Stupid Moment [2.2]

STUPID MOMENT

Hyuna - beoble pop dance practise

Title                 : I’m stupid 2.2

Author             : Astina a.k.a Kang hyo kyo

Main cast         : Choi Anna, kim kibum

Support cast    : Jinki, choi minho, park sani

Length             : Two Shoot

Genre              :

***

Hara pov

Akhirnya video foto dan bukti lainnya telah ku selesaikan, anna!! Eodiga ???

~~ttuuutt tttuuuttt ….~~~

“Anna-a eodi ?? Aku akan kesana”

Hhaaahhh urusan ini harus segera selesai. Setelah menunggu kurang lebih 1 jam akhirnya mereka selesai latihan. Aku benar benar menjelaskan apa yang aku ke tahui

“Ceritalah” ucap anna ngos ngosan saat menghampiriku di kursi penonton ini.

“Kau dengarkan aku, key tlah memutuskan jiyeon”

“Jinja ??” Aaahhh senyum yang tlah lama hilang akhirnya kembali lagi.

“Ne, ini videonya” beberapa lama kemudian

“Tapi jiyeon jelas tidak ingin putus hara-a, mereka belum resmi”

“Anna-a dan ini video beberapa kali jiyeon berjalan bersama Taemin. Dia pacar jiyeon yang sesungguhnya, mereka sudah bertunangan setahun yang lalu.” Ucapku sambil menunjukan beberapa video dan foto saat jiyeon dan taemin memamerkan cincin mereka.

“Ini benar benar sangat membuktikan” anna yang sedari tadi melihat foto dan video akhirnya melihat mataku.

“Hari ini juga aku akan merapikannya, jadi saat terdesak bisa di gunakan, malam ini aku akan k rumahmu kita harus menyelesaikan misi tentang oppamu.” Saat aku menjelaskan tampak butir butir air mata mulai menetes dari mata anna ‘Ya ! Jangan menangis. Aku ini sahabatmu. Aku juga ingin kau bahagia” jelasku lagi

“Gomawo” ucapnya lirih lalu memelukku. Dan ini informasi terakhir yang ingin aku sampaikan. Mungkin akan sangat menyakitkan untuk anna

“Anna-a, choi jiyeon anak dari choi kyuhyun dengan kata lain dia sodaramu” anna melepaskan pelukannya memegang erat bahuku melihatku dengan tatapan tak percaya.

“Ibunya mengambil appaku sekarang dia ingin mengambil suamiku. Itu takkan terjadi”

***

Minho pov

“Aaaagggghhh” aku mengacak ngacak rambutku. Aku sangat rindu dengan anna. Walau dia tahu aku berada di jepang tapi disinilah aku, masih di korea. Aku ingin sekali mencampakkan meumi tapi aku tak ingin menjadi laki laki bejat yang tidak bertanggung jawab.  “Oppa dia menjebakmu, kau tak pernah melakukan apa apa dengannya. Buktinya dia tidak hamil” kata kata itu, selalu terngiang di kepalaku saat aku memikirkan masalah ini, dan karena kata kata itu aku tak akan mau menyentuh meumi sedikitpun walau kami sepasang suami istri. “Hhhhaahhhh” meumi aku akan melepaskanmu jika terbukti aku tidak melakukan apa apa padamu.

***

Meumi pov

Minho, walaupun kau tak mau menyentuhku, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku terlalu mencintaimu. Anna-ssi !! Jika kau tetap menjadi penghalang aku akan menyingkirkanmu selamanya. “Minho-a, kajja makan” aku membuka kamarnya, dan kutemui dia sedang melamun. “Kau memikirkan anna lagi?” Dia tak menjawabku, dia bahkan tak menoleh kearahku, gara anna semua gara anna, bahkan kami tidak jadi pergi ke jepang karna anna, minho juga mulai lebih tidak perduli denganku gara anna.

“Ya choi minho, anna itu adikmu bukan pacarmu, bisakah kau melihatku tanpa memikirkannya” seruku. Aku memang menggunakan cara yang curang agar dia menikah denganku tapi itu semua karena cintaku yang tulus untuknya.

“Karna dia adikku dan keluargaku satu satunya yang tak pernah menghianatiku, karna itu aku menyayanginya. Sangat menyayanginya” minho pergi lalu pergi, sementara aku hanya berdiri di depan pintu kamarnya. Sangat menyebalkan pikirku.

Author pov

“Aku pulang” anna memasuki rumah dan diikuti oleh hara

“Eo ? Chagi bukankah katanya kau pulang malam. ini baru pukul 6.30” key yang fokus melihat TV duduk di atas sofa.membalikan badannya saat menyadari ada orang selain istrinya key menatap bingung “hara-ssi ?” Lanjutnya.

“Annyeong key, tidak perlu formal begitu. Bukankah hubungan kita tidak terlalu jauh”

“Heheheh ne ne ne. Kalian mau makan?”

