Hello Girl [1.2]

Hello Girl [1.2]

Author              : Shinsongmi

Main Cast        : Lee Taemin, Han songji

Support Cast    : Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho etc…

Genre               : Romance, Comedy

Length              : Two shoot

Rating               : General

Summary          :“Setiap orang yang sedang jatuh cinta itu selalu berkata seperti itu, tapi aku belum mengetahui tentangmu, dan juga aku yakin masih banyak hal yang sebenarnya belum kau ketahui tentangku”

A/N                 : Anyeong yeorobeun…..!!!! gomawo yang sudah mau meleuangkan waktunya untuk membaca FF absurd aku yang ke-2 ini heheheh…. FF ini aku buat waktu Dream girl menduduki beberapa chart teratas diacara music. Dan baru sekarang aku memberanikan diriku untuk mempublish FF ini, jadi tolong berikan kiriman kritik dan sarannya ya…. Ditunggu loh…. Sekali lagi jeongmal gomawoyo, mian kalau banyak typo dan kurang menarik, selamat membaca!!! ^^

Suasana kelas mulai terdengar riuh setelah kepergian dosen yang tadi mengajar mereka, mereka semua bersiap untuk keluar kelas. Akan tetapi, ada seorang pria berambut blonde terlihat sedang gelisah. Terkadang duduk dan terkadang berdiri, matanya tak lepas dari seorang yeoja yang berada didepannya yang sedang membereskan beberapa buku untuk dimasukan kedalam tasnya. Setelah menghela napas panjang, akhirnya pria itu menepuk bahu yeoja yang berambut seleher dan berwarna hitam, yeoja itupun menoleh setelah menggendong ranselnya.

“Wae Taemin??” Yeoja itu menatap Taemin untuk menunggu jawaban

“Setelah ini kau mau kemana?” Taemin memasukan tangannya kedalam saku celananya berusaha untuk tidak terlihat gugup

“Seperti biasa langsung pulang, ada apa Taemin??” Taemin menundukan kepalanya dan mengetuk-ngetukan kakinya

“Ya….. jangan bertele-tele, aku tau ada yang kau inginkan, katakan saja kau mau apa dariku?” Yeoja itu melipat kedua tangannya didepan dadanya, dengan sebelah alis kanannya terangkat, Taemin memperlihatkan serentetetan giginya

“Begini Songji,. aku mau kau sekarang ikut denganku, hmm… anggap saja aku sedang mentraktirmu makan, karena selama ini kau selalu membantuku mengerjakan tugas dan membantuku waktu ujian kemarin, he…” Taemin langsung menarik tangan yeoja itu yang kebingungan

Suara music jazz terdengar diseluruh ruangan bernuansa coklat, siapapun yang berada ditempat ini akan langsung merasa tergiur karena ditempat itu banyak menyediakan makanan dan minuman yang semuanya berbau coklat. Salah satunya adalah seperti sepasang manusia yang sekarang ini sedang menikmati cake dan minuman yang berbahan coklat.

“Wuuaacchhh….. daebak…. Kau tau saja kalau aku sangat suka coklat”  Songji memasukan sesendok cake kedalam mulutnya dengan lahap

“Apa sich yang aku tidak tau tentang dirimu” Taemin memotong cakenya dengan sendoknya, Songji yang sedang minum hot chocolate langsung memandang taemin dibalik gelasnya.

“Kalau kau tau tentangku kenapa tidak mengajakku kesini dari dulu” Songji meletakan gelasnya dan menjilat bibirnya untuk menghapus sisa minuman coklat, dan hal itu membuat Taemin yang melihatnya menelan air ludahnya.

“Aahh….. itu…. karena aku baru berani mengajakmu sekarang” Taemin langsung memasukan sesendok penuh cake kedalam mulutnya.

“Haaahaa…. Ternyata selera makanmu buruk sekali” Songji tertawa melihat Taemin yang sedang bersusah payah mengunyah cake dimulutnya karena kepenuhan,

“Itu karena ada kamu jadinya selera makanku seperti ini” Taemin membersihkan mulutnya dengan tissue. Songji hanya menahan tawanya, tiba-tiba Taemin mencondongkan tubuhnya pada Songji yang didepannya.

“Dan cara makanmu juga buruk” Taemin membersihkan sudut bibir songji, yang ternyata masih ada sisa minumannya. Songji terdiam sesaat

“Biar aku saja yang bersihkan” Songji merebut tissue yang ditangan Taemin. Taeminpun menyenderkan tubuhnya dikursi dan tersenyum melihat tingkah Songji.

“Bagaimana?? masih ada??” Songji menunjukan bibirnya sambil menggerak-gerakannya, Taemin menutup matanya dan menghela napas, tangannya terkepal. Sepertinya dia menahan sesuatu, Songji yang melihatnya heran dan menggaruk-garuk kepalanya tidak gatal.

