He is Taemin, not Just Taemin – Part 3

He is Taemin, not Just Taemin part 3

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

Selesai makan minho tidak mengijinkanku membereskan sisa hasil peperangan memasak kami, dia bilang hanya buang-buang waktu kemudian meminta pelayannya datang dan membersihkan. Sementara itu ia mengajakku duduk di balkon kamarnya yang luas.

Hyejin: sepertinya orang tuamu memang sangat sibuk.

Minho: aku bahkan belum bertemu mereka sejak 2 bulan kemarin.

Hyejin: kau pasti kesepian. Tapi kau masih punya teman-temanmu. Ada jonghyun dan key.

Minho: mereka hanya teman di saat senang saja. kalau untuk berbagi, mereka akan hilang entah ke mana

Hyejin: memang seperti itu manusia, mereka hidup untuk kesenangan, karena hidup memang untuk dinikmati.

Minho: hari ini jauh lebih menyenangkan dari hari-hari sebelumnya.

Hyejin: menurutku setiap hari itu menyenangkan.

Minho; termasuk saat kau jatuh?

Hyejin: tentu, karena ketika kau terjatuh, kau harus bersyukur terhadap pelajaran yang di berikan agar kau tidak terjatuh di lubang yang sama.

Minho: mulutmu itu benar-benar luar biasa, kadang-kadang kau bisa terdengar begitu bodoh, lucu dan cerewet, tapi terkadang kau terdengar sangat dewasa dan pengertian.

Hyejin: tidak perlu terlalu terpesona padaku ^^

Minho kembali tertawa.

                                                                                                ***********

Hyejin pov

Aku dan taemin pulang lebih telat karena aku bersikeras menemaninya mencari bahan tugas. Meskipun aku tidak membantu tugas kelompok kami sama sekali, setidaknya aku bisa menemaninya bukan?

Kami berjalan pelan di koridor utama tempa terhoror, seperti biasa aku akan berjalan sangat dekat dengan taemin karena aku sangat takut.

Taemin: kau masih takut? padahal kau juga sering pulang sendirian melewati koridor ini.

Hyejin: tapi aku tidak pulang setelat ini, kau lihat, sekarang sudah hampir malam.

Taemin: belakangan ini aku sering melihatmu bersama minho, apa terjadi sesuatu diantara kalian?

Hyejin: jangan berfikir yang aneh-aneh. Aku hanya berteman dengannya.

Taemin: apa kau menyukainya?

Hyejin: yeoja mana yang tidak suka dengan minho?

Taemin: ternyata kau masih sama saja. ckckckckckckckck

Hyejin: makanya, kau cari yeoja chingu sana!

Taemin: aku tidak punya waktu untuk permainan semacam itu.

Saat kami sampai di halte depan sekolah, taemin langsung mendapat busnya sedangkan aku duduk di halte sendirian menunggu bus yang biasa aku tumpangi untuk pulang.

Drt…drt…drt…

Aku menatap layar ponselku, tidak ada namanya, siapa yang menelfonku?

Hyejin: yeoboseo…

“….”

Hyejin : kau siapa?
“…..”

Hyejin: gae in? kenapa suaramu jadi aneh? kau terkurung di ruang kesehatan?

“….”

Hyejin: tunggu aku di sana! aku segera datang!

Tanpa fikir panjang aku langsung menuju ruang kesehatan, gae in, bagaimana bisa dia terkurung di sana?

Saat aku membuka pintu ruangan kesehatan, aku heran kareana ternyata pintu itu tidak terkunci. Apa benar gae in terkurung di sini? Atau jangan-jangan itu bukan gae in? mungkin saja orang iseng. Sebelum melangkan masuk, aku meraih ponselku dan mencoba menghubungi nomor gae in, bukan nomor asing yang tadi menghubungiku.

Hyejin: gae in, kau di mana?

“….”

Hyejin: di rumah?

Tiba-tiba saja seseorang merenggut paksa ponselku kemudian menarikku ke dalam ruang kesehatan lalu  mengunci pintunya.

Hyejin: siapa kalian? Kembalikan ponselku!

Aku melihat beberapa murid yeoja di sana, mereka sibuk memeriksa ponselku.

Murid2: kau juga berpesanan dengan minho? telfonan juga? Apa ini? foto berdua?

