My Housemate – Part 2

My Housemate  ( Chapter 2 )

Author : Vanesa.Choi aka Choi.Eun.Soo

Main Cast : Choi Eun Soo (OC),Lee Jinki

Support Cast : Mason Moon as Lee Soo Jin

Genre : Romance,Friendship,Comedy

Rate : PG17

Lenght : Chaptered

my housemate cover

>THE NEW COMER<

” eun soo-ssi i…itu….” seru jinki tak percaya dengan apa yang tengah dilihatnya sekarang sedangkan eun soo masih terdiam tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun untuk meyakinkan jinki.

Hingga beberapa saat keduanya masih betah terdiam dengan pandangan fokus pada satu objek menarik dihadapan mereka hingga akhirnya suara nyaring terdengar hingga menyadarkan lamunan mereka berdua.

#oe oe huhuhu……. terdengar suara tangisan bayi yang cukup keras sontak membuat mereka kelabakan

” YA…eun soo-ssi cepat hentikan tangisan bayi itu!!” Teriak jinki frustasi karena bayi itu terus menangis seteleh mereka sepakat membawa bayi itu masuk kedalam rumah.

“Kau kira mudah dari tadi juga aku mencoba menenangkannya Pabbo!!” Sahut eun soo sebal sambil menimang-nimang bayi tersebut dalam pelukannya.

“Lagi pula siapa orang yang telah meninggalkan bayi ini didepan rumah kita ” keluh jinki yang jelas tidak membantu eun soo sedikitpun.

“Jinki-ssi ayo bantu aku menenangkan bayi ini ” pinta eun soo sambil berjalan mendekati jinki .

Melihat eun soo yang berjalan mendekatinya jinki malah berlari menjauh membuat eun soo mengejarnya hingga terjadilah adegan kejar-kejaran layaknya film india.

” STOP!!!!! Lari-lariannya berhenti dulu aku lelah ” ucap eun soo dengan nafas terengah-engah.

“Siapa suruh kau mengejarku begitu” sahut jinki dengan nada merajuk membuat dan soo memandangnya .aneh.

“Aku tidak akan mengejarmu kalau kau tidak melarikan diri duluan ” balas eun soo tak mau kalah.

Tanpa mereka sadari bayi dalam gendongan eun soo telah berhenti menangis dan malah kini tertawa girang.

“Memangnya kenapa kau mendekatiku begitu?”

“Aku hanya mau meminta bantuanmu untuk mendiamkan bayi ini” seru eun soo sambil merik bayi dalam pelukannya yang malah membuatnya kaget karena bayi itu telah berhenti menangis.”OMO!!! Baby-ah kau berhenti menangis Aigoo,neomu kyopta” lanjut eun soo girang sambil mengecup pipi tembam bayi tersebut.

“Jangan membawanya dekat-dekat dengan ku ”
Mendengar ucapan yang dilontarkan jinki eun soo hanya bisa mengerutkan alisnya .bingung.

“Waeyo?” Dengan pelan jinki melirik kearah bayi dalam gendongan eun soo. ngeri?

”A…aku sebenarnya takut pada anak kecil ” sontak mendengar ucapan polos jinki tawa eun soo pun meledak seketika.

” Neo nomu pabboya lee jinki hua..hahahahahaha……….” ledek eun soo membuat jinki menyesal telah mengakui ketakutannya terhadap anak-anak pada teman serumahnya itu.

” Aish,menyebalkan yasudah aku mengantuk mau tidur kau urus saja bayi itu sendiri “putus jinki segera berjalan kerah tangga meninggalkan eun soo.

“ANDWAE!!!Kau tidak boleh kabur begitu saja kita harus membawanya kekantor polisi bersama pokoknya kau harus membantuku ” cegah eun soo sambil mencengkar lengan jinki sebelum berjalan menjauhinya.

“Araso ,tapi sana jangan membawanya dekat-dekat dengan ku “sahut jinki mengalah dan mengikuti langkah eun soo .

Segera mereka memeriksa isi keranjang bayi tersebut berharap menemukan suatu petunjuk tentang asal-usul bayi yang mereka temukan didepan rumah mereka itu.

” botol susu,pempers,mainan,beberapa pakaian dan ……?” Tiba-tiba ucapan jinki terhenti membuat eun soo penasaran dan berjalan menghampirinya.

