Who is??? – Part 15 (END)

Who is??? Part 15 end

cover

Author: Lee Min cha
Length : sequel
Cast: Choi hyejin, Choi minho, kim jong in, Lee taemin, onew, key, imyeol, chanyeol, sunhwa and many more.
Genre: romance, family, friendship
Rating: general

Yohoo…. This is my latest ff ^^  ff ini adalah ffku yang ke 10, gumawo buat admin yang udah ngepost beberapa ff yang udah aku kirim #bow

Ff ini storynya g serumit yang sebelum-sebelumnya, soalnya ini ff selingan buat nenangin fikiran dari semua ff sedih yang udah sempet bikin mewek T.T . ceritanya juga g terlalu berat, tapi lumayan panjang -_- dan jadi ffku yang terpanjang.

Di beberapa part readers pasti bakalan mikir kalau main castnya si Kai, tapi sebenernya main castnya itu minho sama hyejin, jangan salah sangka ya readers.

Maafkan segala kesalahan tata bahasa dan typo #bow

Wish you like this…#bow

Happy reading :*

 

hyejin pov

aku memaksa na eun ikut ke acara opera denganku, walau awalnya ia benar-benar menolakku tapi dengan segala godaanku dia menyerah dan ikut denganku. aku tidak bisa bayangkan reaksi taemin oppa saat melihat yeoja ini duduk di bangku penonton denganku ^^ dan benar saja, selama pertunjukkan dia lebih focus melihat na eun dibanding penonton lain -_-

setelah acara opera selesai kami menghampiri taemin oppa, seperti janjiku padanya, aku membawakan buket bunga yang sangat besar, tapi dia malah lebih memilih sebuket kecil mawar yang di bawa na eun     -_-

hyejin: oppa, kau hebat sekali!

Taemin: ottae? Sayang sekali kau tidak lihat saat aku latihan.

Hyejin: mian, terjadi banyak sekali hal yang tidak diduga saat itu.

Taemin: minho hyung juga datang?

Key: biar bagaimanapun kau tetap dongsaengnya.

Taemin : gumawo hyung.

Minho oppa hanya tersenyum.

Hyejin: sebaiknya sekarang kita pulang, besok adalah acara kelulusan bukan? Oppa, aku pulang dengan taemin dan onew oppa saja, oppa istirahatlah. Arrachi…

minho oppa hanya tersenyum dan mengangguk.

                                                                **************************

Hyejin pov

Aku tersenyum-senyum sendiri di dalam lift, hari ini aku membawakan makan siang special yang aku buat bersusah payah untuk minho oppa.

Aku berdiri di depan meja sekretarisnya, awalnya aku sempat berfikir aneh-aneh tentang sekretaris minho oppa yang seksi dan cantik, tapi aku rasa aku harus membuang jauh semua fikiran kotor itu karena ternyata sekretarisnya adalah seorang namja.

Sekretaris: ibu presdir di persilahkan masuk.

Ia tersenyum mengejek.

Ibu presdir? Yang benar saja, dasar minho oppa padahal aku belum resmi jadi istrinya -_-

Aku membuka pelan pintu ruangan tempat minho oppa berada, saat aku masuk dia terliah sedang asik di mejanya membaca file-filenya, kemeja putih dan dasinya terlihat sedikit berantakan, aku tahu minho oppa tidak terlalu suka pakaian semacam itu, jadi wajar saja jika pakaian itu akan selalu terlihat berantakan baginya, minho oppa terlihat sedikit berbeda dengan kacamata yang ia pakai, membuatnya terlihat semakin……

Ah aku tidak berani berimajinasi lagi.

Minho: wasseo…

Minho oppa berdiri dan menghampiriku, wajahnya terlihat lelah.

Hyejin: oppa, kau baik-baik saja?

Minho: tentu.

Ia tersenyum, oh gosh aku mau meleleh >< aku hanya diam terpaku, jujur aku sangat suka melihat minho oppa yang seperti ini, sangat dewasa dan semakin keren.

Minho: kau kenapa?

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mencoba kembali ke dunia nyataku.

Hyejin: igo… aku bawakan makan siang untukmu.

Minho: chinja???

Wajahnya berubah bahagia, kalau urusan makan, minho oppa masih nomor 1. Kami duduk di sofa sibuk menikmati makan siang, aku juga ikut makan dengan minho oppa karena aku belum sempat makan di rumah.

Minho: mashitta… ternyata istriku pintar memasak.

Hyejin: aku belum jadi istrimu.

