He is Taemin, not Just Taemin – Part 5

He is Taemin, not Just Taemin part 5

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

 

Author pov

Gerimis mengiringi acara pemakaman orang tua hyejin, banyak sekali orang yang hadir di sana, ada rekan-rekan bisnis orang tua hyejin, pengacara keluarga hyejin, beberapa teman sekolah hyejin dan yang pasti minho beserta taemin yang selalu setia berada di sisi hyejin. Sejak kemarin hyejin tidak bicara sepatah katapun, tidak makan apapun dan tidak mau berhenti menangis. Bahkan sekarang ia masih saja menangis sembari memeluk makam kedua orang tuanya.

Setiap yang hidup pasti akan mati, setiap yang kita miliki pasti akan pergi.

Hanya saja hyejin belum siap dengan semua itu, belum siap secara mental, belum siap secara keadaan. Hyejin tidak memiliki saudara, tidak ada kerabat yang ia tahu, bahkan sampai sekarang belum ada orang yang mengaku jike mereka memiliki hubungan persaudaraan dengan hyejin. Ia bahkan baru saja lulus dari high school, tidak ada keahlian sama sekali, tidak ada yang bisa ia andalkan selain peninggalan orang tuanya.

Pemakaman mulai sepi, lebih tepatnya semua orang telah pergi kecuali hyejin, taemin, minho, gae in dan nara. hyejin masih duduk terpana memandang makan orang tuanya, sedangkan para sahabat dan kekasihnya minho, tidak sanggup berkata apapun.

Gae in: hyejina… kaja, sebaiknya kita pulang, sebentar lagi hujannya akan deras.

Hyejin hanya diam tak bergeming sampai akhirnya minho membantunya berdiri dan membimbingnya memasuki mobil.

Disinilah hyejin sekarang, di hadapan sebuah foto besar yang di sana terdapat dirinya bersama kedua orang tuanya. Hyejin terpaku, tidak ada lagi kehangatan oemma, tidak ada lagi kasih sayang appa, keduanya sudah pergi dan tidak akan kembali lagi padanya. rindu, rindu bercampur kesal menggelayut di hati yeoja itu, ia merindukan orang tuanya, sangat merindukan, ia juga begitu kesal, kenapa harus ia yang di tinggal sendirian? Kenapa ia tak di bawa ikut serta?

                                                                                ***************

Taemin sibuk di dapur hyejin, sibuk memasak untuk yeoja itu. sudah seminggu lebih tak ada seorang pelayanpun yang datang ke rumah hyejin untuk melakukan tugas mereka, akhirnya dengan rela hati taemin turun tangan membantu hyejin memasak.

Hyejin: taemin…

Mendengar namanya di panggil, taemin segera meninggalkan aktivitas menata mejanya.

Taemin: aku sudah selesai memasak, kaja kita makan dulu.

Hyejin : kau tidak kerja?

Taemin: aku cuti.

Hyejin: mian aku merepotkanmu.

Taemin: sudahlah sebaiknya kita makan, jika ingin bicara nanti saja, makan dulu, tak baik membiarkan makanan menanti.

Sesuai perintah taemin hyejin juga ikut makan bersamanya. Taemin jadi ikut berubah seiring perubahan hyejin, dia jadi ikut sering murung setiap kali melihat kondisi hyejin yang seperti orang mati.

Selesai makan hyejin bergerak membersihkan meja makan dan mulia mencuci piring mereka, tak butuh waktu lama sampai ia selesai dan duduk di sofa tengah bersama taemin yang masih sibuk belajar.

Hyejin: taemin…

Taemin: ada apa?

Hyejin: aku rasa kau tidak perlu mengorbankan pekerjaanmu demi aku.

Taemin: aku hanya tidak mau kau semakin kesepian, aku pernah berada di posisimu, dan aku tahu perasaan seperti apa yang kau rasakan sekarang. kau tidak bisa sendirian dalam keadaan seperti ini.

