You Never Know [1.2]

You Never Know  (1.2)

Title                 : You Never Know

Author             : Shinsongmi

Main Cast        : Choi Minho, Han songji

Support Cast   : Shinee member’s and Etc

Lenght             :  Chapter

Genre              : Funny, Romance, Sad (may be.. he.. )

Rating:            : General

Sebelumnya mian kalau banyak typo, selamat membaca dan sangat ditunggu kritik dan saran, dan jeongmal gomawoyo sudah meluangkan waktunya untuk membaca ff yang masih kurang ini.. ehehehe.. ^^

*******

 “Ah… sial kenapa pagi ini dimulai dengan kesialan”  gadis itu menendang sekuter maticnya yang tiba-tiba mati  ditengah jalan, padahal  hanya menempuh beberapa meter lagi ia akan sampai digerbang kampusnya, setelah meletakan tasnya di motor maticnya itu ia mendorongnya sampai gerbang yang dituju, ia melihat jam tangannya dan menghembuskan napasnya dengan berat.

“songji-ah… ada apa?” suara namja yang berat  terdengar disamping songji gadis yang terkena sial itu, songji menunjuk sekuter maticnya dengan memanyunkan bibirnya,

“biar aku bantu” namja itu membantu songji mendorong sekuter maticnya itu.

“gomawo minho-shi kau memang penolongku” songjipun semakin bersemangat  karena ia tidak terlalu bersusah payah mendorong sekuter maticnya, minho hanya membalas dengan senyumannya.

Setelah berjuang bersama akhirnya mereka berduapun sampai ketempat parkir, songji memberikan sebuah botol yang berisi air mineral pada minho, minho meneguknya sampai kira-kira setengah botol dan mengembalikannya pada songji.

“kita harus bergegas, sebentar lagi kelas akan dimulai” songji menunjukan jam tangannya pada minho, akhirnya merekapun bergegas menuju kelas, mata kuliah hari ini adalah statistic, yang dimana pelajaran ini sangat tidak disukai oleh kebanyakan orang termasuk songji dan minho, sesekali songji menguap dan memainkan pensil , minho yang selalu duduk dibelakangnyapun sama dengannya, hanya saja dia benar-benar tertidur. Untung saja dosen ini tidak terlalu memerhatikan muridnya. Bisa dibilang yang terpenting ia mengajar tepat waktu dan materi tersampaikan, untuk diperhatikan atau tidaknya itu terserah mahasiswa, tapi walaupun begitu songji masih berusaha menghormatinya dengan cara tidak tidur. Walaupun sebenarnya ia sangat tidak suka dengan pelajaran yang berhubungan dengan perhitungan, karena ia sangat tidak pandai dengan masalah perhitungan. Setelah dua jam berlalu pelajaran inipun selesai, songji menengok kebelakang dan mendapati minho sedang tertidur dengan buku statistic menutup wajahnya. Songji hanya menghela napas. Iapun bangkit dari kursinya

“wuaaa…. Bruk” usahanya untuk keluar dari tempat duduknya ternyata tidak berjalan dengan mulus, kakinya tersangkut dimeja, yang akhirnya iapun terjatuh dengan kaki membentur  papan meja, hal ini berhasil membuat minho terbangun.

“selalu saja seperti ini,” arang teman yang selalu duduk disampingnya itu membantu songji berdiri, songji mengelus-ngelus tulang keringnya,

“kenapa lagi, hoaamm….” Minho mengucek mata besarnya itu dan melihat songji yang sedang meringis kesakitan.

“hehee… maaf membuatmu terbangun.” Songji berjalan sambil melambaikan tangannya, minho hanya membalas dengan anggukan ketika songji menghilang minho menggelengkan kepalanya, entahlah apa yang dipikirkan.

*****

“untuk kelompok 3, han songji dan choi minho, ,” minho menepuk pundak songji dari belakang sambil menyeringai dan mengangkat tangan untuk berhigh five.

“fighting!!!!” songji mengepalkan tangannya,

“tugas ini adalah tentang manajemen rumah sakit , nanti kalian bisa catat hal apa saja yang akan kalian lakukan untuk tugas observasi ini, dan diharapkan dari kalian semua jangan menggunakan rumah sakit yang sama, saya akan memberikan waktu kurang lebih 1 bulan  untuk tugas ini”. para mahasiwapun menjawab serempak kemudian setelah pengumam semuanyapun bubar untuk makan siang.

Dimeja bundar itu sudah ada beberapa orang yang berkumpul salah satunya songji dan minho, mereka makan siang bersama sambil membicarakn tugas yang baru saja diberikan, songji terlihat kesusahan membuka sebuah snack, dan ketika berhasil snack itu terbuka dengan sangat lebar sehingga isinyapun berserakan, songji menatap teman-temannya sambil membereskan snacknya.