“Han songji jangan lakukan itu terus padaku, kau membuatku makin tidak tahan” Taemin akhirnya membuka mulutnya dan menatap tajam Songji

“eoh.. maksudmu?” Songji memiringkan kepalanya

“Han Songji….. Saranghaeyeo” Taemin mengalihkan pandanganya kearah lain, Songji yang mendengarnya langsung meminum minumannya dan menyenderkan tubuhnya sambil terpejam, Taeminpun akhirnya memusatkan perhatiannya kembali pada Songji karena dia tidak mendengar Songji menjawab.

“Han Songji…” Taemin memanggil Songji dengan suara lembut. Namun Songji hanya menempelkan jari telunjuk kebibirnya, masih dengan mata terpejam dan kening yang berkerut. Taemin yang melihatnya makin frustasi, sedari tadi dia berbicara, akan tetapi Songji tidak peka. Dan malah menunjukan reaksi yang sangat jauh berbeda dengan yang ia harapkan, dan sekarang dia malah melakukan hal yang aneh setelah mendengar pengakuannya. Taemin mengacak rambutnya.

“Ya…!!! Kenapa kau mengacak rambutmu yang sudah rapi” Songji merapihkan rambut Taemin dengan tangannya, Taemin membulatkan matanya,

“Ox, Lee Taemin.. jadi???” songji menumpukan kaki kanannya kekaki kirinya dan melipat kedua tangannya didadanya,

“jadi apa??” Taemin malah kebingungan, Songji mengedikkan bahunya. Taeminpun berusaha berfikir dan diapun menjentikan jarinya

“Kau mau jadi yoejachinguku??” Taemin menggigit bibirnya cemas

“Lee Taemin.,” Songji menumpukan wajahnya dengan kedua tanganya diatas meja, dia memainkan jari-jarinya dipipi.

“ Kau itu baik, tampan dan juga banyak yeoja yang mengejar-ngejarmu, kenapa kau menyukai wanita yang tidak cantik, dengan kepintaran standar saja sepertiku, eoh??” Taeminpun melakukan hal yang sama seperti Songji sehingga wajah mereka berdekatan

“Nan molla, aku sudah mencari jawaban itu, tapi aku tidak menemukannya, yang jelas kau itu bisa membuat jantungku selalu berdetak berkali-kali lipat” Taemin menatap mata Songji dengan lembut

“Tapi kau tidak membuat jantungku berdetak berkali-kali lipat” Songji berkata dengan santainya, Taemin langsung duduk dengan tegap.

“Apa kau menolakku??” ujar Taemin terbata-bata, sedangkan Songji masih dengan posisi yang sama dan menatap Taemin sambil tersenyum, kemudian dia mengacungkan jarinya dan menggerak-gerakan kekiri dan kekanan.

“Aku belum bisa bilang menolak atau menerima, aku mau dalam waktu 3 bulan kita coba untuk mengenal satu sama lainnya”

“Mengenal?? Aku sudah mengenalmu dan mengetahui semua hal tentangmu” Taemin mencondongkan tubuhnya kearah Songji kembali, tapi songji malah menjauh dengan menyenderkan tubuhnya kekurs.i

“Yee… arrayeo… setiap orang yang sedang jatuh cinta itu selalu berkata seperti itu, tapi aku belum mengetahui tentangmu, dan juga aku yakin masih banyak hal yang sebenarnya belum kau ketahui tentangku” kini wajah Songji serius, mereka terdiam beberapa saat.

“Baiklah, dalam waktu 3 bulan aku akan membuatmu untuk mengenalku dan juga menerimaku” ucap taemin dengan yakin

“Bukan kau saja yang berusaha membuatmu untuk mengenalku, tapi aku juga berusaha untuk mengenalmu” Taemin dibuat kaget lagi dengan kelakuan Songji.

“Ox.. kalau begitu aku mohon kerja samanya, aku hanya ingin mengingatkanmu jangan menyesali hal yang sudah kau putuskan ini” Songji mengulurkan tangannya taeminpun membalas jabatan tangan songji, tidak jauh dari sana ada beberapa orang yang sedang memperhatikan mereka berdua.

—-^^—–

Setelah mengantar songji pulang taeminpun mengemudikan mobilnya ke apartemennya, baru saja  melepaskan sepatu dan meletakannya dirak sepatu, seseorang pria berpostur pendek meledakan balon didepannya.

“Yak….!! Jonghyun Hyung” Jonghyun tertawa melihat reaksi Taemin yang berdecak karena dikagetkan. Setelah masuk, terlihat diruang tengah, seorang pria berperawakan tinggi sibuk memainkan game winning eleven dan disampingnya ada seorang pria tertidur disofa dengan sebuah buku menutupi wajahnya. Taeminpun langsung masuk kekamarnya, melemparkan tasnya keatas kasur dan juga dirinya, Taemin menghela napas sambil memejamkan matanya.