Hyejin: gumawo…

Taemin: sudahlah jangan berterima kasih terus.

Hyejin: taemin, aku tidak tahu akan bagaimana hidupku nanti, aku masih belum memikirkannya.

Taemin: aku tahu, kau tidak perlu khawatir, fikirkanlah baik-baik, aku akan selalu mendampingimu, kau tidak perlu khawatir, arrachi?

Hyejin: aku tidak punya siapapun lagi, tak ada orang tua dan saudara. Aku tidak tahu pada siapa aku bisa menggantungkan hidupku, pada siapa aku bisa berlindung, pada siapa aku bisa berbagi segalanya, aku selalu sedih saat memikirkan hal itu.

Taemin: apa kau ingat? Kita pernah bertengkar selama tiga hari gara-gara aku berfikir hubungan kita biasa saja. seharusnya aku marah besar padamu saat ini karena kau melakukan hal yang lebih parah.

Hyejin hanya menatap taemin tidak mengerti.

Taemin: kau tidak sendiri hyejin, kau masih punya aku, aku akan selalu ada bersamamu dalam keadaan apapun. aku tidak akan meninggalkanmu walau apapun yang terjadi, meski dunia ini berakhir, aku akan tetap bersamamu. Bukankah selama ini aku memang seperti itu? aku akan tetap seperti ini hyejin, bahkan aku akan lakukan lebih untukmu. Kau bisa bergantung padaku meski aku bahkan tidak memiliki tempat untuk bergantung, aku akan selalu meraih tanganmu walau seperti apapun kondisiku. Jika kau sedih, maka aku akan lebih sedih, jika kau sakit maka aku akan lebih merana. Aku tidak punya siapapun selain dirimu, kau tidak perlu khawatir aku akan meninggalkanmu.

Taemin menutup ucapannya dengan senyuman. Hyejin yang sedari tadi hanya diam mulai terharu, ia tak dapat menahan air matanya, sungguh sebuah anugrah masih ada taemin bersamanya.

Hyejin: gumawo taemin…

Taemin: lagi pula masih ada minho bukan? Dia sangat mencintaimu, kau harus tahu itu.

Hyejin: aku tidak yakin bisa terus bersama minho.

Taemin: wae? bukankah kau juga mencintainya?

Hyejin: aku tidak mungkin terus membebani minho, dia tidak sama dengan kita, dia punya keluarga yang mengharapkan kesuksesannya, bersamaku hanya akan menambah bebannya. Aku tidak mau hanya karena aku minho harus mengorbankan banyak hal.

Taemin: lalu kau akan putus dengan minho?

Hyejin: aku tidak tahu, aku bahkan masih belum memikirkannya.

Taemin: ah… sudahlah kau jangan jadi sok tua seperti itu, hanya orang tua yang banyak pikiran.

Hyejin hanya mengangguk.

                                                *************************************

Hyejin pov

Aku menghabiskan waktu seharian bersama minho, dari pagi dia sudah menjemputku, mengajakku jalan-jalan seharian, dia baru saja menerima SIMnya jadi ia menikmati hari penerimaan SIMnya dengan jalan-jalan seharian bersamaku. Seluruh tubuhku sampai pegal karena bepergian tidak jelas selama seharian.

Aku dan minho sudah berada di depan rumahku kami berdiri dalam diam cukup lama, biasanya kalau seperti ini minho akan membicarakan sesuatu yang penting.

Hyejin: ada apa? Kau ingin bicarakan apa?

Minho: aku akan melanjutkan kuliahku ke Swiss.

Akhirnya aku mendengarkannya, seminggu yang lalu nara menelfonku, dia bilang jika minho akan kuliah ke swiss. Aku sudah persiapkan mentalku untuk keadaan semacam ini, aku sudah persiapkan diriku agar tak ada setetes air matapun mengalir di pipiku.

