Who is??? – Part 13

Who is??? Part 13

cover

Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

 

imyeol pov

aku masih duduk di salah satu bangku gereja yang tadinya di duduki para tamu undangan pernikahan, aku bahkan masih memakai gaun pengantinku. Berputar-putar di otakku  semua ucapan minho dan semua kejadian yang tadi terjadi. Sudah berjam-jam berlalu, tapi aku masih tidak percaya dengan semua ini. siapakah yang harus aku salahkan? Minho? Ia memang salah karena telah membatalkan pernikahan kami tapi aku tahu ia dipaksa. Appa? Apakah aku harus menyalahkan appa yang telah memaksa appanya minho dan aku sendiri? Tapi aku juga sangat setuju dengan rencananya. Atau aku harus menyalahkan diriku sendiri? Aku yang telah memaksa minho memilih pilihan yang rumit, aku yang terlalu terobsesi padanya, meskipun aku tahu tak ada celah sedikitpun dihatinya untukku. Hubungan sepihak yang kujalani setahun ini dengannya, hanyalah sebuah hubungan yang aku ciptakan dengan kemauanku sendiri. Minho tak pernah menolak, itu yang kutahu, ia tak pernah tega berkata tidak apalagi menolakku. Betapa kejamnya diriku. Aku bahkan tahu pasti betapa ia mencintai hyejin lebih dari apapun, aku bahkan begitu yakin ia melakukan semua ini karena hyejin. Aku sangat iri pada hyejin, ia begitu beruntung minho sangat mencintainya.

Lampu gereja yang menyala membuat perhatianku teralih pada piano yang terletak di dekat altar. Jika ada chanyeol, dia akan menghiburku, dengan senang hati dia akan memainkan piano untukku sampai aku benar-benar tenang meski jemarinya akan pegal setelahnya. Aku merindukan adikku yang tersayang itu, ekspresi imutnya, rambut keritingnya, dan suaranya yang sangat maskulin, sangat tidak cocok dengan kepribadiannya yang sangat manja. Aku bahkan melepaskan orang yang paling aku sayangi hanya untuk mimpi palsuku, seandainya aku mengikuti perkataan chanyeol malam itu mungkin tidak akan seperti ini. aku akan hidup bahagia dengannya meski dalam kesederhanaan, dan aku bisa memperbaiki hubunganku dengan oemmaku yang sangat buruk.

Penjaga: sudah malam, sebaiknya kau pulang dan beristirahat.

Aku mendesah pelan, sekarang pun aku diusir. Aku tahu tak ada niat dihatinya untuk mengusirku, melainkan dia pasti kasihan denganku.

Aku berdiri berjalan pelan meninggalkan gereja, jika pagi ini aku berjalan sangat pelan menuju altar agar gaunku tidak tersangkut, kali ini aku berjalan pelan karena takut akan hal yang akan segera terjadi.

                                                                                **************

imyeol pov

aku berjalan pelan memasuki kediammanku, sangat sepi. Mungkin seisi rumah sedang berkabung atas nasib sial yang baru saja aku alami. Saat aku memasuki rumah, semua pelayan sedang berdiri di ruang tengah. Tak ada satupun dari mereka yang memakai seragam yang seharusnya mereka pakai, dan beberapa diantaranya terlihat terluka.

Imyeol: apa yang kalian lakukan di sini? Sekarang sudah malam, istirahatlah.

Saat aku akan berlalu meninggalkan mereka, salah satu diantaranya mulai angkat suara memaksaku berbalik dan menghadap pada mereka.

Pelayan: pagi ini, tuan muda chanyeol dan nyonya pergi, mereka membawa semua barang mereka. Dan sore ini, tuan di bawa oleh polisi.

Aku terjatuh semakin dalam, semuanya telah pergi semua orang telah pergi dan hidupku sudah berakhir.

Imyeol: arraseo…

Aku berusaha bersikap tenang, berharap mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya aku rasakan.

Pelayan: rumah ini akan segera di sita, dan kami juga harus pergi. Kami harap nona bisa menjalani hidup nona dengan baik. Kami ingin berpamitan.