“YA!!! Lanjutkan ucapanmu jangan membuatku bertambah penasaran !!!”

“Ini sepertinya sebuah surat ” sahut jinki segera membuka amplop yang ditemuinya itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mianhe,kalau aku membuat kalian kaget dengan kehadiran bayi tersebut.
Aku hanya ingin kalian merawatnya dengan baik karena aku sebagai eomma nya tidak dapat merawatnya lebih lama lagi karena suatu hal makanya kuputuskan untuk menitipkannya pada kalian.
Bayi laki-laki itu berumur 1 tahun 5 bulan soal nama kalian bisa memberikan nama baru padanya karena aku sudah tidak berhak memberikan marga ku didepan namanya lagi karena aku bukan eomma yang baik untuknya .
Jadi sekali lagi kuucapkan mianhe karena telah merepotkan kalian dan jeongmal gomawo mau merawat anak ku dengan baik……

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aigoo… kasihan sekali bayi ini kenapa yeoja itu tidak menyerahkanya pada keluarganya saja kenapa harus pada kita sih” grutu eun soo sambil memandang wajah bayi dipangkuannya.miris.

“Kalau begitu kita bawa dia kekantor polisi segera ,Kajja !!!” ucap jinki tiba-tiba sambil berjalan kearah pintu yang diikuti eun soo di belakangnya.

Jinki POV
Kenapa semenjak aku bertemu yeoja ini rasanya banyak sekali kesialan yang kudapatkan .Aku masih ingat jelas pertama bertemu dengannya aku dituduh menjadi pria mesum kemudian tiba-tiba kami harus tinggal serumah dan sekarang tiba-tiba muncul seorang bayi dirumah kami ah….ani lebih tepatnya rumah yang kami sewa.
Astaga,cobaan apalagi yang Tuhan berikan padaku??

”Hey!!jinki pabbo kau sedang berdoa apa sepertinya serius sekali ”
Dengarkan yeoja iblis itu mulai membuatku kesal lagi .

Kulirik eun soo dengan tajam berharap ia akan ngeri melihat tatapanku ini .

“Kenapa melihatku begitu aku tidak takut kalau kau begitu wajahmu jadi lucu dan terlihat bodoh” sahut yeoja itu enteng membuat niatku menakutinya pupus sudah.

“MENYEBALKAN!!!” seruku keras yang kuyakin didengar oleh yeoja disebelahku ini namun dia hanya melirik kearahku sambil menunjukan smirknya dan dalam hitungan detik kurasakan ngilu pada kaki ku karena terkena injakan yeoja ini.

Lihatkan ,benar-benar yeoja iblis tega-teganya ia menginjak kakiku begini kalau terjadi sesuatu pada kakiku ku tuntun dia .
Jinki POV End

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Jadi….bayi ini kalian temukan didepan rumah kalian ” ucap si petugas dan disambut anggukan setuju oleh jinki dan eun soo.

“Boleh ku pinjam kartu pengenal kalian “lanjut petugas membuat jinki dan eun soo segera menyerahkan kartu pengenal mereka pada si petugas.

” tunggu sebentar dan kalian bisa menyerahkan bayi itu pada petugas shin untuk segera diperiksa ” ucap si petugas sambil menunjuk seorang polisi wanita yang berdiri disebelahnya .

Segera eun soo menyerahkan bayi itu namun entah mengapa bayi yang sejak tadi tenang tiba-tiba menangis keras seperti enggan berpisah dengan eun soo .

Sontak kejadian itu membuat para petugas curiga dan mulai bertanya-tanya .

Beberapa saat jinki dan eun soo diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya si petugas kembali dengan berkas-berkas yang dibawanya.

“Dari kartu pengenal kalian masih bersetatus mahasiswa tapi kenapa kalian tinggal serumah ” tanya si petugas membuat eun soo dan jinki sontak menegang.

“I…itu ,-“. “Apa kalian hanya tinggal berdua dirumah itu “lanjut si petugas memotong jawaban jinki.

“Ne”sahut eun soo singkat membuat si petugas memandangnya.aneh?

“Apa kalian sepasang kekasih ?” tanya si petugas lagi membuat jinki dan eun soo kaget danterlihat gelagapan.

