Sad Curse [3.3]

Sad Curse

Picture1

Author : D-mster

Main Cast : Lee Taemin, Lee Jinki

Support Cast : Kim Jonghyun, Key, Choi Minho

Length : part 3 of 3

Genre : Mistery, Horror (little), Family, Angst.

Rating : PG 13

Apakah kutukan itu telah dimulai?

            Itulah yang aku pikirkan sekarang. Setelah kuselidiki semua, Jonghyun dan orang yang bernama Jung Min itu memiliki hubungan dengan Minho. Bukankah waktu itu Minho-ssi berkata kutukan itu akan menjadikan orang sebagai perantara untuk membunuh Minho. Tapi, bukan itu saja masalahnya. Orang yang berada di dekat si perantara juga akan ikut terbunuh. Dengan kata lain, orang yang telah menjadi perantara kutukan itu akan kehilangan kesadaran dan mencabik-cabik semua yang ada di hadapannya.

            “Taemin-ah!!” panggil seseorang dari kejauhan dan perlahan mendekat.

“oh.. hyung”

“Taemin-ah, aku dengar kau nyaris tertusuk oleh pelaku.. kau tidak apa-apa? Dimana yang sakit?!” tanya Jinki hyung gugup.

“tidak, aku tidak tertusuk, hyung. Aku baik-baik saja” ujarku menenangkan.

“bagaimana kalau malam ini kau menginap di rumahku? Akan ku jaga dari tersangka yang ingin menusukmu itu!”

“tenang, hyung. Si pelaku sudah meninggal.” Terangku.

“meninggal? Bagaimana bisa?”

“tadi siang aku sudah memeriksanya. Dan dia sudah tiada karena menghirup gas beracun. Denyut nadinya sudah tidak ada, apalagi detak jantungnya.”.

“hmm” Jinki hyung berusaha mencerna kata-kataku.

            “meskipun si pelaku sudah tiada, ayo menginap di rumah ku!” ajak Jinki hyung. “uhm, baiklah”.

                                                            ***

            “selamat datang di rumahku!!!! Ah, salah. Maksudku, apartemen kuu!!” sambut Jinki Hyung girang.

“hyung, meskipun aku sudah datang kesini beribu kali, kau tetap menyambutku seperti pendatang baru” kritik ku sambil menyandarkan punggungku di ruang tamu.

            “hahaha… kau boleh melakukan apapun disini. Aku akan mandi dulu!” Jinki hyung berlalu lalang mengambil peralatan mandinya sambil bersenandung kecil “mandi…. mandii agar segaaar~”.

Tak lama kemudian, Jinki hyung sudah memasuki kamar mandi. Sedangkan aku, tidak tahu ingin melakukan apa. Aku hanya menatap langit-langit apartemen Jinki hyung. Setelah lama menatap langit-langit kamar akupun mulai lelah. Aku ingin segera menutup mataku. Tapi, ada suatu benda yang menarik perhatianku sehingga aku bangun kembali.

“Jinki’s Diary? Ini milik Jinki hyung? Sepertinya sudah agak usang” aku sangat ingin membukanya. tapi bukankah ini privasi milik Jinki hyung? Mau tidak mau aku tidak boleh melihatnya.

“eh, tapi… Jinki hyung kan juga pernah membuka buku diary usang ku?” setelah dipikir-pikir, akhirnya hari pembalasan datang. Aku akan membalaskan dendamku pada Jinki hyung. Karena ia telah membaca buku diary ku yang berisikan cerita yang memalukan. Ah, sungguh memalukan!

            Aku membuka buku diary Jinki hyung. Ada tulisan kecil di sampulnya.

“When you’re alone in the night, just look up to the sky. There’s many stars who wants becomes your friends”

 

 akupun membuka lembar selanjutnya.

14 Desember

            Ah, hari ini aku terkenang ibuku. Dulu, ibuku suka sekali menanam bunga anggrek. Sehingga, aku heran. Saat ku tanya pada ibuku “Apa keistimewaan dari bunga anggrek itu?” beliau menjawab; “bunga anggrek memiliki arti kesungguhan hati untuk memberi kasih sayang yang tulus dan abadi” saat aku mengetahuinya, aku langsung menyukai bunga anggrek. Aku tahu itu memalukan, tapi aku benar-benar menyukai bunga itu.

