We Love Story – Part 2

WE LOVE STORY [Part 2]

Author:Monic

Main cast : Seo Hana , Lee Jinki , Kim Kibum , Taemin

Support cast : meikyo , kyusang , dll

Genre : Romantic , schoollife , friendship

Length : Sequel

Rating : G

Summary : “Justru karena dia masih pdkt Hana.. Kalau aku mengundur-ngundur waktu nanti mereka bisa jadian.”

A /N : Annyeong! Ini ff pertama yang aku buat. Tapi ini ff kedua yang aku kirim kesini soalnya aku mau ff pertama aku ini ga banyak kesalahannya. Hehehe. Ff ini terinspirasi dari kisahku sendiri. Cuma ada beberapa tambahan supaya lebih greget. Happy Reading!

Seo Hana’s pov

Kurasakan ada sesuatu yang bergetar dikantung rok ku. Lama-kelamaan suara getarnya pun tertangkap oleh telingaku. Kucoba membuka mata perlahan sambil tanganku meraih sesuatu yang bergetar kuyakini itu ponselku. Saat kubuka ternyata ada sms

From : eomma

“Hana kau dimana? Sedang berteduh karena hujan ya? Cepatlah pulang ini sudah malam. eomma dengar ditv  banyak jalan yang ditutup karena banjir. Carilah teman untuk menemanimu , eomma khawatir”

Hah? Ini sudah malam?

Ku lihat jam yang ada diponselku jam 20.00 KST

Setelah itu ku lihat sebelahku jinki masih tertidur . Tapi wajahnya sangat pucat dan bibirnya agak membiru. Kupegang pipinya dan dinginn sekali…

“YAAAAAAAAAAAA…….” Teriakku karena aku takut sekali.

Jinki tak membuka matanya . Tapi dia hanya mengubah posisinya menghadapku dan bergumam “Dingin sekali… dingin…”

Yaiyalah dingin. Dia kan pakai seragam yang bahannya bisa dibilang ga tebal. Ya tuhan dia kasihan sekali. Ku lepaskan jaketnya dari badanku dan ku tutupi badannya dengan jaketnya.

Saat aku meratakan jaketnya dipundaknya . Tangannya yang super dingin itu menggenggam tanganku. Dia bergumam lagi “Dingin sekali . jangan tinggalkan aku , aku mohon. Tetaplah disini” saat mengucapkan itu dia terlihat lemah sekali. Ya tuhan jinki makin pucat. Omooo.. ottoke? Kalau dia sakit gimana?

“Jinki , masih bisakah kau bertahan? Ini sudah malam. Aku mau pulang .” ujarku sambil mengguncangkan tubuhnya.

Dia mulai bergerak dan perlahan membuka mata. “eumm.. ini dimana ? sekarang sudah malam? Emangnya jam berapa?” dia masih belum sadar 100% ternyata-_-

“ini kita ada dijalan. Sekarang sudah jam 8 malam jinki-shi” ucapku agak ngebentak agar dia cepet sadar.

“Hana kau bisa menyetir tidak?  Kepalaku berat sekali. Kalau aku yang nyetir nanti kau pulang bisa tinggal nama.” Ujar jinki yang bisa dibilang benar juga . aku baru SMA aku belum mau mati….

Untungnya sih aku sudah belajar nyetir liburan musim panas kemarin. Jadi aku bisa lah.

“Yaudah kau tidur saja dibelakang. Aku yang nyetir tapi kita mau kerumahmu dulu atau kerumahku?”

“kerumahmu saja lah hana. Dirumahku tidak ada orang. Eomma dan Appa ku sedang keluar negri dan pulangnya lusa. Kajja Hana aku mau numpang ngangetin diri . disini dingin” sedetik kemudian dia yang sudah pindah kebelakang tidur lagi. Huh kalau bukan karena aku kasihan padanya pasti sudah ku marahi dia.

Ku jalankan mobil jinki menuju rumahku. Untung jalanan disekitar rumahku tidak banjir. Jadi aku bisa cepat sampai rumah. Saat sudah sampai ….

“Yaaaa….! Bangun . sudah sampai.” Teriakku. dia tak berkutik.

“Yaaaaaaaaaaa…. Cepatt bangun …..!!!” teriakku sekali lagi. Dia tak kunjung bergerak juga. Aku khawatir sekali dia kenapa-kenapa. Ku pegang dahinya ternyata panas sekali.