Imyeol: pergilah, aku juga tak bisa membayar gaji kalian.

Mereka bergerak dan pergi, meninggalkanku dengan suasana hening yang mendalam. Benar-benar terasa sunyi, tidak ada apapun hanya aku sendiri. Ingin sekali kusalahkan tuhan yang begitu tak adil padaku, ingin sekali kusalahkan appa yang begitu jahat pada keluargaku, ingin sekali kusalahkan oemma yang telah membawa adikku, ingin sekali kusalahkan minho yang telah menghancurkan hidupku. Tapi mereka tak ada di sini untuk bisa aku tuduh dan melampiaskan semua emosiku, mungkin hanya tuhan yang mendengarkan keluhan dan kesedihanku. Masih pantaskah aku marah pada-Nya? Setidaknya hanya dia yang masih mau mendengarkanku.

Minho pov

Aku menghempaskan tubuhku di atas ranjang kesayanganku, belakangan ranjang ini terasa tak seempuk biasanya yang mampu membuatku tidur selama berhari-hari, sekarang susah sekali untuk bisa tidur di sini, setiap aku memejamkan mataku, sekelebat bayangah hyejin muncul di otakku. Apakah dia baik-baik saja? Dimana onew bisa menyembunyikannya? Aish… namja sipit itu membuatku penasaran saja. Semoga tidak terjadi apapun pada hyejin. Semoga ia tidak bangun kesiangan, semoga ia tidak tidur terlalu larut, semoga ia tidak lupa dengan alerginya.

Huh… aku mengetahui semua tentang hyejin seolah dia adalah diriku sendiri, semenjak tak ada hyejin di sini, rasanya setengah dari kehidupanku lenyap dan menguap. Aku benar-benar merindukan aegiku yang manis dan manja itu. seperti apa dia sekarang? apa dia bertambah kurus? Atau malah bertambah gemuk? Semoga dia bisa menjadi lebih dewasa setelah ini, dan semoga dia mau memaafkanku.

                                                                                ****************************

Minho pov

Aku berjalan menuju ruangan appa, kantor yang sangat jarang aku kunjungi, kantornya yang sangat aku benci. Kantor yang telah mengurung appaku dan membawanya pada semua hal licik untuk mempertahankan sebuah hal yang disebut harga diri. Semua orang menatapku, apa karena mereka segan? Atau karena mereka membicarakan seorang namja yang dengan tiba-tibanya menghentikan pernikahan begitu saja, sebuah drama konyol yang patut untuk ditertawakan. Saat aku datang, hanya appa yang ada di ruangannya, sepertinya ia sudah memperkirakan kedatanganku.

Aku duduk di sofa, sementara appa membelakangiku menghadap sebuah jendela kaca yang teramat besar.

Appa: aku tahu kau akan datang.

Minho: appa, mianhaeyo…

Appa: untuk apa?

Author pov

Minho cukup heran terhadap pertanyaan yang dilontarkan appanya, jauh sekali dari perkiraan minho. Awalnya minho fikir appanya akan marah besar, dan kemungkinan terburuk ia akan di usir.

Appa: seandainya kau tidak membatalkan pernikahan itu, aku pasti sudah terseret dalam permainan tuan Park. Sepatutnya aku berterima kasih padamu.

Minho: appa sudah tahu semuanya?

Appa: kenapa kau tidak memberitahuku?

Minho: aku tidak ingin memperkeruh keadaan.

Appa malah tertawa terbahak-bahak.

Appa: ternyata kau masih penakut, bagaimana seorang anak tuan choi begitu takut mengambil keputusan?

Minho: aku takut appa akan mencelakai hyejin.

Appa: ah aku tidak melihatnya, kemana dia sekarang?

Minho: molla, dia melarikan diri bersama chanyeol, dia takut appa akan menyakitinya.

Appa: ya sudah, lagi pula dia sudah tahu siapa dia sebenarnya, dia pasti sangat membenci appa. Perihal kau akan menggantikan appa, appa harap kau memiliki keputusan yang bijak.

Minho: kuliahku hanya tinggal dua semester lagi, sayang sekali jika aku tidak menyelesaikannya. Aku akan bekerja di sini bersama appa, tapi mungkin belum maksimal karena aku harus tetap kuliah.

