Where’s My Angel?

Title : Where’s My Angel?

Author : Han Yeon Young

Main Casts :

– Lee Jinki (Onew)

– Woo Yoonmi

Genre : Fantasy, Romance, Sad

Rating : G

Length : Oneshoot

A/N : ide buat FF ini muncul pas author lagi doa pulang di sekolah, kan ruangan nya terang banget, nah, tiba-tiba ada bayangan hitam lewat gitu, muncul deh ide buat FF ini.

Don’t be SILENT READERS ^^

 

“Yoonmi, awas!”

“Brukk!”

“Yoonmi! Ireona!”

———-

[Onew’s POV]

Sebulan kemudian…

Yoonmi belum sadar juga.

“Yoonmi-ya, bogoshipeoseo…” aku berbicara pada Yoonmi yang sedang terbaring koma. Kata dokter, Yoonmi mengalami pendarahan di otaknya, dia sudah tidak mempunyai harapan untuk bangun lagi. Bahkan eomma dan appa nya sudah menyerah.

*flashback*

“Oppa, besok kita jalan-jalan, yuk.” ucap Woo Yoonmi, yeoja yang resmi menjadi yeojachingu ku seminggu yang lalu. Sebenarnya kami sudah jadian sebulan yang lalu, hanya saja saat itu banyak yang menentang hubungan kami karena aku berasal dari keluarga kaya Yoonmi berasal dari keluarga biasa.

“Baiklah, bagaimana kalau aku menjemputmu jam 3 siang besok?” tanya ku lembut sambil memandangi wajah nya yang manis.

“Ne!”, jawabnya riang.

*flashback ends*

Aku masih dapat membayangkan wajah nya yang ceria, tidak seperti wajah nya sekarang ini, kaku dan dingin. (author:  bukan mati, ya! ==”)

Sebenarnya ini juga salah ku, kalau saja aku tidak memanggil nya dari seberang saat dia sedang menyeberangi jalan, pasti dia tidak akan tertabrak.

Aku akan melakukan apa saja agar dia bangun. Dan setelah dia bangun nanti, aku akan memeluknya dan tidak akan melepaskannya lagi…

Aku menghadap ke arah jendela ruangan ini, sinar mentari pagi menerpa wajah ku. Aku memejamkan mataku. Aku dapat melihat seberkas cahaya putih. Tiba-tiba saja aku merasakan ada sebuah bayangan menghalangi sinar matahari di depanku. Aku membuka mataku.

“Kau mau Yoonmi bangun, kan?” seorang yeoja cantik berdiri di depanku.

Tanpa basa-basi, aku menjawabnya, “Apa yang harus kulakukan?”

“Tukarkan nyawa mu.”

Aku terdiam.

“Nde?” tanya ku.

“Kalau kau ingin dia sadar, kau harus menukarkan nyawa mu, karena dia sudah tidak punya harapan untuk hidup lagi.” jawab yeoja itu dengan datar.

“Bagaimana?” tanya yeoja itu.

“Na…”

[End of Onew’s POV]

———-

[Yoonmi’s POV]

Aku membuka mataku dan melihat sekelilingku. Putih…

Aku mencoba mengingat-ingat kenapa aku bisa berada di sini.

*flashback*

“Annyeong, eomma.” aku pamit pada eomma untuk pergi menemui Onew-oppa.

Sebelumnya, aku pergi membeli sesuatu di toko dekat rumahku. Saat aku berjalan kembali ke rumah ku, Onew-oppa memanggilku dari seberang jalan.

“Yoonmi-ya!” panggil Onew-oppa dari dalam mobilnya.

Aku tersenyum dan menyeberangi jalan, “Oppa!”.

“Teet teet…” terdengar suara klakson kendaraan yang sangat besar dari arah kiri ku.

“Yoonmi, awas!”

Aku menoleh ke arah kiri ku dan mendapati sebuah truk besar melaju kencang ke arah ku. Aku tak bisa menghindar.

“Brukk!” tubuhku terpental jauh. Pandangan ku mulai mengabur. Aku melihat Onew-oppa keluar dari mobilnya dan menghampiri ku.

