Who is??? – Part 11

Who is??? Part 11

cover

Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

 

Minho pov

Appa duduk di sofa dan menatapku.

Appa: duduklah, kita perlu bicara.

Aku menurut, duduk di sofa sebelahnya.

Appa: minho, appamu ini sudah tua, lihatlah ubanku yang sudah tumbuh memenuhi kepalaku. Minho, ini saatnya kau menggantikan appamu.

Minho: aku masih kuliah appa.

Appa: kau bisa kuliah selama  bekerja.

Minho: itu akan memakan waktu dan menyulitkanku.

Appa: kalau begitu, berhentilah kuliah! Appa ingin kau menggantikan posisi appa dan yang paling penting, kau harus menikah.

Minho: menikah? Dengan siapa?

Appa: tentu saja dengan kekasihmu imyeol itu, appa dengar dari appanya kalian sudah berpacaran lebih dari satu tahun. appa rasa bukanlah terburu-buru jika kalian menikah. Oemmamu sudah mengatur semuanya, kau akan menikah secepatnya.

Minho: cih… kenapa appa begitu mudahnya mengatur hidupku? Appa bahkan tidak pernah ada di sini bersamaku. Aku hidup sendirian tanpa merasa memiliki orang tua. Yang aku punya hanyalah mesin uang yang selalu mengirimkan uang padaku tanpa pernah menampakkan dirinya dihadapanku.

Appa: appa bekerja untuk kebahagiaanmu, untukmu dan adikmu agar kalian bisa hidup baik.

Minho: hidup baik? Aku bahkan tidak pernah merasa baik.

Appa: kau itu seorang namja, bersikaplah lebih realistis, tak ada yang bisa kau lakukan jika kau tidak memiliki uang. Sudahlah, appa tidak mau berdebat denganmu. Jika kau tidak mau menikah dengan imyeol, maka kau harus siap kehilangan adikmu itu.

Minho: bagaimana jika aku menikah dengan hyejin saja? Pasti akan menarik bukan?

Appa: kau sudah gila?

Minho: hyejin sudah tahu semuanya. Kenapa appa menutupi semuanya dan juga memaksaku?

Appa: aku tidak mau dia mencari keluarganya.

Minho: appa takut dia akan tahu bahwa ternyata yang sudah membunuh orangtuanya adalah kau? aku rasa appa masih ingat saat itu, saat kau dengan sengaja membunuh mereka hanya karena masalah saham. Kau ingin aku menjadi kotor seperti dirimu juga?

Plaakkkk…

Aku merasa pipiku memanas mendapati tamparan yang diberikan appa padaku.

Appa: jangan pernah mencoba mengancamku! Kalau kau tidak menikah dengan imyeol, bersiaplah kehilangan adik tersayangmu itu, appa rasa ia akan senang reunian bersama keluarganya.

                                                                                ************************

Kuhempaskan tubuhku di atas ranjang, bukan ranjangku tepatnya tapi milik hyejin. 3 hari sudah sejak hyejin meninggalkanku, onew bilang dia bersamanya. Aku tahu aku tidak perlu khawatir, tapi pada akhirnya aku akan tetap memikirkannya. Bukan tentang perasaanku padanya, tapi tentang dia, tentang semua hal yang berhubungan dengannya.

Kuambil foto yang masih terbingkai indah dalam figura yang hyejin letakkan di meja sebelah ranjangnya. Foto itu adalah fotoku bersama hyejin, saat kelulusan hyejin. Saat itu ia sangat senang sampai-sampai berteriak seperti orang gila, maklum saja, hyejin itu sangat malas, meskipun sebelum ujian ia cukup rajin, tapi itu tidak menjamin nilainya akan baik.

