Try to Catch Onew – Part 1

Try to Catch Onew part 1

 

Author: Lee mincha

Cast: Choi hyejin, Onew, minho, key, jonghyun, taemin, jung rim, kai, menejer and many others

Length: sequel

Genre: romance

Rating: general

Summary: aku kembali ke korea untuk mengejar kembali onew oppaku. Hyejin hwaiting^^

Sorry for typo ya readers, dan yang pasti mohon maaf atas segala kesalahan tata bahasan #bow

 

Hyejin pov

aku selesai mengemasi semua barangku, saatnya memulai hidup dan perjuanganku di sini.

Hyejin: aku harus berhasil ^^

Saat ini aku sudah berada di korea setelah selama 3 tahun menetap di Indonesia bersama oemmaku. Setelah perbincangan dan diskusi panjang dengan oemma akhirnya kami mendapat kesepakatan. Aku akan tinggal di sini sampai kuliahku selesai kira-kira satu tahun atau lebih lagi karena aku sudah kuliah di Indonesia sebelumnya.

Aku masih ingat saat aku dan oemma menyetujui sebuah kesepakatan yaitu aku akan dibiarkan dan di dukung sepenuhnya untuk mendapatkan namja itu, tapi jika sampai aku tamat dan aku tidak berhasil, maka aku harus kembali dan tidak akan mengharapkannya lagi.

Kesepakatan ini berawal saat 4 tahun yang lalu, waktu itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah. Aku dan oemma tinggal di sebuah apartemen dan kami memiliki tetangga yang merupakan sebuah grup yang disaat itu sangat terkenal. Mereka sudah tinggal di sana selama hampir satu tahun begitu pun aku, mereka pindah ke sana tepat saat aku baru saja satu minggu tinggal di sana. saat itu mereka masih menjadi rooky group. Aku dan salah satu member grup itu sekolah di tempat yang sama dan aku juga memiliki hubungan baik dengan member lainnya. Kami bertetangga dan sangat dekat, oemma sering memasak untuk mereka dan juga sangat sering menitipkanku di dorm mereka jika oemma harus pergi ke luar negri. Aku masih ingat saat-saat seperti itu.

Aku sangat menyayangi mereka semua seperti menyayangi saudaraku. Karena aku anak tunggal, kehadiran mereka sangat membantuku keluar dari rasa kesepian. Perasaanku pada mereka sama, hanya saja tidak pada satu orang. Satu orang yang sangat aku cintai. Aku tidak pernah mencoba memperlihatkan perasaanku pada siapapun, aku memendamnya dengan sangat baik hingga tak ada satupun yang curiga. Sayangnya kebersamaan kami tidak berlangsung lama, oemmaku harus pindah ke Indonesia untuk sebuah proyek dan akupun harus ikut dengan beliau. Saat aku pergi aku tidak sempat berpamitan dengan mereka, aku hanya menitipkan pesan pada tetangga sebelahku jika aku pindah. Aku menyesal karena saat itu tidak meminta nomor yang bisa dihubungi sehingga kami benar-benar putus komunikasi selama 3 tahun lamanya.

Saat aku pergi aku fikir perasaanku padanya akan berubah dan hilang begitu saja, tapi bertahun-tahun berlalu aku masih mencintainya, masih sama seperti dulu. Aku melewati hari-hariku dengan sulit, aku hanya bisa melihatnya di TV atau laptopku, hanya bisa mendengarkan suaranya lewat lagu yang dia nyanyikan, sungguh menyakitkan. aku mencoba menyampaikan semua itu pada oemmaku, tapi oemma malah memintaku melupakannya dan mencoba belajar mencintai seorang namja bernama kai yang tak lain adalah temaku. Tak ingin menjadi anak durhaka, aku mencoba mencintai kai, berusaha sekuat tenagaku, tapi yang ada aku tidak bisa melakukannya.

Aku putus dengan kai atas permintaanku, tapi aku masih ingat jelas kalimatnya waktu itu,

“aku akan menunggumu di sini, jika kau tidak berhasil mendapatkan namja itu, maka aku akan menerimamu lagi”.

