He is Taemin, not Just Taemin – Part 6

He is Taemin, not Just Taemin part 6

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

 

taemin: Mr.kang.

Mr.kang: ne

taemin : sebarkan berita jika jinki hyung telah meninggal dalam kecelakaannya, siapkan pemakaman palsu untuknya.

Mr.Kang: NE?

taemin: siapkan penerbangan ke jerman untuk hyung malam ini juga, minta bibi song ikut bersamanya untuk merawat hyung. pastikan hyungku mendapatkan perawatan yang terbaik. jangan sampai ada yang mengetahui hal ini, arrachi!

Mr.kang: tapi tuan,  bagaimana bisa kau membuat kematian palsu?

taemin: aku yakin orang yang membunuh hyung sedang menunggu kabar kematiannya. sepertinya orang itu tahu jika aku masih ada di sekitar hyung. ia pasti berfikir, jika hyung meninggal maka aku secara otomatis akan menjadi pewaris dan menduduki tahta kepemimpinan di perusahaan. sepertinya ia benar-benar ingin melenyapkan kami semua. aku yakin dalang di balik semua ini adalah orang yang tahu segala hal tentang perusahaan dan juga keluargaku.

Mr.Kang: lalu bagaimana denganmu?

taemin: aku akan hadir di acara pemakaman palsu sebagai Lee taemin adik Lee jinki, aku akan menjalankan semuanya sampai hyung sembuh dan aku akan membongkar semuanya. aku akan buat sedikit kejutan untuk semua orang.

Mr.kang: kalian berdua benar-benar sangat hebat dalam mengambil keputusan.

taemin: appa yang mengajarkan semua itu pada kami.

taemin tertunduk mengucapkan semua itu. akhirnya saat seperti ini datang, saat di mana taemin harus melakukan semuanya seperti hyungnya dulu.

taemin: hyung, kau beristirahatlah yang baik, kau harus sembuh dan kembali dengan segala kehebatanmu, aku membutuhkanmu untuk selalu berada di belakangku. aku akan sering-sering mengunjungimu hyung, aku mohon cepatlah sembuh agar semua ini berakhir.

untuk terakhirkalinya taemin memeluk sosok hyungnya.

permainan sudah dimulai, tidak ada kata berhenti di tengah jalan, semuanya harus dituntaskan. taemin harus melakukan semuanya, demi orangtuanya, demi hyungnya.

                                                                                *****************

taemin menatap kaku pemakaman palsu itu, ramai sekali yang datang, apa mereka datang karena berduka? atau malah sebaliknya? yang jelas diantara mereka adalah bagian dari semua musibah ini.

kim soro: aku turut berduka atas kepergian hyungmu. tapi bagaimana kau bisa ada di sini?

taemin: hanya ingin menjadikan semua permainan ini lebih menarik.

si namja yang bertanya pada taemin terlihat cukup terkejut atas pernyataan taemin, sejujurnya taemin memiliki firasat buruk tentang orang ini.

kim soro: aku turut berduka atas kepergian jinki, sayang sekali ia bahkan baru saja menikkmati masa-masa kejayaannya.

taemin: menurutmu, apa aku bisa seperti hyung? ia bahkan terlalu hebat.

kim soro: tentu saja, bahkan mungkin kau lebih hebat dari hyungmu.

taemin: aku meragukan diriku sendiri, aku tidak tahu apapun tentang masalah perusahaan, bagaimana bisa kau melakukan semuanya dengan baik?

kim Soro: kau tidak perlu khawatir, banyak sekali orang-orang hebat di perusahaan yang akan membantumu.

taemin: aku mulai khawatir, aku terlalu gegabah dalam menilai orang.

kim soro: kau harus mengenal orang dari depan dan belakang, jangan hanya melihat dari sisi yang tampak saja.

taemin : terima  kasih atas nesehatnya, aku tidak akan melupakan kebaikanmu tuan.

kim soro: aigoo… seorang tuan muda sepertimu tidak seharusnya bersikap terlalu ramah, kau akan membuat orang menganggapmu lemah.

taemin: aku lebih suka imageku yang seperti itu tuan. semoga hari-hari kita di kantor jadi menyenangkan. aku bisa temukan banyak permainan di sana bukan? seperti yang selama ini hyung ceritakan.

