He is Taemin, not Just Taemin – Part 7 (End)

 He is Taemin, not Just Taemin part 7end

author: Lee mincha

length: sequel

cast: choi hyejin, Lee taemin, choi minho, Lee jinki, nara, gae in and many others

genre: romance

rating: general

here we go….

happy reading guys^^

typo di mana-mana dan sekali lagi mohon maaf atas tata bahasa yang mungkin masih buruk #bow

makasih buat admin yang udah ngepost ffku lagi^^ #bow

 

Mr.kang: kau yakin ingin mendengarnya?

Taemin : katakan padaku! jangan buat aku penasaran seperti ini.

Mr.kang: 3 tahun yang lalu appamu dan seorang sahabatnya memenangkan sebuah tender. kerjasama mereka berjalan sangat lancar dan bahkan begitu baik hingga perusahaan keluargamu terus mengalami kemajuan.hari demi hari, sahabat appamu mulai merasa iri dan tidak adil karena appamu mendapat keuntungan yang lebih besar darinya, beliau mencoba membicarakannya dengan appamu, tapi appamu fikir semuanya sudah adil dan tidak ada yang perlu di permasalahkan lagi. sepertinya namja itu tidak terima dengan ucapan orang tuamu, kemudian ia meminta orang untuk membunuh orang tuamu.

taemin: licik sekali, jadi semuanya karena uang? hanya karena uang dia mau merusak persahabatannya dengan appaku dan demi uang ia rela membunuh orang tuaku. Apa kau sudah temukan pelakunya? siapa orang itu? aku akan buat dia dan seluruh keturunannya menyesal.

Mr.kang: tapi tuan muda…

taemin: berhentilah berbelit-belit, cepat katakana siapa!

kulihat Mr,kang menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan, sepertinya ada hal lain yang membuatnya menjadi seperti ini karna seharusnya dia bahagia dengan semua ini.

Mr.kang: sahabat appamu adalah tuan choi seung hun yang tak lain adalah appa dari hyejin, dan tentang kematian orang tua hyejin, tuan muda jinkilah yang melakukannya. beliau ingin keluarga choi seung hun juga merasakan apa yang dia rasakan.

aku terdiam tak tahu harus berkomentar apa, semuanya sudah jelas tapi aku belum bisa menerima semuanya begitu saja. kematian orang tuaku adalah karena appa hyejin sedangkan orang tua hyejin meninggal karena hyungku sendiri.

sesaat kemudian kudengar suara langkah cepat seperti berlari yang semakin jauh kemudian kudengar riuh suara para pelayan yang berteriak-teriak menyebutkan nama hyejin.

taemin: hyejin…

aku yakin hyejin sudah mendengar semuanya, tanpa fikir panjang aku langsung mengejarnya. aku bisa melihat hyejin berlari semakin menjauh di tengah hujan salju yang begitu dingin, oh damn ia bahkan hanya memakai piyamanya. aku berusaha keras mengejar hyejin yang terus menjauh dan aku yakin dia tengah menangis sekarang. saat aku hampir saja mencapainya, kulihat sebuah mobil berhenti di dekatnya. awalnya kufikir itu adalah mobil Mr.kang, tapi sepertinya aku salah karena beberapa orang keluar dari mobil itu kemudian menyeret hyejin paksa masuk ke dalam mobil tersebut. Aku berusaha menggapainya, aku berusaha mengejarnya, tapi mobil itu terlalu cepat sampai aku kehabisan semua nafasku untuk mengejarnya.

                                                                                ******************

taemin pov

prang…

suara kaca yang berserakan membuat semua pelayan yang sedari ketakukan menatapku semakin ngeri. semuanya ulahku, aku melempar lemari kaca tempat semua benda antic terpajang di sana, aku melemparnya dengan ponsel yang  baru saja aku gunakan. Aku tidak bisa menemukan hyejin, dan aku marah kenapa harus orang tua hyejin yang membunuh orang tuaku? dan hyung? kenapa dia harus membunuh orang tua hyejin?

taemin: sampai kapan akan seperti ini? kenapa semuanya terjadi dalam hidupku? jika bisa, aku ingin sekali menjadi seorang Lee taemin miskin yang tinggal seorang diri di rooftop, itu jauh lebih baik dari pada semua ini!

Mr.kang: tuan muda…

kurasakan Mr.kang memegang bahuku yang bergetar karena emosi, tubuhku melemah hingga aku terjatuh ke lantai membuat semua pelayan mendekat dan membantuku duduk di sofa.

taemin: apa kau sudah temukan hyejin?