Minho: seminggu lagi aku akan berangkat. Hyejina, ikutlah denganku, kita mulai hidup kita di sana, aku sudah bicarakan dengan orang tuaku dan mereka tidak keberatan asal aku mau kuliah di sana dan aku juga sudah mengurus semuanya. Ikutlah denganku…

Perlahan aku melepaskan genggaman minho ditanganku dan menatap wajahnya yakin.

Hyejin: aku tidak bisa minho, aku harus tetap di sini.

Minho: tapi kau sendirian, aku tidak mau meninggalkanmu sendirian, aku ingin selalu bersamamu.

Hyejin: minho, semuanya tak semudah yang kau bayangkan. Aku tidak bisa pergi, aku belum siap meninggalkan semua ini, meskipun aku tidak bisa melihat orang tuaku lagi, setidaknya aku masih bisa mengenang mereka di sini. Swiss itu sangat jauh minho, aku tidak bisa pergi.

Minho: kita akan sering-sering pulang ke korea, aku akan persiapkan semuanya.

Hyejin: aku tidak akan pergi bersamamu, aku akan tetap di sini.

Ekspresi terkejut minho nyaris saja membuatku menangis, tapi aku terus berusaha menahan semuanya.

Minho: kau tidak ingin bersamaku?

Hyejin: pergilah minho, kejar semua yang selama ini kau cita-citakan, bukankah kau sudah berjanji padaku untuk menggapai semuanya? Maka tepatilah janjimu padaku. tidak usah mengkhawatirkanku, aku akan baik-baik saja.

Minho: aku tidak bisa meninggalkanmu, aku mencintaimu hyejin, aku tidak bisa jika kau tidak ada. Bukankah kau juga mencintaiku?

Hyejin: cinta, cinta tidak bisa mewujudkan semuanya minho. cinta kita cukup sampai di sini saja, berhentilah mencintaiku, carilah yeoja lain yang lebih pantas untukmu.

Minho: kau ingin menghentikan semuanya? Kau ingin kita berakhir?

Hyejin: aku rasa kita memang tidak di takdirkan bersama. Pergilah, jangan pernah mengingatku ataupun mencariku lagi, biarkan aku di sini menjalani hidupku.

minho: aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian.

Hyejin: aku tidak sendirian, masih ada gae in, nara dan taemin. Mereka akan selalu bersamaku.

Minho : nara akan pergi ke prancis dan gae in akan pindah ke macau, aku rasa kau tahu itu. taemin, namja itu lagi.

Hyejin: meskipun taemin tidak sebanding denganmu, tapi bagiku sudah lebih dari cukup. Aku akan melanjutkan hidupku bersama taemin.

Minho:  arraseo… seharusnya dari awal aku sadar memang tidak ada aku di hatimu, hanya taemin. Hanya taemin yang selalu bersamamu, taemin yang tahu segalanya tentangmu, taemin orang pertama yang tahu apa yang terjadi padamu, seharusnya dari awal aku mengerti kau menerimaku karena tak mau orang-orang tahu perasaanmu pada taemin.

Hyejin : terserah kau mau menganggapku seperti apa, bukankah kita sudah berakhir? Jadi terserah padamu. Semoga perjalananmu menyenangkan dan kau bisa menemukan yeoja yang lebih baik dariku.

Minho: jika memang itu yang kau inginkan, aku tidak berhak menganggu keputusanmu. Aku hanya minta satu hal padamu, ingatlah aku selalu, simpan aku menjadi kenanganmu, seseorang yang sangat mencintaimu seseorang yang selalu ingin bersamamu karena aku akan menyimpanmu sebagai cinta dalam hatiku.

Minho berlalu memasuki mobilnya dan melaju cepat meninggalkanku. Aku terjatuh ke tanah tak sanggup lagi menahan air mataku,

Hyejin: aku mencintaimu, sangat mencintaimu tidak ada yang lain, hanya kau yang aku cintai. Aku tidak mau hanya karena cinta bodohku kau harus mengorbankan masa depanmu. Aku mencintaimu minho…

Suaraku semakin pelan mengucapkan semuanya, semua luapan emosiku.