Seminggu setelah aku putus dengan kai karena permintaanku, aku mencoba berbicara dengan oemma dan menyampaikan segalanya. Oemma sempat marah karena aku memutuskan kai yang sangat baik padaku, tapi aku tidak bisa terus membohongi perasaanku. Aku dan oemma bertengkar hebat karena aku bersikeras ingin kembali ke korea dan menemui namja itu. selama seminggu lebih aku dan oemma tidak saling menyapa sampai akhirnya pada suatu malam oemma mengajakku berbicara dan kami mulai mencari jalan tengah. Oemma tidak bisa meninggalkan Indonesia dan aku tetap ingin kembali ke korea, oemma sangat ingin aku bersama kai, sedangkan aku mencintai namja lain. Akhirnya oemma memberiku sebuah penawaran yang sangat aku nantikan, dia mengizinkanku menyelesaikan kuliahku di korea dan selama itu aku di beri kesempatan menemui namja itu. hanya saja aku harus kembali ke Indonesia setelah wisuda, jika aku tidak berhasil maka aku harus menerima kai lagi. akupun menyetujui kesepakatan yang menurutku lebih dari cukup itu.

Sekarang di sinilah aku, bersusah payah aku mencari tahu alamat apartemen mereka, dan lebih susah lagi memperjuangan apartemen yang ada di sebelah dorm mereka. Setelah menunggu hingga 4 bulan lebih aku baru berhasil mendapatkan apartemen itu. mulai hari ini, aku akan berusaha keras untuk mendapatkannya, tapi aku tidak akan melakukan hal-hal murahan dan bodoh. Akau akan berusaha sekuat tenagaku dan berjuang mati-matian demi cintaku, jika romeo akan berjuang untuk Juliettenya, maka aku akan berjuang untuk onew ku.

 “hyejin hwaiting !^^”

                                                *******************************

Sudah seminggu lebih tapi aku belum melihat mereka, selain karena aku harus kuliah di siang hari, jadwal mereka juga sangat sibuk. Padahal aku sudah menyiapkan semua oleh-olehku untuk mereka.

Aku mengambil semua oleh-oleh yang sudah aku persiapkan untuk para member SHINee, aku membawa semua barang yang sudah terkemas dalam masing-masing kantong itu keluar dari apartemenku. Aku berdiri di depan dorm mereka yang letakknya tepat di sebelah ruangan apartemenku, aku memencet bel berkali-kali tapi tak ada jawaban. Padahal sekarang sudah malam tapi mereka masih belum pulang.

Aku mendesah kecewa, mungkin aku harus menunggu sampai besok. Saat aku berbalik aku melihat segerombolan namja keluar dari lift mereka berjalan menuju tempatku. Senyum mengembang di wajahku, mereka sudah pulang.

Key: aggashi… apa yang kau lakukan malam-malam di sini?

Hyejin : kau tidak mengingatku?

Taemin: hyejin?

Hyejin: hai tetangga baru ^^

Minho : aigoo… hyejin, sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu.

Jonghyun: tak baik membiarkan tamu berdiri di luar, kaja kita masuk.

Mereka kemudian mempersilahkanku masuk dan duduk di sofa hitam panjang yang terletak di tengah-tengah dorm. Kami duduk bersama dan mulai asik bercerita.

Key: ke mana kau waktu itu? kau bahkan tidak berpamitan pada oppamu ini.

Hyejin: mianhae oppa, saat itu aku dan oemma terburu-buru karena kami hampir ketinggalan pesawat. Saat aku berusaha menelfon tidak ada satupun yang menjawab telfonku. Memangnya tetanggaku tidak cerita?

Minho: dia hanya bilang kau pindah ke luar negeri.

Hyejin: dia tidak bilang pindah ke mana?

Jonghyun: dia lupa nama negaranya. Kau tahu sendiri ahjumma itu sangat pelupa, seharusnya kau meninggalkan surat atau titip pesan pada menejer.

Hyejin: mianhae oppa, aku terburu-buru waktu itu.

Taemin: kau tahu? Setelah kau pindah aku jadi tidak memiliki teman di sekolah. memangnya kau pindah ke mana?

Hyejin: aku pindah ke Indonesia.

Minho: kami sudah beberapa kali ke sana, tapi kenapa kau tidak berusaha menemui kami?