                                                                                ************************

hyejin pov

sejak taemin kembali pada kehidupannya aku mulai merasa kehilangan taeminku yang dulu, tapi aku juga tidak bisa memaksakan diriku, aku mengerti posisi taemin saat ini, dia pasti sangat sedih. belakangan aku lebih sering hanya berdiam diri di rumah taemin yang luasnya dua kali luas rumahku dulu, ternyata seorang taemin yang selama ini tinggal di rooftop dan hidup penuh kesederhanaan memiliki hidup seperti ini. siapa yang menyangka jika seorang taemin yang sering di bully dan terlihat cupu itu sebenarnya adalah salah satu pewaris terkaya. tidak hanya sifat taemin yang berubah, penampilannya yang aslipun sudah muncul, tidak ada kaca mata dan tidak ada lagi kancing sampai leher. taemin lebih casual dan sangat keren, aku yakin jika ia berpenampilan seperti sekarang saat dulu masih di high school semua yeoja akan menempel padanya dan dia akan jadi salah satu diantara orang-orang keren sekolah selain minho, key dan jonghyun. minho, bagaimana kabarnya sekarang? apa yang akan minho katakan jika dia melihat aku yang sekarang? apa yang akan minho katakan jika ia tahu jika taemin bukanlah orang miskin dan korban bully selama ini. entahlah, aku tidak boleh lagi memikirkan minho, seperti yang aku katakan dulu, aku tidak boleh lagi melanjutkan cintaku pada minho.

aku berjalan keluar dari kamarku, ah tepatnya kamar yang taemin beri untukku. rumah ini sebenarnya cukup ramai, hanya saja ramai karena para pelayan taemin yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. aku merindukan taemin, sangat merindukannya, dia tidak punya waktu untukku, dia terlalu sibuk dengan urusan perusahaannya ditambah lagi ia juga harus mengusut kasus percobaan pembunuhan yang di alami hyungnya. tadi malam aku sempat dengar dia mengobrol dengan Mr.kang tentang permasalahan rapat hari ini, aku tidak tahu jelas apa yang terjadi, tapi sepertinya ada masalah yang tidak bisa taemin dan Mr.kang hadapi.

aku menatap pintu kamar taemin yang masih tertutup rapat, sudah hampir tengah malam tapi dia masih belum pulang, apa di kantor jam segini masih ada orang? memangnya dia tidak bosan sendirian? well taemin tidak seperti aku yang cengeng dan tak pernah bisa sendiri. aku memasuki kamar taemin, kamar yang sama luasnya dengan kamar yang ia berikan padaku, aku dapat melihat beberapa foro terpajang di meja kerjanya, foto keluarganya, fotonya bersama Lee jinki oppa dan fotonya bersamaku. aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak tersenyum, setidaknya dia masih selalu mengingatku. saat aku masih sibuk menikmati pemandangan kamar taemin, tiba-tiba namja itu muncul dengan tergesa-gesa.

hyejin: taemin…

aku menyapanya dengan senyum seperti biasanya, taemin hanya tersenyum yang aku yakin sangat terpaksa. aku kecewa sambutanku tak mendapat respon yang hangat darinya seperti yang selama ini aku sukai.

ia terlihat sibuk mengobrak-abrik semua map yang tersusun rapi di laci mejanya, terlihat sedang mencari sesuatu. aku merasa tak di anggap jadi kuputuskan untuk keluar dari kamar taemin dan mendapati Mr.kang di sana.

hyejin: apa yang terjadi? apa masih ada masalah di kantor?

Mr.kang: pagi ini tuan muda kehilangan beberapa sahamnya, selain itu beliau juga mendapat kecaman keras dari pemilik saham lain karena dianggap kurang memenuhi tuntutan sebagai seorang presdir. tuan muda sangat tidak suka di kritik, dia akan sangat kesal dan berusaha menyelesaikan semuanya. besok pagi akan ada pertemuan lagi, dan tuan muda harus mendapatkan semua saham itu kembali.

hyejin: mana bisa di kejar dalam satu malam? lagi pula sekarang sudah larut bukan?

