WW Club – Part 3: Sharpening Arguments

Title: WW Club – Chapter 3: Sharpening Arguments

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)/email author: mahogany4_author@yahoo.com

Translater: Iamflames (@Maria2509)

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di crita ini

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

A/N: anyong! Aku datang membawa chapter 3…. Sorry yah kalo misalnya masih ada kata-kata yang kurang jelas atau absurd. Kalo kalian mau baca versi inggrisnya bisa dibaca di link ini: www.asianfanfics.com/story/view/443818/ww-club-hara-jonghyun-krystal-minho-sulli-suzy-minsul so enjoy the story and hope you like it! I need your comment..

Summary :

“Sun Life University adalah Universitas yang paling terkenal di Korea. Hal ini dikarenakan Sun Life merupakan sekolah terbaik yang menghasilkan bakat-bakat terbaik di Korea. Tapi tidak semua orang bisa masuk Sun Life. Sun Life adalah universitas termahal di Korea. Kalian hanya bisa masuk dengan 2 cara yaitu kalian berasal dari keluarga yang sangat kaya atau kalian seorang yang luar biasa cerdas atau menjadi yang paling terbaik di bidang yang kalian kuasai. Untuk penerima beasiswa, bukan hal yang mudah tinggal di Sun Life. Dari 10.000 peserta ujian, hanya 500 yang akan lolos dan memenuhi syarat untuk mendaftar di Sun Life. Dari sekitar 500 mahasiswa penerima beasiswa hanya 50 mahasiswa yang dapat lulus sampai akhir. Ini bukti bagaimana ketatnya Sun Life dan orang-orang akan menantikan kelulusannya. Sun Life University memiliki klub yang terkenal di seluruh Korea. Organisasi ini disebut “WW Club“. Klub ini terdiri dari 5 orang yang dikenal sebagai siswa terbaik di Sun Life sejak Sun Life berdiri 60 tahun yang lalu. Mereka terkenal dan melebihi selebriti. Mereka mewakili Sun Life dan they are the face of the University. Mereka berlima datang dari keluarga yang kaya tapi keunggulan yang mereka miliki di atas dari orang lain. They are Sun Life’s lifeblood. Tanpa mereka, Sun Life tidak akan setenar sekarang.

Choi Sulli baru saja menerima beasiswa dia Sun Life setelah bertahun-tahun melakukan persiapan. Keluarganya sangat gembira setelah tahu ia berhasil mendapatkan beasiswa. Meskipun, Sulli pribadi menyukai melanjutkan sekolahnya di universitas manapun, tetapi ia ingin membahagiakan orang tuanya dan melakukan yang terbaik agar bisa masuk ke Sun Life. Sulli memilih jurusan finance agar mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar di masa depan. Semua hal telah diatur dan Sulli telah membuat komitmen pada dirinya sendiri bahwa dia akan lulus dari Sun Life. But what if her drive for excellence brings insults to the most famous students? What if WW Club blocks her way?

WW Club bukanlah organisasi sekolah biasa. Semua member bersahabat sejak kecil. Dan banyak orang akan bertanya-tanya bagaimana sebuah kelompok seperti jenius berakhir sebagai teman?! Untuk WW Club, reputasi, integritas dan keunggulan merupakan penggerak utama untuk sukses. Mereka tidak pernah akan mengijinkan satu orang pun untuk menginjak-injak nama mereka. Jika ada yang mencoba, mereka akan menghancurkannya!

Ini adalah dunia yang dikuasai oleh Lee Jonghyun, Suzy, Hara, Krystal, and their leader Choi Minho.”

 

???????

Chapter 3: Sharpening Arguments

 

Saat sarapan Sulli biasanya hanya makan sedikit bahkan saat ibunya memasak banyak untuknya. Tapi pagi ini, dia memutuskan satu-satunya cara untuk bertahan adalah datang dengan persiapan yang matang. Dan bahkan ketika dia merasa sudah kenyang, dia memaksa menyuapkan beberapa suap lagi untuk mengisi perutnya.

Ketika dia sampai di kampus, dia merasa aneh karena setiap orang berbisik membicarakan tentang kejadian kemarin. Kalau dia bisa memilih, dia akan mengulang kembali ketika dia sedang ujian, dia akan menjawab satu soal dengan tidak benar dan dengan begitu rata-ratanya akan lebih rendah dari 0.001 dari Minho. Dengan begitu dia tidak akan mendapat masalah dengan WW Club.

