We Love Story – Part 3

WE LOVE STORY [Part 3]

Author:Monic

Main cast : Seo Hana , Lee Jinki , Kim Kibum , Taemin

Support cast : meikyo , kyusang , dll

Genre : Romantic , schoollife , friendship

Length : Sequel

Rating : G

Summary : “Jujur aku mulai menyukainya. Sepertinya aku harus cepat sebelum terlambat.”

A /N : Annyeong! Ini ff pertama yang aku buat. Tapi ini ff kedua yang aku kirim kesini soalnya aku mau ff pertama aku ini ga banyak kesalahannya. Hehehe. Ff ini terinspirasi dari kisahku sendiri. Cuma ada beberapa tambahan supaya lebih greget. Happy Reading!

Kibum’s Pov

*bel masuk

Padahal aku masih ingin seperti ini . Kenapa bel cepat sekali-____-

“Yah sudah masuk.. ” ujarku sambil berdiri setelah 15 menit bersandar dipundak hana .

Saat aku berputar kebelakang untuk duduk ditempatku aku terkejut melihat kyusang , taemin dan….. hmm jinki._.

“eum sejak kapan kalian disitu?” kataku agak sedikit gugup. Hana mengikuti arah pandangku . Sepertinya Hana juga sama terkejutnya denganku.

“Yaaa key! Jung sosaengnim mencarimu. Dan… kau malah… yaa key cepat sekali kau berganti incaran.?” Ucap kyusang yang menyindirku.

“hah? Dia mencariku ? sekarang dia dimana?” ujarku mengalihkan kecanggungan.

“di ruang guru.” Jinki terlihat dingin sekali. Ada apa dengannya?

“ohh gomawo info nya. Sekarang kalian duduklah ditempat masing-masing .” Suruhku pada mereka.

“Ne ketua..!!” ucap kyusang sembari hormat. Sementara yang lain langsung berjalan menuju kelas. Dan aku langsung keruang guru.

Kibum’s pov end

Jinki’s pov

Yaaa… aku dari tadi menguping mereka dari belakang karena sangking penasarannya. Ternyataa….-.-

Aku jadi tak bersemangat dan entah mengapa aku jadi membenci seseorang yang tenar dengan nama key itu. Jujur aku mulai menyukainya. Sepertinya aku harus cepat sebelum terlambat. Sekarang pelajaran chan sosaengnim . Hana sangat pintar dan aktif. Dia sering sekali menjadi perhatian saat pelajaran. Ya apalagi kalau bukan karena kepintarannya yang mampu menjawab soal atau karena ia mempunyai pertanyaan yang bagus. Jadi aku sering punya kesempatan untuk memandanginya.. kekeke

Tapi jangan salah… Aku juga pintar kok hehe.. tapi aku tak seperti dia yang banyak bertanya dan berkomentar.  Rasanya ingin sekali aku berdiskusi dengannya. Saat aku sedang membayangkan berdiskusi dengan Hana ternyata ada petunjuk datang.

“saya mau sekarang semua membuat kelompok untuk diskusi. Satu kelompok harus campur. Waktunya 5 menit dari sekarang semuanya harus sudah duduk dengan kelompoknya.. Kajjja!!!!”jelas chan sosaengnim yang dikalimat akhirnya agak keras.

Aku ? Aku langsung  lari kemeja hana… “Hana aku sekelompok dengan mu ya? Kita buat kelompok seperti kesenian saja?” tawarku pada hana.

“Tapi aku mau setiap pelajaran memiliki kelompok yang berbeda jinki. Supaya tidak bosan.  Tapi kau boleh sekelompok denganku. Ayo kita cari 2……”

“Hana… aku masuk kelompokmu ya? “ tiba-tiba taemin mengagetkan kami.

“boleh.. nah satu lagii pls yeojaa..”ucap hana seraya melihat sekelilingnya.

“eum.. sepertinya aku yeoja sendiri pun tak masalah.” Lanjutnya seraya berlari ke pintu ternyata ada key yang baru kembali dari ruang guru. Aku perhatikan terus gerakan hana.

“kibum . Chan sosaengnim sedang menyuruh membuat kelompok diskusi. Kau masuk kelompok ku saja ne? “

“emang kelompok mu siapa aja?”

“aku , jinki , taemin.. ayolah kau dikelompokku saja… cepat duduk dimejaku waktunya 1 menit lagi.” Gumam hana pada kibum… haduh enak banget sih-,- andai aku yang ada diposisi kibum.

