He is Taemin, not Just Taemin – Part 4

He is Taemin, not Just Taemin part 4

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

 

Hyejin pov

Sudah dua hari sejak taemin masuk sekolah aku tidak menyapanya meskipun ia terus berusaha mendekatiku. Aku kesal, tentu saja sangat kesal. Aku sudah menganggapnya orang terdekatku tapi dia malah berfikir aku hanya orang lain yang baik padanya. sahabat macam apa itu?

Aku menatap minho yang asik bermain basket bersama temannya, bahkan seorang choi minho jadi terlihat tidak menarik . sementara itu gae in dan nara sibuk tebar pesona di hadapan teman-teman minho.

Minho: kalian lanjutkan saja.

Minho melemparkan bola basketnya pada key kemudian menghampiriku. Ia duduk di sebelahku dan menarih air mineral yang sedari tadi aku pegang. Setelah lepas dari rasa hausnya, dia meletakkan botol itu kemudian menarikku pelan.

Minho: kaja, kita ke rumahku saja.

Tanpa komentar apapun aku mengikuti minho, dan di sinilah aku sekarang, duduk sendirian di balkon kamar minho sambil mengelus bulu kuku yang begitu lembut.  Sementara itu minho mandi karena tadi ia sudah keringatan bermain basket.

Meong…

Mendapati minho keluar dari kamar mandi kuku langsung menghampirinya, tapi minho malah mengacuhkan kucing manisnya dan menghampiriku. Ternyata aku lebih manis dari kucingnya itu hahahahahahahaha

Minho: ada apa denganmu? Kau selalu badmood  beberapa hari ini.

Hyejin: aku bertengkar dengan taemin.

Minho yang awalnya berdiri di tepi balkon beralih menghampiriku dan duduk di sebelahku.

Minho: taemin?

Hyejin: aku tidak menyangkan dia masih menganggapku orang lain, padahal aku sudah merasa dia seperti saudaraku sendiri.

Kemudian kulihat minho seolah bernafas lega.

Hyejin: kenapa seperti itu?

Minho: aku bersyukur kau menganggapnya saudara.

Hyejin: wae?

Minho: aku hanya sedikit penasaran seperti apa namja itu matamu.

Hyejin: kau cemburu dengan taemin? Ayolah minho, jangan buat aku tertawa.

Minho: dia sangat dekat denganmu, bahkan melebihi aku, bagaimana aku tidak was-was? Kau itu kekasihku choi hyejin.

Hyejin: kau tidak perlu khawatir tentang taemin, bagiku dia sudah seperti saudaraku. Tapi dia malah seperti itu, sungguh mengecewakan.

Minho: semoga dia tidak menyukaimu.

Hyejin: jangan mulai lagi.

Minho: dia itu namja hyejin, dan kau yeoja, kedekatan kalian bisa saja membuatnya mencintaimu.

Hyejin: taemin itu tidak tertarik dengan hal semacam itu, aku bahkan ragu apa dia menyukai yeoja atau tidak. Dia bahkan biasa-biasa saja saat aku tanpa sengaja mengangkat rok gae in.

Minho: kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi.

Hyejin: lalu bagaimana sekarang? aku masih ingin berteman dengan taemin L

Minho; berbaikanlah, bersikap seolah tak terjadi apapun kalau kau malu untuk minta maaf.

Hyejin: apa bisa?

Minho: tentu saja, taemin tidak punya teman selain dirimu.

Aku mengangguk paham dengan saran minho.

Hyejin: ah langit sore yang indah.

Aku berdiri dari posisi dudukku dan berjalan menuju tepi balkon minho yang di pagari kayu yang sangat elegan.

Minho: apa kau pernah punya namjachingu sebelumnya?

Hyejin: kau yang pertama.

Minho: beruntung sekali.

Hyejin: kau sendiri?

Minho: aku tidak pernah bisa punya yeojachingu.

Hyejin: wae?

Minho: setiap ada yeoja yang dekat denganku, pasti mereka hanya mengincar sesuatu.

Hyejin: aku turur prihatin.

Minho: hyejina, gumawo sudah menjadi yeoja chinguku.

Ucapan minho sukses membuat aku berbalik menatapnya yang entah sejak kapan sudah berada di belakangku.

Hyejin: seharusnya aku yang bilang begitu.

Minho: anyi, aku yang lebih pantas berterima kasih. Sejak kau datang dalam hidupku, semuanya jadi lebih menyenangkan.