Hyejin: saat pertama kalian datang aku sedang dalam masa ujian, oemma melarangku pergi, kemudian kedatangan selanjutnya aku sedang sakit .

Minho: sayang sekali…

Hyejin: igo… aku punya oleh-oleh.

Aku menyerahkan semua oleh-olehku untuk mereka. Aku masih belum melihat satu orang lagi, orang yang menjadi alasan aku datang ke sini.

Hyejin: di mana onew oppa?

Taemin: dia pulang  ke rumahnya.

Hyejin: sayang sekali, padahal aku bawakan hadiah juga untuknya.

Key: apa kau mau aku yang memberikannya pada hyung?

Hyejin: yasudah, lagi pula besok aku harus kuliah. Ah… aku kuliah di tempat yang sama dengan minho oppa.

Minho: jeongmal?

Aku mengangguk senang.

Key: mana ponselmu?

Hyejin : untuk apa?

Key: aku tidak mau kau kabur lagi.

Aku menyerahkan ponselku padanya . dia mulai mengotak atik ponselku dan kemudian mengembalikan lagi padaku.

Key: aku sudah masukan nomor semua member SHINee.  Jangan disebarkan dan jangan sampai hilang, arrachi?

Hyejin: ne oppa. Sudah, aku pulang dulu, ada tugas yang harus aku kerjakan. Anyeong oppadeul.

Aku keluar dan kembali ke apartemenku dengan perasaan sedikit kecewa. Aku tidak bertemu dengannya, padahal aku benar-benar berharap. Sudahlah, masih ada hari esok  dan aku masih sangat beruntung bisa bertemu dengan para oppaku lagi J

                                                **********************************

Hyejin pov

Hari ini semua member SHINee mengundangku makan malam bersama, sudah lama sekali sejak terakhir kami makan bersama. Satu hal yang sangat berbeda saat kau diundang makan malam oleh mereka adalah, jika kita diundang makan malam biasanya makanan sudah tersedia, tapi jika mereka yang mengundang, itu artinya aku harus terjun ke dapur untuk ikut memasak bersama mereka.

 Aku sibuk mengaduk ini dan itu sementara key oppa juga sibuk dengan aktivitasnya mengatur segalanya tapi yang paling parah adalah minho oppa yang sibuk mencicipi -_-

Saat kami sedang asik bercekcok karena masakannya yang tidak enak tiba-tiba onew oppa muncul, dia mencicipi masakannya dan berkomentar jika itu enak. Aku hanya menatapnya, menatapnya begitu senang, akhirnya aku bisa melihatnya lagi. seperti biasa dia akan datang saat hidangan telah selesai. Saat makan kami asik bercerita tentang masa lalu yang menyenangkan, aku baru menyadari ternyata begitu banyak hal yang telah kami lewati bersama. Aku merasa ada yang berubah di sini, perubahan yang menurutku sangat tidak wajar. Onew oppa begitu pendiam, tidak seperti biasanya dia akan memberikan lelucon sampai kami tertawa terbahak-bahak. Sekarang dia hanya bicara sekedarnya, ikut tertawa saat yang lain tertawa. Sesuatu berbeda dari tawa itu, bukanlah tawa lepas seperti yang biasa aku lihat dan sangat aku sukai. Dia juga sedikit dingin padaku, setiap kami bertatapan, dia akan segera menghindar. Mungkin karena kami sudah cukup lama berpisah, dan juga mungkin karena dia sudah mulai dewasa. Walau bagaimanapun aku tetap menyukainya, melihatnya lagi rasanya seperti melayang begitu jauh.

Semua member SHINee duduk santai di depan TV sementara aku dan onew oppa sibuk mencuci piring dan semua peralatan makan yang tadi kami pakai. Pandanganku tak bisa lepas dari wajahnya. Oh tuhan… dia begitu sempurna di mataku. Tapi aku tetap tidak bisa menerima jika dia bersikap sangat dingin padaku. perjuanganku akan semakin sulit.

Hyejin: apa kau sakit?

Dia heran dan menatapku.

Onew: anyi.

Hyejin: apa terjadi sesuatu padamu oppa?

Onew: aku baik-baik saja.