“Aniyo key” anna pun duduk di samping key dengan kepala yang menyandar di badan sofa. “Hara-a kau boleh membongkar bajumu di kamar atas, ada namamu di depan kamarnya” lanjut anna lagi, hara pun naik ke atas dengan niat ingin beristirahat sebentar dan tidak ingin mengganggu key dan anna.

Key menyandarkan kepalanya di bahu anna “key-a apa yang kau lakukan ?” Anna sedikit menggeliat. “Aniyo, chagi apa kau akan tidur dengan hara ? Kau lebih memilih hara daripada aku ? Anna menganggap pertanyaan key sangatlah tidak berbobot.

“Tentu saja aku tidur di kamarku key-a” anna pun berdiri membuat kepala key ingin terjatuh tapi key mampu menahannya.

Setelah itu key lebih memilih memasak. Sementara anna mandi begitu juga dengan hara. Setelah mereka berdua telah selesai mandi, mereka kembali berdiskusi tentang masalah minho.

Hingga akhirnya mereka sudah mendapatkan menit menit dimana sosok minho dan meumi telihat. ~~~tok tok tok~~~

“Masuk key” saat key masuk ke kamar hara terlihat hara sedang berkutat di depan komputer sementara anna membaringkan badan di atas tempat tidur.

“Kajja makan” hanya itu yang di ucapkan key lalu anna dan hara berjalan menuju dapur begitu juga dengan key. Mereka makan dalam diam, anna yang kelelahan, key yang melihat wajah anna kelelahan tidak tega mengajaknya berbicara, sementara hara memikirkan potongan potongan video di kaset itu.

Anna telah menyelesaikan makanannya, begitu juga dengan hara. “Biar aku saja yang mencucinya” anna mengambil piring hara dan mulai ingin mencuci “kau masuklah ke kamar, bukankah besok ke sekolah” lanjut anna lagi

“Ne omma, appa aku ke atas dulu hehehehe” hara tertawa kecil membuat key dan anna kebingungan. Hara pun telah berlalu.

“Biar aku saja”

“Chagi-a, ada apa denganmu ?? Kenapa hari ini kau sangat miskin ekspresi”

“Kau dudukla, biar aku yang membereskan ini atau kau pergi ke kamar” ucap anna mencoba untuk mengancam. Anna membereskan segala sesuatu setelah mereka makan sementara key memperhatikanku.

“Kajja” anna menarik tangan key lalu menggandengnya. “Key, aku sangat lelah” mereka berjalan menuju ke lantai atas untuk menuju kamar mereka.

“Istirahatlah, besok kita harus sekolah” setelah mengatakan itu mereka memasuki kamar masing masing.

Sebenarnya key ingin sekali malam ini di habiskan dengan berbincang dengan anna tapi melihat keadaan anna, dia mengurungkan niatnya.

Hara pov

Semua sudah selesai,meumi kau wanita yang licik. Kau masukan obat ke dalam minuman minho untuk membuatnya tertidur dan membawanya ke hotel. Kau hanya menjebaknya pantas saja sampai sekarang kau tak hamil. Wanita licik !! Akan ku selesaikan masalah ini.

Author pov

“Aaahhhh” anna menggerang karna tak bisa tidur diliriknya jam menunjukan pukul 10 malam. Badan yang lelah namun mata tak ingin menutup membuat dia sedikit kesal. Akhirnya dia memilih untuk tidur bersama key. Dengan malas namun ada niat dia pindah kekamar key, berbaring di sampingnya “hhhaahhh” dia mengeluh lalu menutup matanya. Ada perasaan nyaman sekarang membuatnya lebih santai , di saat dia mulai ingin tidur tiba tiba saja dia merasa ada tangan dan kaki seseorang yang menyentuh badannya. Anna menghadap kekiri membuka matanya, walau gelap dia mencoba mencari tahu

‘Omona key, kau memelukku ?? Aku bukan bantal guling” anna berkutik di dalam pikirannya sendiri dengan detakan jantung yang sangat cepat ia mencoba tetap tenang dengan menutup matanya dan lama lama ia tertidur.

***

Hara pov

Kemana mereka berdua ? Ini sudah jam 6. Mereka belum juga bangun. Hhaaahhh makanan kan sudah siap, ya walau masakanku tidak seenak buatan key tapi kuharap mereka menyukainya.

Aku membuka pintu kamar anna, karena tidak mungkin aku membangunka key. Tapi aku tidak menemukan anna. Omona !! Jangan jangan dia tidur dengan key, bagaimana membangunkannya??? Hhhaahhh

5 menit ~~ aku harus bisa “KEY ANNA AKU SUDAH MEMASAK CEPAT TURUN” aku berteriak aku melakukannya.