            Sejak saat itu aku selalu memberikan bunga anggrek pada orang yang kuanggap berarti. Tapi, banyak juga orang yang tidak menyukainya dan malah membuangnya. Ah, aku masih ingat perkataan temanku. “kenapa kau memberiku bunga jelek ini?!” aku merasa sedih dan bersalah pada temanku. Karena aku yang menanam bunga anggrek itu sendiri, bunga itu jadi agak layu. Karena aku tidak pandai menanam bunga.

            Pada hari itu juga, aku melihat bunga yang kutanam. Memang banyak yang layu. Tapi saat aku melihat di sekelilingnya, banyak tunas yang muncul. Berkat itulah aku mengerti arti dari “mati satu tumbuh seribu”. Kematian bunga itu tidak sia-sia. Kehidupannya telah diwariskan pada tunas-tunas kecil yang akan meneruskan hidupnya.

“taemin-ah, kau sedang apa?” tanya Jinki hyung yang tiba-tiba muncul sambil mengusap-usap rambutnya. Spontan, aku langsung menyembunyikan diary itu di balik punggungku. “ahni… aku tidak sedang melakukan apa apa.. aku hanya mengecek handphone ku” sahutku sambil menggerak-gerakkan handphone ku.

“arraseo…oh ya, kamu tidak mau mandi juga? Aku sudah selesai” tawarnya.

“uhm, baiklah”

“eh, tapi taemin, sabun nya habis” ujarnya agak memelas.

“kalau tidak ada sabun, tadi Jinki hyung pakai apa?” tanyaku heran.

“uhm, eh?” Jinki hyung terlihat sedang mengingat kembali.

“aaaargh!!! Gawat!! Aku tadi memakai shampoo!!!” aku terkekeh kecil mendengarnya.

                                                                        ***

            “sangat mengenaskan..” keluhku dalam. “terjadi 3 kasus selama 3 hari berturut-turut. Apa ini pembunuhan berantai?” aku mengacak acak setiap lembar laporan kasus yang diberikan.

“dan menurut kesaksian korban, semua perkataannya sama seperti kasus Jonghyun-ssi. Sebelum si pelaku melakukan aksinya, si korban merasakan keanehan. Seperti si pelaku kehilangan kendali, berubah menjadi pucat pasi, dan tubuhnya dingin sedingin es.” Gumamku. “sebenarnya apa yang terjadi disini?”.

“apa yang salah?” seseorang muncul dari belakang punggungku. “ukh! Jinki hyung!” aku spontan menoleh ke arahnya. “kau tahu? Jantungku serasa berhenti berdetak!”.

“apa yang sedang mengganggu pikiranmu?”tanya Jinki hyung dengan muka yang polos. “kasus yang terjadi belakangan ini terus-menerus selama 3 hari. Apa hyung tidak berpikir ini pembunuhan berantai?” celotehku.

“hm, coba kulihat” aku menyerahkan kertas-kertas laporan kepada Jinki hyung. Ia membacanya dengan serius.

 “orang jaman sekarang lucu ya?” ujar Jinki hyung tiba-tiba. “huh? Apa yang lucu?” aku terheran.

“ini, lihatlah. Dari ketiga kasus yang berurutan ini, kenapa semua disini dituliskan pendapat saksi: si pelaku tiba-tiba seperti kehilangan kesadaran, tangan dingin, dan berwajah pucat. Bukankah ini aneh? Kenapa hal yang mengerikan ini dijadikan tanda-tanda orang ingin membunuh? Apa ini lelucon jaman sekarang?” aku hanya mengkerutkan dahi mendengar perkataan Jinki hyung. Aku tidak mengerti.

“m,maksud Jinki hyung?”

“ah, tidak. Maaf taemin, aku jadi agak terbawa suasana”

“o..oh” tanda tanya serasa bergeming di kepalaku karena Jinki hyung.

            “lalu, bagaimana dengan kasus yang bertanggal 16 July ini? Kenapa ada tanda belum terselesaikan?” tanya nya lagi.

“oh.. itu.. kasus pembunuhan yang dilakukan Choi Minho, yang pernah kuceritakan kepada Jin KI hyu-”

“Choi… Minho?” gumam pelan Jinki yang membuat perkataanku terpotong.

“wae hyung? Apa kau mengenalnya?”

“tidak, taemin.”

“ tapi kalau kau butuh bantuan ku tentang kasus itu, hyung akan membantu” lanjutnya.“tapi, sebelum itu, jangan lupa besok, tanggal 21 ! aku akan menunjukkan sesuatu!” ia sangat bahagia.

“baiklah” Jawabku. Jinki hyung tersenyum dan melangkah pergi dari kantorku. Tapi, ia berhenti sejenak.

