Who is??? – Part 14

Who is??? Part 14

cover

Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

 

Hyejin pov

Aku memandangi fotoku bersama kai dan fotoku bersama minho oppa. Aku mendesah berat. Seandainya kai masih di sini, semuanya tidak akan serumit ini. saat ini, selain keadaanku dan minho oppa yang berubah, perasaanku padanya juga mulai berbeda. Aku merasa aneh kenapa bisa begitu, dulu aku memang berharap dia bukanlah oppaku karena aku benar-benar menyukainya, tapi dulu hal itu selalu kupandang konyol karena aku benar-benar yakin dia adalah oppaku, tapi sekarang keadaanya sudah berbeda.

Hyejin: kai, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus tetap di sini? Semuanya akan terasa berat bukan? Mungkin jika aku tinggal di jepang dengan oemma, aku bisa memulai hidupku yang baru. Hanya saja, hatiku masih ingin aku tetap di sini. Ottokhae?

Kupandangi langit-langit kamar yang aku tempati, sekarang hidupku sungguh tidak jelas, kuliahku berantakan dan keluargaku lenyap. Keluarga? Minho oppa selalu bilang kita adalah keluarga, dan setiap kata-kata itu terlontar dari mulutnya, semua keraguan yang muncul pasti akan lenyap begitu saja. Sekarang tentu tidak lagi, jika ia bilang begitu, maka aku akan semakin membencinya. Aku bahkan tidak tahu perasaanku sendiri, setiap mengingatnya aku akan kesal dan marah padanya, kemudian membencinya tapi setelah itu aku akan benar-benar merindukannya. Oppaku yang paling aku sayangi di dunia ini, tempat aku bersandar, temanku yang paling setia, oppaku yang paling penyayang, aku yakin tak ada oppa seperti dia di belahan dunia lain.

                                                                **********************

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, seperti biasa aku akan menyiapkan sarapan untukku , chanyeol beserta oemmanya, hanya saja sekarang chanyeol tak di sini jadi kami hanya sarapan berdua saja. Belakangan kondisi oemma chanyeol semakin membaik, dia adalah sosok seorang ibu yang sangat penyayang, sama seperti oemma kai, apakah semua ibu di dunia ini seperti mereka? Tapi kenapa setiap sosok ibu yang aku miliki, tak pernah aku tahu seperti apa?

Oemma chanyeol: kenapa chanyeol belum kembali? Bukankah seharusnya dia sudah kembali semenjak tadi malam?

Hyejin: ahjumma tidak perlu khawatir, aku yakin chanyeol akan baik-baik saja.

Oemma chanyeol: aigo… aku sangat mengkhawatirkannya.

Hyejin: setelah ini, apa rencana kalian?

Oemma chanyeol: aku dan chanyeol masih memiliki sedikit tabungan, kami akan menyewa rumah atau apartemen kecil, aku akan membuka sebuah usaha kecil.

Hyejin: jeongmal?

Oemma chanyeol: ne, rencananya aku dan chanyeol akan membuat sebuah café.

Hyejin: jika nanti aku berkunjung ke seoul, aku akan pergi ke café kalian.

Oemma chanyeol: tentu saja, kau harus datang, jika tidak. Aku akan memaksa minho membawamu ke sana.

Hyejin; mungkin tidak. Aku rasa setelah ini aku tidak akan bertemu dengan minho oppa lagi. lebih tepatnya, aku tidak akan menemuinya.

Oemma chanyeol: wae? kau sangat merindukannya, bagaimana bisa kau menghindarinya?

Hyejin: aku sudah cukup mengacau dalam keluarga choi, aku tidak mau kedatanganku membuat keadaan semakin memburuk.

Oemma chanyeol: terkadang hal yang terjadi tidak seperti yang kita bayangkan. Tidak baik berspekulai terhadap hal-hal yang bahkan tidak kau yakini akan terjadi.

