Sad Curse [2.3]

Sad Curse

Picture1

Author : D-mster

Main Cast : Lee Taemin, Lee Jinki

Support Cast : Kim Jonghyun, Key, Choi Minho

Length : part 2 of 3

Genre : Mistery, Horror (little), Family, Angst.

Rating : PG 13

Entah kenapa, biasanya aku tidak mempercayahi khayalan mimpi seperti itu. Tapi, sepertinya ini berbeda. Memang mungkin itu bukan mimpi biasa. Karena, setelah aku menyelidiki profil tentang wanita yang telah dibunuh Choi Minho, rumahnya dipenuhi dengan barang-barang mistis.

“Bugh!” serbuk putih menimpa wajahku dengan tiba-tiba. Dan aku sudah tidak asing lagi dengan ini.

Saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida…~ “ Jinki tiba-tiba muncul dari belakang. Menampilkan gigi kelinci nya. “selamat ulang tahun taeminnieeeeeee!!!!” seluruh taman bergema mendengar suara Jinki hyung. “oh, Jinki hyung” ujarku berpura-pura kaget. “gomawo” sahutku lemas.

“hei, kenapa kau murung lagi? Ini kan ulang tahun mu! Seharusnya, kau bahagia. Tempatnya juga sangat pas sekali, di taman.” ujar Jinki sambil mengacak-acak rambutku untuk menghilangkan tepung-tepung yang menempel.

“hehe” aku tertawa kecut. “aigooo, tidak terasa, dongsaengku sudah besar! Tapi belum terlalu manly! hehehe” hiburnya.

“………”

“taemin-ah, jangan marah begitu. Baiklah, baik. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Sebenarnya, ada masalah apa sampai kau murung begitu?” tanya jinki penasaran.

Karena tidak ada jalan lagi, aku memberitahukan semua hal yang terjadi hari ini kepada Jinki hyung tanpa ku beritahu nama pelakunya. ia mendengarkan ceritaku baik-baik. Tidak ada 1 patah katapun keluar dari mulutnya.

“itu hanya mimpi ‘kan? itu tidak benar-benar kutukan, bukan?” tanyaku khawatir. “meskipun aku percaya itu hanya mimpi, tapi aku merasa khawatir. Apalagi terhadap Jinki hyung. Jika memang kutukan itu benar, aku takut jinki hyung-“

“sudahlah, jangan khawatirkan aku!! Seorang polisi yang bertugas menyelidiki kasus tidak boleh seperti ini!  Lihat, aku punya ini!”Jinki menunjukkan kalung yang sedang dipakainya.

“ini jimat. Kau tahu? Ayah dan ibuku mewariskanku ini. Aku selamat dari maut berkat kalung ini. Orang tua ku juga terkena kutukan dari seseorang. Mereka memberiku ini agar aku selamat” Aku terdiam mendengarnya.

Kenapa Jinki hyung tidak menceritakan ini padaku dari dulu bahwa orang tuanya telah meninggal?  Ia tetap bisa semangat walaupun kedua orang yang dicintainya sudah tiada. Sungguh, kakak ku adalah orang yang terhebat yang pernah aku temui. Semangatnya seperti angin yang tidak ada henti-henti nya berhembus.

Sekitar 1 menit suasana hening. Tidak ada percakapan dariku maupun Jinki Hyung. Hanya suara serangga yang bernyanyi memenuhi taman ini.

Tiba-tiba suara Jinki hyung memecahkan keheningan.

“taemin-ah, bisakah kau membelikanku sekaleng jus jeruk? Maaf aku memintamu meneraktirku begini.. aku sedang tidak membawa uang”

“oh, baiklah hyung. Tunggu disini ya, aku akan segera kembali”

 “taemin-ah, bolehkah kau meminjamkan jaket mu itu? Aku lupa membawa jaket… maaf aku terlalu banyak merepotkanmu ya” pintanya lagi.

“sama sekali tidak merepotkan! Ini pakailah. Aku akan pergi dulu!” aku segera melepaskan jaketku dan cepat-cepat berlari ke mini market terdekat. jarang-jarang Jinki hyung meminta sesuatu padaku.

            Setelah 5 menit berlalu, tanganku sudah menggengam 2 minuman kaleng bertuliskan “Orange Juice”.

“ini dia!! Satu untuk hyung, satu untukku! Memang malam-malam lebih enak memandangi pemandangan dengan meminum jus bukan? Aku tau pemikiran Jinki hyung!” sahut ku.