Minho: siapa yang mengajarkanmu memasak?

Hyejin: key oppa dan imyeol oenni.

Minho: aku harus berterimakasih pada mereka.

Hyejin: oppa masih banyak pekerjaan?

Minho: ne, aku harus menyelesaikan pekerjaanku sebelum pernikahan kita agar aku bisa cuti lebih lama.

Hyejin: tapi kau terlihat seperti zombie.

Minho: aku fikir kau justru terlihat tergoda dengan tampilanku seperti ini.

Blushhh….

Hyejin: ternyata sifat narsismu semakin meningkat.

Aku mengemasi semua peralatan makan dan menatanya kembali. Minho oppa sudah kembali pada aktifitas bekerjanya, sedangkan aku sibuk melihat-lihat ruangannya yang lumayan besar. Ada sebuah meja pajanga, di sana terpajang berbagai foto, mulai dari foto minho oppa memenangkan pertandingan basket, fotonya saat kelulusan SMA, fotonya saat wisuda, fotonya bersama sahabat-sahabatnya, foto keluarganya dan fotonya denganku. sebenarnya semua foto itu adalah foto aku dan minho oppa karena di manapun pasti ada aku dan dia -_-

Dan ada sebuah foto yang menarik perhatianku, fotoku, minho oppa dan kai. Foto yang kami ambil saat kai masih di rumah sakit. ah kai, bagaimana keadaannya sekarang? dia pasti sudah senang di alam sana. Kai, dia seperti seorang penunjuk hidupku, semua yang ia katakan pasti yang terbaik bagiku.

Minho: merindukan kai?

Tiba-tiba saja kurasakan minho oppa sudah berada di belakangku membuat aku terkejut setengah mati

Hyejin: oppa kau seperti hantu -_-

Minho: aku tidak menyangka jika kai benar-benar membuatmu begitu mencintainya hingga kau rela melakukan apapun untuknya.

Hyejin: aku juga tidak tahu, tapi aku memang benar-benar mencintai kai saat itu.

Minho: sejak kapan kau mencintai kai?

Hyejin: molla, aku juga tidak tahu. Aku hanya ingat ketika aku benar-benar yakin aku mencintainya.

Minho: apa saja yang sudah kalian lakukan?

Hyejin: hmm… banyak sekali. Aku pernah bermain speda bersama kai, dia pernah menggendongku, kami pernah berada di bawah payung yang sama, dia selalu memelukku disaat aku sedang sedih, selalu tersenyum untukku, kami sering duduk di balkon kamar kai menikmati suasana sore yang indah, kami pernah berciuman dan masih banyak lagi. semua kenangan yang sangat romantic J

Minho: lalu kenangan apa yang sangat berkesan denganku?

Hyejin: eobseo… kita selalu bertengkar dan bertingkah bodoh.

Minho: mwo?

Kulihat wajah kesal minho oppa, membuat kesan dewasa yang tadinya terlihat begitu kental tiba-tiba lenyap. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak tersenyum.

Hyejin: semuanya, semuanya yang kulewati denganmu sangat indah…

Seulas senyum mengembang di wajah tampannya membuat kedua mata bellow nya berbinar.

Minho: selain yang di pantai, sudah berapa kali kau berciuman dengan kai?

Hyejin: untuk masalah itu, biar jadi rahasiaku saja, aku takut ceritaku akan terdengar fulgar.

Minho: MWO? APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN?

Hyejin: ck… kenapa wajahmu jadi jelek begitu? Aku tidak melakukan apapun dengan kai, hanya ciuman, tidak lebih.

Ia mengurut dada lega membuatnya kembali ke wujud aslinya yang keren. Kemudian sepasang matanya menatapku aneh, dia mendekat dan semakin dekat, dari pengalamanku bersama kai aku tahu apa yang akan ia lakukan padaku.

Chu~

Jika ciuman kai terasa begitu lembut dan berhati-hati, maka ciuman minho oppa terasa begitu manis dan memabukkan. Ia tidak terburu-buru tapi juga membuatku penasaran. Bibirnya begitu lembut menyapu setiap sudut bibirku mengemutnya pelan. Oh gosh… aku mati saja… jangankan menolak, meresponpun aku tidak bisa. Well, ini ciuman pertamaku dengan minho oppa, aku tidak menyangka ternyata sensasi berciuman dengan setiap namja berbeda. Tapi dibandingkan kai yang terlalu lembut, aku lebih suka yang ini, sedikit liar tapi tidak terburu-buru. Bibir minho oppa yang sedikit tebal membuatnya dengan begitu mudah menguasai bibirku, menyesap inci demi inci dan terkadang mengigit lembut. Tangannya yang sedari tadi hanya diam di kedua sisi tubuhnya, kini bergerak menyentuhku. Satu tangannya bergerak menuju punggungku dan satu tangan lagi bergerak menuju tengkukku mendorong kepalaku membuat ciumannya semakin intens, dan tangannya yang tadinya hanya diam di punggungku bergerak lembut membelai punggungku membuat aku melenguh.

