He is Taemin, not Just Taemin – Part 2

He is Taemin, not Just Taemin part 2

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

 

Hyejin pov

Taemin: orangtuaku sudah meninggal sejak 3 tahun yang lalu.

Aku terdiam seketika mendengar ucapan taemin, meninggal? Jadi orang tuanya sudah meninggal?

                                                                ************

Aku dan taemin duduk di halte bus menanti bus untuk taemin pulang.

Hyejin: aku tidak tahu jika orangtuamu sudah meninggal.

Dia kemudian tersenyum menatapku dengan wajah yang sangat berbinar.

Taemin: kuenchana, tidak banyak yang tahu tentang itu.

Hyejin: kau pasti sangat kesepian.

Taemin: sekarang aku sudah terbiasa.

Hyejin: taemin, aku janji akan selalu menjadi temanmu. Aku akan selalu bersamamu, kau tidak perlu khawatir, arrachi?

Taemin hanya tersenyum mengangguk.

Taemin: gumawo hyejina…

Kemudian ia berlalu menaiki busnya meninggalkan aku sendirian. Aku masih berfikir tentang taemin, tak bisa ku bayangkan hidupku seperti dia, seorang diri di dunia ini.

                                                                                ***********

Setidaknya dua kali dalam seminggu aku dan taemin akan mengikuti kelas memasak bersama oemma, dia bilang dia ingin bisa memasak karena selama ini ia selalu membeli makanan di luar. Aku tidak tahu alasan macam apa itu, tapi yang jelas aku tidak harus sendirian belajar memasak bersama oemma. Karena hal itu taemin jadi cukup dekat dengan oemmaku dan kami sering menghabiskan waktu bersama. Aku dan taemin duduk sebangku membuat hubungan kami di sekolah juga berjalan dengan sangat baik, aku senang bisa memiliki teman seperti taemin, walaupun terkadang ia sangat kaku, tapi aku bisa baca jika dia adalah orang yang sangat baik.

Aku memandang lapangan sepak bola, ada beberapa siswa yang tengah asik berolah raga di sana. sementara itu taemin sibuk mengerjakan tugas yang seungsenim tinggalkan. Jam kosong yang menyenangkan tentunya, tidak ada guru dan taemin mengerjakan tugasku hahahahahahahahaha.

Hyejin: kenapa kau dengan ikhlas mengerjakan tugasku?

Taemin kemudian mengeluarkan lollipop dari mulutnya yang sedari tadi sibuk ia emut, sejak berteman denganku dia sering mengambil lolipopku bahkan tanpa meminta izin dariku. Well, hubungan kami juga semakin akrab.

Taemin: bukankah kau bilang ingin menjadi istri impian? Jadi kau tidak terlalu membutuhkan nilai bukan?

Hyejin: bagaimana jika aku ingin jadi dokter?

Taemin: BABO!

Dia seenaknya memukulku dengan penanya.

Taemin: kau tidak akan jadi dokter, kau lupa jurusanmu itu IPS?

Hyejin: ah… aku baru ingat. YA! kenapa kau ambil jurusan IPS? Aku rasa kau cukup pintar untuk jurusan IPA.

Taemin: aku tidak terlalu suka hitungan. Aku suka pelajaran yang berkaitan dengan uang seperti ekonomi dan akuntansi.

Hyejin: aish…

Gae in: YA! hyejin! Kau mau ikut denganku? nanti ada pertandingan basket dan ada minho.

Gae in berbicara dengan wajah sangat berbinar.

Nara: kau tahu, anak-anak klub basket itu sangat keren-keren. Siapa tahu ada yang melirik kita kekekekekekeke

Hyejin:memangnya kapan?

Gae in: sepulang sekolah.

Hyejin: tapi aku ada tugas piket.

Nara: kau bisa piket setelah pertandingan. Ottae?

Hyejin: OK^^

Aku dan kedua cingguku sibuk cekikikan sedangkan taemin hanya menggeleng-geleng .

                                                                                *********

Saat ini aku,gae in dan nara sudah duduk di antara sekian banyak penonton basket yang kebanyakan adalah yeoja. Aku yakin, sebagian besar yeoja itu datang bukan untuk menyaksikan pertandingan basket melainkan hanya untuk dapat melihat namja-namja kece sekolah yang terkumpul dalam klub basket.