“Taemin-ah….. waktunya makan” terdengar suara cempreng memanggilnya dibalik pintu, walaupun dia tidak merasa lapar setidaknya dia datang dan mencicipi sedikit untuk menghargainya. Dengan langkah gontai dia duduk dikursi meja makan.

“Hoaammm…… makan apa sekarang??” pria bermata sipit itu berjalan kearah kursi sambil mengacak rambut coklatnya dan sesekali menguap

“Jinki hyung, basuh dulu wajah kusutmu itu”lelaki berambut blonde belah tengah itu meletakan sepiring ayam goreng dimeja makan

“Kibum-ah… bisakah tidak memasak ayam terus” pria bersuara berat yang duduk disamping Jinki menggeser piring berisi ayam goreng itu kearah jinki yang sejak tadi sudah tersenyum puas melihat ayam.

“Tenang Minho-ya…. Untuk kita ada menu lain, karena akhir-akhir ini Jinki hyung sibuk dengan skripsinya jadi aku buatkan itu khusus untuknya” Kibumpun kembali kedapur untuk mengambil makanan lain.

“Gomawo…” teriak Jinki sambil langsung mengambil paha ayam dan memakannya, ke3 orang yang ada disitu hanya bisa melirik sebentar karena hal itu sudah tidak asing,  Lee Jinki seorang maniak ayam.

“Cha….. ayo kita makan” Kibum meletakan menu terakhir dimeja, merekapun berdo’a bersama sebelum makan. Semuanya makan dengan baik, hanya taemin saja yang tidak terlalu berselera, dan hal itu disadari oleh semua orang yang ada dimeja itu. akhirnya salah satu dari mereka meletakan sumpit disamping mangkuk nasi, bertanda dia telah selesai makan.

“Kau masih diet hyung??” Minho berkata dengan mulut yang masih penuh dengan nasi

“Ne… aku khan harus menjaga bentuk tubuhku heee…” Minho hanya memutar bola matanya. Jonghyunpun melirik Taemin yang disampingnya

“Yak.. kau sudah selesai makan khan??” Taemin hanya mendongak.

“ Ikut aku.. ” Mereka berduapun berpindah tempat keruang TV atau ruang keluarga dan duduk disofa depan televisi.

“Katakan bagaimana hasilnya??” Jonghyun memeluk bantal berbentuk tulang sambil menghadap Taemin yang terlihat frustasi,

“Hyung… jeongmal…. Dia…. Akhh…… kenapa aku harus menyukainya” Taemin langsung berdiri dan melangkah mondar mandir.

“Ya… Ya…. Tenangkan dirimu, sebenarnya apa yang terjadi??” kepala Jonghyun terus bergerak mengikuti langkah Taemin yang mondar mandir didepannya.

“Ceritakan pada kami, jawaban apa yang diberikan yeoja itu ketika dicafe tadi?” Taemin tersentak dan langsung menghentikan aksi mondar mandirnya, karena didepannya sudah ada Jinki yang sedang menatapnya serius.

“Cepat ceritakan!!” Minhopun ikut berseru, Taemin melirik kearah Minho yang sudah duduk disofa dan juga kibum yang sudah duduk disamping Jonghyun. Taeminpun menghela napas dan akhirnya duduk dilantai, tanpa ada yang memberi komando, mereka berlima sudah membentuk lingkaran seperti sedang mengadakan sebuah rapat penting. Taeminpun menceritakan dari awal sampai akhir. Sesekali ditengah cerita, Jonghyun ingin membuka mulutnya, tapi ditahan oleh kibum dengan menutup mulutnya menggunakan tangan Kibum. Terlihat orang yang mendengar ceritanya terkadang mengerutkan kening, menggeleng dan ber O ria.

“Unik” komentar jinki diakhir

“Aneh juga” tambah minho

“Keren” kibum kagum

“Sepertinya aku harus mengenalnya” Taemin langsung memberikan tatapan tajam pada Jonghyun. Jonghyun langsung memalingkan wajahnya.

“Othoke hyung??” Taemin menatap satu persatu kakanya. Walaupun mereka terlahir dari keluarga yang berbeda-beda dan hanya teman seapartement, tapi mereka sudah seperti keluarga.

