Lovelier Hurt

Tittle : Lovelier Hurt

Author : dildingdong

Main Cast : Girl and Kim Kibum

Length : Ficlet

Genre : Romance

Rating : PG-13

***

Pagi yang sangat cerah. Tak sama seperti hatiku yang gelap sekarang. Aku duduk termangu menopangkan wajahku di atas meja. Mengetuk-ngetuk meja dengan jemari lentikku berharap menemukan hiburan di dalamnya. Tapi sepertinya itu percuma.

Mataku berair lagi. Entah sudah keberapa kalinya, dan ini sungguh menyebalkan. Aku selalu saja menangisinya padahal belum tentu sekarang ia mengingatku. Tentu saja karena seorang yeoja yang sekarang sangat memikat hatinya. Yeoja yang selalu diceritakannya padaku setiap kami bertemu. Bahkan, kadang dia menelponku hanya untuk membicarakan yeoja yang entah siapa namanya itu.

Aku sedih dan menyesal. Ia menemukan cintanya, ketika aku tau bahwa perasaan sayangku selama ini bukan sekedar rasa persahabatan. Ketika aku sadar kenapa aku selalu tersenyum dengan hati yang sangat bahagia jika bersamanya. Juga alasan kenapa jantungku selalu berdetak kencang setiap melihat senyumnya. Itu karena aku mencintainya. Dan kenapa saat aku tau, tiba-tiba seorang yeoja datang di kehidupannya?

Kuhapus air sungai yang mengalir di pipiku dengan lengan sweaterku. Sweater pemberiannya sebagai hadiah ulang tahunku dua tahun yang lalu. Hanya sweater biasa, tapi aku sangat menyukainya. Aku suka memakainya walaupun aku tau sekarang cuaca cerah. Memang kelihatan bodoh, tapi itulah yang kulakukan. Aku benar-benar ingin mengenang kehangatannya, yang tak akan kudapatkan sebentar lagi. Setelah ia akan menyatakan perasaannya kepada yeoja itu.

Lonceng pintu kafe berbunyi, pertanda ada pelanggan yang datang. Dia, namja itu, namja pemikat hatiku. Dengan senyumnya yang sedikit terasa janggal, ia menyapaku. Duduk di depanku dengan penghalang meja di antara kami.

“Kau sudah lama?”

Aku menggeleng, enggan berbicara dengannya. Takut perasaan itu menjalar lebih dalam lagi. Aku meneguk teh yang entah kenapa rasanya menjadi pahit sekarang. Hening beberapa saat dan akhirnya ia memanggil pelayan kafe.

“Kau mau pesan lagi? Tehmu sudah mau habis.”

Mata kami bersiborok. Dan itu membuat darahku berdesir deras lagi. Jujur, aku lelah dan muak dengan perasaan ini. Perasaan bertepuk sebelah tangan.

Aku menggeleng sekali lagi. Ia tersenyum canggung, dan membiarkan pelayan itu mengambil pesanannya.

Peluh keluar dari kulitnya.

Ia mengetuk-ngetuk jemarinya di meja, menggoyang-goyangkan kakinya, melihat kesana-kemari. Sangat tidak fokus, seperti dalam kecemasan. Dan entah ke berapa kalinya ia tersenyum canggung saat mata kami bersiborok.

Aku penasaran, sangat penasaran. Apakah yeoja itu menerimanya? Kuharap tidak sih. Ya, mana mungkin aku mau lelaki kedua yang perhatian kepadaku –setelah ayahku, meninggalkanku. Bahagia karena ia bahagia? Tcih, munafik sekali.

“Bagaimana?”

Suaraku terdengar sangat parau. Mungkin karena aku baru berbicara setelah lama dalam diam. Atau mungkin terbawa arus hatiku yang cemas bukan main jika namja ini memenangkan hati yeoja itu.

Ia berjanji menemuiku setelah mendeklarasikan isi hatinya kepada yeoja impiannya yang cantik bukan kepalang dimatanya.

Kembali dalam diam. Ini rekor untuk pertama kalinya kami dalam pertemuan yang canggung. Tanpa tawa. Entahlah, mungkin ini hanya perasaanku saja.

“Apa kau tidak ingin melihat wajahnya dulu?”

Oh, tidak. Aku benci pertanyaan ini. Secantik apapun, sebaik apapun, bahkan ratu sejagad sekalipun akan jelek dimataku, kalau telah mencuri hati namja ini.

“Ehm.” Aku berdehem. Mungkin kedengaran seperti ‘terserahlah’ atau ‘aku tak peduli’, tapi sebenarnya yang ku maksud adalah ‘tidak, itu tidak perlu. Itu membuatku sakit’ atau ‘aku tidak setuju kau dengan yeoja manapun’.