Taemin: cinta tak harus memiliki, jika berjodoh kalian akan bertemu lagi.

Kurasakan taemin mengangkat tubuhku membantuku berdiri dan menarikku dalam pelukannya. Taemin, minho memang benar soal taemin yang selalu ada untukku dan satu-satunya yang mengerti aku sepenuhnya.

                                                                ******************************

Author pov

Minho menatap lekat paspor miliknya dan hyejin  yang sudah ia persiapkan sejak jauh-jauh hari. Musnah sudah harapannya untuk bersama hyejin, semua khayalan indahnya tentang mereka berdua telah jatuh berkeping-keping. Sakit, hati minho sangat sakit, ia tidak menyangka jika hyejin akan meninggalkannya, ah bukan, dia yang meninggalkan hyejin. Setidaknya minho tak perlu mengkhawatirkan yeoja itu lagi, dia masih punya taemin dan taemin akan melakukan semuanya untuk hyejin. Cinta pertama minho harus berakhir tragis dengan perpisahan yang menyakitkan, yah semuanya memang akan tetap berkahir meski lambat atau cepat. Taemin ataupun hyejin tidak patut di persalahkan atas luka yang kini minho rasakan, minholah yang datang diantara mereka, minholah yang seharusnya di persalahkan.

Minho melangkahkan kakinya, mencoba meninggalkan hyejin dalam kenangan indahnya, tidak, minho tidak akan pernah melupakan hyejin,  yeoja yang telah mengetuk hatinya melalui kata-kata polos yang bagi sebagian orang justru terdengar  bodoh, yeoja yang telah menghapus rasa sepinya, yeoja yang telah memberikan banyak hal-hal yang indah dan manis, semua itu tidak akan ia lupakan. Hyejin akan tetap menjadi cinta pertama minho, cinta yang begitu indah dan manis, dan akan menjadi kisah yang kelak minho bagi pada semua orang.

                                                                                **********

Hyejin diam terduduk di sofa sementara taemin sibuk berbicara dengan seorang berseragam biru di sana, mereka terlihat sangat serius membicarakan hal yang sangat penting. Sementara itu beberapa pegawai sang tamu itu sibuk menempel ketas bertuliskan “di sita” pada setiap property yang ada di rumah ini.

Taemin: bagaimana bisa kalian menyita semua ini, semua ini milik hyejin.

Peg Bank: bukan, rumah ini telah di jual oleh pemiliknya yang bernama Kim sang chul.

Hyejin: kim sang chul? Dia pengacara keluargaku, mana mungkin semua ini atas nama dia.

Peg Bank: tapi memang seperti itulah kenyataanya. Semua saham di perusahaan milik tuan Choi sudah dibawah nama kim sang chul, semua harta itu dihibahkan kepadanya.

Taemin: bagaimana mungkin semuanya? Hyejin adalah putri dari tuan Choi, seharusnya semua harta itu jadi milik hyejin.

Peg bank: maaf tuan, kami hanya menjalankan perintah,semua harta yang dihibahkan tersebut telah tuan kim jual pada kami, jadi kami hanya menjalankan perintah.

Taemin: di mana aku bisa menemui kim sang chul?

Peg bank: dia sudah pindah ke jepang, dia menjual semua asset atas nama dirinya tersebut dan sekarang dia sedang memulai usahanya di jepang, dia sudah punya perusahaan sendiri.

Taemin: ini tidak bisa dibiarkan, semuanya tidak masuk akal.

Peg Bank: kami juga tahu jika semua harta tuan choi seharusnya jatuh ke tangan putrinya, tapi kami tidak bisa menentang karena tuan kim memiliki stempel asli tuan choi di dalam semua surat-suratnya. Sebaiknya kalian segera meninggalkan tempat ini sebelum kami menggunakan kekerasan, terima kasih atas kerja samanya.

