He is Taemin, not Just Taemin – Part 1

He is Taemin, not Just Taemin part 1

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

Aku menatap malas Mr.Park yang sedari tadi sibuk menerangkan tentang kurva, aku tidak mengerti apapun tentang garsi-garis itu, mau dia melengkung atau tidak itu bukanlah urusanku. Sebenarnya tidak hanya aku yang malas menghadapi mata pelajaran ini, lihatlah seisi kelas yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, ada yang tertidur, ada yang sibuk bergosip dengan teman sebangkunya dan yang parahnya ada yang sibuk mengintip kalau saja ada rok salah satu murid yeoja yang terlalu pendek dan akan memamerkan pandangan yang indah di mata mereka. Hanya beberapa yang masih memperhatikan Mr.Park, dan mereka semua adalah murid yang sama setiap pelajaran ini berlangsung. Ada gae in yang notaben adalah ketua kelas, ada baek hyun yang memang sangat pintar, dan ada beberapa yang terkadang memperhatikan dan terkadang sibuk dengan hal lain. Ah… ada satu lagi, taemin, namja yang duduk di bangku paling belakang dan tempat tersudut yang selalu memperhatikan setiap guru. Dia selalu sendirian, aku tidak pernah melihatnya bergaul ataupun berteman dengan siapapun. Aku tidak mengerti alasan apa yang membuat orang-orang menghindarinya, yang pasti karena penampilannya yang seperti itu, terlalu rapi dengan rambut lurusnya, kacamata tebalnya serta kancing yang selalu di pasang sampai bagian teratas, apa dia tidak tercekik? Itulah yang selalu aku herankan. Aku dengar para namja di sekolah ini juga suka membullynya karena dia terlalu pintar dan sifatnya yang aneh. Tapi semua itu adalah takdirnya, bukan urusanku untuk mengacaukannya, jika ia ingin nasibnya berubah seharusnya dia mencoba berteman setidaknya dengan seseorang, aku yakin tidak semua orang membencinya bukan?

Kriiiiiingggggggggggggg………….

Rasanya lega mendengarkan suara itu mengalun nyaring. Berakhir sudah penderitaan kebosanan ini.

Gae in: YA! choi hyejin! Hari ini adalah giliranmu membersihkan kelas, jangan kabur lagi seperti kemarin.

Hyejin : arraseo… kemarin itu aku sedang terburu-buru jadi tidak sempat membersihkan kelas.

Gae in: apa kau tahu? Karena ulahmu aku di marahi sepanjang pagi oleh soman seungsenim.

Hyejin: mian… chingguya…

Aku tersenyum centil ke arah gae in membuatnya tertawa jijik. Aku dan gae in cukup dekat beserta satu orang lainnya. Kami berteman dekat karena duduk di kelas yang sama selama 2 tahun ini.

Nara: sayang sekali kau tidak bisa ikut kami.

Hyejin: mau belanja lagi?

Nara: anyi, hari ini salon langgananku sedang diskon, kami akan ke sana.

Hyejin: sudahlah, kalian pergi saja.

Gae in: kau mau kami bantu?

Hyejin: anyio… ini tanggung jawabku, ini adalah hukumanku karena telah memecahkan kaca kelas.

Nara: aku heran kenapa kau rela melempar kaca…

Hyejin: awalnya aku ingin melemparmu karena kau merusak CD SHINee ku, tapi sepatuku meleset.

Gae in : ya sudah. Hwaiting!!!

Mereka berlalu meninggalkan aku sendirian dengan pekerjaan membersihkan kelas yang ukurannya lumayan besar.

Hyejin: hwaiting!

Saat aku telah selesai dengan tugasku, sore sudah turun. Pekerjaan ini telah memakan banyak waktuku, setibanya di rumah aku harus makan yang banyak untuk mengisi ulang tenaga dan semangatku.

