Chocolate Ttaemune (Because of Chocolate)

Title: Chocolate Ttaemune (Because of Chocolate)

Author: Han Yeon Young

Main Casts:

  • Kim Jonghyun
  • Im Yoona

Support Casts:

  • Lee Taemin

Genre: Romance, School Life

Rate: PG-13

Length: Oneshoot

A/N: Anggap aja Taemin, Jonghyun, ama Yoona itu seumuran, yah. ^^

Don’t be SILENT READERS ^^

    “Mau?”

    “Hiks… Apa itu?”

    “Coklat.”

———-

[Yoona POV]

13 Februari 2015, di sekolah.

Aku menghentikan kegiatan menyapuku dan memelototi seorang namja yang sedang tertawa di kursinya yang dikelilingi oleh yeoja-yeoja yang membawa beberapa kotak coklat.

“Jonghyun-ssi!” panggilku pada seorang namja yang tidak tahu diri itu.

“Wae?” tanya Jonghyun sambil melihat kearahku sebentar, lalu mengambil sepotong coklat dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

“Bantu kami membersihkan kelas, dong! Hari ini kan giliran kelompok kita yang piket!!” jawabku kesal. Dia selalu saja mengabaikan tugasnya seperti ini! Hari ini giliran kelompok kami yang bertugas piket. Sebenarnya masih ada yang satu kelompok dengan kami, yaitu Lee Taemin, chingu ku yang paling baik.

“Males, ah. Kan ada Taemin yang membantumu.” balas nya dengan cuek, lalu kembali bersenda-gurau dengan yeoja-yeoja itu, yang merupakan fansnya.

“Huh! Dasar namja yang tidak berguna! Bisanya cuma main mulu!” umpatku sambil meneruskan tugasku.

Dari ekor mataku, aku bisa melihat kalau dia sekarang beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arahku.

“Waeyo? Kau cemburu pada mereka?” bisiknya saat melewati ku.

“Ya! Untuk apa aku cemburu pada mereka! Aku tidak seperti mereka yang nge-fans padamu!” balasku setengah berteriak saat ia berjalan melewati pintu kelas kami, kelas 12-2, diikuti oleh  fansnya. Mereka sudah tidak waras, apa bagusnya seorang Kim Jonghyun?? Dia cuma seorang namja yang jual tampang, sama sekali tidak berguna! Padahal dia sudah punya yeojachingu, masih saja menanggapi fans nya dengan mesra!

“Sudahlah, biarkan saja dia. Ada aku yang membantumu, kok.” ucap Taemin untuk menenangkan ku.

“Ne… Gomawo Taemin-ah.” balasku sambil tersenyum.

———-

“Aku pulang…” sapaku pada eomma ku yang sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah kami. Eomma membalasku dengan tersenyum.

Aku masuk ke rumah, melepaskan sepatu ku, lalu pergi ke kamarku yang berada di lantai 2.

Aku menghempaskan tubuhku di atas tempat tidurku.

*flashback*

14 Februari 2013…

    “Kenapa kau menangis?” tanya seorang namja tampan padaku yang sedang menangis di taman dekat rumahku. Aku tidak menjawabnya.

    “Kau mau?” tanya nya lagi.

    “Hiks… Apa itu?” aku membalas bertanya. Aku merasa penasaran dengan sesuatu yang terbungkus yang berada di tangan namja itu.

    “Coklat.” jawabnya sambil membuka bungkusan coklat dan menyodorkannya ke depan mulutku.

    Aku menggelengkan kepalaku. “Eomma bilang jangan sembarangan menerima pemberian orang, apalagi dari orang yang tidak dikenal.”

    “Hahahaha… Tenang saja, aku bukan orang jahat, kok.” kata namja itu. Aku hanya menatapnya tanpa mengatakan apa-apa.

    “Coklat bisa membuat perasaan seseorang menjadi lebih baik, terutama saat sedang sedih.” sambungnya, lalu mengalihkan pandangannya ke coklat yang sudah berada di depan mulutku. “Ayo buka mulutmu.”

    “Aa…” aku pun menurutinya. Dia memasukkan coklat itu ke mulutku, aku mengemut coklat itu sebentar.

    “Bagaimana rasanya?” tanya nya.

    “Coklatnya manis… Dan… apa ini? Rasanya seperti jeruk.” aku mencoba merasakan coklat itu.

    “Itu coklat dengan fill orange cognac liqueor, salah satu jenis coklat kesukaanku. Enak, kan?” tanya nya sambil tersenyum padaku. Senyum nya sangat menawan. Kurasa aku menyukainya. Aku mengangguk.

    “Dimana kau membelinya?” tanya ku. Aku tidak pernah memakan coklat seenak itu.

    “It’s a secret.” jawabnya sambil tersenyum penuh rahasia. Aku mengerucutkan bibirku.