“Yoonmi! Ireona!” Onew-oppa menggoyangkan tubuh ku.

“Siapa saja, tolong panggil ambulans! Yoonmi, ireona! Jebalyo!” lalu semuanya menjadi gelap.

*flashback ends*

Apa yang terjadi pada ku?? Di mana Onew-oppa?? Mana eomma dan appa ku??

Mataku menangkap sebuah saklar yang kuyakini adalah sebuah bel. Aku pun memencet bel itu. Beberapa detik kemudian terdengar langkah kaku seseorang mendekati ruangan ku.

“Anda memanggil saya, Onew-ssi?” ucap suster itu seraya membuka pintu.

Dan… terlihat ekspresi kaget dari wajah nya.

“Anda… Yoonmi-ssi, kan? Woo Yoonmi??” aku mengangguk.

“Ne… mana Onew-oppa? Apa dia tadi kemari?” tanya ku tenang.

“Onew-ssi selalu menunggui anda di sini. Ah, saya permisi sebentar.” sesudah suster itu berkata begitu, dia langsung keluar dari ruangan ku. Aku mendengar suara langkah kaki menjauh, kali ini lebih cepat dari saat dia datang ke ruangan ku.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara langkah kaki mendekat lagi, kali ini lebih banyak.

“Yoonmi-ssi?? Anda sudah sadar?” reaksi dokter ini juga hampir sama dengan reaksi suster tadi.

“Ne… Apa yang terjadi padaku?” tanya ku heran.

“Anda mengalami kecelakaan, seorang namja bernama Onew memanggil ambulans dan anda dibawa ke sini. Menurut hasil pemeriksaan, anda mengalami pendarahan yang parah di otak, dan kami, para dokter menyimpulkan bahwa anda tidak mungkin akan bangun lagi. Keundae, namja itu membantah, katanya anda pasti akan sadar, dan ternyata benar. Ini adalah suatu keajaiban!” dokter itu mendekati ranjang ku.

“Sebaiknya kita melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa anda benar-benar baik-baik saja.” kata dokter itu. Aku hanya mengangguk.

Kata mereka, Onew-oppa ikut mengantarku ke rumah sakit, tapi di mana dia? Aku tidak melihatnya.

———-

“Menurut hasil pemeriksaan, tidak ada yang salah dengan nona Woo Yoonmi. Dia hanya perlu dirawat beberapa hari lagi di rumah sakit, mungkin sekitar seminggu lagi dia sudah boleh pulang.”

“Ah, khamsahamnida, uisa.” ucap eommaku pada dokter.

Setelah appa membayar biaya check-up, aku pun kembali ke ruangan ku.

———-

Tiga hari kemudian…

Saat ini aku masih berada di rumah sakit, di atas ranjang ku.

Aku bersyukur karena keadaan ku baik-baik saja. Tapi, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, di mana Onew-oppa? Kenapa dia tidak menjenguk ku? Aku sudah bertanya pada semua orang yang bertugas di rumah sakit ini, juga pada suster-suster yang kutemui, tetapi tidak ada seorang pun yang melihat Onew-oppa keluar dari sini. Itu berarti Onew-oppa masih berada dalam rumah sakit ini, kan?

Aku berbaring dan memejamkan mataku, membayangkan kira-kira dimana ia sekarang.

Tiba-tiba aku merasa seperti ada yang menghalangi sinar matahari dari jendela ruangan ku. Aku pun membuka mataku.

Seorang yeoja berpakaian serba hitam berdiri di samping ku. Wajah nya dingin dan putih.

“Neo… kau siapa??” aku merinding melihat penampilan yeoja ini.

“Aku adalah scheduler. Aku bertugas menjemput jiwa seseorang yang sudah mati.” jawab yeoja itu.

“Geureom, apa yang sedang kau lakukan di sini? Apa kau akan menjemputku?” tanya ku takut-takut.

Yeoja itu menggelengkan kepala nya seperti boneka yang kepala nya putus. (#plak readers: cut! cut! cut! author: mianhae nyelipin hal yang aneh-aneh =.=v)

“Anni… aku kesini untuk memberi-tahu mu sesuatu tentang Lee Jinki.” jawab nya.