Hyejin: wae? minho itu temanku!

Murid: jangan macam-macam denganku! tidak ada yang boleh dekat-dekat dengan minho!

Hyejin: memangnya kau siapanya minho? perasaan minho tidak pernah bilang dia punya kekasih.

Murid1: sudah jangan banyak bicara! Kau berisik sekali!

Hyejin: maafkan aku, tapi aku benar-benar tidak ada urusan dengan kalian, aku harus segera pulang. Permisi…

Aku berusaha berjalan melewati mereka tapi kemudian mereka justru menarikku dan mulai menjambak rambutku dengan semena-mena. Aku bisa rasakan mereka juga mulai memukulku.

Braaakkk…

Beberapa saat kemudian Aku mendengar suara pintu yang di buka paksa, kemudian aku melihat seseorang berdiri di sana dengan wajah geramnya.

Murid4: minho…

Suara yeoja itu terdengar pelan kemudian mereka mulai melepaskan tarikannya dari tubuhku.

Minho: apa yang kalian lakukan?

Murid: hanya memberi pelajaran.

Minho: bukankah kau tahu kekerasan di larang di sekolah ini?

Murid2: aku tidak suka dia dekat-dekat denganmu.

Minho: memangnya kau siapa  melarang orang untuk dekat denganku?

Murid4: kami adalah fansmu, seharusnya kau mendukung kami.

Minho: tapi kalian sudah keterlaluan.

Murid1: sebaiknya kau urus murid lain saja, tadi aku lihat ada yang berkelahi di ruang senam.

Minho: yang ini lebih penting. Sekarang pulanglah! Lepaskan dia!

Murid3: kau sungguh tak adil minho, jika memang ingin menegakkan keadilan, kau hentikan dulu murid-murid lain itu, sepertinya pertengkaran mereka lebih penting dari pada yeoja bodoh ini.

Murid1: kami sudah konsisten menjadi fansmu, tidak ada satu yeojapun boleh dekat denganmu.

Minho: memangnya kau berhak mengatur hidupku?

Murid4: seberapa penting yeoja ini sampai kau begitu bersikeras ingin menolongnya?

Minho: dia yeojachinguku.

Semua murid itu melongo mendapati ucapan miho barusan, tak terkecuali aku. yeojachingu? Yang benar saja.

Murid: dia? Yeoja chingumu? Dia bahkan lebih bodoh dan sangat jelek!

Minho tidak menjawab , ia malah berjalan menghampiriku.

Minho: kuenchana?

Minho menangkap kedua wajahku dengan telapak tangannya dan menatapku teduh. Ada apa dengannya? Jangan seperti ini, dia bisa membuat aku mati mendadak terkena serangan jantung. Apa dia tidak tahu jika perbuatannya sudah membuat dadaku bereaksi tidak wajar?

Minho: kaja…

Minho beralih membantuku berdiri kemudian menggendongku di punggungnya, aku diam tak berani berkomentar, terlalu larut dalam pemikiranku sendiri.

Minho membawaku ke rumahnya lagi, kami duduk di sofanya kemudian dia mulai sibuk mengobati luka di wajahku dan beberapa goresan.

Minho: huh… aku rasa mereka benar-benar keterlaluan.

Hyejin: bagaimana dengan murid namja yang bertengkar di ruang senam? Apa kau tidak ingin menyelesaikan mereka?

Minho: kau jauh lebih penting.

Ucapan minho sukses membuat wajahku memerah sempurna. Aku merasa benar-benar beruntung hari ini. minho seperti pahlawan di dongeng yang sering aku baca, dan dia sangat keren ><

Hyejin: gumawo…

Minho hanya tersenyum sambil terus sibuk memasang plester di dahiku.

Hyejin: aku benar-benar tidak mengerti dengan mereka.

Minho: sudahlah, tidak perlu kau fikirkan.

Hyejin: tapi kita masih punya masalah.

Minho: masalah apa?

Hyejin: kau bilang pada mereka jika aku adalah yeoja chingumu. Aku yakin besok gossip itu akan merebak keseluruh penjuru sekolah.

Minho: lalu?

Hyejin: lalu? Kau Tanya lalu? Tentu saja ini masalah. Kita hanya berteman, orang-orang akan salah sangka.

Minho: memangnya kau tidak suka menjadi yeojachinguku?