Mr.kang: dia di culik.

taemin: apakah kim soro?

Mr.kang hanya diam yang kuanggap sebagai jawaban iya.

Taemin: kenapa semua orang sama saja? kenapa harta begitu penting ? aku tidak butuh apapun! aku hanya butuh hyejin di sini!

Mr.kang: tapi tuan muda…

taemin: arrrrrrrrrrrrrrggggggggggggg…

aku mengacak rambutku frustasi, apa yang bisa aku lakukan? aku begitu lemah hingga hyejinpun tak bisa aku lindungi. aku membenci diriku sendiri yang begitu bodoh dan lemah.

Mr.kang: dia ingin kau menjemput hyejin seorang diri.

Taemin: katakan padanya aku akan datang.

Mr.kang: tidak bisa tuan, jika kau tidak menghadiri rapat besok, kau akan dituduh semakin tidak kompeten dan semuanya akan jatuh ke tangan Kim soro.

Taemin: ottokhae???

Mr.kang: aku percaya kau akan membuat pilihan yang bijak tuan.

                                                                ***********************************

taemin pov

aku melajukan mobilku menuju kantor, aku bahkan tidak yakin dengan pilihanku sendiri. haruskah aku mengorbankan hyejin? tapi bagaimana dengan perusahaan? oemma, appa bahkan hyung sudah berjuang mati-matian demi mencapai semuanya.

aku menatap gedung kantor yang begitu megah, Mr,kang sudah duluan karena dia harus menyiapkan semua bahan-bahanku. aku menarik nafas dalam, inikah akhirnya?

aku memasukkan tanganku ke dalam salah satu saku milikku, jemariku merasakan sesuatu ada di dalam saku celanaku, sontak aku langsung menarik benda itu keluar. sebuah kertas yang dilipat begitu rapi. jemariku perlahan membuka lipatan itu dan mulai membaca kata-demi kata yang tertulis begitu indah di sana.

taeminnie…

aku dengar hari ini kau akan melakukan rapat direksi.Aku sudah memilihkan setelan ini untukmu, aku harap bisa memberi keberuntungan.aku ingin menyampaikan sesuatu padamu, mungkin aku hanya bisa menulisnya karena akan sangat memalukan jika aku katakan sendiri, aku takut kau akan marah hehehehehehe. taemin,aku rasa kita harus segera menikah.  aku sedang hamil, dokter bilang sudah 7 minggu aku takut nanti kalau lama-lama perutku semakin besar, aku sudah memilih pakaian pernikahan kita, setelah rapat nanti kita bisa mengeceknya di butik, jangan lupa menjemputku arra!

  Semoga sukses! aku selalu mendukungmu!

hyejin ^^

hatiku remuk membaca surat yang hyejin tulis untukku, aku berbalik bergegas menuju mobilku melajukannya dengan cepat menuju tempat kim soro memintaku datang. aku tidak akan mengorbankan hyejin, aku tidak akan pernah mengorbankannya. aku mencintainya, aku membutuhkannya, percuma saja jika aku nanti berhasil tapi aku akan tetap hidup dalam kesendirian dan mati perlahan karena kesepian.

taemin: oemma, appa, jinki hyung… mianhaeyeo

                                                                                                ************************

hyejin pov

cahaya matahari memaksaku membuka mataku yang terasa begitu berat. seluruh tubuhku sangat pegal, bagaimana tidak,kedua tangan dan kakiku terikat dan aku hanya bisa merebahkan tubuhku di sofa ini. aku masih ingat kata-kata orang yang menculikku semalam

kita lihat saja, apa dia lebih memilihmu, atau perusahaan ayahnya.

tentu saja jawabannya sudah jelas, tidak mungkin taemin menyelamatkan putri dari orang yang telah menghabisi kedua orang tuanya. Appa,aku tidak percaya appaku begitu tega melakukan semua itu. Aku ingin sekali marah padanya, tapi itu semua tidak mungkin karena beliau sudah tiada, atau haruskah aku marah pada jinki oppa? tapi ini bukanlah salahnya sepenuhnya, jika aku adalah dia aku juga akan melakukan hal yang sama.

hyejin: aegy… maafkan oemma…

aku merasa sangat bersalah pada janinku sendiri, dia harus ikut merasakan penderitaan ini bersamaku.

tes…

air mataku menetes tanpa henti, taemin… seperti ini akhirnya kita. Rasanya jauh lebih menyakitkan dibandingkan saat aku harus kehilangan minho dan semua kekayaanku. aku harus kehilangan taemin disaat aku benar-benar yakin aku mencintainya. Aku bodoh, kenapa tidak kukatakan saja kemarin jika aku mencintainya, setidaknya ia bisa tahu tentang perasaanku.