Key pov

“KEY ANNA AKU SUDAH MEMASAK CEPAT TURUN”

Aku menggeliat mengapa hara berteriak, bukankah dia bisa menyuruh anna membangunkanku “NE” jawabku juga berteriak agar dia tidak meneriakiku lagi.

“Eo ??” Aku tidak tahu apa yang terjadi, kenapa anna ada disini, ya walaupun ini bukan pertamakalinya kami tidur bersama namun … Bagaimana menjelaskannya. Aku juga memeluknya, apa saat tidur aku mengira dia bantal ?. Aigoooo………

Aku melepaskan pelukanku lalu duduk. Rasanya aku sangat tak ingin sekolah. “Chagi, bangunlah” ucapku pelan sambil menggoyang sedikit tubuhnya. “Apa yang terjadi ?? Kenapa kau pindah kemari diam diam ?? ” ntah kenapa kalimat itu keluar saja dari mulutku dengan jatung yang berdetak cepat ini.

“Masih pagi key, jangan mengomel”

“Kau ini …..”

“Key sayang aku mau mandi” ucapnya lalu pergi begitu saja. Dia memanggilku sayang, waahhh my chagi sudah ada kemajuan.

***

Author pov

@school

“Jiyeon berhenti mengikuti, sudah berapa kali ku bilang hubungan kita berakhir” teriak key saat di kantin dan selalu diikuti jiyeon.

“MWO ???” Key pergi meninggalkan jiyeon, sementara jiyeon sudah seperti ingin mati karena malunya. Akan ku balas kau anna-ssi

Key berjalan menuju lapangan indoor untuk basket. Songsaenim memberi informasi kalau besok akan di adakan lomba satu hari full di stadium utama kota. Oleh karena itu lee songsaenim menyuruh mereka mempersiapkan segala hal. Dari mental sampai fisik.

Pengumuman selesai sehingga ke dua team basket bubar. Anna memilih jalan di belakang, mengetahui itu key yang berjalan di depan menghentikan langkahnya saat anna sejajar dengannya dia kembali melangkah.

“Kau sudah memilih, mengapa kau tak crita” anna membuka pembicaraan.

“Kau sibuk akhir akhir ini” jawab key sekenanya membuat anna merasa bersalah.

“Benarkah ?? Mianhae” anna tertunduk lemas dan berhenti saat di depan pintu masuk lapangan indoor itu.

“Gwenchana” key memegang bahu anna dan menggerakan badannya sehingga mereka berhadapan.

“Mianhae, aku juga membawa hara ke rumah. Apa kau merasa tak nyaman ??” Anna tetap tenang namun masih dengan posisi tertunduk

“Gwenchana, aku tidak apa apa” key memegang dagu anna, menatap lekat mata anna. Key yang lebih tinggi dari anna menundukan kepalanya membuat jarak antara wajah mereka semakin dekat. Alunan jantung yang berdetak cepat sebagai pengiring suasana saat ini, “saranghae” ucap key tepat di telinga anna.

“Nado” ucap anna sukses membuat keduanya tersenyum. Namun mereka tetap ingin menyembunyikan hubungan mereka.membuat mereka kembali ke kelas masing masing.

***

“Anna cepat telpon oppa mu” hara terus mendesak anna.