Lee Jinki? Itu kan nama asli Onew-oppa! Apa yang diketahui nya tentang Onew-oppa??

“Apa itu??” tanya ku. Dia tidak menjawab. Malahan dia memberiku sebuah surat. Aku membuka surat itu dan membaca nya.

To: My dear, Yoonmi…

    Yoonmi-ya,

    Kalau kau membaca surat ini, berarti kau sudah sembuh.

    Oppa minta maaf karena oppa tidak bisa menemani mu saat kau bangun. Oppa juga minta maaf karena oppa tidak bisa menemani mu jalan-jalan lagi.

    Mulai sekarang, jangan pikirkan oppa lagi, carilah namja lain.

    Saranghae…

Air mata ku menetes. Kenapa Onew-oppa tega melakukan ini padaku?? Bukankah dia bilang dia mencintai ku?? Di mana dia??

“Lee Jinki menukar nyawanya untuk nyawa mu.” ucap yeoja itu seperti tau apa yang kupikirkan.

“Mwo?? Keojitmal! Kenapa dia melakukan itu??” aku mulai berteriak.

“Kau dengar sendiri, kan, kalau kau sudah tidak punya harapan hidup lagi? Dia merasa bersalah pada mu dan juga sangat mencintai mu, karena itu lah dia menukar kan nyawa nya.”

“Oppa…” air mata ku menetes deras.

“Itu saja yang ingin ku katakan, geureom…”, yeoja itu menghilang.

Aku tenggelam dalam kesedihanku.

———-

Hari ini aku sudah diperboleh kan keluar dari rumah sakit. Aku sudah menyiapkan barang-barang ku. Tinggal menunggu appa menjemput ku.

Aku duduk di kursi dekat ranjang ku dan memejamkan mata ku, berharap Onew-oppa masih hidup, dan memeluk ku sekarang. Ya, aku tahu itu mustahil…

Tiba-tiba aku merasakan kehangatan Onew-oppa di dekat ku.

“Haha… Onew-oppa, apa kah kau disini?” aku membuka mata ku, tidak ada siapa pun di ruangan ini. Aku kembali meneteskan air mata ku.

[End of Yoonmi’s POV]

———-

[Onew’s POV]

Yeoja yang sangat kucintai ini duduk di depan ku, tapi dia tidak bisa melihat ku. Dan aku tidak bisa memeluk nya seperti dulu lagi…

Sampai bertemu lagi di kehidupan selanjutnya…

———-

– END –

Sedihkah? T.T Enggak, ya? Ya, sudah deh. *ngeluarin golok* #eh Becanda ^^v

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Where’s My Angel?

  1. Hi, chingu….
    Kenalin, Miina Kim, istrinya Lee Jinki
    Lom sempet ganti marga, soalnya males ngurus gituan di kantor kelurahan..
    *apppppapaaaaannnnsseeehhh……
    *dibejek…

    Idenya bagus, chingu…
    Tapi kurang digali lagi pendeskripsian perasaan dua karakter utamanya
    Jadi readers biar bisa lebih merasakan apa yang dirasakan mereka
    dan ikut masuk dalam cerita…

    Tapi yang buat aku rada lucu, tuh si Scheduler kayak kurang kerjaan, deh
    Dia sempet-sempetnya nemuin si yeoja buat ngelaporin bahwa Jinki sudah berkorban
    dengan menukarkan nyawanya demi dia. Disitu, dia mau jemput arwahnya Jinki, kan? *garukkepala

    Keep writing, ya…
    Makin lama pasti makin baik, deh…
    Oke…! Siiipppp…!!!!

  2. Mngkin dari pndeskripsiannya yg kurang jd feelny g trlalu dpet, hhe
    tp buat suratny bravo dh dah bikin netesin air mata, :’)
    apapun ff nya asal maincast ny suamiku, jinki, pasti aku suka😀
    keep writing ajah buat author, dtnggu karya slanjutnya😉

  3. Aku bingung mau komen apa. Soalnya udah dibahas smua sma readers yg diatas aku xD
    Itu kan bisa buat pelajaran. Keep writing thor!😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s