Dia langsung kembali ketempat duduknya. Dia menyuruh kami membawa buku tulis dan alatnya dan langsung duduk dimejaku. Bangku yang ada didepan meja hana ku putar menghadap hana. Tadinya sih aku sempat berebutan dengan taemin , untungnya dia mau mengalah…

“buka buku halaman 78 kerjakan diskusi sampai no 40. Jangan berisik.” Chan sosaengnim pun meninggalkan kami. Aku rasa dia punya urusan.

“Hana kau jadi ketua diskusinya ya? Kau kan paling pintar dalam pelajaran ini.”ujar key

“Aku setuju!” ucapku dan taemin berbarengan. Hana dan key hanya tertawa kecil.

Kami pun memulai mengerjakan tugas dari chan sosaengnim. Di awal tak ada masalah. Dan pas no 26 itu soalnya membingungkan.

“Hana nomer 26 gimana caranya?” ternyata aku , key , dan taemin sama-sama kesulitan di nomer 26.-. dan itu membuat kami bisa mengeluarkan kata-kata yang sama.

Hana pun menjelaskan caranya.

“Hana di sekolah kau pintar sekali tapi kenapa dirumah kau malas?”Tanya key.

“aigo.. seperti itu kah aku selama ini?  Soal ini menjadi menyenangkan bagiku untuk memecahkannya setelah melihat nomernya.”jawab hana.

“emang nya ada apa dengan 26?” Tanya taemin.

“yaah pasti Pedrosa.. minggu kemarin ada Race kan? Yah Pedrosa ke 3. “ singgung key. Whaaattt? Seorang yeoja macam Hana suka sama pembalap? Tontonannya MotoGP? Aigoo.. aku yang seorang namja pun tak begitu tertarik.

“yaa kibum…! Pedrosa kurang grip. Dan marquez sangat kuat. Oppa ku dari Spanyol itu tidak egois. Hmmm.. aku yakin dia akan menang di seri berikutnya..”ketus hana .. sepertinya ia tak suka seseorang merendahkan idolanya.

“mian hana.. aku tak bermaksud merendahkan. Aku dukung pedrosa juga kok. Dia emang bagus dan hebat.” Sekarang kibum dan hana saling menatap dan tersenyum. Yaaa hana kapan senyum setulus itu untukku T_T

Kami pun melanjutkan tugas dari chan sosaengnim sampai selesai. Ternyata hanya nomer 26 saja yang bagiku membingungkan. Si key malah banyak bertanya. Taemin hanya bengong-mengerjakan-bengong-mengerjakan. Tapi dia selesai juga akhirnya. Karena si key ketua kelas jadi dialah yang mengumpulkan dan menaruhnya di meja guru.

*bel pulang

Aku berencana pulang bersama hana untuk mengambil ayam.. tapi…

“Hana pulang bersamaku yaa? Mobilku sudah selesai servis kemarin.”key tiba-tiba menghampiri hana. Aku ? aku melakukan

“ekhem..ekhem”tepat disamping mereka

“aku sudah janji dengan jinki kibum. Lain kali saja ne? yaa jinki kau mau mengambil ayam kan?” huh syukur deh hana peka…

“ne kajjjaa..” ujarku sambil menarik tangannya meninggalkan key.

“hmm aku tidak enak pada kibum. “ gumam hana masih dalam genggamanku.

“yaaa tidak apa-apa hana. Tapi……….”

Aku menghentikan langkahku dan juga kata-kataku, aku melepas genggaman dan menatapnya

“cie cie hana apa kau menyukai kibum?” aku mengucapkannya penuh tawa tapi aku setengah iklas ngomongnya.

Dia tak menjawab , hanya semburat merah yang mewarnai pipinya.

“tuhkan benar? Cieee.. nanti aku bilangin deh” candaku padanya.

Dia tertawa “apaa sih jinki? Aku dan dia hanya teman. Aku kan tidak enak seperti itu pada teman. Yaudah kajja… aku juga sangat lelah.” Ucapnya

Kami berjalan menuju parkiran tidak lagi saling menyentuh hanya jalan bersama. Sampainya kami naik dan aku go to hana’s home. Sepanjang jalan hanya hening. Aku rasa hana tak punya objek pembicaraan begitu juga dengan aku. Dan aku rasa dia juga masih memikirkan kata-kata yang tentang dia suka dengan key itu. Untung jalanan tidak begitu macet. Jadi cepat sampai..

Aku dan hana berjalan masuk kedalam rumah. Sepi sekali disini. Tadi juga hana membuka pintu dari kunci yang ada dikantongnya.

“hana mana eomma mu? Disini terlihat sepi sekali?”tanyaku.

“tadi disekolah umma sms kalau dia ada urusan. Dan ayam mu ada di meja makan yasudah ambil saja biar cepat”jawabnya.

“kau mengusirku?”ledekku.

“bukan begitu jinki.. tapi kan tidak enak disini hanya ada kau dan aku.”ujarnya.

