[Prolog] That’s Everything

That’s Everything

that's everything_副本

Prolog

Mentari berhasil menjelajahi setiap celah dan tekuk kecil pada jendela yang terbuka lebar di depan tempat tidur ku. Silaunya membangunkan mata kecil ku untuk lebih terbuka lebar hingga aku sadar dan bisa bangun sepenuhnya dan ku lihat seorang namja yang telah berdiri tegap di hadapan ku

“Selamat pagi!” senyumnya. “Kau sudah bangun, cepat mandi kita akan berangkat kuliah! Aku akan mengantar mu hari ini!” Ucapnya seraya mengacak rambutku dan sedetik kemudian aku hanya bisa melihat punggung kekarnya hilang di ambang pintu kamar ku.

Dia adalah oppa ku. Dia adalah oppa yang paling mengerti aku dan tahu semua tentang ku. Meskipun sekarang sifatnya sudah sedikit berbeda dengan dahulu tapi itu menurut oppa ku yang tertua. Kami hanya bertiga karena kami telah kehilangn orang tua kami 6 tahun yang lalu dan semenjak saat itulah terjadi banyak perubahan di hidup kami dari kedua oppa ku yang semakin memperhatikan ku ‘Brother compleks’ hingga hal kecil pun mereka bisa merubahnya menjadi hal yang besar. Ya, walaupun  aku tahu itu adalah rasa sayang mereka kepada ku tapi kadang itu hanya membuat ku kesal.

*

*

Hoaaaammm….

Ku rebahkan tangan mungilku pada meja yang ada di samping tempat tidur ku dan ku lihat jam yang ada disana. Semua badan ku terasa lebih segar hari ini.

“Sudah siang rupanya, pasti dia belum bangun, eoh! Menyusahkan saja” Ku sibakkan selimut yang ada di badanku dan ku langkahkan kaki ku menuju kamar yang ada di samping kamar ku.

—grek— ku buka pelan pintu itu dan terlihat dia masih tertidur pulas di atas ranjangnya. Ku buka jendela yang tepat di hadapan tempat tidurnya hingga cahaya itu dapat menyelinap bebas di ruangan kecil itu, ah tidak! Aku rasa ruangan ini cukup besar.

“Selamat pagi!” senyumku. “Kau sudah bangun, cepat mandi kita akan berangkat kuliah! Aku akan mengantar mu hari ini!” Ucapku seraya mengacak rambutnya.

Jieun, kau memang tidak pernah berubah!” Gumam ku meninggalkannya.

*

*

Pagi yang cerah. Saatnya beraktifitas seperti biasa. Rutinitas yang begitu membosankan. Aku  tanpa sengaja melihatnya  keluar dari kamar adik kecilku. Kebiasaan yang tidak pernah berubah setiap harinya. Menggantikan peran sesosok ibu. Mereka adalah adik-adik kecilku  yang sangat aku sayangi dan hanya mereka keluarga yang aku miliki saat ini.

Sejak 6 tahun yang lalu semua kehidupan kami berubah. Perubahan pertama aku harus mengambil alih semua perusahaan peninggalan Appa. Di bantu dengan Park ajussi, aku mengelola semua itu sembari sekolah. Belajar semua trik-trik bisnis yang sangat merepotkan. Semua itu menyita banyak waktu ku. Terkadang membuatku kesal.

Perubahan juga terlihat jelas pada Adik laki-laki ku. Mulai dari sifatnya yang semakin lama semakin tidak bisa di atur dan semakin tidak mau mendengarkan perkataan ku dan yang terakhir, adik perempuanku. Adikku yang paling kecil. Karena musibah 6 tahun yang lalu dialah yang sangat terpukul dengan kepergian orang tua kami maka dari itu sangat menyayanginya dan ingin terus menjaganya.

*

*

Cahaya itu berhasil membangunkan ku, sangat silau hingga kehangatanya dapat merasuk ke dalam tubuhku. Aku dapat merasakan kehangatannya. Rasa dingin pun dapat sirna. Ku langkahkan kaki mungil ku menuju sebuah kamar yang semua pernak-perniknya berwarna biru ketika kau membuka pintunya. Seperti hamparan langit dengan awan-awan penuh salju.

“Ya! Jong In-ah! Apa kau tidak akan sekolah hari ini? Kenapa kau masih saja tidur! Bangunlah!” teriakku sedikit sebal karena masih melihat pemilik kamar itu dengan pulasnya tidur. Ya, dia adalah Adik laki-laki ku. Kami hanya tinggal berdua sedangkan orang tua kami berada di Paris sibuk dengan pekerjan mereka masing-masing hingga kami harus tinggal berdua. Ayahku seorang Pengacara dan Ibuku seorang desainer. Keluarga kami memiliki Galeri terkenal si seluruh penjuru Paris. Tapi aku tidak kesepian karena ada seorang namja yang selalu menjagaku dan memperhatikan Adikku. Dia sangat baik. Siapakah dia? Nanti kalian akan mengetahui nya.

*

*

“Ya hyung! Kenapa kau dengan sepihak tidak mau melanjutkan semuanya?” Bentak seorang namja.

“Aku tidak bisa Taemin-ah! Ini sudah terlalu jauh. Semua ini salah!”

“Tapi kita harus membalas mereka! Apa kau tidak ingat! Karena mereka kita kehilangan Noona. Karena mereka kita harus merasakan semua kepahitan ini. Karena mereka, aku kehilangan adik kesayangan ku. Apa kau tidak ingat semua itu?” Tutur namja itu.

“Aku ingat Taemin-ah! Aku ingat! Bahkan semua begitu jelas! Tapi aku mohon, hentikan semua ini. Kita akan Cari Noona dan adik laki-laki kita, tapi kau harus menghentikan semua rencana ini. Bagaimana?” Mohonnya.

“ Minho hyung! Apa kau mencintai gadis ini?”

*

*

Sekian reviewnya,

Nantikan kisah selengkapnya hanya di Lupusoria Land ^^

©Cblink Story

Jangan lupa untuk berkenjung ke www.lupusoria.wordpress.com

Terima Kasih…

Admin’s Note: Mohon lain kali sertakan keterangan cast, genre, dll nya agar admin yang bertugas tidak bingung.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “[Prolog] That’s Everything

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s