That’s Everything – Part 1

That’s Everything—Part 1

that's everything_副本

Author             : Ivena

Remake by      : Cblink

Length             : Series/Part 1

Rating             : G

Genre              : Family, Romance, Friendship 

Cast                 :

  • ·         Lee Jinki as Kim Jinki
  • ·         Kim Jonghyun as Kim Jonghyun
  • ·         Lee Taemin as Lee Taemin
  • ·         Choi Minho as Choi Minho
  • ·         Kim Kibum as Key
  • ·         Choi Min roo (Imagine Cast) Covered by Kim So Eun
  • ·         Lee Ji eun (Imagine Cast)

Support Cast   : menyusul

Note                : Sebenarnya cerita ini adalah cerita lamaku dengan sahabatku. Ide cerita dari author, aku hanya meneruskan. Kenapa? Karena kepergianku 2 tahun lalu, cerita ini terbengkalai dan aku ingin menuliskan ending dari cerita ini (Curcol). Cerita yang sudah aku remake dengan berbagai perubahan, baik sudut pandang, judul dan Cast-nya. Mungkin fanfic ini akan sangat minim narasi, so, mohon untuk di maklumi. Inspirated story from summer desire. That story just fiction. Alur, Character and Plot it’s fiction.

============================That’s Everything=========================

Don’t forget it even for a single moment. Remember how much, how much exactly did we loved for you.

Kisah ini hanya menceritakan intrik dan sisi lain dari kehidupan yang begitu rumit. Entah alur apa yang harus di bumbukan, tiada yang tahu. Hanya logaritma dan hipotesa sejenak saja.

Pagi penuh kabut bersama mentari yang tak turut meperlihatkan silaunya kepada dunia. Rasa dingin beserta deru kendaraan terdengar menyeruakkan baginya. Dia yang bernama Jonghyun seorang mahasiswa di salah satu universitas ternama di Seoul, ‘Seoul Institute of University’ telah siap dengan mobil mewahnya. Berdiri dengan santai di depan perumahan sederhana yang ditaburi dengan hamparan bunga lili di sekitar pekarangan rumah itu. Ia menyandarkan tubuhnya di bibir pintu mobilnya, ‘Lamborghini keluaran terbaru, silver metalic’ menunggu sang pujaan hati yang tak kunjung keluar dari peraduannya. Namja yang begitu tampan. Berpakaian rapi dan fashionable, itulah style-nya.

10 menit…

20 menit…

30 menit…

Waktu yang cukup lama baginya untuk menunggu. Bagaimana pun dia tidak pernah berargument. Dia faham dengan keadaan gadisnya. Dia tidak pernah menuntut. Apa pun itu dan bagaimana pun itu keadaannya.

Mianhe, kau sudah lama menungguku? maaf aku baru saja selesai membuatkan sarapan untuk adikku tadi, jadinya lama.” Ujar sang gadis yang telah menunjukkan sosoknya di depan Jonghyun.

Ani, Minroo-ah, aku sudah tahu akan begini. Ayo kita berangkat. Bukankah hari ini kau ada jam kuliah pagi?” Kata Jonghyun dengan santainya serta mempersilahkan gadisnya yang bernama Minroo itu untuk masuk ke dalam mobilnya.

“Ne, untung saja kau mengingatkan ku Jjong. Aku hampir melupakannya. Kajja!” Ajak  Minroo sambil tersenyum manis pada sang kekasih. Senyum yang begitu meluluhkan hati.

Seperti itulah kebisaan rutin yang selalu dilakukan oleh sepasang kekasih itu. Setiap hari Jonghyun akan selalu menjemput Minroo juga mengantarkanya pulang dan apabila kebetulan jam kuliah mereka tidak sama, pasti Jonghyun selalu mengusahakan untuk menjemput Minroo, meski Jonghyun sendiri tidak ada mata kuliah saat itu juga. Kadang Minroo menolak atas kebaikan Jonghyun dengan beribu alasan namun tetap saja Jonghyun bersikeras untuk tetap melakukannya.