Seperti biasa aku mengunci kelas kemudian berjalan menyusuri koridor yang lumayan panjang, di sisi koridor terdapat jendela kaca yang menghadap ke lapangan bola sekolah, aku bisa melihat lapangan sekolah yang sangat bersih dan warna coklat langit membuatnya terlihat indah. Saat aku hendak menuruni tangga, aku melihat beberapa namja sibuk berkelahi, ah tidak, mereka sibuk memukuli seseorang.  Aku hanya bisa menyaksikan mereka dari tangga, tidak berani mendekat ataupun mengganggu, aku belum siap untuk ikut dibully.

Namja 1: hei cupu! Kau fikir karena kau pintar orang-orang akan menyukaimu?

Namja2: sadarlah! Kau bahkan tidak cukup keren untuk memiliki seorang temanpun.

Namja 3: aku sarankan padamu, jangan pernah lagi mucul di hadapanku kalau kau tidak mau pulang dalam keadaan seperti ini lagi.

Kemudian mereka mulai memukulinya lagi, aku menutup mataku tidak berani menyaksikan adegan kekerasan dihadapanku. Sampai akhirnya mereka berhenti dan meninggalkan namja itu begitu saja. Ia terlihat kesakitan, dan sepertinya aku mengenalnya. Aku berjalan pelan mendekatinya.

Hyejin: kuenchana?

Dia tidak menjawab dan malah sibuk mencari kacamatanya,

Hyejin: igo…

Aku memberikan kacamata yang sudah hancur itu padanya. ia mendesah pelan kemudian meletakkan kacamata itu di lantai, memang kondisi benda itu sudah benar-benar naas. Kemudian ia mencoba berdiri, dan sebagai bentuk rasa solidaritasku, aku membantunya.

Hyejin: kau terluka, sebaiknya kita ke ruangan kesehatan dulu.

Dia diam, tidak menolak dan tidak pula merespon apapun, tidak heran tak seorangpun yang mau berteman dengannya.

Saat di ruang kesehatan aku mencoba mengobati lukanya, ada lebam di pipi kirinya dan sedikit darah di dahinya. Lengan kirinya juga terluka, selain itu kancing kemejanya sudah hampir lepas semua. Seperti inilah nasib korban bully, mereka benar-benar akan merasa tertekan dan tersiksa. Aku heran pada semua siswa sangat suka melakukan hal itu, baik namja maupun yeoja sama saja, jika tidak suka pada seseorang maka dengan seenaknya membully, padahal mereka tidak saling kenal.

Hyejin: selesai…

Aku tersenyum lega, tugasku sebagai teman sekelas telah selesai.

Hyejin: kau taemin kan?

Dia mengangguk.

hyejin: apa kau mengenalku? Kita ada di kelas yang sama.

Taemin: kau choi hyejin,  peringkat 10 terbawah.

Deng…aku sudah baik-baik padanya tapi dia malah seperti itu.

Hyejin: ck… kau ini. aku tahu aku tidak sepintar dirimu. Lain kali jika kau bertemu orang yang kau kenal dan dia bertanya apa kau mengenalnya, jangan pernah sebut hal-hal yang berbau prestasi, Karena benar-benar membuat tersinggung.

Aku berbalik meninggalkannya sendirian berniat pulang. Saat aku keluar dari ruangan kesehatan aku baru sadar, malam sudah turun dan sekolah sudah sangat sepi. Bulu kudukku merinding, aku teringat semua kisah mengerikan di sekolah ini terutama di koridor tempat aku berada.

Kemudian taemin berjalan mendahuluiku sedikit kesusahan. Dia tidak menyapa sama sekali, setidaknya dia bisa bilang terimakasih bukan?

Aku mengikutinya, berusaha berjalan sedekat mungkin dengannya, well aku sangat takut sekarang. tiba-tiba salah satu lampu di koridor ini mati, sontak aku berteriak sekeras-kerasnya kemudian memegang lengan taemin. Ia menatapku tajam tapi tetap tidak peduli dan terus melanjutkan langkahnya. Sekarang terserah dia mau berfikir apa tentang diriku, yang jelas saat ini aku benar-benar takut.