Dia tersenyum, sangat manis, tapi tidak seindah dulu. Ada apa dengan onew oppaku? L

Hyejin: tapi aku rasa kau tidak baik-baik saja.

Dia terdiam sejenak.

Onew: bagaimana kuliahmu?

Hyejin: tumben sekali Tanya yang seperti itu. ck…

Onew: wae?

Hyejin: anyi… oppa, kau sedikit aneh. Onew oppa yang kukenal sangat ceria, berisik dan tidak jelas. Tapi onew oppa yang kulihat sekarang, sangat cool😄

Onew: mungkin perasaanmu saja. 3 tahun bukan waktu yang singkat. Kau tahu? Waktu bisa merubah segalanya.

Hyejin: tapi tidak perasaan manusia. Meskipun waktu akan terus berlalu, perasaan akan tetap seperti itu.

Dia hanya tersenyum tipis. Huh… setidaknya aku bisa menghabiskan waktu dengannya meski hanya mencuci piring.

Onew: di mana oemmamu?

Hyejin: oemma masih di Indonesia. Bagaimana kabar oemmamu? Apa dia masih sering marah-marah padamu? Dia bisa cepat tua jika terus-terus mengomel.

Onew oppa lagi-lagi terdiam, aneh sekali. Dia jadi sering melakukan hal-hal seolah sedang terkejut.

Hyejin: apa terjadi sesuatu dengan oemmamu?

Onew: anyi… beliau baik-baik saja.

Hyejin: oppa… bagaimana kau menjalani hidupmu selama 3 tahun ini?

Onew: seperti yang kau lihat.

Hyejin: oppa, aku sangat kesepian di Indonesia, tidak ada kalian yang selalu bisa menghapus rasa bosanku.

Onew: kau bisa mencari teman bukan?

Hyejin: ck… mereka berteman denganku hanya karena aku orang korea, bukan karena ingin berteman denganku.

Onew: yasudah, bukankah sekarang kau bisa berteman dengan kami lagi?

Hyejin: kau benar-benar berubah oppa. Bahkan tak ada sedikit lelucon pun -_-

Aku mendesah pelan.

Hyejin: sepertinya kau sudah benar-benar dewasa. Kalau begitu aku juga harus belajar jadi lebih dewasa J

                                                            **************

Hyejin pov

Aku dan semua member SHINee sibuk bermain kartu, sudah lama sekali tidak main seperti ini. saat kami tengah asik dengan aktifitas kami, seseorang datang berkunjung. Dia seorang yeoja yang kuyakini lebih tua dari semua member SHINee bahkan onew oppa sekalipun. Jika dilihat-lihat usianya mungkin sudah mendekati 30, dia menggandeng seorang gadis kecil bersamanya.

Hyejin: anyeonghaseo, kim hyejin imnida…

Aku berusaha bersikap ramah pada yeoja itu, biar bagaimanapun dia tamu di dorm ini. suasana mendadak berubah, ada apa sebenarnya? Siapa yeoja ini?

Jung rim: kau siapa?

Hyejin: aku tetangga sebelah ^^

Jung rim: senang berkenalan denganmu.

Jonghyun: ada apa noona?

Jung rim: a rheum ingin bertemu appanya, dia terus merengek padaku.

Aku hanya menatap gadis kecil yang baru saja selesai membuka sepatunya, dia berlari ke arah onew oppa dan namja itu menggendongnya.

A rheum: appa, poggoshippo…

Dia memeluk onew oppa dengan sangat erat.

Hyejin: appa?

Jonghyun: hyejina… jung rim noona adalah istri onew hyung, dan arheum adalah putri mereka.

Suara jonghyun oppa terdengar begitu pelan dan tertekan. Anak? Istri? Bagaimana bisa? Aku hanya berdiri tegang masih tidak percaya dengan situasi yang aku hadapi. Dia sudah menikah, dengan yeoja lain, dan yang lebih parah mereka bahkan sudah memiliki keturuan. Aku baru menyadari begitu banyak hal yang telah aku lewati selama tiga tahun ini. dia sudah menikah, itu artinya kesempatanku benar-benar melayang.