Hyejin: ne, arraseoyo…

                                                                ******************

Minho pov

Aku melihat imyeol dalam kondisi yang sangat buruk menurutku. Dia sangat berbeda saat dulu masih bersamaku. Aku benar-benar merasa menjadi orang yang kejam. aku rasa chanyeol sengaja menyuruh kami di mobil yang sama berdua saja, mungkin agar aku bisa berbicara dengan imyeol, atau sekedar meminta maaf atas perbuatan burukku padanya. selama perjalanan aku hanya diam, tak berani memulai apapun, suasana hangat diantara kami yang dulu sangat aku sukai, kini berubah begitu dingin.

Imyeol: kau tidak perlu merasa bersalah.

Belum sempat aku menyembunyikan kegelisahanku, dia sudah menebaknya.

Minho; mianhae…

Hanya sepatah kata itu yang bisa aku lontarkan, seandainya aku bisa, aku ingin mengucapkan ribuan kata halus agar ia mengerti perasaanku dan tidak menyakiti perasaannya, tapi aku benar-benar tidak bisa.

Imyeol: semuanya sudah terjadi, tidak ada yang perlu kau sesali. Biar bagaimanapun ini bukan salahmu seutuhnya. Aku tahu kau melakukan semua ini semata-mata untuk melindungi hyejin. Ah… aku iri dengan hyejin, dia memiliki dirimu yang sangat mencintainya, dia memiliki kai yang rela melakukan apapun untuknya, dia memiliki key, onew, dan taemin yang sangat menyayanginya.

Minho: tapi sepertinya dia tidak menyadari hal itu.

Imyeol: sifat kekanakkannya membuatnya sulit menyadari perhantian dan kasih sayang orang-orang di sekitarnya.

Minho: tapi aku benar-benar telah menyesal, aku benar-benar menyesal menyakitimu. Sejujurnya aku juga belajar mencintaimu selama kita berpacaran, tapi usahaku tidak pernah berhasil.

Imyeol: aku juga sudah berusaha membuatmu mencintaiku, aku memberikan segalanya untukmu, tapi pada akhirnya aku gagal. Mungkin kau bukan jodohku, seperti kata chanyeol, bisa jadi di luar sana sedang menunggu seorang namja, seorang namja yang mencintaiku seperti yang selama ini aku harapkan. Aku akan menunggu dia mencariku. Aku yakin suatu saat nanti aku akan mendapatkan kebahagiaan yang aku impikan. Dan kau juga, jangan buat pengorbananku sia-sia, jangan sampai aku menyesal telah mengorbankan segalanya.

Minho: arraseo…

Imyeol tersenyum, sama cantiknya seperti dulu, tidak pernah berubah meskipun ia terlihat sangat berantakan saat ini.

Imyeol: chanyeol bilang dia akan bekerja di tempatmu.

Minho: ne, tapi tidak setiap hari.

Imyeol: gumawo, kau sudah membantunya. Aku tidak tega melihat adikku yang keren itu hanya menjadi seorang pengantar makanan cepat saji. Huh… seharusnya dari dulu aku menyuruhnya menjadi artis, mungkin sekarang dia sudah debut bersama EXO.

Minho: hahahahahahahaha kau ini, apa kau lupa? Chanyeol itu sangat manja, bagaimana bisa dia tahan dalam kungkungan training.

Imyeol: benar juga, dia pasti akan merengek padaku minta dijemput. Ckckckckckck sepertinya aku salah mendidik adikku.

Minho: anyio… kau sangat berhasil. Lihatlah dia sekarang, dia begitu berani mengambil keputusan dan tahu hal apa yang harus dia lakukan. dia bahkan memberiku saran yang dengan mudahnya mempengaruhiku.

Imeyol: jadi aku harus bersyukur?

Minho: tentu saja.

Imyeol: kalau begitu aku akan menyuruhnya meluruskan rambut.

Minho: wae?