Minho: aku rasa sampai di sini dulu. Setelah menikah nanti kita lanjutkan. Ingatlah, ini kenanganmu denganku.

Minho oppa berbisik tepat di telingaku membuatku sedikit merinding. Kemudian ia tersenyum padaku, bibirnya terlihat memerah dan sedikit membengkak. Aku tidak tahu seberapa lama waktu yang telah kami habiskan untuk sebuah ciuman tadi hingga bisa membuat bibirnya menjadi seperti itu.

                                                                                *****************

Minho pov

Aku berdiri di altar LAGI, tapi sekarang rasanya jauh berbeda. Jika dulu saat aku berdiri di altar aku merasa dunia akan segera runtuh menimpaku, maka saat ini aku merasa sedang merajut mimpi indahku. Rasanya ada ribuan kupu-kupu menari indah di perutku, aku bahkan tidak bisa menahan bibirku untuk tidak tersenyum, semua ini terasa seperti mimpi. Meskipun aku belum tahu pasti bagaimana perasaan hyejin padaku,  aku akan tetap berusaha mencintainya seperti dulu, atau mungkin lebih. Aku akan menghabiskan seluruh cinta yang aku miliki untuknya, memberikan segalanya. Biarpun nanti ada sebuah kemungkinan hyejin pergi meninggalkanku, aku tidak akan menyesal karena aku sudah melakukan hal yang selama ini aku impikan. Aku memilikinya, bukan sebagai choi hyejin yeodongsaengku  tapi choi hyejin istri dari seorang Choi minho. Membayangkannya saja membuatku bahagia. Tak lama kemudian hyejin keluar bersama onew, hyejin tidak memiliki orang tua ataupun saudara karena itulah ia meminta onew yang melakukannya. Sekarang onew sudah menggantikan posisiku sebagai oppa hyejin, aku patut berterima kasih padanya. kupandangi hyejin, wajahnya terlihat gugup sampai tidak bisa tersenyum sedikitpun, tangannya mememeluk erat lengan onew, sangat lucu.

Onew: kuserahkan dongsaengku padamu, jaga dia dengan baik.

Onew tersenyum membuat kedua matanya hilang bagai ditelan bumi. Kuraih tangan hyejin dan melinkarkannya di lenganku. Aku tersenyum tak sanggup menahan kebahagiaanku. Meskipun hyejin sangat gugup, ia terlihat begitu cantik dengan gaun pernikahannya, sepertinya oemma memilihkan gaun yang tepat untuknya.

Minho: tersenyumlah, kau terlalu gugup.

Ia menatapku dan sesuai permintaanku dia tersenyum, manis sangat manis. Kemudian kami menghadap pada pastur yang dulu juga menikahkan aku dengan imyeol. Aku yakin ia juga ikut bahagia dengan hasil petuahnya untukku.

                                                                **********************

Hyejin pov

Sunhwa: hyejin, meskipun kau sudah tidak kuliah lagi, datanglah ke kampus, setidaknya untuk menemaniku.

Kulihat wajah sunwha yang hampir menangis, sahabatku satu-satunya yang telah menyaksikan kisah hidupku. Aku memeluknya membuat tangisnya pecah.

Hyejin: kuenchana… 4 semester lagi kau akan menyusulku.

Chanyeol: mungkin lebih cepat, aku jamin aku akan tamat secepat mungkin.

Sunhwa: memangnya aku akan menikah denganmu?

Chanyeol: tentu saja, memang dengan siapa lagi?

Imyeol: YA! kau selesaikan saja kuliahmu dulu! Tidak usah berfikir yang macam-macam.

Hyejin: oennie, gumawo untuk semuanya.

Imyeol: cheonman, aku juga berterimakasih padamu, kau telah mengajarkanku banyak hal.

Hyejin: bagaimana cafénya?