“kenapa hyung? Ada sesuatu yang terlupakan?”

“eh? Um, tidak ada kok. Baiklah taeminieee sampai jumpaaaa!!” Jinki hyung berlari sambil menunjukkan sangtaenya lagi padaku.

“ne, ne, annyeong!”

“huuh, semoga saja tidak ada kasus lagi. Aku sangat lelaaah.” Keluhku sambil menyandarkan badan di kursi empuk. 5 detik kemudian aku hampir terlelap. Tapi,  ada suara yang mengganggu telingaku.

“tiit..tiit..tiit”

“emh?” aku membuka sebelah mataku yang daya nya berisi 1% itu.

“aaaaahh!!!! 1 menit lagi kan Jinki hyung menyuruhku untuk datang ke apartemennya??” aku langsung terbelalak melihat jam tangan yang menunjukkan waktu 7.34 PM itu. Aku segera memakai jaket dan membereskan ruangan ku. Tanpa butuh waktu lama, aku sudah siap untuk berangkat.

          “hm, langit malam yang indah… bintang bertaburan dimana-mana. Jarang aku melihat yang seperti ini di kota” pujiku sambil mengintip keluar jendela mobil. “haah, jalan raya juga sepi.. hm, sangat menguntungkan” pujiku yang tidak ada habis-habisnya bergumam sendiri.

            “TING TONG” aku menekan bel rumah Jinki hyung.

“Jinki hyung?”

“oh, taeminie? Ayo, masuklah!” teriak Jinki hyung dari dalam.

“neee…” aku membuka pintu dengan segera.

“annyeong, maaf aku mengganggu istirahatmu ya?”

“tidak, hyung. Sama sekali tidak mengganggu”

“kau bohong. Lihatlah kantong matamu… itu tandanya kau belum tidur bukan?”

“tidak,tidak. Itu bukan karena aku kekurangan tidur. Tapi karena aku sempat  memakai kostum halloween. Jadi Make up ku masih kelihatan.” Ujarku mengarang.

“haha. Bohongmu sangat kelihatan. Sudahlah, ayo kita ke lantai atas apartemen ku!” ajaknya.

Aku dan Jinki hyung segera menaiki lift. tombol angka semakin naik dan naik. Hingga kelantai paling atas. Aku segera melangkah keluar lift. dan tanpa sengaja aku melihat sesuatu yang membuat mataku terbelalak.

            “b.. bunga anggrek?” seluruh taman lantai atas apartemen dikelilingi bunga berwarna ungu.

“ini” Jinki hyung memberikan setangkai bunga anggrek kepadaku dengan senyuman.

“G,gomawo hyung. bunga ini sangat indah” pujiku.

“benarkah?” bahagia sangat terpampang jelas di wajahnya. “kau adalah orang ke 3 yang menerimanya dengan senang hati!” senyum nya.

“benarkah? Lalu siapa orang pertama dan kedua?”

“ayahku dan ibuku. sebelum mereka tiada, aku memberikan bunga anggrek sebagai hadiah terakhirku kepada mereka yang tidak kusadari” ia tersenyum kecil kepadaku.

            “baiklah taeminie, silahkan duduk!” Jinki hyung menepuk pundakku. Dingin. Itulah yang kurasakan terhadap telapak tangannya.

“d..dingin?” aku bergumam kecil penuh dengan firasat buruk.

“Choi Minho… kenapa saudara jauhku itu bisa membunuh orang?” Jinki hyung bertanya kecil sambil menatap langit-langit yang penuh bintang.

“Padahal, jika kita sudah melakukan kejahatan, bintang-bintang tidak ingin berteman dengan kita. Bahkan bunga anggrek pun sedih melihat perbuatan kita” ia menutup mata. Merasakan semilir angin yang menari-nari di sekitarnya.

“betul, ‘kan taemin?” ia tersenyum kecil. Menunggu persetujuanku.

            Aku tidak menjawab pertanyaannya. Dan dengan begitu saja aku menanyakan hal yang sangat ingin kutanyakan. “hyung, kenapa… tanganmu Dingin?” Jinki hyung hanya menyinggungkan senyuman lembutnya. Tidak menjawab 1 patah kata pun.

            Aku terus menunggu jawabanya. Sehingga tanpa sadar tanganku menyentuh sesuatu di dalam saku jaket ku. “Kalung Jimat? K..kenapa ada di sini? Bukankah ini milik Jinki hyung? Bukankah ini jimat pelindung dari kutukan milik hyung?” gumamku bertanya-tanya dalam hati. Sejak kapan ada disini?. Tiba-tiba sekilas ingatan terlihat di pikiranku.