“A…aniyo ka…kami bukan sepasang kekasih seperti yang kau maksud ” ucap jinki meyakinkan si petugas sedangkan eun soo hanya bisa menundukan kepalanya tanpa bisa berucap sepatah kata pun.

“Benarkah ?”tanya si petugas curiga sambil memandang jinki dan eun soo bergantian membuat mereka bertambah gugup.

“Seorin-ssi apa yang kau temukan mengenai bayi itu ” tanya si petugas pada rekan nya yang tadi
memeriksa bayi itu.

“Ini hanya surat ini yang saya temukan “ucap si petugas wanita tersebut sambil menenangkan tangisan si bayi dalam pelukannya.

Beberapa saat si petugas membaca surat tersebut dengan serius hingga akhirnya ia meminta jinki dan eun soo menuliskan nama mereka diselembar kertas.

“Apa kalian ingin mengelabui ku dengan melaporkan ada bayi yang dibuang didepan rumah kalian ?” ucap si petugas sinis membuat eun soo dan jinki kaget sekaligus bingung menanggapi pernyataan si petugas tersebut.

“Maksud ahjjusi apa ?” tanya eun soo bingung .

“Jangan berbohong lagi pasti bayi ini bayi kalian kan dan karena tidak ingin mengurusnya kalian membuat skenario seakan-akan bayi ini dibuang oleh orang tuanya dan kalian yang menemukannya”.

“MWO!!!Ahjjusi jangan menuduh kami sembarangan .
Kami membawa bayi itu kesini dengan niat baik kalian akan menolongnya tapi kenapa sekarang malah niat baik kami disalah artikan?” Ucap eun soo emosi membuat beberapa orang petugas memperhatikannya.

“Benar ahjjusi jangan menuduh kami sembarangan begitu.Memang ada buktinya kalau kami orang tua bayi ini ?” Lanjut jinki setenang mungkin .

“Ige !!!” Segera si petugas menunjukan 2 lembar kertas kehadapan jinki dan eun soo.”tulisan yang ada disurat ini benar-benar mirip dengan tulisan mu jadi dapat disimpulkan surat ini kau juga yang menulisnya kan “ucap si petugas kearah eun soo .

“Apa hanya karena tulisannya mirip dengan tulisan si penulis surat dia jadi dituduh macam-macam begini!!”

“Tenanglah eun soo-ssi kita pasti bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin”ucap jinki menenangkan eun soo yang terlihat begitu emosi.

“Sudahlah kalian jangan mengelak lagi tadi kalian bilang bukan sepasang kekasih tapi sejak tadi kuperhatikan kalian seperti memiliki hubungan khusus jadi sudah jangan berekting lagi dan cepat bawa bayi kalian pulang”

“Dia bukan bayi kami kenapa ahjjusi terus saja memojokan kami sih” protes jinki kesal.

“Belakangan ini kasus seperti ini sedang marak dikalangan remaja yang memiliki anak diluar nikah karena tidak bisa mengurusnya mereka tega membuang bayi mereka begitu saja .jadi kusarankan kalian jangan berbuat nekat seperti itu dan cepat bawa bayi kalian pulang”

“Aigoo…. ahjussi dia bukan bayi ku lagipula apa aku terlihat seperti yeoja yang telah memiliki anak ?”seru eun soo tak terima mendengar pernyataan si petugas yang menyinggungnya.

“Aish,dasar anak muda jaman sekarang benar-benar pintar berkelit.Seorin-ssi cepat serahkan bayi itu pada eomma dan appanya ini” tak lama kemudian petugas wanita tersebut segera menyerahkan bayi tersebut kearah eun soo.

#hiks…hiks…ma… ucap bayi itu ditengah-tengah tangisnya membuat si petugas kaget terutama jinki dan eun soo yang baru menyadari kalau bayi itu sudah bisa bicara dan tadi baru saja mengucap ma (umma) kearah ein soo.

“Lihat, dia memanggil mu umma sudah cepat bawa bayi kalian pulang.
kasian dia sejak tadi menangis terus karena dipisahkan oleh eommanya.Sekarang kalian harus rawatnnya dengan baik lagi ya “

Mendengar ucapan si petugas jinki hanya bisa terdiam kali ini pikirannya benar-benar kacau memikirkan nasibnya nanti sedangkan eun soo kembali sibuk menenangkan bayi dalam gendongannya .