Appa: itu baru anak appa…

Appa minho tersenyum pada anaknya. Entahlah sepertinya minho baru benar-benar merasa memiliki seorang ayah.

Appa: kau tidak perlu terlalu focus pada pekerjaan di perusahaan, kau hanya perlu belajar memahami persahaan saja terlebih dahulu. Nanti baru setelah kau benar-benar siap dan menemukan pendamping hidupmu, kau bisa bicarakan dengan appa.

Minho: arraseoyeo… gumawo appa…

Appa: appa harap kau tidak menghabiskan waktu terlalu lama, appa sudah semakin tua, kau tahu itu.

                                                                                                *************

Hyejin sibuk memandangi fotonya bersama minho, sudah seminggu lebih ia tinggal di vila ini tapi tak ada kabar apapun dari onew . Hyejin hanya bisa mengharapkan onew, karena hanya namja itu yang tahu tempat persembunyiannya.

Chanyeol: kau merindukan minho hyung?

Hyejin: aku merasa menyesal telah bersikap kasar padanya, tidak seharusnya aku seperti itu. biar bagaimanapun ia sudah merawatku hingga aku sebesar ini, ia juga memperlakukan aku dengan sangat baik.

Chanyeol: aku rasa minho hyung juga punya alasan untuk itu.

Hyejin: bagaimana kabar oemmamu?

Chanyeol: oemma sedang istirahat, belakangan kondisinya mulai membaik. Dokter bilang oemma hanya depresi, beliau hanya butuh banyak istirahat dan ketenangan.

Hyejin: baguslah.

Chanyeol: hyejin, hari ini aku ingin ke seoul.

Hyejin: kau yakin akan baik-baik saja?

Chanyeol: aku sangat mengkhawatirkan noonaku, aku takut terjadi sesuatu padanya. ia pasti sangat terpukul atas pernikahannya dengan minho hyung yang batal.

Hyejin: mianhae…

Chanyeol: itu bukan salahmu ataupun oppamu. Aku akan pulang secepatnya. Aku titip oemmaku…

Hyejin: kau tidak perlu khawatir. Ah… jangan lupa, kau juga harus menemui sunhwa, dia pasti sangat mengkhawatirkanmu.

Chanyeol: aku juga sudah sangat merindukannya.

                                                                                ***********************

Chanyeol pov

Aku menaiki kereta menuju seoul, perjalanan yang cukup melelahkan. Selain karena jarak yang cukup jauh, aku juga dilelahkan oleh fikiran-fikiranku sendiri. Sesampainya aku di seoul senja sudah mulai turun. Aku berjalan pelan menuju rumahku, mengawasi setiap tempat dengan pandanganku, kalau saja ada orang-orang suruhan appa yang masih berkeliaran mencariku dan oemma. Saat aku sampai di dekat rumahku aku cukup terkejut dengan kondisi yang ada, rumahku sangat sepi dan terlihat gelap. Aku mencoba mendekat, memastikan apa yang sebenarnya terjadi. saat aku melewati pintu gerbang tak kulihat seorang pelayanpun bahkan tak ada mobil yang terparkir. aku berjalan menuju rumah yang jaraknya lumayan jauh dari gerbang utama. Aku melihat seorang yeoja yang terlihat duduk memeluk kedua lututnya, di salah satu tangannya ada sebuah botol yang aku yakini adalah botol alcohol, di dekatnya terletak beberapa koper besar dan tas yang ditumpuk di sisi yeoja itu. aku mendekat, aku mengenali yeoja itu, dia adalah noonaku. Aku berlutut di hadapannya memegang kedua bahunya, sontak dia segera mengangkat wajahnya yang tadi ia tenggelamkan diantara kedua lututnya. Wajahnya kusam, tak ada make up yang selama ini selalu memperindah wajahnya, matanya merah dan ada lingkaran hitam di sana, di kedua pipinya mengalir bulir-bulir air mata. Melihatnya seperti ini membuat hatiku benar-benar perih, aku menyesal meninggalkannya saat itu, kenapa aku tidak membawanya saat aku tahu minho hyung membatalkan pernikahannya? Seharusnya aku juga menyelamatkannya dari keterpurukan. Aku tidak sanggup menahan air mataku menyaksikan kondisi noonaku yang selama ini selalu menjagaku, merawatku dan menyayangiku, ia bahkan tak kalah perhatiannya dengan oemma.