“kau ini, kebiasaan sekali mau makan, minum bahkan sampai membuka snack saja  selalu saja berantakan” ujar temannya, pernyataan itu dijawab dengan helaan napas dari teman-temannya

“mian.. ehehehh…..”  songjipun memakan snack yang berhasil ia buka tadi dan membagikan kepada teman-temannya tentunya.

“tolong bisa bukakan” songji menyodorkan sebuah botol minuman jus kepada teman-temannya, akhirnya sebuah tangan mengambilnya, minho membukakan tutup botol itu kemudian meminumnya, songji membulatkan matanya

“yak!!! Kenapa diminum, tidak sopan itu kan punyaku” songji merebut minumannya, dan sialnya air jus dibotol itu agak tumpah kebajunya. Teman-temannyapun tertawa melihatnya. Songji tidak memperdulikannya, ia hanya melapnya dengan tissue kemudian meminum jusnya itu, songji memang anak yang ceroboh, sudah tidak aneh lagi bila ia terkena beberapa incident,walaupun begitu songji adalan gadis yang baik, dan disukai teman-temannya.

Setelah mendiskusikan dan membagikan tempat yang akan mereka tuju, akhirnya merekapun beranjak dari tempat itu, tapi songji belum  pergi ia masih sibuk membersihkan bajunya yang terkena air jus jeruk, dia mengenakan baju putih dan tumpahan air jeruk itu lumayan terpampang jelas dibajunya itu, tadi ketika masih ada teman-temannya ia pura-pura tidak peduli dan bersikap santai, akhirnya iapun bangkit dan menyerah nodanya tidak hilang, ia tidak perduli lagi dengan penampilan,

“pakai ini,” minho  memberikan jaketnya pada songji, songji menolak

“aku tau, kau malu khan.. pakai saja, songji hanya memutar bola matanya, dan menerima jaket itu kemudian memakainya,

“kebesaran” songjji mengangkat tangannya yang tenggelam karena jaket itu terlalu besar, iapun mencium jaket itu diberbagai arah, minho mengerutkan keningnya,

“wangi..” songji mengedikan bahuya., minho bernapas lega karena ia kira jaketnya berbau tidak enak.

****

Cuaca hari ini tidak secerah kemarin, minho melihat keatas langit yang agak mendung, sudah sekitar 10 menit ia duduk dihalte bis menunggu songji, iapun menggunakan headphonenya untuk mendengarkan lagu, sesekali ia mengetuk-ngetukan kakinya mengikuti irama music, tidak jauh dari sana, songji berlari menuju halte ia tidak memperdulikan penampilan karena ia sudah terlambat.

“mian aku terlambat.. hosh… hosh…. “ minho mendongak, ia agak kaget tiba-tiba ada songji didepannya dengan keringat bercucuran dan juga napasnya tersengal –sengal.. ia langsung berdiri dan mendudukan songji di tempatnya tadi, beberapa orang yang ada disana sesekali memperhatikan mereka.

“tunggu sebentar..” songji mengangguk, entah kemana minho pergi songji tidak memerhatikannya, karena ia masih sibuk mengatur napasnya.. tidak lama minho datang dengan memberikan sebotol minuman. Songji meneguknya sedikit.

“minho-ya.. mianhe aku terlambat, kau pasti sudah menunggu lama disini” minho tidak menjawab, ia malah mengusap keringat yang ada diwajah songji.

“hey.. jawab dulu, nanti saja mengusap keringatku,” songji memegang tangan minho yang sedang mengusap keringat dipelipisnya. Minho menurunkan tanganya dengan lesu, iapun menghebuskan napasnya, kebetulan orang disamping songji sudah tidak ada jadi minho duduk disamping songji.

“iya.. aku maafkan.. lagipula aku baru 10 menit disini, memangnya kenapa kau terlambat? Tidak biasanya kau terlambat, dan juga omona.. wajahmu itu sepertinya masih ngantuk sekali, kau tidur jam berapa??” minho memerhatikan wajah songji yang tidak mengenakan make up sama sekali

“itu.. aku lupa tidak menyalakan alarmku, aku tidur pukul 4, aku malam nonton film memangnya aku benar-benar masih terlihat mengantuk??” songji memegang pipinya dengan kedua telapak tangannya mengahdap minho, dan minho hanya mengangguk. Songji menghela napas sambil menunduk, songji merasakan ada sesuatu dikepalanya, ia memeganngya ternyata minho memakaikan topi padanya.

“pakai saja, ini bisa menyembunyikan wajahmu yang kacau itu, lagian kau khan sudah tau hari ini kita mau pergi, kau malah tidur jam segitu, kalau kau membiasakan dirimu seperti itu, kau akan sakit” minho menarik tangan songji yang hanya menunduk pasrah untuk masuk bis.