Sesampainya di luar sekolah, aku melepaskan lengan taemin.

Hyejin: terimakasih sudah menemaniku melewati koridor itu. aish… koridor itu adalah tempat paling mengerikan di sekolah kita.

Dia hanya mengangguk kemudian berbalik berjalan menjauh.

Hyejin: aish… dasar tidak tahu terima kasih.

                                                            ************************

Hyejin pov

Miss.Jung: hari ini kita praktek lapangan, semuanya akan di bagi berpasang-pasangan.  Tugasnya ada di kertas ini, gae in akan membagikannya pada kalian. Kerjakan tugas ini dengan sungguh-sungguh karena ini menyangkut nilai akhir kalian.

Siswa: ne…

Miss.Jung: ini, ambil satu persatu, itu adalah pasangan kalian.

Para namja di kelasku mulai maju satu persatu mengambil setiap gulungan yang di dalamnya adalah nama yeoja-yeoja di kelas ini.

Miss.Jung: silahkan duduk berpasangan!

Semua namja mulai bergerak dan aku berpasangan dengan taemin .

Gae in: YA! kau berpasangan dengan si cupu.

Hyejin: lalu?

Nara: aish… dia sangat membosankan.

Gae in: tapi itu tidak buruk, hyejin tidak perlu bekerja karena aku yakin taemin akan mengerjakan semuanya.

Aku tersenyum gembira,

Nara; dasar pemalas -_-

Taemin pun duduk di sebelahku, sisa luka kemarin masih terlihat jelas di wajahnya hanya saja kacamatanya sudah berganti, bukan benda naas kemarin yang ia buang.

Hyejin: bagaimana keadaanmu? Apa kau mengompres lukamu di rumah?

Dia hanya mengangguk.

Hyejin: ckckckckckckckck sulit sekali membuatmu bicara. Seharusnya kau sedikit lebih cerewet.

Taemin: sepertimu?

Hyejin: mwo?

Taemin: sudahlah, apa kau mau mengerjakan tugas ini atau tidak? Jika tidak aku yang akan mengerjakannya sendiri.

Hyejin: aku masih punya rasa manusiawi untuk tidak membiarkanmu mengerjakan sendiri. Di mana kita akan mengerjakannya?

Taemin: perpustakaan.

Hyejin: keurom. Kaja.

Aku berdiri bersiap menuju perpustakaan diikuti oleh taemin.

Gae in: kau kemana?

Hyejin: aku ingin ke perpustakaan, hari ini aku akan rajin.

Nara: -_-

Taemin membawa banyak sekali buku sedangkan aku hanya membawa sebuah note kecil dan kotak pensilku.

Hyejin: sini  biar aku bawa sebagian.

Taemin: tidak usah, ini semua buku milikku, tidak ada hubungannya dengan tugas kita.

Hyejin: aku hanya ingin membantumu.

Kuambil beberapa buku dan membawanya berjalan beriring dengan taemin.

Aku bisa merasakan dia menatap heran padaku, apa hal sepele semacam itu begitu menarik perhatiannya?

Setibanya di perpustakaan kami duduk di sebuah meja, taemin mulai sibuk dengan kegiatannya sedangkan aku melongo tidak tahu apa yang akan dilakukan. Kuraih soal tugas itu, tapi tak satupun yang aku mengerti. Aku beralih duduk di sebelah taemin, memperhatikan apa yang ia lakukan. kemudian tanpa sengaja aku menyentuh tangannya yang terluka. Ia mendesis perih

Hyejin: mian, aku tidak sengaja. Omo, masih sakit kah?