Mr.kang: aku sudah memperingatkannya, tapi tuan muda tidak mau menerima saranku. aku khawatir beliau bisa sakit jika terus seperti ini.

hyejin: bagaimana kabar jinki oppa?

Mr.kang: pagi ini perawatnya sempat menelfon, tuan muda jinki sudah sadarkan diri, tapi kondisinya masih sangat buruk, kita tidak bisa minta bantuannya untuk semua ini.

hyejin: seandainya aku sepintar jinki oppa.

tak lama kemudian taemin kembali keluar tergesa-gesa, ia bahkan tak mengindahkanku sama sekali dan langsung pergi begitu saja. sepertinya memang masalah yang besar. aku yakin orang-orang di perusahaannya merasa taemin masih terlalu muda dan menganggapnya masih tidak mengerti apapun, meskipun demikian taemin memang baru dengan semua hal itu. tega sekali orang yang telah mencuri saham taemin, bagaimana bisa dia menyelesaikan semuanya dalam semalam?

hyejin: di mana rapat pemilik saham akan di adakan?

Mr.kang: di pulau jeju, kami harus berangkat pagi-pagi sekali, sementara situasinya masih sangat sulit.

hyejin: kalian hanya pergi berdua?

Mr.kang: kami harus sampai di sana terlebih dahulu, biar bagaimanapun tuan muda taemin harus bersiap-siap. apa kau mau ikut?

hyejin: ne?

Mr.kang: aku rasa harapannya sangat tipis, tidak bisa kubayangkan betapa depresinya dia nanti. jika kau ikut, mungkin kau bisa membantunya.

hyejin: benarkah?

Mr.kang: aku akan siapkan keberangkatanmu untuk besok. kalau begitu aku pergi dulu.

seusai Mr.kang berpamitan aku berlalu menuju kamarku mengemasi pakaianku. setidaknya aku juga butuh sedikit liburan, aku sudah bosan setiap hari hanya berdiam diri tidak jelas di rumah.

                                                                                **************************

aku meletakkan koperku dan bergegas menuju balkon menikmati pemandangan laut yang sangat indah di sini. yah, disinilah aku sekarang, di villa milik keluarga taemin. aku baru saja datang setelah perjalanan yang cukup membuat aku mengantuk. aku tidak berangkat bersama taemin karena dia sudah berangkat dari kantor pagi-pagi sekali. aku yakin sekarang taemin sedang sibuk dalam rapatnya, dia jadi semakin kaku.

aku tidak mungkin membuang waktuku begitu saja, aku menghabiskan hariku berjalan-jalan di sekitar pulau jeju yang sangat indah, tapi semuanya terasa hambar karena aku hanya pergi sendirian. pasti menyenangkan sekali jika ada gae in atau nara di sini, tapi itu tidak mungkin mereka pasti sedang sibuk kuliah sekarang, apalagi taemin, jangan ditanya. apa sebaiknya aku juga kuliah? harapanku untuk menikah sepertinya belum bisa terwujud dalam waktu dekat apalagi dengan adanya taemin di sisiku. akan jadi apa aku nantinya? apa akan terus seperti ini? menumpang pada taemin yang notaben bukan siapa-siapa melainkan hanya sahabatku? aku tidak mungkin terus begini. taemin bersusah payah dengan perusahaannya sedangkan aku hanya sibuk menghabiskan waktu tidak jelas seperti ini. apa sebaiknya aku pergi saja dari taemin? tapi aku sudah berjanji padanya, aku tidak akan meninggalkannya, hanya saja sekarang aku merasa ia mulai meninggalkanku perlahan karena kesibukannya. aku kesepian meski aku bisa melihat taemin setiap hari, aku tidak bisa menghabiskan waktuku bersamanya, dan taemin terlalu kaku walau hanya sekedar menelfonku.

aku menatap tajam matahari yang semakin tenggelam di telan lautan, apakah aku juga akan tenggelam seperti itu? entahlah, yang jelas aku tidak mungkin terus seperti ini, aku lelah bertahan dalam kesendirianku meski selalu ada taemin yang sangat sibuk. apa mungkin akan lebih baik jika aku benar-benar tenggelam dan menjauh dari hidup taemin? dia tidak sendiri seperti apa yang selama ini dia ceritakan, dia masih memiliki seorang hyung dan hidup yang berlimpah. aku pantas marah untuk semua itu, tapi taemin bahkan tak ada waktu untuk kemarahanku yang tak penting.