Imyeol: agar dia terlihat lebih dewasa. Kau tidak lihat? Rambut keriting itu membuatnya terlihat begitu imut, aku benar-benar ingin mencubit pipi chubbynya…

Minho: hahahahahahahaha aku masih ingat saat kau mencubit pipi chanyeol dan dia marah besar padamu.

Imyeol: dia bahkan tidak menyapaku selama seminggu penuh meskipun selalu menumpang denganku setiap pergi kuliah.

Selama perjalanan kami sibuk berbagi cerita seru dan lucu, rasanya tak ada hal buruk yang telah terjadi antara aku dan imyeol. Menjadi temannya jauh lebih menyenangkan dari pada harus berstatus pacarnya. Saat berpacaran aku harus berfikir dua kali sebelum berbicara agar ia tidak tersinggung, tapi sekarang aku bisa mengatakan apapun padanya.

                                                                *****************************

Hyejin pov

Aku duduk di teras villa, menatap langi sore yang datang dengan sedikit mendung. Tak lama kemudian kulihat sebuah mobil datang, mobil yang sangat aku kenal. Chanyeol keluar dari mobil itu sambil tersenyum, aku lega melihatnya, itu menandakan tidak terjadi hal buruk. Kemudian kulihat onew oppa keluar dari pintu kemudi, aku berlari mengejarnya dan langsung memeluknya. Aku sangat merindukan oppaku yang satu ini, dia yang selalu melindungiku dengan caranya sendiri.

Onew: aigo… kau sangat merindukanku?

Hyejin: ne. kenapa oppa lama sekali? Aku benar-benar khawatir telah terjadi hal buruk.

Onew: oppa hanya menunggu waktu yang tepat.

Hyejin: cih… selalu saja berfikir panjang.

Key: jadi kau hanya merindukan onew? Padahal aku yang paling keren.

Aku melepaskan pelukanku dari onew oppa, beralih memeluk key oppa.

Hyejin: aku juga sangattttttt merinduka oppaku yang cerewet ini.

Key oppa tersenyum bahagia, aku sangat menyayangi oppaku yang satu ini, dia selalu berbicara sepanjang waktu dan melakukan segalanya.

Taemin: aish… sayang sekali. Padahal tadi aku fikir aku yang akan paling dirindukan.

Aku tertawa geli melihat ekspresi imut taemin oppa dan kemudian beralih memeluknya.

hyejin: aku sangat merindukan oppaku yang paling imut ini.

Dia tersenyum dan balas memelukku.

Chanyeol: sampai kapan acara peluk memeluk ini berakhir? -_-

Aku tertawa selepas dari taemin oppa. Tak lama kemudian muncul satu mobil lagi, aku tahu persisi siapa pemilik mobil itu, mobil yang selalu aku tumpangi kemanapun aku pergi. Kemudian keluar dari sana imyeol oennie bersama oppaku. Haruskah aku menyaksikan pemandangan seperti ini?

Mereka mendekat ke arah kami,

Key: kau tidak merindukan oppa yang ini?

Minho oppa hanya tersenyum,

Minho: sebaiknya kita masuk, sebentar lagi hujan.

                                                                                *****

Hyejin pov

Aku hanya diam, tak berani berbicara apapun, begitupun suasana makan malam ini. kulihat sekelilingku masih sibuk dengan makanan masing-masing. Kulihat chanyeol oemma yang diam tak ada reaksi pada putrinya yang sudah duduk di sebelahnya, aku bingung bagaimana bisa seorang ibu dan seorang anak bertingkah seperti itu.

Key: jadi apa rencanamu setelah ini chanyeol?

Chanyeol: aku akan membawa noona dan oemmaku kembali ke seoul, kami akan mencari sebuah rumah di sana kemudian membuka sebuah usaha kecil.

Taemin: jeonmal? Usaha apa?

Chanyeol: aku dan oemma berencana membuka café.