Minho menutup ucapannya dengan senyumannya yang begitu menawan membuatku hanya terpana menatapnya.

Dugun…dugun…dugun…

Seperti beduk di senja hari, detak jantungku begitu keras dan cepat. Setiap minho menatapku, aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.

Dia mendekat, semakin dekat dan semakin dekat.

Apa ini? apa yang akan minho lakukan? well, haruskah seperti adegan drama?

Chu~

Aku bisa rasakan bibir lembut minho menyapu bibirku, tangannya bergerak memeluk tubuhku menarik semakin rapat padanya. aku diam, hanya memejamkan mataku mencoba menikmati apa yang aku dan minho lakukan. sesuatu yang selama ini membuatku penasaran seperti apa rasanya. Manis, sangat manis, apa karena minho? atau karena memang seperti itu? entahlah.

Bibir minho yang awalnya hanya menempel mulai bergerak melumat bibirku, untuk yang satu ini aku sedikit terkejut. Apa ini berlebihan? Tapi aku tidak bisa berhenti. Minho melumat bibirku semakin intens, aku juga bisa merasakan tubuh kami yang kian merapat karena minho terus menarik tubuhku. Tapi kemudian perlahan minho merengganggkan pelukannya dan intensitas ciumannya mulai berkurang, semakin berkurang hingga ia menutupnya dengan sebuah kecupan manis.

Minho: sebaiknya kuantar kau pulang, sebentar lagi malam. Orang tuamu bisa khawatir.

Aku hanya mengangguk setuju, tak bisa mengucapkan sepatah katapun. Oh gosh… aku bahkan masih bisa merasakan manisnya bibir minho meski kami sudah tidak berciuman lagi.

                                                                *********************************

Hyejin pov

Aku tersenyum-senyum sendiri memandang lapangan olahraga, bisa kulihat minho sedang asik bermain sepak bola bersama teman-temannya.

Taemin: YA! jangan melamun!

Plak…

Taemin memukulku dengan lollipop yang baru saja ia curi dari kotak pensilku.

Taemin: aigoo… ada yang sedang berbunga-bunga. Jika di komik pasti wajahmu digambar dengan love di kedua matamu dan kepalamu di kelilingi bunga.

Hyejin: aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya.

Taemin: terserah kau saja. apa kau sudah belajar? Hari ini kita ulangan geografi.

Hyejin: sudah sedikit.

Taemin : hyejina, aku peringatkan kau satu hal.

Hyejin: apa?

Wajah taemin berubah serius dan ia mendekat agar tak ada yang mendengar pembicaraan kami selain aku dan taemin.

Taemin: jangan sampai kau menyerahkannya pada minho, kalian belum menikah. Menikah dulu baru boleh.

Plaak…

Kini giliranku yang memukul taemin dengan buku yang tergeletak di meja sampai-sampai kacamata taemin terlepas.

Hyejin: aku bukan yeoja seperti itu!

Taemin masih meringis kesakitan sedangkan tanganku meraih kacamatanya dan memakainya. Aku terkejut, karena ternyata kacamata itu tak ada resep sedikitpun, benar-benar kacamata untuk gaya-gayaan saja.

Hyejin: YA! kenapa kau pakai kacamata ini, tidak ada plus atau minusnya.

Taemin meraih paksa kacamatanya dan memakainya kembali.

Taemin: ini styleku.

Gae in: hari ini kita tidak jadi ulangan geografi, jam geografi akan di pakai untuk pelajaran tambahan dari luar.

Nara: pelajaran tambahan dari luar? Maksudnya?

Gae in: hari ini akan ada pelajaran tambahan mengenai bisnis yang akan diberikan oleh tuan Lee jinki.

Nara: MWO? LEE JINKI?

Hyejin: memangnya siapa lee jinki?

Nara: kau tidak tahu? Dia itu pemilik Lee corps yang terkenal itu. dia adalah pengusaha muda yang kaya. Di usianya yang masih 25 tahun, dia sudah menjadi presidir perusahan besar dan mengurusnya sendiri.

Hyejin: kemana orangtuanya?

Nara: orang tuanya sudah meninggal sejak tiga tahun yang lalu, jadi si Lee jinki itulah yang melanjutkan tugas appanya. Aku dengar dia punya seorang namdongsaeng, tapi sampai sekarang tidak ada yang tahu siapa dia dan di mana dia berada, sungguh misterius.

Hyejin: terserahlah, aku tidak peduli toh aku juga tidak mengenalnya.

