Who is??? – Part 12

Who is??? Part 12

cover

Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

Author pov

chanyeol mulai menceritakan kisahnya, tentang apa saja yang ia alami pada hyejin. Ia fikir hyejin berhak tahu dan setidaknya bisa mengurangi beban fikirannya sendiri.

Flash back

Chanyeol pov

Belakangan ini keadaan keluargaku memburuk, aku tidak tahu pasti apa yang terjadi antara orang tuaku, tapi yang pasti hubungan mereka semakin merenggang. Belakangan ini kulihat appa sangat jarang di rumah dan banyak sekali orang yang bertamu ke rumahku. Saat aku bertanya perihal hal tersebut, baik oemma maupun noonaku tak ada satupun dari mereka yang mau memberi jawaban. Aku cukup terkejut dengan rencana noonaku yang tiba-tiba ingin menikah, padahal aku tahu persis bagaimana hubungannya dengan minho hyung. aku sudah berulang kali memperingatkan noonaku bahwa minho hyung sepertinya tidak mencintainya, tapi ia selalu bilang jika minho hyung pasti akan mencintainya nanti.

Saat aku pulang ke rumah, kulihat oemmaku duduk di sofa sendirian, karena merasa sedikit aneh aku menghampirinya.

Chanyeol: oemma, apa yang kau lakukan di sini sendirian? Bagaimana persiapan pernikahan noona?

Oemma: chanyeol, oemma dan appa sudah bercerai.

Dengan tiba-tiba oemma mengucapkan semua itu, aku sudah tahu belakangan ini hubungan oemma dan appa memang tidak baik, tapi bercerai tak pernah terlintas di otakku.

Chanyeol: haruskah bercerai? Apakah tidak ada jalan lain lagi oemma?

Oemma: oemma sudah cukup bersabar selama ini, seandainya kau tahu siapa ayahmu yang sebenarnya, oemma yakin kau pasti tidak akan menentang perceraian ini.

Chanyeol: appa? Memangnya appa kenapa?

Oemma: appamu itu seorang pejudi besar, ia menghabiskan uangnya di meja kasino hanya dalam hitungan jam. Oemma sudah sering memperingatkannya, tapi ia hanya berubah sebentar kemudian akan kembali lagi. belakangan ini appamu mulai keterlaluan, kau tahu? Kondisi perusahaannya semakin buruk, selain karena masalah financial, para investor takut untuk bekerja sama, mereka khawatir ayahmu akan menyelundupkan uang mereka. Karena mengalami kesulitan, ayahmu berhutang pada tuan kim. Semakin hari hutang itu semakin menumpuk, oemma bahkan tidak berani mengingat berapa jumlahnya. Appamu semakin memupuk hutang tersebut tanpa ada membayar sedikitpun. Belakangan dept collector tuan kim sering datang mencari ayahmu, tapi ia malah menghilang. Appamu memaksa noonamu untuk segera menikah dengan minho, seperti yang kita tahu, keluarga choi memiliki pengaruh cukup besar di bidang bisnis, dan mereka memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga kim, dengan demikian appamu bisa memanfaatkan perusahaan minho sebagai sumber uangnya dengan memanfaatkan noonamu. Aku sudah berusaha memperingatkan noonamu, tapi ia tetap bersikeras ingin menuruti keinginan appa, dia belum siap hidup susah dan kehilangan semuanya, belum lagi dia memang sangat menginginkan minho.

Chanyeol: maldo andwe… bagaimana appa bisa seperti itu?

Oemma: eomma selalu berusaha menutupi semuanya darimu agar kau tidak menjadi seperti noonamu.

Chanyeol: mianhae oemma, aku membuatmu menanggungnya seorang diri.

Oemma: kuenchana…

Chanyeol: sekarang bagaimana?

Oemma: kau berusahalah membujuk noonamu agar ia menghentikan semuanya. Oemma akan mendatangi keluarga choi dan menceritakan semuanya.

Chanyeol: arraseo.