“ini daftar rumah sakit yang akan kita datangi” songji menyerahkan selembaran kertas pada minho yang duduk disampingnya. Sudah 3 rumah sakit yang mereka datangi tapi belum ada yang mau menerima mereka, dengan alasan surat proposal tidak memenuhi syarat, akan tetapi rumah sakit ke4 yang mereka datangi akhirnya mau menerima mereka, setelah seharian mengurus dokumen untuk persyaratan merekapun menuju tempat makan untuk mengganjal perutya.

“cha… mari makan….” Songji sangat bersemangat begitupun dengan minho karena baru sekarang mereka bisa makan selama 10 jam menahan lapar.

“minho-ya.. selama hampir 3 tahun kita sekelas baru sekarang ya kita bisa makan bersama, hahah…” minho menghentikan makannya dan menatap songji

“nde.. hampir 3 tahun juga aku baru bisa kenal dekat denganmu.”

“eoh… mian.. aku memang sulit untuk berteman, apalagi dengan lawan jenis, aku butuh waktu lama untuk bisa benar-benar berteman” songji tetap saja melanjutkan makannya, minho menggelengkan kepalanya

“oia, bagaimana dengan wanita yang sedang kau dekati itu?? apa sekarang kau sudah pacaran?”

“dia sudah bersama yang lain.” minho melahap makanannya dengan bernafsu, songji melihat minho

“kau tau dia menolakku dengan alasan tidak ingin berpacaran dulu hanya ingin berteman, tapi ternyata itu hanya kebohongan karena dia suka dengan pria lain,” minho memasukan makanan pada mulutnya sampai penuh

“jadi kau sudah menyatakah perasaan padanya dan dia menolakmu tapi dia masih menerima pemberianmu dan juga dia masih suka mau berjalan denganmu dengan posisi dengan bersama pria lain?? ya ampun.. jahat sekali dia… jadi kau dipermainkan dia” songji meletakan sumpitnya dengan agak kasar

“seharusnya dia jujur kalau tidak suka ya bilang tidak suka, kenapa harus mempermaikan orang yang jelas-jelas suka padanya, tapi kau benar-benar sudah menyatakan perasaanmu padanya khan??”

“iya.. aku sudah menyatakan padanya, dia tidak peka” minho mengaduk-ngaduk minumannya

“walaupun tidak peka tapi kalau sudah menyatakan dia harusnya sadar kalau memang kau suka padanya, ox wajar kalau dia menerima pria lain kalau kau tidak menyatakannya, tapi masalahnya ini kau sudah menyatakan perasaanmu dia tidak jujur yang akhirnya malah memeprmainkanmu dan menusukmu dari belakang.” Songji menghela napas

“ dia wanita jahat, diluar terlihat baik tapi didalamnya busuk” songji menjentikan jarinya tanda setuju

“pelajaran untukmu, kalau kau suka dengan seseorang jangan langsung memakai hati, kenali dahulu bagaimana kepribadiannya, jangan cari kelebihannya tapi cari kekurangannya agar nanti kau tidak diperlakukan seperti ini, karena dalam kasusmu ini kau juga ada salahnya, yaitu salah memilih” minho menatap songji takjub, ia tidak menyangka kata-kata seperti itu akan keluar dari mulut seorang han songji yang ceroboh, cuek dan kekanakan. Minhopun mengangguk dan tersenyum

“hmm.. tumben sekali kau membahas hal seperti ini?” minho baru sadar kalau baru kali ini ia mendengar songji bertanya hal seperti ini, karena biasanya songji tidak terlalu tertarik apabila dikelas anak-anak membicarakan hal berbau percintaan

“sebenarnya, tadi aku bingung saja mau membahas apa, dan tiba-tiba saja aku ingat masalah itu, kau tau sendiri aku tidak pintar dalam obrolan,” songji memasukan sisa kimchi pada mulutnya dengan cuek, minho yang tadinya merasa songji ternyata mulai memperhatikan dia kembali lesu,

“tapi, aku benar-benar kesal mendengar ceritamu itu, ingat jangan seperti itu lagi ya.. dan sabar” songji menepuk pundak minho, merekapun selesai makan. Dan yang membayar tagihan adalah minho. Ketika keluar tiba-tiba hujan turun dan lumayan agak deras.

