Unforgettable

Title: Unforgettable

Author: qarinashifa

Main Cast: Onew SHINee

Support Cast: You can find it by your self

Length: Ficlet, Songfic

Genre: Sad

Rating: General

A.N: yeaayy qarin balik lagi~ kali ini aku bawa si dubu sebagai main cast nya.. aku buatnya narasi dengan dialog yang sedikit. hehe ._.v sedikit tambahan, bacanya sambil denger kerispatih – lagu rindu ya biar greget hehe.. okeh gak banyak omong happy reading~^^ mohon maaf kalo ada typo. kritik dan saran jangan lupa ya hohoho

 

Bintang malam sampainya padanya, aku ingin melukis sinarmu dihatinya

Embun pagi katakan padanya, biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Malam hari yang indah dimana aku bisa melihat lampu-lampu gedung mencakar langit menyala. Aku suka malam hari dimana ada bintang dan bulan. Aku sangat suka kedua benda langit itu. Mereka berdua memiliki arti tersendiri untuk ku. Entah mengapa, aku tidak bosan melihat mereka dimalam hari. Jika tidak ada mereka, aku lebih memilih tidur diatas ranjang dan menyelimuti diriku sendiri dari ujung kaki hingga kepala. Tidak ada pemandangan yang bisa dilihat. Membosankan.

Tau kah engkau wahai langit?

Ku ingin bertemu membelai wajahnya

Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah, hanya untuk dirinya

Haahh… rasanya baru kemarin aku memeluk tubuhnya. Nyatanya, itu sudah lima tahun yang lalu. Cukup lama untuk ku. Bahkan aku masih merasakan hangat tubuhnya yang mendekap tubuhku. Harum tubuhnya yang memakain parfum pemberian dariku. Katanya aromanya enak seperti kue. Aku selalu tertawa kecil jika mengingat bagaimana ia mengatakan kalimat itu.

Lagu rindu ini kuciptakan hanya untuk bidadariku tercinta

Walau hanya ada sederhana, izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

———

“Jinki-ah, kau sudah besar. Kau bisa hidup tanpa ku. berjanjilah kau tidak akan menangisiku setiap hari. Umma akan mengawasimu dari sana.”

———

Terngiang lagi kalimat itu di otak ku. Padahal aku sudah berjanji untuk tidak sedih. Tapi aku tidak bisa. Bahkan sekarang air mataku sudah mengalir entah sejak kapan. Ingin sekali air mata ini dihapus olehnya. Aku ingin kembali mendekap tubuhnya, menghirup aroma tubuhnya, mengatakan kalau aku rindu padanya.

Umma, apa kau nyaman disana? Kau tahu, aku sering sekali memutar kembali kenangan kita berdua. Saat aku masih kecil, aku belajar menaiki sepeda roda dua. Ketika hampir sampai di tempatmu berdiri, aku terjatuh dan menangis. Dengan cepat kau berlari menghampiriku dan menenangkanku agar aku tidak menangis. Kau meniupi luka goresan di lutut ku. Ajaibnya, rasa perih dan sakit di luka itu berkurang.

Saat keluarga kita sedang dilanda kekurangan uang. Appa dipecat, usaha restoran kita bangkrut dan aku harus membeli seragam sekolah. Aku melihatmu menangis dikamar. Aku tahu bagaimana rasanya itu. Kau terlalu pusing memikirkan bagaimana aku bisa membeli seragam, bagaimana kita makan esok hari, lusa, dan seterusnya. Aku datang menghampirimu dan bilang kalau aku tidak apa-apa dengan seragam lamaku. Kau masih sempat tersenyum dan menghapus air mata. Kau bilang aku tidak usah khawatir dan langsung menyuruhku tidur.

Umma, apa kau tahu perasaanku waktu itu? Hatiku sangat sakit. Memang aku masih kecil, tapi aku mengerti bagaimana sulitnya mencari uang. Sempat terfikirkan olehku membantumu mencari uang. Tapi, aku bisa apa? Saat itu aku hanyalah bocah berusia 6 tahun yang hanya mengerti bermain bersama teman-teman. Belum tahu caranya bagaimana mencari uang. Umma, maafkan aku.

Tahukah engkau wahai langit?

Aku ingin bertemu membelai wajahnya

Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah hanya untuk dirinya

———

“Jinki-ah, ibumu masuh rumah sakit”

DEG.