“Cup…cup…jangan menangis lagi baby-ah bahkan wajahmu sudah memerah begini karena terlalu lama menangis “gumam eun soo pelan sambil menimang bayi dalam pelukannya.

“Kumohon berhentilah menangis “ucap jinki tiba-tiba dengan wajah frustasinya membuat eun soo memandangnya kasihan.

Entah mengapa seperti mengerti ucapan jinki bayi itu pun segera berhenti menangis membuat eun soo tenang.

“Lihat bayi itu berhenti menangis ia benar-benar menurut pada appanya .Dia pasti akan jadi anak yang baik kalau sudah besar nanti jadi jangan berusaha untuk meninggalkannya lagi .araso?”

“MWO !!! YA ahjjusi dia bukan ba,-“belum sempat eun soo mengajukan protes tangannya telah ditarik keluar oleh jinki yang terlihat begitu kacau.

“Kenapa kau membawaku keluar kita belum menyerahkan bayi ini “protes eun soo sambil melepaskan cengkraman tangan jinki dilengannya kasar.

“Percuma mereka takan percaya kalau bayi itu bukanlah anak kita “sahut jinki sambil menatap eun soo tajam.

“La..lalu otthoke?apa yang akan kita lakukan pada bayi ini?”tanya eun soo pelan sambil menatap kearah bayi dalam gendongannya.

“Itu juga yang kini sedang kupikirkan eun soo-ssi “sahut jinki sekenanya membuat eun soo menatapnya tajam.

#buk sebuah pukulan tepat bersarang pada kepala jinki membuat siempunya meringis kesakitan.
“Kukira kau sudah tau apa yang akan kita lakukan pada bayi ini saat dengan gagahnya kau menariku keluar dari kantor polisi tadi .Dasar jinki pabbo !!”dengus eun soo kesal sambil menerucutkan bibirnya.

“Aish….aku sudah bingung mau apa lagi saat polisi tadi memojokan kita jadi hanya cara itu yang terpikir diotak ku”

“Menariku keluar dari sana malah memperburuk suasana jinki-ssi ” sahut eun soo frustasi.

“Mianhe,habisnya aku kesal karena niat baik kita malah disalah artikan seperti itu “ucap jinki merasa bersalah .

“Sudahlah,ini semua telah terjadi mau bagaimana lagi nasi telah menjadi bubur jadi kita coba nikmati saja “

“Ne,apalagi kalau ini bubur ayam pasti enak “ucap jinki polos membuat eun soo memandangnya kesal.

“Astaga kenapa ada orang seperti dia sih disaat genting begini yang hanya ia pikirkan malah makanan dasar gembul “ucap eun soo dalam hati.

“Daripada bicara yang tidak-tidak lebih baik kita pulang ” seru eun soo sambil berjalan meninggalkan jinki .

” Eun soo-ssi bagaimana kalau kita makan dulu aku lapar ” .

“Anio,aku tidak nafsu makan kau saja yang makan sendiri ” sahut eun soo ketus .

“Ayolah kali ini aku yang teraktir deh”bujuk jinki sambil menarik-narik ujung baju eun soo .

“Aigoo…. jangan bertingkah seperti bocah bagitu jinki-ssi “protes eun soo malah membuat jinki tertawa .

“Araso,aku akan berhenti asalkan kau mau ikut makan dengan ku .otte?”

Beberapa saat eun soo terdiam memikirkan tawaran jinki.

“Baiklah aku akan ikut tapi….” mendengar ucapan eun soo yang menggantung membuaat jinki penasaran.

“Wae?”.”kau lupa sekarang kita membawa seorang bayi kasihan kalau dia diluar terlalu lama bisa-bisa dia sakit” seru eun soo pelan sambil mengeratkan pelukannya pada bayi yang tengah tertidur dalam gendongannya.

” benar juga. yasudah,kita makan dikedai dekat sini saja selesai makan kita langsung pulang ” mendengar ide jinki eun soo pun hanya mengangguk setuju .