“Ne ne ne”

~~~tttuuttt tttuuutttt ttttuuuttt~~~

“Oppa, ini aku choi anna hhehe – apa oppa bisa ke korea ada hal yang ingin aku bicarakan ~~~ mwo ?? Sekarang kau di korea, kalau begitu bisa kita bertemu sekarang ???~ ruang VIP di pyongwan restorant”

Setelah mendengar percakapan itu hara tau bahwa minho ada di korea. Mereka pun langsung menuju pyongwan restaurant. Hara sudah siap dengan laptop dan copy of cd hasil editannya.

Anna dan hara sudah duduk manis di ruang VIP, lima menit setelah itu datanglah minho. “Anna-a” minho pun menghampiri anna dan memeluknya “mian-hae, bogoshippo” lanjut minho

“Ya !! Oppa, adikmu ini memiliki hati yang rapuh jangan kau buat lebih rapuh lagi” mata anna berkaca kaca, begitu juga dengan minho, melihat kejadian ini hara juga semakin sedih, mengingat apa yang terjadi selalu tak sesuai harapan.

Setelah semua tenang, tidak ada yang terbawa emosi. Anna menceritakan kejadian yang ia lihat kurang lebih 2 tahun yang lalu.

Flashback

“Ooooommmmmmmmmmmmaaaaaa hiks … Kenapa ?? Kenapa kau harus meninggalkanku” anna berteriak sekuat kuatnya berharap omma yang ia miliki satu satunya hidup kembali. Dengan bantuan minho, anna kembali tenang. Anna dan minho sangat sedih dengan apa yang terjadi, kecelakaan beruntun benar benar membuat mereka seperti terpuruk di dalam lubang yang dalam.

Ntah apa yang terjadi, pemakaman ibunya telah selesai. Sementara anna dan minho masih berdiri melihat makan ibunya tanpa meneteskan air mata. Mereka berfikir di saat seperti ini dimana ayah mereka. Ayah yang seharusnya juga berada disisi mereka.

Hingga sore tiba mereka memilih untuk pulang, di saat perjalanan pulang tepat saat lampu merah mata mereka berdua tertuju pada 3 orang yang bersenda gurau di sebuah cafe. “Appa ?” Ucap anna lirih, dia berusaha menahan airmata yang ingin keluar tak ingin membuat matanya perih lagi.

Minho yang mengendarai mobil menepikan mobilnya “kau tunggu disini” dengan sigap minho keluar dan memergoki 3 orang tersebut. Anna yang tak diijinkan keluar hanya menonton kejadian itu.

“Appa ?? Kau berselingkuh ??” Suara minho yang bergetar benar benar menunjuka rasa sedih yang ia alami.

“Hei anak muda apa maksudmu ?” Seru yeoja yang seumuran dengan appanya. “Kami tidak berselingkuh, kami menikah secara hukum” lanjut yeoja itu lagi sukses membuat minho tak mampu berkata kata.

Minho memilih pergi, dia membalikan badan namun sempat beradu pandang dengan seorang gadis yang seumuran dengan adiknya.

“Oppa ?? Appa ? Apa benar dia appa ?” Tanya anna pelan. Ini hal yang sulit untuk di terima. Benar benar membuat minho muak. Sesampainya di rumah minho menceritakan kesimpulan yang terjadi dan berhasil membuat hati ana memiliki goresan yang dalam.

Malam pun tiba, seseorang masuk ke dalam sebuah rumah yang terlihat. sepi “appa ?” Tanya seorang yeoja yang tampilannya sangat berantakkan. “Jangan panggil dia appa, dia bukan uri appa.” Seru minho lalu menarik tangan anna untuk pergi.

“Aku juga sudah tak menganggap kalian anak” kalimat itu sukses membuat minho terhenyak lebih dalam.

“Oke, itu bukan masalah. Aku akan kembali kekorea” jawab minho tak ingin kalah.

Minho, dia sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan. Dia akan membuka lembaran baru di korea dan mencari uang dengan melanjutkan usaha yang telah di bangun oleh ibunya. Namun sebelum mereka pergi, mereka harus menunggu sampai esok, oleh karena itu dia menginap di sebuah hotel.

Minho minum minuman di sebuah bar hotel yang tak terlalu ramai, anna yang merasa sangat terpukul ingin sekali bersama dengan oppanya. Dia pun mencari oppanya di bar, di bar yang tidak ramai itu membuat anna mudah mencari sosok oppanya tapi dia tak melihat oppanya sendiri, namun bersama dengan wanita lain. Dengan jelas anna melihat adegan demi adegan, wanita itu memasukan bubuk ke dalamminuman oppanya, membuat oppanya pingsan. Wanita itu pun membopong minho.

“Kau ?? Kau mau kemana oppaku ?? Meumi eonnie ? YA !! Apa yang eonnie lakukan ?” Seru anna di lorong hotel yang tak jauh dari kamarnya.

“Bukan urusanmu” meumi terus membopong minho sampai masuk ke dalam kamar.

“Mengapa eonnie membawa oppa kemari ?” Anna bertanya dengan polosnya.  Bukannya menjawab meumi malah mendorong anna membuatnya keluar dari kamar hotel itu.