    “Hahaha…”

    Kami terdiam untuk beberapa saat.

    “Aku ditolak oleh sunbaeku.” ucapku memecah keheningan.

    “Eeh??”

    “Ternyata dia menyukai orang lain.” lanjutku.

    “Mianhae…” ucapnya lirih.

    “Tidak apa-apa, kok. Aku sudah merasa baikan berkat coklat pemberianmu. Gomawo.” balasku sambil tersenyum.

    “Ah, cheonmaneyo.” ucapnya dengan malu-malu.

    “Juliette-oh~ Yeongweonheul bachikkeyo

    Juliette-oh~ Jebal nal bada jwoyo

    Juliette-oh~ Dalkomhi jom do dalkomhage

    Seoksagyeo naui serenade…” terdengar HP nya berbunyi.

    “Yeoboseyo?”

    “Ah. Araseo… aku akan segera kesana.” jawabnya, lalu menutup panggilan itu.

    “Mm… aku harus pergi sekarang. Gwaenchana?” tanya nya.

    “Gwaenchana” jawabku. Dia beranjak dari tempat duduknya disampingku, dan berjalan menjauh, tapi ia berhenti dan berbalik ke arahku.

    “Oh, ya. Namaku Kim Jonghyun. Semoga kita bertemu lagi.” ucapnya, lalu berjalan pergi.

Seminggu kemudian…

    Aku melihat Jonghyun di koridor sekolahku, mungkin dia anak baru yang diceritakan orang-orang dikelasku.

    “Jong-…” aku baru saja berniat menghampirinya saat aku melihat dia sedang memeluk seorang yeoja. Sepertinya yeoja itu adalah yeojachingunya. Aku tidak menyangka kalau dia sudah mempunyai yeojachingu. Aku merasa hatiku tersayat. Aku pun berlari ke atap sekolah dan menangis sepuasnya.

*flashback ends*

Sejak saat itu aku tidak lagi menaruh harapan padanya. Lagipula, kurasa dia tidak ingat pernah bertemu denganku di taman.

Sudahlah, aku harus membuat coklat untuk Valentine’s Day besok. Aku akan memberikan coklat ini pada eomma, appa, Taemin, dan beberapa teman yeoja ku. Hei, aku tidak bermaksud yang aneh-aneh pada Taemin, ya. Aku hanya akan memberikannya karena dia adalah chingu ku yang paling baik.

———-

“Aish…. aku membuat nya kelebihan.” ucapku pada diri sendiri sambil memandangi 9 buah kantong berisi coklat yang kelebihan.

“Sudahlah, sisanya akan kubawa ke sekolah. Manatau ada yang ingin tukaran coklat denganku.”

———-

14 Februari 2015, di sekolah.

“Yoona-ya, ada surat untukmu.” kata Taemin begitu aku masuk ke kelas sambil menyerahkan satu buah amplop yang berwarna biru. Aku mengambil amplop itu.

“Surat itu ada di mejamu saat aku datang tadi. Karena aku takut hilang, jadi aku menyimpannya.” jelas Taemin.

“Mm… Gomawo. Oh, ya, ini coklat untukmu.” kata ku sambil memberikan coklat home-made ku.

“Gomawoyo, Yoona!” balasnya riang. Aku hanya tersenyum.

———-

Pelajaran pertama, Sejarah.

Aku merasa sangat mengantuk, padahal aku tidur lebih awal semalam. Tiba-tiba aku teringat pada surat tadi. Aku pun mengeluarkannya dari tasku dan membukanya.

    To: Im Yoona

    Temui aku di taman XXX pulang sekolah nanti.

Aneh sekali, tidak tertulis nama pengirimnya.

———-

Di taman XXX…

Dari kejauhan aku melihat seorang namja sedang duduk di kursi taman. Namja itu seperti…

“Jonghyun??”

“Kau sudah datang, Yoona?” dia tersenyum padaku, berbeda sekali dengan sikapnya padaku di sekolah.

“Kau… mengerjaiku??” aku sudah bersiap-siap untuk pergi dari tempat itu ketika dia menarik tanganku ke pelukannya.

“Yoona-ya… Saranghaeyo…” ucapnya yang membuat ku kaget.

“Mwo??”

“Neomu neomu saranghaeyo…” sambungnya lagi.

“Neo… apa kau sedang bercanda?? Ya! Lepaskan aku!” aku berusaha melepaskan diriku, tapi tenaganya lebih kuat, sehingga aku tetap berada dalam pelukannya. Semua orang yang berada di posisiku sekarang pasti juga tidak akan percaya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin orang yang biasanya bersikap dingin padamu mengatakan ia menyukaimu?? Apalagi setahuku dia sudah mempunyai yeojachingu!