Chanyeol: noona…

Air matanya semakin deras membuat suara isakannya terdengar jelas, aku menariknya dalam pelukanku. Hanya itu yang bisa aku lakukan, aku bahkan melupakan kata-kata yang sedari tadi sudah kurangkai untuk meminta maaf pada noonaku.

                                                                                *************

Aku menarik koper milik noona dan menyandang tasnya, dia juga membawa satu kopernya. Sebelah tanganku lagi membimbing tangan noonaku dan mengayunkannya membuat kami terlihat sangat kekanakan.

Chanyeol: apa noona masih ingat? Dulu saat aku baru saja memasuki sekolah dasar aku di bully teman-temanku karena berambut keriting, aku menangis dan mengadu padamu. Tapi kau malah mentertawakanku, kau bilang seorang namja harus melawan. Keesokan harinya saat aku ke sekolah mereka tak menggangguku lagi, saat aku Tanya mereka bilang kau memarahi mereka dan mengancam mereka untuk tidak menggangguku. Bagaimana bisa aku melawan mereka ketika mereka bahkan tidak menyerangku?

Imyeol: aku hanya mengantisipasi jika ternyata kau tidak berani melawan mereka.

Chanyeol: cih… kau sendiri yang membuat namdonsaengmu lemah.

Imyeol: anyi… kau tidak lemah, kau adalah orang yang paling kuat di dunia ini.

Chanyeol: noona, aku bukan anak kecil yang bisa tersenyum dengan bujukan seperti itu lagi.

Imyeol: sayang sekali, padahal dulu kau sangat senang saat noona bilang begitu.

Chanyeol: menurutku noonaku adalah orang yang paling kuat dan paling hebat di dunia ini.

Imyeol: jeongmal?

Chanyeol: ne, jika orang lain di posisimu mungkin mereka sudah bunuh diri.

Noona menghentikan langkahnya membuatku juga ikut berhenti. Ia melepaskan kopernya dan meletakkan kedua telapak tangannya di kedua pipiku, menatapku dengan tatapannya yang sangat meneduhkan.

Imyeol: sebenarnya aku sudah berniat untuk bunuh diri, aku bahkan sudah berdiri di atap rumah. Tapi saat aku baru saja aku melompat, aku teringat dirimu. Jika aku mati, bagaimana nasib namdongsaengku? Meskipun ada oemma, oemma bahkan tak cukup mengerti dirinya, apa yang akan dia lakukan tanpa aku? siapa yang akan mendengarkan omelan dan cerita lucunya? Siapa yang akan memberikan saran dalam hidupnya? Siapa yang akan mendampinginya di saat terpuruk seperti sekarang? karena itulah aku membatalkan niatku.

Aku tidak bisa menahan air mataku, air bening itu mengalir deras dikedua pipiku menyentuh tangan noonaku. Dengan lembut jemari tangannya yang dingin menghapus air mataku.

Imyeol: siapa yang akan menghapus air matanya saat ia menangis seperti ini?

Chanyeol: noona aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi.

Imyeol: aku tahu, aku tahu kau akan kembali untuk mencariku karena itulah aku menunggumu di rumah.

Ia tersenyum manis seperti biasanya.

Chanyeol: akhirnya noonaku bisa tersenyum lagi, kau jadi lebih cantik meskipun tanpa make up.

Imyeol: apa aku terlihat sangat buruk tanpa make up? cih… orang-orang itu juga menyita make upku.

Noona merungut kesal sembari kembali menarik kopernya. Aku mengikutinya dari belakang kemudian merangkul bahunya dengan sebelah lenganku.

Chanyeol: nanti akan kubelikan yang baru untukmu.

Ia mengangguk sambil tersenyum.

Chanyeol: apa noona sudah makan?

Imyeol: apa kau punya uang?