Tanpa basa-basi lagi segera ku tarik manager hyung dan berlari ke parkiran. Aku tidak perduli key dan jonghyun memarahi ku yang seenaknya perg tanpa sepengetahuan mereka. Lagi pula, acarana sudah selesai, kan?

“ada apa denganya? Mengapa dia bisa masuk rumah sakit?!” omel ku tidak jelas. Ku rogoh tasku dan segera mengambil ponselku.

“YA! MENGAPA BENDA BODOH INI MATI DI SAAT SEPERTI INI?!”

“Jinki-ah! Tenangkan dirimu!”

“bagaimana aku bisa tenang hyung?! Ibuku menderita gagal ginjal!”

“aku tahu. Tapi jangan seperti ini.”

Dia benar. Tidak seharusnya aku sepeti ini. Ah, pabo! Apa yang merasuki mu, Lee Jinki?

“kita sudah sampai.”

Ku buka pintu mobil dan langsung berlari menuju kamar dimanaumma ku dirawat. Samar-samar kulihat semua orang menatapku aneh. Ya, aku memang sudah seperti orang gila. Aku takut jika terlambat. Aku takut hal yang ku takutkan terjadi.

Tanpa memberi salam, kubuka pintu kamarnya. Hanya ada appa dan umma disana. Aku sempat marah kenapa hanya ada appa. Tapi aku ingat kalau hanya akulah putra mereka. Aku langsung berlari dan mendekap tubuhnya dengan erat. Tak perduli kalau aku sedang menangis seperti anak kecil.

“umma, mianhae… Aku salah, aku kurang memperhatikanmu selama ini.”

“aigoo… kenapa kau menangis? Umma mu tidak apa-apa. Tenang saja”

———

Kau bersikap seakan kau tegar. Nyatanya? Aku tahu kau sedang lemah. Kenapa masih bisa-bisanya kau bilang tidak apa-apa?! Apa kau tahu aku sangat khawatir?! Bagaimana kau sesuatu terjadi padamu? Dan kau masih mau bilang kau tidak apa-apa?!

Lagu rindu ini kuciptakan hanya untuk bidadari hatiku tercinta

Walau hanya ada sederhana, izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Sekarang sudah tidak ada lagi sosok itu di sampingku. Tidak ada lagi tempat aku mengeluh, mengadu, bercerita semua kejadian yang ku alami. Hanya mereka tempat curahan hatiku kini. Mereka berempat yang suka rela mendengarkan amarahku, senangku, dan juga keluh kesahku.

Aku masih beruntung karna banyak sekali orang yang perduli padaku. Tanpa kuminta sekalipun mereka semua bersedia menampung semua keluh kesahku. Aku beruntung kan? Aku menyayangi mereka semua yang memberikan cintanya padaku. Mereka semua yang selalu menyemangatiku. Tidak penting seberapa jauhnya mereka berada, yang penting mereka selalu ada dihatiku.

Sudahlah, yang lalu biarkan berlalu. Aku tahu kau tidak ingin melihatku seperti ini, kan? Aku berjanji padamu untuk menjadi seseorang yang kuat. Lee Jinki yang kuat.

FIN

Eottae?? Semoga feel nya kali ini dapet yaahh.. aku buat ini sambil berlinang air mata soalnya T^T I LOVE YOU UMMA~~ ^3^ *plakk* yap terimakasih yang sudah baca.. komen nya ya gomawooo *bow*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Unforgettable

  1. huaaa, aku nangis pas bacanya. ceritanya keren thor! feelnya dapet banget, aku langsung nyesek, ngerasa banyak dosa sama ibu. keep writing thor! T__T)b

  2. Walau gak sampe nangis, tapi cukup menyentuh, saeng….
    Eonni jadi ngerasa pengen meluk Jinki…
    Eh, maksudnya meluk eomma eonni….

    Nih cerita emang hanya cerita doang, kan…?
    Maksudnya ibu mertua eonni… *diinjekMVP… gak apa2, kan…?
    Jadi pengen mudik ke Seoul… *ditinggal kabur
    Emang inspirasi bisa datang drmn aja, ya,
    mungkin saeng lagi melow-melownya sama eomma
    sampe ada ide nulis cerita ini

    Keep writing, ya
    Tulisannya bagus…, dan akan semakin bagus dengan terus berkarya…
    Annyong

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s