Oemma mengusap pelan rambutku dan berlalu ke kamarnya, sementara aku masih duduk di sofa memikirkan semua yang terjadi. Satu hal yang baru aku sadari, appaku tak sebaik yang aku bayangkan. Tak lama kemudian noonaku datang, wajahnya terlihat lelah.

Imyeol: apa yang kau lakukan malam-malam begini?

Noona menghampiriku dan memegang kedua pipiku. Aku sangat menyayangi noonaku, begitupun sebaliknya. Ia bahkan terbilang sangat memanjakanku, ia memperlakukan aku seperti aku masih anak kecil yang tidak bisa melakukan apa-apa. Ia selalu cerewet menelfonku jika aku pulang terlambat, menemaniku belajar saat akan melakukan ujian masuk universitas. Ia bahkan menungguku di depan koridor sekolah dengan payungnya jika hujan turun. Ia selalu tahu apa yang sedang aku fikirkan dan rasakan. Aku tidak mau noonaku menjadi jahat seperti appa, aku belum siap noonaku hidup tanpa kebahagiaan bersama minho hyung karena ia melakukan semua ini dengan terpaksa. Meskipun ia bilang ia mencintai minho hyung dan yakin minho hyung akan mencintainya, aku percaya, jauh di lubuk hatinya, ia tahu minho hyung  tidak akan bisa membuka hati untuknya.

Chanyeol: kau terlihat lelah.

Imyeol: hari ini aku sibuk mempersiapkan pernikahanku, aku sudah tidak sabar lagi.

Chanyeol: apa kau bahagia?

Ia terdiam sejenak kemudian tersenyum,

Imyeol: tentu, aku sangat mencintai minho.

Chanyeol: tapi dia tidak. Noona, fikirkanlah baik-baik, apa kau yakin bisa hidup dengan orang yang bahkan tidak mencintaimu? Kau hanya akan diabaikannya.

Imyeol: apa kau pernah melihat minho mengabaikanku? Ia sangat baik padaku.

Chanyeol: ia selalu mengabaikanmu jika sudah berhubungan dengan hyejin.

Imyeol: tentu saja, mereka kan bersaudara.

Chanyeol: aku sudah tahu semuanya noona, hyejin sendiri yang cerita padaku dan sunhwa.

Imyeol: lalu apa? Apa dia akan menikah dengan hyejin? Itu tidak mungkin, hyejin bahkan sudah meninggalkannya.

Chanyeol: noona, jika kau melakukan semua ini hanya karena kau takut kehilangan semuanya, maka jangan lakukan. harta tidak akan selalu membuat kita bahagia.

Imyeol: apa kau bisa hidup tanpa uang? Bagaimana kau bisa makan? Bagaimana kau bisa memenuhi kebutuhanmu jika kau tidak punya uang?

Chanyeol: aku akan bekerja, aku akan lakukan apapun untuk memenuhi segala kebutuhanmu.

Imyeol: aku tidak ingin kau melakukan itu! aku tidak mau kau berkorban untukku. Kau dongsaengku, tugasku untuk melakukan segalanya untukmu.

Chanyeol: kalau begitu jangan menikah.

Imyeol: tidak bisa chanyeol, noona tidak bisa. Aku mohon mengertilah.

Chanyeol: tapi noona…

Imyeol: oemma dan appa bercerai, aku harap kau bisa ikut denganku dan appa.

Chanyeol: lalu bagaimana dengan oemma?

Imyeol: kita harus memilih.

Chanyeol: kalau begitu aku akan pergi dengan oemma.

Imyeol: tidak! Kau akan hidup susah dengan oemma. Kau harus ikut denganku! Aku tidak mau kau hidup dalam kemiskinan dan bekerja keras untuk makan dan melindungi oemma.

Chanyeol: noona…

Imyeol: aku lelah, besok aku harus bersiap-siap. Lusa saat pernikahanku kau harus mendampingiku.

Noona berlalu meninggalkanku sendirian. Aku tahu ia sangat menyayangiku, tapi aku tidak bisa membiarkannya melakukan semua ini.