Sang pegawai bank meninggalkan hyejin dan taemin yang masih terpana.

Hyejin: ottokhae?

Taemin: sebaiknya kau kemasi semua barangmu sebelum mereka memasuki kamarmu, kemasi semua yang bisa kau bawa.

Hyejin: ke mana lagi aku bisa pergi?

Hyejin mulai menitikkan air matanya, semuanya sudah jelas, Kim sang chul sudah merencanakan semuanya. Hyejin sudah tak memiliki apapun selain dirinya sendiri.

Taemin; sstttt… uljima, semuanya akan baik-baik saja. cepat kemasi barangmu, aku akan bicara dengan orang itu.

Hyejin menurut, ia segera memasuki kamarnya dan mengemasi semua barang yang bisa ia bawa, sementara itu taemin beralih keluar dari rumah hyejin sibuk mengotak-atik ponselnya.

Taemin: yeobseo… Mr.kang.

“……..”

Taemin: aku ingin kau menyelidiki kematian orang tua hyejin, juga tentang penghibahan hartanya pada pengacara keluarga mereka, jangan sampai ada yang terlewatkan!

“………..”

Taemin: sampaikan juga pada hyungku, aku punya dendam yang harus segera di balas.

“………”

                                                                *********************************

author pov

hyejin dan taemin sibuk menyusun barang-barang hyejin yang baru saja mereka bawa. mulai hari ini hyejin  akan tinggal di sini bersama taemin. beruntung sekali masih ada taemin bersamanya, jika tidak pasti hari ini hyejin akan jadi headline karena bunuh diri.

hyejin: taemin, aku rasa aku harus bekerja.

taemin: ne?

hyejin: aku  tidak enak jika hanya menumpang padamu, setidaknya aku harus bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan kita dan membayar sewa rooftop ini.

taemin: kau yakin?

hyejin: ne, aku akan ikut kerja denganmu.

taemin: yasudah, kalau begitu besok pagi kau ikut denganku ke toko bunga, kau bisa bekerja di sana sebagai kasir, ottae?

hyejin: memangnya di sana tidak ada kasirnya?

taemin: ada, tapi si pemiliknya langsung, dia bilang dia cukup kerepotan menjadi kasir karena tidak bisa ke mana-mana.

hyejin mengangguk paham kembali sibuk menyusun pakaiannya, sementara itu taemin sibuk mengetik pesan.

to mr.kang:

besok aku dan hyejin akan ke toko bunga, tolong kau minta nyonya song pindah dari posisi kasirnya.

from Mr kang:

ne.

                                                                                ******************

hyejin dan taemin terlihat begitu sibuk di toko bunga, banyak sekali pelanggan yang datang berkunjung membuat hyejin cukup lelah berdiri di meja kasir seharian. sudah hampir seminggu ia bekerja di sana dan ia terlihat sangat menikmati pekerjaannya.

taemin: hari ini ramai sekali.

hyejin: ne, apa kau tidak lelah melayani semua orang itu?

taemin: sedikit, aku hanya kesal jika ada pelanggan yang sibuk Tanya tapi ia bahkan tidak membeli.

hyejin: sekarang aku sadar kebiasaan burukku yang dulu seperti itu merepotkan orang lain.

taemin: kau juga seperti itu?

hyejin: ne, aku sering masuk toko kemudian sibuk menawar harga dan mengacak semua barang, tapi aku malah tidak membeli apapun. aku menyesal…

taemin: kekekekekekeke seharusnya kau dulu kau juga berfikir bagaimana rasanya menjadi penjual.

hyejin : arraseo, aku tidak akan mengulanginya lagi.

saat mereka asik mengobrol, tuan kang datang sambil terburu-buru. ia tahu seharusnya ia tak muncul dihadapan taemin saat ada hyejin, tapi keadaannya sangat darurat. Mr. kang menutup toko dan meminta semua pelanggan keluar yang sukses membuat hyejin dan taemin heran.

hyejin: chogiyo… kau siapa? kenapa bertindak seenaknya? apa kau pemilik toko? YA! taemin, apa namja ini bos kita?

mr.kang: maafkan aku tuan, tapi ini sungguh darurat.

hyejin: tuan?

mr.kang: tuan muda jinki…

taemin yang awalnya kesal dan tak menghiraukan Mr. kang mulai tertarik saat mendengar nama hyungnya disebut.