Selama pertandingan gae in dan nara sibuk berteriak tidak jelas, sedangkan aku hanya melongo karena aku tidak mengerti apapun tentang basket. Aku melihat minho di sana sibuk dengan pertandingannya, di sana juga ada beberapa sahabat terdekat minho yang kecenya luar biasa yaitu jonghyun dan key.

Gae in: YA! minho melihatku!

Gae in girang bukan main dan langsung memasang wajah tercantiknya begitupun nara. yap, minho sedang melihat ke arah kami kemudian ia tersenyum

Gae in: omo dia tersenyum padaku. aigo ><

Setelah pertandingan basket yang tidak jelas gae in dan nara meninggalkanku begitu saja, mereka pulang sedangkan aku di sini mengerjakan tugas piketku. Aku mengerjakan tugasku dengan kesal, kalau saja aku tidak mengikuti saran kedua yeoja itu, aku pasti sudah di rumah sekarang dan menikmati es krim kesukaanku. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi, dan aku harus tetap menjalankan tugasku. Aku membersihkan seluruh ruangan dengan sekuat tenaga dan kesabaran. Setelah selesai aku bergegas mengemasi barangku dan bersiap pulang.

Hyejin: AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!

Aku berjalan santai menuruni anak tangga sambil sibuk dengan ponselku, tapi nasib naas menghampiriku, kakiku terpeleset dan aku harus berguling-guling sampai anak tangga terakhir. Aku merasa sakit di seluruh tubuhku terutama di kakiku, aku rasa kakiku pasti sudah patah.

Aku menangis memegangi kakiku yang sangat sakit, tidak ada siapapun dan aku hanya bisa menangis.

Hyejin:oemma…

Aku mulai  seperti anak kecil yang memanggil oemmanya saat terjatuh. Saat aku masih sibuk menagis dan merengek tidak jelas aku mendengar suara langkah cepat menghampiriku.

Minho: kuenchana?

Ia bertanya dengan wajahnya yang begitu cemas, dengan sigap ia mengangkat tubuhku dan berlarian menuju tempat parkir. Di sana sudah ada seorang namja paruh baya yang tidak lain adalah sopir minho.

Minho: ke rumah sakit!

Minho memberikan instruksi sambil terengah-engah. Bagaimana tidak, dia harus menggendong tubuhku yang cukup berat dari tangga menuju parkiran yang tidak dekat. Aku masih sesegukan, sibuk menangis karena kaki dan beberapa bagian tubuhku yang sakit.

Minho: uljima hyejina… kita akan segera sampai di rumah sakit.

Dia menggenggan lembut tanganku sembari mengucapkan kata-kata tersebut, matanya yang teduh berusaha meyakinkanku.

                                                                ****************

Aku duduk di ranjang pasien setelah mendapatkan perawatan untuk kakiku, dokter bilang tulang kakiku retak dan aku harus memakai tongkat selama beberapa hari ke depan.

Minho: kau sudah baikan?

Aku mengangguk.

Minho: syukurlah.  Aku sudah menelfon orang tuamu, sebentar lagi mereka pasti datang.

Dan benar saja oemma dan appa langsung meluncur ke tempatku dengan wajah panic.

Appa: kuenchana?

Aku mengangguk.

Minho: tulang kakinya retak.

Oemma: omo, aigo bagaimana bisa putri oemma jadi begini?

Hyejin: aku terjatuh dari tangga.

Oemma: aigo… sudahlah, sekarang sebaiknya kita pulang. Kau butuh istirahat.

Hyejin: minho, gumawo sudah mebantuku.

Oemma: gumawo minhoya, aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih padamu.

Minho: kuechanayeo…

                                                                **************************

Hasilnya sekarang, aku hanya tiduran di kasurku tanpa pergi ke sekolah. Eomma melarangku ke sekolah hari ini, itu artinya aku libur dan aku sangat menyukainya hahahahahahahaha

Taemin: YA! ada apa denganmu?

Taemin muncul secara tiba-tiba dengan wajahnya yang begitu cemas.

Hyejin: aku baik-baik saja.

Taemin: aigo… aku sangat mengkhawatirkanmu.

Kemudian ia duduk di sebelahku sambil sibuk memperhatikan kakiku yang terbalut perban.

Hyejin: kau tidak kerja?

Taemin: aku minta libur untuk hari ini, aku ingin menemanimu.

Hyejin: cih… bilang saja kau malas bekerja.

Taemin: sebenarnya begitu, kebetulan juga ada momen kau terjatuh, jadi sekalian saja.

Hyejin: lolipopku habis T.T

Taemin: aku tahu, aku sudah belikan untukmu.