“hujan” minho berguman, songji sibuk membuka tasnya untuk mengambil sesuatu

“sedia payung sebelum hujan, tarraaa… “ songji membuka payungnya. Merekapun berjalan berdampingan dan jaraknya sangat dekat karena payungnya tidak terlalu besar. Beberapa menit mereka terdiam tidak ada topic pembicaraan. Minhopun berinisiatif memulainya

“songji-shi apa kau pernah berpacaran?” perntanyaan klise pikir minho, songji menggeleng, mata minho membulat

“jincha??? Dengan umurmu yang sudah 20 tahun lebih belum pernah berpacaran??” songji menghentikan langkahnya, minho langsung mengalihkan wajahnya dan menutup mulutnya takut dia sudah menyinggungnya

“ya…!! umurku baru 20 tahun, dan apa salahnya kalau aku belum pacaran?” minho lenih kaget lagi kalau umur songji 20 tahun, karena rata2 yg dia tau dikelasnya berumur 23 24, minho berpikir apa songji pintar?? Sehingga dia bisa melewati beberapa tahun,Tapi dia dikelas tidak mencolok, kepintaran bisa dibilang standar. Dan wajahnya tidak terlalu muda, apa karena dia bergaul dengan kami jadi wajahnya klihatan seumur??, songji melambaikan tangannya didepan wajah minho, akhirnya minho tersadar dari lamunannya.

“apa yang kau pikirkan?? Kau berfikir yang aneh-aneh tentangku??”

“ani.. aku hanya kaget saja kalau kau berumur 20 tahun karena setahuku dikelas..”

“ne.. arra…” songji memotong pembicaraan minho,

“akan kujelaskan tapi alangkah lebih baiknya kita bicara dihalte sambil menunggu bis” songji menunjuk halte tidak jauh dari tempat mereka, minho mengangguk. Merekapun duduk dihalte

“waktu disekolah dasar aku langsung melewati 2 tingkat, karena aku bisa mengejar pelajaran, jadinya aku bisa seperti ini, tapi sayangnya aku hanya pintar pada masa itu, sekarang aku biasa-biasa saja,, heheheh…” minhopun mengangguk mengerti.

“tapi.. kau benar-benar belum pernah pacaran?” minho masih penasaran dengan hal ini

“ye… aku belum siap untuk berpacaran, aku masih senang sendiri, bisnya datang” songji berjalan memasuki bis diikuti minho dibelakangnnya. Belum sempat songji duduk bis sudah berjalan sehingga songji yang selalu bermasalah dengan keseimbangan tubuhnya akan jatuh tapi untung saja ada minho yang memeganginya. Perjalanan cukup jauh sehingga membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai tujuan. Songji yang kekurangan tidur akhirnya memejamkan matanya, kepalanya hampir saja membentur kursi didepannya tapi langsung ditahan oleh minho, minhopun membenaran posisi kepala songji agar menyadar pada pundaknya. Minho menatap wajah songji sambil tersenyum.

TBC…. ^^

Othe??? Mohon kritik dan sarannya ya reader… terserah kalian mau komentar apa,  aku akan terima dengan ikhlas kekurangan FF yang abal- abal ini.. Sekali lagi Gomawo….. *bow

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “You Never Know [1.2]

  1. Agak cepet sih… (apa aku yg bacanya kecepetan -____-) penulisannya masih belum memperhatikan huuf kapital sih api peduli amat aku ga terlalu peduli masalah penulisan wkwk😛
    Tapi ceritanya lumayan…

    Ditunggu nextnya😉

  2. Gomawo chingu…
    Dah ngasih pendapatnya, buat ff amatiran Q..😛
    Ox.. next aku bakal perhtiin msalah huruf, n bakal diperpanjang durasinya..*emgnya drama *lol
    kekekekek….
    Ditunggu comment slnjtnya’a ya chingu.. see U ^^

  3. emmm, beneran deh. eyd-nya …. kamu baru belajar nulis, ya? seenggaknya kamu ada niat untuk memperbaikinya. buat aku sebenarnya nggak kecepetan, cuman, ada beberapa bagian yang terlalu ringkas (mungkin itu juga bisa dikatakan terlalu cepat)
    tapi di sini yang paling kelihatan itu cara penulisan kamu. paling mendasar aja deh, setiap nama diawali huruf kapital : Minho, Songju, Taemin dll.
    dan … di setiap kalimat langsung harus diawali dengan huruf kapital juga. contoh: “Ada apa?”
    kata pun di pisah dari kata awalnya. dan kata ‘kan’ yang bener, bukan ‘khan’.
    ya, segitu aja. itu cukup mendasar, sisanya kamu bisa belajar sendiri. au suka ceritanya, romance-nya masih blur dan aku justru suka yang model begini.

  4. Ne..
    Jeongmal gomawoyo… * bow
    Kritikannya ngebantu bgt..
    Iya chingu, aku itu selalu brmslh dgn eyd😦
    Next, q bkal lbh teliti..
    Syukur dech klo klian suka ff abal Q, heheheh…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s