Key: lalu kau sendiri imyeol?

Imyeol: aku akan membantu oemma dan adikku di café sembari melanjutkan kuliahku.

Onew : semoga usaha kalian berjalan lancar.

Chanyeol: ne, dan kalian semua harus sering-sering datang ke café kami supaya pengunjungnya juga ramai. Kehadiran kalian bisa menggaet yeoja-yeoja.

Key: ckckckckckckck kau memanfaatkan kami sebagai lahan bisnismu?

Chanyeol: kebetulan kan hyung, tidak ada salahnya. Lagi pula sekarang aku adalah kepala keluarga di keluargaku, aku bertanggung jawab atas oemma dan noonaku, karena itu bisnisku harus lancar agar kami bisa menata hidup kembali.

Key: ckckckckckckckck chanyeol sudah banyak berubah.

Taemin: kau sendiri hyejin? Kau akan ikut dengan kami kembali ke seoul kan?

Key: tentu saja, kemana lagi dia akan pergi?

Hyejin: anyio, aku tidak akan kembali ke seoul, aku akan pergi ke jepang dan tinggal bersama oemma kai.

Sontak semua orang yang ada di meja makan menatapku tak terkecuali chanyeol dan oemmanya, meskipun mereka sudah mengetahui hal ini, mereka fikir aku akan pergi secara sembunyi-sembunyi.

Onew: sudahlah, nanti kita bicarakan lagi, sekarang selesaikan dulu makan malamnya.

                                                                ***********************

Hyejin pov

Aku tidak bisa tidur, tentu saja, pertemuanku dengan minho oppa benar-benar mengacaukan fikiranku. Meski tak ada apapun yang terucap antara aku dan oppa, keberadaannya tetap mempengaruhi segalanya. Aku bangun dari tidurku, keluar dari kamar yang kutempati dan duduk ditangga villa.

Minho: kau bisa kedinginan…

Setelah  kalimat itu kudengar, kurasakan kehangatan dari selimut yang ia pasangkan di tubuhku. Masih seperti dulu, dia tidak berubah, melakukan segalanya untukku, terlalu perhatian padaku.

Kemudian minho oppa duduk di sebelahku,

Minho: tidak kusangka kau begitu cepat mengambil keputusan.

Hyejin: aku tidak punya alasan lagi untuk tetap di sini.

Minho: kalau boleh aku tahu, alasan apa yang bisa menahanmu?

Aku kaget mendengarkan pertanyaan itu, apakah itu benar-benar sebuah pertanyaan tanpa maksud lain?

Hyejin: molla, aku sendiri tidak tahu alasan apa yang aku butuhkan.

Minho oppa terkekeh pelan kemudian mengusap kepalaku lembut, hal sebenarnya sangat sering ia lakukan tapi kali ini hal itu membuat tubuhku panas dingin.

Minho: ternyata kau masih belum berubah.

Aku mendesah pelan.

Hyejin: arraseo…

Minho: jadi kau tetap pergi ke jepang.

Hyejin: jangan Tanya lagi.

Minho: wae?

Hyejin: semakin sering kau bertanya semakin kau membuatku semakin ragu.

Minho: kau bahkan tidak yakin dengan keputsanmu sendiri. Apa kau sudah memikirkan semuanya dengan baik?

Hyejin: aku tidak mungkin tetap di sini, aku sudah mengacaukan semuanya oppa.

Nada suaraku mengecil seiring kalimat itu keluar.

Minho: rasanya sudah lama sekali tidak mendengarmu memanggilku seperti itu.

Oh damn, aku bunuh diri. Seharusnya aku tidak memanggilnya oppa, tapi kebiasaanku kumat, kebiasaanku memanggilnya oppa sudah tak bisa dimaafkan lagi T.T

Aku hanya diam, tak berani berkomentar apapun.