Dia hanya menggeleng, tapi aku yakin itu sakit. lukanya masih cukup basah tapi ia membiarkannya terbuka begitu saja. Aku membuka kotak pensilku yang besarnya luar biasa, kenapa? Karena aku mengisinya dengan barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu kubutuhkan, di sana ada alat-alat tulis tentunya, termasuk spidol, penggaris kecil, cat kuku beserta penghapusnya, steples, lem, note kecil, kipas kecil, ikat rambut, sisir dan masih banyak lagi termasuk plester.

Taemin pov

Seharusnya dia memilih untuk tidak mengerjakan tugas ini karena pada akhirnya dia juga tidak akan melakukan apa-apa. Dia berpindah duduk di sebelahku membuatku cukup terkaget. Kemudian tanpa sengaja ia menyenggol luka di tangan kiriku.

Hyejin: mian, aku tidak sengaja. Omo, masih sakit kah?

Ia terlihat khawatir, kemudian kulihat ia mengobrak-abirk kotak pensilnya yang penuh dengan barang-barang tidak penting dan mengeluarkan sebuah plester.

Hyejin: jangan bergerak.

Kemudian ia meniup lukaku membuat rasa perih yang tadinya menyerang hilang sedikit demi sedikit. Dengan perlahan dia menempelkan plester itu ke tanganku.

Hyejin: seharusnya kau tidak membiarkan lukamu terbuka begitu saja.

Aku hanya menatapnya heran,

Hyejin: apa yang bisa aku lakukan?

Taemin: kau bisa cari jawaban nomor 2.

Ia terlihat memahami kertas soalnya kemudian bertingkah aneh. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang aku yakin tidak gatal.

Hyejin: aku tidak mengerti satupun.

Tepat seperti dugaanku. Dia tidak mengerti apapun.

Taemin: kalau begitu tidak usah kerjakan.

Hyejin: sayang sekali, padahal aku benar-benar ingin membantu.

Ia mulai sibuk lagi membongkar kotak pensilnya , kotak pensil itu seperti kantong doraemon yang berisi segala hal. Aku selalu lihat dia membawa kotak pensil itu kemanapun dia pergi.  Saat aku sibuk menulis jawaban tiba-tiba ia menyodorkan sebuah lollipop untukku.

Hyejin: igo…

Taemin: kenapa kau berikan padaku?

Hyejin: karena aku juga memakannya.

Ia memang terlihat sibuk mengemut lollipopnya sendiri.

Hyejin: sudah jangan banyak Tanya! Makan saja!

Hyejin pov

Dasar aneh, ckckckckckckck biar lollipop itu membuat hatinya sedikit normal. Ia sibuk dengan aktivitasnya mengerjakan tugas sambil terus memakan lollipop yang kuberikan, sedangkan aku sibuk memperindah kukuku dengan cat kuku kesayanganku.

Hyejin; aigo… yeppo…

Aku tersenyum menatap hasil karyaku di kuku milikku sendiri.

Hyejin: yeppuji?

Aku memperlihatkan kukuku pada taemin, dia hanya tersenyum.

Hyejin: begitu lebih bagus, kau harus sering-sering tersenyum.

                                                **********************

Seorang murid baru memasuki ruangan kelasku. Dia seorang yeoja yang sangat canti, tapi satu hal yang sangat terlihat jelas, dia begitu sombong.

Mr.Park: kau bisa memilih tempat dudukmu sendiri.

Aku melihat yunho mendorong taemin agar ia berpindah, dan benar taemin berdiri mencoba mencari tempat yang bisa ia tempati.

Yunho: kau bisa duduk denganku.

Cih… dasar playboy. Aku melihat senyum mengembang di wajah murid baru itu. ckckckckckck seandainya dia tahu sifat yunho yang sebenarnya dia pasti akan menyesal. Kulihat taemin masih celingak-celinguk mencari tempat kosong.

Hyejin: YA! Lee taemin!

Dia menatapku sekaligus seisi kelas.

Hyejin: kau bisa duduk denganku.

