya keluar.

“Jasmine…” Yang lain membelalakkan matanya. Onew yang henak menolongnya malah terpental jauh. Begitu pun Taemin dan Taeyeon.

“Ibu, ini pilihan ibu. Ibu akan menyelamatkan siapa kali ini?” Ucap Jasmine yang sebenarnya. Kimberly begitu bingung. Ia kemudian menutup matanya. Ia menangis. Ia melepaskan genggaman Rose yang asli. “Ibu akan memilihmu, jadi biarkan Rose pergi.”

“Terima kasih ibu.” Dan Jasmine menarik Kmiberly masuk ke danau. Taeyeon langsung menarik Rose ke atas. Sementara Minho langsung menceburkan diri mencari Onew dan Minna. dan beberapa detik kemudian mereka bertiga keluar bersamaan. Terlihat muka pucat dari Minna dan Onew.

**************************

“Rose, lebih baik kau kesini. Disini kau akan disekolahkan dengan baik tanpa ada yang menolakmu.” Minna mengantarkan Rose ke suatu tepat yang luas. Disana begitu banyak anak-anak seumurannya.

“Terima kasih, Minna. aku tak akan melupakanmu.” Ucap Rose lalu memeluknya.

Minna kemnali ke motel dan mulai membereskan barangnya sebelum pergi dari motel.

“Dimana kau mengantarnya?” Tanya Taemin.

“Suatu tempat yang akan menerimanya” Ucap Minna singkat. Ponsel Minho tiba-tiba berdering. “Dimana Minho?”

“Minho sedang membeli beberapa makanan. Katanya ia hanya sebentar. Tapi sampai saat ini belum terlihat juga.” Jawab Onew. Minna kemuian mengambil ponsel Minho dan keluar dari motel. Nomor itu tak ia kenal dan memang tak bernama. Jadi ia langsung mengangkatnya.

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “Family Business – Part 6 : Rusalka

  1. Yeah akhirx dah baca dr awal. Daebakk thor aq suka crta detektif + thor pake latar USA wah mkin komplit dah.Lnjut truz ya… Salam kenal,annyeong !!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s