Aku mencoba menelan semua pertanyaan dan rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dadaku. Rasanya ruangan ini begitu sesak dan sempit seperti halnya fikiranku. Dadaku sesak dan air mataku mengalir jatuh di hatiku yang terluka membuat luka itu semakin perih.  Aku berusaha bersikap setenang mungkin, aku tidak mungkin mengacau di situasi seperti ini.

A rheum: appa akan pulang kan?

Onew: tentu…

Hyejin: sudah malam, aku rasa sebaiknya aku kembali.

Aku berpamitan dan berbalik meninggalkan ruangan itu beserta semua ketegangan yang terjadi. aku memasuki apartemenku menutup pintunya rapat dan berjalan pelan menuju sofa, tapi belum sempat aku berhasil mencapai sofa itu, aku sudah terjatuh. Aku terjatuh begitu dalam ke jurang luka dan rasa sakit. aku tidak pernah masalah dengan semua skandal yang selama ini menimpanya, karena aku tahu itu semua hanyalah rekayasa, tapi sekarang, sekarang yang kulihat bahkan lebih parah dari semua skandal picisan itu. dia sudah menikah, sesuatu yang selama ini bahkan tak terjangkau oleh fikiranku. Aku masih terlalu dangkal ternyata, banyak hal yang telah terjadi dan aku tidak tahu apapun.

Aku mulai menangis, aku memeluk erat kedua lututku menangis begitu pilu. Bagaimana bisa aku menerima semua kenyataan ini? aku sangat mencintainya melebihi apapun, tapi yang aku terima sangat berbeda dari yang aku harapkan. dia sudah dimiliki orang lain, mereka terikat, terikat begitu kuat. Bayangan hidupku bersamanya semakin kabur, semua hayalan dan mimpi yang kurajut dengan indah bersama bayangannya mulai retak menjadi serpihan halus tak kasat mata. Mendung, rasanya sangat mendung, tak ada matahari bahkan cahaya apapun yang bisa kulihat. Aku berjuang untuk hal bodoh yang tak pasti.

Taemin pov

Aku, hyejin dan semua member asik menghabiskan waktu bersama. Aku senang bisa melihat sahabatku lagi di sini. Saat kami masih sibuk, jung rim noona datang bersama a rheum. Aku tahu hal buruk akan segera terjadi. hyejin belum tahu jika onew hyung sudah menikah dan memiliki anak. Aku ingin sekali memberitahunya sebelum ia bertemu dengan kondisi seperti ini, tapi aku takut, aku takut dia akan terluka.

Hyejin: appa?

Jonghyun: hyejina… jung rim noona adalah istri onew hyung, dan arheum adalah putri mereka.

Jonghyun hyung mengucapkan kalimat itu sangat pelan, aku tahu ia juga sulit memberitahu hyejin tentang semua kenyataan ini, tapi hyejin memang harus tahu.

Wajah hyejin berubah drastis, raut wajahnya menegang dan semakin pucat. ia terdiam cukup lama sampai akhirnya dia berpamitan pulang. Oh tuhan, hyejin…

Taemin: aku ke tempat hyejin dulu, handphonenya tertinggal.

Aku mencari dalih yang sangat tepat. Aku bergegas menuju apartemen hyejin, saat aku sampai di depan pintunya semua rasa ragu menggerogotiku. Haruskah aku menceritakan semuanya? Atau haruskah aku berusaha meyakinkan hyejin jika pernikahan itu sama seperti pernikahan pada umumnya? Tapi hyejin, dia bukan orang lain, dan dia berhak tahu apa yang terjadi.

Aku membuka pintu apartemennya, bahkan kodenya masih sama, dia mengaku jika itu adalah tanggal lahir appanya, mana mungkin bisa sama dengan milik onew hyung? aku bahkan melihat di surat kelahirannya jika appanya lahir di bulan maret dan bukan tanggal 14.

Aku melihat hyejin sedang duduk dilantai bersandar pada sofa, ia memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya begitu dalam.

Taemin: hyejin…

Menyadari kehadiranku, dia menghapus semua sisa air matanya dan mencoba bersikap biasa saja.

Taemin: kuenchana?

Hyejin: aku baik-baik saja.

Taemin: kau menangis.

Hyejin: aku sedih karena nilaiku jelek. Oemma bisa marah besar.

Taemin: hyejina… kau fikir bisa berbohong padaku? aku sahabatmu, aku mengenalmu sangat baik.