Minho: tidak bisakah kau tetap di sini? Apa kau ingin meninggalkan semuanya? Aku dan para oppamu itu? . jika kau mengkhawatirkan appa, semuanya sudah terungkap, dan aku juga ingin meminta maaf atas nama appaku. Seandainya aku bisa, aku pasti sudah menahan appa untuk tidak mencelakai orang tuamu, hanya saja saat itu aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang terjadi. aku ingin sekali memberitahumu tentang siapa kau yang sebenarnya, tapi aku takut kau akan berubah dan pergi meninggalkanku seperti sekarang. mianhae telah membohongimu selama ini dan membawamu dalam kehidupanku yang rumit.

Kulihat ekspressi menyesal yang sangat mendalam di wajah maskulinnya, ahh… masih sama tampannya, tidak ada yang seindah wajahnya.

Hyejin: tapi aku masih belum bisa menjalani semuanya sendiri, aku bahkan belum tau apa yang akan aku lakukan ke depannya. Jika aku tetap di sini aku pasti akan merepotkanmu dan oppadeul. Belum lagi biaya kuliahku yang mahal, aku harus bekerja banting tulang untuk semua itu bukan? Aku belum siap dengan semua hidup keras itu. meskipun mungkin kisahku tak jauh berbeda dari chanyeol, ia jauh lebih beruntung karena ia seorang namja .

Minho kembali terkekeh

Minho: ternyata imyeol benar, kau masih terlalu kekanak-kanakkan untuk bisa merasakan kasih sayang dan perhatian orang-orang sekitarmu.

Hyejin: aku tahu, dan aku bisa meraskannya, tapi aku tidak mau terus merepotkan kalian. Meskipun aku kembali menjadi donsaengmu, semuanya tak akan sama lagi, pasti akan terasa aneh dan aku merasa membebanimu.

Minho: kalau begitu kau tidak usah jadi dongsaengku.

Hyejin: ne?

Minho: kau bisa menjadi nyonya choi, mungkin ini terlalu terburu-buru, tapi aku benar-benar tidak ingin kau pergi.

Hyejin: aku tidak mengerti.

Minho: kau ingat bukan tentang peraturan perusahaan yang mewajibkan seorang pemegang tahta harus memiliki istri?

Aku hanya mengangguk

Minho: aku sudah membatalkan pernikahanku dengan imyeol, sementara aku masih harus tetap memegang tanggung jawabku sebagai satu-satunya putra di keluarga choi. Jika kau menikah denganku, kau tidak perlu pergi atau bersusah payah menjalani hidupmu. Kita bisa menjalani hiduk kita seperti dulu lagi, kau tidak perlu merasa canggung dengan statusmu yang bukan siapa-siapa di keluargaku karena kau sudah secara otomatis menjadi bagian dari keluargaku. Aku tahu mungkin akan terasa aneh bagimu karena oppamu tiba-tiba menjadi suamimu. Kita jalani saja semuanya seolah tidak terjadi apapun, seolah kita masih seperti dulu, kau bisa belajar mencintaiku, aku tidak akan memaksamu. Jika nanti kau tidak bisa mencintaiku dan menemukan orang yang kau cintai, kau boleh pergi, aku tidak akan menahanmu.

Hyejin: jika pada akhirnya aku harus pergi, kenapa kau masih menahanku? Bukankah itu artinya kita juga akan tetap berpisah pada akhirnya?

Minho: arrayeo, aku hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu, dan mencoba meraih kemungkinan-kemungkinan kecil darimu.

Hyejin; aish…michigata…

Minho: wae?

Hyejin: YA! choi minho! Kenapa kau selalu seperti ini? kau benar-benar membuatku gila…

Minho: YA!

Hyejin: aku tidak akan pergi.

Aku berbalik berlari meninggalkannya, tapi saat aku baru saja akan memasuki pintu kamarku onew oppa sudah berdiri sambil melipat tangan di dadanya.

Onew: ckckckckckckck kalian tidak berubah.