Flashback end

“Sudah berapa kali oppa bilang, kau tak tau kan apa yang terjadi pada saat di kamar itu, oppa tidak ingin menjadi lelaki bejat. Sudahlah tak ada bukti dia menaruh bubuk itu.” Bantah minho

“Ada buktinya” dengan sigap hara membuka mulut “lihatlah video ini dan beberapa foto, aku juga menambah beberapa penjelasan” lanjut hara lagi

“Itu benar, sisanya terserah oppa mau percaya atau tidak. Aku bukan wanita dua tahun yang lalu yang hanya bisa menangis” lanjut anna lalu beranjak pergi dengan hara dan meninggalkan beberapa bukti di depan minho.

***

“Harra-a, ngomong ngomong aku tidak tahu alasan kenapa kau tinggal disini ??” Tanya key saat makan malam

“Wae ?? Apa aku mengganggumu dengan anna ?” Tanya hara sambil melirik anna namun mendapat lototan mata dari anna.

“Aniyo, hanya ingi tahu saja” jawaban yang cool dari key benar benar membuat harra puas

“WAU !! Pantas saja banyak yang menyukaimu. Aku akan disini hanya 1 minggu”

“Jangan bilang kau menyukaimu suami sahabatmu sendiri karena aku hanya dimiliki anna” jawab key

Jawaban key sukses membuat jantung anna meloncat loncat, dan mendapat tawaan dari hara.

Makan malam selesai, sepeti sebelumnya hara akan menuju kamarnya tak ingin mengganggu pemilik rumah. Sementara key dan anna sedang menonton TV.

“Chagiya kenapa hari ini sepertinya kau senang sekali” tanya key penasaran yang selalu mendapati anna selalu tersenyum

“Karna semua masalahku sudah selesai” jawab anna dengan senyuman khasnya itu.

***

Pertandingan basket pun dimulai, ada 5 sekolah yang mengikuti lomba ini. Yeoja yeoja sangat antusias untuk menonton, masing masing meneriaki nama idol mereka. Anna ingin sekali melihat key bertanding, tapi sayangnya pertandingan mereka berlangsung bersamaan, dan ini pertandingan menuju final menentukan juara pertama dan kedua.

Tidak hanya yeoja, beberapa namja juga kagum terhadap kemampuan skill yeoja yang mengikuti basket.

Pertandingan yeoja berlangsung sengit di karenakan persamaan skill. Sementara di bagian namja tim key telah memenangkan pertandingan, dan ntah angin dari mana tiba tiba saja jiyeon berlari dan memeluk key membuat lapangan indoor semakin riuh, ada yang meneriaki mereka untuk kembali bersama, namun ada yang memaki. Teriakan itu membuat kosentrasi anna terganggu, dia pun menoleh mencari tau apa yang terjadi, sakit-hancur-terbakar-sedih tiba tiba saja menyelimutinya karena tak hanya berpelukan namun mereka juga berciuman membuat hati anna semakin sakit, dengan segera anna memalingkan pandangannya saat key melepaskan ciuman itu secara paksa. Anna menjadi terbawa emosi, anna bermain dengan sedikit kasar dengan air mata yang ingin keluar dddddaaaannnn …..

Ppppppprrrrriiiiiiiitttttttt ±±±± anna melakukan pelanggaran membuat tim lawan akan melakukan shoot bebas.

“Mianhae” lirih anna kepada ke empat teman satu timnya

“Gwenchana, kita bisa menempati juara 2 jika mereka berhasil” jawaban bijak dari fei benar benar pas.

Ppprrriiiiitttt peluit kembali berbunyi tanda pertandingan berakhir dan tim lawanlah sebagai pemenangnya. Melakukan shoot bebas merupakan hal uang mudah bukan ?

Hari pertandingan pun di tutup dengan pemberian hadiah, sekolah ______ berencana untuk makan bersama dan semua mengiyakan, namun saat di perjalanan anna meminta ijin untuk pulang karena sudah lelah dan ini tanpa sepengetahuan key.

Mereka pun tiba di sebuah kedai sederhana, key bermaksud untuk duduk di sebelah anna walau hatinya sedang kacau karena kejadian tadi, key yakin anna tidak melihat kejadian itu, sementara teman temannya asyik mengolo olok key membuatnya semakin frustasi.

Namun key tidak melihat anna, dia baru saja ingin beranjak pergi mencarinya tapi sangat di sayangkan, key sudah tidak bisa keluar dari situasi ini atau ia harus membongkar rahasianya.

***

“Anna menangislah, aku tahu hatimu sakit” hara selalu memaksa anna untuk menangis semenjak makan malam selesai, ia khawatir jika hati anna akan mengeras dan rasa sayangnya akan hilang.

“Jika seseorang menangis orang lain akan menyuruhnya berhenti”

“Tapi ini berbeda, kau – kau harus menangis untuk melepaskan rasa sakitmu” hara semakin membuat ruangan di kamar anna menjadi tegang “sudah kubilang jiyeon yang melakukan itu semua, jadi kau tak perlu sakit hati” jelas hara lagi