“Aku tidak bercanda. Aku benar-benar menyukaimu. Aku menyukaimu sejak kita pertama kali bertemu di taman ini. Saat itu kau sedang menangis, kan?”

“Kau ingat??”

“Geureomyo.” jawabnya sambil melepaskan ku.

“Keojitmal. Lagian kau selalu dingin padaku.” tukasku.

“Ya! Itu karena aku tidak mau disamakan dengan Taemin!” balasnya kesal. Ternyata dia cemburu, ya?

“Taemin?”

“Eo! Nanti bisa-bisa kau menyamakanku dengannya!” jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya. Kwieopta!

“Lalu, yeojachingu mu?”

“Yeojachingu? Aku tidak punya yeojachingu.” jawabnya bingung.

“Jadi… yeoja yang kau peluk saat penerimaan murid baru??”

“…. Oh, maksudmu Seohyun? Dia yeodongsaengku. Pada hari pertamanya, dia panik karena tidak menemukan aula sekolah, jadi, untuk menenangkannya, aku memeluknya. Ha, padahal aku juga murid baru.” jelasnya.

“Jangan-jangan kau cemburu padanya, ya?” tanya nya lagi.

Jlebb! Aku terdiam.

“Ani, siapa yang cemburu?” jawabku cepat.

“Mwoya?? Ternyata benar? Hahahaha…”

“Ya! Apa yang lucu! Semua orang bisa salah paham, kok!” balasku sambil memalingkan mukaku. Dia masih tertawa.

“Sudahlah, aku mau pulang.” ucapku sambil berbalik. Tapi, aku merasa ada yang memeluk pinggangku dari belakang.

“Kajima, Yoona-ya… Kau belum membalas pernyataan ku.”

“J-Jonghyun-ssi!”

[End of Yoona’s POV]

———-

[Author’s POV]

“Kajima, Yoona-ya… Kau belum membalas pernyataan ku.”

“J-Jonghyun-ssi!”

“Kau juga suka padaku, kan?” bisik Jonghyun yang membuat pipi Yoona bersemu bagaikan darah. (#plak)

Yoona memalingkan wajahnya pada Jonghyun.

“Neo…” kata-kata Yoona terputus saat Jonghyun menempelkan bibirnya ke bibir Yoona. (author: *merinding* readers: itu Jonghyun agresif, ya ._. author: mian -_-v)

SKIP…

SKIP…

SKIP…

———-

(Masih dalam keadaan berpelukan…)

Jonghyun melepaskan pelukannya.

“Geureom… neo… maukah kau menjadi yeojachingu ku?” tanya nya dengan malu-malu. (author: astaga… ini jonghyun uda kiseu baru nanya ==” jonghyun: yang buat script nya kan elu, thor author: iya juga, ya ._. #authorbego)

Yoona mengangguk. “Keundae, kau harus berjanji satu hal.”

“Apa itu?”

“Jangan terlalu dekat dengan fans mu.” jawabnya sambil menunduk untuk menyembunyikan rasa malunya.

“Hahaha… Kukira ada apa.” ucap Jonghyun sambil terus tertawa.

“Jonghyun-ah!” tegurnya dan memasang wajah cemberut.

“Hehe… Mianhaeyo. Baiklah, aku akan menuruti permintaanmu. But, kau juga harus melakukan satu hal.”

Yoona menatapnya dengan bingung.

“Kau belum mengatakan ‘saranghae’ padaku.” sekarang giliran Jonghyun yang cemberut. Lalu, Jonghyun memandanginya dengan raut wajah memelas.

“S-Saranghaeyo…” ucapnya dengan suara pelan yang nyaris tidak kedengaran, tapi, untung saja Jonghyun mendengarnya, sehingga ia tidak perlu mengucapkan kata yang bertentangan dengan egonya itu.

Jonghyun tersenyum puas.

———-

@ Yoona’s home…

“Oh, ya, mana coklatku?” tanya Jonghyun pada Yoona yang sedang duduk manis dengannya di atas sofa. Yoona terlihat panik. Kemudian dia berpikir sebentar, lalu mengeluarkan sekantong cokat dan memberikannya pada Jonghyun.

“Ini… ini sebenarnya coklat yang kelebihan yang kubuat semalam.” ucap Yoona sambil nyengir.

“Mwoya? Kau kejam sekali padaku.” Jonghyun pura-pura kesal.

“Mianhae… Iya, deh. Tahun depan aku buatkan bagianmu juga.” ucap Yoona dengan nada bersalah. Sebenarnya, kan, dia memang tidak berniat membuatkan coklat untuk Jonghyun karena Yoona mengira Jonghyun sudah mempunyai yeojachingu.

“Gitu, dong.” balas Jonghyun sambil memeluk Yoona.

———-

– END –

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Chocolate Ttaemune (Because of Chocolate)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s