Chanyeol: tentu, kaja akan kutraktir di tempat kita biasa makan.

Imyeol: jangan, di sana terlalu mahal. Mulai sekarang kita harus berhemat, kita makan ramen saja.

Chanyeol: anyio… tidak apa-apa, anggap saja hari ini perayaan turun tahtanya kita.

Imyeol: turun tahta?

Chanyeol: ne, kita bukan orang kaya lagi, jadi kita harus merayakannya.

Imyeol: YA! babo!

Chanyeol: kaja…

                                                                                ************************

Chanyeol pov

Chanyeol: noona, apa yang terjadi pada appa?

Imyeol: appa di tahan karena tidak mampu membayar hutangnya, tuan kim yang telah menjebloskannya ke penjara. Selain itu ia juga menggelapkan gaji karyawan. Rumah dan semua kekayaan yang kita punya di sita oleh keluarga kim dan perusahaan, jadi kita tak punya apa-apa sekarang.

Chanyeol: aku benar-benar ingin mencarimu saat itu, tapi  aku takut appa akan menemukanku dan menghukumku.

Imyeol: sudahlah, semuanya sudah terjadi. mungkin memang lebih baik jika appa ditahan, dia tidak akan main judi lagi atau menyakiti oemma.

Chanyeol: semoga saja appa bisa berubah.

Imyeol: bagaimana keadaan oemma?

Chanyeol: oemma baik-baik saja, hanya sedikit depresi.

Imyeol: aku tidak menyangka appa berani menyekap oemma.

Chanyeol: kau tahu soal itu?

Imyeol: aku diberitahu appa saat di gereja. Dia bilang oemma dipastikan tidak akan datang karena ia sudah mengurung oemma di gudang. Sebenarnya aku sudah memprediksi kau tidak akan datang, aku yakin kau pasti akan lebih memilih menyelamatkan oemma.

Chanyeol: aku datang, tapi hanya minho hyung yang melihatku.

Imeyol: jeongmal?

Chanyeol: mianhae noona, saat itu aku yang meminta minho hyung menghentikan pernikahan kalian.

Imyeol: aku sudah menebaknya, kau fikir aku tidak mengerti dirimu? Aku bahkan berfikir kau akan datang lalu akan mengacau di acara pernikahanku agar pernikahannya batal kekekekekekekekeke

Chanyeol: aku tidak mau kau terjebak dengan orang yang bahkan tidak mencintaimu, aku ingin kau hidup bahagia dengan orang yang mencintaimu. Jika dia mencintaimu maka aku tidak perlu khawatir lagi kau akan terluka, jika kau hidup dengan orang yang mencintaimu, dia akan memperlakukanmu dengan baik, tapi jika kau hidup dengan orang yang kau cintai tapi tidak mencintaimu, kau akan segera lelah. Aku tidak yakin kau bisa bertahan lama.

Imyeol: semuanya sudah terjadi, mungkin minho memang bukan jodohku.

Chanyeol: Sekarang sudah sangat larut, sepertinya kita tidak bisa pergi malam ini.

Imyeol: lalu kita tidur di mana?

Aku menarik tangan noonaku, membawanya menuju rumah seseorang.

Saat aku memencet bel rumah itu, kudengar suara seseorang menyahut dari dalam, suara yang sangat aku rindukan. Saat dia baru saja membuka pintu wajahnya sangat aneh dan terkesan shock

Chanyeol: YA! aku bukan hantu.

Sunhwa: chanyeol…

Chanyeol: maaf aku menganggumu malam-malam begini.

Sunhwa: kuenchana, sebaiknya kalian masuk,di luar sangat dingin.

Sesuai dengan instruksi sunhwa kami masuk ke dalam, rasanya sedikit tidak enak saat meminta mereka menumpangkan noonaku semalam ini, tapi aku benar-benar tak punya pilihan. Setelah berbincang cukup lama, sunhwa mengantarku ke luar rumahnya. Aku tahu ia ingin menanyakan sesuatu, tapi dia hanya diam, padahal hanya  ada aku dan dia di luar sini.