Hyejinna… pernahkah kau berfikir tentang apa yang telah kau lakukan? apakah kau menyadari semuanya dengan baik? Dari pada memikirkan diriku yang tanpa dirimu, aku jauh lebih mengkhawatirkan dirimu tanpa diriku. Karena aku tahu, kau tidak bisa melakukan apapun bahkan untuk dirimu sendiri, terdengar konyol pasti, tapi itu adalah kenyataan. Apakah kau akan baik-baik saja Meskipun tanpa aku di sisimu? Kau sangat mudah merasa kesepian meskipun kau sedang tak sendiri. Akankah kau baik-baik saja tanpa seseorang yang selalu bertengkar denganmu? seseorang yang selalu tertawa dan bercanda denganmu? Semoga kau bisa memikirkan semuanya lagi dengan baik, aku tidak yakin kau bisa baik-baik saja tanpa aku, karena kau sangat ceroboh, aku tahu itu . karena kau masih seperti anak kecil meskipun kau selalu bilang kau sudah dewasa. Kemana kau akan pergi? Aku tidak yakin kau akan mau bertahan lama dengan orang yang kau anggap asing di dalam hidupmu, meskipun orang itu sangat dekat denganmu. Karena aku tahu, kau tidak akan bisa bertahan lama dengan orang selain aku.

Aku tahu, mungkin sekarang kau hanya menjadi sedikit lebih egois,jika nanti kau sudah lelah jauh dariku, aku akan tetap di sini menantimu untuk disisiku. Aku tidak akan memaksamu hyejin, kau berhak menentukan hidupmu sendiri seperti yang kau katakan. Aku akan berkorban untukmu, apapun itu, meskipun menyerahkan masa depanku di tangan appa.

B2ST_will you be alright

Hyejina… aku harap aku tidak menyesali setiap keputusan yang kau ambil.

Kupeluk erat foto itu, memandang sekeliling kamar hyejin. Kamar yang masih sama, tidak berubah sama sekali. Masih berwarna ungu dan penuh dengan hasil karya yang ia tempel di dindingnya. Dulu aku fikir semua benda itu sangat tidak berguna, tapi sekarang semuanya benar-benar membawaku ke sisi hyejin yang sebenarnya.

aegi…. Pogoshippo…

Hyejin pov

Meskipun aku tetap ke kampus setiap hari, aku tidak pernah bertemu minho oppa, selain karena aku yang menghindarinya, onew oppa bilang belakangan minho oppa jarang masuk kuliah karena ia sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan oennie. Aku tidak tahu alasan pasti yang membuat pernikahan ini terasa terburu-buru. Aku masih ingat saat minho oppa bilang ia tidak akan menikah dalam waktu dekat, tapi pada kenyataannya ia melakukannya, dan lagi, ia berbohong. Semakin hari aku semakin merasa banyak sekali kebohongan yang telah minho oppa berikan padaku, atau mungkin aku saja yang berlebihan? Entahlah. Tapi aku tetap merindukannya. Merindukan setiap hal tentang oppa,  tidak ada dia di dekatku rasanya sangat sepi meskipun taemin dan onew oppa selalu disisiku.

Onew: kau belum tidur ?

Aku tersadar dari lamunanku tentang minho oppa.

Hyejin: oppa…

Onew: kenapa kau belum tidur? Berdiri di luar malam-malam begini bisa membuatmu sakit.

Hyejin: aku tidak bisa tidur, biasanya aku akan menghabiskan waktuku di balkon.

Onew: dengan minho?

Hyejin: ne…

Aku menjawab pelan tapi aku yakin ia masih bisa mendengarnya.

Onew: kalian sudah bersama selama bertahun-tahun, pasti sulit bagi kalian tiba-tiba berpisah seperti ini.

Hyejin: sangat lama…

Onew: apa aku boleh Tanya sesuatu?

Hyejin: apa?

Onew: siapa yang memberitahumu tentang hal ini?

Hyejin: kai…

Onew: kai?

Hyejin: aku rasa kai oemma salah pengertian saat kai bilang ia harus memberikan padaku hadiah dari kai di saat yang tepat. Tapi kai oemma juga tidak salah, waktu yang tepat seperti apa yang mungkin bisa membuat semua ini tidak mengejutkan?