Chanyeol: taktik bisnisku sepertinya berjalan baik, semenjak minho hyung dan teman-temannya sering datang ke café kami, langgananku bertambah setiap hari.  Ditambah lagi aku yang berada di meja kasir membuat para yeoja antri menunggu giliran.

Minho: imyeol benar, kau terlihat lebih keren dengan rambut lurus itu.

Chanyeol: aku juga merasa semakin dewasa.

Onew: aigo… dongsaengku sudah menikah, kau bahkan melangkahi kedua oppamu.

Taemin: ck… aku juga ingin cepat-cepat menikah, orang bilang menikah itu menyenangkan bisa melakukan apapun.

Key: YA! menikah bukan hanya hal itu.

Onew: hyejin, jangan lupa kau itu sudah menikah, jangan bersikap sembrono lagi. kau tidak boleh memeluk taemin dan key sembarangan lagi, arra?

Hyejin: aku juga tidak boleh memelukmu?

Onew: aku pengecualian…

Taemin: hyung…

Onew: minho, kau harus ingat semua janjimu di depan tuhan dan semua janjimu padaku dan hyejin.

Minho: aku tahu, aku akan menepatinya. Aku akan menjaga hyejin dengan baik.

Onew: satu lagi, buatkan aku ponakan yang lucu dan menggemaskan.

Hyejin: OPPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!

                                                                *************************

Hyejin pov

Aku menghempaskan tubuhku di ranjang kesayanganku, ranjang yang beberapa bulan ini aku tinggalkan. Hari ini lelah sekali, berdiri menyapa semua tamu undangan yang  bahkan tidak kukenal.

Minho: ganti gaunmu dulu sebelum tidur, jangan lupa besok harus bangun pagi.

Hyejin: wae?

Minho: kita akan ke thaliand besok.

Aku terlonjak kaget langsung berdiri dari posisi tidurku.

Hyejin: Thailand? Bagaimana bisa?

Minho: oemma yang melakukan semuanya, ia bahkan sudah menyiapkan koper kita.

Minho oppa beralih menatap sudut ruangan, kulihat di sana koper dan tasku beserta paspornya.

Hyejin: yasudah aku mandi dulu. Sudah keluar sana!

Minho: kau tidak ingin tidur dengan oppa?

Hyejin: nanti aku ke kamarmu.

Senyumnya mengembang begitu indah kemudian ia keluar dari kamarku.

Benar saja selesai aku mandi dan memakai piyama kesayanganku, aku beranjak menuju kamar minho oppa yang terletak di sebelah kamarku. Kudengar suara shower yang menyala, sepertinya minho oppa masih mandi, kebiasaan centilnya masih belum berubah. Aku merebahkan tubuhku di ranjangnya, hari ini benar-benar lelah, rasanya seluruh sendiku remuk.

Minho pov

Aku keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyamaku, kulihat hyejin sudah tertidur di ranjangku, sepertinya dia benar-benar kelelahan. Aku merebahkan tubuhku di sebelahnya menatap wajahnya lekat. Apa kau tahu? Saat dulu kita sering tidur bersama, aku sering merasa tidak nyaman. Aku merasa seluruh tubuhku kepanasan dan aku takut pada diriku sendiri dan hal apa yang bisa terjadi. tapi sekarang, semua batasan itu sudah lenyap, kau milikku, seutuhnya. Wajahnya terlihat begitu polos saat tertidur, matanya tertutup rapat dan terlihat tenang, saat kedua mata itu terbuka, aku bisa melihat mata terindah di dunia ini, hidungnya yang kecil dan lancip sangat kontras dengan matanya yang membentuk lekungan daun. Aku sering sekali mencubit hidungnya sampai dia murka padaku dan memakan semua jatah makan siangku. Bibirnya, bibir yang sangat manis, aku baru 2 kali merasakannya, saat di kantor dan saat pernikahan kami tapi aku benar-benar menikmatinya. Dulu aku dan imyeol cukup sering berciuman, kami bahkan melakukan lebih, tapi itu semua terasa seperti sebuah godaan yang imyeol ciptakan untukku. Dia sering sekali menciumku, membuatku mau tidak mau membalasnya, dan dia suka sekali menggodaku. Well, aku adalah seorang namja, tentu saja hal semacam itu mempengaruhi hasratku.

Cup~

Aku mengecup lembut bibir hyejin, ia bergerap pelan tapi tidak terbangun dari tidurnya.

Minho: mimpi yang indah aegi…

                                                                                *****************

Hyejin pov

Aku menggeliat pelan setelah mataku terasa asing dengan cahaya matahari yang tiba-tiba muncul.