Dia hanya diam dan menunduk. Aku segera mengambil posisi duduk di sebelah hyejin.

Taemin: aku tahu kau datang ke korea bukan untuk kami atau hal apapun, tapi untuk onew hyung seorang.

Dia menatapku, menatapku tidak percaya.

Taemin: aku tahu kau menyukai onew hyung bahkan jauh sebelum kau menyadari perasaanmu sendiri. dari caramu menatapnya, memperhatikannya dan segala hal yang kau lakukan padanya, aku bisa rasakan ada cinta di setiap hal itu.

Hyejin: semuanya sudah terlambat. Dia sudah bersama yeoja lain.

Taemin: tapi kau mencintainya, dan aku yakin masih ada ruang di hati onew hyung untukmu.

Hyejin: tapi dia sudah menikah, menikah berarti mereka sudah memikirkan semuanya dengan matang.

Key: kau salah hyejin.

Tiba-tiba key hyung bersama jonghyun dan minho hyung muncul.

Taemin: apa onew hyung sudah pergi?

Key hyung mengangguk kemudian menghampiri hyejin duduk di sisi sebelahnya.

Key: dua tahun yang lalu, saat itu kami sedang show di sebuah tempat hiburan malam. Kami semua pulang dalam keadaan mabuk berat, tak terkecuali onew hyung. aku tidak ingat apa yang terjadi malam itu, tapi paginya kami mendapati onew hyung tidur di kamarnya dengan seorang yeoja dan mereka dalam keadaan tanpa apapun. kau tahu? Aku sangat terkejut karena onew hyung yang kukenal tidak akan seperti itu. kami mencoba bertanya padanya tentang apa yang terjadi, tapi dia benar-benar tidak ingat apapun karena dalam kondisi mabuk. Beberapa bulan setelah kejadian itu, yeoja itu datang menemui onew hyung dan bilang jika dia hamil. Tidak hanya kami, bahkan onew hyung pun sangat terkejut mendengar berita itu. yeoja itu menangis dan mengaku jika dia dibuang keluarganya karena kondisinya. Onew hyung, aku rasa kau juga sangat paham sifatnya, dia sangat baik dan bertanggung jawab. Merekapun menikah secara diam-diam sampai sekarang.

Jonghyun: orang tua onew hyung tidak menerima semua itu. sejak menikah onew hyung tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan orang tuanya, mereka terlihat seperti orang yang tidak saling mengenal.

Taemin: semua itu terdengar gila, tapi memang begitulah kenyataannya.

Minho: onew hyung, dia berubah sejak hari pernikahan itu. tidak ada onew hyung yang lucu, periang, suka tertawa dan tidak jelas lagi. aku merindukan hyungku yang dulu.

Taemin: hyejina… saat kau pergi, onew hyung menangis.

Hyejin: menangis?

Taemin: aku melihatnya menangis di apartemenmu. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, tapi aku sangat yakin, dia memiliki sebuah hal special padamu.

Key: kau tahu? Saat kau kembali aku sangat senang, aku yakin kau bisa mengembalikan onew hyung .

Hyejin: semuanya sia-sia, dia sudah menikah. Aku tidak cukup gila untuk merusak pernikahannya.

Jonghyun: dan kami sudah cukup gila menyaksikan onew hyung seperti mayat hidup setiap hari.

Taemin: hyejina… mungkin ini akan sangat tidak masuk akal, tapi aku akan sangat mendukungmu jika kau menginginkan onew hyung, aku akan lakukan apapun meskipun aku akan menjadi seorang yang sangat jahat. Aku tidak peduli dengan semua itu, ini tentang kebahagiaan hyungku dan sahabatku.

Minho: tapi taemin…

Jonghyun: sudahlah minho, apa kau mau melihat onew hyung seperti itu? mereka memang sudah menikah, tapi lihatlah sikap onew hyung padanya. dia terlihat seperti orang yang bahkan tidak mengenal istrinya. Aku yakin, jika bukan karena arheum, mereka pasti sudah bercerai.

Key: aku akan lakukan apapun untuk perjuanganmu, kau harus mendapatkan onew hyung walau apapun caranya. Aku akan membantumu, aku tidak mau hyungku terjebak dalam hidup seperti itu selamanya.