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Ya eun soo-ssi makannya pelan-pelan seperti orang kelaparan saja “protes jinki melihat eun soo yang begitu lahap menyantap teokbokkinya .

“Aku lapar tau. kau kira menggendong bayi seperti ini tidak lelah apa?” Mendengar ucapan eun soo jinki hanya menghela nafas pasrah melihat tingkah hiperbola seorang choi eun soo.

“Aish…alasan “cletuk jinki asal membuat eun soo menghentikan makannya dan beralih menatap jinki tajam .

“Kalau begitu nanti kau harus gantian menggendongnya sampai rumah biar kau tau lelah dan pegalnya menggendong seorang bayi “seketika mata jinki membulat kaget mendengar ucapan eun soo.

“ANDWAEYO!!!kumohon eun soo-ssi jangan begitu kau kan tau aku takut pada anak-anak jadi jangan berbuat sekejam itu padaku” mohon jinki membuat eun soo menyunggingkan senyum kemenangannya.

“Araso,daripada bertengkar lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya kita mengurus bayi ini?”

Jinki POV
Mendengar ucapan eun soo aku jadi bingung harus kuapakan bayi alien menyeramkan itu .
Membawanya ke kantor polisi lagi… mustahil,mengingat kejadian yang tadi baru kami alami.

“Mau tidak mau kita harus merawatnya hingga menemukan orang tua asuh yang tepat untuk nya nanti”

Seketika aku memandang eun soo yang baru saja mengatakan sesuatu yang membuatku kaget.

“Merawatnya?tapi berapa lama ?kau kan tau sendiri kita masing-masing sibuk lalu siapa yang akan merawatnya?” Tanyaku bertubi-tubi dengan intonasi suara agak tinggi.

“Jadi apa yang kita akan lakukan pada bayi ini?jangan-jangan kau berpikir untuk membuangnya!!!jika benar berarti kau orang paling egois yang pernah aku temui lee jinki!!!” Sahut eun soo begitu emosi membuat jinki terdiam tak mampu mengucapkan sepatah katapun .

“Ya aku memang egois tapi aku pikir kita tidak akan bisa merawatnya eun soo-ssi kumohon mengertilah ” seru jinki gusar.

Saat mereka tengah sibuk beradu argumen tiba-tiba terdengar suara rengekan bayi dari dalam pelukan eun soo.

” cup…cup…cup… baby-ah jangan menangis ” seru eun soo menenangkan tangisan bayi dalam pelukannya dengan sabar.

Sedangkan di sisi lain jinki tengah memperhatikan mereka dengan seksama dengan pandangan yang sulit diartikan hingga akhirnya sebuah hembusan nafas berat dikeluarkan dari mulut nya.g

“Baiklah,eun soo-ssi kuputuskan untuk ikut merawat bayi itu hingga waktunya tiba untuk kita menyerahkannya pada orang yang tepat” ucap jinki tegas membuat eun soo sempat terperangah.

“Jinja?gomawo jinki-ssi jeongmal gomawo ” ucap eun soo tulus dengan wajah berbinar .

“Dengar baby-ah jinki hyung mengijinkan mu tinggal bersama lagi .Jadi,sekarang kau tidak akan pernah kesepian lagi “ucap eun soo girang kearah bayi dipangkuannya.

“Yasudah,lebih baik sekarang kita segera pulang sebelum semakin larut malam dan udaranya semakin dingin ” seru jinki sambil mengeratkan hodie yang dikenakannya.

“Jinki-ssi apa lebih baik kita berikan sebuah nama untuk bayi ini ?” Usul eun soo saat mereka tengah berjalan bersama menuju rumah.

“Nama?benar juga bayi ini kan belum punya nama .dimulai dari marganya kurasa marga Lee sangat
Cocok untuknya” .

“Anio kurasa marganya lebih cocok seperti margaku ‘Choi’ otte?”

“Aish,Marga lee lebih cocok untuknya dari pada choi”sahut jinki tak terima membuat eun soo menggembungkan pipinya sebal.

“Aku maunya choi pasti dia akan jadi namja yang tampan jika sudah besar nanti jadi marga choi lebih cocok untuknya” balas eun soo tak mau kalah.