Tapi Sulli tidak tahu hasilnya akan begini. Dia begitu terfokus memastikan agar dia mendapatkan nilai yang tinggi karena dia harus bisa bertahan di Sun Life. Dia hanya ingin membuat orang tuanya bahagia, dan mengapa jadi seperti ini?

Sulli pergi ke perpustakaan. Dia pergi untuk mencari semua buku yang mempunyai topik berbeda dari sejarah ke sains sampai artikel berita dan seni. Dia tahu WW Club mempunyai niat untuk mengalahkannya, tapi dia berharap dia bisa mempersulit mereka untuk mengalahkannya. Tapi 5 jenius melawan orang biasa? Apa ada kesempatan untuk bertahan sampai akhir?

Ketika jam menunjukkan pukul 2:50 siang, Sulli tahu dia tidak bisa mengelak lagi. Dia harus pergi ke WW200. Sulli harus menghadapi mereka. Kalau dia mencoba untuk melarikan diri, pintu Sun Life tidak akan terbuka lagi untuknya. Tapi dia merasa seperti sepotong daging yang akan dilempar ke kandang singa. Bagaimana cara menghentikan mereka?

Sulli menggunakan lift untuk pergi ke lantai atas gedung Arts. Dia menyadari bahwa ketika dia memasuki bangunan, setiap orang mencoba menghindarinya. Bahkan orang-orang di lift yang masuk terlebih dahulu berlari ke luar ketika mereka melihat dia masuk lift.

Sulli mengambil napas dalam-dalam. ‘It’s ok jika mereka memperlakukanku seperti aku bau sesuatu.’

Dia hanya ingin mengakhiri semuanya.

Ketika Sulli sampai di lantai atas, ia melihat pintu kayu besar di depan lift. Dia melihat mesin yang  kelihatan seperti ponsel disisi pintu. Dia menekan salah satu tombol.

“Nama, tingkat tahun dan tujuan, please,” kata seseorang dari seberang suara mesin tersebut.

“Umm … Sulli Choi, tahun pertama jurusan Finance … aku disini karena WW Club memintaku untuk datang,” kata Sulli.

“Silakan tunggu sebentar,” kata suara itu. Sulli berdiri di sana selama satu hingga dua menit sebelum suara lain berbicara. Kali ini, bukan suara elektronik itu lagi.

“Hei, kau datang Miss Choi! Baguslah, kau memang punya nyali,” kata seorang wanita melalui ponsel itu, “Aku harap kau tidak menyesal menginjakkan kaki di WW200.”

Lalu, Sulli merasakan tangan lewat dari sisi wajahnya dan menekan tombol lain pada mesin itu. Ketika Sulli melihat siapa orang tersebut, Sulli terkejut akan menatap mata yang sama… yang membuat detak jantung berdetak cepat pada hari pertamanya di Sun Life…

Choi Minho.

Minho tidak melihat ke arah Sulli tapi menekan beberapa tombol di mesin itu.

“Kau harus bersikap baik pada tamumu, Hara. Dia ada di sini karena kalian mengundangnya, kan?” kata Minho.

“Oh, Minho! Kau sudah kembali!”

Tiba-tiba pintu terbuka. Minho bahkan tidak melirik Sulli. Berbicara tentang anti-sosial, ada yang aneh setiap kali Sulli melihat dia… Minho tampaknya terlalu bersinar dalam tatapannya. Sulli memutuskan untuk berhenti menatap matanya.

Miss Choi, Aku tidak tahu mengapa enapa mereka mengundangmu. Aku tidak tahu ada apa, tapi kau datang ke sini karena undangan klub, jadi silakan masuk,” kata Minho.

Apa Minho tidak tahu? Apa Minho tidak tahu kalau Sulli mengalahkan rekornya, atau Minho tidak tahu apa yang anggota klubnya lakukan? Minho leader mereka, kan? Bagaimana bisa dia tidak tahu?!

Minho memasuki ruangan dan Sulli mengikutinya. Di dalammnya seperti gaya Victorian, dinding langit-langit terlihat sangat tinggi dan semuanya elegan seperti yang IU bilang.

“Silakan duduk disini.” Minho menunjuk Sulli untuk duduk di kursi paling kanan dekat jendela. Minho memasuki ruangan lain di sebelah kiri. Dia membawa tas olahraga miliknya… Dan dia memakai kaos dan celana pendek… Ahhh~ ia pasti baru selesai latihan sepak bola. Setelah satu menit, anggota lain WW Club muncul dari ruangan yang sama saat Minho masuk tadi. ‘Ini dia singa-singanya’  hati Sulli tidak bisa tenang sejak dia masuk lift dari lantai dasar.