Hyejin : oppa…

Onew: tidak bisakah cari tempat lain untuk bicara?

Hyejin: kau mendengar semuanya?

Onew : tentu saja.

Aku hanya menunduk malu.

Onew: kalau begitu, saat kembali ke seoul kau harus tinggal denganku.

Minho: wae? dia bisa tinggal di rumahku.

Onew: yasudah biar hyejin yang memutuskan.kau ingin tinggal di rumah key yang cerewet itu, atau tinggal bersamaku dan taemin, atau  Kau ingin tinggal di rumah minho dengan resiko…

onew oppa menyipitkan matanya dengan ekspresi yang aneh dan aku mengerti maksudnya,

hyejin: kalau begitu aku tinggal dengan onew oppa.

Onew: good job, now hug me…

Onew oppa melebarkan kedua tangannya dan tanpa basa-basi aku langsung memeluknya.

Minho: YA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Onew: sekarang dia bukan dongsaengmu lagi, tapi dongsaengku. Ah… hyejin, sebelum kau resmi menjadi istri minho, namamu adalah LEE HYEJIN arrachi…

Aku mengangguk setuju membuat minho oppa semakin geram.

Onew : sudah malam, sebaiknya kau tidur. Aku tidak mau dongsaengku pacaran sampai larut malam.

Aku mengangguk dan berlalu meninggalkan minho oppa dengan ekspresi terkejutnya yang lucu.

                                                                *********************************

Hyejin pov

Aku tertidur di perpustakaan seperti biasanya sampai akhirnya kurasakan sebuah pukulan keras di kepalaku.

Hyejin: YA!!!!!!!!!!!!!!

Aku berteriak keras membuat perhatian seisi perpustakaan tertuju padaku dan sunhwa yang ternyata adalah oknum yang telah berbuat semena-mena padaku. ia menarikku keluar dari perpustakaan dengan naasnya membuat aku terlihat seperti korban perampokan.

Sunhwa: YA! sampai kapan kau akan tidur di perpustakaan? Kau bahkan belum belajar sedikitpun! Apa kau lupa kita sore ini ujian?

Hyejin: aku sudah belajar di rumah.

Taemin: dia berbohong.

Dengan tiba-tiba taemin oppa muncul di balik tubuh sunhwa membuatnya terkesan seperti sodako.

Hyejin: ck… dasar ember. Padahal aku sudah menyogoknya pagi ini T.T

Taemin: kau memberiku nomor yang salah, itu bukan nomor ponsel na eun, tapi hyorin noona T.T

Hyejin: ah… mian oppa, aku fikir kau minta nomor hyorin oenni karena semalam kau dan onew oppa bergosip tentang dia.

Sunhwa: jeongmal? Apa yang mereka gosipkan?

Hyejin: mereka menggosipkan hal-hal yang liar.

Taemin: YA!

Taemin oppa dengan teganya menjitak kepalaku.

Hyejin:ck… aku tidak perlu belajar, seminggu lagi aku kan juga akan menikah, untuk apa lagi aku belajar?

Sunhwa: aku tidak menyangka minho oppa memiliki calon istri yang pemalasnya sungguh tingkat dewa.

Taemin: apa kau sudah mengecek gedungnya?

Hyejin: ne, semuanya sudah OK. Hanya tinggal mencoba gaunnya saja. Minho oppa terlalu sibuk jadi kami tidak bisa pergi ke butik padahal aku sudah membuat janji dengan pemilik butik itu. semoga saja ia tidak menjual gaunku.

Taemin: kenapa kau tidak pergi denganku atau key hyung saja? Atau kau bisa pergi dengan sunhwa.