“taemin-ah, bisakah kau membelikanku sekaleng jus jeruk? Maaf aku memintamu meneraktirku begini.. aku sedang tidak membawa uang”

 

“taemin-ah, bolehkah kau meminjamkan jaket mu itu? Aku lupa membawa jaket… maaf aku terlalu banyak merepotkanmu ya”

“selalu bawa kemana-mana jaketmu itu selama 4 hari, ya?”

“ne.. aku akan melakukan apapun asal kau selamat, taemin”

A…apa? waktu itu! Waktu ulang tahunku… apa waktu itu Jinki hyung diam-diam meletakkan jimat ini di saku jaketku agar aku selamat dari kutukan itu?apa Jinki hyung ingin berkorban untukku?!

“Jin..Ki hyung” panggilku.

“ng?”

“apa kau sengaja meletakkan ini di dalam saku ku?” aku menunjukkan kalung jimat yang ku genggam.

Ia hanya tersenyum kecil.

“tapi.. kenapa? Kenapa kau memberikan ini padaku?!! ke.. kenapa Jinki hyung-” tiba-tiba Jinki hyung mengacak-acak rambutku dengan lembut.

            “kau tahu taemin? Dulu, saat aku kehilangan kedua orangtua, aku memohon kepada tuhan seperti ini; tuhan, tolong berikan aku seorang adik… aku kesepian.. aku butuh seseorang untuk menemani ku disaat sedih dan gembira. Aku berjanji, aku akan selalu menjaganya, tidak akan meninggalkannya. Aku akan selalu menyayanginya… tolong… tolong kabulkanlah permintaanku… maafkan aku telah menjadi anak yang tidak bisa melindungi ayah dan ibu dari kutukan. Maafkanlah aku karena cengeng… hukumlah aku seberat beratnya. Tapi kumohon kabulkanlah permohonanku agar aku mempunyai seorang adik yang bisa kusayangi

            “itulah permohonanku.. terdengar konyol bukan? Saat aku sekolah menengah, aku merasa itu adalah permohonan anak kecil yang tidak akan terkabul. Tapi, sekarang aku salah.” Jinki hyung memetik 1 batang bunga anggrek besar dengan lembut.

“lihatlah anggrek yang besar ini.. anggrek ini kesepian, tidak ada teman…” ia menggenggam anggrek itu di tangannya.

“tapi,” ia memetik 1 anggrek lagi. “suatu saat anggrek kecil ini muncul dan menjadi teman anggrek besar selamanya. Lihat? Mereka bunga yang bahagia bukan?” ia tersenyum kepadaku sambil memegang 2 tangkai anggrek di tangannya. Tetesan air mata mulai keluar sedikit demi sedikit tanpa ia sadari.

            “p..pabo… kenapa aku harus menangis seperti ini?” ia mengusap-usap air mata yang lembut itu.

“hyung….” aku merasa tertekan. Aku tidak pernah melihat Jinki hyung menangis.

“taemin, nae dongsaeng… dengar ya, kalau kau merasa sedih dan kesepian, maka lihatlah ke atas langit malam… ada banyak bintang yang ingin menjadi temanmu dan tidak ingin melihat kau sedih..”

“jika tidak, petiklah setangkai bunga anggrek… maka ia akan menyambutmu dengan bahagia dan penuh kasih sayang” lanjutnya dengan wajah yang sedikit pucat.

            “s..sedangkan h.. hyung harus.. pergi..” Jinki hyung berjalan mundur dengan tidak normal. Seperti kehilangan keseimbangan.

“h..hyung!” aku mendekatinya, berusaha membantunya.

“t..tidak! jangan mendekat, taemin. h..hyung tidak ingin kau berada dalam bahaya…lari…lari” perintahnya.

“t..tidak! hyung j..jangan pergi… tolong, hyung…tolong” aku menangis terisak. Aku terus mendekatinya. Jinki hyung berubah menjadi pucat pasi.

            “HAHAHA” tiba-tiba Jinki hyung kehilangan kendali. Itu bukan kakak yang ku kenal lagi. Sedikit demi sedikit tangan Jinki hyung mengambil sesuatu di dalam sakunya.

“Pi..pistol?” aku seketika gugup.

“u..ukh..lari.. taemin” tiba-tiba Jinki hyung mengarahkan pistol tepat ke arahnya.