Ia menggaruk kepalanya. Kemudian meneguk kopi panas yang baru diantar pelayan tadi.

“Kau lagi badmood ya?”

Tanyanya lagi dengan wajah yang penuh kekhawatiran.

Ah, aku suka saat dia hanya memperhatikanku.

Aku menggeleng dan mencoba masuk dalam lamunan sekedar membuatku melupakan semua fakta buruk ini.

“Kau serius tidak ingin melihat fotonya?”

Dia mengulang pertanyaan bodoh itu lagi. Tentu saja aku tidak mau. Yeoja mana yang mau melihat seseorang yang telah merebut hati namjanya?

Ia tidak peduli dan menyodorkan ponselnya kearahku.

Aku menyerah. Sudahlah. Apa yang bisa kulakukan? Dia sudah terlanjut terpikat dengan yeoja itu. Melarangnya pun sudah tidak ada gunanya. Lagi pula, aku harus jawab apa kalau dia menanyaiku kenapa melarangnya. Aku mengakui kalau aku suka padanya? Tidak! Itu kiamat.

Dengan berat hati, kubuka layar ponselnya.

Ku tatap kembali wajahnya. Air cemas mengaliri wajahnya, tak kalah dariku.

Seperseribu detik kemudian, ia telah meremas tanganku erat, menundukkan kepalanya, dan bilang, “Kumohon setelah ini, persahabatan kita tetap berjalan…” Ia kelihatan frustasi.

Aku melepaskan remasan tangannya yang dingin dan berkeringat. Ia terlalu berlebihan.

Memangnya dia menyukai siapa sampai persahabatan kami akan hancur? Ibuku? Kakak kandungku? Musuh bebuyutanku? Tidak mungkin, kan? Yang ada malah dia nanti yang melupakan aku, dan asik dengan pacar barunya, huh.

Ku buka kembali foto di ponselnya yang belum sempat kulihat tadi.

Aku terbengong. Kutekan tombol next beberapa kali. Memastikan foto yeoja yang terpampang di dalam layar ponsel ini tidak salah lihat. Aku memang tidak salah lihat kan? Berapa kali ku tekan tombol itu pun, yang muncul hanya wajah yeoja ini dengan berbagai sudut dan pose. Ini nyata?

Pandanganku mulai kabur karena air berengsek ini menggenangi mataku. Mendadak aku merasakan darahku bedesir mendidih di ubun-ubun. Jantungku pun tidak dalam ritmenya lagi. Seakan seluruh sisa energi telah habis diserap.

“Kim Kibum…” Aku membenamkan kepalaku di atas meja.

Jantungku seperti disengat listrik berarus tinggi.

“W..Would you be my girlfriend?”

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Lovelier Hurt

  1. udah dapet feel kalau yg mau ditembak itu si ceweknya, eh ternyata beneran. Cuman mau bilang aja ‘bersiborok’ itu seinget aku tulisannya ‘bersirobok’ (maaf kalau terkesan sok tahu ._.v)

    Keep writing, Author ^^b

  2. hahahahahaha
    key sweet bgt😉
    mau jg dong digituin ma key,tp takut nya malah foto manusia berbadan gorila…
    kekekeke…
    aq suka ff nya thor,feelnya jg dapat.
    ditunggu ff selanjutnya ya…
    semangat…🙂

  3. EHEM…
    #colekcolekauthor
    Cieeee yang sekarang udah gedeee. Bahasa penulisannya udah semakin dewasaaaa.
    Rajin-rajin bikin ff Kim Kibum yaaa. Maklum biasnya sayaa. Hooohooohooo. (abis jarang bet si)

    Bagus-bagus-bagus looo.

    Tapi ada beberapa saran ni :
    1. Gimana kalau ditambahin flashback episode-episode persahabatan mereka berdua (dua tiga nggak apala).
    2. Deskripsiin bentuk cafe-nya gimana. Jenis cafe-nya apa. Bentuk perabotannya. Makanan dan minumannya. Detail-detail kecil kayak gini nambah keindahan tulisan loh.

    Ada juga beberapa poin yang aku suka:
    1. Cara tokoh cewek ngejelasin perasaannya
    Udah bisa nunjukin isi hatinya dan juga karakter tokoh itu sendiri.
    2. Konsepnya yang sederhana tapi bikin greget.
    3. Lucu, karena tokoh utamanya yang kesal sekaligus suka ama Kibum.

    Nice work! Rajin-rajin nulis ya. Tapi jangan lupa belajar juga.
    Hihihihihi.

    Hwaiting!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s