Gaein: YA! kau gila?

Hyejin; wae? aku duduk sendirian, tidak ada salahnya kan?

Benar saja, taemin berjalan menuju bangku di sebelahku. Gae in dan nara yang awalnya menghadap ke arahku berbalik menghadap ke depan karena mereka memang duduk di depanku, aku tahu mereka sangat ilfeel karena ada taemin.

Hyejin: dasar namja, baru lihat yang seperti itu sudah terpesona.

Kulihat taemin tertawa kecil

Hyejin: apanya yang lucu?

Taemin: kau cemburu?

Hyejin: enak saja.  Aku tidak butuh namja yang hanya menilai yeoja dari fisik saja, karena aku tidak pernah menilai namja seperti itu.

Taemin: lalu seperti apa kau menilai namja?

Hyejin: wae? apa kau menyukaiku?

Aku tersenyum genit ke arah taemin membuat tawanya semakin meledak.

Hyejin: ini pertama kalinya aku melihatmu tertawa. Kau terlihat jauh lebih baik.

Seperti biasa, selama pelajaran Mr.park berlangsung aku sibuk dengan hal yang tidak penting sementara taemin terlihat begitu serius.

Hyejin: aish… kapan aku akan berubah? Ah… akan jadi apa aku nanti? Ck…

Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku sampai sebuah fikiran terlintas di benakku.

Hyejin : aku seorang yeoja, aku bisa meminta oemma dan appa menjodohkanku dengan namja yang kaya. Kekekekekekekeke

Taemin: dasar matre…

Hyejin: tidak perlu yang terlalu kaya, asalkan bisa memberikan aku kehidupan yang cukup itu sudah lebih dari yang kuharapkan. Jika aku tidak bisa menjadi wanita karir, maka aku harus jadi istri impian. Seorang istri impian harus cantik, seksi, bisa mengurus keuangan dan pintar memasak. Aku cukup cantik, setidaknya aku lebih seksi dari pada gae in, hanya saja aku tidak bisa memasak.

Kriiiiiiiing………….

Semua orang bernafas lega selepas Mr. park meninggalkan ruangan kelas.

Minho pov

Setelah suara bel berbunyi, seungsenim memintaku menaruh semua buku latihan di mejanya. Sesuai perintahnya aku membawa semua buku itu menuju ruangan para guru. Namun saat aku melewati koridor menuju ruangan guru, buku-buku itu terjatuh dan dengan terpaksa aku harus mengumpulkannya kembali. Selagi aku sibuk dengan aktivitasku mengumpulkan buku-buku itu, tanpa sengaja kudengar percakapan dari dalam ruangan kelas yang kebetulan ada di sebelahku.

Hyejin: ayolah temani aku memasak hari ini, aku ingin belajar memasak.

Gae in: untuk apa?

Hyejin: aku harus menjadi istri impian.

Nara: michoseo?

Hyejin: aku tidak begitu pintar, setidaknya jika nanti aku menikah, suamiku tidak terlalu kecewa.

Nara: kau sudah cukup cantik untuk menjadi istri impian.

Hyejin: tapi aku tidak mau namja memadangku seperti itu.

Gae in: kalau kau ingin memiliki suami yang kaya dan tampan seperti minho, hal yang utama adalah kau harus cantik. kalau sudah berhasil mendapatkannya kau tidak perlu susah-susah memasak, ada banyak pelayan di rumahnya.

Hyejin: aku tidak mau seperti itu. memangnya kau fikir semua namja hanya melihat yeoja dari kecantikan dan keseksian saja? Aku rasa masih ada namja yang mau menilai yeoja dari sisi yang berbeda.

Nara: ne, kepintaran. Apa kau pintar?

Hyejin: bukan itu maksudku, namja itu juga manusia, mereka tidak hanya memiliki nafsu saja, mereka juga punya hati. Pasti mereka juga memiliki harapan punya pasangan yang benar-benar disayangi, bukan karena nafsu, tapi karena cinta.