“Jangan sekali pun kau tolak niat tulusku, aku sama sekali tidak merasa terbebani, Minro-ah.” Hanya dengan kata itulah Minroo akhirnya luluh dan tidak dapat menolak kebaikan Jonghyun. Minroo tak ingin membuat Jonghyun kecewa dan sedih.

*

*

Di sisi lain,

Seorang gadis dengan sabar menunggu seseorang di halte Bus yang berjarak kurang lebih 500 meter dari rumahnya. Pukul 07.30 a.m. dan orang yang ia tunggu tak kunjung datang. Gadis itu mulai bosan. Menunggu dan menunggu. Hanya itulah yang bisa ia lakukan. Haruskah ia naik bus sekarang? Pertanyaan yang terus singgah di benak gadis itu. Tidak. Gadis itu tetap bersikeras untuk menunggu. Hatinya masih merasa bahwa orang yang sedang ia nantikan akan segera  datang.

“Haruskah aku seperti ini terus? Menunggu secara sembunyi-sembunyi. Huft, sungguh melelahkan!” Gerutunya lirih. Rutinitas yang tak pernah berubah setiap harinya. Bagi gadis itu, ini adalah kebiasaan yang terlalu konyol. Sangat-sangat konyol.

Tiddd!! Suara klakson mobil mengobati penantian gadis itu. Seorang namja tampan menurunkan kaca mobil Ferrari hitam yang tentu saja itu juga keluaran terbaru. Anak orang kaya. Mungkin itu yang akan kita fikirkan bukan?

“Apakah aku begitu lama Jieun-ah? Mianhae, hari ini aku telat bangun lagi.” Tanya seorang dari dalam mobil kepada gadis bernama Jieun itu tanpa rasa bersalah. Gadis dengan rambut panjang terurai, berwarna hitam legam mempercantik parasnya.

“Kau membuatku bosan dengan kebiasaan mu yang satu itu, Taemin-ah! Aku hampir saja berfikiran untuk naik Bus sendiri.” tuturnya.

“Lebih baik kau masuklah sekarang karena waktu kita tidak banyak!” Pinta namja bernama Taemin itu. Jieun pun masuk ke mobil Taemin. Mereka hanya saling berdiam diri selama perjalanan.

“Mianhae! Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.” Ujar Taemin memecah keheningan.

“Ini yang terakhir kalinya!”

“Baiklah! Yang terakhir kalinya.” Suasana mulai tercipta kembali. Wajah lesu Jieun berubah gembira.

@Seoul Institute of University, 08.00 a.m.

Mobil Taemin melesat begitu cepat. Tidak butuh waktu yang lama, Taemin dan jieun pun sudah berada di halaman parkiran Kampus. Kampus yang tidak pernah sepi dengan para mahasiswanya. Kampus elite ini di huni oleh banak anak pengusaha ternama korea, pejabat bahkan para Konsultan, Duta, dan Idol ternama korea selatan juga lulusan dari kampus ini. Hebat bukan? Menyandang Akreditasi A di setiap bidang fakultas, Kedokteran, Hukum, Seni, dan Pariwisata menjadi icon dari Kampus ini.

“Silahkan putri Jieun.” Ucap Taemin membukakan pintu mobilnya untuk Jieun.

“Gomawo Taemin-ah.” Senyum Jieun tulus.

“Ne, ayo cepat kita harus segera masuk kelihatanya kita telat.” Taemin mengegam tangan Jieun.

“Ne, eh… tunggu sebentar, sepertinya buku ku ketinggalan  di mobil. Berikan kunci mobilmu, biar aku ambil dulu ya? kalau kau mau duluan juga gak papa kok nanti kuncinya akan aku antarkan ke kelasmu. Kau ada kelas di gedung D kan?”

“Biar aku antar!” Tawar Taemin.