Taemin mengeluarkan sekantong lollipop dari tasnya .

Hyejin: omo, gumawo taemin^^ tapi aku tidak akan mengganti uangmu.

Taemin: wae? apa kau tidak tahu betapa mahal lollipop itu? aku menghabiskan uang jajanku untuk hari ini karenanya.

Hyejin: bukankah kau juga memakan lolipopku? Karenamu, stok lolipopku habis lebih cepat dari biasanya.

Taemin: ck, bilang saja kalau kau pelit.

Hyejin: kau datang untuk melihatku atau mencari masalah?

Taemin: sambil menyelam minum air.

Taemin tersenyum kemudian mengambil salah satu lollipop itu lalu sibuk memperhatikan kamarku. Aku memperhatikan taemin dengan seksama, ia banyak berubah belakangan ini, tidak lagi kulihat seorang taemin dengan aksi pendiam dan dinginnya, dia benar-benar menjadi taemin yang ceria sekarang. apa itu semua karena aku?

Hyejin: kau banyak berubah taemin…

Taemin: ne?

Hyejin: dulu kau sangat pendiam dan dingin, tapi sekarang kau jauh lebih berisik.

Taemin terdiam kemudian menatapku dalam.

Taemin: aku juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku. dulu setiap aku bangun di pagi hari, segala hal yang berputar di otakku adalah sekolah dan pelajaran, kemudian bekerja dan kembali tidur. Tapi sejak aku bersamamu, setiap pagi ketika aku bangun, aku mulai membayangkan hal menyenangkan apa yang akan aku lalui bersamamu hari ini, aku bahkan sering tertawa sendiri mengingat kebodohanmu.

Hyejin: ck… apa kebodohanku adalah hiburan untukmu?

Aku melipat tangan di dadaku dengan wajah kesal. Taemin selalu seperti itu, hampir dalam setiap ucapan yang dia katakana akan ada hal yang berkaitan dengan kebodohanku.

Taemin: gumawo hyejin, terimakasih sudah mau datang dalam hidupku.

Ia tersenyum sangat manis padaku hingga bisa kulihat matanya berbinar di balik bingkai kacamatanya yang sangat tidak keren.

Taemin: besok-besok jika kau piket, sebaiknya kau minta seseorang menemanimu.

Hyejin: bilang saja kalau kau ingin menemaniku dan berlama-lama denganku, tidak usah berbelit-belit taeminie…

Taemin: bilang saja kalau tidak ada yang mau menemanimu selain aku hyejinie…

Hyejin: terserah kau saja. tapi yang jelas aku bahagia karena tak harus ke sekolah.

Taemin: oemmamu bilang kalau yang kemarin membantumu adalah minho, benarkah?

Hyejin: ne, aku tidak tahu bagaimana jika namja itu tidak membantuku. Kau tahu? Dia menggendongku sampai lapangan parkir. Jika aku tidak dalam kondisi menyedihkan waktu itu, pasti aku sudah terlihat seperti princess yang di gendong pangeran tampan menuju kuda putihnya. Aigoo… romantic sekali.

Taemin: kasihan sekali minho harus mengangkat tubuhmu yang berat.

Hyejin: tapi apa yang dia lakukan jam segitu di sekolah? Padahal pertandingan basket sudah berakhir cukup lama.

Taemin: dia memang selalu pulang lebih lambat belakangan ini, aku dengar dia mengawasi para siswa yang suka berkelahi saat sepulang sekolah.

Hyejin: untuk apa? Dia bahkan bukan seorang ketua osis.

Taemin: kau tidak tahu? Minho itu pemilik sekolah kita.

Hyejin: ne?

Taemin: aku tidak menyangka ternyata kau lebih cupu dariku.

Hyejin: jadi karena itu orang-orang sangat segan padanya?

Taemin: mungkin begitu, di tambah lagi minho sangat keren dan dia cukup pintar meskipun posisinya masih beberapa tingkat di bawahku.

Hyejin: kau tidak punya pekerjaan lain selain menghitung peringkat setiap orang ha? Jangan-jangan kau juga hafal peringkat semua siswa di sekolah kita.

Taemin: tidak juga, hanya beberapa murid saja.

Hyejin: apa gae in dan nara tidak datang?

Taemin: molla, tadi kulihat mereka sibuk menggoda minho yang tiba-tiba datang ke kelas kita.

Hyejin: mau apa dia di kelas kita?

Taemin: aku lihat dia berbicara dengan Mr. Park.