Chanyeol: apa yang ingin kau katakana? Kau terlihat menyembunyikan sesuatu.

Sunhwa; bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?

Chanyeol: seperti yang terlihat, aku baik-baik saja. Apa hanya itu? tidak ada hal lain yang ingin kau katakan?

Sunhwa: oebseo…

Chanyeol: yasudah, aku pergi dulu.

Saat aku baru mengambil beberapa langkahku aku merasakan sepasang tangan melingkar di perutku.

Sunhwa: pogoshipo…

Aku tersenyum, akhirnya kata-kata yang kunantikan datang. Aku melepaskan tangannya dan berbalik, kulihat wajahnya memerah, mungkin malu. Aku kembali tersenyum dan menariknya dalam pelukanku.

Chanyeol: naddo, jeongmal pogoshippo…

                                                                                                **********

Minho pov

Aku, key dan onew termasuk taemin tengah duduk di sofa rumah onew. Hari ini aku tidak yakin bisa tidur, sama halnya seperti kemari-kemarin, menghabiskan waktu dengan mereka mungkin lebih baik. Onew sibuk dengan aktifitasnya mengutak-atik ponselnya, key sibuk dengan anjing kesayangannya si komdae #bener g tu tulisannya?# sementara aku dan taemin sibuk bermain PS. Aku sengaja sering-sering ke rumah onew, masih berharap bisa menemukan hyejin di sana, siapa tahu onew menyembunyikannya di suatu tempat di rumah ini. tapi sampai sekarang aku masih belum bisa menemukannya.

Minho: menurutmu, dimana hyejin sekarang?

Onew: dia baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir.

Aku menarik nafas dalam, jawaban yang sama setiap aku menanyakan perihal hyejin padanya. saat kami sibuk dengan aktifitas tidak penting masing-masing, seseorang memencet bel.

Taemin: siapa bertamu selarut ini?

Key: molla?

Taemin: apa itu hantu?

Key: YA! taemin! Hantu tidak perlu memencet bel dan meminta iZin untuk masuk, kalau dia mau masuk dia bisa menembus dinding.

Onew bergerak membukakan pintu, cukup lama dia di depan pintu, aku jadi penasaran dengan tamu tengah malam itu. hingga kemudian onew kembali dengan chanyeol bersamanya, aku sedikit terkejut dan tentu saja merasa tidak enak, biar bagaimanapun aku sudah menghancurkan impian noona kesayangannya.

Seperti biasa kami saling menyapa meski sedikit canggung,

Onew: malam ini dia akan menginap di sini, dia akan tidur di kamar taemin bersama minho.

Taemin: lalu aku bagaimana?

Onew: kau tidur denganku dan key, tapi kalau kau mau tidur di sofa itu lebih bagus.

Chanyeol: maaf merepotkanmu hyung.

Onew : kuenchana, anggap saja rumah sendiri.

                                                                                                ************

Minho pov

Aku masih sibuk berguling di kasur onew yang sangat luas, tidak bisa tidur meski malam sudah semakin memekat. Tak lama kemudian chanyeol berbaring di sebelahku,

Chanyeol: kau sudah tidur hyung.

Aku mengambil posisi duduk bersandar pada dashboard.

Chanyeol: kau merindukan hyejin? Dia juga sangat merindukanmu.

Chanyeol tersenyum, ya aku tahu hyejin pergi bersamanya karena itu aku benar-benar ingin bertanya padanya, tapi aku masih merasa tak enak padanya.

Minho: bagaimana keadaannya?

Chanyeol: dia baik-baik saja, sepertinya dia menyesal telah merusak hubungan kalian. Ia bahkan mengatakan hal itu berkali-kali.

Minho: jeongmal?

Chanyeol: ne, kenapa kau tidak menemuinya saat dia masih di rumah onew hyung?

Minho: aku tidak mau saat kami bertemu yang ada dia hanya semakin membenciku.

Chanyeol: sebaiknya kau segera menemuinya sebelum dia pindah ke jepang.

Minho: jepang?