hyejin: taemin…

buk…

sesaat saat aku menyebut nama taemin kudengar suara pintu terbuka dan suara orang yang terjatuh, sontak aku langsung berbalik dan melihat apa yang terjadi. aku melihat taemin tergeletak di lantai dengan tubuhnya yang babak belur, ia diam tidak bergerak sama sekali.

ahjussi: dasar bodoh! kau lebih memilih yeoja itu dibandingakan perusahaan yang telah keluargamu dapatkan dengan susah payah! tapi baguslah, aku bisa mendapat posisi yang lebih baik di perusahaan karena aku yakin sekarang kim soro sedang di kantor dan menerima jabatan barunya.

cklek…

seketika pintu itu tertutup, aku masih terpana menatap taemin yang masih tergeletak diam di sana. tangan dan kakiku terikat, aku tidak bisa bergerak sama sekali, oh damn.

perhatianku teralih pada lemari kaca di sebelahku yang tertata rapi dengan sofa ini, aku menarik tubuhku mendekat menuju lemari itu. shit… tanganku tidak bisa aku gunakan untuk memecahkannya.

prang…

setidaknya kepala bodoh ini masih cukup keras untuk memecahkan lemari kaca tersebut. kepalaku kebas dan kurasakan aliran darah di antara kedua mataku, tapi aku lebih peduli pada sisa-sisa pecahan kaca lemari tersebut. bersusah payah aku menggesekkan tali pengikat tanganku ke sana hingga aku yakin tanganku ikut tergores karena ada aliran darah yang mengotori tali itu. cukup lama sampai aku berhasil melepaskan tali pengikat tanganku kemudian melepaskan tali yang mengikat kakiku. aku bergegas menuju taemin yang terlihat mulai bergerak dan terbatuk-batuk.

hyeijn: taemin, kuenchana?

aku membantu taemin berdiri dan membawanya duduk di sofa. wajahnya penuh luka dan lebam, aku yakin dia di hajar habis-habisan barusan.

ia bersandar di sofa sambil terus menatapku, air mataku mengalir deras dan aku hanya bisa mengucapkan satu hal.

hyejin: taemin…

perlahan tangannya bergerak merobek kemeja putih bersihnya yang sudah kotor karena ulah orang di luar sana, ia berusaha mengentikan darah yang terus mengalir di dahiku. babo! di saat seperti ini masih memperdulikanku.

hyejin: chalmonthesoyeo…

kemudian jemarinya bergerak menghapus air mataku.

taemin: uljima… ini semua bukan salahmu.

hyejin: maafkan orang tuaku, aku tidak ta—

taemin: sssttt… semuanya sudah menjadi masa lalu.

hyejin: tapi…

saat aku masih sibuk memohon maaf pada taemin kudengar suara pintu yang dibuka paksa dan kulihat Mr.kang di sana dengan segerombolan orang yang aku bahkan tak kenal. ia bergegas menghampiriku dan taemin hingga aku merasa pandanganku kabur dan semuanya menjadi gelap.

                                                                                *****************

hyejin pov

mataku mengerjap pelan saat kurasakan empuknya tempat aku merebahkan tubuhku sekarang. saat mataku terbuka sempurna, kulihat taemin sedang berbaring di sebelahku dan menatapku dengan senyumnya yang tak pernah pudar.

taemin: sudah bangun?

aku langsung bersiap mengambil posisi duduk tapi taemin menahanku memaksaku tetap berbaring berhadapan dengannya.

taemin: kau masih butuh banyak istirahat, dokter bilang kau mengalami guncangan. syukurlah bayi kita baik-baik saja.

dia tersenyum lebar kemudian mengelus perutku yang masih rata.

jinki: aigoo… kalian ini. YA! ini rumah sakit! YA! taemin! cepat turun! kau bisa mengganggu calon ponakanku!

taemin: ck… hyung kau sangat berlebihan.

aku masih shock melihat jinki hyung yang tiba-tiba muncul dan terlihat sangat baik-baik saja sampai-sampai aku tidak sadar taemin sudah beranjak dan berdiri di dekat hyungnya.

hyejin: bagaimana bisa?