Onew: aku tidak menyangka jika ternyata kai benar-benar melakukan semuanya. Padahal waktu itu ia sudah janji denganku. Aku jadi merasa bersalah.

Hyejin: jadi kau yang memberitahu kai?

Onew: aku rasa kai berhak tahu dengan siapa ia menitipkan yeojanya…

Hyejin: tapi baguslah, setidaknya aku tidak harus tertipu sampai nanti karena aku yakin kau juga akan merahasiakannya sama seperti minho oppa.

Onew: sebenarnya aku ingin sekali memberitahumu bahkan sejak dulu, tapi aku tidak bisa melakukan semua itu.

Hyejin: wae? semua itu kenyataan…

Onew: aku sangat mengenal minho, ia tidak bisa melepaskanmu, ia tergantung padamu meskipun yang terlihat justru kau yang bergantung padanya. ia tidak bisa sedetik saja tidak tahu kondisimu. Kau tidak pernah tahu betapa seringnya ia menghubungi kai saat kau dan kai pergi tanpa dia. Minho bahkan mengabaikan apapun hanya demi dirimu. Bagaimana bisa aku membuatnya kehilanganmu dengan mengatakan segalanya? Aku tidak sejahat itu hyejin.

Hyejin: lalu kau lebih memilih jahat kepadaku dibandingkan padanya?

Onew: apa menurutmu sebuah kejahatan membuat orang tetap bersama? Aku yakin, jika kau belum tahu keadaan yang sebenarnya saat ini, kalian pasti masih sama bahagianya seperti kemarin-kemarin.

Hyejin: ottokhae?

Onew: apa kau akan kembali pada minho?

Hyejin : kenapa aku harus kembali?

Onew: karena kau merindukanmu, dan minho lebih merindukanmu.

Hyejin : aku tidak akan kembali, pasti sulit untuk memulai semuanya lagi. aku tidak mau membuat segala hal menjadi lebih buruk.

Onew: minho akan segera menikah…

Hyeiin: aku tahu…

Onew: apa kau akan membiarkannya begitu saja?

Hyejin: apa urusanku?

Onew: jika mereka menikah, maka kau dan minho mungkin akan menyesal di sisa waktu kalian.

Hyejin: waktu akan terus berjalan, aku akan terbiasa dengan semua siksaan itu.

Onew: ternyata kau benar-benar keras kepala.

Hyejin: aku rasa kau sudah tahu itu dari dulu.

Onew: kau akan datang ke pernikahan minho?

hyejin: kapan?

Onew: minggu depan…

Hyejin; entahlah, aku bahkan belum dapat undangan.

Onew: hyejina… semoga kau bisa menemukan jalan terbaik untuk hidupmu. Meskipun kau selalu di kelilingi orang-orang seperti aku dan minho yang akan selalu melindungimu, jalan hidup dan takdirmu tetap milikmu, kami tidak bisa melakukan apapun jika tuhan sudah menentukannya. Selagi masih ada waktu dan kesempatan, fikirkanlah semuanya dan baik, dan pilihlah keputusan yang menurutmu paling baik.

                                                                                *********************

Minho pov

Aku menatap kaca di hadapanku, menatap diriku dalam balutan tuxedo putih . jadi seperti ini akhirnya? Haruskah aku melakukan semua ini? jika aku mengingat hyejin dan keselamatannya, aku begitu yakin melakukan semua ini, tapi ketika aku mengingat diriku sendiri, aku kalut. Aku tidak mungkin bisa menjalani semuanya seperti yang orang-orang harapkan. Aku mengorbakan masa depan dan perasaanku dan mungkin aku akan semakin jauh dari kalimat bahagia. Kenapa aku memiliki appa yang begitu kejam? dan bodohnya aku masuk dalam perangkapnya dengan sukarela, miris. Disaat seperti ini, bahkan oemmaku hanya mengucapkan kata yang aku yakin sudah tidak berguna “aku rasa kau akan hidup lebih baik bersama hyejin”. Cih… kenapa ia baru mengatakannya sekarang? sudah terlalu terlambat untuk berbalik arah meraih waktu yang telah berlalu dengan kejamnya, menghantam hidupku dan melemparkanku dalam lubang dalam.