Hyejin: ne?

Minho: padahal aku sangat berharap bisa menjadi namjachingumu.

Hyejin: tapi aku, aku choi hyejin dan kau adalah choi minho.

Minho: aku masih ingat nama kita, kau tidak perlu mengingatkanku.

Hyejin: kau yakin ingin menjadi namjachinguku? Aku tidak cantik, dan yang pasti aku tidak pintar.

Minho: sejak awal aku sudah tertarik padamu, bahkan sebelum aku melihat wajahmu. Aku menyukaimu karena kepribadianmu, bukan hal lain.

Aku hanya menunduk malu, minho benar-benar memujiku habis-habisan, seumur hidupku hanya oemma dan appa yang selalu memujiku seperti ini.

Minho: ottae? Kau mau kan jadi yeojachinguku?

Aku mengangguk malu dan sukses membuat minho tersenyum.

Minho: kalau begitu sebaiknya sekarang kau kuantar pulang, orang tuamu pasti khawatir.

                                                                                *************

Taemin tiba-tiba menarikku dan membawaku ke atap sekolah yang sepi.

Hyejin: YA! ada apa denganmu? Pagi-pagi sudah menyeretku.

Taemin: apa benar kau pacaran dengan minho?

Hyejin: kau tahu berita darimana? Ternyata taemin yang sekarang sudah tidak kudet lagi😄

Taemin: aku serius.

Hyejin: itu benar.

Taemin: kenapa kau tidak cerita padaku?

Hyejin; semuanya mendadak

Taemin: apa ini?

Taemin menyibak poni yang sedari tadi menutupi plester yang melindungi lukaku.

Hyejin: aku di bully kemarin.

Taemin: MWO? kau baik-baik saja? kenapa tidak menelfonku?

Hyejin:Aku tidak sempat, lagi pula minho sudah muncul terlebih dulu. Kau tahu? Kemarin aku benar-benar merasa dalam sebuah cerita dongen. Seorang pangeran menyelamatkanku, membawaku ke istananya dan memintaku menjadi pendampingnya, haah romantis sekali J

Taemin: YA! berhentilah menjadi drama queen.

Hyejin: tapi kenyataannya memang begitu. Wae? tidak suka?

Taemin: jika aku lihat-lihat, minho memang namja keren dan dia adalah impian semua yeoja. Tapi kau? Apa yakin dia menyukaimu? Dia tidak main-mainkan?

Hyejin: sepertinya dia tulus, lagi pula kita bisa dapat keuntungan dari semua ini. kau tahu? Tidak akan ada lagi yang membully kau dan aku. orang-orang pasti takut karena aku adalah kekekasih minho, dan kau adalah sahabat kekasih minho, jadi tidak akan ada yang berani mengganggu kita lagi.

Taemin:itu bukan hal penting bagiku.

Hyejin: mwo? kau bilang tidak penting?

Taemin: aku berharap dia benar-benar bersungguh-sungguh denganmu.

Hyejin: jangan khawatir, aku sudah cukup mengenal minho, aku bahkan tahu rumahnya. Kalau dia macam-macam, aku akan berdemo di depan rumahnya.

Taemin hanya tersenyum pelan.

Taemin: aku senang ada yang bisa menjagamu.

Hyejin : aku tidak menyangka seorang minho bisa terpesona padaku.

Taemin: -_- kau sungguh narsis.

                                                                ************************

Gae in dan nara berteriak tidak jelas saat mereka baru saja memasuki ruangan kelas, mereka langsung menghampiriku. Aku rasa aku akan terkena masalah dengan dua kutu ini. mereka adalah fans berat choi minho -_-

Gae in: YA!apa benar kau sudah menjadi yoejachingunya si minho?

Aku hanya mengangguk menunduk. Kemudian kedua makhluk itu duduk di sebelahku menyingkirkan taemin yang sedari tadi sibuk dengan bukunya.

Hyejin: mianhae…

Hanya itu yang bisa aku ucapkan, tak bisa kubayangkan semprotan dari mulut judes mereka setelah ini.

Gae in: kapan-kapan kau harus mengajak kami pergi bersamamu, suruh minho ajak key dan jonghyun, ottae?

Hyejin: ne? kalian tidak marah?