Mr.kang: aggashi…

hyejin: waeyo?

Mr.kang: tuan muda…

wajah sedih Mr.kang sudah cukup memberiku penjelasan tentang apa yang terjadi, sepertinya taemin tidak berhasil dengan rapatnya. aku berlalu meninggalkan Mr.kang tanpa mendengar sedikitpun penjelasan darinya, aku bergegas kembali ke villa menghampiri taemin yang saat ini pasti tengah depresi berat.

                                                                                *******************

aaaaaaaaaaaa…………..

suara teriakan marah taemin berhasil membuat aku cukup terkejut, kulihat ia mengobrak abrik mejanya sendiri sampai semua benda di atas meja itu berantakan bahkan terjatuh ke bawah.

aku berjalan pelan menghampirinya merapikan kembali mejanya sedangkan taemin berbalik menghadap jendela kaca yang ada di belakangnya. sepertinya dia tidak suka jika aku memergokinya dalam keadaan seperti ini.

aku berjalan mendekati taemin memeluk lengannya, sesuatu yang sudah sangat lama tidak aku lakukan.

hyejin: sepertinya kau sangat sibuk belakangan ini.

taemin menatapku, aku bahkan sudah tidak mengenal tatapannya lagi yang selama ini selalu tersembunyi di balik kacamatanya yang kini telah lenyap.

hyejin: kau terlalu memaksakan diri taemin.

taemin: aku tidak bisa bersantai, semuanya begitu berat, aku tidak mungkin menghadapinya dengan mudah. aku sudah berusaha sangat keras tapi kenapa tak ada hasil yang bisa aku capai? aku bahkan tidak bisa mempertahankan apa yang sudah hyung perjuangkan dengan susah payah.

hyejin: menurutmu, apa hyungmu tidak sedih melihat namdongsaeng kesayangannya seperti ini? kalut, putus asa dan terlihat sangat depresi.

taemin menatapku semakin dalam dan berpindah berdiri di hadapanku. tanganku bergerak menangkap kedua pipinya yang semakin tirus, aku mencoba menyelam ke dalam matanya dan memberi sedikit celah di sana yang begitu sesak oleh pemikirannya.

hyejin: taemin, hyungmu tidak mencapai semuanya begitu saja. aku yakin dia butuh proses yang lama untuk bisa mencapai semuanya. begitu juga dirimu, kau harus melewati proses itu juga untuk bisa seperti hyungmu atau bahkan mungkin lebih baik. jangan putus asa di saat kau bahkan baru memulainya, jangan terlalu kaku karena kau akan membuatnya terasa semakin rumit. kau hanya perlu melewatinya dengan sabar. kejatuhan akan jadi pelajaran berharga untukmu.

taemin menatapku sangat lama setelah semua ucapan itu keluar dari bibirku, aku rasa ia mulai memikirkan itu semua. tiba-tiba taemin menarikku dalam pelukannya yang hangat, ah aku rindu saat-saat seperti ini.

taemin: aku benar-benar merasa bodoh untuk saat ini.

hyejin: sebenarnya kau memang bodoh.

 bisa kurasakan taemin terkekeh pelan karena ucapanku.

taemin: gumawo sudah membuatku merasa jauh lebih baik. aku merasa bersalah padamu, belakangan ini aku mengabaikanmu. mianhae…

hyejin: sebenarnya aku ingin marah besar dan menjambak rambutmu, tapi karena kau sudah minta maaf, mungkin aku tidak akan menjambakmu.

taemin: lalu?

taemin melepaskan pelukannya dari tubuhku dan menatapku penuh tanda Tanya.

cup~

entah apa yang aku fikirkan, tiba-tiba saja aku dengan berani mengecup bibir taemin yang sukses membuat matanya membulat sempurna. aku tahu ini adalah first kissnya, ingin sekali minta maaf karena sudah mencurinya, tapi aku benar-benar ingin taemin tahu tentang apa yang sebenarnya aku fikirkan yang aku bahkan tidak mengerti. aku tidak mengerti tentang perasaanku belakangan ini, semua perasaan cintaku pada minho yang tiba-tiba lenyap dan semua perasaan rindu pada taemin yang terlalu berlebihan.