“Kami menunggu permintaan maafmu,” kata Jonghyun.

Setiap salah satu WW Club mengambil tempat duduk. Semua orang tampaknya tahu kursi milik mereka masing-masing. Ah…. hanya ada 5 kursi … Jadi itu berarti … Kursi yang Sulli duduki adalah…  punya Minho. Sulli melihat ada cangkir teh di meja samping setiap kursi. Apa mereka disini untuk minum teh?

“Kusangka itu Mr. Kim. Kita belum pernah melihatnya lagi sejak bulan lalu,” kata Krystal.

“Oh ya, tapi aku lebih suka Miss Jung. Dia mengajar lebih baik dari pada Mr. Kim,” kata Suzy.

Apa yang mereka bicarakan? Minho muncul dari ruangan yang tadi dia masuki. Sekarang dia memakai seragamnya. Sulli segera berdiri memberikan tempat untuk Minho duduk, tapi Minho menyentuh bahunya tanpa melihatnya dan mendorong ke bawah agar duduk.

Hati Sulli berdetak kencang. Dia yakin wajahnya memerah karena dia bisa merasakan panas yang naik ke kedua pipinya. Tapi Minho sepertinya tidak menyadari itu dan hanya berdiri di dekat jendela.

“Bersiaplah semuanya. Professor sebentar lagi akan datang dalam…” kata Minho. Minho melihat jam tangannya. “3 …2 … 1 “

Saat itu pintu utama terbuka dan seorang profesor wanita seksi memasuki ruangan.

“Selamat siang semuanya,” Kata Professor.

Professor wanita tersebut langsung menuju ke meja guru yang ada di samping.

“Baiklah, kita akan melakukan diskusi terbuka hari ini dalam bentuk debat,” kata Professor.

“Ini sangat menyenangkan Miss Jung! Aku mediator hari ini, kan?” tanya Hara bersemangat.

“Ya. Sekarang giliranmu,” kata Miss Jung.

“Aku pikir kita tidak bisa melakukan diskusi terbuka hari ini, Miss Jung. Hari ini ada seseorang yang bergabung dengan kita,” kata Jonghyun.

Kemudian Miss Jung melihat Sulli duduk di kursi milik Minho sementara Minho berdiri dekat jendela.

“Ahhh… Kalian ada tamu. Siapa namamu, Miss?” tanya Miss Jung. Sulli segera berdiri

“Aku Sulli Choi, tingkat pertama jurusan Finance. Senang bertemu denganmu,” kata Sulli membungkukkan badannya. Miss Jung mendengar berita tentang Sulli Choi tentunya. Tapi dia tidak menyangka melihatnya di WW200. Apa yang anak-anak ini rencanakan? Oh well… Aku hanya akan memainkan peranku sebagai professor yang baik dan melihat kemana arah permainan mereka, pikir Miss Jung.

“Silakan duduk Miss Choi. Kita bagi kelompok menjadi 2. Miss Suzy, Miss Hara dan Mr. Minho akan menjadi tim Pro. Dan Mr. Jonghyun, Miss Krystal dan Miss Sulli akan menjadi tim Anti,” kata Miss Jung.

Sulli bingung. Apa yang terjadi? Kenapa mereka membagi menjadi 2 kelompok? Dan maksudnya apa dengan tim Pro dan Anti?

“Topik kita adalah pengendalian angka kelahiran dan hukum yang berlaku,” kata Miss Jung. “Aku memberikan waktu 5 menit untuk diskusi dengan kelompokmu.”

Minho, Suzy dan Hara hanya melakukan gerakan tangan cepat dan hanya berbicara dalam waktu satu menit. Krystal dan Jonghyun juga berbicara selama satu menit dan sepenuhnya mengabaikan Sulli.

“Jadi artinya kita menentang pengendalian angka kelahiran… Hmmm… Kita dapat menggunakan argumen ini seperti menolak adanya kehidupan dan itu sama saja mempromosikan seks kepada orang-orang,” kata Krystal.

“Ya, aku setuju… tapi kita harus siap untuk argumen mereka, mereka dapat mengatakan bahwa pengendalian angka kelahiran merupakan pilihan yang bagus, itu memberikan pilihan pada orang-orang yang berencana akan berkeluarga.”