Hyejin: misterius sekali.

Taemin: itu tidak misterius  drama queen, selalu saja membuat segala sesuatu menjadi berlebihan. Kalau kau tidak tahu apa-apa, sebaiknya tidak usah sok membuat spekulasi yang tidak masuk akal.

Hyejin: ck… kau ini.

Saat aku dan taemin masih asik mengobrol, oemma datang bersama seseorang yang tak lain adalah minho, dia masih memakai seragam sekolahnya sama halnya seperti taemin.

Hyejin: minho…

Oemma: minho datang untuk melihatmu, sepertinya dia sangat mengkhawatirkanmu.

Aku rasa sikap lebay oemmaku sedang kambuh, dia memang seperti itu kalau melihat namja keren.

Taemin: kalau begitu aku pulang dulu, aku harus mengantar bunga sebentar lagi. kau cepat sembuh ya, jangan ceroboh lagi.

Taemin tersenyum kemudian berlalu setelah berhasil mecuri satu lolipopku lagi. ucapan taemin terdengar sedikit berbeda, rasanya dia jadi lebih perhatian padaku. huh… aku rasa aku memang selalu mendramatisir keadaan, tentu saja taemin peduli, dia kan temanku -_-

Minho sempat saling menyapa dengan taemin yang berlalu meninggalkan aku dan minho, ia sibuk mengobrol dengan oemmaku. Oemma dan taemin punya ketertarikan yang sama tentang bunga, jadi mereka sering mengobrol tentang itu. selepas mereka pergi minho menghampiriku dan duduk di kursi belajar yang ada di samping ranjangku.

Minho: bagaimana keadaanmu?

Hyejin: sudah jauh lebih baik, hanya saja kakiku masih sakit.

Minho: syukurlah.

Hyejin: mian, aku merepotkanmu.

Minho:kuenchana. Ah… ini…

Minho menyerahkan ponselku, aku baru ingat jika benda yang telah menyebabkan aku seperti ini telah lenyap dari genggamanku sejak aku terjatuh.

Minho: aku menemukannya tergeletak di lantai dekat tangga. Aku rasa kau membutuhkannya, jadi aku mengantarkannya ke sini.

Hyejin: aku merepotkanmu lagi.

Minho hanya terkekeh pelan.

Minho: kamarmu menyenangkan.

Dia sibuk menatap di sekeliling kamarku yang tidak terlalu besar.

Hyejin: tapi sempit, padahal aku minta kamar yang lebih besar, tapi oemma malah memberiku kamar kecil ini, tidak kasihan dengan anak semata wayangnya ini.

Minho: tapi ini jauh lebih baik dari pada kamar besar yang hampa meski penuh dengan property. Kamarmu sangat nyaman,dan hangat.

Hyejin: aku tidak mengerti.

Minho: kau tahu? Kamarku sangat besar, tapi aku tidak pernah merasa nyaman, hangat, apalagi menyenangkan, semuanya terlihat begitu membosankan.

Hyejin: membosanka? Seberapa membosankan?

Minho: kapan-kapan aku akan mengajakmu berkunjung ke rumahku.

Hyejin: jeongmal? Pasti menyenangkan. Apa kau punya peliharaan?

Minho: anyi…

Hyejin: kalau kau merasa hampa dan kesepian, kau bisa memelihara anjing atau kucing, pasti akan lebih menyenangkan, kau bisa menghabiskan waktumu dengan peliharaanmu.

Minho terlihat mengangguk paham.

Minho: bukankah tadi itu taemin?

Hyejin: ne…

Minho: aku dengar dia namja tercupu .

Hyejin: ne, dia juga sahabatku.

Minho: sahabat?

Hyejin: semua orang juga bereaksi begitu saat tahu aku berteman dengan taemin. Aku tidak mengerti jalan fikiran mereka, memang apa salahnya dengan taemin?

Minho: kau benar, siapapun berhak memiliki teman. Ah.. taemin beruntung sekali bisa memiliki teman sepertimu.

Hyejin: seharusnya aku yang beruntung memiliki teman seperti taemin, dia selalu mengerjakan tugaku haahahahahahahahaha

Minho: bagaimana kelas memasakmu?

Hyejin: aku sudah bisa memasak.

Minho: jeongmal? Apa kau bisa mengajarkanku?

Hyejin: boleh saja…

Minho: kalau begitu kita bisa melakukannya saat kau sudah sembuh nanti, kita bisa memasak di rumahku, ottae?