“Aku tahu dan aku mengerti. Keluarlah aku ingin tidur”

Apa yang di katakan anna membuat hara semakin bingung, anna membaringkan badannya dan membuat hara pergi. Hara keluar dari kamar anna dan menutupnya. Hara turun untuk menuju lantai dasar dan meneguk air minum.

~~ting tong~~ “kenapa key membunyikan bel, bukankah dia tahu password rumah” gumam hara namun ia tetap membukakan pintu, dan betapa terkejudnya dia saat melihat jiyeon berada di depan pintu dengan koper koper yang ia bawa.  Sepertinya jiyeon juga kaget melihat keadaan hara.

“Apa yang kau lakukan di rumah pacarku”

“Pacarmu ?? Bukankah kailian sudah putus ?”

Jiyeon dengan paksa masuk kedalam rumah “kau penyebab putusnya kami”

“MWO ???”

“Jangan pura pura kaget” jiyeon semakin memperkuat tuduhannya.

“Ada ribut ribut apa ?” Key masuk ke dalam rumah membuat kedua yeoja tadi melihatnya “jiyeon ?? Apa yang kau lakukan di sini ??”

Jiyeon mengembangkan senyumnya dan memeluk key, namun key melepas paksa pelukan itu. “KAU !!”

“Jangan berkelahi, anna sedang tidur. Key selesaikan masalahmu atau anna akan melakukan hal yang tak kau inginkan”

Ucapan hara cukup jelas maksud dan tujuannya menurut key, tapi jiyeon memasang wajah bodoh. “Anna ?? …” Belum sempat jiyeon melanjutkan kalimatnya key malah pergi ke atas dan masuk ke kamarnya sendiri. Begitu juga dengan hara membuat jiyeon menjadi kebibungan.

Akhirnya jiyeon bersikap lancang, jiyeon naik ke lantas atas dan bisa melihat 4 pintu yang bertuliskan masing masing, key anna dan hara. Namun ada satu pintu yang tak bertuliskan. Akhirnya jiyeon memilih membuka pintu itu dan ternyata itu kamar mandi membuat jiyeon berdecak.

‘Klek’ “YA apa yang kau lakukan di sini ?? Kau mengganggu privasiku”

“hara-ssi, aku juga butuh tempat tidur”

“YAAAAA” hara berhenti berbicara saat melihat jiyeon sudah berbaring, buang buang tenaga saja pikirnya.

***

Anna pov

Aahhh paboya !!! Saat bangun tidur harusnya aku membangkitkan semangat dengan mengingat hal yang menyenangkan. Mengapa aku teringat kejadian dimana jiyeon dan minho … “Aaahhhhhh” aku berteriak melepaskan kesalku.

“Anna-a gwenchana ???” Hara berteriak dari luar kamar, hhaahhh hanya dia yang mengerti aku

“ne”

Author pov

Anna keluar dan menuju ruang makan sekaligus dapur itu. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat jiyeon berada di rumahnya. ‘Setelah berciuman, dia mengajaknya ke rumah ?? Apa mereka juga tidur berdua?’ Pikiran anna sudah mulai terbang bebas di karenakan emosi.

“Aku punya PR, aku harus pergi dulu” anna keluar begitu saja.

“Chagiya !!! ..” Key menghentikan apa yang ingin ia bicarakan setelah melihat anna telah berlalu

“kenapa dengannya ?” Dengan wajah polos dia bertanya kepada hara.

“Kau bodoh atau apa ?? Aaiiisss”

***

“Aku berharap key dan jiyeon akan kembali”

“Aku juga, bukankah mereka sangat cocok. Apalagi kemarin saat mereka berciuman”

Dua orang yeoja yang satu sekolah dengannya bergossip tentang hal yang sangat membuat anna menjadi terhenyak ke dalam lubang yang di buat oleh key. Anna yang sudah di pertengahan jalan menuju sekolah akhirnya memutuskan untuk bolos. Dia berjalan dan berjalan.

***

“Kemana anna ??? Aaiisss apa tadi dia tidak datang ke sekolah” hara yang terlihat panik hanya mendapat gelengan dari teman sekelasnya.

Saat istirahat pun tiba, hara yang sedari tadi tidak bisa fokus dengan pelajaran segera menghampiri key.

“YA !! KEY !! K-K-KAU !!! NAMJA BRENGSEK” harra memaki key saat mendapati key yang tertidur pulas di pangkuan jiyeon saat ini.

“Apa yang kau lakukan ?? Dia sedang tidur, dia tidak akan bangun karna teriakanmu itu” jiyeon berbicara sangat halus membuat hara semakin memanas, tapi hara tau tak ada gunanya jika dia terbawa emosi. Dengan tenangnya dia mencoba untuk berpikir.

“Kau anak bodoh dari kelas 2-C tidak akan tau apa yang terjadi” belum sempat hara menjawab pernyataan sebelumnya jiyeon kembali memaki hara.

‘Kenapa key bisa tidak sadar ??’ Pertanyaan itu selalu terngiang membuatnya tidak fokus, akhirnya dia memilih untuk meninggalkan jiyeon.

***

“Hei jangan menangis” namja manis menghampiri anna di taman yang sangat sepi ini.