Chanyeol: ne. beberapa hari yang lalu oemma kai mengunjungi kami dan hyejin menceritakan semua kisahnya. Oemma kai merasa menyesal karena telah memberikan hadiah itu terburu-buru, seharusnya dia menunggu lebih lama seperti permintaan kai. Dia mengajak hyejin untuk ikut bersamanya ke jepang. Aku sudah berusaha menahan hyejin, tapi dia terus bersikeras untuk ikut dengan oemma kai, dia bilang tak ada gunanya dia disini, tidak ada keluarga, tidak ada penopang hidup. Meskipun mungkin hyejin bisa bekerja, tapi akan jadi sebuah beban mental jika harus bertemu denganmu setiap hari dan mendapati keadaan kalian sudah tidak seperti dulu lagi. hyejin akan segera pergi, ia hanya tinggal menunggu visanya selesai. Sebaiknya kau menemui hyejin sebelum dia benar-benar pergi.

Aku mendesah pelan, semuanya benar-benar kacau. Hyejin akan ke jepang, itu artinya akan sangat sulit untuk  bisa menemuinya lagi setelah itu. keputusan yang sangat tepat, sepertinya hyejin benar-benar sudah dewasa. Tapi bagaimana dengan aku? bisakah aku membiarkannya pergi begitu saja?

Chanyeol: hyung, kau sudah mengorbankan segalanya untuk hyejin, setidaknya kau harus bisa membuatnya untuk tetap berada di sisimu. Meskipun mungkin hyejin akan hidup lebih baik tanpamu di jepang, tapi aku yakin ia akan sangat sulit membuka hatinya untuk orang lain dan begitu juga kau. Apa kalian akan terus seperti itu sampai tua?

Minho: aku juga tidak berhak mencampuri keputusannya bukan?

Chanyeol: jangan bertindak seolah kau merelakannya begitu saja hyung, aku tahu kau tidak pernah bisa jauh dari hyejin. Hyejin hanya butuh alasan untuk tetap di sini, dan kau harus bisa memberi alasan itu.

Minho: gumawo chanyeol. Kau sudah memberikanku informasi dan saran yang sangat bagus.

Chanyeol: aku belajar dari lingkunganku hyung.

Minho: bagaimana kabar noonamu?

Chanyeol: dia sedikit depresi, tapi sekarang sudah mulai membaik. Malam ini dia menginap di rumah sunhwa. Ah… aku sudah miskin sekarang hyung.

Minho: kalau kau mau, kau bisa membantuku. Bukankah kau jurusan komunikasi? Apa kau bisa bahasa mandarin?

Chanyeol: ne, aku sudah belajar bahasa mandarin dari sekolah dasar.

Minho: kau bisa membantuku? Kebetulan beberapa kolega appaku tidak bisa bahasa Korea, jadi kami butuh penerjemah.

Chanyeol: jeongmal hyung?

Minho: ne, tapi kau hanya bisa kerja saat mereka datang ke korea saja, atau saat ada urusan dengan mereka.

Chanyeol: ne. kuenchana, itu jauh lebih baik, aku tetap bisa melanjutkan kuliahku dan mencari pekerjaan lain. Jeongmal gumawo hyung…

Minho: anggap saja sebagai permintaan maafku.

Chanyeol: besok aku dan noona akan kembali, onew hyung yang akan mengantar kami. Apa kau mau ikut?

Minho: aku rasa aku harus bertemu hyejin. Memangnya di mana onew menyembunyikan kalian?

Chanyeol: kau tidak tahu hyung? hyejin bilang kalian sering datang ke sana.

Minho: ne? maksudmu di vila?

Chanyeol: di mana lagi?

Minho: aigo… kenapa aku tidak terfikir ke sana.

                                                                                ******************

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG

 

4 thoughts on “Who is??? – Part 13

  1. Wah
    ceritanya semakin seru😀
    hyejin jangan jadi ke jepang!
    Nanti klw hyejin ke jepang minho sama siapa? Hehehe
    Oh, anyeong reader baru tapi udah baca ceritanya dari part satu ,kok
    di tunggu next chap nya^^

  2. Akan sulit cerita mereka
    Appanya MinHo, terlihat tenang atau ada pergerakan akan mengancam atau membunuh HyeJin
    Lanjutkan author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s