Nara: memang aku kesal padamu, tapi setelah kupikir-pikir minho itu memang sulit. Setidaknya jika kau berpacaran dengan minho, aku bisa mendekati key, kau tahu sendiri dia adalah teman dekat minho. key tidak kalah keren dari minho.

Gae in: dan aku bisa mendekati jonghyun.

Hyejin: terserah kalian saja.

Mereka melonjak kegirangan tidak jelas sedangkan aku hanya menggeleng-geleng tidak percaya.

                                                                                *************

Minho pov

Aku menatap hyejin lekat, dia tengah sibuk mengemut lollipop kesukaannya. Yeoja ini sungguh unik, dia punya kepribadian yang luar biasa menurutku. Terkadang dia sangat childish dan cerewet, bicara tidak jelas dan kadang tidak masuk akal, tapi terkadang juga sangat berwibawa.

Hyejin: jangan menatapku terus, kau bisa semakin jatuh cinta padaku.

Aku terkekeh pelan mendengarkan ucapannya, satu lagi, dia juga sangat narsis.

Minho: aigoo,… hari ini sungguh menyenangkan.

Aku merebahkan tubuhku dan berbantalkan paha hyejin yang tengah duduk santai bersandar di sebuah pohon besar yang ada di sekolah, pohon besar tempat aku sering memergoki orang berpacara. Jangan khawatir, semua orang sudah pulang sekarang.

Hyejin: hari ini cerah sekali. Bagaimana kabar kuku?

Minho: dia pipis di ranjangku, karena ulahnya aku harus tidur di kamar tamu.

Hyejin: jeongmal? Aku tidak bisa bayangkan betapa kesalnya dirimu.

Minho: aku hampir saja memakannya?

Hyejin: euhh… kau jangan jadi kanibal.

Minho: kanibal? Aku bukan kucing hyejin.

Hyejin: aku fikir kau kucing yang terjebak di tubuh seorang namja.

Minho: kau terlalu banyak menonton film fiksi.

Hyejin: apa orang tuamu sudah pulang?

Minho: sudah, semalam kami sempat mengoborol.

Hyejin: benarkah? Pantas saja kau terlihat begitu bahagia.

Minho mulai terlelap di pangkuangku, dasar tukang tidur. Aku menatap wajahnya yang begitu tampan, kemudian menyampirkan beberapa poninya yang meghalangi pemandanganku menatap wajah tampannya. Ah… beruntungnya aku.

Hyejin: kau mancung sekali.

Aku mencubit pelan hidungnya yang justru membuat minho terbangun .

Minho: aish… kau usil sekali.

Kemudian ia duduk di sebelahku.

Hyejin: kau seenaknya tidur meninggalkan kekasihmu sendirian? Tidak bisa minho, jangan harap.

Minho: arraseo…

Hyejin: kenapa kau tidak masuk kelas khusus saja? di sana semuanya orang-orang pintar dan kau juga pemiliki sekolah ini.

Minho: aku tidak suka berada diantara orang-orang kaku itu. aku akan mati bosan dan tidak bisa bertemu denganmu.

Ia mencubit pelan pipiku.

Hyejin: kenapa suka sekali mencubit pipiku? Kau bisa membuat pipiku melar.

Minho; kau tidak suka aku mencubit pipimu?

Hyejin: shiro!

Cup~

Tiba-tiba saja kursakan bibir  minho mengecup lembut pipiku. Oh gosh… aku mati saja T.T

Minho: kalau seperti ini ottae?

Aku hanya menunduk malu.

Minho: kaja, kita pulang, nanti oemmamu bisa marah besar jika anak gadisnya ku larikan.

                                                                                ***************

Taemin pov

Mr.kang: tuan, kondisimu masih lemah, dokter bilang kau kurang istirahat. Sebaiknya di sini dulu sampai kondisimu membaik.

Aku hanya mendesah pelan sebagai jawaban tak suka, tapi aku juga tidak bisa melawannya karena kondisiku sedang sakit. gara-gara terlalu sibuk bekerja toko bunga, aku jadi sakit karena kelelahan. Sekarang di sinilah aku tertidur di kamar pasien yang lebih mirip kamar hotel. Aku sangat tidak suka di tempat seperti ini karena aku harus meninggalkan rooftop kesayanganku.