“Yeah, tapi tidak semua orang memiliki perencanaan keluarga di pikiran mereka. Orang-orang yang masih muda akan menggunakan hukum untuk mendukung tindakan seksual mereka,” kata Krystal.

“Itu benar. Tapi hal ini bisa dikatakan bahwa populasi yang terlalu banyak akan menuju kehancuran. Ini akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan kemiskinan,” kata Jonghyun.

“Kemiskinan adalah argumen sulit untuk dilawan. Mari kita berharap mereka tidak membawa hal yang satu itu. Jika mereka melakukannya, kita harus tahu bagaimana solusinya.” kata Krystal.

Sulli hanya menatap mereka berdua. Pertama, karena mereka tidak berbicara dengannya sama sekali. Kedua, mereka mengetahui apa yang akan didiskusikan?! Apa karena mereka anak orang kaya? Apa karena mereka pewaris perusahaan itu alasannya kenapa mereka harus tahu apa yang terjadi di masyarakat? Itu akan menjadi alasan  yang sempurna kenapa mereka menguasai kelas-kelas ini.

Ketika debat dimulai, Miss Jung bertanya tim Pro Suzy untuk memberikan argumennya. Masing-masing orang yang akan berbicara harus berdiri.

“Aku pikir kebijakan pengendalian angka kelahiran akan memberikan pilihan untuk orang-orang saat merencanakan keluarga mereka.” kata Suzy.

Aha, tim mereka sudah mempersiapkan hal ini, pikir Sulli.

“Tapi bagaimana dengan anak-anak muda? Mereka juga dicakup oleh hak kebijakan, kan? Hal itu juga akan memberikan mereka pilihan untuk mengeksplorasi hasrat seksual mereka karena hukum akan melindungi mereka melalui alat kontrasepsi dan semunya, kan?” kata Krystal.

“Pendidikan adalah jawabannya. Kalau kita memberikan pendidikan yang tepat bagi siswa dan memberikan solusi yang jelas, maka akan membatasi pergaulan bebas,” kata Hara.

“Tapi tidak dengan keingin-tahuan mereka,” kata Jonghyun.

“Diskusi yang menarik. Mari kita lanjutkan dengan argumen kedua,” kata Miss Jung.

“Kita tidak membutuhkan hukum pengendalian angka kelahiran karena aborsi dan menelantarkan anak mereka akan semakin tinggi,” kata Krystal.

“Hmm… Tapi jika kita memiliki terlalu banyak anak, juga akan semakin banyak orang, kemiskinan pasti akan meningkat. Keluarga perlu merencanakan berapa banyak anak yang mampu mereka tanggung.” kata Minho.

Sulli melihat Krystal menaikkan alisnya dan kemudian melihat Jonghyun … seharusnya argumen ini tidak mereka keluarkan.

“Kau tidak punya jawaban untuk itu?” tanya Minho.

“Yah, tim Anti, apa itu berarti, argument Minho menjadi kesimpulan dari perdebatan ini? “tanya Miss Jung.

“Tidak,” jawab Sulli berdiri.

Semua orang tampaknya telah melupakan kehadiran Sulli. Tapi ketika dia berbicara, perhatian semua orang tertuju padanya.

“Tidak, tidak akan menyebabkan kemiskinan. Logikanya berbicara saat kau dapat mengatakan bahwa peningkatan populasi akan mengurangi sumber daya per-orang. Tapi pengalaman memberitahumu sebaliknya. Lihat saja Jepang dan Singapura. Ada suatu masa ketika mereka melakukan program pemerintah untuk mendorong orang agar memiliki lebih banyak anak. Alasannya adalah ketika terlalu mengendalikan angka kelahiran maka jumlah penduduk menjadi terlalu rendah, tenaga kerja juga turun. Siapa negara-negara yang berkembang di Asia sekarang… Cina? Filipina? Sekarang mereka adalah negara yang punya populasi terbesar,” kata Sulli dengan semangat.

Semua orang yang ada di ruangan diam. Dan Sulli merasa tidak nyaman. Apakah dia mengatakan sesuatu yang salah? Haruskah dia hanya tetap duduk dan tidak berbicara? Adalah waktunya untuk berbicara sedikit kemudian? Itu adalah menit yang benar-benar menyiksa di mana semua orang hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun.

“Aku pikir itu argumen yang bagus. Aku tidak punya argumen lebih lanjut lagi tentang masalah ini, Miss Jung,” kata Minho.