                                                                                ************************

Aku berdiri di altar, menatap para tamu yang terlihat begitu bahagia, sadarkah mereka jika aku bahkan tak sanggup bernafas menahan rasa takut dan ragu? Apa lagi orang tuaku dan yang paling bahagia adalah orang tua imyeol. Sayang sekali aku tidak melihat oemmanya dan chanyeol, imyeol bilang orangtuanya bercerai dan terjadi sedikit masalah. Aku rasa itu bukanlah sebuah masalah yang bisa di bilang sedikit jika oemma dan namdongsaengnya bahkan tak mau datang ke pernikahannya. Aku salut pada oemma imyeol yang dengan berani mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri.

Tak lama kemudian kulihat imyeol keluar dengan gaun pernikahannya yang terlihat begitu megah. Ia berjalan dengan wajah yang begitu sumringah mengalahkan para tamu yang sedari tadi duduk tenang dan terus tersenyum. Hanya key, onew dan taemin yang masih dengan ekspresi tidak percaya mereka. Aku yakin mereka sangat tidak menyukai keputusanku, seandainya saja mereka tahu alasanku, aku yakin setidaknya onew akan melindungiku. Mereka hanya datang berempat bersama sunhwa, tak ada hyejin di sana. Onew bilang hyejin tidak bisa datang karena sedang tidak enak badan, aku tahu namja sipit itu berbohong. Mungkin hyejin tak mau datang, mungkin dia sudah muak melihat wajahku.

Imyeol berjalan begitu hati-hati, terlalu khawatir gaunnya yang begitu ribet dan luas tersangkut dan membuatnya jatuh. jujur saja aku benar-benar ingin hal itu terjadi, setidaknya bisa menjadi hiburan untukku di saat yang tak menentu ini.  Saat imyeol sudah setengah perjalanan, aku melihat chanyeol datang dan berdiri di depan pintu, nafasnya terlihat sesak. Ia menatapku dan menggeleng-gelengkan kepalanya, wajahnya memerah dan aku bisa lihat dia menangis. Ia terus menggelengkan kepalanya seolah memberi isyarat padaku untuk menghentikan semua ini.

Imyeol sudah sampai di depanku, ia menjulurkan tangannya dan aku meraihnya. Saat sang pendeta mulai sibuk dengan ritualnya, fikiranku sibuk dengan chanyeol. Rasanya ia benar, dan aku yang berada di sini adalah salah. Semua ini tak seharusnya berlanjut. Tapi aku tidak punya pilihan, aku tidak dalam kondisi boleh memilih.

Hyejin…

Tiba-tiba sekelebat bayangan hyejin datang dalam fikiranku, semua hal tentang hyejin mulai memenuhi otakku. Haruskah aku mengorbankan diriku lagi? aku sudah cukup tersiksa selama ini, menahan perasaanku.

Minho: pak pendeta…

Pendeta yang sudah memulai tugasnya itu tiba-tiba berhenti karena aku. ia menatapku.

Minho: apakah aku masih harus menikah jika aku tidak mencintainya?

Imyeol: apa yang kau bicarakan?

Minho: aku mencintai seorang yeoja, tapi karena sesuatu hal, aku tidak bisa mencintainya. Apakah sekarang masih ada kesempatan untuk aku mengejarnya?

Pendeta: kejarlah cintamu, pernikahan adalah hal dimana kau tidak hanya membina keluarga, tapi juga membina cinta dan kasih.

Minho: mianhae imyeol…

Aku melepaskan cincin pernikahan yang sudah terpasang di jari manisku dan memberikannya pada imyeol.