Drt…drt…drt…

Hyejin: YA! aku sudah di halte dekat rumahmu. Rumahmu di mana?

Taemin: mwo? apa yang kau lakukan di sana?

Hyejin: tentu saja membesukmu. Kudengar kau sakit, jadi aku datang untuk melihatmu. Di mana rumahmu? Aku sudah di dekat café *******.

Bipp…

Secaratiba-tiba aku mematikan ponselku, persetan dengan hyejin yang pastinya akan murka karena aku tiba-tiba memutuskan telfonnya. Ini kondisi darurat, aku sedang di rumah sakit sedangkan hyejin sudah ada di dekat rumahku.

Mr.Kang: ada apa tuan?

Taemin: antarkan aku ke rumahku sekarang!

Mr.Kang:tidak bisa tuan, kau masih sakit.

Taemin: ini darurat! Temanku sudah ada di dekat rumah.

Aku melepaskan semua peralatan medis yang tadinya menggerogoti tubuhku.

Mr.kang: aku akan mengantarmu

Dengan sigap Mr.kang membawaku kembali ke rooftop, dia melajukan mobilnya sangat cepat sehingga dalam waktu tak sampai 15 menit aku sudah di dekat rooftop. Sementara itu ponselku tidak berhenti bergetar karena hyejin yang terus menelfonku.

Saat sampai di dekat tempatku, aku melihat hyejin sedang berbicara dengan salah satu tetanggaku, dengan mengendap-endap aku menaiki tangga dan masuk ke dalam rooftop kemudian mengganti pakaian rumah sakit dengan kaos dan celana panjang.

Tok…tok…tok

Hyejin: taemin ini aku! apa kau di dalam? Kau baik-baik saja?

Bingo…

Aku sudah mendengar suaranya, sepertinya ia bertanya pada ahjuma tadi yang mana rumahku.

Taemin: masuklah.

Perlahan pintu itu terbuka, dan kulihat hyejin masuk kemudian melepas sepatunya. Diameletakkan semua kantong yang ia bawa di dekat pintu, aku tidak tahu apa saja yang ia bawa, tapi yang jelas jumlahnya sangat banyak. Kemudian ia menghampiriku yang masih duduk di atas kasur lipatku.

Hyejin: kau baik-baik saja?

Dia menyentuh dahiku lembut. Aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaannya.

Hyejin: kau sudah ke dokter? Apa kata dokter?

Taemin: sudah, dokter bilang aku hanya kelelahan.

Hyejin: syukurlah, aku fikir kau sakit yang macam-macam.

Aku hanya menatap hyejin, yeoja ini, dia sangat baik padaku. aku tidak menyangka aku bisa mengenalnya dan menjadi begitu dekat dengannya. Dalam sejarah hidupku aku selalu berusah menghindar dari orang-orang karena aku fikir hal itu tidak penting, tapi hyejin, aku bahkan tidak bisa jika tidak melihatnya sehari saja.

Hyejin: jadi kau tinggal di sini?
hyejin menatap sekeliling rooftopku yang tidak besar, ia membantu menyusun beberapa barang yang cukup berantakan.

Taemin: hanya ini yang bisa aku miliki.

Hyejin: kau bilang hanya ini? aku sangat ingin memiliki rooftop, tapi oemma malah tidak mau membuat rooftop di rumah. Semua itu juga kerena ulahku yang hampir terjatuh dari rooftop tetanggaku karena sering main di sana, alhasil, balkonpun aku tak punya.

Taemin: berhentilah mengeluh.

Hyejin: igoo. Oemma menyuruhku membeli semua ini untukmu.

Hyejin mulai sibuk membongkar semua kantong yang ia bawa, ada susu, roti, dan beberapa makanan lainnya. Tidak hanya itu, ia juga membawa bahan-bahan makanan untuk di masak. Ia menyusun semua makanan itu di kulkas kecil milikku kemudian mulai sibuk di dapur.

Hyejin: akan kubuatkan makan siang special untukmu.

Taemin: bagaimana sekolah hari ini?

Hyejin: seperti biasa. Hanya saja karena kau tidak ada, aku harus duduk sendirian dan menderita mencontek ke gae in karena kau tidak ada.

Taemin: gae in mau memberi contekkan?