Nara: kau patut berterima kasih pada tuan Lee jinki itu, karena dia, semua kelas IPS akan di gabung di aula untuk mendengar ceramahnya, kau bisa duduk dekat minho.

Hyejin: benarkah?

Nara: ajak aku juga ya, aku ingin dekat-dekat dengan temannya yang kece itu.

Dan disinilah kami sekarang menunggu seorang namja bernama Lee jinki akan berceramah di depan sana tentang bisnisnya yang mashur. Aku tidak melihat taemin, kemana anak itu? padahal tadi dia juga ke aula.

Minho: kenapa?

Hyejin: di mana taemin? Bukankah dia suka hal semacam ini? lagi pula, jika tak ada taemin, siapa yang akan buat resume nantinya? Gae in kan pelit.

Minho hanya terkekeh pelan.

Minho ; biar aku yang buat resume untukmu.

Taemin pov

Aku memasuki ruangan kepala sekolah, beruntung tak ada yang mengetahui jika aku disini, hyejin pasti sedang sibuk bersama minho sekarang.

Kepsek: silahkan bicara, aku akan keluar memberi sambutan untuk para murid.

Kepala sekolah itu berlalu meninggalkan aku dan jinki hyung yang masih  sibuk menikmati pemandangan sekolah dari jendela.

Taemin: hyung…

Aku bergegas memeluk jinki hyung, sudah lama sekali kami tidak bertemu.

Taemin: aku merindukanmu hyung.

Jinki: bagaimana kabarmu, kudengar dari mr. kang beberapa hari yang lalu kau sakit.

Aku melepaskan pelukanku dari jinki hyung dan beralih berdiri di dekatnya.

Taemin: aku sudah tidak apa-apa sekarang.

Jinki: apa karena yeoja bernama hyejin itu?

Taemin: bagaimana kau tahu?

Jinki: mr. kang yang cerita. Kau jauh berubah setelah mengenal yeoja itu. aku senang bisa melihatmu ceria lagi.

Taemin: dia sangat baik padaku hyung, aku seperti menemukan pelindungku, seperti menemukan seseorang yang sangat aku butuhkan.

Jinki: jadi seperti apa hubungan kalian? Apa kau berpacaran dengannya?

Taemin: anyia, menjadi temannya saja sudah lebih dari cukup, aku tidak mau berharap lebih. Lagi pula dia sudah punya seorang kekasih bernama choi minho.

Jinki: anak pemilik sekolah? Dia pasti sangat cantik.

Taemin:ne. hyung bagaimana keadaanmu, apa semuanya berjalan lancar?

Jinki: semuanya baik-baik saja, bahkan mengalami kemajuan.

Taemin: mianhae hyung, aku membuatmu melakukan semuanya.

Jinki; tidak masalah. Kau bersembunyi saja terus dulu, sekarang sepertinya ada yang mulai mengawasiku dan mencari dirimu. Aku rasa dia adalah orang yang kalah tender dengan perusahaan kita.

Taemin: berhati-hatilah hyung, bisnis itu sangat licik, jangan sampai kejadian oemma dan appa terjadi lagi.

Jinki: arraseo… yasudah, semua murid itu pasti sudah menungguku. Kaja kita keluar.

Tepat saat aku dan jinki hyung keluar dari ruangan kepala sekolah, hyejin muncul dihadapan kami. Aku terkejut bukan main, bagaimana jika hyejin mendengar pembicaraan kami tadi?

Hyejin: omo, taemin. Apa yang kau lakukan di sini?

Kemudian ia menatap hyungku dengan heran.

Jinki: tadi aku tersesat, jadi aku meminta namja bernama taemin ini mengantarku ke ruang kepala sekolah. Perkenalkan, aku Lee jinki.

Hyejin mengangguk paham.

Taemin: apa yang kau  lakukan di sini ?

Hyejin: aku baru saja dari toilet.

Jinki: jadi namamu choi hyejin?

Ucap Jiinki hyung terlihat focus pada nametag hyejin.

Hyejin: ne, aku choi hyejin. Aku murid IPS, aku juga akan mendengarkan penyuluhan darimu nanti.

Jinki: nama yang manis. Kalau begitu aku permisi dulu.

Jinki hyung berlalu melewati hyejin, tapi aku masih bisa lihat dia mengintip dari salah satu dinding.

hyejin: YA! dari mana saja kau?

Taemin: aku mengantar orang tadi.

Hyejin: aku sudah mencarimu ke mana-mana, ck… kau membuat khawatir saja. cepat, kita harus segera ke aula sebelum aula di tutup, aku sudah carikan tempat duduk untukmu.