aku tersenyum kemudian berbalik meninggalkan taemin berjalan menuju meja kerjanya dan melanjutkan aktifitasku merapikan tempat itu. aku mulai merasa malu dengan ulahku barusan, tapi aku tidak bisa membatalkannya, aku sudah melakukannya dan apapun yang taemin fikirkan tentang diriku aku tidak peduli lagi sekarang.

taemin: apa kau masih mencintai minho?

pertanyaan taemin sukses membuatku berhenti dan berbalik menatapnya, perlahan ia menghampiriku berjalan semakin dekat hingga aku bisa melihat matanya menatapku dengan sangat serius.

hyejin: kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?

taemin: aku hanya ingin tahu.

hyejin: minho? aku bahkan sudah hampir lupa padanya. menurutmu apa dia masih mengingatku? atau bahkan mungkin dia sudah melupakanku? entahlah, itu tidak penting sekarang. bagiku minho hanyalah masa lalu, biarlah dia menjadi kenanganku saja, cukup sudah cintaku padanya.

taemin: bagaimana denganku?

hyejin: tumben sekali kau bertanya seperti itu…

taemin: aku tidak pernah ingin tahu seperti apa aku bagimu, tapi setelah minho pergi aku benar-benar penasaran dengan semua itu.Aku tidak percaya jika akhirnya kau justru memilih hidup denganku.

hyejin: molla, bagiku kau lebih dari sekedar minho. setiap aku kesepian, orang pertama yang ku ingat adalah kau, setiap aku butuh teman kau selalu datang menghiburku, saat aku terpuruk kau selalu di sisiku. Aku tidak memilih ikut bersama minho karena kufikir aku pasti akan kehilanganmu.

taemin: jadi kau lebih memilih kehilangan minho dari pada aku?

hyejin: apa aku harus menjawabnya?. ck… tapi belakangan ini kau sangat menyebalkan, kau membiarkan aku sendirian dan kesepian, aku mengerti dengan posisimu, tapi aku rasa kau benar-benar tidak punya sedikit waktupun untukku.

aku menunduk dengan wajah sedihku, aku sedih? tentu saja, kesepian adalah hal yang sangat mengerikan bagiku.

perlahan kurasakan taemin mendekat dan menarik daguku hingga tatapanku dengannya bertemu.

Taemin: tetaplah bersamaku, selamanya…

Aku hanya terdiam, tidak tahu ingin berkomentar apa tentang permintaan taemin yang satu ini.

Taemin: aku janji, aku akan selalu menjagamu, aku akan lakukan apapun untukmu, apapun yang kau inginkan asalkan kau mau tetap bersamaku di sampingku.

aku bisa baca keyakinan dari semua kalimat itu, sebuah ketegasan bahwa apa yang ia ucapkan adalah hal yang benar-benar akan ia lakukan.

perlahan taemin semakin mendekat, bisa kurasakan bibirnya  yang lembut menyapu bibirku begitu hangat. Aku tidak tahu bagaimana, tapi rasanya sesuatu mengalir seolah mencoba memberitahuku tentang satu hal. apa mungkin? apa mungkin taemin mencintaiku? entahlah, biarlah nanti dia yang mengucapkannya sendiri, yang jelas satu hal yang aku tahu, aku akan selalu bersama taemin, tetap bersamanya. aku sudah punya cukup alasan untuk membuatku selalu disisinya.

aku bisa merasakan taemin yang terus berusaha menarikku semakin rapat pada tubuhnya, oh god taemin, ada apa dengannya? aku rasa persepsiku tentang taemin yang menyukai sesama jenis adalah salah. melihat dari apa yang ia lakukan padaku, aku benar-benar yakin dia punya keinginan besar untuk hal ini.

taemin: jadilah milikku…

taemin masih memelukku di saat dia membisikkan kalimat itu langsung di telingaku, terdengar sangat pelan tapi penuh penekanan. well, haruskah aku menjawab? tapi aku yakin taemin sudah tahu jawabannya. sesaat setelah kalimat itu mengalir, bibir taemin bergerak menjelajahi leherku, aku sampai bersuara aneh gara-gara ulah taemin yang membuat aku tidak bisa menahan geli dan semua letupan-letupan hebat di dadaku.