Minho: carilah namja lain, yang lebih baik dariku. Aku yakin di luar sana ada seorang namja yang mungkin sedang menunggumu.

Aku berbalik menuju pintu keluar, bisa kulihat appaku duduk dengan wajah yang memerah. Aku tahu dia pasti marah dan merasa malu. Setidaknya, ini bisa menjadi balasan baginya betapa ia tidak memperdulikan putranya ini. semua tamu yang datang terus berbisik dan terlihat heran, beberapa bahkan berdiri. aku tahu mereka semua berfikir aku gila, atau memang aku sudah gila.

Kulihat chanyeol sudah tak ada lagi di pintu, kemana anak itu pergi? Padahal aku benar-benar ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.

                                                                                *********************

Hyejin pov

Aku berbaring malas di ranjangku, masih teringat jelas olehku percakapanku dengan taemin oppa pagi ini sebelum ia pergi ke acara pernikahan minho oppa.

Flash back this morning

Taemin: hyejina…apa kau masih ingat saat kita pulang ke rumahmu waktu itu? saat itu aku tersesat dan tidak mengerti cara pulang, kita pulang bersama. Mungkin terdengar aneh, tapi saat itu aku benar-benar merasakan semuanya. Sejak saat itu  Aku merasakan Jantungku berdebar tidak beraturan setiap aku menatapmu , wajahku terasa memanas setiap aku melihatmu, dan setiap waktu aku memikirkanmu aku semakin merindukanmu. Aku tahu ini mungkin bukanlah saat yang tepat, tapi aku benar-benar ingin mengatakan semuanya sebelum terlambat atau terjadi hal-hal yang bahkan tidak bisa kita prediksi. Hyejina… saranghanda…

Hyejin: oppa… aku sangat menyayangimu, benar-benar menyayangimu. Tapi oppa, setiap aku melihatmu, bayangan kai muncul di hadapanku seolah-olah kau adalah dia. Aku berusaha untuk berfikir bahwa kau dan kai itu berbeda, tapi mataku tidak bisa meyakinkan perasaan dan otakku. Aku tidak mau kau hanya menjadi korban ilusiku, dan aku juga tidak mau kau hanya jadi pelarianku disaat seperti ini. mianhae oppa, tapi aku benar-benar tidak bisa. Biarlah kau tetap menjadi oppaku, dengan demikian aku bisa terus meyakinkan diriku kau bukanlah kai.

Flash back end

Aku merasa tak enak dengan taemin oppa, ia begitu baik padaku tapi aku justru mengecewakannya. Saat ini otakku juga masih terlalu focus akan kondisiku dan minho oppa. Aish… sekarang dia menikah, tapi aku malah di sini bersikap tak peduli. Meskipun dia bukan oppa kandungku, setidaknya aku tetap datang sebagai bentuk terimakasihku padanya karena ia sudah merawatku. Hanya saja ada hal lain yang membuatku merasa tak enak, rasanya semua ini begitu mendadak dan sebuah luka meradang dihatiku. Aku merasa mungkin aku benar-benar akan kehilangan oppaku, oppaku yang bahkan lebih penting dari apapun di dunia ini bagiku. Tapi aku tidak bisa, tidak bisa berfikir seperti dulu lagi. aku tetap merasa kesal karena ia telah membohongiku selama ini, dan hatiku semakin remuk karena ternyata appanya lah yang telah mencelakai keluargaku. Pagi ini onew oppa sempat berbicar denganku, dan ia menceritakan tentang kematian orang tuaku. Awalnya ia hanya bilang jika orangtuaku meninggal bukan karena kecelakaan, tapi karena kesengajaan. Saat onew oppa bilang bahwa yang melakukannya adalah teman dekatnya sendiri, aku tahu itu adalah tuan Choi. Saat aku menanyakan perihal hal itu pada onew oppa, ia mencoba berbohong, tapi aku tahu. Aku kenal onew oppa, aku bahkan sangat hafal saat ia berbohong.