Gae in: nafsu dan cinta itu beda tipis, apa kau tidak tahu hal itu?

Hyejin: aish… aku yakin aku akan menemukan namja seperti itu.

Nara: yang pasti itu bukan minho.

Hyejin: ayolah temani aku, kalau aku sendiri pasti sangat membosankan.

Gae in: aku tidak mau merusak tanganku, ajak saja teman cupumu itu.

Setelah itu kudengar langkah kaki keluar dari ruangan kelas itu, aku berdiri bersiap menjauh menuju ruangan guru mengantarkan buku yang sedari tadi aku pegang.

Gae in: omo, kau minho kan?

Minho: ne,

Aku hanya tersenyum kemudian berlalu. Jujur saja aku sangat terkesan dengan kata-kata yeoja yang tadi aku dengar. Sayang sekali aku tidak tahu suara siapa itu, yang pasti bukan milik dua orang yang baru saja menyapaku karena aku masih mendengar suara yeoja itu berbicara di dalam ruangan kelas. Aku ingin sekali melihatnya, tapi aku sedang malas berurusan dengan yeoja-yeoja centil semacam yang ada di hadapanku ini.

Aku terus melangkan menuju ruangan guru masih sibuk dengan fikiranku tentang yeoja itu. sebenarnya semua namja memang akan melihat yeoja secara fisik, namun yeoja tidak pernah tahu jika sebenarnya fisik terkadang juga membuat para namja ragu. Aku sudah muak dengan yeoja-yeoja cantik dan centil yang sibuk menggodaku hanya karena aku tampan dan kaya. Aku juga ingin dinilai dari sisi lain, seperti yang yeoja tadi katakan. Ah… dia benar-benar membuatku terkesan.

Hyejin pov

Aku mendengus pelan setelah mendapat penolakan dari kedua chingguku. Kulihat taemin masih sibuk dengan semua bukunya, aku jadi teringat saran gae in, mungkin taemin bisa menemaniku.

Hyejin: taemin, apa kau mau menemaniku?

Taemin: baiklah.

Diluar dugaanku, dia menerima permintaanku.

Taemin : anggap sebagai ucapan terimakasihku.

Hyejin: Ok! Aku ke ruangan guru dulu mengantarkan tugasku, kau tunggu di sini OK?

taemin mengangguk, setidaknya aku tidak harus belajar sendirian. Aku berlalu membawa setumpuk tugas yang harus aku serahkan hari ini. saat aku sampai di meja Mr.Park kulihat seorang namja tengah berbicara dengan guru itu, dia adalah minho, namja impian semua yoeja di sekolah ini.

hyejin: seunsenim, ini tugas dari kelasku.

Aku meletakkan tumpukan buku itu di atas meja Mr.Park kemudian tanpa sengaja bertatapan dengan minho. dia menatapku sangat aneh, apa aku seperti hantu di matanya? Mungkin dia terlalu sering melihat yeoja yang lebih cantik jadi dia sedikit canggung saat melihatku.

Mr.Park: yasudah, terimakasih sudah membantu. Kalian boleh pulang.

Aku memberi salam kemudian keluar beriringan dengan minho.

Minho: apa kau murid kelas sebelah kelasku?

Hyejin: ne. wae?

Minho: tadi aku mendengarkan percakapanmu dengan chinggumu. Kau benar, tidak semua namja menilai yeoja dari fisik saja, terkadang hal itu sangat membosankan.

Hyejin: tentu saja. Seharusnya mereka percaya padaku.

Dia terkekeh pelan, aigo… dia memang sangat keren.

Minho; siapa namamu?

Hyejin: aku choi hyejin.

Minho: ternyata kita sama-sama bermarga choi.

Hyejin: keurom.

Minho: ya sudah aku pulang dulu, semoga pelajaran memasakmu menyenangkan. Sampai bertemu lagi choi hyejin.