Hyejin: OK^^

Sepanjang hari aku dan minho sibuk mengobrol, aku baru tahu ternyata dia sama kesepiannya dengan taemin, hanya saja dia lebih beruntung dari taemin. meskipun sangat sibuk, setidaknya dia masih punya orang tua dan bisa hidup dengan mewah.

                                                                                ************

Aku dan minho sibuk memilih bahan masakan di super market, aku memilih bahan dan minho yang mendorong troli. Kami menghabiskan waktu yang lama untuk berbelanja, semua itu karena minho sibuk bertanya tentang bahan dapur yang tidak ia ketahui sama sekali dan merasa bentuknya anek. Setelah puas berbelanja, minho membawaku ke rumahnya, dia benar, rumah itu sangat besar dan megah, tapi hanya dipenuhi pelayan.

Minho: kau bisa taruh tasmu di kamarku.

Aku mengikuti minho menuju kamarnya berniat menaruh tasku, saat aku memasuki kamar namja itu aku cukup terperangah dengan ukuran kamarnya yang memang sangat besar, ini adalah kamar impian yang selalu aku minta pada oemma dan appa T,T

Hyejin: kamarmu besar sekali

Minho hanya tersenyum.

Hyejin: tapi kenapa rasanya sepi?

Minho: seperti itulah setiap hari, makanya aku sangat iri dengan kamarmu. Aku sudah minta agar kamarku di perkecil, tapi aku tidak diizinkan.

Hyejin: kita adalah orang yang tidak bersyukur. Aku minta kamar yang besar, sedangkan kau minta kamar yang kecil.

Kemudian perhatianku teralih pada sebuah keranjang kecil dan di sana tengah tidur seekor kucing yang sangat lucu.

Hyejin: omo, keyopta.

Minho: sesuai saranmu, aku membeli seekor kucing. Kau benar, setidaknya dia selalu bersamaku, dia selalu menemaniku.

Hyejin: siapa namanya?

Minho: aku belum memberinya nama. Menurutmu?

Hyejin: kuku, ottae?

Minho: nama yang aneh.

Hyejin: yasudah, kalau tidak suka tidak usah pakai nama itu.

Aku berbicara kesal sambil memanyun-manyunkan bibirku tidak jelas. Minho terkekeh pelan kemudian mencubit pipiku lembut.

Minho: keyopta…

Blush… aku yakin pipiku sudah merona sempurna. Aku mengalihkan pandanganku dari minho berusaha sibuk dengan kucingnya.

Hyejin: aigoo… kau manis sekali^^

Minho: kalau kau mau, kau bisa membawanya pulang.

Hyejin: benarkah?

Minho: ne, aku bisa beli yang lain lagi nanti.

Hyejin: tidak usah, aku tidak tega jika nanti dia mati kelaparan karena aku lupa memberinya makan, atau dia mati kelaparan karena aku memakan makanannya.

Minho tertawa terbahak mendengar celotehanku membuatku juga ikut tertawa bersamanya.

Setelah puas mengelus kucing baru minho, kami pindah ke dapurnya yang begitu bersih. Awalnya dapur ini sangat ramai oleh semua pelayan minho, tapi kemudian namja itu meminta semua pelayannya pergi sampai aku pulang dari rumahnya. Sepertinya minho paham jika aku tidak terlalu suka keramaian. Di rumah saja pelayanku hanya bekerja sampai aku pulang sekolah, sisanya oemma terpaksa turun tangan, alasannya tidak lain karena aku benci orang asing ada di sekitarku.

Aku dan minho sibuk memasak, minho lebih banyak tertawa karena menurutnya setiap celotehanku itu lucu. Setelah berjuang hampir dua jam akhirnya masakan kami berhasil matang meski aku juga tak tahu pasti seperti apa rasanya. Kami duduk di meja makan minho, mencoba memperkirakan seperti apa rasa masakan itu. kemudian minho mulai  mengambil sumpitnya dan mencoba salah satu dari makanan itu.

Wajahnya berbinar bahagia, terlihat ia sangat gembira dengan hasil kerja keras kami.

Minho: daebaK! Aku tidak menyangkan bisa seenak ini!

Hyejin: tentu saja, aku sudah belajar keras untuk ini.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “He is Taemin, not Just Taemin – Part 2

  1. Persaingan
    Semoga persaingan bersih
    Karena secara banyak yang pro ke MinHo. Lalu TaeMin bagaimana?
    Kasihan, sudah kecil di perlakukan buruk lagi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s