“Oh… benar… tadi diskusi yang bagus. Aku terkejut, Miss Sulli. Aku tidak memberitahu siapa pun tentang topik tadi, jadi aku terkejut mendengar pengetahuan kalian tentang topik ini,” kata Miss Jung.

Sulli hanya mengangguk dan memberikan senyum canggungnya. Dia melihat anggota WW Club saling memandang.

Suzy menatapnya seperti, “Apakah dia hanya mengatakan itu saja?”

Krystal hanya mengangguk seakan-akan berkata, “Ahh … jadi dia bisa berpikir seperti itu?”

Jonghyun tersenyum seperti orang bodoh. Sulli tidak bisa membaca ekspresi wajahnya.

Dan Hara tersenyum lagi-lagi seperti anak kecil. Selalu ada sesuatu yang aneh dan sedikit menakutkan saat melihat senyum itu.

Sementara Minho… Minho menatap lurus padanya… dan hanya sedetik, dia melihat bibir Minho melengkung tersenyum. Hanya senyum kecil, tapi terlihat kalau dia memang sedang tersenyum. Lalu kemudian menghilang. Apakah itu hanyan khayalan Sulli saja? Ada 2 topik lain dibuka oleh Miss Jung dan Sulli tidak diam saja. Dia mencoba untuk menjawab beberapa argumen yang membuat semua orang diam .Ketika Miss Jung meninggalkan ruangan, Sulli ingin pergi dari tempat itu juga.

Apa aku sudah boleh pergi? Apakah aku masih harus berada disini? Apakah ini cukup untuk membuat mereka berhenti menggangguku?

“Bisa dibilang kau mampu mengikuti diskusi ini, tapi aku masih belum yakin,” kata Suzy.

“Kau beruntung hari ini. Mari kita lihat bagaimana kemampuanmu di lain waktu,” kata Jonghyun.

Sulli tidak tahan lagi. Di lain waktu?! Mengapa mereka tidak bisa hanya menerima kenyataan bahwa dia mendapat hasil yang baik waktu ujian itu karena ia benar-benar belajar?!

“Aku rasa aku sudah bisa pergi dari sini,” kata Sulli    .           .

“Bolehkah aku mengundangmu untuk minum teh, Miss Sulli?” tanya suara dari belakang Sulli.

Mungkinkah? Tidak itu tidak mungkin? Kenapa Minho mengajaknya minum teh?

Semua orang terkejut, lebih tepatnya shock. Sulli bisa melihatnya dimata semua orang. Jelas, mereka tidak mengharapkan pemimpin mereka untuk melakukan hal ini.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

127 thoughts on “WW Club – Part 3: Sharpening Arguments

  1. Sulli hebat ΒªªªηǤ³³ε† ϐȋşά menjwab semua argumen dr lawan bicara πƴª dan bkin WW Club tdk ϐȋşά bicara.

  2. Tercengang hahaha bagus2 sulli bisa mengimbangi diskusi 5 anggota itu. Dan uwoooh pesona minho ttp aja yah cool man, entah baik atau jahat kayanya baik deh. Jonghyun serem, 3 cewe itu jga serem -.-

  3. Slli eoni orangnya jenius pemberani juga
    Suka sama karakternya

    Minho oppa ngajakin sulli eoni buat minum teh
    Mau ngapain?
    Penasaransama cerita selanjutnya
    Lanjut thor

  4. wooaah ini ada apaan lg nih. knp kok ming oppa ngajakin ssul eonni ngeteh ? kan modus wkwk
    keren ff nya, makin seru.
    Ok thankyou for posting.. cannot wait for read the next chap😀
    keep writing😀

  5. Sepertinya anggota WW Club punya sisi baik. Sulli pinyer deh… Itu, kenapa Minho mendadak ngajak Sulli? Kaya’nya Minho yang mencurigakan disini. Dia kaya’ beda sama yang lain.

  6. wuuhhhhh..sulli jjang…untung sulli bisa menghadapi ww club..ternyata minho gg tau teman2nya mngundang sulli,, mreka spertinya belum puas dng sulli, kira2 ap lgi yg akan diperbuat ww club le sulli,,minho ngundang sulli minum teh?? ad ap ini tmend2 minho jg kget dng ajakan minho,, kira2 ap yg akn minho lakukan,,ap jg ikut ngbully sulli or ngelindungin sulli…pnasaran..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s