Bisa kurasakan tangan hyejin menarik lenganku dan memaksaku melangkah cepat, dan bisa kulihat jinki hyung terkekeh pelan. Pasti dia sedang menertawakanku.

Drt…drt…

From jinki hyung:

Dia sangat manis dan perhatian, tapi juga sangat galak. Selamat dongsaengku,  akhirnya ada juga yeoja yang mau dekat denganmu😄

To jinki hyung:

Jangan menggodaku hyung, sebaiknya kau cari saja istri untukmu, jagan urus ursanku.

From jinki:

Ternyata kau jadi ikut galak😛

Tak lama setelah pesan itu masuk, kulihat jinki hyung naik ke podium dengan sangat berwibawa. Aku bisa lihat semua yoeja terpesona padanya, ah hyung, dia memang sempurna.

                                                *******************************

Hyejin pov

Ujian akhir sekolah akan segera datang, semua murid mulai sibuk belajar, café yang biasanya ramai oleh murid tahun akhir, kini hanya dipenuhi anak tahun pertama dan kedua saja, lapangan basket yang selalu ramai, kini jadi sepi karena tak ada minho dan gengnya yang kini terlihat lebih sering ke perpustakaan. Dan perpustakaan yang dulunya sepi bahkan hampir berlumut, dipenuhi semua murid untuk belajar dan juga melihat minho -_- apa mereka masih belum terima jika minho sudah punya kekasih?

Aku? sejak seminggu yang lalu, minho dan taemin sibuk memaksaku belajar, setiap hari aku harus berhadapan dengan dua guru itu. aku tidak bisa menghemat waktuku dengan mempertemukan mereka berdua dan belajar bersama, aku tidak ingin terjadi salah paham seperti yang pernah nara bilang, “ antara sahabat dan kekasih, ada jurang yang membuat mereka saling salah sangka”. Aku tidak mau mencari masalah, akhirnya aku harus membagi waktuku untuk belajar bersama minho dan belajar bersama taemin. Aku belajar bersama taemin sepulang sekolah, kemudian sorenya belajar dengan minho di rumahnya. Malamnya aku baru bisa bersantai, ah ternyata sangat melelahkan.

Selama ujian aku belajar sampai begadang, meskipun aku tidak pintar, setidaknya hasil akhirnya tidak boleh terlalu mengecewakan, kasihan orang tuaku, dan kasihan minho yang harus menanggung malu karena memiliki kekasih yang bodoh. Aku masih ingat saat aku harus mimisan di hari ujian terakhir, aku tiba-tiba saja mimisan saat ujian selesai. Hal itu sukses membuat semua orang panic, taemin teriak-teriak tidak jelas, dan minho selalu romantis karena menggendongku ke ruang kesehatan. Ah… masa sekolahku ditutup dengan adegan romantis.

Sekarang aku sibuk melihat minho yang tengah asik di lapangan sana bermain basket, hari ini adalah pertandingan basket terakhir murid tahunku sebagai pelajar sekolah ini, jadi semua orang datang beramai-ramai untuk menyaksikannya.

Sekeliling lapangan basket dipenuhi penonton ada yang teriak-teriak histeris, dan ada yang rela tak rela ikut menonton karena di paksa temannya. Sedangkan aku, aku hanya sibuk memperhatikan semua orang sampai aku yakin minho sangat kesal karena aku tidak memperhatikannya, hal itu bisa terlihat karena sekarang ia masih mendiamkanku padahal kami sudah duduk di pohon cinta selama satu jam.

Hyejin: jadi sampai kapan kau akan mendiamkanku kapten?

Minho: kau tahu? Aku sudah bersusah payah latihan untuk hari ini, tapi kau malah sibuk melihat orang lain.

Hyejin: aku tidak mau melewatkan momen terakhirku melihat pertandingan basket.

Minho: kau tidak lihat pertandingan basket, tapi kau melihat orang yang menonton pertandingan basket.

Hyejin: hehehehe mian. Hanya saja kau tidak mau melewatkannya. Hari ini adalah hari terakhir sebelum besok pesta kelulusan di sekolah. Aku hanya ingin melihat semua orang agar aku bisa mengingat mereka, meskipun tidak semuanya, setidaknya aku bisa tahu jika aku pernah bersekolah di tempat yang sama dengan orang itu. sedangkan kau? Aku masih bisa melihatmu setiap hari.