“Selama aku dekat dengan para yeoja , sepertinya aku baru mendengar kalau ada yeoja seperti dia, aneh. Pantas saja selama kita memperhatikanmu dicafe, tingkah yeoja itu sangat santai sekali, makanyaa aku kira kau tidak menyatakan perasaanmu” Minho menggeleng

“Yak… hyung dia tidak aneh, dia baik apalagi setelah kau mengenalnya” bantah Taemin

“Kalau begitu kenalkan saja pada kami, aku penasaran dengan yeoja itu??” jawab Jonghyun dengan enteng, Taemin menghela napas

“Aku pasti akan mengenalkannya pada kalian, tapi ada satu hal yang harus kalian ingat, dia milikku!!!! jangan sentuh!!!! atau mencoba untuk menggodanya!!!!” Taemin menajamkan kata-katanya kearah Jonghyun, Jonghyun yang merasa ada aura iblis pada Taemin langsung mengangkat jari tangannya membentuk V

“Tapi, mungkin karena rayuanmu kurang jadi dia bersikap biasa saja” perkataan Jonghyun disambut dengan anggukan semua orang yang disitu

“Taemin bukan seperti dirimu yang selalu mengumbar kata-kata murahan, tsk…” Kibum mendecak, tapi Jonghyun malah terkikik. Taemin yang melihat hyungnya itu hanya dapat mengerucutkan bibirnya.

“Ikuti saja dulu apa maunya, lagipula hal yang dia ajukan itu ada benarnya,bukankah akan lebih baik kalau menjalin suatu hubungan itu kalian sudah saling  mengenal akan kepribadian  masing-masing, yeoja itu, tipe orang yang banyak pertimbangan. Jadi kau cukup untuk mengikutinya saja selama hal yang dia ajukan tidak merugikanmu, tapi jangan pernah kau menjadi orang lain didepannya karena kalau kau melakukan hal itu dia akan menolakmu” petuah Jinki orang tertua diantara mereka berlima, Taemin yang mendengarnya langsung mencerna dan merekam kata-kata jinki dengan baik diotaknya.

“Gomawo hyung.. tapi… langkah pertamaku untuk mengenalnya lebih dekat dengan cara apa?” yang tadinya mereka khidmat mendengar Jinki berpetuah langsung menepuk jidatnya karena kepolosan Taemin.

“Jonghyun, Minho sekarang tugas kalian untuk memberi petuah pada anak polos ini, aku harus menyelesaikan skripsiku, dan kau Kibum, awasi mereka. Jangan sampai kedua anak itu memberikan nasihat atau trik kotor mereka, terutama Jonghyun” kKibum mengacungkan jempol pada Jinki yang sudah berdiri dan melangkah pergi dengan merenggangkan tangannya menuju kamarnya. Sedangkan Jonghyun hanya mengerucutkan bibirnya dan Minho menahan tawanya.

Bermodal dengan petuah dari hyung-hyungnya , Taemin pun berjalan menuju kelas tanpa keraguan. Sesekali ia menyapa orang-orang yang ia kenal dikoridor. 3 orang yeoja tiba-tiba menghampirinya, ia pun menghentikan langkahnya. Yeoja berambut panjang terurai dengan high heels yang menghiasi kakinya, maju selangkah kearah Taemin. Kemudian  dua orang yeoja dibelakangnya mengangkat sebelah tangannya sambil mengepalkannya  untuk memberikan  semangat pada temannya ini.

“Sunbaenim.. ah.. ani.. Taemin oppa tolong terima ini” yeoja itu membungkuk dan menyodorkan sebuah handbag kearah taemin

“Ige mwoya??” Taemin menatap handbag yang kini sudah ada dihadapannya, yeoja itu mendongak

“Ini bukan apa-apa , tolong terimalah” rajuk yeoja itu manja, taemin sudah biasa dengan hal ini, karena hampir setiap hari selalu saja ada yang mendatanginya. Sunbae ataupun hobae, apalagi ketika anak-anak dikampus mengetahui kalau taemin dekat dengan Jinki, Jonghyun, Kibum dan Minho, ya memang mereka termasuk namja popular dikampus itu.

“Wuachh…. Taemin-ah….. kau mendapatkan apa lagi??” tiba-tiba sebuah suara yang sangat Taemin kenal terdengar ditelinganya, iapun menoleh dan itu ternyata Songji yang sudah melewatinya sambil tersenyum meledek, Taemin langsung berbalik tanpa menghiraukan yeoja yang memanggilnya, Songji menghentikan langkahnya didepan Taemin. Yang sedari tadi melangkah dengan langkah yang lebar.

“Yak.. kenapa kau meninggalkannya, cepat terima pemberiannya??” Songji mendecak, Taemin  mengerutkan kening dan tanpa sadar tubuhnya berbalik kepada yeoja tadi dan menerima pemberiannya. Songji sudah tidak ada sepertinya dia sudah pergi kekelas.

Taemin duduk dikursinya yang seperti biasa dibelakang songji, songji hanya melihat taemin sekilas sambil tersenyum dan melanjutkan kembali kegiatan yang sedang mendengar earphone, kepalanya mengangguk-angguk mengikuti irama lagu. Taemin tersenyum miris, karena dia sadar kalau ia masih belum mendapat perlakuan istimewa dari songji, Taemin meniup poninya dan menyenderkan punggungnya dikursi. Tak lama dosenpun datang.