Hyejin: kalau aku pergi denganmu, aku takut kau akan terpesona padaku saat melihatku dalam balutan gaun indah itu ~

Taemin: -_- aku benar-benar tidak menyangka pernah menyukai yeoja sepertimu. Aku menyesal T.T

Hyejin: sudahlah oppa, kau tidak perlu bersedih, meskipun kau tidak bisa memilikiku kau masih bisa menjadi oppaku, aku tahu kecantikanku ini sudah membuat namja-namja terpesona ~

Taemin: plaaak…

Taemin oppa menjitak kepalanya sendiri.

Taemin: aish… aku bisa gila jika terus berbicara denganmu, kenapa otakmu semakin geser?

Hyejin: bukankah itu semua ulahmu? Kau selalu menjitakku dengan semena-mena

Sunhwa: kalian sama saja. -_-

Taemin; jangan lupa, malam ini aku akan pementasan.

Hyejin: oppa tidak perlu khawatir, aku akan datang dan membawa buket bunga yang sangat besar. Apa kau gugup?

Taemin: ne…

Hyejin: sini biar aku peluk…

Aku bersiap-siap memeluk taemin oppa sampai akhirnya aku rasakan seseorang menarik tanganku menghentikan niat baikku.

Minho: YA! kalian sedang apa?

Hyejin: tidak sedang apa-apa, kau menggagalkan niat baikku oppa -_-

Minho: MWO? niat baik?

Sunhwa: oppa, aku rasa hyejin butuh penenangan, kau tidak bisa membiarkannya berlama-lama dengan taemin oppa karena dia akan semakin gila.

Minho oppa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Minho: kaja, kita harus ke butik untuk mengecek gaunnya.

Sunhwa: tapi kita ada ujian sore ini.

Minho: untuk apa lagi hyejin ikut ujian?

Aku tersenyum bahagia.

Hyejin: kaja oppa.

Aku menarik lengan minho oppa dan membawanya pergi dari kungkungan sunhwa yang terus memaksaku ikut ujian.

Selama perjalanan menuju butik aku dan minho oppa sibuk membicarakan perihal pernikahan kami dan kesibukan minho oppa .

Minho: apa kau jadi pergi ke acara opera taemin?

Hyejin: ne, aku sudah janji dengannya, ah… aku juga harus membelikan buket bunga yang sangat besar untuknya.

Minho: nanti saja biar aku yang belikan.

Hyejin: oppa juga ikut?

Minho: aku tidak enak dengan taemin  jika aku tidak datang.

Hyejin: atau kau takut aku akan macam-macam dengan taemin oppa?

Aku mengedip centil ke arah minho oppa membuat tawanya meledak.

Minho: aku tahu kau tidak akan macam-macam.

Hyejin: apa oppa tidak akan kelelahan? Besok kau juga harus mengikuti upacara kelulusanmu.

Minho: kuenchana…

Hyejin: tadi oemma menelfonku.

Minho: oemma yang mana?

Hyejin: tentu saja oemmamu -_- memangnya oemma yang mana lagi?

Minho: oemma menelfonmu?

Hyejin: ne, beliau bilang dia sangat senang dan sudah menyiapkan hadiah untuk kita.

Minho: semoga bukan hal yang aneh.

Hyejin: hal yang aneh?

Minho: ne, seperti tiket bulan madu, atau lingeri, atau obat penambah tenaga atau…

Hyejin: YA! oppa!

Minho: aku bercanda, tapi bisa jadi salah satu diantara benda itu. kau tahu sendiri oemma seperti apa.

Hyejin: kulihat belakangan oemma mulai berubah.

Minho: oemma sudah berhenti bekerja.

Hyejin: jeongmal?

Minho: ne, suaminya yang minta begitu.

Hyejin: mungkin akan lebih bagus jika ia berhenti sejak dulu.

Minho: sudahlah jangan disesali lagi.

                                                                ***********************

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “Who is??? – Part 14

  1. Ini belum endkan author
    Mamanya MinHo kerja apa sampai mereka bersyukur MinHo omma berhenti bekerja
    Apa yang akan terjadi nantinya?
    Ditunggu kelanjutannya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s