“t…tidak!!! Jinki hyung jangan pergi!!!! ANDWAEE!!!! ANDWAEE!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Butir-butir air mataku mulai terjatuh lagi.

“t..taemin.. h..hyung harus pergi… m..maafkan hyung mu ini jika aku mengganggumu.”

“t..tidak…t-” aku seperti tiba-tiba kehilangan tenaga. Aku jatuh tertunduk. Aku  sangat tidak ingin Jinki hyung pergi.

            “T..terima kasih taemin, terima kasih te..lah mengijinkanku men..jadi kakakmu….a..ku sangat bahagia. te…ri..ma.. ka..sih” ia meneteskan airmata dan senyum lembutnya yang terakhir kali.

DORR!!!

“u…ukh..” aku terisak. Seakan tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi. “AN..DWAEEE!!!!!”

            Senyuman hangat itu telah hilang. Kebahagiaan- kebahagiaan itu tinggalah memori. Air menetes dari kelopak bunga anggrek.. seakan akan, bunga itu adalah saksi bisu.. dari kehangatan dan pengorbanan seorang “Kakak”

Pada hari itu juga, aku melihat bunga yang kutanam. Memang banyak yang layu. Tapi saat aku melihat di sekelilingnya, banyak tunas yang muncul. Berkat itulah aku mengerti arti dari “mati satu tumbuh seribu”. Kematian bunga itu tidak sia-sia. Kehidupannya telah diwariskan pada tunas-tunas kecil yang akan meneruskan hidupnya.

 

AUTHOR POV

5 years ago.

“Taemin-ssi, sedang apa disini? Sudah lama kita tidak bertemu.. terima kasih telah membantuku 5 tahun yang lalu” ujar seseorang.

“uhm.. Jonghyun-ssi? Lama sudah tidak bertemu… tak apa, itu memang sudah kewajibanku menolong orang” sahut Taemin dengan wajah yang tenang.

“kenapa kau ada di sini sendirian?”

“aku hanya.. mengingat kenangan hangat dengan orang yang sangat aku sayangi” jawab Taemin lembut dengan menggengam sebatang bunga anggrek dan menatap beribu bintang di atas langit.

—————————- THE END —————————-

Waaaahh akhirnya end jugaaaa (^.^) duh, sebenernya sih gak tega banget aku sama ending nya… tapi ya mau gimana lagi… kalau gak gitu nanti gk kerasa feelnya L *langsung minta maaf sama onew

Anyway, tolong kasi komen nya yaaaa

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

27 thoughts on “Sad Curse [3.3]

    1. makasih lho ^^ tapi saya masih banyak typo -.- contoh: L *langsung minta maaf sama onew. (artinya huruf L itu apa coba??) jadi malu krn typo >//<

  1. Pengorbanan seorang kakak
    5 tahun yang lalu? Seharusnnya 5 tahun kemudian
    Kenapa panggilan atau penulisan untuk Onew pada panggilan dari TaeMin berubah-ubah?
    Hyung lalu kakak dan kembali hyung lagi.
    Keren FFnya author.

  2. sorry, telat koment. huh! Hana, jangan nagis! #sugesti diri sendiri.
    aku dah tebak loh itu ada jimat di dalem jaket. aku tipe penyuka misteri. ya, mungkin aku udah tahu endingnya, jadi nggak kaget. tapi aku suka banget tulisan tentang bintang dan anggreknya. apalagi kata-kata Jinki. ya ampuuun! aku pengen nagis!!

      1. DAEBAK!!! AKU NANGIS BACA FF INI… PENGORBANAN SEORANG KAKAK TERHADAP ADIKNYA, GOOD STORY! KEEP WRITING AUTHOR-NIM. HWAITING!!!

  3. Onew PABBO!!! KAU SEHARUSNYA MASIH HIDUP!!! KAU HARUS LINDUNGI TAEMIN!!! HUAAAA… #nangis /?
    Keren thor. Aku nangis sungguhan ini… ya allah… aku pinginnn banget punya kakak setulus itu. Tapi… ya namanya anak pertama…🙂
    Daebak.

    1. makasih lho ya… hohoho ^^ sebenarnya sih aku mau buat onew sama taemin bahagia selamanyaa :’) *terus kutukannya taruh mana ya??? ‘-‘ thanks for your comment

        1. iya.. aku juga berpikiran kayak gitu ^^ aku sebenernya gk tega liat onew kayak gitu😥 tapi mau gimana lagi? biar kerasa feel nya… ^^ #huaaa.. nangis di pojokan/?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s