——^^——

Karena jadwal hari ini padat, tidak ada waktu sedikitpun bagi Taemin untuk hanya sekedar mengobrol ringan dengan Songji. Taeminpun berniat untuk menahan Songji, agar tidak pergi kekantin dengan temannya.

“Songji-ah…. Bisa kekantin bersamaku” Taemin menghampiri Songji yang sedang berbincang-bincang dengan temannya. Songji menoleh pada taemin dan langsung mengangguk.

“jadi hari ini apa yang akan kita lakukan” Taemin menggaruk lehernya yang tidak gatal

“Eyyyy…. Kenapa kau gugup sekali, santai saja..” Songji berjalan mendahului Taemin, dan memilih tempat duduk dekat air mancur.

“Nomor ponselmu??” Taemin memberikan ponselnya pada Songji. dia mengambilnya kemudian menekan beberapa angka diponsel touchscreen Taemin, kemudian dia membuat panggilan keponselnya,

“Songji-shi.. bolehkan mulai hari ini aku mengantar dan menjemputmu pulang??”

“Kau sama juga denganku tidak suka berbasa-basi, kalau untuk melakukan hal itu terlalu cepat, mianhe… belum waktunya” Songji membuat V sign

“Ne… arraseo… kalau begitu kita mulai dengan… apa hobi dan makanan kesukaanmu?” Taemin mengenggam banana milk yang tadi dia ambil dari dalam tasnya

“Kau tau, ketika kau bertanya seperti itu aku merasa seperti sedang diinterview dalam sebuah perusahaan, haaa….” Songji tertawa

“Ya… jangan seperti itu, aku tidak tahu harus mengatakan apa, lagipula kau tau aku baru melakukan hal ini hanya denganmu” Taemin meminum banana milk untuk menghilangkan rasa Malunya, sial kenapa aku tidak bisa berbicara manis didepannya. Taemin merutuki dirinya sendiri, dan songji langsung membulatkan matanya ketika mendengar kata-kata yang diucapkan taemin.

“Mwo??? Apa aku tidak salah dengar? Kau? seorang Lee Taemin, salah satu namja terpopular dikampus ini baru melakukannya denganku??? Itu suatu kebohongan besar” Songji menggelengkan kepalanya

“Yak… aku tidak berbohong,” sanggah Taemin, Songji menatap mata Taemin lama

“Wae???? Apa aku terlihat sedang berbohong???” Taemin menghela napasnya

“Ne… aku percaya padamu” Songji meminum susu coklat yang tadi dipesannya, Taemin memerhatikan cara Songji minum, sedangkan Songji tidak menyadarinya, sampai akhirnya Songji dibuat kaget dengan perlakuan taemin yang tiba-tiba mengusapkan tissue diatas bibirnya.

“Lihat… aku sudah tau kebiasaanmu minum” Taemin menunjukan tissue bekas ,yang sudah ada noda coklat. Songji hanya tersenyum miris dan meminum susu coklatnya kembali, tapi kali ini ia langsung membersihkan mulutnya dengan tissue, dan hal itu membuat Taemin terkekeh.

“Aku rasa aku sudah dapat membuatmu gugup” Taemin menumpukan wajahnya dengan kedua tangannya diatas meja sambil menatap songji yang kini sudah sibuk untuk menenangkan diri.

“Baru sedikit” Songji mendekatkan jempol dan jarinya.

“Jadi aku masih gagal?” Taemin mengerucutkan bibirnya dan hal itu benar-benar membuat wajah Taemin semakin imut. Songjipun menyadari hal itu.

“Pesanan kita sudah datang” Songji menunjuk seorang pelayan yang sudah mendekat kearah mereka dengan kepalanya. Untuk mengalihkan pembicaraan, Tersajilah seporsi menu berbahan daging dan seporsi makanan berbahan ayam.

“Biar aku tebak. Kau lebih suka daging dari pada ayam” Songji menunjuk piring berisikan daging dihadapan Taemin dengan garpunya

“Dan kau lebih suka ayam daripada daging” Taemin menunjuk piring yang ada dihadapan Songji

“Tapi walaupun selera makan kita berbeda, kalau untuk soal minuman kita punya selera yang sama” memang Taemin dan songji sama-sama menyukai susu dan hal itu sangat jelas terlihat dengan kebiasaan taemin yang selalu membawa banana milk dan juga songji yang selalu membawa sekotak susu kecil dengan rasa berbeda setiap hari. Merekapun tersenyum dan akhirnya memakan hidangan yang sudah disajikan dengan lahap. Semenjak hari itu hampir setiap hari mereka selalu makan bersama dan juga jalan-jalan bersama. Sampai mereka tahu akan makanan dan minuman kesukaan masing-masing, dan juga hobi masing-masing.