Mr.kang: tuan muda jinki mengalami kecelakaan, kondisinya sedang kritis saat ini. pengacara Han bilang kecelakaan itu di sengaja.

taemin: di mana hyung sekarang? bagaimana keadaanya?

Mr.kang: beliau sedang ada di rumah sakit, sekarang masih dalam penanganan medis.

taemin: bawa aku ke rumah sakit sekarang!

hyejin hanya melongo sampai taemin menariknya ikut bersama, hyejin lebih terkejut saat menaiki mobil mewah yang ternyata di bawa oleh si namja bernama tuan kang ini. hyejin tak berani bertanya, ia tahu keadaan sedang tak baik meskipun sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak yeoja itu.

hyejin dan taemin berlarian di rumah sakit mewah yang selama ini bahkan hyejin sangat hindari, rumah sakit tempat oemma dan appanya meninggal.

 mereka berhenti di depan sebuah ruangan inap, jinki sudah di pindahkan ke ruanganan ini beberapa waktu sebelum taemin dan hyejin sampai. taemin membuka kenop pintu itu pelan, sungguh ia akan melihat hal buruk yang selama ini sangat ia takutkan.

Mr. kang: kondisi tuan muda jinki masih kritis, kita harus bersabar.

taemin berjalan perlahan mendekati tubuh hyungnya yang dipenuhi alat medis, bisa dipastikan kecelakaan itu sangat parah hingga menyebabkan hyungnya seperti ini.

taemin: hyung ini aku…

taemin menggenggam lembut tangan hyungnya. sementara itu Mr.kang membawa hyejin keluar dari ruangan itu, memberi taemin ruang untuk meluapkan emosinya.

Mr.kang: kau pasti heran dengan semua ini.

hyejin: siapa namja itu? kau siapa? apa hubungan kalian?

Mr.kang: aku rasa kau berhak tahu semuanya. tuan muda taemin adalah adik dari Lee jinki yang saat ini merupakan presdir dari lee corps. selama ini tuan muda jinki sengaja menyembunyikan taemin agar tidak ada yang tahu keberadaannya, makanya tuan muda taemin tinggal di sana.

hyejin: tapi untuk apa?

Mr.kang: dulu, orang tua mereka meninggal karena pembunuhan sadis yang dilakukan oleh salah satu rekan bisnis tuan Lee, ia tidak terima perusahaannya harus bangkrut, akhirnya ia membunuh tuan Lee beserta istrinya. sejak saat itu tuan muda jinki yang sedang menjalankan kuliahnya terpaksa berhenti untuk melanjutkan tugas appanya, ia mengalami trauma berat begitu juga dengan tuan muda taemin. akhirnya karena tuan muda jinki takut hal yang sama terulang lagi, ia memutuskan untuk menyembunyikan tuan muda taemin, setidaknya jika nanti tuan muda jinki harus mengalami hal yang sama seperti orang tuanya, masih ada taemin yang akan  menggantikannya. ternyata semua itu memang terjadi sekarang.

hyejin terdiam,  ternyata kisah taemin jauh lebih pahit dari yang pernah ia bayangkan. hyejin masih beruntung saat ini ia masih memiliki taemin, sedangkan taemin, dia harus berpisah dengan hyungnya untuk alasan klasik semacam ini dan melaluinya seorang diri.

perlahan hyejin memasuki ruangan tempat jinki dan taemin berada, dia bisa melihat taemin tengah terisak menggenggam tangan hyungnya yang hanya diam tak bersuara.