jinki: haruskah aku bercerita? seminggu setelah aku sampai di jerman aku sudah sadarkan diri bahkan semakin baik. aku sengaja meminta bibi song menyampaikan kabar jika aku masih butuh lebih banyak istirahat. sebenarnya aku hanya ingin menguji taemin, tapi sepertinya dia perlu lebih banyak latihan ditambah lagi dengan kim soro yang membuatnya semakin repot. saat aku dengar kalian aku menikah, aku segera kembali ke korea dan memberi sedikit kejutan untuk semua orang, tapi saat aku menemui tuan kang sepertinya semuanya tidak berjalan baik. aku sengaja datang ke kantor dan mengikuti rapat sehingga mengejutkan semua orang dan akhirnya taemin harus menyerahkan lagi semua padaku.

taemin: tidak masalah hyung, jadi asistenmu saja sudah cukup. lagi pula aku sudah sangat bahagia dengan adanya hyejin dan aegyku.

jinki: sepertinya aku harus segera menyusul.

hyejin: lalu bagaimana dengan Kim soro?

taemin: mungkin sekarang dia sedang di pengadilan karena ulahnya menyelundupkan uang perusahaan.

jinki: igo…

jinki oppa menyerahkan sesuatu padaku, semacam undangan?

jinki: aku memesan khusus undangan pernikahan kalian.

aku membuka undangan itu dan sangat terkejut melihat tanggalnya.

hyejin: dua minggu lagi?!

taemin: kita tidak mungkin menunggu sampai perutmu membesar hyejin.

aku hanya melongo menatap dua namja ini, mereka tengah tersenyum padaku dengan wajah tampan mereka. Mereka mirip, tidak hanya wajah dan kepribadian, tapi juga kebiasaan terburu-buru.

                                                                                **********************

hyejin pov

aku berdiri diam menatap minho yang juga tengah menatapku. Aku masih dalam balutan gaun putih pernikahanku dan minho dengan pakiannya yang sangat casual. aku bingung, tentu saja, aku tidak tahu bagaimana dia bisa ada di sini.

minho: selamat…

minho tersenyum sedikit aneh melihat senyuman itu lagi. Aku masih ingat saat dulu aku begitu terpesona padanya karena senyuman itu.

hyejin: lama tak bertemu. bagaimana kabarmu?

minho: baik. Kejutan yang sangat wow hyejin.

hyejin: aku juga terkejut melihatmu.

Minho: sepertinya taemin memang lebih pantas untukmu. Dia memiliki segalanya, dan yang paling penting, dia memiliki hatimu juga.

hyejin: aku juga tidak menyangka semuanya akan jadi seperti ini.

Minho: jadi apa kita masih bisa berteman?

hyejin: tentu…

minho kemudian memelukku dan kami tertawa entah untuk alasan apa.

mary: minho?

aku dan minho saling melepaskan pelukan saat seseorang menyapa minho, seorang gadis dengan rambut pirang dan mata birunya.

Hyejin: boleh aku menebak? apa dia kekasihmu?

minho mengangguk setuju kemudian merangkul kekasihnya.

nara: YA!

kurasakan nara memukul bahuku mengagetkanku.

nara: berani-beraninya kau menikah tidak memberitahuku?!

gae in: YA! aku bahkan harus memesan tiket pesawat yang sangat mahal karena undangan pernikahanmu!

hyejin: ck… bisakah kalian tidak marah di saat seperti ini?

mereka kemudian tersenyum dan memelukku.

gae in : well aku bahagia melihatmu bahagia.

nara: kalau aku tahu si cupu adalah orang yang seperti itu, aku pasti akan mendekatinya.

hyejin: sayangnya kau terlambat

kami tertawa terbahak-bahak sampai taemin muncul dengan wajah herannya.

nara: hei cupu! kau harus menjaga hyejin dengan baik! ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “He is Taemin, not Just Taemin – Part 7 (End)

  1. huah.. Ngebayangin hyejin mecahin kaca pake kepala itu gimanaaaa gitu.. Salah2 dia yg tamat..
    Ending-nya agak aneh..#mianhae Tapi gapapa lah..
    Thanks udah nyelesain FF ini..

  2. Waw keren..akhirnya mereka bersatu juga,,tadinya ngga ad kepikiran kalo yang ngebunuh ortu nya hyejin itu jinki
    kalo ad ff lagi krh info ya,hehe

  3. ff nya bagus ^^
    friendship be love🙂
    mian ne aku commentnya di part akhir aja. #bow
    ceritanya tuh kaya ngalir gitu aja, jadi enak bacanya.
    gak dibikin rumit, kan biasanya cerita rumit dibikin rumit.
    kalau ini gak, jadi beda aja gitu.
    dan gak kepikiran jg ortu taemin ma hyejin ternyata oh ternyata.
    nice story (Y)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s