Oemma, appa, mianhae… aku adalah anak durhaka yang hidup dengan musuh kalian dan bahkan lebih mencintai mereka dari pada kalian. Aku memang anak yang tidak berguna.

Tettttt…tetttttt…

Hyejin: siapa datang bertamu jam segini?

Aku berjalan malas menuju pintu utama rumah Lee ini. saat aku membuka pintu kulihat chanyeol berdiri di sana sambil terengah-engah.

Hyejin: chanyeol. Apa yang kau lakukan di sini?

Chanyeol: hyejin, kau harus pergi! Minho oppa membatalkan pernikahannya dengan noonaku. Itu artinya kau juga terancam.

Hyejin: bagaimana bisa?

Chanyeol: aku datang ke acara pernikahan dan meyakinkan minho hyung untuk tidak menikah dengan noonaku.

Hyejin: wae? bukankah sebelumnya kau begitu setuju?

Chanyeol: noonaku hanya mengincar harta minho hyung, ia sengaja memanfaatkanmu. Jika minho hyung tidak menikah dengan noonaku, maka noona, appa dan appa minho hyung akan membunuhmu.

Hyejin: MWO?

Chanyeol: sudahlah, nanti akan kuceritakan lebih jelas. Sekarang kemasi semua barangmu! Kita harus pergi dari sini, oemmaku sudah menunggu di depan.

Dengan segera aku berlari menuju kamar yang aku tempati dan mengemasi semua barangku. Aku belum begitu mengerti dengan apa yang terjadi, tapi aku tahu hal buruk sedang terjadi.

Aku berlari menuju pintu dan mengikuti chanyeol menuju mobilnya. Saat aku masuk di bangku belakang, kulihat seorang yeoja paruh baya duduk di bangku sebelah kemud. Wanita itu terlihat begitu lemas, wajahnya penuh luka dan lebam, bahkan ada darah yang mengair di sudut bibirnya. Rambutnya berantakan dan pakaian yang ia pakai rusak.aku mengenali yeoja ini, dia adalah ibu chanyeol.

Sedangkan chanyeol duduk di kursi kemudi, menyalakan mobil dan melajukannya dengan sangat kencang. Aku baru menyadari betapa kusutnya dia saat ini, ada darah di sudut bibirnya dan pipinya terlihat membiru.

Hyejin: kemana kita akan pergi?

Chanyeol: molla… yang jelas, kita harus pergi dari sini.

Drt…drt…drt…

Tba-tiba ponselku bergetar, nama onew oppa tertera di sana. Aku ragu harus menjawab, tapi setidaknya aku harus berterima kasih padanya karena ia sudah menumpangiku selama beberapa hari ini, selain itu sekalian untuk berpamitan.

Hyejin: yeoboseo…

Onew: hyejina… odiesso?

Hyejin: oppa, aku sedang dalam pernjalanan bersama chanyeol dan oemmanya. Oppa, mian aku tidak bisa berpamitan denganmu, kondisinya benar-benar mendadak.

Onew: aku sudah tahu semuanya, kemana kalian akan pergi?

Hyejin: masih belum tahu, yang jelas kami harus pergi sejauh mungkin.

Onew: pergilah ke vilaku, kau ingatkan vila yang sering kita kunjungi di saat libur?

Hyejin: ne…

Onew: vila itu adalah milikku, aku baru membelinya 2 tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu vila itu selain kau, aku , taemin, key dan minho. Di sana cukup jauh dan lumayan sepi. Kalian bisa tinggal di sana. Mintalah kunci pada kakek yang ada di dekat kebun.

Hyejin: ne oppa… gumawo.

Onew: hyejina…

Hyejin: ne?

Onew: jaga dirimu baik-baik, mungkin aku , key ataupun taemin tidak bisa datang ke sana untuk beberapa waktu ke depan. Kalian bisa dalam bahaya. Kau harus tetap waspada…

Hyejin: ne oppa.