“Marga lee lebih keren daripada marga choi tau?”.”MWO!!!jadi kau anggap orang yang marga nya choi itu tidak keren ?kau tau banyak aktor tampan dan juga keren yang bermarga choi contohnya choi siwon super junior,choi sunghyun (TOP Big bang) dan masih banyak lagi tau!!!!!” jelas eun soo panjang lebar membuat jinki mendengus kesal.

“Yang marganya lee juga tak kalah keren dan tampan kok .sudah dari pada kita bertengkar lebih baik kita suit yang menang yang menentukan marga yang cocok untuk bayi ini.Setuju?” Sejenak eun soo terdiam memikirkan usul jinki hingga pada akhirnya eun soo menganggukan kepalanya setuju.

Akhirnya dimulailah permainan kekanak-kanakan itu oleh mereka berdua dengan bersemangat .
Setelah beberapa menit berlalu keluarlah jinki sebagai pemenangnya.

“Aku yang menang jadi marga bayi ini lee hahaha…..”seru jinki dengan bangga kearah eun soo yang masih mengerutu karena kekalahannya tadi.

” Karena marganya sama dengan mu maka nama tengahnya harus aku yang tentukan .araso?!”.

“Baiklah terserah mu lah “sahut jinki santai sambil melirik eun soo yang terlihat tengah sibuk berpikir.

“Lee eun …ah ani kurang cocok kalau lee soo ….lee soo… . aha,kurasa bagus juga. bagaimana kalo lee soo jin bagus tidak? ” tanya eun soo antusias sambil memandang jinki .

” ne,kurasa itu nama yang bagus untuk bayi ini” jawab jinki membuat eun soo tersenyum senang.

“Baby-ah sekarang namamu lee soo jin araso?” Ucap eun soo kearah bayi yang tengah digondongnya dan seakan mengerti ucapan eun soo bayi itu pun ikut tersenyum membuat eun soo gemas dan mengecup pipi tembam bayi yang kini mereka panggil dengan nama lee soo jin itu.

Back Jinki POV
Lihat sekarang yeoja itu tengah bertingkah layaknya anak kecil dengan mahluk kecil menyeramkan itu ah… ani maksudku soo jin bayi yang baru kami temukan itu.
Bisa juga yeoja galak sepertinya bertingkah semanis itu ….
OMO!!!apa yang aku pikirkan sih?
Kenapa aku bisa berfikir kalau dia manis padahal biasanya ia yeoja yang ‘BUAS’ apalagi pada ku >.< .
Sepertinya ada yang salah dengan kepalaku kenapa bisa aku berfikir seaneh itu ku rasa aku harus segera memeriksakannya ke dokter.
Jinki POV End

Keesokan Harinya ~~~~
Pagi yang cerah menyambut kediaman eun soo dan jinki+soo jin namun suasana tenang pagi itu tiba-tiba berubah kacau karena suatu hal yang membuat jinki shock bukan main .

Author POV

Apa yang sebenarnya terjadi pada jinki?apa semua ini karena ulah seorang choi eun soo?

Akan kah semuanya bisa berjalan dengan lancar setelah hadirnya seorang bayi yang tiba-tiba muncul diantara mereka?

Semuanya telah berjalan sebagai mestinya dan hanya merekalah yang bisa menentikan akhir dari kisah mereka .

Happy ending?atau harus Sad ending?

♥TBC♥

Tara……my housemate chapter 2 akhirnya rilis juga *o*

Mian,kalo lama postnya maklum lagi sibuk nih #author sok sibuk

Chapter 2 ini terinspirasi dari film baby and me nya jang geunsuk sama baby mason yang imut banget ♡.♡
Semoga tulisan saya yang pas-pasan ini mampu memuaskan kalian ●.●

Annyeong

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “My Housemate – Part 2

  1. daebak !! d tunggu2 akhirnya kluar jg 2nd chapter nya😀
    lanjuttt thor , keep writing nee… d tunggu bgt 3rd chapter nya !😉 hwaiting😀

  2. Kyaa… akhirnya kelar juga setelah sekian lama aku menunggu *nyanyi

    Keren… si Jinki akhirnya terima juga tuh bayi. Tapi… Lee SooJin? gabungan dari EunSoo dan Jinki?? Gyahaha… kykx EunSoo belum nyadar tuh arti namanya😀

    Next nya jgn lama2 ya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s