                                                                                ***************

chanyeol pov

aku mencari oemmaku ke seluruh bagian rumah, sejak kemarin aku tidak melihat oemma ada di rumah. Aku sudah bertanya pada semua pelayan, tapi mereka tidak mengetahui apapun. aku mulai curiga karena para pelayan itu terlihat ketakutan dan menyembunyikan sesuatu, tapi tak ada satupun yang berani membuka mulut.

Drt…drt…drt…

Chanyel: yeoboseo…

Imyeol: oediiseo? Noona sudah mencarimu kemana-mana. Kau tahu betapa gugupnya aku?

Chanyeol: aku masih di rumah noona, aku harus tampil keren di pernikahan noonaku yang tersayang.

Imyeol: arraso… cepatlah ke sini, nanti kau bisa terlambat.

Chanyeol: ne noona.

Bipp…

Aku memasukan ponselku ke dalam saku dan berjalan menuju kamar oemma, saat aku baru saja akan membuka pintu tiba-tiba seorang pelayan mencegahku.

Pelayan: tuan, apa yang kau lakukan?

Chanyeol: aku ingin mengambil sesuatu di dalam.

Saat aku masuk pelayan itu mengikutiku ke dalam dan menutup pintunya.

Chanyeol: kenapa kau menutup pintunya?

Pelayan: tuan… mereka menyekap nyonya di gudang belakang.

Seluruh tubuh pelayan itu bergetar saat ia mengatakan hal itu, aku yakin ia dan pelayan lainnya telah diancam.

Pelayan: kemarin malam saat kau dan nona imyeol pergi, tuan dan nyonya bertengkar hebat. Kemudian tuan menyeret nyonya dan menyekapnya di gudang. Ia melarang kami memberitahu siapapun perihal hal tersebut.

Chanyeol: mwo? appa melakukan hal tersebut?

Pelayan: sebenarnya, tuan dan nyonya sering sekali bertengkar saat tak ada kalian di rumah.dan seringkali tuan menyakiti nyonya.

Aku terduduk di ranjang orangtuaku tidak percaya hal semacam ini terjadi di keluargaku yang selama ini terlihat begitu hangat.

Pelayan: tuan, bawalah semua barangmu dan barang nyonya. Pergilah sejauh mungkin ke tempat di mana tuan tidak bisa menemukanmu.

Chanyeol: apa noonaku tahu?

Pelayan: ia juga sering bertengkar dengan nyonya. Dan dia juga membantu tuan besar menyeret nyonya.

Chanyeol: pantas saja ia begitu gugup.

Aku bergerak cepat mengumpulkan semua barangku, si pelayan tersebut akan secara diam-diam meletakkan barang-barang tersebut ke dalam mobilku, dan aku akan pergi ke gudan menyelamatkan oemmaku.

Saat aku sampai di depan gudang yang letakknya lumayan jauh dari rumah utama aku melihat beberapa orang berjaga di depan pintu gudang tersebut. Jika aku melawan mereka, aku akan berakhir sebelum berhasil menyelamatkan oemmaku.

Aku berjalan memutar, menuju pintu belakang yang dulu sering aku pakai saat bermain ketika aku kecil, hanya aku dan noona yang tahu pintu itu. saat berhasil masuk, kulihat oemmaku terkulai lemas dan terikat di kursi, mulutnya ditutup dan tubuhnya penuh luka. Apakah appaku itu seorang manusia? Bagaimana bisa ia melakukan hal seperti ini pada wanita yang sudah mendampinginya selama bertahun-tahun?

Segera aku menghampiri oemmaku, melepaskan ikatan dan penutup mulutnya. Saat aku baru saja akan membawa oemmaku, salah satu dari penjaga itu memergokiku.

Penjaga: apa yang kau lakukan di sini? Seharusnya kau di gereja bersama noonamu.

Chanyeol: lepaskan oemmaku!

Penjaga: tidak bisa. Tuan sudah memerintahkan kami untuk menjaganya tetap di sini.