Minho; baiklah, karena alasanmu sangat menyentuh, aku tidak akan marah lagi.

Hyejin: tidak kusangka kita sudah tamat.

Minho: apa rencanamu setelah ini?

Drt…drt…drt…

Hyejin: ne oemma…

“……….”

Hyejin: arraseo…

Bipp…

Hyejin: oemma sudah menyuruhku pulang, dia bilang besok hari special, jadi aku harus beristirahat.

Minho: kau beruntung sekali memiliki oemma seperti itu.

Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan minho kemudian berdiri diikuti minho. tepat saat minho berdiri aku berbalik menghadapnya.

Cup~

Kecupan manisku berhasil mendarat dengan sukses di bibir minho dan telah berhasil membuat mata belownya semakin besar.

Hyejin: ini akan jadi kenangan SMA yang indah yang tidak akan pernah aku lupakan.

                                                                ********************

Author pov

Hyejin sibuk mondar mandir di depan aula bersama taemin, acara kelulusan akan segera di mulai, tapi orang tua hyejin masih belum terlihat. Appa hyejin akan bertindak sebagai wali hyejin sedangkan oemmanya akan menjadi wali taemin karena itulah taemin ikut panic di sana bersama hyejin. Hyejin terus berusaha menghubungi orang tuanya, tapi tidak ada satupun dari mereka yang menjawab telfonnya.

Drt…drt…drt…

Hyejin cukup heran mendapati nomor asing menelfonnya.

Hyeijn: yeoboseo…

“……”

Hyejin : ne aku choi hyejin putri dari choi seung hun dan choi sooyeong.

“……….”

Hyejin:ne?

Tiba-tiba ponsel hyejin terjatuh dari genggamannya,

Taemin: ada apa denganmu?

Taemin yang heran kemudian meraih ponsel hyejin dan mencoba bicara dengan seseorang di seberang sana.

Taemin: MWO? kecelakaan? di mana mereka sekarang?

“………..”

Taemin: arraseoyeo… kami akan segera ke sana.

Tanpa pikir panjang taemin langsung menarik hyejin yang tiba-tiba membeku.

Mereka berlarian di sepanjang koridor rumah sakit tempat orang tua hyejin berada. Saat mereka sampai di depan ruangan itu, seorang dokter dan beberapa suster keluar dari ruangan tersebut.

Hyejin: dokter, bagaimana orang tuaku?

Dokter: kau choi hyejin?

Hyejin mengangguk mantap diiringi tatapan sendu sang dokter.

Dokter: orang tuamu mengalami kecelakaan parah, mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Taemin pov

Dokter: orang tuamu mengalami kecelakaan parah, mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Aku merasa mengalami flashback saat sang dokter mengucapkan kalimat tersebut, kata-kata yang sama seperti yang kudengar 3 tahun yang lalu saat orang tuaku meninggal dunia. Hyejin limbung, aku berusaha menahan tubuhnya agar ia tidak terjatuh. Ia menatapku dengan matanya yang mulai berkaca, tatapan yang penuh luka dan sarat akan kepedihan. Aku seolah merasakan kembali lukaku,  lukaku yang kini juga hyejin rasakan.

Aku menariknya dalam pelukanku, mencoba memberinya kekuatan meski aku tahu itu tidak akan banyak membantu. Hyejin menangis histeris di pelukanku, ia terus memanggil orang tuanya dengan suara parau yang membuat aku tak bisa menahan air mataku.

Kenapa semuanya terjadi begitu mendadak? Hyejin belum siap kehilangan orang tuanya, atau bahkan ia tidak  siap sama sekali, ini semua sungguh sangat mengejutkan.  Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa tuhan begitu tidak adil pada orang-orang seperti kami? Kami masih terlalu muda untuk kehilangan kehangatan orang tua. Kami masih butuh kasih sayang dan perhatian mereka, dan hyejin, dia sangat mencintai orang tuanya. Aku masih ingat saat hyejin bilang jika orang yang paling ia idolakan adalah appanya dan orang yang  paling menginspirasi hidupnya adalah oemmanya. Aku bisa rasakan jika kasih sayangnya pada orangtuanya benar-benar tidak bisa diukur.

Taemin: kuenchana… aku masih di sini bersamamu.

Author pov

Hyejin semakin meratap saat melihat tubuh kedua orangtuanya dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Ia terlihat seperti orang yang baru saja kehilangan setengah dari jiwanya, benar-benar menyedihkan. Sementara itu taemin terus berusaha menenangkannya dan segera membawa hyejin keluar dari ruangan itu, berada di sana akan membuat hyejin semakin terpukul.