Onew: jika keadaan sudah aman, aku akan segera menghubungimu. Setelah ini, matikan ponselmu dna juga milik chanyeol, karena kalian bisa di lacak.

Hyejin: ne oppa.

Bipp…

Setelah telfon terputus aku langsung mematikan ponselku.

Hyejin: apa kau sudah mematikan ponselmu?

Chanyeol: aku sudah membuangnya.

                                                                                                ****************

                                                                                                *******************

Hyejin pov

Saat kami sampai di villa, malam sudah menjelang. Selain karena jarak yang cukup jauh, kami juga berangkat saat siang sudah menjelang. Biasanya aku dan oppadeulku akan berangkat subuh-subuh. Aku membantu chanyeol oemma keluar dari mobilnya, sementara chanyeol sibuk mengangkat barang-barang kami. Aku membantu chanyeol omma duduk di sofa, ketika dilihat lebih dekat, dia terlihat sangat menyedihkan. Banyak sekali luka yang tadi belum terlihat olehku.

Chanyeol meletakkan barang-barangku di kamar yang biasa aku tempati dan meletakkan barang-barang miliknya di kamar yang biasa oppadeulku tempati, kemudian meletakkan barang oemmanya di kamar satu lagi yang biasa dipakai untuk tamu.

Aku berjalan ke dapur, memanaskan air dan mencari obat-obatan. Kemudian aku kembali ke ruang tengah tempat chanyeol oemma berada dengan membawa sebaskom air hangat dan obat-obatan.

Chanyeol: biar aku saja.

Chanyeol berisap mengambil barang-barang yang kubawa.

Hyejin: biar aku saja, sebaiknya sekarang kau mandi. Kau terlihat sangat berantakan. biar aku yang mengurus oemmamu.

Chanyeol menurut dan berlalu menuju kamar mandi yang letaknya di dekat dapur. Sementara aku mulai membersihkan luka yang ada di tubuh chanyeol oemma dan memberinya obat. Aku tidak tahu persisi hal apa yang telah terjadi pada yeoja ini, tapi aku yakin ia baru saja melewati hal sulit bersama chanyeol. Ia masih diam dan bungkam sejak kami pergi meninggalkan seoul.

Sampai aku selesai chanyeol oemma masih saja diam, aku membantunya berganti pakaian dan mengantarnya ke kamarnya, mungkin beliau butuh istirahat.

Sekembalinya aku dari kamar chanyeol oemma aku melihat chanyeol keluar dari kamar mandi. Ia sudah rapi, bahkan lukanya sudah ia beri plester.

Chanyeol: bagaimana oemmaku?

Hyejin: dia sudah tidur.

Chanyeol duduk di sofa dan menarik nafasnya dalam. Sepertinya ia benar-benar dalam kondisi sulit sekarang. aku duduk di sebelahnya, ikut menyandar pada sandaran sofa yang begitu empuk.

Hyejin: aku masih penasarang dengan apa yang telah terjadi padamu, keluargamu, dan keluarga choi.

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Who is??? – Part 11

  1. waaah… makin seru aja ini ceritanyaaa.
    makin penasaran sama apa yang bakal terjadi selanjutnyaaa. minho bakalan nyamperin hyejin atau engga, trs appa minho san imyeol bakalan nyari hyejin atau gimana??? aaarrggghhh.. penasaran bangeeet..
    ditunggu part selanjutnya, thanks author^^

  2. HyeJin selama ini menganggap orang yang membunuh orang tuanya sebagai orang tuanya
    Sepertinya tidak berakhir pada momen TaeMin-HyeJin
    Ditunggu part berikutnya

  3. huwaaa… seru seru, deg degan sendiri bacanya -_-
    aku kira hyejin bakal sama taemin, tapi sepertinya bakal minho-hyejin huahaha
    Taemin oppa sama aku aja yuk😄
    lanjuutannya cepetan ya thor! hehe😄

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s