—^^—

Langit terlihat sangat cerah, dan angin berhembus dengan lembut, sehingga pohon-pohon yang ada disitu bergoyang dengan pelan. Diantara banyaknya pohon ada satu pohon yang agak rindang, terlihat disana sudah ada Taemin dan Songji dibawah pohon itu. Taemin sedang meletakan sepedanya disamping pohon itu, dan songji sedang melebarkan alas untuk diletakan diatas rumput. Taeminpun berjalan dan merebahkan dirinya diatas alas yang sudah digelar oleh Songji. Songji sibuk membuka tas keranjangnya dan mengeluarkan beberapa toples yang berisi makanan didalamnya. Taemin membalikan badannya sehingga tengkurap, kemudian dia menangkupkan tangannya kewajahnya agar dapat melihat kegiatan Songji.

“Sampai kapan kau seperti itu, bangunlah dan bantu aku” Songji mengeluh karena kesulitan membuka tutup toples, Taemin tidak bergerak sedikitpun dan malah tersenyum kepada Songji. Songji meletakan toples yang belum berhasil dia buka dan mendekatkan wajahnya kedepan Taemin sampai Taemin terpaku.

“Lee Taemin.. ketika kau seperti ini kau sangat terlihat imut dan tampan, tapi bisakah kau membantuku sebentar” Taemin sempat menahan napasnya, karena mengharapkan hal indah terjadi padanya. Tapi seperti biasa, ketika songji sudah mengucapkan kata-kata yang membuat Taemin percaya diri, langsung dibuat putus asa kembali dalam waktu yang sama oleh kata-kata yang tidak terduga itu. Walaupun sudah lumayan lama mengenalnya dekat, Taemin masih saja terkecoh dengan sipat Songji yang seperti ini. Taeminpun bangkit dan membukakan toples yang tadi tidak bisa Songji buka, setelah semua makanan tersaji mereka berduapun menghela napas lega.

“Taemin-shi… Mianhe.. tadi aku pasti membuatmu kecewa” Songji memeluk lututnya sambil menatap pemandangan rumput hijau didepannya, disana banyak anak-anak yang sedang bermain.

“Maksudmu??” taemin yang disamping menoleh kearah songji.

“Lupakan… nanti saja kita bahas, sekarang ayo kita makan. Oia aku membuat semua masakan ini sendiri loh.. jadi mian kalau rasanya tidak enak” Taemin tersenyum kemudian mengambil sepotong daging bulgogi dan memasukannya kedalam mulutnya, perlahan dia mengunyahnya, songji memperhatikan ekspresi Taemin dengan wajah serius, setelah menelannya Songji masih terdiam menunggu komentar Taemin.

“Jeongmal mashita.. kau memang koki terbaik, Kibum hyung saja sepertinya kalah, hee….” Taemin memberikan acungan jempol pada Songji, Songji tersenyum lebar dan tanpa sadar ia mengennggam tangan Taemin. Dan Taeminpun hanya menatap tangannya dan Songji bergantian, karena baru kali ini Songji memegang tanganya seperti ini. Diapun membalas senyuman Songji dengan lebar. Mereka berduapun makan dengan khidmatnya.

“Songji-ah… apa dari dulu kalau makan selalu menggunakan gigi depanmu” Taemin menunjuk mulut Songji yang sedang penuh dan mengunyah dari depan tidak menggunakan gerahamnya. Songji menelan dulu makanan yang ada dimulutnya.

“Ne… ini gara-garanya waktu aku kecil gigiku rusak parah, karena terlalu banyak memakan coklat, aku sudah berusaha makan menggunakan gerahamku ,tapi tetap saja tanpa aku sadari nanti aku akan mengunyah menggunakn gigi depanku lagi” Taemin mengangguk seolah mengerti, ketika Songji memasukan sesendok nasi kemulutnya Taemin memperhatikannya.

“Coba sekarang kau kunyah makananmu dengan gerahammu”  Songji berhenti mengunyah tapi kemudian dia menurutinya. Tapi tidak berlangsung lama Songji kembali makan dengan gigi depannya. Taemin terkekeh melihatnya

“Wae??” Songji meminum air mineral yang ada disampingnya.

“Kau itu memang benar-benar lucu” Taemin mengacak rambut Songji, Songjipun mengalihkan pandangannya dari Taemin karena gugup.

“Besok kita kan masih libur, bagaimana kalau kita menonton” songji terlihat berfikir

“Ox, tapi ingat jangan menonton film romantis lagi, kau tidak mau khan kalau aku tidur lagi” Taemin mengangguk, ia ingat sudah 2 kali menonton film begenre romatis songji selalu berakhir dengan tidur. Songji memang yeoja yang tidak terlalu suka film romantic karena menurutnya ceritanya sepi dan membosankan.