Sementara itu minho masih sibuk mencari-cari hyejin, ia tidak bisa menemukan kekasihnya itu, bahkan gae in dan nara tidak tahu di mana hyejin berada. Hal yang membuat minho lebih khawatir adalah karena ia juga tidak bisa menemukan taemin.

MC: taemin tidak ada, siapa yang akan memberi pidato? Dia kan pemilik nilai tertinggi, seharusnya dia sudah di sini untuk menerima penghargaan dari sekolah dan memberi pidato, tapi ia tidak ada, bahkan tidak bisa dihubungi.

Kepsek: kalau begitu suruh minho saja, dia kan ada di peringkat ke dua.

MC: ne.

Sesuai perintah sang kepsek, si MC bergerak memanggil minho dari podium untuk memberi pidato. Minho berusaha berbicara setenang mungkin meski hatinya sangatlah gusar. Ia tahu seharusnya hyejin ada di sini, bahkan yeoja itu begitu bersemangat menyambut hari ini.

Selesai dengan pidatonya minho keluar dari aula mencari tempat sepi dan berusaha menghubungi hyejin. Beberapa kali minho menelfon, tapi tak ada jawaban dari hyejin, saat ia hampir saja putus asa, ia mendengar seseorang di seberang sana menjawab telfonnya.

Minho: hyejina, kau di mana? Apa kau baik-baik saja? aku sudah mencarimu kemana-mana, apa terjadi sesuatu?

Hyejin: minho…

Suara itu terdengar serak dan diiringi isakan hyejin, wajah minho yang cemas berubah semakin khawatir, ia tidak pernah mendengar hyejin menangis, pasti terjadi sesuatu.

Minho: hyejin, kau kenapa? Di mana kau sekarang?

Hyejin: aku di rumah sakit ***********, minho… oemma… appa…

Hyejin tidak melanjutkan ucapannya, ia justru menangis semakin keras tidak bisa menahan emosinya.

Minho: tunggu aku di sana! aku segera ke sana!

Tanpa pikir panjang minho langsung menuju rumah sakit tempat hyejin berada, ia terus memaksa sopirnya agar melaju lebih kencang dan kencang lagi, sampai-sampai si sopir stress karena takut.

Minho pov

Aku tidak tahu apa yang terjadi pada hyejin  maupun kedua orang tuanya, tapi yang jelas telah terjadi sesuatu yang buruk. Aku berlarian di rumah sakit menuju tempat hyejin berada, tak lama kemudian  aku melihat hyejin sedang duduk di kursi tunggu sambil terus menangis, di sebelahnya duduk taemin yang sibuk menenangkannya.

Taemin, kenapa namja itu? kenapa harus namja itu yang selalu lebih tahu tentang hidup hyejin? Kenapa selalu namja itu yang paling dulu ada di sisi hyejin? Kenapa selalu namja itu?

Aku menggelengkan kepalaku membuang jauh pemikiran itu, sekarang bukan saatnya mempertanyakan tentang taemin. Aku bergegas menghampiri hyejin, menyadari keberadaanku taemin berdiri dan meninggalkan kami berdua.  

Hyejin: oemma… appa…

Aku tidak berniat sama sekali menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada orangtuanya, melihat hyejin seperti ini sungguh mengiris hatiku. Aku berlutut di hadapan hyejin yang masih tertunduk terus menangis. Aku menangkap wajahnya dengan kedua telapak tanganku, matanya sudah mulai sembab dan masih tergenang air mata. Kedua jari jempolku bergerak menghapus air mata itu, air mata yang paling menyedihkan yang pernah aku lihat seumur hidupku.

Minho: uljima… semuanya akan baik-baik saja.

                                                                                ******************

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “He is Taemin, not Just Taemin – Part 4

  1. hmm jdi sbnrnya taemin itu ade nya jinki tpi kaenapa jdi bda gtu ya?apa krn kepergian org tuanya taemin jdi berubh
    ak emg lbh ska liat hyejin sma taemahin tapi entah kenapa pas liat minho yg nyari” hyejin wkt dy ga ad disekolah terus dy pas dirmh skt ngelhat yg ad disamping hyejin it taemin, jdi ngerasa kasihan

  2. Sebenernya ada rahasia apa dibalik kematian orang tua hyejin sama taemin. Kayaknya ada hubungannya nih? *sok tau nih hehee
    Aku sih berharap hyejin sama taemin aja deh

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s