Aku beralih kembali ke arah oemmaku, berniat membawanya, tapi tepat sebelum aku sampai di tempat oemmaku berada, sebuah pukulan menghamtam perutku. Aku berdiri dan mencoba melawan, tapi jumlah mereka yang terlalu banyak membuatku tidak berdaya. Mereka terus memukulku sampai kusara seluruh tubuhku sakit, saat aku berfikir semuanya sudah berakhir, aku melihat beberapa orang muncul. Mereka adalah pelayan rumah ini.

Pelayan: tuan chanyeol, cepatlah pergi! Biar kami yang menyelesaikan semua ini. jikapun nanti kami dipecat, setidaknya kami bisa keluar secara terhormat.

Penjaga: cih… memangnya kalian bisa apa?

Tak lama kemudian, beberapa pelayan lagi datang beserta supir. Aku melihat mereka mulia saling menyerang.

aku bergegas membawa oemmaku, menggendongnya keluar dari gudang ini. aku akan mengingat jasa mereka, para pelayan yang telah berkorban untukku dan oemma.

Aku melajukan mobilku secepat yang aku bisa menuju gereja, selama perjalanan ponselku terus berdering.

Chanyeol: yeoboseo…

Sunhwa: oeddiseo? Acaranya sudah di mulai.

Chanyeol: aku akan segera ke sana.

                                                                                *************

Chanyeol: oemma, tunggulah di sini, aku akan segera kembali.

Aku bergegas masuk ke dalam, suasana hidmat begitu terasa, aku bahkan hanya mendengar suara alunan music yang terus mengalun. Saat aku sampai di depan pintu kulihat noonaku berjalan menuju altar dengan gaunnya yang cantik dan dibimbing oleh appa.

Noona, aku sangat menyayangimu, dan aku sudah memperingatkanmu. Mianhae, aku tidak bisa ikut denganmu.

Tes…

Air mataku yang selama ini selalu berhasil kutahan mengalir deras di pipiku. Aku benar-benar menyayangi noonaku, tapi aku tidak bisa lagi memanggilnya untuk kembali, ia sudah melangkah terlalu jauh. Dia bahkan sudah sangat berubah, ia bukan noonaku yang baik, manis dan tulus lagi. ia sudah berubah menjadi seseorang yang sama menakutkannya dengan appa.

Aku melihat minho hyung berdiri di ujung altar, ekspressinya sulit di baca, tapi aku yakin itu bukanlah ekspresi kebahagiaan. Ia menatapku heran, setidaknya, jika aku tidak bisa menyakinkan noonaku, aku harus berusaha meyakinkan namja itu.

Chanyeol: hyung, ini semua tidak benar.

Ia terlihat heran, aku tahu ia pasti penasaran dengan apa yang aku ucapkan. Aku berusaha meyakinkannya dengan menggeleng-gelengkan kepalaku sebagai isyarat untuk dia menghentikan semua ini. entah bagaimana ia terlihat mengerti, aku yakin di dalam hatinya ia juga tidak menginginkan pernikahan ini.

Saat noona sudah sampi di altar dan proses pernikahan sudah di mulai, minho hyung tiba-tiba berbicara membuat semua undangan terheran.

Minho: pak pendeta…

Pendeta yang sudah memulai tugasnya itu tiba-tiba berhenti

Minho: apakah aku masih harus menikah jika aku tidak mencintainya?

Imyeol: apa yang kau bicarakan?

Minho: aku mencintai seorang yeoja, tapi karena sesuatu hal, aku tidak bisa mencintainya. Apakah sekarang masih ada kesempatan untuk aku mengejarnya?

Pendeta: kejarlah cintamu, pernikahan adalah hal dimana kau tidak hanya membina keluarga, tapi juga membina cinta dan kasih.