“Kalau begitu kita menonton iron man 3 saja bagaimana??” Songji langsung antusias mendengarnya,

“kalau film seperti itu aku yakin tidak akan tertidur, hee…”

———^^————-

Apa yang dikatakan songji memang benar, ia benar-benar tidak tertidur ketika menonton film bergenre action. Merekapun keluar untuk pulang tapi setelah keluar mereka kecewa karena ternyata diluar hujan sangat lebat, Songji melihat jam tangannya menunjukan pukul 10 malam. Songji menatap Taemin yang sedari tadi menyodorkan tangannya untuk menadangi air hujan.

“Songji-shi sepertinya kita akan lama menunggu disini, aku lupa tidak membawa jas hujan, othe??” Songji menghela napas, sudah bukan hal yang biasa kalau Taemin itu lupa akan sesuatu. Merekapun menunggu hujan cukup lama, cuaca mulai terasa dingin orang-orang yang sama nasibnya seperti mereka satu persatu sudah pulang. Songji kembali melihat jam tangannya.

“Taemin-ah…. Lebih baik kita pulang saja ini sudah hampir jam 12”

“Tapi masih hujan.” Taemin menatap langit yang masih menjatuhkan beribu-ribu titik air

“Begini saja, kau pulang naik taxi saja ne.. nanti aku yang bayar dan aku akan mengikutimu dari belakang menggunakan motorku, othe??” Songji menghela napas kemudian memegang pipi Taemin. Taemin agak gugup dengan perlakuan Songji.

“Kita datang kesini bersama, jadi pulangpun harus bersama, lagipula aku baik-baik saja, aku sudah biasa kehujanan, kajja” Songji menarik Taemin kearea parkir khusus motor. Setelah memakai helm Taemin menengok kebelakang.

“Songji-shi kau yakin?? Hujannya masih deras” Songji tidak menjawab dan malah membenarkan helmnya, akhirnya Taeminpun menyalakan mesin motor ninja berwarna hitamnya. Jarak dari gedung bioskop dan flat Songji memang agak jauh, butuh waktu 1 jam untuk sampai. Ketika mereka berhenti dilampu merah Taemin memegang tangan Songji, dan ia merasakan tangan Songji sangat dingin, karena Songji berlindung dibalik punggung taemin untuk menghindari air hujan kewajahnya, dia tidak menyadari kalau Taemin sudah merubah arahnya. Baru 30 menit Taemin sudah menghentikan motornya dan Songjipun melihat sekelilingnya.

“Kita dimana?? Ini bukan rumahku” Songji terus menengok kekiri dan kekanan sambil mengusap wajahnya yang terkena air hujan. Taemin tidak menjawabnya dia menjalankan motornya kembali kesebuah area apartemen.

“Ikut aku” Taemin menarik tangan Songji tapi songji menariknya kembali

“Kita dimana??? Kenapa tidak mengantarku pulang saja??” Songji berkata dengan agak menggigil. Taemin tetap tidak menjawabnya dia hanya menatap Songji tajam dan menarik Songji, Songji hanya pasrah. Taemin memasukan kode untuk membuka apartementnya. Setelah terbuka merekapun masuk.

“Aigoo…….. kenapa kalian basah kuyup seperti ini” Kibum yang sudah ada dihadapan mereka berkacak pinggang

“Hyung lebih baik kau ambilkan handuk untuk kami” Taemin melepaskan sepatunya yang basah, sedangkan songji masih mengigil dibelakang taemin

“Kenapa baru pulang selarut ini” Jinki dan Kibum menyerahkan handuk pada Taemin. Taemin tidak menjawab, dia langsung melilitkan haduk kepada songji dan menuntunya kedalam. Jonghyun yang sedang mengobrol dengan Minho diruang tv langsung menoleh keobjek yang sudah basah kuyup itu. Songji membungkukkan tubuhnya kepada mereka satu persatu.

“Hmm… Taemin” Songji menarik ujung baju Taemin, dan Taeminpun menoleh. Songji melepaskan handuk dan memberikannya pada taemin.

“Aku pulang saja naik taxi. Tidak baik seorang perempuan berada ditempat laki-laki selarut ini” Songji berkata pelan pada Taemin.

“Ani… kau akan menginap disni, lagipula ini sudah malam diluar sudah jarang ada taxi.” Balas taemin dengan pelan juga,  membuat Jinki, Kibum, Jonghyun dan Minho menatap mereka berdua.

“Gwenchana aku akan menunggu” Songji membungkuk mengucapkan salam tapi Taemin menarik tangan Songji, sehingga wajah dan tubuh mereka berhadapan sangat dekat.

“Jebal… diluar hujan sangat deras dan ini sudah sangat malam” Taemin menatap mata songji tajam sampai songji menelan air liur dengan susah payah. Baru kali in songji dibuat diam tak berkutik oleh pria.