“Tidak perlu, biar aku saja yang mengambilnya. Kalau kau tidak mau duluan kau bisa menunggu, tunggulah disini!”

“Baiklah, jangan lama-lama.” Tutur Taemin mengalah.

*

*

“Jadi, kenapa kau tidak menyewa pembantu saja Minroo-ah, mungkin itu akan lebih membantumu.” Jonghyun berjalan menyusuri halaman parkir setelah memakirkan mobilnya. “Biar aku bawakkan tas mu!” Lanjutnya lalu menggandeng tangan Minroo.

“Tidak perlu, lagi pula aku senang bisa merawat adikku, aku bisa menjaganya setiap waktu.”

“Sepertinya kau begitu menyayangi Jong In, bahkan melebihi rasa sayang mu kepadaku.”

“Tentu!” ejek Minroo. “Bahkan dia lebih penting dari pada kau Jonghyun-ah!” Tuturnya menjulurkan lidah kepada Jonghyun. Lantas Minroo berlari meninggallkan Jonghyun yang mematung, sedikit mencerna apa yang baru saja Minroo katakan.

“Ya! Cha Minroo!” Teriak Jonghyun setelah menyadari maksud dari ucapan Minroo. “Apakah aku tidak penting untukmu?” Rajuk Jonghyun.

“Mungkin.” Jawab Minroo santai.

“Kemari kau!” Panggil Jonghyun sambil mengejar Minroo.

—-brakkk—- Jonghyun berhenti mengejar Minroo setelah mendengar seseorang yang menjatuhkan bukunya karena menabrak orang. Minroo yang menyadarinya langsung memutar arah dan kembali menghampiri Jonghyun.

“Jonghyun-ah! Ada apa?” Tanya Minroo detik kemudian.

“….”

“Jjong!” panggil Minroo lagi, kali ini Minroo melambaikan tangannya ke wajah Jonghyun. Bukannya menjawab, Jonghyun malah mengembalikan tas Minroo yang sedari tadi ia bawa, lantas bergi meninggalkan Minroo tanpa sepatah kata pun kepadanya. Minroo hanya menatap punggung Jonghyun hampa.

Kenapa harus sekarang?” batin Jonghyun. Jonghyun mendengar semuanya dengan sangat jelas.

“Hyaa! Kau!” bentak seseorang. “Berani-beraninya kau mengingkari janjimu untuk tidak berhubungan lagi dengannya! Kau sudah menghapus kepercayaanku padamu!”

“Ani, Anio oppa! A-aku, aku hanya, oppa jangan sakiti dia! Dia tidak salah apa-apa. Semua ini adalah salahku. Hikz.” Jawab seorang yeoja.

“Mati kau sekarang! Jangan harap kau akan lolos kali ini.” Orang itu menyeret seorang namja yang berjalan bersama seseorang yang  menjatuhkan bukunya tadi. Tanpa berkata apapun Jonghyun langsung memeluk Yeoja itu. Jonghyun tidak menyadari jika dari kejauhan seseorang yang bernama Minroo gadisnya menatap miris atas tindakannya kali ini.

“Tenanglah! Tidak akan terjadi apa-apa dengannya.” Jonghyun berusaha menjernihkan hati yeoja yang dipeluknya.

*

*

Hujan terasa begitu deras bahkan semakin deras. Entah apa yang dipikirkan oleh Minroo saat ini. Di tengah hujan yang lebat seperti ini dia masih menangis. Hatinya terasa begitu mendung. Dengan sebuah payung dengan motif bunga yang ia pinjam tadi dari salah seorang temannya, Minroo tetap mencoba untuk melangkahkan kakinya. Kaki yang sangat terasa lemas dan kelu baginya. Tangannya bergetar, dinginnya angin menusuk hingga ke tulang-tulang rusuknya.

-BRUKK-

“Mianheyo. Maaf  aku  tidak sengaja.” Ucap Minroo sambil membungkukan badannya. Ia tidak sengaja menabrak seseorang dan menjatuhkan payungnya. Air hujan kini mengguyur tubuh Minroo.