Minho: aegi… irronha…

Hyejin: nanti saja oppa, aku bisa lari ke sekolah.

Aku bergumam pelan sampai akhirnya kurasakah bobot ranjang ini bertambah, aku mengerjap-ngerjap mencoba menyaksikan apa yang terjadi dan mengingat apa yang telah terjadi.

Aigo… aku fikir aku masih murid SMA -_-

Kulihat minho oppa sudah rapi dan berbaring di sebelahku. Rasanya malas sekali untuk bergerak apa lagi bangun. Aku masih sangat mengantuk dan aku masih butuh tidur. Kutenggelamkan tubuhku dibalik selimut yang sedari tadi hanya menutupi sebagian tubuhku. Tapi kemudian minho oppa menarik kasar selimut itu.

Minho: apa kau mau kita ketinggalan pesawat? Sebaiknya sekarang kau bangun.

Aku menggeliat pelan dan mataku terbuka sempurna, sebuah pemandangan indah terpampang dihadapanku, minho oppa sedang menatapku dan tersenyum sangat manis.

Hyejin: arraseo…

Minho: cepatlah bersiap, oppa buatkan sarapan untumu.

Cup~

Dia mengecup keningku, ah… dunia ini sungguh indah ~

Aku bangun dengan malas dan berjalan sepoyongan menuju kamar mandi di kamarku. Setelah mandi aku benar-benar merasa seluruh nayawaku telah terkumpul sempurna. Aku berjalan menuju dapur dan mendapati minho oppa sedang asik dengan buburnya.

Minho: hyejina, bisa tolong adukkan buburnya sebentar? oppa harus menjawab telfon.

Hyejin: ne…

Aku mengambil alih aktivitas mengaduk bubuk yang sedari tadi minho oppa tekuni dan minho oppa beralih mengambil ponselnya. Aku mendengar percakapannya, sepertinya dengan oemma. Aku kembali focus pada kegiatan mengaduk bubur yang sangat membosankan ini, aku bangun sepagi ini hanya untuk mengaduk bubur -_-

Sampai akhirnya aku merasakan sepasang tangan melingkar diperutku,

Hyejin: kau menganggetkanku…

Aku berupaya keras mengucapkan kalimat itu dengan datar agar minho oppa tidak tahu bahwa sebenarnya sekarang aku sudah panas dingin. Kemudian kurasakan dagunya bertengger di bahuku bergerak pelan menyusuri leherku. Hidungnya yang mancung bergerak lurus menyusuri leher bagian belakangku dengan mudah karena sekarang aku sedang menunduk menatap bubur yang aku aduk. Sedikit demi sedikit bibirnya mulai mengecup tengkukku menghisapnya pelan,

Hyejin: ssssssssssssshhhh……

Oh shit…

Tanpa sengaja sebuah desisan keluar dari mulutku, bagaimana tidak jika dia memperlakukanku seperti ini. aku bisa rasakan dia tersenyum meski aku tidak melihatnya. Tangannya yang sedari tadi setia memelukku beralih mematikan kompor kemudian menarik tubuhku berbalik ke arahnya. Aku yakin saat ini wajahku memerah sempurna karena wajahku terasa begitu panas. Minho oppa semakin mendekat dari posisi terdekatnya membuatku benar-benar terdesak tak ada ruang bergerak antara tubuhnya yang kekar itu dengan counter dapur. Tidak ada pilihan selain menyerah terhadap apapun yang akan ia lakukan.

Chu~

Bibirnya menyentuh lembut bibirku cukup lama, hanya menyentuh saja, tapi kemudian mulai bergerak pelan menyesap bibir bawahku. Menghisapnya pelan kemudian menggigit lembut, setelahnya beralih bergerak menyentuh seluruh bagian bibirku. Minho oppa memiringkan kepalanya membuat bibirnya semakin dalam mengulum bibirku, aku tidak tahu bagaimana cara ia melakukannya sampai kurasakan semua bibirku berada dalam semua kuasa bibirnya. Hidungnya yang mancung menekan sisi hidungku membuat aku tidak bisa bernafas sama sekali. Aku benar-benar tidak ingin menyudahinya, tapi kebutuhanku akan udara segar benar-benar mendesak. Kudorong tubuh minho oppa membuat kami terlepas seutuhnya.

Hyejin: aku rasa aku akan mati sebelum kita sampai di Thailand.

Minho oppa hanya terkekeh kemudia mengambil mangkok untuk bubur kami.