buk…

aku dan taemin terjatuh di ranjangnya karena sedari tadi taemin terus mendorongku hingga tanpa aku sadar aku sudah terjatuh di atas ranjangnya yang begitu empuk. bukannya meminta maaf karena telah membuatku terjatuh, taemin malah menatapku aneh kemudian sibuk dengan bibirku. awalnya ia hanya mengecup pelan tapi kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan hebat hingga kurasa bibirku akan segera memelar karena ulahnya. aku mengerutkan keningku saat ia dengan sengaja menggigit bibirku dan itu sukses membuatnya berhenti. aku fikir dia akan benar-benar berhenti dan mengakhiri semua ini, tapi semuanya menjadi mustahil karena kenyataanya sekarang ia sudah kembali menjelajahi leherku.

taemin: haruskah kita berhenti?

tiba-tiba pertanyaan itu muncul seketika saat taemin menatapku dalam setelah puas menjelajahi leherku dan aku yakin meninggalkan begitu banyak tanda di sana.

hyejin: apa kau yakin bisa berhenti?

pertanyaanku yang terdengar polos justru terlihat seperti sebuah lampu hijau baginya, sejenak kemudian sebuah smirk muncul di wajah taemin yang terlihat sangat tampan dalam jarak sedekat ini.

cup~

taemin mengecup bibirku pelan kemudian menempelkan dahinya di dahiku.

taemin: aku tidak ingin berhenti…

aku tahu pasti makna dari kalimat singkat itu, apalagi setelah taemin mengucapkan kaliamat tersebut ia langsung menarik ujung dressku melewati kepala dan dengan tergesa-gesa ia juga membuka kemeja putih yang sedari menutupi tubuh kurusnya.

                                                                                ***********************

taemin sibuk merapikan rambutku yang sangat berantakan karena ulahnya sendiri sedangkan aku hanya diam menatap taemin dan menikmati hangatnya berada dalam dekapan namja ini.

hyejin: aku masih ingat saat dulu di high school kau pernah memperingatkanku tentang hal ini.

taemin: aku hanya melarangmu melakukannya dengan minho.

hyejin: ck… dasar kau ini.

taemin terkekeh pelan kemudian beralih menatapku.

hyejin: kau juga bilang jika tidak boleh melakukannya sebelum menikah.

taemin: kalau begitu kita segera menikah, jika kau mau besok pun kita bisa menikah. aku bisa telfon Mr.kang dan menyuruhnya mempersiapkan segalanya.

aku tidak bisa menahan tawaku mendengar ocehan taemin yang terdengar begitu konyol bagiku.

taemin: aku rasa ini bukan hal yang lucu Lee hyejin.

hyejin: YA! aku choi hyejin! aku belum menjadi istrimu.

taemin: bukankah kau akan segera menjadi istriku?

hyejin: aku belum menyetujui untuk menikah denganmu.

taemin: kau tidak mau menikah denganku?

hyejin: aku fikirkan dulu.

taemin: YA! jangan bodoh! kau fikir aku akan melepaskanmu begitu saja?

hyejin: cih… seenaknya saja mengatur semuanya.

taemin: terserah. yang jelas kau akan segera menjadi istriku. aku akan mempersiapkan pernikahan kita segera.

hyejin: tidak perlu terburu-buru.

taemin: aku tidak mau orang memandangmu sebelah mata jika nanti kau hamil saat kita menikah.

hyejin: apa kau yakin aku akan segera hamil? memangnya satu kali coba bisa langsung dung?

taemin: mungkin saja. sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu sekarang. sebaiknya kau tidur.

aku tersenyum dan memeluk taemin semakin erat berujung pada tidurku yang nyenyak dalam pelukannya.

                                                                                *****************************

taemin pov

aku tersenyum-senyum sendiri memandang foto-fotoku dengan hyejin di pulau jeju beberapa waktu yang lalu, sudah lebih dari dua bulan tapi aku masih bisa merasakan indahnya, tapi kemudian  suara ketukan pintu menyadarkanku. kulihat Mr.kang masuk dengan wajahnya yang begitu serius.