“ahaha, kau tau saja! Ini taemin, jaketmu! Terima kasih, aku sudah tidak kedinginan lagi! Pakailah, agar kau tidak kedinginan!” perintahnya.

“hm, lagi pula, kenapa Jinki hyung tidak membawa jaket? Padahal kan malam ini sangat dingin” ujarku sambil memakai jaket ku lagi.

“hehe, sudah kubilang, kan? aku lupa. Sepertinya makin bertambah tua, tingkat intelektualitas ku makin menurun hahaha”.

“sepertinya, sih” aku pun ikut mengejek Jinki hyung.

“4 hari”

“eum? Apanya yang empat hari, hyung?” tanyaku sambil menyeruput jus.

“selalu bawa kemana-mana jaketmu itu selama 4 hari, ya?”

“memangnya kenapa?”

“kau tahu, aku lihat di berita ramalan cuaca 4 hari kedepan agak lumayan dingin.. jadi pakai ya?”

“arraseo, hyung. Terima kasih telah memberitahuku” ujarku senang.

“ne.. aku akan melakukan apapun asal kau selamat, taemin”

“huh? Apa hyung mengatakan sesuatu?”

“tidak.. aku tidak mengatakan apa apa kok” senyumnya

                                                                        ***

Karena hari ini hari libur, aku akan berjalan-jalan di kota. Sekedar untuk refreshing, sekaligus mengawasi keamanan kota. Aku adalah polisi yang bertanggung jawab, bukan? Hahaha. Aku juga telah menuruti perkataan Jinki hyung, memakai jaketku ini selama 4 hari. Menurutku, cuaca hari ini tidak terlalu dingin. Tapi,tak apa. Aku akan menuruti perintah Jinki hyung.

            Setelah melewati beberapa rumah, aku melihat ada jalan kecil yang mencurigakan. Sepertinya, aku tidak pernah melewati jalan itu sebelumnya. Yah, hitung-hitung aku orang yang mudah penasaran akan sesuatu yang belum kuketahui.

“hm, jalan ini lumayan gelap” gumam ku. Tiba-tiba aku mendengar suara yang samar-samar. Sepertinya, ada suara orang yang berteriak. Setelah beberapa langkah, suara itu pun semakin ku dengar.

“Jung Min! Ada apa denganmu?!” terlihat seseorang berteriak dan terus melangkah mundur untuk menghindari sesuatu yang sedikit demi sedikit mendekatinya. Segera aku berlari untuk menolongnya. Tapi, seketika kakiku langsung terhenti.

Ada apa dengan orang itu? Keadaan nya sangat tidak wajar. Kulitnya pucat pasi, ia seperti kehilangan kesadaran. Walaupun seperti itu, bagiku menyelamatkan nyawa orang adalah yang terpenting.

            “Jangan bergerak!!” ujarku menggertak seseorang yang pucat itu sambil mengacungkan pistol. “p..polisi? T..tolong aku!” pinta seseorang -yang sepertinya- mencoba menghindari si pucat.

“sebenarnya ada apa ini?” tanyaku heran melihat orang yang sangat pucat melangkah sedikit demi sedikit mendekatiku dan orang disebelahku.

“dia tiba-tiba berubah seperti ini! Dia seperti tidak sadarkan diri. Itu bukan Jung Min yang kukenal lagi!” jawab laki-laki itu dengan badan yang gemetar ketakutan. Bagaimana tidak takut? Sekarang, orang yang pucat pasi itu mengacungkan pisau tajam kearah kita.

            Aku tidak langsung menembakkan pistolku, tapi menunggu pergerakan orang pucat itu. Orang yang meminta ku membantunya telah ku peritahkan untuk tetap di belakang. Aku harus tetap was-was. Karena, bisa jadi orang pucat itu akan melakukan pergerakan yang tidak kuperkirakan.

“AARRGH!!” tiba-tiba orang pucat itu berteriak. Membuat jantungku berdegup kencang.

“ARGH!” ia membabi buta benda disekitarnya dengan pisau. Seperti inikah yang dikatakan kehilangan kendali?

“Tunggu! itu adalah tabung gas beracun! Jangan kau hancurkan!!” aku terus melangkah mundur sedikit demi sedikit. Menghindari orang gila yang pucat itu. Aku terus menggertaknya. Tapi, ia sama sekali tidak menghiraukan kata-kataku. Kenapa dengan orang ini? Apa ia tidak takut mati keracunan?