Kulihat hyejin berfikir sangat keras kemudian ia mengangkat wajahnya.

Hyeiin: oppa, aku sudah bersusah payah untuk bisa sampai di sini, aku tidak akan pulang dengan sia-sia. Jikapun nanti aku tidak berhasil mendapatkannya, setidaknya aku sudah berusaha semampuku.

Aku bisa melihat senyum mengembang di wajah ketiga hyungku. Kami sedang memulai sebuah hal tidak masuk akal dan mungkin terdengar jahat dan mengerikan. Satu hal yang pasti, kami harus siap dengan semua konsekuensi yang akan kami hadapi.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Try to Catch Onew – Part 1

    1. itu semua tergantung pada admin, kalau aku sih udah ngirimnya lama banget malah, tapi author tahu admin kita sangat sibuk berhubung page ini sangat ramai #admin hwaiting!!!
      makasih ya udah baca n kommen, biasanya kebanyakan reader cuma baca doang n males kommen, padahal author sangat bergantung pada kommen mereka, seandainya semua readers tahu jika jumlah kommen dalam sebuah ff adalah penentu ff itu Ok atu ga T.T sampai-sampai tiap jam muter2 di page ini #galau
      perasaan author g nyambung sama kommennya vinna hehehehehehehe mian kebawa emosi nih😄

  1. Jangankan Hyejin… Akupun syok Onew menikah di cerita ini
    Waduuuuh…. Bakal melawan hati nurani.
    Untuk pertama kalinya, aku dukung deh wanita yang akan merebut suami orang….
    *digampar ibu2 se-RT

    Tapi bakalan lebih dijelasin, kan, kehidupan pernikahan Onew?

    Ditunggu part selanjutnya, Mincha….
    Don’t take it too long…

    1. kalau kedengaran MUI kita bisa di bantai #plaaakkk
      pastinya, karena itu di bikin di awal part biar nanti bisa di jelasin kronologis terjadinya bencana pernikahan onew ini hahahahahahahaha

  2. *numpang ngasih oksigen* (?)
    Mian baru Comment ^^ dr kmren g bsa masuk mulu ke nih WP :3
    Keren bgt Mincha FF nya😀 iya stuju sama comment yg di atas, bru prtama kali sy mndukung tindakan merebut suami orang😄 #plak!
    HWAITING buat Hyejin🙂 hrus bisa dapetin Onew Oppa, eoh?! *ngomong ke hyejin*
    kalo dr segi cerita, mnrut sy unik lah, sy suka😀 ditambah main cast nya bias sya. haduuhhhh!!! lengkap sudah :3 Typo mngkin krna sy kurang faham tntang ilmu tulis menulis, jadi yah masih enjoy2 aja lah baca fict nya😉 dan poin plusnya buat fic ini tuh , Deskripsiny singkat padat jelas jd mudah dicerna+dipahami, g perlu mikir keras😄 *kelakuan org yg g mau mikir* :3 sip Keep Writing, terus semangat dan FIGHTING buat MinCha😀
    *melancong ke PART II*

    1. karena author sendiri juga malas mikir hahahahahahaha
      makasih ya udah mendukung author #seneng sambil peluk onew oppa
      iya, soalnya biasanya ff kan main castnya org baik yang selalu teraniyaya, sekarang giliran main castnya yang menganiaya orang hahahahahahaha
      tapi g gitu-gitu amat kok, tetap akan ada sisi baik hyejin nantinya, biar gimanapun semua manusia ada sisi baik dan buruknya#petuah ustad

  3. yeyeyeyeyeyeyeye makasih ya admin udah ngepost ff ini, udah deg-degan nungguinnya, makasih admin karena ngepost di saat libur, aku jadi bisa muter-muter sini lebih sering pake ojek#emangnya komplek -_-
    makasih ya admin #bow

  4. maaf dulu aku sempek meremehkan ini ff.tapi waktu aku baca sumpeh keren jadi nyesel dulu gak langsung baca
    aku juga setujuh ma komen d atas.aku setujuh hyejin ngerebut suami orang meskipun itu sangat bertolakbelakang dengan diriku.
    ayo kita lihat part selajutnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s