Mr.kang: ada hal penting yang ingin kusampaikan.

taemin: katakanlah.

Mr.kang: di mana hyejin?

taemin: tadi dia pergi belanja, aku rasa dia masih di luar. memangnya kenapa?

Mr.kang: aku sudah berhasil menemukan orang yang telah membunuh orang tuamu dan orang tua hyejin.

Taemin : benarkah?

aku langsung berdiri dari posisi dudukku dan beralih berjalan menuju Mr.kang untuk mendengarkan ceritanya lebih jelas. tapi aku sedikit heran dengan ekspresi sedihnya.

Mr.kang: kau yakin ingin mendengarnya?

Taemin : katakan padaku! jangan buat aku penasaran seperti ini.

Mr.kang: 3 tahun yang lalu appamu dan seorang sahabatnya memenangkan sebuah tender. kerjasama mereka berjalan sangat lancar dan bahkan begitu baik hingga perusahaan keluargamu terus mengalami kemajuan.hari demi hari, sahabat appamu mulai merasa iri dan tidak adil karena appamu mendapat keuntungan yang lebih besar darinya, beliau mencoba membicarakannya dengan appamu, tapi appamu fikir semuanya sudah adil dan tidak ada yang perlu di permasalahkan lagi. sepertinya namja itu tidak terima dengan ucapan orang tuamu, kemudian ia meminta orang untuk membunuh orang tuamu.

taemin: licik sekali, jadi semuanya karena uang? hanya karena uang dia mau merusak persahabatannya dengan appaku dan demi uang ia rela membunuh orang tuaku. Apa kau sudah temukan pelakunya? siapa orang itu? aku akan buat dia dan seluruh keturunannya menyesal.

Mr.kang: tapi tuan muda…

taemin: berhentilah berbelit-belit, cepat katakana siapa!

kulihat Mr,kang menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan, sepertinya ada hal lain yang membuatnya menjadi seperti ini karna seharusnya dia bahagia dengan semua ini.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “He is Taemin, not Just Taemin – Part 6

  1. jangan2 sahabat appa-nya Taemin itu appa-nya Hyejin 0_0

    di awal part, saya kira ini cuma cerita ttg anak sekolah aja, ternyata masalahnya lebih berat dari sebelumnya..

    ditunggu part selanjutnya Mincha^^

    1. klo emang bner appa nya hyejin yg membunuh appa nya taemin ,, truss sapa dong yg membunuh appa dan eomma nya hyejin ????
      waadduuhh banyak tanda tanya nih … cepet2 dong di post part selanjut nya … kita gregeetttan nih Mincha … iya kan Lydia ???^^😀

  2. jangan bilang sahbt appanya taemin itu appanya hyejin,dawm jgn blg stelah taemin tau dy akan ninggalin hyejin
    aaaahh penasaran kelanjutanya gimana?
    cepet lanjutin ya thor

  3. Omo omo omo!!!! Plis jangan appanya Hyejin T^T udh bagus Hyejin sama Taemin plis jan dipisahin!! HUAAAAAAAAA!!! Miam juga thor aku baru komen lagi. Abis males kalo tiap part komen -,- #JEDEEERRR/? *ditembakauthorpakegergaji/?* mianhae ne T,T jeongmal minhae. Aku selalu support author kok ^^ fighting ne! Ceritanya seru banget! Jangan berenti ditengah cerita ‘-‘

  4. Apa dari kejadian ini ada hbnganx dg keluargax hyejin? Aigo jgn smpai,trus gmna hbngan taemin dan hyejin? Semoga ndak trjadi hal yg bruk.. Next tor udh penasaran bnget. ^^

  5. Mr. Kang tadi bertanya dimana HyeJin, sepertinya papa HyeJin yang melakukannya.
    Lalu bila memang benar papa dari HyeJin, maka mungkin TaeMin akan meninggalkan HyeJin, dan mungkin HyeJin hamil.
    Peluang kejadian sangat banyak.
    Bila appanya MinHo, jangan MinHo lagi kasihan, sudah kehilangan HyeJin ditambah pula kecaman buruk. Seperti menumpahkan air pada luka.
    Lanjutkan author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s