Anna yang menyadari ada orang lain selain dirinya segara mengusap airmatanya dan kembali menegakkan badannya.

“Kau ?? Putus cinta?” Tanya namja itu lagi dan menganbil posisi di samping anna

“Kau tidak perlu tau”

“Kau ?? Choi anna ? Banarkan ??”

Anna yang sedari tadi melihat lurus kedepan membalas tatapan namja itu.

“Dari mana kau tau ??”

“Bukankah kita pernah di jodohkan, lee taemin imnida”

“Jinja ?? Aku sudah sangat sering di jodohkan oleh oppaku”

Kini keduanya menatap lurus kedepan menikmati pemandangan dan angin sejuk yang menerpa tubuh mereka.

“Apa sudah ada yang berhasil ??”

“Ne”

“Nuguya?”

“Kim kibum, dia sudah menjadi suamiku”

***

“Aahhh kenapa aku pusing sekali ??” Key bangkit dari tempat tidur uks sekolahnya. Dia ingin bertanya tapi tak ada seorangpun di dalam uks.

Di liriknya jam ternyata 5 menit lagi jam sekolah berakhir. Key memilih untuk kembali ke kelas namun saat ia keluar uks dia mendapati jiyeon dan hara sudah berjalan ke arahnya.

“Ige” jiyeon memberikan tas kepada key.

“Aku membuatkan kalian air minum” jiyeon menghampiri hara dan key yang berada di rg.santai lantai atas, mereka sedang membicarakan anna.

Dengan terpaksa, hara dan key meminum jus jeruk itu karena ingin menghargai jiyeon. Walau hara merasa ada yang aneh.

“Kejadian tadi siang akan terulang” lirih jiyeon namun masih bisa di dengar oleh hara dan key.

“Apa maksudmu ?” Key menatap lekat jiyeon dengan tatapan aneh.

“Jangan jangan tadi kau menaruh obat tidur ke key ??”

“Na …”

“Kau..” Hara berniat ingin menampar jiyeon namun kepalanya sudah mulai pusing. “Apa yang kau rencanakan hah ??”

“…dul…”

Key hanya diam menahan pusing di kepalanya sementara harra sudah naik darah dan semakin pusing

“..set..”

‘Buk’

Hara dan key jatuh tertidur dengan pulasnya. Membuat jiyeon tersenyum licik.

***

“Oppa !!! Gomawo !!”

Hara memeluk oppanya, sekarang minho dan meumi resmi bercerai. Minho telah mengetahui cerita sebenarnya. Senyum ceria mengembang di wajah anna.

“Sekarang kita kemana ?? Mau makan es krim” anna mengangguk mantap menjawab pertanyaan minho.

“Oppa, tadi aku bertemu dengan namja yang pernah kau jodohkan denganku. Ternyata dia orang yang baik” anna kembali menjilat eskrimnya.

“Jinja ?? Nuguya ??”

“OMONA”

“Wae ??”

“Oppa aku tidak tau namanya, bahkan aku tidak bertanya, paboyo. Au” anna mengetuk kepalanya sendiri, dan meringis kesakitan. Minho menggosok pelang bagian kepala yang di ketuknya tadi “karena itu kau masuk kelas 2-C”

“YA oppa ?? Kalau aku mau aku bisa masuk kelas A. Aku hanya tidak mau” seru anna setengah berteriak

“Jinja ?? Hehhehe”

***

“Aku pulang” anna sedikit berteriak dikarenakan suasana hatinya yang membaik, dia berencana meminta penjelasan ciuman key dan jiyeon setelah ini agar masalahnya cepat selesai. Namun anna sangat heran melihat keadaan ruman yang sepi, anna mengecek satu persatu ruangan.

Anna mendapati hara tidur dikamarnya sendiri, saat dia membuka pintu kamar key. “HAHHH” hati yang senang kembali hancur, keinginan hatinya ingin pergi namun kakinya sangat sulit untuk digerakan, suara jantung yang berdetak cepat karna emosi, air yang mulai membahasi pipi terjadi sekaligus membuatnya benar benar terhenyak dan sesak.

Anna membanting keras pintu membuat ke dua orang itu sedikit menggeliat karna mulai sadar.

“Chagiya” key tersenyum melihat istrinya sudah pulang, namun senyumnya memudar saat melihat ekspresi anna.

“Jangan panggil aku chagi lagi” anna tetap tenang, itu yang selalu ia pelajari agar emosinya tidak meledak. Anna mengambil langkah dan menuju kamarnya.

Sementara key merasa bingung, dia mengedarkan pandangan mencari tau apa yang terjadi, betapa kagetnya dia saat melihat jiyeon berada di sebelah tempat tidurnya.

“Chagiya !! Ini tidak seperti yang kau pikirkan” key menghalangi anna untuk masuk ke kamarnya

“Memangnya kau tahu apa yang aku pikirkan ?? Apa kau juga memikirkannya ?”

“Aku benar benar tidak tau apa yang terjadi”

“K-kau !! Apa yang ingin kau jelaskan ?? Akan aku dengarkan sebelum emosiku meledak”

“Key ?? Kenapa kau berpura pura dengan anna-ssi. Akui saja perasaanmu padaku” kedatangan jiyeon membuat suasana semakin memanas, air mata anna mulai menetes namun masih dengan emosi tertahan.

“Aku mengerti, tidak perlu kau jelaskan”