Minho: mianhae imyeol…

Minho hyung melepaskan cincin miliknya dan memberikannya pada noonaku. Ia membatalkannya, itu artinya aku benar-benar harus pergi menyelamatkan diriku dan oemma. Aku berlari menuju mobil dan melajukannya kencang menuju rumah onew hyung tempat hyejin berada. Firasatku buruk tentang hyejin, posisi hyejin tidak aman, orang-orang pasti berfikir pernikahan itu batal karena hyejin, karena hyung memilih hyejin. Sejak hubungan minho hyung dan hyejin terbongkar, isu tentang hubungan terlarang keduanya terus merebak, aku takut hyejin akan ikut terseret ke dalam masalah ini. biar bagaimanapun Ini bukan salahnya, dan semua ini terjadi karena noonaku.

Drt…drt…drt…

Kulihat nama noonaku muncul di layar ponsel tersebut,

Oemma: dia sudah terlalu terlambat…

Oemma meneteskan airmatanya, seburuk apapun hubungan oemma dengan noona, noona masih tetap putrinya yang sangat ia sayangi.

Aku tidak menjawab telfon tersebut dan melemparkannya ke jalanan.

Flashback end

Aku menatap hyejin yang terlihat cukup shock dengan semua ceritaku, tapi semua itu adalah sebuah kenyataan.

Chanyeol: aku fikir keluargaku baik-baik saja. Tapi pada akhirnya kisah kita tak jauh berbeda.

Hyejin: tapi kau masih tetap lebih beruntung.

Chanyeol: kenapa semuanya terasa begitu tiba-tiba. Terkadang aku berfikir aku sedang mengalami mimpi buruk, tapi kemudian aku tersadar, semua ini nyata dan menyakitkan.

Hyejin: jadi seperti ini akhirnya.

Chanyeol: apa kau sudah menemui orang tuamu?

Hyejin: ne, aku sudah pergi ke makam mereka dan memohon maaf. Huh… aku anak durhaka…

Chanyeol: anyia… itu bukan salahmu. Uanglah yang telah membutakan segalanya.

Hyejin: uang dan uang…

Chanyeol: sudahlah, sebaiknya sekarang kita istirahat,  hari ini sangat panjang dan melelahkan.

Hyejin: yasudah, aku tidur dulu.

Kemudia hyejin berlalu menuju kamarnya, sedangkan aku pergi ke kamar oemmaku dulu. Kulihat ia sudah memakai pakaian yang berbeda, dan lukanya sudah diobati. Aku patutu berterimakasih pada hyejin untuk ini. aku duduk di sebelah oemmaku, yang masih terlelap dalam tidurnya. Kugenggam lembut tangan oemmaku,

Chanyeol: oemma… aku merindukan noona. Apa dia baik-baik saja?

                                                                               *********************************

Author pov

Selepas minho mengucapkan semua kata-kata yang sukses membuat para tamu tak terkecuali keluarganya dan keluarga imyeol terkejut ia berbalik, berjalan meninggalkan altar. Ia keluar dari gereja terus berjalan sendirian. Ia masih rapi dengan tuxedonya, dan ia terlihat tersenyum.

Minho: ini adalah yang terbaik.

Minho meraih ponselnya berniat menghubungi hyejin, ia masih ingat jelas ancaman appanya. Ia harus segera menemui hyejin dan membawanya pergi sejauh mungkin, agar appanya atau siapapun tidak bisa menemukannya.

Saat minho masih sibuk menghubungi hyejin tiba-tiba sebuah mobil berhenti didekatnya.

Onew: sepertinya ada namja tampan yang butuh tumpangan.

Minho hanya tersenyum dan segera masuk duduk di bangku belakang bersama taemin dan sunhwa.

Key: kau benar-benar mengejutkanku minho.

Onew: tidak hanya kau saja, tapi semua orang.

Key: setidaknya kau belum terlambat.

Kedua chinggunya masih sibuk berkomentar sementara minho terus menghubungi hyejin.

Onew: YA! kenapa kau sibuk terus dengan ponselmu? Aku rasa ada hal yang perlu kau ceritakan.

Minho: aku tidak bisa menghubungi hyejin.

Semuanya diam dan menatap minho keculai onew yang masih focus dengn kegiatan mengemudinya.

Minho: hyung, bisakah kita ke rumahmu dulu? Aku sangat mengkhawatirkan hyejin.