“jinki ? gwenchana? Aaaa.. ottoke? Jinki bangun lah” ucapku lembut. Dan dia baru membuka matanya.

“eum hana… bantu aku berdiri”ujarnya lemah. Kurangkul dia sampai didepan rumah. Saat ku ingin membuka pintu , pintunya masih terkunci.

“Eomma aku pulang….” Teriakku . aku berharap pintu itu cepat terbuka , jinki semakin lama semakin berat.

Tak lama pintu pun terbuka “Aigoooo… dia siapa hana? Dia pucat sekali cepat bawa masuk.” Sambutan eomma ku. Dia juga langsung membantuku menggotong jinki ke ruang tamu untuk dibaringkan di sofa.

“hana dia siapa? “ Tanya ummaku

“Dia teman sekelasku eomma. Tadi pas hujan kami menepi di pinggir jalan. Aku dan dia ketiduran. Saat aku bangun dia sudah seperti ini eomma. Aku rasa dia kedinginan karena jaketnya aku yang pakai.”jelasku pada eomma.

“omooo… yaudah eomma ambil kompres dulu ne?” ucap umma sambil berjalan mau mengambil kompres.

Aku terus memperhatikannya. Lama-kelamaan bibir yang tadinya agak biru itu berubah jadi putih kemerah-merahan. Berarti dia membaik karena dirumah ku ini sudah dipasang penghangat ruangan.

“Kedip hana. Kau memperhatikannya sampai lupa cara berkedip ya.. kekeke” tegur eomma mengagetkanku. Aku yakin muka ku sudah merah sekarang.

“mana eomma kompresnya? aku saja yang mengompresnya” ujarku mengalihkan pembicaraan.

Sekarang sudah jam 10 malam. Tapi dia tak bangun juga. Apa dia tidak pulang? Ingin rasanya aku membangunkannya.. tapi wajahnya terlalu damai saat tertidur. Aku tidak sampai hati untuk merusaknya.

“Hana apakah temanmu ini tidak punya orang tua? Kok gaada yang mengkhawatirkannya?” Tanya eommaku.

“Orangtuanya sedang diluar negri eomma. Dirumahnya tidak ada orang katanya.” Jawabku.

“ohh yaudah biarkan saja dia menginap disini. eomma rasa dia sakit. Kalau kau suruh dia pulang kan gaada yang menjaganya dirumah. “usul eomma

“yasudah eomma biarkan dia tidur disini. Aku mau tidur besokkan sekolah.”

“yasudah tidur yang nyenyak ne..”

“ne umma.”

Aku pun langsung bergegas ke kamarku. Kuhempaskan tubuhku di ranjang dan tak sampai satu menit aku sudah tertidur karena kelelahan.

*keesokan harinya

Kubuka mataku.aku langsung buru-buru keluar. Yang ada dipikiranku yaaa…..

“eomma , jinki kemana kok diruang tamu ga……..” kalimatku terpaksa berhenti setelah melihat jinki sudah ada dimeja makan. Mengenakan baju appa yang sudah tak terpakai. Tapi baju itu terlihat masih kebesaran dibadannya.

“HAHAHAHAHAHA…xD Aigoo…. Perutku.. sakit aduh Hahahahhaha” tawaku melihat jinki yang sibuk makan ayam. Tapi dia imut sekali *_*

“Baju jinki itu kan sangat tipis dan sudah dari kemarin , jadi umma sarankan pakai baju appamu yang tak terpakai. Tidak terlalu besar kok” jelas umma ku.

“Ahjumma ayam buatan mu ini enak sekali. Bisakah aku membawanya pulang?.”pinta jinki sambil mengeluarkan aegyo.

“Jangan sok imut. Mau? Ya bayar!” gumamku sambil memeletkan lidah ku padanya.

“boleh kok. Sudah habiskan dulu makanan mu itu. Hana mau makan tidak?”tawar eomma.

“ya umma nanti aku bisa buat roti sendiri. Aku mau mandi dulu mau sekolah. Jinki hari ini kau sekolah tidak?”