taemin: hyung jhebal, jangan tinggalkan aku, aku mohon hyung. kita harus membalas semuanya, semuanya hyung.

hyejin: taemin…

hyejin menyentuh lembut bahu taemin membuat namja itu berbalik menatapnya. taemin hanya menatap hyejin diam, sejak pertama mengenal taemin hyejin tidak pernah melihat namja itu bersedih, ia terlihat sangat kuat dan mampu melakukan segalanya, tapi sekarang, taemin sangat rapuh dan ia berada dalam luka yang sangat menyakitkan.

tangan hyejin menarik lembut taemin ke dalam pelukannya membuat namja itu menangis semakin dalam.

hyejin: kuenchana, kau masih punya aku. bukankah kita sudah berjanji?

hyejin menepuk pelan punggung taemin, berusaha menenangkan namja itu. inilah saatnya hyejin membalas semua kebaikan taemin padanya, menjadi seseorang yang akan selalu disisinya.

                                                                ***********************

hyejin berusaha duduk tenang meski hatinya tidak demikian, taemin tidak bicara sedikitpun sedari tadi, dia hanya duduk diam di sofa sambil terus menatap hyungnya, bahkan Mr.kang tak berani berkomentar apapun.

taemin: Mr.kang.

Mr.kang: ne

taemin : sebarkan berita jika jinki hyung telah meninggal dalam kecelakaannya, siapkan pemakaman palsu untuknya.

Mr.Kang: NE?

taemin: siapkan penerbangan ke jerman untuk hyung malam ini juga, minta bibi song ikut bersamanya untuk merawat hyung. pastikan hyungku mendapatkan perawatan yang terbaik. jangan sampai ada yang mengetahui hal ini, arrachi! aku punya dendam yang harus aku balaskan!

Mr.kang: tapi tuan,  bagaimana bisa kau membuat kematian palsu?

//

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

22 thoughts on “He is Taemin, not Just Taemin – Part 5

  1. hohoho … ini nih jalan cerita drama yg aku suka …. ada cinta,,dendam,,dan harta menjadi 1 alur drama … truss klo lg patah hati itu lucu yaah kaya si minho kata2 nya lebay …hahahaha
    heii author lanjutkan yaah crita nya …. klo bisa di bikin sampai part 20 bahkan lebih😀
    di tggu post selanjut nya !!! sssstttt….. jangan lama lama yaah … ^^fighting!!!!

  2. oyaaa 1 lg thor… jangan buat crita klo nanti nya Mr.Kang akan menghianati jinki dan taemin yaah… kasian mreka cuma punya Mr.Kang doang yg bisa di andalkan dan di percaya..(request) 😀

  3. asoooy makin seru. kematian palsu? huh dunia bisnis sangaat berat disini. udaaah dah hyejin ama taemin. tapi masihhh kepo bgt nih akhirnyaa gimnaaa.?? lanjutannyaa cepeeet yaaaa

  4. waaaahh ceritanya bgus,hyejin dan taemin hrus bersama
    ak mlah brfkr knp taemin dan hyejin ga brsatu aj buat ngejalanin perusahaan taemin trus ngebls semuanya..

    cepet lanjutin ya ,nggak sabar dgn part se
    lanjutnya

  5. Lee bersaudara akhirnya diterpa masalah yang sama sekali lagi. TaeMin akan menjadi mengerikan. Ditunggu part berikutnya.
    Semoga JinKi sadar dan jangan sampai Mr. Kang yang ternyata di balik layar Lee Corps dan mencelakai keluarga Lee.
    Sampai berpart-partpun pasti akan dibaca.
    Lama” seperti drama
    Lanjutkan author
    Bagaimana nasib perusahaan HyeJin?
    Harus direbut kembali
    TaeMin pegang Lee Corps sedang HyeJin pegang perusahaan keluarganya
    Akan menghasilkan keluarga yang hebat
    Jangan lama” author publishnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s