                                                                ***********************

 Saat sampai di Thailand siang sudah mulai menjelang, makan siang pertamaku di Thailand benar-benar menyenangkan. Kami makan di sebuah resotan yang menghadap ke pantai, rasa cintaku pada laut bertambah dua kali lipat. Kami tidak melakukan banyak hal, selain karena lelah cuaca juga sedikit buruk. Aku menatap air hujan yang turun sangat deras, setelah makan malam tadi hujan tidak berhenti membuatku tidak bisa berwisata malam di sini, ah sayang sekali padahal aku ingin pergi ke banyak tempat malam ini.

Minho oppa  duduk bersandar pada dashboard ranjang dan sibuk dengan laptopnya. Membosankan sekali, padahal datang ke sini untuk liburan, masih saja sibuk dengan pekerjaan. Aku mengambil ponselku mencoba menghubungi onew oppa, aku duduk di pinggiran ranjang menunggu onew oppa menjawab telfonku.

Hyejin: oppa…

Onew: kau sudah sampai di Thailand?

Hyejin: ne, sudah semenjak siang tadi, mian aku baru menghubungimu.

Onew: kuenchana, lagi pula kau pergi dengan suamimu, aku tidak perlu khawatir.

Hyejin: taemin oppa di mana?

Onew: dia pergi kencan.

Hyejin: jinhca?

Onew: ne…

Hyejin: sebaiknya oppa juga mencari yeoja chingu, atau kau akan dilangkahi dua kali.

Onew; arraseo. Apa kau sedang bersama minho?

Hyejin: ne, dia sedang sibuk dengan laptopnya, di sini hujan deras, aku tidak bisa kemana-mana, membosankan sekali.

Onew: kau lakukan saja hal yang tidak membosankan. Sudahlah, aku mengantuk, di sini sudah larut. anyeong…

Bipp….

Dengan teganya onew oppa memutuskan pembicaraan kami, Menyebalkan sekali. Aku melemparkan ponselku ke bantal begitu saja, aku yakin benda itu pasti jatuh ke lantai.

Minho: YA! ponselmu jatuh

Hyejin: biarkan saja, besok akan ku ambil.

Minho : dasar kau ini.

Hyejin: apa oppa masih bekerja?

Minho: anyi… aku hanya main game.

Hyejin: aku juga mau main.

Aku mendekati minho oppa bersiap merebut laptopnya, tapi minho oppa malah menutup laptop itu dan meletakkannya di atas meja di sebelahnya.

Hyejin: YA! kau pelit sekali.

Dia terkekeh

Minho: ambil saja sendiri.

Aku berusaha menjangkau benda itu tapi sebelum aku sempat menjangkaunya, minho oppa meraih tanganku menariknya hinggu tubuhku ikut bergeser semakin dekat dengannya. Aku tepat berada di hadapan minho oppa, sangat dekat. Aku membatalkan niatku, menarik tanganku lagi sedikit bergeser agar posisiku dan minho oppa tidak terlalu dekat.

Minho: kau takut?

Hyejin: kuege…

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal kemudian merebahkan tubuhku membelakangi minho oppa. Sebuah tangan melingkar di pinggangku,

Minho: hyejina… apa tidak bisa kau tetap di sini? Apa kau masih belum mencintaiku?

Hyejin: molla oppa…

Minho: seperti apa perasaanmu padaku?

Hyejin: hatiku meledak-ledak setiap aku ada di dekatmu.

Minho: benarkah?

Hyejin: apa itu artinya aku sudah mencintaimu?

Minho: mungkin saja.

Hyejin: ck…

Minho: hyejina… oppa akan selalu menjadi oppamu, apapun yang terjadi. terserah seperti apa kau mengartikan maksud dari perkataanku, aku tidak akan pernah berubah. Aku akan tetap seperti ini, menjadi orang yang akan selalu ada di sisimu walau apapun yang terjadi. karena aku oppamu…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Who is??? – Part 15 (END)

  1. Waaah daebak,akhirnya hyejin bahagia juga sama Minho. Gk sia2 semua perjuangan selasa ini. Ditunggu ff2 selanjutnya ya thor, fighting !!!😀

  2. Kereeeen bangeeeet. Suka pas dibagian romancenya minho-hyejin. Tp akhirnya kayak msh gantung gitu ya thor, mudah2an ada sequelnya lagi atau afterstorynya. Amin..
    Ditunggu karya selanjutnya, thanks author^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s