“eumm.. aku mau sekolah deh. Berarti aku harus pulang dulu. Hana kau berangkat bersama ku saja. Aku cepat kok aku kesini lagi nanti. Ahjumma jangan lupa aku mau ayammu. Untuk bekal sekolah. haduh aku buru-buru sekali. Annyeong!” kata jinki  sambil berlari menuju mobilnya tanpa alas kaki dan masih menggunakan piyama appa.  Aku dan eomma hanya menggelengkan kepala.

“Hana cepat sekali temanmu itu sembuh. Apa ayam adalah senjata rahasianya?”Tanya eomma yang menurutku ‘mustahil lah’ -____-

Aku bergegas mandi , rapih-rapih dan makan. Setelah itu aku menunggu nya 15 menit tak datang juga. Padahal bel masuk 20 menit lagi.. dasar jinki pabo..

“Hana kalau kau takut telat , duluan saja. Dia kan pake mobil biarin aja udah” usul umma.

“ne umma , aku berangkat dulu umma. Annyeong!”ucapan terakhirku untuk umma di pagi ini. Aku langsung berjalan menuju sekolah.

Saat aku sudah sampai di gerbang perumahan. Jinki baru datang , untung ketemu -___-

“Hana Mian telat. Cepat masuk , nanti telat” ucapnya setelah membuka kaca mobilnya.

Aku pun langsung masuk dan Jinki tancap gas.

“Jinki. Kan ada PR? Kan semalam kau hanya tidur. Kau tak takut dimarahi? Harusnya kau lebih baik istirahat. Aku sih semalam pas kau tidur aku ngerjain. “ ujarku santai

“PR ? Hari ini? Percayalah padaku hari ini tak ada pr yang dibahas!” ucapnya tak kalah santai.

“bagaimana kau bisa bilang seperti itu?”Tanya ku penasaran.

“Percayalah padaku. Lihat nanti buktinya. Sekarang turun.” Jawabnya seraya keluar dari mobil karena kita sudah sampai.

Aku dengannya berjalan berbarengan menuju kelas. Untung kita tidak telat.  Saat aku dan jinki sudah duduk dibangku masing-masing ternyata di mejaku lagi pada ngegossip. Sepertinya sih meikyo nih  yang mulai. Haduh ada gossip apalagi.-__-

“Permisi Taeyeon. Aku mau menaruh tas” gumamku pada taeyeon yang sedang duduk dikursiku sambil mendengarkan Meikyo yang sedang berbicara.

Karena mereka terlihat focus sekali. Aku jadi penasaran. “Ada apa sih?” tanyaku pada Taeyeon.

“yah hana kau ketinggalan berita. Coba kau datang lebih pagi. Tadi kibum nembak Raena tau.” Bisik Taeyeon.

“HAH? JINJJA????” teriakku kaget. Yang benar saja.. selama ini kibum?????

“benarr.. anehnya sih Raena nolak. Katanya dia suka sama orang lain.”Bisik Taeyeon lagi.

“HAHHH???? JINJJA?????? AIGOOOOOO….”Teriakku lagi tak kalah keras. Omoo..raena…

“YAAAAA Seo Hana .. berisik” yeoja-yeoja yang sedang bergossip meneriakkiku lagi.

“Aaaa.. Mian mian aku hanya terkejut. Kekeke” ujarku malu :X

Ku arahkan mata ku ke meja kibum. Dia ada disana. Dia terlihat murung sekali. Ya tuhan ada gitu ya yeoja menolak namja se ideal Kibum.. omooo kenapa bukan aku? Pasti aku tak akan mengecewakannya. Pasti dia tersenyum sekarang kalau yang dia tembak aku. Tapi kenyataannya…..:/

Ku putuskan untuk menghampiri nya. Aku rasa dia butuh teman .

“Kibum pinjem ponsel dong?” basabasiku.

“buat apa?”

“main subway surf kok.”

“Nih. Mainnya disini aja ,” ucapnya sambil menyerahkan ponselnya ke arahku.

Sekarang aku bermain  di sebelah kibum. Dia daritadi hanya bengong melihat kedepan. Aku tau dia pasti nyesek lah ya.

“Kibum ada yang bisa ku bantu.?  ”tegurku sambil menyerahkan ponselnya.

“eumm.. tidak ada. Gwenchanaa hana.”jawabnya singkat.

Aku tau , dari matanya banyak tersimpan cerita kesedihan.