Hyejin: sebagai imbalannya besok aku harus mengajaknya ke tempat minho latihan basket. Kau tahu sendiri minho latihan basket di kompleks rumahnya, dan pastinya di sana ada banyak namja kece yang tajir.

Taemin: ckckckckckck kenapa yeoja selalu gelap mata.

Hyejin: aku masih bisa melihat taemin. Meskipun minho memang seperti mereka, tapi aku bisa rasakan ketulusan darinya untukku.

Taemin: benarkah?

Hyejin: meskipun minho jelek dan tidak datang dari keluarga terpandang, aku akan tetap menyukainya karena kepribadian dan keromantisannya. Oh god, aku benar-benar menyukainnya.

Hyejin senyum-senyum sendiri selagi dia sibuk meghayalkan minho. tentang minho, aku tidak pernah mau ikut campur dalam urusan hidup hyejin, dia berhak memilih namja yang ia suka. Memang aku terpaksa merelakan waktuku bersama hyejin harus berkurang karena namja itu, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Hyejin: apa kau benar-benar tidak ingin punya yeojachingu?

Taemin: aku belum berfikir sampai ke sana. aku sangat sibuk, tidak punya waktu untuk hal semacam itu.

Hyejin: arraseo…

Tidak lama kemudian hyejin sudah selesai dengan masakannya. Aku benar-benar makan sangat banyak karena hyejin memaksaku makan semuanya, aku sampai sulit bernafas saking kenyangnya.

Kami duduk di luar , di ayunan yang ada di rooftop, aku sering tiduran di ayunan ini sambil mengerjakan tugas, sangat menyenangkan duduk di sini, anginnya membuat kita merasa sejuk.

Hyejin: taemin, apa kau tidak kesepian di sini sendirian setiap hari?

Taemin: sedikit.

Hyejin: seandainya saja dari dulu aku sudah berteman denganmu. Padahal kita sudah sekelas sejak tahun pertama.

Taemin: semua yang sudah berlalu tidak usah difikirkan lagi, bukankah sekarang kau sudah menjadi temanku? Itu sudah lebih dari cukup bagiku.

Hyejin: kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sedang sakit? kenapa aku harus tunggu kabar dari Mr.Park dulu?

Taemin: aku tidak mau merepotkanmu.

Plakk…

Hyejin tiba-tiba memukul kepalaku, aku meringis kesakitan karena memang pukulannya cukup keras.

Taemin: YA!

Hyejin: untuk saat ini kau sangat bodoh! Bukankah sudah kubilang, kalau ada apa-apa kau harus memberitahuku?!! Berapa kali aku harus memperingatkanmu?

Hyejin mulai  menaikkan nada suaranya membuat aku sedikit terkejut dengan aksinya.

Hyejin: apa bagimu aku masih seperti orang lain?!

Taemin: bukan begitu, hanya saja aku tidak mau kau jadi khawatir.

Hyejin: aku jauh lebih khawatir saat kau tidak datang ke sekolah tanpa kabar!

Hyejin menatapku dengan wajah marahnya, untuk pertama kali aku melihat hyejin marah. dia memang sering marah-marah tidak jelas, tapi kali ini ia benar-benar serius.

Ia menghembuskan nafasnya kasar kemudian berbalik membelakangiku.

Taemin: apa aku sebegitu penting bagimu?

Hyejin berbalik menghadap padaku wajahnya jadi semakin mengerikan.

Hyejin: cih… aku tidak percaya kau masih berfikir jika kau adalah orang lain bagiku.

Ia bergegas memasuki rooftop dan mengambil tasnya, pergi tanpa berpamitan padaku.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “He is Taemin, not Just Taemin – Part 3

  1. kyaaa uda donk hyejin ana taemin aja,minho uda kaya,ga punya pacar msh bnyk temen kan,cewe jg bnyk yg suka,ama taemin aja sih,,,jd hyejin w bawa taemin krumah ga jd pacara aku jadiin sodara deh,,,

  2. Ternyata HyeJin jauh lebih perduli terhadap TaeMin. Cara TaeMin itu sesuatu hanya untuk sembunyi dan masuk ke rooftopnya
    TaeMin asli kerja sendiri atau udah mapan

  3. Ini…… Keren……. Banget……😄 omo omo omo!!!!!!!!!!!!!!!!! Lanjut dong thor! Bikin triangle love antara minho, hyejin, n taemin😄

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s