Onew: kau tidak akan bisa menemukannya di sana.

Semua orang yang awalnya focus pada minho balik menatap onew.

Minho: wae?

Onew: pagi ini tepat saat kau keluar dari gereja, hyejin menelfonku. Ia bilang ia harus segera pergi untuk menyelamatkan dirinya beserta chanyeol dan oemmanya.

Sunhwa: chanyeol?

Onew: ini semua ulah tuan park. Dia yang menghasut appa minho untuk segera menikahkan anak mereka.

Key: tepat seperti yang kuramalkan.

Minho menarik nafas dalam dan menyandarkan tubuhnya, mengurut dahinya sendiri. Tepat saat ia akan membawa hyejin pergi, ia sudah pergi duluan, tapi setidaknya minho  bisa yakin hyejin akan semakin jauh dari ancaman appanya, sekarang giliran minho untuk membujuk appanya.

Taemin: kemana ia pergi?

Onew: molla, kita akan segera tahu.

Sunhwa: kenapa tidak satupun diantara mereka yang bisa dihubungi?

Onew: aku yang suruh mereka membuang ponsel masing-masing, gps jaman sekarang sangat canggih aku takut itu bisa membahayakan mereka.

Sunhwa menunduk sedih. Bahkan chanyeol tak ada sedikitpun berpamitan padanya, bersusah payah sunhwa meyakinkan dirinya jika semua ini dalam situasi yang mendadak. Belakangan chanyeol memang sering cerita tentang keluarganya yang semakin kacau, setidaknya sedikit-demi sedikit sunhwa bisa mengerti apa yang terjadi.

Key: chankaman. Kenapa chanyeol dan oemmanya harus ikut lari bersama hyejin?

Sunhwa: orang tua chanyeol bercerai.

Minho: cerai?

Sunhwa: ne, aku rasa chanyeol dan oemmanya berniat menggagalkan rencananya appanya.

Key: besok tuan park akan segera di penjara, berkasnya sudah selesai. Kakekku sudah melaporkannya.

Minho: aku fikir kakekkmu tidak akan melakukannya.

Key: awalnya kufikir kakekku memang tidak akan melakukannya karena keluarga kita sangat dekat, tapi sepertinya kakekku sudah kehabisan sabar.

Minho: baguslah, setidaknya appa tidak akan terlalu kecewa padaku.

Onew: lalu bagaimana rencanamu setelah ini?

Minho: aku akan tetap mengabulkan keinginan appaku untuk menggantikannya di perusahaan. Aku akan berusaha keras meyakinkan para pemilik saham bahwa aku tidak harus menikah dulu untuk menjadi hebat.

Key bertepuk tangan diiringi sorakan dari onew.

Onew: minho is back! Kau memang lebih cocok seperti ini.

Key: jadi kau akan meninggalkan kuliah filmmu?

Minho: sepertinya begitu. Tapi aku masih akan melakukan hobiku tentang film.

Onew: setidaknya itu bisa menghilangkan stresmu. Tapi apa kau yakin akan meninggalkan kuliahmu? Kita hanya sisa 2 semester lagi, aku rasa sangat sayang jika kau meninggalkan kuliahmu.

Minho: mungkin nanti akan kubicarakan dengan appaku.

Key: YA! taemin! Kenapa kau hanya diam?

Onew: pagi ini ia patah hati.

Key: chincha?

Taemin: sudahlah hyung, mungkin dia belum jodohku. Waktuku masih panjang untuk mencari yeoja lain, menjadi oppanya tidaklah buruk.

key: dia menolakmu? Aku fikir dia menyukaimu.

Taemin: dia tidak menyukaiku, dia menyukai kai. Aku menyesal memiliki wajah yang mirip dengan mantannnya. T.T

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Who is??? – Part 12

  1. Tragis sekali nasib keluarga Chanyeol
    Comment terakhir menandakan TaeMin tidak akan bersama HyeJin?
    Tapi HyeJin belum membuang hpnya
    Bisa” dari hpnya muncul cerita baru
    Lanjutkan author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s