“Ayolah cerita saja padaku. Aku teman curhat yang baik kok. Jangan pernah menyimpan kepedihan sendiri. Itu tidak baik untuk jiwamu”aku kembali membujuknya.

“eum… nanti istirahat deh aku ceritain . sudah sana kembali ketempat dudukmu. Udah masuk”

Tanpa membalas nya lagi aku langsung duduk ketempatku. Yeoja-yeoja yang ngegosip juga udah berhenti.

“Hana si kibum kenapa? Galau ya?” Tanya meikyo saat aku baru saja duduk.

“Yaiyalah Meikyo. Pasti dia broken.”Jawabku singkat.

Aku dan meikyo kembali focus dengan urusan mengeluarkan buku pelajaran. Ku lihat seung songsaengnim juga sudah datang.

“Pagi semua”sapanya.

“Pagi pak.” Jawab sekelas.

Dan pelajaran pun dimulai.

*bel istirahat.

Aku langsung memasukan buku ku. Kulirik kesamping sebentar . kibum masih ditempatnya. Dia kan sudah janji mau menceritakannya.  Tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk pundakku. Awalnya aku berfikir kibum yang mau ngajak cerita . saat ku menengok kebelakang ternyata..

“Hana eomma mu tak menitipkan ayam nya apa?” siapa lagi yang akan mengeluarkan pertanyaan itu selain si ‘lee jinki’

“tidak. Tadi eomma ku pikir kau tidak jadi mengantarku. Tapi tadi umma sudah mempersiapkannya kok. Nanti pulang bisa kau ambil.”

“oh oke kau mau ke kantin? Ayo  bareng?” tawar Jinki

“Hana ayoo aku mau cerita…”

Tiba-tiba dari arah depan mejaku suara itu. Alias suara kibum membuatku senang karena yaa ternyata dia mau cerita. JJ

“Maaf Jinki. Aku ada urusan sama Kibum. Hehehe. Duluan aja” kataku pada si ayam.. eh Jinki

“Jadi ceritakan padaku dari awal” aku memulai pembicaraan setelah kami sudah duduk.

“Tadi pagi aku menembak Raena , tapi dia menolakku.”

“apa dia memberikanmu alasan.?”tanyaku pura-pura tidak tau.

“dia bilang dia sedang menyukai orang lain. Aku tau kok orang yang dia suka itu kakak kelas .”

“Jinjja? Tapi kamu tau ga orang yang dia suka itu tau dianya juga atau ngga?”tanyaku penasaran.

“eumm sepertinya tau. Dan aku dengar mereka itu sedang tahap pdkt.”

“Yaaaa… kalau kau tau. kenapa kau menembaknya Key…..?” kali ini aku gregetan sekali.

“Yaaaa justru karena tau mereka mulai pdkt Hana kalau aku mengundur-undur waktu nanti mereka malah jadian.”kali ini dia kesel.. huuu ngeri

“ya yaudah udah terjadi. Yudah move on move on kibum..”ucap ku sambil menepuk pundaknya.

Tapi……. Dia malah menyandarkan kepalanya di pundakku. Aku gugup sekali. Rasanya ada sengatan listrik yang menyentuhku. Aku tak mengerti harus bagaimana. Aku hanya bisa mengelus kepalanya.

“Hana aku numpang bersandar  ya .. 10 menit saja. Aku sangat membutuhkannya saat seperti ini” gumamnya lembut. Aku hanya bisa mengangguk.

Seo Hana’s Pov end.

Author’s Pov

Mereka tak sadar sedari tadi ada yang mengawasi mereka. Mereka tenggelam dipikiran mereka masing-masing. Sampai akhirnya bel masuk berbunyi.

“yah sudah masuk..” Ujar kibum sambil berdiri.

Saat Kibum berputar kebelakang untuk kembali duduk kebangkunya . Ia terkejut ternyata selama dia dan Hana disini. Mereka tak sendirian. Yaiyalah.. ini kan kelas.

“eum.. sejak kapan kalian disitu?”

TBC………….

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

2 thoughts on “We Love Story – Part 2

  1. coba lo yg ditembak kibum aku, pasti dah ta terima, hahahah……ngareeppp!!!!
    eh.. hana suka ma kibum y?? dasar bang onyu, g dimana2, obatnya cm ayam, hehe….
    eh,,, mereka ketahuan ma cpa tuh? pensaran.. lanjut deh….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s