“Chagiya !!! Aku mencintaimu, aku sudah melupakan jiyeon.” Key mulai emosi “kau ..” key menunjuk wajah jiyeon “kau pasti menjebakku ?” lanjutnya.

“Jangan membuatku seperti bersalah dalam hal ini”

Anna menjadi bingung harus percaya yang mana, key yang memohon di percaya atau jiyeon yang berkata dengan tegas tapi tidak tau kejujurannya.

‘Klek’ hara keluar kamar dengan terhoyong hoyong menahan pusing di kepalanya “percayalah pada key” lirih hara membuat anna yakin tindakan apalagi yang akan dia ambil.

“YA !! Wanita jalang, bisakah kalian berdua menjauihi pacarku” jiyeon kembali membuka mulut membuat emosi anna semakin terpacu.

“Siapa yang kau sebuat wanita jalang ?? Bukankah itu kau ?? Tidur dengan suami orang lain” seru anna setengah berteriak.

“Berhenti, jangan seperti anak kecil” key membuka mulutnya.

“Kau tidak tau siapa ayahku anna-ssi ??? Aku akan memberikan uang yang banyak jika kau menjahui key ku”

“Jiyeon !!! Apa kau tidak bisa diam” Key selalu masuk dalam pembicaraan, namun di abaikan oleh k 2 orang ini. Akhirnya key pun menyerah menjahui mereka dan berdiri di sebelah hara

“diam dan saksikan” bisik hara

“Choi kyuhyun !! Dia ayahmu, dan dia juga ayahku” pengakuan anna membuat jiyeon dan key ternganga.

“Apa maksudmu anna-ssi ?? Jangan …”

“IBUMU BERSELINGKUH DENGAMN AYAHKU !!!” Anna berteriak namun berhenti dan mencoba kembali tenang “apa kau menuruni darah ibumu yang tukang selingkuh”

‘Plak’ jiyeon menampar anna “tidak mungkin, bisa saja ibumu yang selingkuh dengan appaku” bela jiyeon

“Aku juga sempat berpikir seperti itu, tapi sayangnya aku mempunya abang yang telah lahir lebih dulu sebagai anak pertama”

Jiyeon merasa malu dan kesal, dia mendorong anna menyebabkan anna kehilangan keseimbangan dan sedikit berguling, tapi sayang dia tidak berhenti karena ia saat di gulingan ke 3 dia mencapa anak tangga membuatnya terjatuh.

“CHAGIYA” “ANNA-A” teriak key dan jiyeon bersamaan

***

“Terimakasih dokter” hara membungkukkan badannya dan menutup pintu setelah dokter itu keluar. Hara kembali masuk ke kamar anna dan melihat tajam ke arah jiyeon.

“Kau !! Silahkan pergi sekarang atau aku akan memaksamu” ucap hara dengan tegas.

“Hara-ssi beraninya kau mengusirku, kau tidak …”

“Ayahmu ???” hara semakin mendekatkan diri ke arah jiyeon “jangan macam macam atau kau akan merasakan akibatnya” lanjut hara.

“Berhentilah berkelahi” key yang sudah sangat frustasi melihat anna tak kunjung bangun semakin ingin frustasi mendengar pertengkaran ini “jiyeon !! Pergilah. Bagaimanapun kita sudah tidak punya hubungan. Aku sudah menikah dan kau juga sudah memiliki pacar” lanjut key lagi

“Aku akan membongkar rahasia kalian” bentak jiyeon

“Bongkar saja, aku juga ingin membongkarnya hanya saja anna yang melarangku”

Emosi jiyeon semakin memuncak. Akhirnya jiyeon memilih untuk pergi

***

Seminggu kemudian

Anna pov

“Key-a, aku lapar”

“Chagiya, kau harus belajar dulu baru makan”

“Sudah ku bilang aku tidak mau masuk kelas A, jangan memaksaku. Oppa !!”

“Turutilah suamimu kim anna” ucap minho oppa, apa apaan dia. Sedangkan key hanya tertawa kecil. Dan akhirnya aku memilih untuk kembali belajar, namun saat ulangan aku akan tetap merendahkan nilaiku. Hahahah

Aku senang sekali bisa merasakan kebahagiaan ini, oppa yang sudah percaya padaku. Aku juga percaya pada key tentang insiden minggu lalu. Hara ??? Sepertinya dia juga ikut bahagia. Mmm aku harus membalas budi.

Apa kabar namja yang aku temui tempo hari yaa ?? Paboya !! bukannya aku tidak menanyakan namanya. Lee Taemin ??? itu namanya, tempo hari aku hanya lupa hehehhehe

Dan yang aku harapkan sekarang semoga jiyeon bisa menjadi lebih dewasa.🙂

_END_

 

Annyeong……. ~~~~~~ pertama terimakasih kepada admin yang telah menampilkan FF gaje ini kepada khalayak muka bumi #lebay #abaikan.

Keduaaaaaaaaaa kepada pembaca, walau author freelance, aku berharap FF ini mendapat apresiasi dari reader.

 

Untuk SF3SI semoga WP-nya selalau bernapas. Aku akan selalu membantu oxygen kok (aku juga reader walau … ya gitu lah heheheh)

GOMAWO for everything :)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

2 thoughts on “Stupid Moment [2.2]

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s