“Kibum hyung, malam ini aku tidur denganmu” Taemin menoleh kearah Kibum. Kibum cepat-cepat mengangguk. Keempat hyungnya itupun berhasil dibuat terkejut oleh perlakuan taemin, baru kali ini mereka melihat taemin begitu tegas. Taeminpun memberikan sepasang piyama dan sweeter kepada songji. Iapun meninggalkan songji dikamarnya dan menyerahkan kuncinya.

“Kunci kamar ini selama kau tidur” Songji hanya mengangguk. Ketika pintu tertutup Taeminpun masuk kekamar Kibum, keempat hyungnya itu masih terdiam diruang tv dan memperhatikan gerak gerik Taemin.

“Hyung aku pinjam bajumu dong, aku lupa tadi tidak mengambilnya dilemariku” seketika itupun rasa kagum mereka hilang pada Taemin, baru saja dia bertindak keren sekarang dia malah menunjukan sikap pelupanya itu. Kibumpun masuk kekamarnya dan memberikan baju dan celana selutut pada Taemin.

Ketika Taemin dikamar mandi untuk membersihkan dirinya, Libum membuatkan minuman ginseng merah untuk Taemin dan Songji sedangkan yang lainnya sudah masuk kekamar untuk beristirahat. Walaupun sebenarnya Jonghyun dan Minho sangat ingin mengintrogasi Taemin. Akan tetapi Niat mereka sudah terlebih dahulu dicegah oleh jinki.

“Taemin, berikan minuman ini pada songji, agar dia tidak terlalu kedinginan” Kibum menyerahkan cangkir pada taemin, taeminpun mengetuk pintu kamar.

“Songji-shi.. ini aku Taemin, apa kau sudah tidur? ” tidak butuh waktu yang lama pintu terbuka, Songji hanya melonnggokan kepalanya, dia agak terkejut dengan penampilan Taemin. Sebuah handuk tersampir dilehernya, rambutnya berantakan dan masih basah tidak lupa sebuah senyuman manis dan tulus terpampang diwajah Taemin. Dan hal itu mulai membuat jantung Songji berdetak lebih cepat.

“Kenapa diam??? Kau sakit??” Taemin mendorong pintu agar terbuka lebih lebar, Songji yang sadar akan hal itu langsung mendorong pintunya juga, sehingga cangkir yang dibawa Taemin airnya tumpah dan mengenai bajunya. Songji yang melihatnya langsung merasa bersalah dan membersihkan baju taemin dengan tangannya.

“Gwenchana…??” Taemin meringis karena air itu lumayan panas juga.

“Kau tunggu saja didalam, akan kubuatkan kembali minumannya, jangan dikunci dulu ne..” Taemin pun berbalik menuju dapur dengan wajah yang memerah. Bukan karena kepanasan tapi karena jantungnya berdetak lebih cepat, apalagi ketika pandangan mereka sempat bertemu. Fiuhh….. taemin menghela napas, Sedangkan Songji duduk ditepi kasur sambil memegang kedua pipinya yang mulai memanas. Iapun mengibas-ngibaskan tangannya untuk mendinginkan wajahnya.

“Hmm… Songji-shi ini minumannya” Songji menerima cangkir yang diberikan Taemin.

“Songji-ah jaljayo…” Taemin melambaikan tangannya dan juga mengacak rambut Songji. Setelah Taemin pergi dan Songji menutup pintu kemudian menguncinya, dia langsung memegang dadanya, sekarang dia benar-benar dibuat gugup oleh Taemin,

—–^^——

Alarm diponsel songji berbunyi, tangannyapun bergerak untuk mencari ponselnya, matanya masih tertutup, akhirnya songi menemukan ponselnya disamping bantalnya. Ia membuka mata dan melihat ponselnya, disitu tertera sudah pukul 7 pagi.  Iapun bangkit merenggangkan tanganya dan membuka matanya perlahan. Matanya langsung terbuka lebar karena dia ingat sekarang dia bukan dikamarnya, iapun membuka pintu kemudian melihat kesekeliling, belum ada tanda-tanda kehidupan. Masih menggunakaan piyama dan swetter yang diberikan taemin, songji bergegas untuk pergi dari tempat itu, ia membungkus tas dan baju yang msih basah menggunakan plastic. Baru saja membuka pintu, seseorang memanggilnya dengan suara agak serak.

“songji-shi…. Mau kemana? ” Songji menghentikan langkahnya, tangannya masih digagang pintu kemudian menoleh

“Ah… sunbaenim, aku harus pulang. Gomawo sudah menerimaku disini, anyeong….” Songji melambaikan tangannya kepada Jonghyun yang masih setengah sadar, ia hanya menggaruk kepalanya dan membiarkan yeoja itu pergi.

TBC…….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

2 thoughts on “Hello Girl [1.2]

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s