“Aku tidak apa-apa. Seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu karena hujan yang begitu lebat aku berlari hingga tidak melihat seseorang di depan ku.” Ucap orang itu yang ternyata adalah seorang namja.

Di seberang gedung kampus. Ada namja jakung, berwajah tirus dengan rambut pirang juga berlari menuju tempat dimana Minroo berada. Ia berlari diantara derasnya hujan. Merasa telah terjadi sesuatu kepada Minroo. Namja itu adalah Key. Sahabat Minroo.

“Minroo! Kau tidak apa-apa?” Tanya Key.

“Aku tidak apa-apa Key, tadi aku hanya sedang…” Jawaban Minroo terhenti karena Key tiba-tiba saja berteriak dari sampingnya.

“Hyaa! Kau Jinki hyung! Apa yang telah kau lakukan padanya?” Teriak Key seketika karena melihat mata Minroo yang memerah seperti habis menangis. “Ayo kita pergi!” Ajak Key kepada Minroo.

”Eh, siapa? Aku? Aku tadi hanya…” Belum sempat seseorang yang benama Jinki itu meneruskan perkataanya, Key sudah pergi membawa Minroo.

“Kenapa kau hujan-hujanan seperti ini Minroo-ah?” Tanya Key setelah mereka menemukan tempat berteduh.

“Kau seharusnya tidak memarahi dia! Eum siapa tadi?”

“Jinki?” Tebak Key.

“Ne, orang yang kau sebut Jinki tadi, dia hanya tidak sengaja menabrakku dan menjatuhkan payung ku.” Jelas Minroo.

“Kalau dia hanya menabrakmu, lalu kenapa dengan matamu? Kau terlihat seperti habis menangis. Apa yang terjadi?”

“Ani Key-ah, aku tidak menangis!” Kelah Minroo.

“Kau jangan membohongi ku Minroo, aku sudah mengenalmu sejal kecil. Dan aku tahu aku tidak akan pernah salah menilai mu dari penglihatan ku. Pasti telah terjadi sesuatu kepadamu. Apa ini karena Jonghyun lagi? Sepertinya namja itu harus diberi sedikit pelajaran.” Key mengepalkan tangannya bersiap untuk beranjak pergi. Namun Minroo dengan segera menahan Key.

“Jangan!” Sergah Minroo. “Ini bukan karena dia. Aku ingin pulang Key. Kau bisa mengantar ku?”

“Mengapa kau selalu melindunginya Minroo-ah! Aku ini sahabat mu. Apa kau tak pernah mempercayai sahabat mu ini? Ceritalah kepada ku apa yang telah terjadi!”

“Aku ingin pulang key! Jika kau tidak mau mengantarku, aku akan pulang sendiri!” Lirih Minroo.

“Baiklah! Jika kau tidak mau cerita kepada ku, itu hak mu. Aku tak ingin kau pulang dengan baju basah kuyub seperti ini, Jong In pasti akan menghawatirkanmu. Ikutlah denganku!” Key menyerah. Dia akhirnya mengajak Minroo menuju lokernya di Gedung A. Untung saja ia membawa baju ganti. Kemeja kotak-kotak berwarna biru.

“Ganti dan pakailah baju ini, mungkin sedikit kedodoran. Namun setidaknya itu bisa menghangatkan tubuh mu!” Pinta key memberikan kemeja nya.

“Terima kasih Key.”

*

*

“Hyung!!!”

Tok… tok… tok…

“Hyung! Buka Pintunya!” Teriak seorang namja dengan nada memohon.

“Tok… tok… Hyung!!!” Panggilnya lagi sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri.

“Oh Tuhan!! Taemin-ah!! Apa yang terjadi padamu?”

“Taemin-ah Bangun! Kenapa kau babak belur seperti ini?”

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “That’s Everything – Part 1

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s