“tapi kau tidak takut sendirian?”

“tidak. Aku sudah biasa karena banyak hal yang harus kukerjakan. Aku juga belum mencari seni tari Indonesia.”

“ohh iya ya . haduh besok pr nya juga lumayan banyak yasudah aku ambil dulu.” Aku langsung berlari mengambil ayam.  Tempat nya transparan jadi isinya terlihat jelas. Ini isinya ayam jadi tak salah kalau aku mengira ini yang aku cari. Saat aku menuju keluar aku mau berpamitan dengan hana. Tapi saat aku baru masuk aku bisa mendengar kalau hana sedang menelpon seseorang.

“ya dirumah.. wae?”

“emm nanti malam? Emmm bisa kok bisa , kalau aku mengerjakan pr dari sekarang bisa kok. Yasudah nanti malam kau jemput dirumahku jam 8 . “

…..

“yaaa bye bye!.”

Dia langsung mematikan telpon.

“ekhem…ekhem” tegurku . dia juga terlihat terkejut.

“kau masih disini?”

“yaaa.. tadi siapa? Kau mau kemana?”

“hiii pengen tau aja urusan orang.. kau butuh apa lagi?”

“aniii.. aku hanya mau pamit. Annyeong.”ucapku sambil berlalu menuju keluar.

Sepanjang jalan menuju kerumah aku masih saja penasaran dengan siapa orang yang Hana telpon tadi.  Sampai dirumah ku beres-beres lalu makan ayam sambil menonton tv. Eomma dan appa baru pulang besok . Jadi aku bebas….

Jam 19.30

Tugas ku semua sudah selesai.  Aku beranjak dari meja belajar ku menuju tempat tidur. Ku coba untuk memejamkan mata. Tapi aku tidak bisa tidur. Aku rasa gara-gara si penelpon hana nih. Haduh bisa-bisa aku tidak tidur gara-gara penasaran. Ku lirik jam dinding dikamarku sekarang sudah jam setengah 8 lebih dan aku ingat mereka janjian jam 8. Firasatku tidak enak. Daripada aku mati penasaran lebih baik aku bergegas untuk mengikuti mereka.

Sepanjang jalan ku sempatkan selalu untuk melirik jam tanganku. Sampai tibanya dekat rumah hana ku lihat dia sudah menaiki mobil. Huh hampir saja telat . ku ikuti mereka terus . aku memberi jarak agar tidak ketahuan.

Dan ternyata mereka berhenti di café sekitar sekolah. Ku ikuti mereka sampai didalam. Kuperhatikan arah mata mereka dan ternyata mereka sedang mengawasi…

Jinki’s POV end

Seo Hana’s pov

Malam ini aku janjian dengan kibum untuk cari penghangat (?)  . Tapi dia bilang dia juga ingin meminta bantuanku entah untuk apa , selama itu kibum yang minta sepertinya tak masalah. Kalaupun nanti aku tidak suka aku kan tinggal menolak.

Kibum datang aku langsung masuk kedalam mobilnya. “gomawo mau menerima tawaranku”ucapnya setelah beberapa saat hening.

Aku hanya tersenyum . Tak lama didepanku terlihat Café dekat sekolah .

Kami pun turun dan masuk kedalam cafe . Aku suka sekali dengan suasananya yang tenang.

Saat kami sudah mendapatkan meja yang cocok kibum bertanya padaku

“Mau pesan Apa?”

“Aku sudah makan . aku pesan hot chocolate aja.”

“Oh okey. Tunggu sebentar.” Kibum beranjak untuk memesan . Aku memutuskan untuk memainkan ponselku. Tak lama ada sms. Ternyata dari Jinki

From : Jinki

“Lagi dimana?”

Whaaat emangnya apa urusannya aku ada dimana dengannya?

To: Jinki

“emangnya kenapa?”

5 detik kemudian.

From : Jinki

“Gapapa.”

“Tunggu sebentar ya Hana. Nanti pesanannya juga datang. Sepertinya Café ini banyak pesanan dimusim dingin .”Ujar kibum yang tiba-tiba datang mengagetkanku yang sedang membaca sms jinki.

“Oiya tadi kau bilang kau perlu bantuanku? Katakan saja disini.

*praaaaaaaaaanggggggg*

Tiba-tiba ada suara piring terjatuh dari suatu arah. Ku edarkan mataku sampai kutemukan asalnya. Dan ternyata disana adaa…..

TBC

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “We Love Story – Part 3

  1. hmm mungkn kah itu jinki?atau org lain
    aaaahh ak penasasan,lanjtn thor
    mianhe kmrn” cma bca aja dan ga coment,ak ska certa.a
    pko.a terusin ya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s