Ia tersenyum dan berpamitan, sejujurnya aku malu karena dia mendengarkan semua penuturan bodohku di kelas tadi.

                                                            ************

Taemin pov

Aku memasuki rumah hyejin, rumah yang tidak terlalu besar tapi cukup elegan. Aku suka tipe rumah seperti ini.

Hyejin: oemma, aku pulang.

Oemma: kau sudah pulang?

Hyejin: oemma, hari ini ajarkan aku memasak.

Oemma: ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba sekali?

Hyejin: seharusnya kau mendukungku -_-

Oemma: siapa ini ?

Hyejin: dia chingguku, namanya taemin.

Chingu, dia menyebutku chingunya. Seumur hidupku tidak pernah ada yang menyebutku seperti itu. aku tidak pernah memiliki satu temanpun dalam sejarah hidupku. Hari ini untuk pertama kalinya seseorang menyebutku teman.

Oemma: aigo… bukankah kau murid terpintar itu?

Aku hanya tersenyum menanggapi oemma hyejin. Dilihat dari penampilan dan keramahannya, jelas sekali dia adalah tipe oemma impian.

Oemma : yasudah, kalian tunggu di sini, oemma akan belanja sebentar.

Aku hanya tersenyum kemudian mengikuti hyejin menuju dapur. Ia membuka kulkas, tapi bukan untuk mengeluarkan bahan makanan melainkan sekotak es krim.

Taemin: sejak kapan aku menjadi temanmu?

Hyejin: molla, yang jelas kau adalah temanku. Wae? kau tidak suka menjadi temanku?

Taemin: anyia, aku suka, sangat suka. Kau adalah teman pertamaku. Gumawo…

Ia menatapku aneh, pasti di dalam fikirannya ia merasa heran bagaimana bisa ada orang di dunia ini tidak memiliki teman.

Hyejin: keurom.

Kemudian ia mulai menyendok es krim ke mulutnya,

Hyejin: hmmm….mashita…

Selanjutnya ia menyodorkan sendok itu ke mulutku.

Hyejin: ottae?

Taemin: mashita…

Ia tersenyum senang, temannya benar, ia memang sangat cantik.

Hyejin: kita perlu clemek.

Ia mulai sibuk mengacak lemari dan mengambil dua buah clemek, satunya ia pakai, kemudian ia mendekat padakku memakaikan celemek itu untukku.

Hyejin: hari ini kita harus sukses.

Tak lama kemudia oemma hyejin pulang dengan segudang bahan masakan. Kami mulai memasak sesuai instruksi oemma hyejin.

Oemma: taeminie… di mana rumahmu?

Taemin: tidak jauh dari sini, hanya satu kali naik bus.

Oemma: apa kau punya saudara?

Taemin: eobseoyeo…

Oemma; pasti orang tuamu sangat menyayangimu.

Taemin: orangtuaku sudah meninggal sejak 3 tahun yang lalu.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “He is Taemin, not Just Taemin – Part 1

  1. sepertinya bakalan jadi cinta segitiga nih..😉

    saya cukup ngerti dengan jalan ceritanya, tapi akan lebih baik kalau ada tanda bacanya..

    Ok Mincha, ditunggu part selanjutnya ya..🙂

  2. Cinta segitiga yang kurang memihak pada TaeMin pastinya. Secara teman” Hyejin lebih suka MinHo dibandingkan TaeMin
    Malang sekali nasib TaeMin

  3. Minchaaaa,,,

    Bakalan seru nih ceritanya, cinta segitiga, life school, friendship, jadi satu.
    Kamu benar, beberapa typos keliatan banget, xixixi, mungkin sebelum dikirim, km bs minta temen km buat jd beta-reader.
    Terutama di bagian nama tokoh, diawali huruf kapital ya, dear…
    gae in -> Gae In

    Semangattt, ditunggu part selanjutnya ya, dear

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s