            Tanpa berfikir, orang pucat itu menusuk nusuk tabung gas beracun itu. Alhasil, tabung itu mengeluarkan gas beracun dalam jumlah yang banyak. Aku spontan menggeret tangan orang yang meminta tolong padaku dan meinggalkan si pucat disana. “t..tunggu! bagaimana dengan Jung Min?!”

“aku tidak bisa melakukan apa-apa. Dia sudah tidak waras”

Setelah sampai di area yang aman, kita beristirahat. Aku tidak habis pikir, kenapa bisa ada orang seperti tadi? Karena ini menyangkut nyawa, aku harus bertindak. Coba bayangkan jika tidak ada aku tadi, bisa-bisa orang yang meminta bantuanku itu bisa terbunuh.

“siapa namamu?” tanyaku berusaha menyelidiki dari hal yang kecil.

“Kim… Kim Jonghyun” ia masih sedikit gemetar. Sepertinya ia merasa ngeri melihat kejadian seperti itu. Dan, aku juga sama. Jujur saja, aku sangat gemetar melihat kejadian tadi.

“Kim Jonghyun-ssi, sebenarnya apa yang terjadi? Jelaskan padaku sedetail detailnya”

“b..begini, jam 12 siang tadi, aku dan Jung min berencana untuk makan bersama. Dan, dia bilang ia juga ingin menunjukkan jika ada jalan tembus untuk mencapai restoran lebih cepat. Akupun ikut pergi dengannya. Saat kita tiba di jalan tembus, aku kaget melihat tempat yang begitu gelap.aku tanpa sengaja menyenggol tangan Jung Min. Dingin, sedingin es. Itulah yang kurasakan saat menyenggol tangannya. Saat aku bertanya kenapa ia hanya mengatakan bahwa ia terlalu banyak terkena angin sehingga tangannya dingin.beberapa menit setelah kejadian itu, aku banyak mengobrol dengannya. Tapi ia tidak menanggapi nya dengan satu kata pun. Dan seterusnya adalah kejadian yang kita alami tadi”

“apa hubunganmu dengan Jung Min-ssi?”

“kami adalah sahabat yang sangat dekat. Ia menganggapku sebagai saudaranya dan tidak akan membiarkanku terluka atau lainnya. Hubungan kami layaknya hyung dan dongsaeng. Tapi tadi ia tidak seperti hyung yang kukenal dulu”

Aku mencoba memahani kata katanya satu persatu. Mungkin saja ada clue yang bisa memecahkan misteri ini. Tapi, nol. Tidak ada 1 pun yang kupahami. Ada tiga hal yang tidak kumengerti.

Pertama: kenapa karakternya berubah 360° saat tangan nya dingin?

Kedua: bukankah Jung Min itu menyayangi Jonghyun layaknya adik dan tidak akan membiarkan 1 orangpun menyakitinya? Tapi kenapa dia tadi ingin melukai adiknya sendiri? Mungkin ini bisa ditoleransi. Barangkali memang selama ini Jung Min sangat membenci Jonghyun dan selama ini ia hanya memasang  poker face.

Ketiga: tapi jika ia hanya berniat untuk membunuh jonghyun, kenapa ia seperti kehilangan kendali, mencabik cabik barang disekitarnya, dan sama sekali tidak menggubris gertakanku? Apa ia memang tidak takut mati?

“baiklah, kasus ini akan ditangani polisi besok. Jadi, aku meminta bantuanmu untuk menjadi saksi apa yang terjadi hari ini” tegasku.

“baiklah”

—————————————————————————————–

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Sad Curse [2.3]

  1. Abang ayam-kelinciku terlalu misterius disini….
    Makin khawatir…
    Berarti kutukan ini ‘nyerempet’ (bahasa alien nongol)
    ke masalah persaudaraan, gitu…?
    Jadi, berikutnya, Jinki-Taem….?
    Andweee……..

  2. Annyeong, thor..😀
    Cerita ffnya bagus & menarik.. ^^ Walau ada beberapa typo sih.. Tapi gapapa.. Haha..
    Mian baru comment di part ini.. *bow*
    Itu kayaknya Onew yang kena kutukan juga ya? Lalu itu jimatnya biar dia bisa mengendalikan dirinya? Lalu dia harus menghindari dingin supaya ga berubah?? #plakk #soktau
    Yaudah deh, aku lanjut baca part 3nya dulu ya.. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s